BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 PERALATAN DAN PROSEDUR PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGARUH MATERIAL RING PADA FENOMENA NYALA API LIFT-UP

BAB 3 METODOLOGI PENGUJIAN

ANALISIS TEMPERATUR FLAME SEAT RING PADA FENOMENA LIFT-UP PEMBAKARAN NON- DIFUSI

MENGGUNAKAN LPG - SECARA AMAN

Temperatur Ring pada Fenomena Flame Lift-Up

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Lampiran A : Perangkat Percobaan Kontaktor Gas Cair

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN

SPESIFIKASI TEKNIK KOMPOR GAS BAHAN BAKAR LPG SATU TUNGKU DENGAN SISTEM PEMANTIK MEKANIK KHUSUS UNTUK USAHA MIKRO

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISIS. Pada bab ini dibahas mengenai pengujian alat. Pengujian dilakukan untuk

PETUNJUK PENGGUNAAN KOMPOR GAS (FREESTANDING COOKER) DAN KARTU GARANSI

III. METODOLOGI PENELITIAN. terbuka, dengan penjelasannya sebagai berikut: Test section dirancang dengan ukuran penampang 400 mm x 400 mm, dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH PERUBAHAN SAAT PENYALAAN (IGNITION TIMING) TERHADAP PRESTASI MESIN PADA SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH DENGAN BAHAN BAKAR LPG

BAB III METODE PENELITIAN

PEMANAS AIR GAS INSTAN

BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Refrigerant Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara

BAB III PROSES PERPINDAHAN KALOR DESTILASI DAN ANALISA

TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA

BAB V Pengujian dan Analisis Mesin Turbojet Olympus

PEMASANGAN. 1 Sambungan gas A B C. PERINGATAN! Silakan baca bab Keselamatan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bahan Penelitian Pada penelitian ini refrigeran yang digunakan adalah Yescool TM R-134a.

BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI Diagram Alir Tugas Akhir. Diagram alir Tugas Akhir Rancang Bangun Tungku Pengecoran Alumunium. Skala Laboratorium.

yang digunakan adalah sebagai berikut. Perbandingan kompresi : 9,5 : 1 : 12 V / 5 Ah Kapasitas tangki bahan bakar : 4,3 liter Tahun Pembuatan : 2004

2012, No.661.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Perbaikan Dan Uji Kebocoran Mesin Pendingin Absorpsi

INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN ENCAPSULATOR B LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

PERAWATAN DAN PERBAIKAN AC MOBIL

PERALATAN KERJA PEMIPAAN

MODUL 1.04 FILTRASI LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON BANTEN

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc. mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut. : 4 langkah, SOHC, 4 klep

BAB III PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN PADA MESIN KOMPRESOR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. bahan dan alat uji yang digunakan untuk pengumpulan data, pengujian, diagram

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

III. METODOLOGI PENELITIAN. : Motor Diesel, 1 silinder

3.2 Pembuatan Pipa Pipa aliran air dan coolant dari heater menuju pipa yang sebelumnya menggunakan pipa bahan polimer akan digantikan dengan menggunak

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Gambar 4.21 Grafik nomor pengujian vs volume penguapan prototipe alternatif rancangan 1

III. METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor diesel empat

MODIFIKASI MESIN MOTOR BENSIN 4 TAK TIPE 5K 1486 cc MENJADI BAHAN BAKAR LPG. Oleh : Hari Budianto

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 12: Penentuan total partikel secara isokinetik

BUKU PANDUAN Gasoline Generator SG 3000 & SG 7500

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pirolisator merupakan sarana pengolah limbah plastik menjadi

III. METODOLOGI PENELITIAN. Adapun alat dan bahan yang digunakan didalam penelitian ini adalah sebagai

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 HASIL & ANALISIS

Modifikasi Ruang Panggang Oven

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gambar 3.1. Plastik LDPE ukuran 5x5 cm

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN STUDI PUSTAKA KONDISI MESIN DALAM KEADAAN BAIK KESIMPULAN. Gambar 3.1. Diagram alir metodologi pengujian

