BAB I Walk-in Interview

dokumen-dokumen yang mirip
Memenuhi syarat-syarat menjadi tenaga kerja pelaut antara lain :

Tips Lolos ELPT. Begini caranya


BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO

PELUANG BISNIS MAHASISWA DAN PELAJAR

2016, No Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2015 tentang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2

KOMPILASI 25 CONTOH JAWABAN PERTANYAAN TES WAWANCARA KERJA (JOB INTERVIEW)

PETUNJUK PELAKSANAAN DIREKTUR JENDERAL IMIGRASI NOMOR : F-309.IZ TAHUN 1995 TENTANG

MENULIS ITU BERCERITA!

Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru web:

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Tip and Trik dalam Menghadapi Ujian TOEFL

CARA BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI. Aty Nurdiana

PANDUAN TATA TERTIB I. PERATURAN PESERTA LOMBA DANCE

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP)

BAB III KAUM MUDA PARUH WAKTU DAN GAYA HIDUP MODERN. banyak kaum muda yang masih berstatus sebagai mahasiswa bekerja paruh waktu dengan

BAB I PENDAHULUAN. saling mengasihi, saling mengenal, dan juga merupakan sebuah aktifitas sosial dimana dua

Raihlah Keikhlasan. Panduan-1

PANITIA SELEKSI PEMILIHAN CALON KOMISIONER DAN DEPUTI KOMISIONER BADAN PENGELOLA TABUNGAN PERUMAHAN RAKYAT

PROFIL RESPONDEN. Undelivered 60. Gross responden 168. Nett responden (total-undelivered) Responden mengisi 73. Gross Response Rate 43.

Sosialisasi Skripsi & Tugas Akhir

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

PANDUAN TATA TERTIB I. PERATURAN PESERTA LOMBA GROUP BAND

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN

Online. Penjurusan Studi & Karir. Jl. Bhisma Raya 19, Kota Bogor Telp

BISNIS JARINGAN PEMASARAN (2)

PENDAHULUAN. 1.1 Sejarah Kaskus

LAMPUNG MENGAJAR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI LAMPUNG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN

PANDUAN TATA TERTIB I. PERATURAN PESERTA LOMBA SOLO SINGER

Indonesian Beginners

PROSEDUR TEKNIS PERMOHONAN DAN PEMBERIAN VISA KUNJUNGAN DAN VISA TINGGAL TERBATAS

Menimbang : Mengingat :

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PANDUAN TATA TERTIB I. PERATURAN PESERTA LOMBA STAND UP COMEDY

Install 6 Mindset Bisnis ini, untuk Jadi Trader Sukses!

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24

BE PART OF LIGA BASKET SATUAKSI REGULASI

BAB I PENDAHULUAN. memasuki dunia pekerjaan. Mendapatkan predikat lulusan terbaik dari suatu

TAHUN AKADEMIK SEMESTER GENAP Program Studi Akuntansi Auditorium UNIKOM - 06 Februari 2015

P E N G U M U M A N PENERIMAAN PEGAWAI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan di Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menambah

JADWAL KURSUS PELATIH FEBRUARI 2-15 MARET 6-18 APRIL 1-13 JUNI SEPTEMBER 5-17 OKTOBER. Kursus Pelatih Lisensi B AFC

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Proses Rekrutmen Dan Seleksi Calon Tenaga Kerja Outsourcing Pada

Daftar Isi. Motto...III. Kata Pengantar...3

PENGUMUMAN Nomor: PENG- 01/01.3.1/PPATK/09/14 PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN

TAWARAN PPL INTERNASIONAL MAHASISWA UNY SKEMA SEAMEO BATCH 6 (AGUSTUS - SEPTEMBER) TAHUN 2018

DEPARTEMEN LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA P E N G U M U M A N

TIPS DAN TRIK BERMAIN PUBG UNTUK PEMULA

FAQ (Frequently Asked Questions)

Move Forward With IHCT-BANDUNG

Frequently Asked Questions (FAQ) Research Students

Departemen Luar Negeri Republik Indonesia membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia pria dan wanita:

banyak sudah mewarnai perjalanan hidup kami. Jika sebagian anak-anak lain berada dalam lingkungan rumah adem-ayem, tidak demikian dengan kami,

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

MEMILIH TRANSPORTASI UNTUK MUDIK

.satu. yang selalu mengirim surat

RINGKASAN INFORMASI INHEALTH CREDIT LIFE*) Inhealth Credit Life (Asuransi Jiwa Berjangka). PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia.

