MATHunesa (Volume 3 No 3) 2014

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I BAB I. PENDAHULUAN. menjadikan pemikiran ilmiah dalam suatu bidang ilmu, dapat dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

MATHunesa (Volume 3 No 3) 2014

MATHunesa (Volume 3 No 3) 2014

I. PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sampai saat ini terus

DIMENSI METRIK PADA HASIL OPERASI KORONA DUA BUAH GRAF

LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan diberikan beberapa konsep dasar teori graf dan bilangan. kromatik lokasi sebagai landasan teori pada penelitian ini.

BAB I PENDAHULUAN. Teori graf merupakan suatu kajian ilmu yang pertama kali dikenalkan pada tahun

PELABELAN SISI AJAIB DAN SISI AJAIB SUPER PADA GRAF KIPAS, GRAF TANGGA, GRAF PRISMA, GRAF LINTASAN, GRAF SIKEL, DAN GRAF BUKU

DIMENSI METRIK PADA GRAF LINTASAN, GRAF KOMPLIT, GRAF SIKEL, GRAF BINTANG DAN GRAF BIPARTIT KOMPLIT

MATHunesa (Volume 3 No 3) 2014

PELABELAN TOTAL SISI AJAIB PADA GRAF BINTANG

PEWARNAAN PADA GRAF BINTANG SIERPINSKI. Siti Khabibah Departemen Matematika, FSM Undip

KARAKTERISASI GRAF POHON DENGAN BILANGAN KROMATIK LOKASI 3

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF POHON n-ary LENGKAP

GRAF TOTAL DARI RING KOMUTATIF

BILANGAN TERHUBUNG TITIK PELANGI UNTUK GRAF THE RAINBOW VERTEX CONNECTION NUMBER OF STAR

BAB I PENDAHULUAN. Teori graf merupakan salah satu kajian matematika yang memiliki banyak

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF AMALGAMASI BINTANG

PELABELAN GRACEFUL SISI BERARAH PADA GRAF GABUNGAN GRAF SIKEL DAN GRAF STAR. Putri Octafiani 1, R. Heri Soelistyo U 2

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF C n K m, DENGAN n 3 DAN m 1

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF KEMBANG API F n,2 DAN F n,3 DENGAN n 2

BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF ULAT

`BAB II LANDASAN TEORI

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK JOIN DARI DUA GRAF

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF K n K m

Bilangan Kromatik Graf Hasil Amalgamasi Dua Buah Graf

PELABELAN TOTAL (a, d)-titik ANTIAJAIB SUPER PADA GRAF PETERSEN YANG DIPERUMUM P (n, 3) DENGAN n GANJIL, n 7

BAB II LANDASAN TEORI

Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Binawidya Pekanbaru (28293), Indonesia

GRUP AUTOMORFISME GRAF KIPAS DAN GRAF KIPAS GANDA

AUTOMORFISME GRAF BINTANG DAN GRAF LINTASAN

SIFAT-SIFAT GRAF SIKEL DENGAN PELABELAN FUZZY

MATHunesa (Volume 3 No 3) 2014

APLIKASI ALGORITMA KRUSKAL DALAM PENGOTIMALAN PANJANG PIPA Kruskal Algorithm Application on Optimlaizing Pipes Network

BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF TAK TERHUBUNG DARI GRAF BINTANG GANDA DAN SUBDIVISINYA. (Skripsi) Oleh SITI NURAZIZAH

BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF P m P n, K m P n, DAN K m K n

NILAI MAKSIMUM DAN MINIMUM PELABELAN- γ PADA GRAF LINTANG

BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF HUTAN LINIER H t

KONSEP DASAR GRAF DAN GRAF POHON. Pada bab ini akan dijabarkan teori graf dan bilangan kromatik lokasi pada suatu graf

BILANGAN AJAIB MAKSIMUM DAN MINIMUM PADA GRAF SIKLUS GANJIL

PENGETAHUAN DASAR TEORI GRAF

KLASIFIKASI GRAF PETERSEN BERBILANGAN KROMATIK LOKASI EMPAT ATAU LIMA

Misalkan dipunyai graf G, H, dan K berikut.

