101: PRAKTEK ASURANSI

dokumen-dokumen yang mirip
Asuransi Jiwa

SISTEM INFORMASI ASURANSI. Materi 1 PENGENALAN ASURANSI

DASAR-DASAR ASURANSI. Inhouse Training Jakarta, 10 November 2015

A. Risiko B. Klasifikasi Risiko C. Perils & Hazards D. Manajemen Risiko. Diskusi Kelompok (Group Discussion) Pertanyaan (Questions)

BAB I PENDAHULUAN. sudah disepakati kepada tertanggung apabila risiko tersebut benar-benar terjadi.

FE Unlam Banjarmasin Abdul Hadi, 2010

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar mengenai orang sakit

Lembaga Sertifikasi Profesi APLIKASI ASURANSI DAN MANAJEMEN ASURANSI INDONESIA (LSP AAMAI)

BAB IX ASURANSI ANEKA

properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadiankejadian

Lembaga Sertifikasi Profesi APLIKASI ASURANSI DAN MANAJEMEN ASURANSI INDONESIA (LSP AAMAI)

BAB I PENDAHULUAN. risiko yang ditanggung oleh pelaku ekspor-impor. Pelaku perdagangan

Kewirausahaan III. Kewirausahaan & Manajemen resiko. Mustika Sari, MMTr. Modul ke: Fakultas Fasilkom. Program Studi Sistem Informasi

PENDAFTARAN UJIAN MARET 2011 [11-January-2011]

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar istilah resiko. Berbagai macam risiko, seperti risiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain dijalan,

BAB I PENDAHULUAN. jenis polis, salah satunya pada saat sekarang ini yaitu BNI Life Insurance.

BAB I PENDAHULUAN. pengalihan resiko dari nasabah kepada perusahaan asuransi.

ASOSIASI AHLI MANAJEMEN ASURANSI INDONESIA AKUN E-AAMAI

PENDAHULUAN. Langkah-langkah Penanggulangan Risiko:

Financial Check List. Definisi Asuransi. Apa Manfaat dan Fungsi Asuransi? Kapan Sebaiknya Membeli Asuransi?

BAB III JENIS ASURANSI

FREQUENTLY ASKED QUESTION Product E Commerce

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 14 /POJK.05/2015 TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI

DESIGN SKEMA PELATIHAN ASURANSI BAGI ODP/ MT/ KARYAWAN PERUSAHAAN ASURANSI KERUGIAN BERBASIS SERTIFIKASI ASURANSI LSP AAMAI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB X ASURANSI A. DEFINISI ASURANSI

BAB IV RISIKO DALAM ASURANSI

BAB IV PEMBAHASAN. A. Pengelolaan Risiko Asuransi Syariah PT. Asuransi Sinar Mas (ASM)

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Pelaksanaan fungsi dan tujuan PT. Jasaraharja Putera sebagai salah satu

2 P a g e ( )

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. didirikan pada tanggal 6 Agustus 1956 dengan Akta Notaris Raden Meester

KONSEP & MANAGEMENT RESIKO

III. METODELOGI PENULISAN. Objek penulisan Laporan Akhir ini melakukan PKL atau magang di PT. Asuransi

PENDAHULUAN.


TEKNIK-TEKNIK MANAJEMEN RISIKO

SURAT PERMOHONAN PENUTUPAN ASURANSI (SPPA)

MOTOR VEHICLE INSURANCE No. Pencatatan Produk OJK : S-932/NB.11/2013

BAB I PENDAHULUAN. tertanggung terhadap risiko yang dihadapi perusahaan. pertanggungan atas resiko atau kerugian yang dialami oleh tertanggung.

RISIKO KERUSAKAN PROPERTY & KEWAJIBAN (LIABILITY)

Ringkasan Informasi Produk

1 PENDAHULUAN. Latar Belakang

SIMAS RUMAH HEMAT PLUS+

International trade and risks

Asuransi uang menutup kehilangan uang yang disimpan di lokasi dan dalam perjalanan langsung dari Bank ke Lokasi dan dari Lokasi ke Bank.