Profil Program Fulbright English Teaching Assistantship (ETA) Tahun Ajaran 2018/2019

Lampiran Pedoman Pertanyaan Untuk Wawacara 1. Subjek 1 (Bandar) Identitas Subjek Nama : Ya (samaran) Hari : 12 Maret 2014

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 13 TAHUN 2012 TENTANG

FORMULIR LAMARAN PROGRAM MAGISTER

APPENDIX. A. Dapatkah ada menceritakan tentang sejarah Kayu Arum? 2. Mengapa mengambil lokasi di daerah ini?

BAB III PENERIMAAN KARYAWAN SESUAI STANDAR KUALIFIKASI

MAKALAH LINGKUNGAN BISNIS Food Delivery Order

SYARAT & KETENTUAN KEAGENAN (TC) - Jan 2017

Pejabat Dinas Luar Negeri

SATUAKSI CUP REGULASI

BAB I PENDAHULUAN. Dalam menjalani kehidupan, manusia memerlukan berbagai jenis dan macam

BAB I PENDAHULUAN. mencantumkan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu. Jepang, bahasa Mandarin sebagai syarat tambahan. Tak diragukan lagi

Baca ini, kamu pasti dapat skor TOEFL 600! Dijamin 100%! Jika tidak, uang kembali 600%!

PETUNJUK PENDAFTARAN MASUK SMA KANISIUS TAHUN PELAJARAN

PROFIL RESPONDEN. Undelivered Gross responden Nett responden (total-undelivered) Responden mengisi Gross Response Rate 39.

P E N G U M U M A N. 3. Petugas Komunikasi (PK) Lulusan Diploma 3 (D-3) menjadi CPNS Golongan II untuk dididik menjadi Petugas Komunikasi (PK).

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan sarana mutlak yang dipergunakan untuk

PENGUMUMAN PENERIMAAN PEGAWAI TIDAK TETAP (PTT) ANGGOTA KOMITE DAN SEKRETARIS DEWAN PENGAWAS BPJS KESEHATAN TAHUN 2016

AKHIR PERJALANAN. ( Kisah Tentang Kehidupan ) Aghana V Idents. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

English LanguageTraining Assistance (ELTA) Pertanyaan yang Sering Diajukan

Alur Pendaftaran Diklat

ZâuxÜÇâÜ cüéñ Çá WtxÜt{ ^{âáâá \uâ~éàt ]t~tüàt

- 1 - PENGUMUMAN NOMOR : 810/5571/ /2013

Kiat Sukses Menghadapi Wawancara Kerja

Cara Membangun Daftar Nama Yang Akan Memasukkan Uang Terus Menerus Ke Rekening Bank Anda, Sekali Anda Tahu Bagaimana Caranya!

FORMULIR LAMARAN PROGRAM MAGISTER

DUAL DEGREE PROGRAM NANJING XIAOZHUANG UNIVERSITY (CHINA)

2 Indonesia Tahun 1999 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3882); 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidi

PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN PERTANDINGAN AAJI SPORTAINMENT 2018

BAB I PENDAHULUAN. yang dibangun dari berbagai segmen industri, seperti: akomodasi, transportasi,

@RachmatWilly BUKAN BANCI BIASA. Penerbit GHD Publishing

Untuk membangun masa depan yang lebih baik Daftarlah Australia Awards Scholarships / 01

Untuk membangun masa depan yang lebih baik Daftarlah Australia Awards Scholarships / 01

ALUR SISTEM OPERASIONAL JASA REKRUTMEN

Telah dua kali acara pertemuan ini diadakan dan insya Allah yang ketiga segera menyusul di tanggal 14 November 2013 di Bali.

Transkripsi:

BAB I Walk-in Interview Saya tidak pernah membayangkan bila suatu saat akan menjadi seorang pelaut dan berkeliling dunia bersama kapal pesiar. Cita-cita saya sewaktu masih kecil hanyalah untuk menjadi seorang pegawai negeri. Ya, cita-cita yang umum dimiliki oleh sebagian besar anak muda di Indonesia. Tapi sayangnya, saya gagal menjadi pegawai negeri. Jalan hidup yang memaksa saya untuk memilih melanjutkan sekolah di sebuah akademi pariwisata setingkat diploma dua di sebuah kota kecil di provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemikiran saya cukup sederhana, bagaimana saya bisa mendapatkan kerja yang bisa menghidupi. Bukan berarti saya tidak mampu kuliah di suatu perguruan tinggi, tapi hanya karena semata-mata alasan untuk lebih mudah mendapat pekerjaan. Dan seiring waktu yang bergulir perlahan, sejak lulus dari akademi pariwisata tersebut, saya akhirnya bisa masuk bekerja pada sebuah hotel berbintang tiga di ibukota Jakarta. Saya mengawali karir sebagai waiter, seorang pelayan restoran di hotel tersebut. Bekerja menerapkan ilmu pariwisata yang sudah di pelajari, sambil membangun relasi dengan teman baru pada suasana baru. Dan seperti juga teman yang lain, saya berusaha untuk meningkatkan karir serta keahlian saya dengan cara mencari tempat kerja baru yang membutuhkan keahlian saya dan tentunya bisa memberi pendapatan yang lebih baik dari sebelumnya kepada saya. Hingga pada suatu hari saya mendapat saran dari teman saya untuk mengembangkan karir sembari keliling dunia. Awalnya saya tidak yakin akan adanya pekerjaan seperti itu, tetapi kemudian teman saya tersebut menjelaskan tentang pengalamannya yang telah lama bekerja pada kapal pesiar di perairan internasional. Ya, teman saya itulah yang membukakan pemikiran saya bahwa ternyata ada karir baru yang terbuka lebar untuk saya lakukan, yang tentunya sesuai dengan keahlian yang saya miliki selama ini. Tentunya bukan perkara mudah untuk dapat diterima bekerja di kapal pesiar. Untuk itu, saya pun berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa saja yang dibutuhkan untuk bisa menjadi bekerja di kapal pesiar tersebut. Pada saat itu, saya merasakan betapa susahnya untuk mencari informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan kapal pesiar. Banyak orang yang saya mintai masukannya tapi tidak semua mau bercerita tentang hal tersebut. Suatu hal yang sangat tidak menyenangkan bagi saya, yang mana sewaktu melakukan semua proses ini memerlukan pengorbanan, yaitu waktu dan juga biaya yang tidak sedikit. Namun, dari informasi yang minim itu saya akhirnya cukup mendapat banyak gambaran bagaimana cara untuk bisa di terima bekerja di kapal. Hal paling pertama yang saya siapkan adalah tabungan yang cukup untuk mendukung semua proses melamar bekerja dari awal hingga akhir nanti. Saya tidak lupa pula untuk mempersiapkan diri dengan segala hal yang terutama berkaitan dengan kemampuan skill. Hal tersebut antara lain adalah:

- kemampuan berbahasa asing. Bahasa Inggris sampai saat ini merupakan hal mutlak yang harus dikuasai, selain bahasa asing lainnya. Penguasaan bahasa Inggris tersebut tidak semata-mata hanya dengan sudah kursus dan memperoleh sertifikat kelulusan, tetapi lebih dari itu yaitu sejauh mana bisa mencintai dan menjiwai bahasa Inggris tersebut sebagai alat komunikasi. Crew kapal pesiar tidak harus memiliki kemampuan seperti sarjana sastra Inggris, tapi paling tidak bisa mengerti dan menyambung dengan lawan bicara nantinya. - keahlian untuk melakukan pekerjaan. Pada kapal pesiar dengan lingkup kerja yang luas, banyak dibutuhkan tenaga kerja yang diharapkan memiliki skill (keahlian) sesuai standar kapal pesiar. Agar bisa mencapai standar tersebut, tentu wajib adanya bagi calon crew sejak awal untuk memiliki bekal keahlian. Keahlian tersebut bisa di dapat melalui pengalaman bekerja pada tempat kerja yang lingkungan kerjanya minimal memiliki kualitas standar seperti yang diharapkan oleh perusahaan kapal pesiar. Atau keahlian juga bisa diperoleh dengan cara mengikuti kursus-kursus keahlian bidang food and beverage. - kemampuan berenang. Hal ini erat kaitannya dengan keamanan diri sendiri. Baiknya tentu lebih mahir berenang hingga bisa dipergunakan bila terjadi situasi darurat. Tibalah hari di mana semua yang telah saya persiapkan itu akan menghadapi ujian yang sebenarnya. Kebetulan sekali di sebuah harian umum nasional, ada iklan lowongan pekerjaan dari suatu agen kapal pesiar di Jakarta yang merupakan perwakilan resmi dari perusahaan kapal pesiar bernama Holland America Line. Kapal pesiar tersebut sedang membuka lowongan baru kepada masyarakat umum untuk mengisi beragam posisi kerja, melalui proses walk-in interview. Posisi yang sesuai dengan keahlian saya sebagai waiter pun terdapat di dalam lowongan pekerjaan tersebut, yaitu lowongan untuk mengisi posisi assistant steward lido. Adapun persyaratan dasar untuk posisi tersebut adalah : - Membuat surat lamaran (dalam bahasa Inggris) - Curiculum vitae (dalam bahasa Inggris) - Copy ijasah / transkrip ijasah terakhir - Sertifikat pengalaman kerja/on the job training - Sertifikat Bahasa Inggris - SKCK dari kepolisian - dan dokumen pendukung lainnya. Setelah saya melengkapi semua persyaratan walk-in interview yang diminta tersebut, pada akhir maret tahun 2009 saya sudah berada di kantor agen kapal pesiar tersebut untuk mendaftar mengikuti walk-in interview tersebut. Setelah melakukan pendaftaran, menyerahkan dokumen pendaftaran, dan membayar biaya walk-in interview pada waktu itu sebesar dua ratus ribu rupiah (non refundable). Setelah terdaftar, saya mendapat nomor urut walk-in interview tersebut.