Bilangan Kromatik Dominasi pada Graf-Graf Hasil Operasi Korona

BILANGAN KROMATIK GRAF HASIL AMALGAMASI DUA BUAH GRAF TERHUBUNG

MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 3 No.6 Tahun 2017 ISSN

BAB I PENDAHULUAN. Teori graf pertama kali diperkenalkan oleh seorang matematikawan. Swiss, Leonhard Euler ( ). Saat itu graf digunakan untuk

OPERASI PADA GRAF FUZZY

BAB II LANDASAN TEORI

v 3 e 2 e 4 e 6 e 3 v 4

III. BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF. ini merupakan pengembangan dari konsep dimensi partisi dan pewarnaan graf.

HUTAN DAN SIKEL PADA GRAF FUZZY

Bilangan Khromatik Pewarnaan Sisi pada Graf Khusus dan Operasinya

I. PENDAHULUAN. Teori graf merupakan salah satu bidang matematika yang memiliki banyak. terapan di berbagai bidang sampai saat ini.

SIFAT SIFAT GRAF YANG MEMUAT SEMUA SIKLUS Nur Rohmah Oktaviani Putri * CHARACTERISTIC OF THE GRAPH THAT CONTAINS ALL CYCLES Nur Rohmah Oktaviani Putri

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF K n K m

PELABELAN TOTAL TAK TERATUR TOTAL PADA GRAF BUNGA

KAJIAN BILANGAN CLIQUE GRAF GEAR BARBEL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB PADA GRAF LENGKAP DENGAN METODE MODIFIKASI MATRIK BUJURSANGKAR AJAIB DENGAN n GANJIL, n 3

GRUP AUTOMORFISME GRAF HELM, GRAF HELM TERTUTUP, DAN GRAF BUKU

BAB II LANDASAN TEORI

PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB PADA GRAF SIKLUS DENGAN BANYAK TITIK GENAP

Pelabelan Product Cordial Graf Gabungan pada Beberapa Graf Sikel dan Shadow Graph Sikel

PELABELAN PRODUCT CORDIAL PADA TENSOR PRODUCT PATH DAN SIKEL

PEWARNAAN TOTAL R-DINAMIS DENGAN TEKNIK FUNGSI PEWARNAAN BERPOLA PADA HASIL OPERASI COMB

STUDI BILANGAN PEWARNAAN λ-backbone PADA GRAF SPLIT DENGAN BACKBONE SEGITIGA

BAB I PENDAHULUAN. dari suatu graf G disebut himpunan titik G, dinotasikan dengan V(G) dan

DAN DIAMETER. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako Jalan Sukarno-Hatta Km. 9 Palu 94118, Indonesia

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada

BATAS ATAS RAINBOW CONNECTION NUMBER PADA GRAF DENGAN KONEKTIVITAS 3

Perbandingan Algoritma Pewarnaan LDO, SDO, dan IDO pada Graf Sederhana

BILANGAN TERHUBUNG PELANGI PADA GRAF HASIL AMALGAMASI GRAF PEMBAGI NOL ATAS RING KOMUTATIF

DIMENSI PARTISI PADA GRAPH HASIL KORONA C m K n. Oleh : Yogi Sindy Prakoso ( ) JURUSAN MATEMATIKA. Company

EKSENTRISITAS DIGRAF PADA GRAF TANGGA Andri Royani, Mariatul Kiftiah, Yudhi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI

KAITAN ANTARA DIMENSI METRIK DAN DIMENSI PARTISI PADA SUATU GRAF. (Skripsi) Oleh GIOVANNY THEOTISTA

PENENTUAN ANGGOTA KELAS RAMSEY MINIMAL UNTUK PASANGAN (2K 2, C 4 )

2. TINJAUAN PUSTAKA. Chartrand dan Zhang (2005) yaitu sebagai berikut: himpunan tak kosong dan berhingga dari objek-objek yang disebut titik

Graf dan Analisa Algoritma. Pertemuan #01 - Dasar-Dasar Teori Graf Universitas Gunadarma 2017

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan dijelaskan beberapa konsep dasar teori graf dan dimensi partisi

Penerapan Teorema Bondy pada Penentuan Bilangan Ramsey Graf Bintang Terhadap Graf Roda

PENERAPAN KONSEP GRAF DALAM PENYUSUNAN JADWAL PERKULIAHAN DI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FMIPA UNG ABSTRAK

Pelabelan Total Super (a, d)-sisi Antimagic pada Gabungan Saling Lepas Graf Bintang dengan Teknik Pewarnaan Titik

BAB I PENDAHULUAN. Makalah pertama mengenai teori graf ditulis oleh ahli matematika dari

APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS

PELABELAN GRACEFUL PADA GRAF HALIN G(2, n), UNTUK n 3

Edisi Agustus 2014 Volume VIII No. 2 ISSN NILAI TOTAL KETAKTERATURAN TOTAL DARI DUA COPY GRAF BINTANG. Rismawati Ramdani

PELABELAN HARMONIS GANJIL PADA GRAF KINCIR ANGIN DOUBLE QUADRILATERAL

Bilangan Ramsey untuk Graf Bintang Genap Terhadap Roda Genap

Line Graph dari Graf Kincir dan Graf Kipas

Dasar-Dasar Teori Graf. Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2012/2013

THE TOTAL EDGE IRREGULARITY STRENGTH OF DOUBLE HEADED CIRCULAR FAN GRAPH

PELABELAN TOTAL (a, d)-sisi-anti AJAIB PADA GRAF BINTANG

II. TINJAUAN PUSTAKA. kromatik lokasi pada suatu graf sebagai landasan teori pada penelitian ini

Jln. Perintis Kemerdekaan, Makassar, Indonesia, Kode Pos THE TOTAL EDGE IRREGULARITY STRENGTH OF WEB GRAPH

PELABELAN E-CORDIAL PADA BEBERAPA GRAF CERMIN

Transkripsi:

MATHunesa (Volume 3 No 3) 014 PEWARNAAN HARMONIS GRAF GARIS, GRAF MIDDLE DAN GRAF CENTRAL DARI KELUARGA GRAF BINTANG GANDA Siti Ma rifatus Sholikha Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya, e-mail :ikha.putri.irawan@gmail.com Budi Rahadjeng, M.Si. Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya, e-mail : rahajeng13@yahoo.com Abstrak Pewarnaan harmonis graf sederhana G adalah pewarnaan titik sedemikian hingga setiap pasang warna muncul bersama paling banyak pada satu sisi. Dan bilangan khromatik harmonis pada sebuah graf G yang dilambangkan dengan χ H (G) adalah minimum banyaknya warna yang diperlukan untuk mewarnai semua titik G sedemikian hingga setiap pasang warna muncul bersama paling banyak pada satu sisi. Skripsi ini bertujuan untuk menunjukkan bilangan khromatik harmonis pada graf garis, graf middle, dan graf central dari graf bintang ganda. Kata kunci : pewarnaan harmonis, graf bintang ganda, graf garis, graf middle dan graf central, bilangan khromatik harmonis. Abstract Harmonious coloring of a simple graph G is proper vertex coloring such that each pair of colors appears together on at most one edge. And the harmonious chromatic number χ H (G) is the last number of coloring all vertexs G such that each pair of colors appears together on at most one edge. This paper show to proves the harmonious chromatic number for the line graph, middle graph and central graph of double star families. Keyword : harmonious coloring, double star graph, line graph, middle graph and central graph, harmonious chromatic number PENDAHULUAN Teori graf adalah salah satu cabang matematika yang cukup penting, karena mempunyai segi terapan yang sangat banyak pada bidang keilmuan. Beberapa permasalahan dunia nyata dapat ditransformasikan ke dalam graf dengan menggambarkan sejumlah titik dan garis. Makalah yang berisikan teori graf pertama kali diterbitkan pada tahun 1736 oleh Leonard Euler seorang ahli matematika dari Swiss. Dalam makalah tersebut membahas masalah jembatan Konigsberg (kota Konigsberg, sebelah timur Prussia, Jerman sekarang) di sungai Pregal yang sangat terkenal di Eropa yang mengalir mengitari pulau Kneiphof lalu bercabang menjadi dua buah anak sungai. Dalam jurnal tersebut masalah dimodelkan ke dalam graf. Daratan dinyatakan sebagai titik yang disebut simpul (vertex) dan jembatan dinyatakan sebagai garis yang disebut sisi (edge). Salah satu topik yang dibahas dalam teori graf adalah pewarnaan. Di dalam pewarnaan sendiri terdapat beberapa jenis, yaitu pewarnaan sisi dan pewarnaan titik. Ada beberapa jenis pewarnaan titik, misalnya pewarnaan harmonis dan pewarnaan akromatik. Pada skripsi ini lebih mengarah pada pewarnaan harmonis, hal ini dikarenakan pewarnaan harmonis lebih menarik dibandingkan dengan pewarnaan akromatik. Karena pada pewarnaan harmonis memiliki syarat agar setiap pasang warna hanya muncul satu kali pada satu sisi. Pada tahun 009 J.vernold Vivin, M. Ventakachalam and M.M. Akbar Ali, and Kaliraj menulis jurnal yang membahas tentang pewarnaan akromatik dan pewarnaan harmonis yang berjudul A Note On Achromatic Coloring Of Star Graf Families dan On Harmonius Coloring of Middle Graph of C(C n ),C(K 1,n ) and C(Pn). Selain itu, pada tahun 010 J.vernold Vivin, M. Ventakachalam and M.M. Akbar Ali, and Kaliraj juga mengeluarkan jurnal yang berjudul Harmonius coloring on Double Star Graph Families. Jurnal ini membahas tentang pewarnaan harmonis dan pewarnaan akromatik pada keluarga graf bintang ganda. Dan membandingkan bilangan kromatik harmonis dengan bilangan akromatik pada graf garis dari graf bintang ganda. Karena itu, dalam penelitian ini akan membahas pewarnaan harmonis pada graf garis, graf middle dan graf central dari graf bintang ganda. Dan akan membuktikan bilangan kromatik harmonis pada graf garis, middle graph dan central graph dari graf bintang ganda. 93