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN 151

CERTIFIED GENERAL INSURANCE 001 PRINSIP ASURANSI

ASURANSI. Created by Lizza Suzanti 1

BAB I PENDAHULUAN. mekanisme asuransi atau pertanggungan. Undang-Undang Republik Indonesia

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Asuransi dan Pengaturan Asuransi. sehingga kerugian itu tidak akan pernah terjadi.

PENGAMBILAN RESIKO. Kode Mata Kuliah : OLEH Endah Sulistiawati, S.T., M.T. Irma Atika Sari, S.T., M.Eng.

PENGENALAN ASURANSI. Sistem Informasi Asuransi dan Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. Pengertian pemasaran menurut Philip Kotler dan Amstrong. individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan

BAB I PENDAHULUAN. akan mati, jadi wajar apapun yang terjadi di masa depan hanya dapat direka reka. itu tidak dapat diperkirakan kapan terjadinya.

LAMPIRAN SK NO. 422/AAUI/06

BAB IV RISIKO DAN MANAJEMEN RESIKO

eran Asuransi Erection All isk (EAR) sebagai Salah atu Jaminan dalam Proyek sa Konstruksi Natasha Anagi

Mengenal Hukum Asuransi di Indonesia. Oleh: Mustari Soleman Masiswa Fakultas Hukum Univ.Nasional

SOSIALISASI. Jakarta, 7 Desember 2015 Otoritas Jasa Keuangan Direktorat Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan IKNB

BAB I PENDAHULUAN. keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Keselamatan dan kesehatan

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 28 /SEOJK.05/2015 TENTANG PELAPORAN DATA RISIKO ASURANSI

KONTRIBUSI. 3. Timbulnya kontribusi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi juga. baik yang telah berdiri maupun yang baru akan berdiri.

I. PENDAHULUAN. Bahaya kebakaran pada kehidupan manusia banyak yang mengancam. keselamatan harta kekayaan, jiwa, dan raga manusia.

RINGKASAN INFORMASI PRODUK RaksaEarthquake Insurance Asuransi Gempa Bumi

LAMPIRAN VI SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Selama melaksanakan kerja praktek di PT Asuransi Jasaraharja Putera,

Nama Githa Maharani Sembiring NPM : Mata kuliah : hukum asuransi ASURANSI KEBAKARAN. Menurut Undang-Undang No.2 Tahun 1992 Pasal 1 :

Informasi Produk Asuransi Allianz

RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR... TENTANG RETENSI SENDIRI DAN DUKUNGAN REASURANSI DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RINGKASAN PRODUK ASURANSI PENGANGKUTAN ( MARINE CARGO )

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23/POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI

PENETAPAN TARIF PREMI PADA RISIKO KHUSUS BANJIR UNTUK LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014

PENGERTIAN INVESTASI

ASURANSI INTER ISLAND - MARINE CARGO No. Pencatatan Produk OJK : S-2319/NB.11/2013. I. Nama Produk : Asuransi Inter Island - Marine Cargo

III. KEADAAN DARURAT 1. TEMPERATUR MESIN TERLALU PANAS (OVERHEATING)

PERUSAHAAN ASURANSI ATA 2014/2015 M6/IT /NICKY/

Ringkasan Informasi Produk

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. asuransi non-jiwa. Berawal pada 1997 PT LI merupakan perusahaan joint venture

Kepada Yth, Direksi/Human Resources Department Perusahaan Asuransi/Reasuransi, Broker Asuransi/Reasuransi Di tempat

SmartCare Executive. Formulir Permohonan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Entrepreneurship and Inovation Management

BAB I PENDAHULUAN. kemakmuran, kesehatan, keamanan termasuk juga kecelakaan kerja. Untuk

BAB III OBJEK PENELITIAN

IKEA Indonesia, Customer Support, Jl. Jalur Sutera Boulevard Kav. 45, Alam Sutera Serpong, Serpong, Kec. Tangerang, Banten, INDONESIA.

