BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI FRONT OFFICE PADA HOTEL ISTANA NELAYAN

dokumen-dokumen yang mirip
Pertanyaan Pengendalian Manajemen Keamanan (Security) Ya Tidak Keterangan

Lampiran Check List Pengendalian Manajemen Operasional. No. Pertanyaan Y T Keterangan Standart

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PT. ABC

Lampiran Checklist Pengendalian Manajemen Operasional. 1 Apakah terhadap seluruh operasi komputer. telah dilakukan penjadwalan sehingga dapat

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI. Pada bab ini akan membahas mengenai proses pelaksanaan Audit Sistem

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI. No Kegiatan Metode Waktu. Mencari Informasi dari Buku dan. Internet yang berkaitan dengan

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA PT BRAHMANA. yang terdapat pada PT Brahmana.

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PT. DELL PAN TUNGGAL

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA PT. MAKARIZO INDONESIA. tidak akurat dan tidak lengkap merupakan kegiatan audit yang penting dalam

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI APLIKASI PENJUALAN KREDIT PADA PT RODAMAS

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG JADI. untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional perusahaan.

BAB 4 PT METROTECH JAYA KOMUNIKA

Lampiran 1. Tabel Check List Pengendalian Manajemen Operasional

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG HABIS PAKAI PADA PT. LOKA MAMPANG INDAH REALTY

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA PT. TUNAS RIDEAN TBK. Dalam pengevaluasian hasil informasi tersebut, diperlukan adanya

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA CABANG CV. PESONA DIGITAL DI MALL TAMAN ANGGREK

Gambar Menu Login User. Gambar Menu Login jika user belum mengisi User Name. Gambar Menu Login jika User Name salah menginput password

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG PADA PT. TIRATANA ELECTRIC

BAB 4 PELAKSANAAN AUDIT SISTEM INFORMASI. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pelaksanaan Audit Sistem Informasi Penjualan

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PT. NARAWATA MAKMUR. Dalam menjalankan kegiatan audit, pengendalian terhadap sistem informasi yang penting

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA PADA. PT. ANTAM Tbk.

BAB 4 HASIL AUDIT SISTEM INFORMASI

LAMPIRAN. Hasil kuesioner yang dilakukan dengan Manager PT. Timur Jaya, Bapak Jimmy Bostan

Lampiran 1. Tabel Check List Pengendalian Manajemen Operasional

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PENJUALAN

BAB 4 EVALUASI TERHADAP PENGENDALIAN BENGKEL GAC AUTO SERVICE

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI GENERAL LEDGER ATAS SUBSISTEM KAS KECIL PADA PT. SADIKUN NIAGAMAS RAYA CABANG SRENGSENG

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI AKTIVA TETAP PADA PT. TRITEGUH MANUNGGAL SEJATI

Lampiran 8 : Daftar Pertanyaan Wawancara. No Pertanyaan Jawaban

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG DAGANG PADA PT. DISTRIVERSA BUANAMAS

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN TUNAI PADA PT. TELESINDO SHOP

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI. audit dari wawancara dengan manajer yang terkait dan bagian bagian yang

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA

Matriks Audit No. Temuan Audit Resiko Temuan Rekomendasi Tindak Lanjut Risk Level

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN GARMENT PADA PT MULIA KNITTING FACTORY

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI APLIKASI PENGGAJIAN Penentuan ruang lingkup dan sasaran. melakukan berbagai pengamatan dan pengujian.

Lampiran 3.16 : Rekap Stock barang L11

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA PT. GIWANG KANAKA. Komputer mempunyai peranan yang besar dalam awal sampai akhir proses pengolahan

Sumber: Direktorat PSDM

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PEMBELIAN KREDIT PADA. PT. ENSEVAL PUTERA MEGATRADING,Tbk

BAB 4 EVALUASI SISTEM APLIKASI PENJUALAN DAN PIUTANG YANG DIREKOMENDASIKAN

MATRIKS AUDIT SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA PT. MAKARIZO INDONESIA

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI FRONT OFFICE PADA THE MAJESTY HOTEL & APARTEMENT

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI. mengumpulkan data dan mengolah data berdasarkan hasil dari wawancara dengan

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN PT INFOMEDIA NUSANTARA. proses pengendalian (audit) pada setiap proses pengolahan data.

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PADA PT CATRA NUSANTARA BERSAMA. 4.1 Hasil Evaluasi Terhadap Pengendalian Manajemen

BAB 2 LANDASAN TEORI. subsistem atau bagian dari MIS (Management Information System) yang. diperoleh dari proses transaksi akuntansi secara rutin.

METRIK DAFTAR TEMUAN AUDIT TEMUAN RESIKO REKOMENDASI TINDAK LANJUT. rentan akan menyebabkan. penting.

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah supermarket atau perusahaan retail. distributor maupun perusahaan manufaktur.

BAB 4 LAPORAN HASIL AUDIT. mengenai aplikasi yang digunakan oleh PT. AYAM MERAK. Dari hasil survey

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam menyambut era globalisasi, semua instansi berusaha untuk

BAB IV EVALUASI DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG DAN PENERIMAAN KAS ASURANSI KENDARAN PADA PT ASURANSI EKA LLOYD JAYA

LAMPIRAN 1. Simbol Activity Diagram

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam dunia usaha akhir-akhir ini semakin ketat dan kemajuan di bidang

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI SURETY BOND PADA PT. ASURANSI JASA RAHARJA PUTERA

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI TERHADAP SISTEM APLIKASI PENILAIAN KARYA PADA KELOMPOK KOMPAS GRAMEDIA

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas

No Temuan Rekomendasi PIC. (surprised. mendadak (surprised audit) lingkungan kerja. Lampiran 1 : Matriks Resiko Operation Management Control

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam kegiatan sehari-hari di semua bidang. Seluruh elemen masyarakat

BAB 1 PENDAHULUAN. pemenuhan kebutuhan informasi. Banyak bidang yang telah memanfaatkan

PROSEDUR AUDIT. Kegiatan Realisasi PIC Tanggal. 1. Perencanaan Audit. Menetapkan ruang lingkup dan tujuan. Mengorganisasikan tim audit.