MATHunesa (Volume 3 No 3) 014 METODE PENULISAN Metode yang digunakan dalam menyusun makalah ini adalah metode kajian pustaka, yaitu metode yang menggunakan sumber pustaka untuk objek yang akan dibahas dengan cara mencari, memahami, mendalami dan mengidentifikasi pengetahuan yang ada dalam kepustakaan (sumber buku bacaan, referensi, jurnal, atau hasil penelitian lain untuk menunjang penelitian). Adapun jurnal utama yang digunakan adalah Harmonius coloring on Double Star Graph Families KAJIAN PUSTAKA Definisi 1 Graf G terdiri dari dua himpunan yaitu himpunan berhingga tak kosong V(G) dari obyek-obyek yang disebut titik dan himpunan berhingga (mungkin kosong) E(G) yang elemen-elemenya disebut sisi sedemikian hingga setiap elemen e dalam E(G) merupakan pasangan tak berurutan dari titik-titik V(G). Himpunan titik-titik dalam V(G) dan himpunan sisi pada E(G) dapat di representasikan dalam sebuah gambar titik dan garis. Definisi Graf bintang ganda dinotasikan dengan K 1,n,n adalah graf pohon yang memuat graf bintang K 1,n dengan menambahkan titik baru yang berderajat satu pada n titiktitik yang berderajat satu yang sudah ada. Definisi 3 Pewarnaan harmonis graf sederhana G adalah pewarnaan titik sedemikian hingga setiap pasang warna muncul bersama paling banyak pada satu sisi. Definisi 4 Dua titik x,y pada himpunan titik M(G) berhubungan langsung di M(G) jika memenuhi salah satu sifat berikut: i. x,y di E(G) dan x,y berhubungan langsung di G ii. x di V(G), y di E(G) dan x,y saling terkait di G PEMBAHASAN Definisi 7 Pewarnaan harmonis graf sederhana G adalah pewarnaan titik sedemikian hingga setiap pasang warna muncul bersama paling banyak pada satu sisi. Definisi 8 Gambar graf dengan pewarnaan harmonis Bilangan khromatik harmonis pada sebuah graf G yang dilambangkan dengan χ H (G ) adalah minimum banyaknya warna yang diperlukan untuk mewarnai semua titik G sedemikian hingga setiap pasang warna muncul bersama paling banyak pada satu sisi. Teorema 1 Bilangan kromatik harmonis untuk graf bintang ganda: Bukti : v 6, 3 X H (K 1,n,n ) = v 1, 1 v, v 5, 5 v 4, 4 n +, 1 n n + 1, n 3 v 3,3 Misalkan G graf. Graf garis dari G di lambangkan dengan L G adalah graf dengan V(L(G)) =E(G), untuk setiap sisi di E(G) akan menjadi titik di L G. Dua titik berhubungan langsung di L G jika dan hanya jika sisisisi pada E(G) memiliki titik persekutuan di graf G. Definisi 5 Misalkan G graf. Graf central C(G) dari G adalah graf yang dibentuk dengan penambahan sebuah titik ekstra pada sisi G, dan kemudian menghubungkan setiap pasang titik pada graf G yang sebelumnya tidak berhubungan langsung. Definisi 6 Misalkan G graf. Graf middle dari G dinotasikan dengan M(G) adalah graf dengan himpunan titik V G E(G). K 1,n,n Untuk n = 1 bilangan kromatik harmonis adalah 3 Untuk n = bilangan kromatik harmonis adalah 4 94