BIODATA MEMBER 3i NETWORKS DATA PRIBADI

PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (SOP) IDENTIFIKASI, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN BAHAYA RESIKO. No. Dokumen: CTH-HSE.02-SOP-01

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG ANGKUTAN MULTIMODA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

www.akademiasuransi.org Soal-Jawaban K.651210. 101.01 101: PRAKTEK ASURANSI 2006 s.d. April 2015 Disusun oleh: Afrianto Budi P, SS MM (dari berbagai sumber) Persiapan Ujian LSPP - September 2015

KUMPULAN Soal-Jawaban Ujian LSPP AAMAI K.651210.101.01 MENERAPKAN PENGELOLAAN PRAKTIK ASURANSI PADA PENYELENGGARAAN USAHA ASURANSI Maret 2006 s.d. April 2015 untuk Persiapan ujian LSPP September 2015 Disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS, MM Copyright 2015 oleh www.akademiasuransi.org Edisi 4, Cetakan ke-2 pada Juni 2015 HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. DILARANG MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI BUKU TANPA IZIN TERTULIS DARI PENYUSUN/PENERBIT

Kata Pengantar Mulai tahun 2014, Gelar profesi ujian Asuransi untuk gelar AAAIK dan AAIK sudah tidak diselenggarakan lagi oleh Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), namun akan diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Profisiensi AAMAI (LSPP AAMAI). Menanggapi hal tersebut, saya berusaha menyusun kembali Buku Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101 (atau dengan kode baru K.651210.101.01) yang bertopik Praktik Asuransi untuk ujian CGI sekaligus ujian LSPP AAMAI. Buku Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101: Praktek Asuransi ini disajikan untuk persiapan ujian CGI 2015, sekaligus untuk mempersiapkan ujian LSPP AAMAI bulan September 2015. Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101: Praktek Asuransi ini diambil dari berbagai sumber lalu dikembangkan sesuai dengan pengetahuan saya yang terbatas. Meskipun buku Buku Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101: Praktek Asuransi merupakan panduan belajar pribadi, sangat senang apabila kumpulan soal yang saya susun ini dapat bermanfaat bagi teman-teman. Terimakasih untuk para pengguna website www.akademiasuransi.org dan para pelanggan artikel harian yang bisa didapat dengan memasukkan email melalui kotak pelanggan feed burner. Saya berharap bahwa website tersebut tidak hanya menjadi website pribadi, melainkan berguna bagi masyarakat banyak. Buku ini diterbitkan untuk memperkaya konten www. akademiasuransi.org sebagai media belajar asuransi online terbesar di dunia. Terimakasih untuk sumbangan materi dan juga semangat untuk penerbitan buku ini, terutama kepada kekasihku Paulina Sukmana yang senantiasa memberi cinta dan semangat yang tak terkira. Kebaikan Anda sangat bermanfaat untuk pengembangan website www.akademiasuransi.org dan buku-buku yang akan terus diterbitkan satu demi satu. Segala kritik dan saran sungguh saya harapkan. 2 Jakarta, 22 Juni 2015 Salam, Afrianto Budi Purnomo, SS MM Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. April 2015

Daftar Isi Kata Pengantar... 2 Daftar Isi... 3 BAB I: Relationship Between Risk and Insurance... 4 BAB II: General Nature of Insurance... 28 BAB III: Insurance Coverage... 39 BAB IV: Marketing and Agency... 42 BAB V: How Insurance Operate... 48 BAB VI: Underwriting Insurance and Risk Sharing... 71 BAB VII: General Feature of Claim Procedure... 94 BAB VIII: Supervision of Insurance... 123 Soal LSPP AAMAI, April 2015... 126 3 disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.akademiasuransi.org