LAPORAN AUDIT ATAS SISTEM INFORMASI DAN PENJUALAN KREDIT PADA PT. TOTALCARE NUTRACEUTICAL. (Periode: Februari 2005-Juni 2005) Tim Evaluasi:

APPENDIX A. Sumber dan Tujuan. Data. Arus Data. Proses Transformasi. Penyimpanan Data

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Daftar Pertanyaan Wawancara Berdasarkan Pengendalian Manajemen Keamanan. tinggi? PC? PC? pada ruang PC? antivirus? berkala?

SIMPULAN DAN SARAN. 4.1 Simpulan

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil tahun 2006/2007

BAB 1 PENDAHULUAN. Peran teknologi informasi di era globalisasi ini dinilai sangat penting bagi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Ketatnya persaingan antar perusahaan, hal ini mendorong setiap perusahaan

Menu ini digunakan untuk user untuk login ke sistem QAD. User harus memasukkan username dan password.

TABULASI. Pertanyaan TOTAL

BAB 3 DESKRIPSI DAN PENGENDALIAN SISTEM YANG BERJALAN PADA PT CATRA NUSANTARA BERSAMA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Perkembangan teknologi dan perekonomian pada era globalisasi yang

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Tahap Penelitian. Tahapan penelitian dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a. Tahap Pendahuluan

Universitas Bina Nusantara EVALUASI SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA SUMBER MANDIRI

BAB 4 PEMBAHASAN. dimulai dengan survei pendahuluan. Tahap ini merupakan langkah awal

Gambar 6.1 Tampilan Utama Website

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA

BAB IV PEMBAHASAN. fungsi penjualan pada PT.APTT. Dalam melaksanakan audit kecurangan, dilakukan

DAFTAR PERTANYAAN. 1. Apakah kebutuhan pemakai / end-user (dalam kasus ini divisi penjualan) telah

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Sistem Informasi Program Studi Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap tahun 2005/2006

EVALUASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PT XYZ

BAB 2 LANDASAN TEORI

Langkah langkah FRAP. Daftar Risiko. Risk

DAFTAR PERTANYAAN EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT KE-2 (ACQUIRE AND IMPLEMENT)

KUESIONER. Nama Responden. Bagian/Jabatan

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI PADA PT PRIMA CIPTA INSTRUMENT

LAMPIRAN A KUESIONER. Menetapkan Dan Mengatur Tingkatan Layanan (DS1)

Processor Intel Pentium III 233MHz

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI

BAB 4 PEMBAHASAN. bidang broker properti semenjak beroperasi lebih dari 15 tahun. Dalam

Variable X. Audit Operasional

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV. IMPLEMENTASI dan PENGUJIAN

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PEMBELIAN BAHAN BAKU PT KARYADINAMIKA GRAHA MANDIRI

Gambar 4.72 Layar Login User

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 4 PEMBAHASAN. 4.1 Perencanaan Audit Sistem Informasi pada PT. Sadhana Ekapraya Amitra

Transkripsi:

106 BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI FRONT OFFICE PADA HOTEL ISTANA NELAYAN 4.1 Persiapan dan Perencanaan Audit Pada bab ini akan dibahas mengenai proses pelaksanaan Audit Sistem Informasi Front Office pada Hotel Istana Nelayan. Proses audit terdiri dalam beberapa bagian, yaitu: perencanaan dan program audit, instrumen pengumpulan bukti audit yang digunakan untuk setiap pengendalian, matriks penilaian resiko dan pengendalian dari temuan yang ada, dan laporan audit. Tujuan dari audit terhadap sistem informasi front office ini adalah: 1. Untuk menganalisis prosedur dan arus bisnis sistem informasi front office pada Hotel Istana Nelayan. 2. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dalam penerapan sistem infoemasi front office pada Hotel Istana Nelayan. 3. Memberikan rekomendasi untuk kelemahan-kelemahan yang ditemukan. 4. Menghasilkan laporan audit bagi Hotel Istana Nelayan. Bukti-bukti diperoleh dari dokumentasi Hotel Istana Nelayan adalah wawancara dengan manager front office, check list berupa questioner dengan tiga staff front office, manager front office, dan manager IT serta pengamatan secara langsung di Hotel Istana Nelayan. 4.1.1 Perencanaan Audit

107 Perencanaan audit merupakan fase awal audit yang dilakukan untuk lebih mempermudah dan mengarahkan proses kerja audit sehingga lebih efektif, efisien, dan ekonomis. Dalam tahap perencanaan ini auditor akan menentukan ruang lingkup audit, tujuan pelaksanaan audit, dan persiapan audit. 4.1.1.1 Ruang Lingkup Audit Auditor membatasi ruang lingkup auditnya sebagai berikut : 1. Audit akan dilakukan pada sistem informasi persediaan front office Hotel Istana Nelayan yang dimulai dari proses pemesanan, check-in, check-out dan juga pembayaran. 2. Jenis pengendalian yang menjadi topik bahasan penulis yakni Pengendalian Manajemen (Management Controls) dan Pengendalian Aplikasi (Application Controls). 3. Pada Pengendalian Manajemen (Management Controls), penulis akan membahas mengenai Pengendalian Manajemen Keamanan (Security Management Controls). 4. Pada Pengendalian Aplikasi (Application Controls), penulis akan memfokuskan pembahasannya pada : a. Pengendalian Batasan (Boundary Controls) b. Pengendalian Masukan (Input Controls) c. Pengendalian Keluaran (Output Controls)

