Gambar 2. Ikan Lele Dumbo

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi lele menurut SNI (2000), adalah sebagai berikut : Kelas : Pisces. Ordo : Ostariophysi. Famili : Clariidae

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Lele Masamo (Clarias gariepinus) Subclass: Telostei. Ordo : Ostariophysi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Clarias fuscus yang asli Taiwan dengan induk jantan lele Clarias mossambius yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gambar 1. Ikan lele dumbo (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gambar 2. Grafik Pertumbuhan benih ikan Tagih

BAB II TINJUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. Biologi ikan koi (Cyprinus carpio) Ikan koi mulai dikembangkan di Jepang sejak tahun1820, tepatnya di kota

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus) merupakan salah satu ikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Budidaya Lele (Clarias gariepinus) di Indonesia

II. TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi ikan nila menurut Trewavas (1982), dalam Dirjen Perikanan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ikan patin siam merupakan salah satu komoditas ikan yang dikenal sebagai

Gambar 5. Grafik Pertambahan Bobot Rata-rata Benih Lele Dumbo pada Setiap Periode Pengamatan

I. TINJAUAN PUSTAKA. Ikan lele dumbo adalah jenis ikan hibrida hasil persilangan antara C. batracus

HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA. memiliki empat buah flagella. Flagella ini bergerak secara aktif seperti hewan. Inti

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Tingkat Kelangsungan Hidup

TINJAUAN PUSTAKA. keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah). Sedang di

II. TINJAUAN PUSTAKA. yang mengkombinasikan pemeliharaan ikan dengan tanaman (Widyastuti, et.al.,2008).

I. PENDAHULUAN. Waduk merupakan salah satu bentuk perairan menggenang yang dibuat

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PERANAN MIKROORGANISME DALAM SIKLUS UNSUR DI LINGKUNGAN AKUATIK

I. PENDAHULUAN. perikanan. Pakan juga merupakan faktor penting karena mewakili 40-50% dari

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ikan Patin Siam ( Pangasius hypopthalmus 2.2. Transportasi Ikan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Kelangsungan Hidup Ikan Nila Nirwana Selama Masa Pemeliharaan Perlakuan Kelangsungan Hidup (%)

I. TINJAUAN PUSTAKA. Ikan patin siam adalah jenis ikan yang secara taksonomi termasuk spesies

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan budidaya perikanan (akuakultur) saat ini telah berkembang tetapi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Bernhard Grzimek (1973) dalam Yovita H.I dan Mahmud Amin

4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 3 Data perubahan parameter kualitas air

TINJAUAN PUSTAKA. Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Klasifikasi ikan lele menurut Djatmika (1986) adalah sebagai berikut :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. pasang sungut peraba (barbels) yang berfungsi sebagai alat peraba saat mencari

2.2. Parameter Fisika dan Kimia Tempat Hidup Kualitas air terdiri dari keseluruhan faktor fisika, kimia, dan biologi yang mempengaruhi pemanfaatan

Tingkat Penggunaan Limbah Laju Pertumbuhan %

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Morfologi dan Klasifikasi Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

TINJAUAN PUSTAKA. Fitoplankton adalah alga yang berfungsi sebagai produsen primer, selama

II. TINJAUAN PUSTAKA. : Volvocales. : Tetraselmis. Tetraselmis sp. merupakan alga bersel tunggal, berbentuk oval elips dan memiliki

BAB II LANDASAN TEORI. A. Tinjauan Pustaka. 1. Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus var) menurut Kordi, (2010) adalah. Subordo : Siluroidae

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan memiliki panjang batang mencapai 30 cm. Eceng gondok memiliki daun bergaris

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Gurami ( Osphronemus gouramy ) adalah salah satu ikan air tawar bernilai

II. TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi dan tatanama ikan nila menurut Cholik et al. (2005), adalah sebagai

2. TINJAUAN PUSTAKA. berflagel. Selnya berbentuk bola berukuran kecil dengan diameter 4-6 µm.

BAB VIII PROSES FOTOSINTESIS, RESPIRASI DAN FIKSASI NITROGEN OLEH TANAMAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan untuk konsumsi adalah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Ikan lele dumbo

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Dari hasil pengukuran terhadap beberapa parameter kualitas pada

BAB II KAJIAN PUSTAKA

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BY: Ai Setiadi FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSSITAS SATYA NEGARA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TINJAUAN PUSTAKA. A. Klasifikasi Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor

BAB I PENDAHULUAN. dibudidayakan di air tawar dan disukai oleh masyarakat karena rasanya yang

I. PENDAHULUAN. di alam yang berguna sebagai sumber pakan yang penting dalam usaha

Bab V Hasil dan Pembahasan. Gambar V.10 Konsentrasi Nitrat Pada Setiap Kedalaman

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MANAJEMEN KUALITAS AIR

Pendahuluan. Pada umumnya budidaya dilakukan di kolam tanah, dan sebagian di kolam semen.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHSAN. 4.1 Pengaruh Tingkat Peggunaan Probiotik terhadap ph

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Klasifikasi dan Morfologi Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp)

TINJAUAN PUSTAKA. tidak dimiliki oleh sektor lain seperti pertanian. Tidaklah mengherankan jika kemudian

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

genus Barbodes, sedangkan ikan lalawak sungai dan kolam termasuk ke dalam species Barbodes ballaroides. Susunan kromosom ikan lalawak jengkol berbeda

TINJAUAN PUSTAKA. Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Oleh

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 7. Bakteri Bacillus Sumber : Dokumentasi Pribadi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1.1 Sistematika dan Morfologi Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus).

I. PENDAHULUAN. Ikan Patin jenis Pangasius hypopthalmus merupakan ikan air tawar yang mempunyai

TINJAUAN PUSTAKA. tahapan dalam stadia hidupnya (larva, juwana, dewasa). Estuari merupakan

TINJAUAN PUSTAKA. (a) (b) (c) (d) Gambar 1. Lactobacillus plantarum 1A5 (a), 1B1 (b), 2B2 (c), dan 2C12 (d) Sumber : Firmansyah (2009)

Gambar 4. Grafik Peningkatan Bobot Rata-rata Benih Ikan Lele Sangkuriang

BAB 5. HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran tepung tulang

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Karakteristik Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepenus) Ikan Lele dumbo (Gambar 1) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan memiliki bentuk tubuh panjang, agak bulat, kepala gepeng, tidak bersisik, mulut besar, warna kelabu sampai hitam. Di sekitar mulut terdapat kumis yang dapat digerakan untuk meraba makanannya. Kulit lele dumbo berlendir tidak bersisik, berwarna hitam pada bagian punggung dan bagian samping. Sirip punggung, sirip ekor dan sirip dubur merupakan sirip tunggal sedangkan sirip perut dan sirip dada merupakan sirip ganda. Pada sirip dada terdapat duri yang keras dan runcing yang disebut patil. Patil lele dumbo tidak beracun (Khairuman 2008). Klasifikasi ikan lele dumbo menurut Saanin (1984) adalah sebagai berikut: Filum : Chordata Sub Filum : Vertebrata Kelas : Pisces Sub kelas : Teleostei Ordo : Siluriformes Sub ordo : Siluroidea Famili : Clariidae Spesies : Clarias gariepenus Gambar 2. Ikan Lele Dumbo 6

7 Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan, ada sedikit perbedaan di kalangan ilmuwan dalam menggolongkan ikan lele ini, ada yang dimasukkan ikan lele ini ke dalam ikan Omnivora (Khairuman 2008). Ikan lele memiliki alat pernafasan tambahan yang disebut Arborescen organ yang merupakan membran yang berlipat-lipat penuh dengan kapiler darah. Alat ini terletak di dalam ruangan sebelah atas insang. Dalam sejarah hidupnya, ikan lele dapat mengambil oksigen dari udara langsung. ikan lele dumbo memiliki berbagai keunggulan, sehingga, saat ini lele dumbo menjadi komoditas yang sangat populer dan dapat mendatangkan keuntungan sangat besar. Beberapa keunggulan itu antara lain: 1) tumbuh lebih cepat, 2) dapat mencapai ukuran lebih besar, 3) lebih banyak kandungan telur dan 4) pakan tambahan dapat bermacammacam. (Suyanto 1987). 2.2 Ikan Tagih (Mystus nemurus) Ikan tagih (Mystus nemurus) merupakan ikan air tawar yang memiliki bentuk tubuh yang umumnya seperti kelompok lele-lelean (catfish), bentuk tubuh tagih memanjang, agak pipih dan tidak bersisik. Di bagian sirip dada terdapat tulang tajam dan bersengat yang berfungsi seperti patil yaitu sebagai senjata pembela diri. Warna ikan ini yaitu putih keperakan dengan punggung berwarna kecoklatan. Ada juga jenis-jenis tertentu yang berwarna kehitaman tetapi yang dominan adalah kecoklatan (Amri 2002). Klasifikasi ikan Tagih menurut Imaki (1978) adalah sebagai berikut : Filum : Chordata Kelas : Pisces Sub kelas : Teleostei Ordo : Siluriformes Sub Ordo : Siluridae Genus : Mystus Species : Mystus nemurus