Saya dipersilahkan menunggu giliran dalam ruang tunggu di kantor agen kapal pesiar tersebut. Saat itu, keadaan kantor agen kapal pesiar tersebut sudah samgat ramai dihadiri oleh ratusan pelamar yang juga akan mengikuti Walk-in interview tersebut. Saking banyaknya calon pelamar, pihak petugas keamanan baik dari management building maupun dari perusahaan agen kapal pesiar tersebut harus melarang para pelamar yang datang terlambat untuk masuk ke dalam ruang tunggu kantor tersebut, berhubung sudah penuh sesak. Cukup lama juga saya harus menunggu nama saya dipanggil untuk di interview tersebut. Udara pengap, keringat terus membasahi seluruh tubuh ini sejak awal kedatangan saya tadi. Suasana di ruang tunggu makin panas udaranya, walau ber-ac tapi karena sudah penuh orang akhirnya terasa pengap udaranya. Tiga jam lebih saya harus menunggu, hingga akhirnya saya pun mendengar nomor antrian saya sudah dipanggil untuk memulai interview. Dengan sedikit bersusah payah, akhirnya saya bisa masuk dan bertemu dengan pegawai yang akan melakukan wawancara dengan saya, seorang wanita. Saya di arahkan menuju suatu ruang interview yang berukuran 4 x 4m untuk memulai interview tersebut. Tentunya, sejak awal hingga akhir proses walk-in interview, bahasa Inggris adalah hal yang wajib untuk digunakan. Materi soal pada sesi interview ini adalah pengujian speaking dan pengujian basic English for special purposes. Setelah diminta untuk memperkenalkan diri saya, sesi interview pun dimulai. Pertama-tama saya diminta untuk menceritakan latar belakang keluarga saya, lalu latar belakang pekerjaan saya sebelumnya. Setelah itu, interviewer memberi saya selembar kertas soal yang berisi gambar. Saya di minta untuk memberikan penjelasan tentang gambar yang ada di dalam kertas itu, tentunya sesuai dengan kalimat saya sendiri. Di akhir sesi interview, langsung diberikan hasil penilaian dari sesi pengujian yang telah saya jalani tersebut. Syukurlah, saya bisa lolos dalam tes yang pertama tersebut. Saya perhatikan sepertinya lumayan banyak peserta interview yang lolos di fase awal ini, hanya sedikit yang gagal. Lolos dari fase interview tadi, proses walk-in interview tersebut lalu berlanjut pada interview yang kedua. Materi untuk sesi interview yang kedua adalah skill test. Artinya, para pesera akan diberi sejumlah gambar yang berhubungan dengan dunia food and beverage. Gambar tersebut kemudian harus dijelaskan oleh peserta tersebut. Contoh soalnya adalah, gambar yang diperlihatkan adalah gambar sebotol red wine. Peserta interview lalu diminta untuk menjelaskan macam-macam red wine. Pada skill test tersebut, saya mampu menjawab semua pertanyaan yang diberikan pewawancara. Ada sekitar lima puluh gambar yang diperlihatkan dan tentunya perlu jawaban yang tidak mudah. Walaupun kelihatannya mudah, tapi sempat juga saya mengalami kesalahan di dalam menerangkan arti sebuah gambar tersebut. Tapi saya beruntung bisa menjawab semua pertanyaan tersebut. Dan seperti sesi interview sebelumnya, di sesi kedua ini hasil nilai pengujian pun