108 4.1.1.2 Tujuan Pelaksanaan Audit Tujuan pelaksanaan audit antara lain adalah: 1. Untuk menganalisis prosedur dan arus bisnis sistem informasi front office pada Hotel Istana Nelayan. 2. Mengidentifikasi serta menemukan kelemahan dalam penerapan sistem informasi front office pada Hotel Istana Nelayan. 3. Untuk mengevaluasi apakah pengendalian-pengendalian (pengendalian management dan pengendalian aplikasi) yang diterapkan mampu menekan resiko seminimal mungkin hingga pada tingkat yang dapat diterima oleh management. 4. Untuk mengevaluasi sejauh mana tingkat keamanan efektifitas dan efisiensi kinerja sistem informasi front office pada Hotel Istana Nelayan. 5. Menghasilkan laporan hasil evaluasi sistem front office pada Hotel Istana Nelayan. 4.1.1.3 Persiapan Audit Lapangan Menetapkan langkah-langkah persiapan audit di lapangan, yang meliputi kegiatan sebagai berikut: a. Kedatangan untuk observasi dan wawancara dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan berturut-turut. b. Tim audit selaku auditor terdiri dari tiga orang. c. Penetapan metode kerja secara professional dan independent.

109 d. Sebelum pelaksanaan audit, dilakukan pengajuan surat pengantar untuk melakukan studi lapangan di Hotel Istana Nelayan. Setelah surat pengantar disetujui Hotel Istana Nelayan, kami melakukan studi lapangan. e. Audit berupa wawancara dan kuisioner yang dilakukan di departemen IT dan departemen Front Office. Audit berupa observasi dengan melakukan penelitian fisik terhadap sistem aplikasi, analisa prosedur yang berjalan, serta melakukan pengujian langsung terhadap sistem informasi front office. 4.1.2 Instrumen Pengumpulan Bukti Audit Pengumpulan bukti diperoleh dari pihak-pihak yang berkaitan dengan materi audit. Bukti-bukti dikumpulkan dengan berbagai cara antara lain : 1. Pengamatan atau observasi Penulis melakukan pengamatan dengan mengunjungi Hotel Istana Nelayan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai perusahaan tersebut. Dengan mengamati setiap kegiatan yang dilakukan oleh karyawan Hotel Istana Nelayan, dari sini penulis dapat mengetahui prosedur yang sedang berjalan dan sistem pengendalian intern yang diterapkan telah dijalankan dengan baik. Pengamatan yang dilakukan penulis ditekankan pada kegiatan front office dari reservasi atau pemesanan, check in, check out, sampai dengan pembayaran.

110 2. Wawancara Penulis melakukan wawancara secara lisan dengan manager yang bersangkutan untuk memperoleh gambaran secara rinci mengenai kegiatan front office yang ada di Hotel Istana Nelayan. Pertanyaan yang ditanyakan seputar prosedur terjadinya reservasi, check in, check out serta pembayaran yang dijalankan oleh Hotel Istana Nelayan. Jawabanjawaban tersebut dikumpulkan untuk mengambil kesimpulan dan diberikan rekomendasi. 3. Kuisioner Kuisioner merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden yang berhubungan dengan sistem informasi front office untuk mempermudah dalam pengumpulan data yang meliputi pengendalian manajemen keamanan dan pengendalian aplikasi. 4. Testing Aplikasi Adalah teknik pengujian secara langsung terhadap sistem informasi front office untuk mengetahui apakah sistem informasi yang sedang berjalan telah memenuhi standart perusahaan. Teknik ini memiliki keandalan bukti audit lebih baik bila dibandingkan dengan metode pengumpulan bukti lainnya. 4.1.3 Penetapan Penilaian resiko Penetapan penilaian resiko sistem informasi front office pada Hotel Istana Nelayan, menggunakan level penilaian resiko. Level penilaian resiko

111 merupakan suatu cara untuk menganalisa seberapa besar kemungkinan terjadi ancaman (likelihood) terhadap akibat yang ditimbulkan (impact) (www.nist.gov). Penilaian resiko ini tidak dipengaruhi dari berapa banyak temuan, tetapi dari berapa besar dampak kerugian pada perusahaan. Likelihood Level High Likelihood Definition Sumber ancaman dianggap sangat mungkin terjadi, dan kontrol untuk mencegah vulnerabilitas dianggap tidak efektif. Medium Sumber ancaman dapat terjadi, tetapi dilakukan control di tempat kemungkinan terjadinya ancaman tersebut. Low Sumber ancaman kecil kemungkinan terjadi, atau control diterapkan untuk mencegah dan setidaknya menghalangi ancaman tersebut. Table 4.1 Likelihood Rating (Kemungkinan terjadinya ancaman) Sumber: www.nist.gov

112 Magnitude of Impact Impact Definition High 1. Memberikan kerugian yang besar secara biaya pada asset atau sumber sistem informasi. 2. Penyimpangan dan pelanggaran yang sangat mempengaruhi misi, reputasi dan pendapatan perusahaan. 3. Dapat menyebabkan korban jiwa ataupun kecelakaan yang serius. Medium 1. Dapat menyebabkan kerugian secara biaya pada asset atau sumber sistem informasi. 2. Penyimpangan dan pelanggaran yang dapat mempengaruhi misi, reputasi dan pendapatan perusahaan. 3. Dapat menyebabkan kecelakaan. Low 1. Dapat menyebabkan kerugian yang tidak terlalu besar pada asset atau sumber sistem informasi. 2. Hampir tidak mempengaruhi misi, reputasi dan pendapatan perusahaan. Table 4.2 Level Dampak Sumber: www.nist.gov

113 Risk Level High Risk Description and Necessary Actions Jika sebuah temuan dievaluasi sebagai High Risk, maka penting untuk mempertimbangkan tindakan perbaikan. Medium Jika sebuah temuan ditentukan sebagai Medium Risk, tindakan perbaikan diperlukan dan sebuah rencana perbaikan harus ditetapkan. Low Jika sebuah temuan ditentukan sebagai Low Risk, dipertimbangkan apakah diperlukan tindakan perbaikan atau memutuskan untuk menerima resiko yang ada. Table 4.3 Risk Scale (Skala Resiko) Sumber: www.nist.gov Besarnya nilai kemungkinan terjadi ancaman (Likelihood): a) High (H) nilainya 1 b) Medium (M) nilainya 0,5 c) Low (L) nilainya 0,1 Besarnya nilai akibat atau dampak yang ditimbulkan ancaman bagi perusahaan (Impact) : a) High (H) nilainya 100 b) Medium (M) nilainya 50 c) Low (L) nilainya 10 Keterangan: Ancaman yang akan dijadikan resiko dan diberikan rekomendasi hanya kategori High dan Medium.