Percobaan 1 PENGGUNAAN ALAT DASAR LABORATORIUM

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

1. Bagian Utama Boiler

III. METODOLOGI. Penelitian dan pengambilan data dilakukan di Desa Bumi Jaya Kec, Anak

No. Karakteristik Nilai 1 Massa jenis (kg/l) 0, NKA (kj/kg) 42085,263

Teknologi Dan Rekayasa TUNGSTEN INERT GAS WELDING (TIG / GTAW)

LAPORAN PRAKTIK SISTEM AC PENGOSONGAN DAN PENGISIAN REFRIGERANT

BAB III SISTEM PENGUJIAN

BAB III PROSES PEMBAKARAN

Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:

ANALISA KEBOCORAN PIPA PADA HYDRAULIC GATE BEAM SHEARING MACHINE di PT. INKA

BAB III METODE PENGUJIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. berdasarkan prosedur yang telah di rencanakan sebelumnya. Dalam pengambilan data

BAB III METODE PENELITIAN. Peralatan uji yang digunakan antara lain : volume akhir setelah terkompresi ( t = 0,173 m 0,170 m

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

LATAR BELAKANG. Alternatif pengganti bahan bakar minyak. Nilai Emisi LPG. Converter Kit Manual yg Brebet. Converter Kit

Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic

PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK

PEDOMAN TEKNIS PENYIMPANAN TABUNG LPG DI PENYALUR DAN PENGGUNAAN LPG UNTUK PENGGUNA

BAB III EKSPERIMENTAL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI MOTOR DIESEL PERAWATAN MESIN DIESEL 1 SILINDER

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN. Spesifikasi. Secara Wajib. Kompor Gas. Usaha Mikro. Pemberlakuan.

BAB IV LANGKAH PENGERJAAN

SOAL TES. Pilihlah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf a, b, c atau d.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan diagram alir dibawah ini;

A. Kompetensi. Hal 1. Diperiksa Oleh: Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi dokumen tanpa ijin tertulis Fakultas Teknik UNY.

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA MEMBUAT KUDA-KUDA DENGAN SAMBUNGAN BAUT NO REVISI TANGGAL HALAMAN JST/TSP/ dari 7

9. Pengetahuan Pompa Pemadam Kebakaran SUBSTANSI MATERI 9.1. Fungsi utama pada unit PKP-PK

BAB III DESKRIPSI ALAT UJI DAN PROSEDUR PENGUJIAN

BAB III METODOLOGI. Genset 1100 watt berbahan bakar gas antara lain. 2 perangkat berbeda yaitu engine dan generator atau altenator.

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 PERALATAN PENELITIAN 3.1.1 Bunsen Burner Alat utama yang digunakan pada penelitian ini yaitu Bunsen burner Flame Propagation and Stability Unit P.A. Hilton Ltd C551, yang dilengkapi dengan flowmeter penunjuk aliran udara dan gas dalam satuan cm (centimeter) dan dapat dibaca langsung untuk pengambilan data. Alat ini dilengkapi dengan fan motor AC, sekering pengaman 2 A, 220 V, serta flowmeter udara dan gas yang berkapasitas 0-30 cm. Gambar 3.1 Skema Pengambilan Data

3.1.2 Ruang Pencampur (Mixer) Ruang pencampur (mixer) pada alat Bunsen burner Flame Propagation and Stability Unit P.A. Hilton Ltd C551 ada tiga jenis yaitu: 1. Mixer Standar 2. Mixer Tangensial dengan dimensi: i. sisi-sisinya 90 mm dan tinggi 110 mm 3. Rotating Fan Mixer (RFM) dengan dimensi: ii. sisi-sisinya 92 mm dan tinggi 86 mm Adapun yang dipakai pada penelitian ini yaitu mixer jenis RFM (Rotating Fan Mixer) yang menggunakan fan untuk memperoleh pencampuran udara dan bahan bakar lebih baik. 3.1.3 Tabung Pembakar (Barrel) Tabung pembakar yang digunakan pada penelitian ini memiliki diameter 14 mm dan panjang 385 mm serta dilengkapi dengan tabung saluran nitrogen. 3.1.4 Fuel Gas Alat Bunsen burner Flame Propagation and Stability Unit P.A. Hilton Ltd C551 didesain untuk pemakaian gas sebagai berikut: 1. Gas Propana 2. LPG (Liquidified Petroleum Gas) 3. Gas Metana (Gas Alam) 4. Gas Industri (Gas Kota) Gas yang digunakan pada penelitian ini yaitu gas propana Hycool HCR-22 3.1.5 Ring Stabilizer Ring Stabilizer yang digunakan terdapat tiga jenis dengan material stainless steel AISI 304 dengan dimensi sebagai berikut : 1. Ring pertama (Rasio Dir / Db = 0,5): o Diameter luar (Dor) = 30 mm o Diameter dalam (Dir) = 7 mm o Tebal (t) = 5 mm Gambar 3.2 Dimensi ring 1