langsung diberitahukan oleh pihak interviewer tersebut. Dan disinilah, banyak peserta yang gagal untuk bisa maju ke sesi terakhir. Tampak jelas raut muka kekecewaan dari peserta walk-in interview yang dinyatakan gagal. Akhirnya, saya sampai juga pada sesi interview tahap ketiga dan merupakan tahap final yang akan menentukan diterima atau tidaknya saya bekerja dikapal pesiar. Pada sesi ketiga ini, setiap peserta akan mengikuti pengujian bahasa Inggris khusus pelaut, yaitu Marlins test. Pada dasarnya, Marlins test sama seperti ujian TOEFL untuk bahasa Inggris umum. Bedanya adalah semua materi yang diujikan untuk Marlins test tersebut adalah segala materi yang berkaitan dengan dunia kapal pesiar. Di dalam ruang khusus untuk pengujian Marlins test, peserta akan dibagi per kelompok, masing-masing sepuluh peserta tiap kelompoknya. Tiap peserta mendapat meja ujian yang telah terdapat komputer beserta headset. Guna dari headset tersebut adalah untuk mendengarkan soal-soal yang nantinya diujikan dalam Marlins test tersebut. Total ada lima puluh soal yang harus dikerjakan oleh setiap peserta dengan batas waktu yang diberikan adalah hanya tiga puluh menit saja. Selesai tidak selesai, maka tiap peserta wajib untuk menekan tombol submit guna mengetahui total nilai akhir dari soal-soal yang telah dikerjakan. Tentu nilai hasil akhir tersebut sangat menentukan, karena ada nilai minimal yang dipersyaratkan dalam pengujian tersebut. Nilai minimal tersebut adalah skor 75 untuk posisi assistant lido steward, skor 72 untuk posisi housekeeping, dan skor 65 untuk posisi deck dan engine (sailor). Syukur alhamdullilah, sekali lagi saya berhasil melewati Marlins test tersebut. Hasil nilai akhir saya adalah 90. Termasuk tinggi? Rasanya tidak, karena masih ada dua orang yang nilainya lebih sedikit dari saya. Tapi hal itu tidaklah penting, yang terpenting adalah saya 'resmi' dinyatakan diterima dan layak untuk bergabung menjadi calon crew kapal pesiar perusahaan Holland America Line. Setelah dinyatakan diterima, saya dan beberapa peserta yang lain diberi dua lembar formulir yang harus diisi saat itu juga. Kedua formulir tersebut wajib diisikan dengan datadata pribadi tiap calon peserta yang telah lulus tersebut. Setelah diisi, formulir tersebut wajib untuk diserahkan kembali ke bagian administrasi pada kantor agen kapal pesiar tersebut. Di bagian administrasi tersebut, saya sudah diberi nomor ID crew, yang statusnya telah online dengan kantor pusat kapal pesiar tersebut di Seattle, Amerika Serikat. Selanjutnya adalah melakukan foto wajah, yang satu bagian dari materi pendataan tiap crew yang di miliki oleh agen kapal tersebut. Apakah telah selesai semua prosesnya? Masih ada lagi. Yaitu saya diharuskan untuk membayar sejumlah uang ke bagian keuangan. Uang tersebut akan digunakan untuk apa saja? Uang tersebut akan digunakan untuk membiayai pembuatan dokumen-dokumen yang dibutuhkan menjadi seorang pelaut. Dokumen yang diperlukan tersebut antara lain, dokumen buku paspor, buku pelaut, visa dari Kedutaan Amerika Serikat, sertifikat Basic Safety Training, serta biaya untuk general medical chek-up (kesehatan). Semua dokumen resmi yang diperlukan tersebut akan dibantu pembuatannya oleh