114 Likelihood Impact High (H)=100 Medium (M)=50 Low (L)=10 High (H)=1 1 x 100 = 100 1 x 50 = 50 1 x 10 = 10 Medium (M)=0.5 0.5 x 100 = 50 0.5 x 50 = 25 0.5 x 10 = 5 Low (L)=0.1 0.1 x 100 = 10 0.1 x 50 = 5 0.1 x 10 = 1 Tabel 4.4 Matrix Penilaian Resiko High (H) Medium (M) Low (L) Risk Scale >50-100 >10-50 1-10 Kriteria Kurang Baik Cukup Baik Baik Tabel 4.5 Matrix Hasil Penilaian resiko 4.2 Evaluasi Terhadap Bukti Audit atas Pengendalian Umum 4.2.1 Evaluasi Bukti Audit atas Pengendalian Manajemen Keamanan 4.2.1.1 Tujuan Dilakukan Audit atas Pengendalian Manajemen Keamanan (Security Management Controls) Tujuan dilakukannya audit atas Pengendalian Manajemen keamanan adalah: a. Untuk memastikan pengendalian manajemen keamanan yang ada pada sistem informasi front office telah berjalan dengan baik. b. Untuk memastikan setiap kegiatan yang terjadi dibuat back up data.

115 c. Untuk memastikan asset sistem informasi aman, dengan adanya antivirus dan scan virus secara rutin, serta kamera pengawas dan sebagainya. 4.2.1.2 Instrumen yang digunakan atas pengendalian keamanan a. Kuisioner N o 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pertanyaan Pengendalian Manajemen Keamanan (Security) Apakah terdapat alarm kebakaran di Hotel Istana Nelayan? Jika ya, Apakah alarm tersebut diletakkan pada tempat dimana sistem informasi berada? Apakah terdapat tabung kebakaran di dalam Hotel Istana nelayan? Jika ya, Apakah tabung tersebut diletakkan pada lokasi yang mudah diambil dimana sistem informasi berada? Apakah computer/system informasi diletakkan pada lokasi yang aman dari banjir? Apakah dgunakan Uninterruptable Power Supply (UPS) yang mampu mensuply tenaga apa bila mati listrik? Apakah ada kamera pengawas untuk mengantisipasi penyusup? Jika ya, apakah diletakkan dilokasi yang tidak teridentifikasi oleh penyusup? Ya 9. Untuk tindakan preventif, Tidak

116 10. 11. 12. apakah telah diinstall program anti virus? Jika ya, Apakah dilakukan update pada antivirus yang telah di install? Apakah setiap kali terjadi transaksi, dilakukan backup data? Apakah dilakukan maintenance terhadap aset system informasi seperti hardware? 13. Apakah dilakukan scan virus secara rutin? 14. Apakah dilakukan maintenance terhadap document-document yang berhubungan dengan kegiatan bisnis di perusahaan? Table 4.6 Kuisioner Pengendalian Manajemen Keamanan b. Wawancara 1. Apakah scan virus dilakukan secara rutin? Jawaban: scan virus tidak dilakukan secara rutin. 2. Apakah terdapat alarm kebakaran diletakkan dimana sistem informasi berada? Jawaban: alarm kebakaran diletakkan dimana sistem informasi berada. 3. Dimanakah letak tabung pemadam kebakaran? Jawaban: Tabung pemadam kebakaran diletakkan di setiap lorong, dapur, gudang, ruang IT, dan ruang front office.

117 4. Apakah setiap transaksi terjadi setiap hari memiliki back up data? Jawaban: Setiap terjadi transaksi selalu dibuatkan back up datanya. c. Pengamatan 1. Setiap transaksi yang terjadi setiap harinya selalu dibuatkan backup datanya. 2. Pengamanan dilakukan dengan tindakan preventive. 3. Tidak semua komputer yang ada pada Hotel Istana Nelayan menggunakan UPS, hanya diruangan front office dan IT. Sedangkan komputer user lain tidak dilengkapi dengan UPS 4. Asset sistem informasi diletakan di tempat yang tidak aman dari banjir. 5. Terdapat alarm dan tabung pemadam kebakaran pada setiap lorong, ruangan, dan kantor. d. Testing Aplikasi Sistem yang dilakukan pada Hotel Istana Nelayan sudah sesuai dengan prosedur. e. Subtantive Test Program komputer telah memproses transaksi dengan benar. 4.2.1.3 Penilaian Resiko Keamanan No Temuan Kemungkinan Dampak Bobot

118 1 2 3 Pengendalian terjadi terhadap Level nilai Keamanan ancaman Perusahaan resiko Beberapa komputer atau aset sistem informasi 0.5 10 5 L diletakkan di lokasi yang tidak aman dari banjir Tidak selalu dilakukan maintenance terhadap 0.5 50 25 M asset sistem informasi (Hardware) Tidak selalu dilakukan scan virus secara rutin. 0.5 100 50 M Risk Scale 80:3= 26.7 M Tabel 4.7 Penilaian resiko atas Pengendalian Manajemen Keamanan Hotel Istana Nelayan Berdasarkan penilaian resiko di tabel 4.7, maka penulis menyimpulkan bahwa tingkat efektifitas manajemen keamanan sistem informasi front office Hotel Istana Nelayan adalah cukup baik. Artinya terdapat pengendalian yang cukup baik ketika terjadi ancaman sehingga dampak yang ditimbulkan tidak terlalu menghambat kinerja perusahaan.