2. Ring kedua (Rasio Dir / Db = 0,72): o Diameter luar (Dor) = 30 mm o Diameter dalam (Dir) = 10 mm o Tebal (t) = 5 mm Gambar 3.3 Dimensi ring 2 3. Ring ketiga (Rasio Dir / Db = 1): o Diameter luar (Dor) = 30 mm o Diameter dalam (Dir) = 14 mm o Tebal (t) = 5 mm Gambar 3.4 Dimensi ring 3 3.1.6 Peralatan Pendukung 1. Pressure Regulator, alat pengatur tekanan gas yang masuk ke dalam rotameter dan dibatasi sebesar 2 bar. 2. Pematik api gas sistem magnet. 3. Ring Adjuster untuk mengatur ketinggian ring yang dilengkapi dengan mistar. 4. Mistar baja untuk pengukuran tinggi nyala api premix. 5. Kamera digital untuk pengambilan gambar fenomena nyala api. 6. Hygrometer untuk mengukur temperatur dan juga RH ruangan saat pengambilan data. 3.2 PENYESUAIAN SKALA ROTAMETER Rotameter yang terdapat pada unit P.A. Hilton memiliki skala baca dalam cm yang dapat dibaca langsung dalam percobaan, tetapi dalam pengolahan data, ukuran dalam cm tersebut harus dikonversikan terlebih dahulu menjadi satuan kapasitas aliran dalam m 3. s Alat yang digunakan untuk penyesuaian skala rotameter ini yaitu Type- WE-25A Wet Gas Meter. Alat ini memiliki temperatur maksimum 60 0 C dan tekanan maksimum 1000 mmh 2 O. Wet Gas Meter ini memiliki volume 5 L, jadi jika jarum besar melakukan satu putaran maka telah mengalirkan 5 L cairan pengisi. Laju aliran gas yang diukur dapat diketahui dengan mencatat waktu tempuh aliran gas tersebut dalam melakukan satu putaran atau sebesar 5 L.

3.2.1 Langkah-langkah persiapan alat Pemasangan Letakkan Wet Gas Meter pada tempat yang rata dan bebas dari getaran. Kemudian putar baut pengatur level sampai tabung level menunjukkan bahwa Wet Gas Meter terletak pada bidang horizontal. Pengaturan liquid level 1. Pengisian cairan Lepaskan tutup liquid inlet di kanan atas kalibrator (bagian depan). Masukkan cairan sampai liquid level mencapai sekitar 2 mm di atas garis penunjuk level gauge atau setting needle point. 2. Pengeringan Blower Pipe Lepaskan tutup blower pipe drain, dan periksa jika ada cairan yang tersisa. Cairan yang tersisa akan menyebabkan kalibrator tidak bisa bekerja. Jika cairan tersisa di dalam blower pipe, maka keringkan blower pipe dan kencangkan tutupnya. 3. Idling Kencangkan tutup liquid inlet. Atur inlet rubber tube, dan diamkan kalibrator sehingga jarum besar membuat 20-30 putaran. Setelah idlng selesai, biarkan bagian dalam kalibrator berada di bawah tekanan atmosfer dengan mencopot inlet dan outlet rubber tube. Keluarkan cairan dengan perlahan melalui level control knob pada sisi kanan panel kalibrator, sampai liquid level sejajar dengan garis penunjuk level gauge atau setting needle point seperti pada gambar. Pengetesan kebocoran Hubungkan dan kencangkan inlet dan outlet rubber tube ke kalibrator. Tutup kencang bagian luar. Berikan tekanan (pada batas pengukuran manometer) pada Wet Gas Meter melalui inlet. Tutup rapat bagian dalam. Periksa kebocoran dengan membaca manometer.