BAB I: RELATIONSHIP BETWEEN RISK AND INSURANCE 1.1. Uraikan 3 (tiga) komponen utama yang terdapat dalam definisi Risiko (Mar 2008 No. 1, Sept 2009 No. 1, Mar 2012 No. 1) Jawaban: Risiko adalah kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak menguntungkan Risiko adalah satu kombinasi dari bahaya- bahaya Risiko adalah sesuatu yang tidak dapat diduga kecenderungan membawa hasil yang berbeda dengan hasil yang diduga sebelumnya Risiko adalah ketidakpastian kerugian Risiko adalah kemungkinan kerugian Dari definisi di atas, ketidakpastian (uncertainty) lebih difokuskan menjadi definisi dari risiko sesuai dengan praktek asuransi sehari -hari. 1.2. Uraikan pengertian uncertainty sebagai salah satu komponen utama dalam definisi risiko (Sept 2013, No. 1). 4 Jawaban: UNCERTAINTY (ketidakpastian): Ketidak-pastian berarti sesuatu keraguan tentang waktu yang akan datang didasarkan pada kurang pengetahuan, ketidaksempurnaan dan pengetahuan. Dalam hal ini, uncertainty terjadi tanpa memandang apakah keraguan tersebut sudah diketahui sebelumnya oleh orang yang terlibat didalamnya. 1.3. Uraikan 2 (dua) jenis attitude seseorang terhadap risiko (Mar 2013 No. 1). Jawaban: Perilaku risiko (risk atitude) seseorang atau institusi mempengaruhi keputusan yang hendak diambil terhadap risiko yang dihadapi. Ada tiga sikap yang mungkin terhadap resiko, yaitu: 1) Menghindari resiko Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. April 2015

2) Sikap netral terhadap resiko 3) Preferensi akan resiko 1) Penghindaran resiko, mencirikan pada individu yang lebih menyukai untuk menghindari atau meminimumkan resiko. - Penghindaran resiko merupakan preferensi pada proyek-proyek yang beresiko rendah untuk mengurangi potensi kerugian. 2) Netralitas resiko, mencirikan para pengambil keputusan yang berfokus pada pengembalian yang diperkirakan dan mengabaikan penyebaran pengembalian - Penilaian proyek berdasarkan pengabdian yang diperkirakan, bukan resiko. 3) Pencarian resiko, mencirikan para pengambil keputusan yang lebih menyukai resiko. - Preferensi pada proyek-proyek yang beresiko tinggi untuk meningkatkan potensi perolehan. 1.4. Uraikan perbedaan antara profil risiko high frequency - low severity dengan low frequency high severity. (Mar 2009 No. 1) 5 Jawaban yang disarankan: High frequency - low severity Risiko yang frekuensi terjadinya tinggi (tingkat keseringannya tinggi), namun dampak kerugian yang ditimbulkan rendah. Misalnya: Pencopetan Kebocoran beras dalam karung sewaktu proses bongkar muat sebagai kargo Semakin sering terjadi, risiko semakin dapat diprediksi hasilnya; semakin berkurang tingkat ketidakpastiannya, semakin tidak dapat diprediksi hasilnya. Risiko semacam ini lebih disarankan untuk dikelola sendiri daripada diasuransikan Low frequency - high severity Risiko yang frekuensi terjadinya rendah (jarang), namun dampak kerugian yang ditimbulkan tinggi. Misalnya : Kecelakaan pesawat terbang Letusan gunung berapi Karena jarang terjadiya maka lebih sulit untuk diprediksikan hasilnya disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.akademiasuransi.org