119 4.2.1.4 Temuan Audit dan Rekomendasi atas Pengedalian Keamanan No Temuan Pengendalian Tingkat Rekomendasi untuk Keamanan Resiko perusahaan 1 Komputer atau sistem informasi diletakkan dilokasi yang tidak aman dari banjir L Sebaiknya agar asset sistem informasi diletakkan di lantai 2 yang aman dari banjir Tidak selalu dilakukan Sebaiknya agar dilakukan 2 maintenance terhadap asset M maintenance selama 6 bulan sekali sistem informasi (Hardware) untuk mencegah kerusakan asset sistem informasi (hardware) 3 Tidak selalu dilakukan scan virus secara rutin. M Sebaiknya dilakukan scan virus secara rutin minimal 1 kali dalam seminggu. Tabel 4.8 Temuan dan Rekomendasi Pengendalian Managemen Keamanan 4.3 Evaluasi Terhadap Bukti Audit atas Pengendalian Aplikasi 4.3.1 Evaluasi Bukti Audit atas Pengendalian Batasan (Boundary controls) 4.3.1.1 Tujuan Dilakukan Audit atas Pengendalian Batasan (Boundary controls) Tujuan dilakukannya audit atas Pengendalian Batasan (Boundary controls) adalah : a. Untuk memastikan pengendalian batasan yang ada pada Sistem Informasi Front Office sudah berjalan dengan baik. b. Untuk memastikan bahwa hak akses ke Sistem Informasi hanya dimiliki oleh orang-orang yang terotorisasi. c. Untuk memastikan adanya error message jika terjadi kesalahan dalam peng-input-an data, password maupun user name. d. Untuk memastikan adanya batasan kewenangan akses dalam Sistem.

120 4.3.1.2 Instrumen yang Digunakan untuk Evaluasi Pengendalian Batasan (Boundary Controls) a. Kuisioner Pertanyaan No Pengendalian Batasan (Boundary) Apakah sistem informasi front office dilengkapi 1. dengan pengendalian akses (misalnya identitas dan password)? 2. 3. 4. 5. 6. 7. Apakah sistem menampilkan error message bila user salah memasukkan password? Apakah terdapat batasan jumlah minimum karakter pada saat penginputan password? Apakah sistem membatasi berapa kali batas kesalahan untuk user dalam memasukkan password? Apakah sistem akan menampilkan error message bila user salah mengentry data? Adakah batasan-batasan pengelompokan user tertentu yang dapat mengakses sistem informasi front office? Apakah password pada sistem dilakukan enkripsi? Ya Tidak Tabel 4.9 Kuisioner Pengendalian Batasan (Boundary) b. Wawancara, dilakukan dengan Manager Front Office dan IT Hotel Istana Nelayan:

121 1. Apakah terdapat pengendalian dalam login akses pada Sistem Informasi Front Ofice yang digunakan? Jawaban : Dalam sistem Maxial terdapat menu login, dimana user harus memasukan usename dan password. 2. Apakah terdapat batasan jumlah minimum karakter dalam password dan username? Jawaban : Tidak ada batasan jumlah minimum karakter pada saat peng-input-an password. Jadi dalam penginput-an password bebas menentukan jumlah karakternya. 3. Apakah terdapat batasan kesalahan dalam peng-input-an password? Jawaban : Tidak ada batasan kesalahan dalam penginput-an password. Jadi dalam peng-input-an password dapat terjadi kesalahan berkali-kali dan tidak akan mempegaruhi apa-apa. 4. Apakah sistem manampilkan error message apa bila terjadi kesalahan memsaukkan password atau kesalahan mengentry data? Jawaban : Jawaban : Ya, error message terdapat dibawah layar dan tulisannya berwarna. 5. Apakah password pada sistem dilakukan enkripsi? Jawaban : Ya, password dilakukan enkripsi oleh sistem.

122 c. Pengamatan atau Observasi Berikut ini adalah hasil pengamatan yang berhubungan dengan Boundary Control : 1. Tidak ada batas jumlah karakter pada saat penginputan password. 2. Tidak ada sistem yang membatasi berapa kali kesalahan untuk user dalam memasukkan password. d. Testing Aplikasi Sistem yang dilakukan pada Hotel Istana Nelayan sudah sesuai dengan prosedur. e. Subtantive Test Program komputer telah memproses transaksi dengan benar. 4.3.1.3 Penilaian Resiko Pengendalian Boundary No 1 2 Temuan Pengendalian Boundary Kemungkinan terjadi ancaman Dampak terhadap Perusahaan nilai Bobot Level resiko Tidak ada batasan panjang jumlah minimum karakter pada password 1 100 100 H Tidak ada batasan sistem tentang berapa kali 1 100 100 H kesalahan dalam memasukkan password Risk Scale 200:2 H = 100 Tabel 4.10 Penilaian Resiko Pengendalian Boundary Berdasarkan penilaian resiko di tabel 4.10, maka penulis menyimpulkan bahwa tingkat pengendalian batasan (boundary)