MATHunesa (Volume 3 No 3) 014 Untuk n 3 ( ) Perhatikan graf K 1,n,n, pertama warnai v dengan warna 1. Perhatikan himpunan titik V = v 1, v, v n 1, v n. Karena setiap titik di V berhubungan langsung dengan titik v, maka setiap titik di V harus medapat warna yang berbeda dari warna titik v. Karena anggota di V ada sebanyak n, maka ada n warna yang diperoleh. Sehingga ada n + 1 warna yang didapat untuk memenuhi definisi pewarnaan harmonis. Sedangkan untuk himpunan titik U = u 1, u, u 3.. u n 1, u n dapat diwarnai dengan n + 1 warna. Sehingga χ H K 1,n,n n + 1. ( ) Akan ditunjukkan n + 1 merupakan batas bawah. Andaikan χ H K 1,n,n n. Sehingga himpunan titik V dapat diwarnai dengan 1,,3, n warna, sedangkan titik v akan menggunakan salah satu warna dari warna yang digunakan oleh anggota himpunan titik V. Maka akan ada sepasang warna yang sama muncul pada satu sisi. Hal ini, kontradiksi dengan definisi pewarnaan harmonis. Sehingga pengandaian salah. Jadi χ H K 1,n,n n + 1 sehinggaχ H (K 1,n,n ) = n + 1 Teorema Untuk k = n n n + n n(n 1) n + n n n n + n n n 0 n Karena 0 n bukan bilangan bulat positif maka kontradiksi dengan n = k dimana k adalah bilangan bulat positif terkecil. Sehingga pengandaian salah. Karena graf garis dari graf bintang ganda tidak dapat diwarnai kurang dari n + 1 warna sehingga, χ H L K 1,n,n n + 1 jadi χ H L K 1,n,n = n + 1 Teorema 3 Bilangan kromatik harmonis graf middle dari graf bintang ganda : 4, n = 1 χ H (M(K 1,n,n )) = 6, n = n + 1, n 3 Bukti Untuk n 3 Bilangan kromatik harmonis graf garis dari graf bintang ganda χ H (L(K 1,n,n )) adalah n + 1 Bukti : (M(K 1,n,n )) ( )Perhatikan titik e i : 1 i n. Titik e i dapat diwarnai dengan n warna berbeda misalnya warna 1,,3,, n. Karena titik e i dan s i berhubungan langsung maka titik s i tidak boleh mempunyai warna yang sama dengan titik e i maka warnai titik s i dengan warna n + 1. sehingga χ H L K 1,n,n n + 1 Untuk itu akan dibuktikan χ H L K 1,n,n n + 1. Berdasarkan teorema..1 ada k bilangan bulat positif terkecil sedemikian hingga E G.Andaikan χ H L K 1,n,n L K 1,n,n k n. Oleh karena itu diperoleh k = n. ( )Untuk perwarnaan harmonis M(K 1,n,n ): perhatikan titik-titik e i : 1 i n. Titiktitik e i dapat diwarnai dengan warna i dimana 1 i n, misalnya warna 1,,3,4,, n. Dan untuk titik v dapat diwarnai dengan warna n + 1. Kemudian perhatikan titik-titik v i : 1 i n. Titik-titik v i dapat diwarnai dengan warna n + 1 + i. Sehingga diperoleh n + 1 warna. Sedangkan untuk titik s i dapat diwarnai dengan warna n + + i dimana 1 i n 1. Dan untuk s n diberikan warna n +. Agar warna yang telah digunakan dapat 95