1.5. Berkaitan dengan konsep risiko, uraikan pengertian high frequency and low severity, serta contoh jenis asuransi yang mempunyai karakteristik tersebut. (Sept 2014 No. 2) Jawaban yang disarankan: Lihat jawaban atas dan juga di bawah ini. 1.6. Dalam kaitan dengan tingkat risiko, uraikan : (Mar 2013 No. 10) a. relevansi frequency dan severity terhadap pengukuran tingkat risiko b. 2 (dua) bentuk profil frequency dan severity c. Pentingnya profil frekuensi dan severity bagi penanggung Jawaban yang disarankan: a. relevansi frequency dan severity terhadap pengukuran tingkat risiko Frekwensi adalah kombinasi kemungkinan terjadi kejadian sedangkan severitas adalah besarnya kerugian bila terjadi. Dalam contoh diatas, rumah yang berada dekat sungai, frekwensi terjadinya banjir akan lebih besar dari rumah di lereng bukit. Sedangkan rumah yang dilereng bukit bila terjadi banjir akan lebih besar kerugiannya dari pada rumah dekat sungai (severitas). Shop-lifting (Pengutilan) adalah contoh atas risiko dengan berfrekwensi tingi. Di banyak toko frekwensi atas pengutilan sangat tinggi. Risiko pengutilan dapat diprediksi dalam arti pemilik toko dapat mengetahui berapa banyak barang tertentu yang dicuri setiap tahunnya sehingga ketidakpastian bisa dikurangi atas frekwensi kejadian. Perusahaan asuransi dapat memprediksi kejadian lebih akurat, bila frekwensi kejadian tinggi. Artinya besarnya premi yang akan dibayar lebih besar dari pada risiko yang frekwensinya rendah. Hubungan antara Frekwensi dengan tingkat keparahan (Frequency dan Severity) risiko dalam asuransi, menyatakan bahwa : Pada Frequency tinggi, umumnya mempunyai nilai kerugian yang rendah. Pada Frekwensi rendah, umumnya dengan nilai kerugian yang besar. 6 b. 2 (dua) bentuk profil frequency dan severity o High frequency low severity: kerugian kebakaran pada rumahrumah tinggal o Low frequency high severity: Kerugian kebakaran pada bangunan-2 pabrik. Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. April 2015

c. Pentingnya profil frekuensi dan severity bagi penanggung Dengan melihat profil frekuensi dan severity, penanggung dapat melakukan: 1. Identifikasi risiko 2. Evalasi risiko 3. Pengendalian risiko 1.7. Berkaitan dengan frequency dan severity dalam kontrak asuransi, uraikan: (Mar 2014, No. 10) a. relevansi frequency dan severity terhadap pengukuran tingkat risiko. b. 2 (dua) bentuk profil frequency dan severity. c. pentingnya profil frequency dan severity bagi penanggung. Jawaban yang disarankan: Lihat atas 1.8. Dalam kaitan dengan hazard (Mar 2008 no 11, Sept 2009 No. 11, Mar 2011 No. 14, Sept 2014 No. 10) a. Jelaskan perbedaan antara perils dan hazard a. Jelaskan perbedaan antara physical hazard dan moral hazard b. Sebutkan masing-masing 2(dua) contih physical hazard dalam asuransi: Harta Benda Tanggung Gugat Kendaraan bennotor c. Sebutkan 3(tiga) contoh moral hazard 7 Jawaban yang disarankan: a. Perbedaan antara perils dan hazard Peril adalah penyebab kerugian, sesuatu yang akan menimbulkan kerugian. Peril sering terjadi di luar kontrol seseorang yang mungkin terlibat. Misalnya: Kebakaran, badai Gempa, kecelakaan, sakit Hazard adalah suatu kondisi yang dapat atau meningkatkan kemungkinan kerugian yang timbul dari peril tertentu Misalnya: disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.akademiasuransi.org

Sikap sembrono Jalan rusak Pekerjaan yang berbahaya Mesin yang kurang perawatan b. Perbedaan antara physical hazard dan moral hazard Physical hazard adalah suatu kondisi fisik yang dapat menambah kemungkinan terjadinya kerugian. Misalnya: Bahan bakar, bahan peledak Kondisi kapal Konstruksi bangunan Lokasi Moral hazard adalah suatu karakter dan tingkah laku individu tertanggung yang dapat menambah atau menimbulkan kemungkinan kerugian. Misalnya: Sikap tendensi untuk memperoleh keuntungan dalam asuransi Sikap sembrono / kurang hati-hati dalam menjalankan pekerjaan c. Masing-masing 2 (dua) contoh physical hazard dalam asuransi : Harta Benda 1. Peralatan pengaman 2. Menyimpan bahan berbahaya 3. Konstruksi bangunan 8 Tanggung Gugat 1 Adanya bahan berbahaya di tempat kerja 2. System kerja yang tidak aman 2 Karyawan kecelakaan akibat tugas dari majikannya 3 Dekat dengan properti atau fasilitas umum Kendaraan bermotor 1. Usia kendaraan 2. Kendaraan pribadi atau komersial d. Sebutkan 3(tiga) contoh moral hazard Kurangnya kesadaran Tertanggung untuk menjaga keselamatan objek pertanggungan Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. April 2015