123 sistem informasi front office Hotel Istana Nelayan adalah kurang baik. Artinya terdapat pengendalian yang kurang baik ketika terjadi ancaman sehingga dampak yang ditimbulkan dapat menghambat kinerja perusahaan bahkan mengakibatkan kerugian material yang besar. 4.3.1.4 Temuan Audit dan Rekomendasi atas pengendalian batasan (Boundary Control) Dari hasil analisis bukti-bukti audit atas Boundary Controls yang ada di Hotel Istana Nelayan, ditemukan beberapa kelemahan, antara lain : No 1 2 Temuan Pengendalian Batasan Tidak ada batasan panjang jumlah minimum karakter pada password Tidak ada batasan sistem tentang berapa kali kesalahan dalam memasukkan password Tingkat Resiko H H Rekomendasi untuk perusahaan Sebaiknya jumlah karakter password diberi batasan minimal 6 (enam) karakter dengan kombinasi huruf dan angka agar tidak mudah diketahui, kemudian sosialisasikan kepada pemakai dan selanjut nya diimplementasikan sesegera mungkin (1 bulan). Sebaiknya sistem membatasi maksimal 3 kali kesalahan saja, apa bila lebih maka akan secara otomatis keluar dari sistem dan mengeluarkan suara peringatan. Tabel 4.11 Temuan dan Rekomendasi Pengendalian Batasan 4.3.2 Evaluasi Bukti Audit atas Pengendalian Masukan (Input Control)

124 4.3.2.1 Tujuan Dilakukan Audit atas Pengendalian Masukan (Input Control) Tujuan dilakukannya audit atas Pengendalian Masukan (Input Controls) meliputi: a. Untuk memastikan pengendalian masukan yang ada berjalan dengan baik. b. Untuk mengetahui apakah terdapat pemisah tugas user yang terotorisasi. c. Untuk mengecek tampilan, design warna, dan penggunaan bahasa pada layar aplikasi telah baik dan mudah dimengerti, termasuk adanya menu help, error message, menu konfirmasi, waktu respon yang cepat, dan metode input. d. Untuk mengecek apakah aplikasi dilengkapi dengan fasilitas penanganan kesalahan. e. Untuk mendapatkan informasi mengenai prosedur persetujuan peng-input-an data ke dalam aplikasi. f. Untuk mengecek apakah fasilitas menu dalam aplikasi memenuhi kebutuhan user dan efektif dalam penggunaannya.

125 4.3.2.2 Instrumen yang Digunakan untuk Evaluasi Pengendalian masukan (Input Controls) a. Kuisioner No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pertanyaan Pengendalian Masukan (Input Controls) Apakah entry data selalu dilakukan oleh karyawan yang diotorisasi? Apakah delete pada aplikasi front office hanya dapat dilakukan oleh user yang diberi otoritas? Apakah update pada current hotel status hanya dapat dilakukan oleh user yang diberi otoritas? Apakah sistem dapat menampilkan pesan kesalahan atau error message yang mudah dimengerti jika terjadi kesalahan pada saat penginputan data? Apakah sistem informasi front office dilengkapi dengan fasilitas penanganan kesalahan atau menu help? Apakah penggunaan bahasa pada sistem informasi front office mudah dimengerti? Ya Tidak 7. Apakah penggunaan desain warna sistem informasi front office sesuai dengan selera user? 8. Apakah penggunaan

126 9. 10. 11. 12. tampilan layar sistem informasi front office mudah dimengerti? Apakah tabbing sudah benar sesuai urutan pengisian textbox? Apakah terdapat fungsi peringatan dari sistem informasi front office jika data belum di backup? Apakah data yang dimasukkan ke dalam program aplikasi selalu berdasarkan dokumen sumber yang baku? Apakah dilakukan penyimpanan atau pengarsipan terhadap dokumen sumber yang telah digunakan? 13. Apakah waktu respon di setiap penginputan data di dalam sistem informasi front office cepat? Tabel 4.12 Kuisioner Pengendalian Masukan(input control) b. Wawancara 1. Apakah terdapat menu help pada aplikasi? Jawaban: tidak ada menu help. 2. Apakah data yang dimasukkan kedalam sistem selalu berdasarkan dokumen sumber? Jawaban: benar, sesuai dengan dokumen sumber. 3. Apakah sistem akan memberikan peringatan ketika data belum di back-up? Jawaban: tidak ada peringatan ketika data belum di backup.

127 4. Apakah dilakukan perngarsipan untuk dokumen-dokumen sumber yang digunakan? Jawaban: Semua dokumen sumber yang telah digunakan langsung diarsipkan dan disimpan ke dalam lemari dokumen. c. Pengamatan 1. Entry data selalu dilakukan oleh petugas yang ditetapkan dan berwenang. 2. Delete dan Update hanya dilakukan oleh user tertentu yang diberi otoritas. 3. Data yang dimasukkan ke dalam program aplikasi selalu berdasarkan dokumen sumber. 4. Sistem Informasi Persediaan tidak dilengkapi dengan fasilitas pengangan kesalahan (menu help). Jika terjadi error pada sistem yang digunakan user langsung meminta bantuan ke bagian operasional TI. 5. Ketika petugas entry melakukan kesalahan input, aplikasi menampilkan error message hanya dalam bentuk tulisan yang berwarna merah pada bagian bawah layar. d. Testing Aplikasi Sistem yang dilakukan pada Hotel Istana Nelayan sudah sesuai dengan prosedur. e. Subtantive Test Program komputer telah memproses transaksi dengan benar.

128 4.3.2.3 Penilaian Resiko Pengendalian Masukan No 1 2 3 4 Temuan Pengendalian Masukan Sistem menampilkan error message yang kurang terlihat ketika terjadi kesalahan penginputan data Sistem informasi front office tidak dilengkapi dengan fasilitas penanganan kesalahan atau menu help. Tidak ada peringatan dari sistem informasi front office ketika data belum di backup. Tanggal yang tercantum dapat melampaui tanggal akses. Kemungkinan terjadi ancaman Dampak terhadap Perusahaan nilai Bobot Level resiko 0.5 50 25 M 0.5 10 5 L 1 100 100 H 0,5 10 5 L Hasil resiko 135:4 = 33.8 Tabel 4.13 Penilaian Resiko Pengendalian Masukan M Berdasarkan penilaian resiko di tabel 4.13, maka penulis menyimpulkan bahwa tingkat pengendalian masukan (input controls) sistem informasi front office Hotel Istana Nelayan adalah cukup baik.