8 Ikan tagih bersifat nokturnal, artinya aktivitas kegiatan hidupnya (mencari makan, dll) lebih banyak dilakukan pada malam hari. Di alam, tagih termasuk ikan pemakan segala (omnivora). Namun, ada juga yang menggolongkan sebagai ikan karnivora, karena lebih dominan memakan hewan-hewan kecil seperti ikanikan kecil (Arsyad 1973 dalam Amri 2002). 2.3 Probiotik Probiotik terdiri dari dua kata yaitu pro yang berarti mendukung (lawan kata anti yang berarti melawan) dan biotik yang berarti organisme hidup. Selain itu probiotik diartikan sebagai mikroorganisme hidup yang apabila dikonsumsi oleh inangnya (ternak, ikan, maupun manusia) akan memberikan pengaruh menguntungkan baginya dengan memperbaiki lingkungan mikrobiota yang ada dalam sistem pencernaan (Fuller 1989). Pengertian probiotik dalam usaha budidaya perikanan adalah produk bioteknologi yang ramah lingkungan dan dirancang untuk menyiasati perubahan kimia, fisika dan biologi kolam sehingga terbentuk lingkungan yang dibutuhkan oleh ikan untuk memacu pertumbuhan dan kesehatan ikan serta meningkatkan produktivitas kolam (Efendi 2005). Menurut Susanto (2005) probiotik dalam media budidaya perikanan, berfungsi sebagai pengatur kondisi mikrobiologi di air atau sedimen, membantu mengatur dan memperbaiki kualitas air, meningkatkan keragaman mikroorganisme dalam air atau sedimen serta meningkatkan kesehatan ikan dan memperbaiki kualitas air serta digunakan sebagai pakan tambahan sehingga dapat memacu pertumbuhan dan mencegah serangan penyakit. Bakteri probiotik apabila masuk ke dalam tubuh ikan, udang, dan moluska akan berfungsi sebagai immunostimulan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap bakteri patogen. Probiotik dapat digunakan baik secara langsung dengan ditebarkan ke dalam air atau melalui perantara makanan. Penggunaan probiotik ke dalam air pemeliharaan ikan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap kesehatan ikan karena probiotik tersebut akan mengubah komposisi bakteri di dalam air dan

9 sedimen sehingga dapat memperbaiki beberapa parameter kualitas air dan meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan (Khasani 2007). Beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan probiotik dengan pengaruh positif yang optimal bagi inangnya menurut Shortt (1999) meliputi (1) spesies bakteri probiotik merupakan mikroflora normal usus sehingga bakteri tersebut lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan usus. (2) Tidak bersifat patogen. (3) Memiliki kemampuan untuk mengkolonisasi sel usus. (memiliki aktivitas antagonistik terhadap mikroba patogen enterik. (5) Terbukti memiliki pengaruh yang menguntungkan pada kesehatan. (6) Bakteri probiotik memiliki jumlah sel hidup yang besar (10 7 cfu/ml sampai 10 9 cfu/ml). Berdasarkan penelitian Irianto (2012), penambahan probiotik (Bacillus licheniformis dan Lactobacillus sp.) ke dalam air dapat memberikan hasil yang baik terhadap kelulusan hidup larva selama pemeliharaan. Irawan (2012) dalam penelitiannya mengenai pemberian probiotik pada media pemeliharaan terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva menunjukan bahwa penambahan probiotik 0,8 ml/l pada media pemeliharaan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi yakni 78,89 % dan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,06 mm pada larva patin siam (Pangasius hypophtalmus). 2.4 Lactobacillus sp Lactobacillus sp. termasuk bakteri gram positif, tidak berspora, tidak motil oleh flagel peritrichous, fakultatif anaerob, kadang-kadang mikroaerofilik, sedikit tumbuh di udara tapi bagus pada keadaan di bawah tekanan oksigen rendah, dan beberapa anaerob pada isolasi. Genus bakteri Lactobacillus sp. ini membentuk sebagian besar dari kelompok bakteri asam laktat, dinamakan demikian karena kebanyakan anggotanya dapat mengubah laktosa dan gula lainnya menjadi asam laktat (Holt et al 1994). Klasifikasi bakteri Lactobacillus sp. (Anonim 2007 dalam Ulum et al. 2010) adalah sebagai berikut :