Ketidakjujuran Tertanggung Kurangnya kebersihan Tidak adanya larangan merokok 1.9. Uraikan pengertian physical hazard dan moral hazard; masing-masing disertai satu contohnya. (Mar 2006 No. 2; Sept 2007 No. 6; Mar 2009 No. 2) Jawaban yang disarankan: Physical hazard Risiko yang berkaitan dengan karakter fisik suatu objek asuransi, contohnya: Pada asuransi harta benda : jenis konstruksi bangunan Pada asuransi tanggung gugat : adanya bahan-bahan yang berbahaya di lingkungan kerja Moral hazard Risiko yang berkaitan dengan perilaku atau sikap atau karakter Tertanggung, contohnya: kurangnya kesadaran Tertanggung untuk menjaga keselamatan objek asuransi, ketidakjujuran Tertanggung Kecerobohan dan kekuranghati-hatian 9 1.10. Uraikan dasar penghitungan rateable proportion dalam asuransi harta benda (Sept 2013, No. 5) Jawaban: Perhitungan rateable proportion dapat dibagi dua cara, yaitu proporsi terhadap harga pertanggungan dan limit of liability 1.Proporsi terhadap harga pertanggungan Contoh: Polis A HP : Rp 1 M Polis B HP : Rp 2 M Polis C HP : Rp 3 M Polis A bayar : Rp 1 M X Loss Rp 1 M + Rp 2 M + Rp 3 M 1 Dan seterusnya untuk polis B & C 2.Proporsi terhadap liability atas loss Contoh : Loss Rp 1,5 M; Liability A Rp 0,5 M; Liability B Rp 1 M; Liability C Rp 1 M disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.akademiasuransi.org

Akademia yth, Mohon maaf, Anda hanya menikmati beberapa halaman sampel dan terhenti pada halaman ini. Anda bisa mendapatkan PDF atas file lengkap ini hanya dengan Rp 50,000. Berikut ini caranya: 1. Transfer uang sebesar Rp. 50,000 + Rp. XYZ ke salah satu dari nomor rekening ini: Bank Central Asia BCA a.n. Afrianto Budi Purnomo nomor rekening: 357-0414-576 Bank Rakyat Indonesia BRI a.n. Afrianto Budi Purnomo nomor rekening: 0004-0102-0565-503 2. Rp. XYZ adalah tiga angka terakhir dari nomor handphone Anda. Misal: Nomor HP anda 081234567890 Maka, Rp. XYZ adalah Rp. 890 Pilih salah satu Bank di atas, kemudian transfer langsungsenilai Rp. 50.890 3. Setelah selesai melakukan transfer, kirimkan email ke afriantobudi@ymail.com tersebut dengan format: KODE BUKU (SPASI) EMAIL ANDA (SPASI) 3 DIGIT TERAKHIR NO HP ANDA Contoh: PDF101 alamatemailanda@yahoo.com 890 Artinya, Anda meminta kami untuk mengirimkan PDF atas Subjek 101 PRAKTEK ASURANSI pada alamat email: alamatemailanda@yahoo.com Daftar Kode Buku: PDF101 Untuk Soal Jawab LSPP 101: Praktek Asuransi PDF102 Untuk Soal Jawab LSPP 102: Hukum Asuransi PDF103 Untuk Soal Jawab LSPP 103: Bisnis Asuransi dan Keuangan PDF104 Untuk Soal Jawab LSPP 104: Asuransi Kendaraan Bermotor dan Tanggung Gugat Harap diperhatian bahwa hanya 4 buku Soal Jawab itu yang tersedia. 4. Sistem kami akan mengecek pembayaran Anda dan kami akan mengirimkan PDF tersebut melalui email Anda dalam waktu maksimal 24 jam. Kami pastikan bahwa PDF dapat diterima dengan baik. Jika Anda kesulitan, silakan kontak saya via email di: afriantobudi@ymail.com. Kami akan senang membantu Anda. Salam, Afrianto Budi Purnomo, SS MM