MATHunesa (Volume 3 No 3) 014 digunakan kembali, sehingga definisi pewarnaan harmonis dapat terpenuhi. Selanjutnya untuk titik-titik u i diberikan warna i + dimana 1 i n, warna 1 untuk u n 1 dan warna untuk u n. Sehingga warna yang digunakan adalah n + 1 warna. Oleh karena itu, χ H M K 1,n,n = n + 1 Selanjutnya akan dibuktikan χ H M K 1,n,n n + 1. Untuk itu, batas bawah dari χ H M K 1,n,n adalah n + 1. Andaikan batas bawahnya adalah n. Sehingga M(K 1,nn ) dapat diwarnai sebagai berikut : Perhatikan titik-titik e i : 1 i n. Titiktitik e i dapat diwarnai dengan warna i dimana 1 i n, misalnya warna 1,,3,4,, n. Kemudian perhatikan titik-titik v i : 1 i n. Titik-titik v i dapat diwarnai dengan warna n + 1 + i. Sehingga diperoleh n warna. Dan untuk titik v dapat diwarnai dengan salah satu warna dari warna 1,,3, n, n + 1, n +,,n. Sehingga terdapat dua pasang warna muncul secara bersama. Hal ini, kontradiksi dengan pewarnaan harmonis sehingga χ H M K 1,n,n n + 1 Oleh karena itu, M(K 1,n,n ) tidak dapat diwarnai kurang dari n + 1 warna maka χ H M K 1,n,n = n +1 Teorema 4 Bilangan kromatik graf central dari graf bintang ganda χ H (C(K 1,n,n )) adalah 3n + 1 Bukti ( ) Warnai titik v dengan 1. Selanjutnya karena titik e i : 1 i n berhubungan langsung dengan titik v maka warnai titik e i dengan warna yang berbeda dari titik v. Misalnya warna,3,4,5,, n + 1. untuk setiap titik v i karena titik v i berhubungan langsung dengan titik e i, s i dan u i maka titik v i harus mendapat warna yang berbeda dengan titik-titik tersebut.maka ada n + 1 warna berbeda yang digunakan. Untuk titik u i harus diwarnai dengan warna yang berbeda dari titik tersebut. Misalnya warna n + 1,n +, n + 3,,3n + 1. Maka ada 3n + 1 warna berbeda yang digunakan untuk mewarnai titik u i.sedemikian hingga χ H C K 1,n,n = 3n + 1 Perhatikan titik-titik u i 1 i n. Titik u i dapat diwarnai dengan warna i dimana 1 i n, misalnya warna 1,,3,, n. Kemudian perhatikan titik-titik e i : 1 i n. Titik-titik e i dapat diwarnai dengan warna n + i. Sehingga diperoleh n warna. Sedangkan untuk titik-titik v i : 1 i n, dapat diwarna dengan warna n + 1 + i. Sehingga diperoleh 3n warna. Dan untuk titik v dapat diwarnai dengan warna yang telah ada yaitu warna 1,,3, n + 1, n +,, n, n + 1,n +, 3n. Sehingga terdapat dua pasang warna muncul secara bersama. Hal ini, kontradiksi dengan pewarnaan harmonis. Simpulan Jadi χ H C K 1,n,n 3n + 1 1) Bilangan khromatik harmonis untuk graf bintang ganda : n +, 1 n X H (K 1,n,n ) = n + 1, n 3 ) Bilangan khromatik harmonis graf garis dari graf bintang ganda adalah n + 1. 3) Bilangan kromatik harmonis graf middle dari graf bintang ganda : 4, n = 1 χ H (M(K 1,n,n )) = 6, n = n + 1, n 3 4) Bilangan khromatik harmonis graf central dari graf bintang ganda adalah 3n + 1. Saran Pada penelitian ini hanya memfokuskan pada pokok bahasan pewarnaan harmonis pada graf sederhana dari keluarga graf bintang ganda. Bagi pembaca yang tertarik mengembangkan tulisan inidapat membahas pewarnaan harmonis pada jenis-jenis graf sederhana lain. C(K 1,n,n ) 96

MATHunesa (Volume 3 No 3) 014 DAFTAR PUSTAKA Budayasa, I Ketut. 007. Teori Graph dan Aplikasinya. Surabaya:University Press UNESA. Chartrand, Gery dan Lesniak, Linda. 1986. Graphs and Digraphs Second Edition, Hal.61, California: A Division of Wadsworth,Inc. Irawati, Dina.Pelabelan Total Sisi Ajaib pada graf Bintang. Vol, No 1,85-89. Padang: Universitas Andalas (1 Oktober 013) J.vernold Vivin, M. Ventakachalam and M.M. Akbar Ali, and Kaliraj,01, Harmonius Coloring on double stargraph families, Tamking Journal of mathematics volume 43,Number,153-158 (13 Oktober 013) R.Govindarajan, V.Kavitha, 013, A Study on Achromatic Coloring Graph and its Applications, vol Issue 1,105-108. International Journal of Science and Reseacrh(URS), India (8 Desember 013) 97