10 Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Bacteria : Firmicutes : Bacilli : Lactobacillales : Lactobacillaceae : Lactobacillus : Lactobacillus sp. Gambar 4. Lactobacillus sp (Sumber : www.seoarticlelibrary.org) Lactobacillus sp. (Gambar 4) merupakan salah satu mikroba proteolitik yang telah terbukti dapat mensekresikan enzim protease. Enzim ini memiliki daya katalitik terhadap ikatan peptida dari suatu molekul polipeptida atau protein. Protease dapat diisolasi dari tumbuhan, hewan dan termasuk mikroorganisme termasuk bakteri (Kurniasih 2011). Enzim protease merupakan biokatalisator untuk reaksi-reaksi pemecahan protein. Enzim ini mampu mengkatalisis reaksireaksi hidrolisis yaitu reaksi yang melibatkan unsur air pada ikatan spesifik substrat. Oleh karena itu, enzim ini termasuk dalam kelas utama golongan enzim hidrolase. Enzim protease yang dihasilkan mikroba secara ekstraseluler dan intraseluler memiliki peranan penting dalam metabolisme sel dan keteraturan proses sel (Hartono 1995). Lactobacillus sp. termasuk bakteri asam laktat dan bakteri tersebut mengambil energi dari glukosa menjadi asam laktat selama proses fermentasi. memproduksi sejumlah besar laktat dari karbohidrat sederhana dan bersamaan dengan itu dapat tahan terhadap derajat asiditas tinggi yang biasanya fatal bagi

11 bakteri lainnya (Anggorodi 1995). Bakteri asam laktat yang masih dapat hidup dan tertelan akan mencapai saluran usus dan sebagian akan menetap, memperbanyak diri dan memproduksi komponen-komponen metabolit seperti asam laktat yang dapat mengusir bakteri-bakteri patogen (Fardiaz et al. 1996). 2.5 Kelangsungan Hidup Ikan Kelangsungan hidup adalah persentase ikan yang hidup dari jumlah seluruh ikan yang dipelihara dalam suatu wadah. Kelangsungan hidup dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui toleransi dan kemampuan organisme budidaya untuk hidup. Parameter untuk mengetahui tingkat kelangsungan hidup pada suatu populasi ikan adalah mortalitas organisme. Mortalitas adalah kematian yang terjadi pada suatu populasi organisme yang dapat menyebabkan turunnya jumlah populasi. (Effendi 1997). Kelangsungan hidup dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor dari dalam ikan itu sendiri dan faktor dari lingkungan luar. Faktor dari dalam diantaranya umur ikan, ukuran dan kemampuan ikan beradaptasi dengan lingkungan, sedangkan faktor dari luar meliputi kondisi fisik-kimia dan media biologi, ketersediaan makanan, kompetisi antar ikan dalam mendapatkan makanan apabila jumlah makanan dalam media pemeliharaan kurang mencukupi, serta proses penanganan ikan yang kurang baik (Royce 1972). 2.6 Pertumbuhan Pertumbuhan merupakan pertambuhan ukuran baik bobot maupun panjang dalam suatu periode atau waktu tertentu. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh perubahan jaringan akibat pembelahan sel secara mitosis dan pembesaran sel sehingga terjadi pertambahan sel, urat daging, dan tulang yang merupakan bagian terbesar dalam tubuh ikan yang menyebabkan pertambahan bobot ikan. Pertumbuhan terdapat dua macam yaitu pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan relatif. Pertumbuhan mutlak adalah penambahan bobot atau panjang ikan pada saat umur tertentu, sedangkan pertumbuhan relatif adalah perbedaan antara ukuran