pihak agen kapal pesiar. Tapi bila ingin membuat sendiri, tidak dipermasalahkan selama bisa diselesaikan sendiri sebelum jadwal keberangkatan. Total biaya yang dibutuhkan (kondisi adalah pada tahun 2009) untuk pembuatan semua dokumen resmi tersebut adalah sekitar enam juta rupiah. Dengan perincian sebagai berikut: - pembuatan buku paspor : Rp. 270.000.- - pembuatan buku pelaut : Rp. 250.000.- - pembuatan sertifikat BST : Rp. 1.500.000.- - biaya pengajuan visa USA : Rp. 1.400.000.- - biaya medical : Rp. 1.900.000.- - biaya SID Card : Rp. 400.000.- Cukup banyak biaya yang harus dikeluarkan bukan? Itu masih diluar untuk biaya training keahlian di Cikarang yang memerlukan biaya US$ 250, belum termasuk biaya hidup dan biaya transportasi selama semua proses training tersebut. Untuk saya pribadi, mungkin itulah namanya pengorbanan. Tidak ada yang gratis untuk didapat begitu saja di dalam hidup ini. Untuk mendapatkan hasil yang besar, tentu memerlukan umpan yang bagus pula. Tapi saya masih bisa bersyukur, biaya di atas masih jauh lebih kecil daripada mempercayakan masuk kerja kapal pesiar melalui pihak ketiga yang mengaku bisa memasukkan seorang individu bekerja di kapal pesiar, yang mana mematok tarif berkisar puluhan juta rupiah. Padahal belum tentu 'pihak ketiga' tersebut bisa membantu. Setelah selesai semua urusan administrasi tersebut, maka selesai pula segala proses walk-in interview pada hari itu. Selanjutnya kegiatan saya sehari-hari adalah mempersiapkan diri saya lebih baik sambil menunggu jadwal pembuatan dokumen serta training kelas cikarang. Salah satu persiapan yang terpenting untuk saya siapkan sebelum bekerja di kapal pesiar adalah mental dan fisik saya. Persiapan mental merupakan faktor penting. Orang sering hanya memandang bekerja di kapal pesiar hanya dari sisi nikmatnya saja, misalnya banyak uang, liburan, dan bisa berkeliling dunia secara gratis. Padahal berangkat bekerja di kapal pesiar berstatus sebagai seorang crew. Bekerja sebagai kuli yang harus bekerja keras, tidak seperti para tamu yang memang berniat berlibut. Saya tidak mau mengalami kegagalan (mental) yang diakibatkan tidak bisa beradaptasi dengan kerasnya kehidupan di kapal pesiar. Persiapan mental ala saya adalah sebagai berikut: - Berusaha mengendalikan marah / emosi. Karena jika termasuk orang yang susah dalam mengendalikan emosi, maka pasti akan menghadapi kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan. Lingkungan kerja di kapal pesiar sering menimbulkan gesekan antara sesama pekerja. Padahal gesekan bisa berujung pada perkelahian, yang merupakan suatu tindakan yang tidak akan ditoleransi di kapal pesiar, yang mempunyai konsekuensi dipulangkan / dipecat. - Berusaha untuk tidak manja dalam bekerja

Bekerja di kapal pesiar dengan jam kerja yang panjang tidak memberi kesempatan pada saya nantinya untuk cukup beristirahat. Tapi karena saya sendiri yang dari awal memilih bekerja di kapal pesiar, maka saya wajib tidak berkeluh kesah atas apapun yang kelak akan saya hadapi selama bekerja. - Berusaha agar bisa menahan rasa rindu pada keluarga / homesick Faktor ini kelihatannya biasa, tetapi ketika sudah berada di kapal, saya rasa ini dapat mempengaruhi mental saya sehingga bisa menurunkan performance. Padahal bekerja di kapal pesiar memerlukan konsentrasi tinggi, apalagi setiap kontrak kerja di kapal berkisar antara enam hingga sepuluh bulan. Untuk itu, diperlukan sikap optimis selama bekerja di kapal. - Mempersiapkan kesehatan fisik. Dengan jam kerja yang panjang, diperlukan fisik yang selalu sehat dan bugar dalam melakukan segala pekerjaan. Untuk itu, perlu dilakukan olahraga yang cukup, selain pintar-pintar dalam mengambil waktu istirahat yang pendek. - Berusaha untuk lebih dekat kepada Nya Ya, semua yang telah diusahakan adalah usaha yang dilakukan untuk mencari penghidupan. Tentunya, yang menentukan segalanya tetap berpulang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya, harus ada balance, keseimbangan di dalam menata masa depan. Terutama sebagai bekal dalam menjalani kerasnya kehidupan di kapal pesiar. Berusaha untuk meraih cita-cita dalam menjadi seorang pelaut adalah suatu keinginan mulia yang telah saya rintis sejak beberapa waktu lamanya. Oleh karena itu, saya berharap bisa melalui segala rintangan yang telah dan akan saya temui di masa depan. Demi masa depan yang lebih baik.