129 4.3.2.4 Temuan Audit dan Rekomendasi atas Pengedalian Masukan (Input Controls) No 1 2 3 4 Temuan Pengendalian Masukan Tingkat Resiko Rekomendasi untuk perusahaan Sistem menampilkan error Sebaiknya error message diberikan message yang kurang terlihat M dengan cara pop-up pada windows ketika terjadi kesalahan atau dengan tulisan yang lebih penginputan data besar dengan warna terang pada bagian tengah layar. Sistem informasi front office Sebaiknya ditambahkan menu help tidak dilengkapi dengan L agar dapat mengefisiensi kan fasilitas penanganan kesalahan waktu dan efektifitas dalam atau menu help. melakukan pekerjaan. Tidak ada peringatan dari Sebaiknya diberikan sistem informasi front office H peringatan/warning pada saat data ketika data belum di backup. belum di back-up dengan cara pop-up ataupun tulisan terang dan besar pada bagian tengah layar. Sebaiknya tanggal yang ada pada Tanggal yang tercantum dapat L sistem tidak melebihi dari tanggal melampaui tanggal akses. akses. Tabel 4.14 Temuan dan Rekomendasi Pengendalian Masukan 4.3.3 Evaluasi Bukti Audit atas Pengendalian Keluaran (Output controls) 4.3.3.1 Tujuan Dilakukan Audit atas Pengendalian Keluaran (Output controls) a. Untuk memastikan pengendalian keluaran yang sudah ada berjalan dengan baik. b. Untuk memastikan bahwa aplikasi sistem informasi front office dapat menghasilkan laporan sesuai dengan kebutuhan c. Untuk memastikan setiap laporan yang dihasilkan sudah lengkap tercantum kop surat perusahaan, halaman, judul, tanggal, periode, nomor urut dan jam laporan tersebut.

130 4.3.3.2 Instrumen yang Digunakan untuk Evaluasi Pengendalian keluaran (Output Controls) a. Kuisioner No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pertanyaan Pengendalian Keluaran (Output) Apakah akses data dibagi berdasarkan jabatan tertentu yang berhak? Apakah sistem informasi front office dapat menghasilkan laporan yang dibutuhkan? Apakah ada staff yang dipercaya untuk bagian penyimpanan atau pengarsipan laporan yang dihasilkan? Apakah dilakukan review untuk mengecek kebenaran laporan yang telah dicetak? Apakah hasil dari laporan/ output akurat sesuai dengan input? Apakah ada penghancuran laporan /output dalam batas waktu 2 tahun terakhir? Apakah dibuat laporan untuk penghancuran document-document tersebut? Ya Apakah informasi yang ada digunakan oleh orang yang tepat? Tabel 4.15 Kuisioner Pengendalian Keluaran Tidak

131 b. Wawancara 1. Apakah dilakukan pemeriksaan ulang untuk setiap laporan yang akan dicetak? Jawaban: setiap laporan akan diperiksa ulang. 2. Apakah semua laporan yang dihasilkan akan diarsip oleh perusahaan? Jawaban: semua laporan yang dihasilkan diarsip oeh perusahaan. 3. Apakah setiap laporan yang dihasilkan sudah lengkap tercantum tanggal, judul, tanda tangan dan sebagainya? Jawaban: setiap laoran yang dihasilkan sudah lengkap tercantum tanggal, judul, halaman, periode, no urut, tanda tangan dan jam laporan. 4. Apakah sistem informasi front office dapat menghasilkan laporan yang dibutuhkan? Jawaban: sistem informasi front office menghasilkan laporan yang dibutuhkan. c. Pegamatan atau Observasi 1. Hotel Istana Nelayan menghasilkan laporan front office yang dibutuhkan. 2. Setiap laporan yang dihasilkan dicantumkan nama staff yang bertanggungjawab.

132 3. Laporan yang dihasilkan Hotel Istana Nelayan diarsip secara tersusun dan ada staff yang dipercaya dalam penyimpanan laporan tersebut. d. Testing Aplikasi Sistem yang dilakukan pada Hotel Istana Nelayan sudah sesuai dengan prosedur. e. Subtantive Test Program komputer telah memproses transaksi dengan benar. 4.3.3.3 Penilaian Resiko Pengendalian Keluaran No 1 Temuan Pengendalian Keluaran Tidak ada laporan atas penghancuran documentdocument. Kemungkinan terjadi ancaman Dampak terhadap Perusahaan nilai Bobot Level resiko 0.5 10 5 L Hasil resiko 5:1= 5 L Tabel 4.16 Penilaian Resiko Pengendalian Keluaran Berdasarkan penilaian resiko di tabel 4.16, maka penulis menyimpulkan bahwa tingkat pengendalian masukan (output controls) sistem informasi front office Hotel Istana Nelayan adalah sudah baik.

133 4.3.3.4 Temuan Audit dan Rekomendasi atas Pengedalian Keluaran (Output Controls) No 1 Temuan Pengendalian Masukan Tingkat Resiko Rekomendasi untuk perusahaan Tidak ada laporan atas Sebaiknya dibuat pelaporan atas penghancuran documentdocumentdocument L penghancuran document- secara detil atau per periode. Tabel 4.17 Temuan dan Rekomendasi Pengendalian Keluaran

134 4.4 Laporan Audit Laporan Hasil Audit Sistem Informasi Front Office Pada Hotel Istana Nelayan Laporan Audit Sistem Informasi Pada Hotel Istana Nelayan Kepada : Hotel Istana Nelayan Perihal : Laporan Hasil Audit Sistem Informasi Front Office Periode : September 2008 Januari 2009 Oleh Ellen Normalasari 0900792341 Siska Oktavia 0900821865 Martinus Livino 0900827824 Kelas / Kelompok : 07 PFA /06 Januari 2009