12 pada akhir interval dengan ukuran pada awal interval dibagi dengan ukuran pada awal interval (Effendi 1997). Menurut Huet (1971), faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan meliputi faktor-faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain keturunan, umur, jenis kelamin, ketahanan terhadap penyakit, dan kemampuan memanfaatkan makanan. Faktor eksternal atau faktor lingkungan terdiri dari makanan, padat penebaran, kualitas air yang meliputi suhu, salinitas, kandungan oksigen, ph, cahaya, kadar karbondioksida, dan ammonia (Huet 1971). Menurut Effendie (1997) faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ikan diantaranya makanan. Fungsi makanan atau pakan bagi ikan adalah sebagai sumber energi yang diperlukan dalam proses fisiologis dalam tubuh. Oleh karena itu makanan harus mengandung zat-zat penghasil energi, yaitu, protein, lemak dan karbohidrat. Pakan akan diproses dalam tubuh ikan dan unsur-unsur gizinya akan diserap untuk dimanfaatkan membangun jaringan daging, sehingga pertumbuhan ikan akan terjamin. Kecepatan laju pertumbuhan ikan sangat dipengaruhi oleh jenis dan kualitas pakan yang diberikan serta kondisi lingkungan hidupnya. Apabila pakan yang diberikan berkualitas baik, jumlahnya mencukupi, dan kondisi lingkungannya mendukung dapat dipastikan laju pertumbuhan ikan menjadi cepat sesuai dengan yang diharapkan (Khairuman dan Amri 2002). 2.7 Kualitas Air Kualitas air yang baik bagi perikanan didefinisikan sebagai air yang sesuai mendukung kehidupan dan pertumbuhan ikan, dan biasanya ditentukan oleh beberapa parameter. Parameter kualitas air yang perlu dikelola dalam budidaya ikan adalah suhu, oksigen terlarut, derajat keasaman dan amoniak (Boyd 1982). Parameter kualitas air yang baik menurut Khairuman (2008) tertera dalam tabel 1. Tabel.1 Syarat Kualitas Air yang Baik untuk Ikan Lele Dumbo Suhu Oksigen Terlarut ph Amonia 20-30 o C >3 mg/l 6,5-8 0,05 mg/l Sumber : Khairuman 2008

13 Suhu merupakan salah satu parameter kualitas air yang sangat penting bagi ikan dan hewan air. Suhu sangat berpengaruh terhadap laju metabolisme dan pertumbuhan organisme serta mempengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi organisme perairan. Suhu yang ideal untuk kehidupan ikan di daerah tropis sekitar 25-32 C (Mulyanto 1992). Dan suhu air yang ideal untuk ikan lele adalah 20-30 C (Khairuman 2008). Oksigen terlarut adalah jumlah gas oksigen dalam mg/l yang terlarut dalam air. Oksigen terlarut dibutuhkan oleh semua jasad untuk pernafasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan juga untuk oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik dalam proses aerobik (Kordi dan Tancung 2007). Jumlah konsentrasi oksigen terlarut untuk budidaya ikan lele adalah > 3 mg/l (Khairuman 2008). Derajat keasaman (ph) adalah suatu konsentrasi ion hidrogen dan menunjukan air tersebut bersifat asam atau basa. Secara alamiah, ph perairan dipengaruhi oleh konsentrasi karbon dioksida (CO 2 ) dan senyawa yang bersifat asam. Fitoplankton dan tanaman air lainnya akan mengambil CO 2 dari air selama proses fotosintesis sehingga mengakibatkan ph air rendah pada pagi hari, meningkat pada siang hari dan mencapai maksimum pada sore hari, selanjutnya akan menurun pada malam hari (Mulyanto 1992). ph air yang baik digunakan untuk budidaya ikan lele antara 6,5 8 (Khairuman 2008). Ammonia (NH 3 ) merupakan hasil akhir dari proses metabolisme protein. Ammonia yang tidak terionisasi memiliki pengaruh meracuni bagi ikan (Kordi dan Tanjung 2007). Menurut Effendi (2003) konsentrasi amonia total yang dapat diterima oleh ikan lele berada dibawah 0,2 mg/l. 2.8 Siklus Nitrogen Nitrogen merupakan nutrien dasar untuk semua bentuk kehidupan, bahkan perubahan yang sangat kecil dari kadar nitrogen yang tersedia di alam dapat mempengaruhi tingkat kehidupan mikroorganisme, tumbuhan dan hewan. Pada air

14 biasa ditemukan dalam bentuk nitrat, nitrit, amonia dan nitrogen organik. Semua bentuk nitrogen ini dapat dipertukarkan secara biokimia dan merupakan komponen dari siklus nitrogen. Siklus nitrogen (Gambar 3) adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. beberapa proses penting pada siklus nitrogen antara lain fiksasi nitrogen, mineralisasi, amonifikasi, nitrifikasi, denitrifikasi (Floyd 2005). Gambar 3. Siklus Nitrogen dalam Air ( Sumber : Robert M. Durhorow et al. 1997)