135 I. Tujuan a. Adapun tujuan dari audit ini adalah : 1. Untuk menganalisis prosedur dan arus bisnis sistem informasi front office pada Hotel Istana Nelayan. 2. Mengidentifikasi serta menemukan kelemahan dalam penerapan sistem informasi front office pada Hotel Istana Nelayan. 3. Untuk mengevaluasi apakah pengendalian-pengendalian (pengendalian management dan pengendalian aplikasi) yang diterapkan mampu menekan resiko seminimal mungkin hingga pada tingkat yang dapat diterima oleh management. 4. Untuk mengevaluasi sejauh mana tingkat keamanan efektifitas dan efisiensi kinerja sistem informasi front office pada Hotel Istana Nelayan. 5. Menghasilkan laporan hasil evaluasi sistem front office pada Hotel Istana Nelayan. b. Tujuan dari setiap pengendalian yang digunakan adalah : 1. Tujuan dari Pengendalian Keamanan (security): a. Untuk memastikan pengendalian manajemen keamanan yang ada pada sistem informasi front office telah berjalan dengan baik. b. Untuk memastikan setiap kegiatan yang terjadi dibuat back up data.

136 c. Untuk memastikan asset sistem informasi aman, dengan adanya antivirus dan scan antivirus secara rutin, serta kamera pengawas dan sebagainya. 2. Tujuan dari Pengendalian Batasan (Boundary controls) a. Untuk memastikan pengendalian batasan yang ada pada Sistem Informasi Front Office sudah berjalan dengan baik. b. Untuk memastikan bahwa hak akses ke Sistem Informasi hanya dimiliki oleh orang-orang yang terotorisasi. c. Untuk memastikan adanya error message jika terjadi kesalahan dalam peng-input-an data, password maupun user name. d. Untuk memastikan adanya batasan kewenangan akses dalam Sistem. 3. Tujuan dari Pengendalian Masukan (Input controls) a. Untuk memastikan pengendalian masukan yang ada berjalan dengan baik. b. Untuk mengetahui apakah terdapat pemisah tugas user yang terotorisasi. c. Untuk mengecek tampilan, design warna, dan penggunaan bahasa pada layar aplikasi telah baik dan mudah dimengerti, termasuk adanya menu help, error message, menu konfirmasi, waktu respon yang cepat, dan metode input. d. Untuk mengecek apakah aplikasi dilengkapi dengan fasilitas penanganan kesalahan.

137 e. Untuk mendapatkan informasi mengenai prosedur persetujuan peng-input-an data ke dalam aplikasi. f. Untuk mengecek apakah fasilitas menu dalam aplikasi memenuhi kebutuhan user dan efektif dalam penggunaannya 4. Tujuan dari Pengendalian Keluaran (Output controls) a. Untuk memastikan pengendalian keluaran yang sudah ada berjalan dengan baik. b. Untuk memastikan bahwa aplikasi sistem informasi front office dapat menghasilkan laporan sesuai dengan kebutuhan c. Untuk memastikan setiap laporan yang dihasilkan sudah lengkap tercantum kop surat perusahaan, halaman, judul, tanggal, periode, nomor urut dan jam laporan tersebut. II. Ruang Lingkup Ruang lingkup yang dibatasi pada pengendalian terhadap prosedur dan proses pelaksanaan sistem front office. Pengendalian terhadap posedur dalam proses ini difokuskan pada : a. Pengendalian umum, yaitu pengendalian manajemen keamanan. b. Pengendalian aplikasi, yaitu pengendalian boundary, input dan output. III. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui studi pustaka, wawancara, observasi, kuisioner, testing aplikasi berdasarkan pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.

138 IV. Metode Audit Metode audit yang digunakan adalah audit around the computer yang memeriksa input dan output. Tanpa menguji langkah-langkah proses secara langsung tetapi hanya berfokus pada masukan dan keluaran dari sistem informasi aplikasi front office yang ada. V. Hasil Audit 1. Pengendalian atas Manajemen Keamanan Pengendalian manajemen keamanan front office pada Hotel Istana Nelayan memiliki tingkat keamanan yang cukup baik namun belum optimal. Adapun rekomendasi dari auditor adalah asset sistem informasi sebaiknya diletakkan di lantai 2 yang aman dari banjir, dilakukan maintenance selama 6 bulan sekali untuk mencegah kerusakan asset sistem informasi (hardware), dan dilakukan scan virus secara rutin minimal 1 kali dalam seminggu. 2. Pengendalian atas Batasan (Boundary) Pengendalian batasan (boundary) pada front office Hotel Istana Nelayan memiliki tingkat pengendalian batasan (boundary) yang kurang baik. Adapun rekomendasi dari auditor adalah jumlah karakter password diberi batasan minimal 6 (enam) karakter dengan kombinasi huruf dan angka agar tidak mudah diketahui, kemudian sosialisasikan kepada pemakai dan selanjutnya diimplementasikan sesegera mungkin (1 bulan), dan sistem membatasi maksimal 3 kali kesalahan saja, apa bila lebih maka account tersebut akan di blokir.

139 3. Pengendalian atas Masukan (Input) Pengendalian masukan (input) pada front office Hotel Istana Nelayan memiliki tingkat pengendalian masukan (input) yang cukup baik namun belum optimal. Adapun rekomendasi dari auditor adalah error message diberikan dengan cara pop-up pada windows atau dengan tulisan yang lebih besar dengan warna terang pada bagian tengah layar, ditambahkan menu help agar dapat mengefisiensikan waktu dan efektifitas dalam melakukan pekerjaan, dan diberikan peringatan/warning pada saat data belum di back-up dengan cara popup ataupun tulisan terang dan besar pada bagian tengah layar. f. Pengendalian atas Keluaran (Output) Pengendalian keluaran (output) pada front office Hotel Istana Nelayan sudah baik. Adapun rekomendasi dari auditor adalah Sebaiknya dibuat pelaporan atas penghancuran dokumen-dokumen secara detil atau per periode.