Pengukuran Hubungkan inlet dan outlet tube sesuai kebutuhan untuk pengukuran. Biarkan gas diukur mengalir melalui meteran sampai jarum besar membuat kirakira 20 putaran. Udara yang tertinggal dalam Wet Gas Meter dan pipa akan digantikan oleh gas tersebut. Saat gas dan cairan berbeda jauh temperaturnya, diamkan Wet Gas Meter sampai mencapai temperatur yang sama. Setelah langkah-langkah tersebut selesai, Wet Gas Meter siap untuk pengukuran. Pengoperasian tekanan dan temperatur Wet Gas Meter harus dioperasikan pada tekanan kisaran manometer, meskipun Wet Gas Meter dibuat untuk menahan tekanan sampai 0,15 kg/cm 3 (1500 mm H 2 O). Temperatur operasi sebesar 50 0 C atau di bawahnya. Ketika gas yang diukur tidak lebih dari 0 0 C atau gas yang tingkat kelarutan dengan airnya tinggi, gunakan cairan paraffin, electrospark machining oil atau trifluorine-contained polymers dibandingkan dengan air. Gas yang dapat diukur Casing Wet Gas Meter (tipe standar) terbuat dari galvanized iron sheet yang dilapisi dengan cat epoxy. Tabung dan machined parts terbuat dari kuningan (BsBM2) dan dibentuk dengan metode brazing. Packing terbuat dari karet sintetis (nitrile rubber). Dengan mempertimbangkan material-material yang disebutkan, gas-gas yang dapat mempengaruhi material tersebut tidak dapat diukur. Wet Gas Meter dapat digunakan untuk pengukuran gas kota, gas alam, gas naphtan, gas hidrokarbon jenuh, karbondioksida, gas nitrogen, gas hidrogen, udara, helium atau inert gas lainnya. Gas aktif seperti gas amonia dan gas acetylene membutuhkan meteran khusus. Pengeringan Untuk mengeringkan Wet Gas Meter, lepaskan tutup saluran pembuangan dan balikkan Wet Gas Meter sampai cairan di dalam tabung keluar. Pastikan Wet Gas Meter kering seluruhnya.

3.2.2 Langkah-langkah Penyesuaian Skala Rotameter 3.2.2.1 Penyesuaian skala untuk Gas Propana 1. Menyambungkan selang gas propana pada gas inlet pada Wet Gas Meter. 2. Mengatur laju aliran gas pada posisi rotameter 1 cm sehingga jarum Wet Gas Meter mulai berputar. 3. Menentukan satu titik acuan sebagai start pada skala Wet Gas Meter. 4. Mencatat waktu yang diperlukan jarum Wet Gas Meter dari titik tersebut sampai kembali ke titik itu lagi. 5. Mengulangi langkah 2 sampai 4 untuk laju aliran gas yang berbeda dengan increment 1 cm (1 cm, 2cm, 3cm, dst). Gambar 3.5 Prosedur Penyesuaian Skala Rotameter 3.2.2.2 Penyesuaian Skala Untuk Udara 1. Menyambungkan selang udara pada gas inlet pada Wet Gas Meter. 2. Mengatur laju aliran gas pada posisi rotameter 2 cm sehingga jarum Wet Gas Meter mulai berputar. 3. Menentukan satu titik acuan sebagai start pada skala Wet Gas Meter. 4. Mencatat waktu yang diperlukan jarum Wet Gas Meter dari titik tersebut sampai kembali ke titik itu lagi. 5. Mengulangi langkah 2 sampai 4 untuk laju aliran gas yang berbeda dengan increment 2 cm (4 cm, 6cm, 8cm, dst).

3.2.3 Grafik hasil penyesuaian skala Rotameter 3.2.3.1 Grafik Penyesuaian Skala Untuk Propana 0.16 0.14 Laju Aliran propana (dm 3 /s) 0.12 0.1 0.08 0.06 0.04 y = 0.004x + 0.017 R 2 = 1 Gas propane 0.02 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Skala di rotameter Grafik 3.1 Penyesuaian Skala Untuk Propana 3.2.3.2 Grafik Penyesuaian Skala Untuk Udara 0.65 0.6 Laju Aliran Udara (dm 3 /s) 0.55 0.5 0.45 0.4 0.35 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 0 y = 0.0338x + 0.0838 R 2 = 0.9984 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 Skala di rotameter Udara Linear (Udara) Grafik 3.2 Penyesuaian Skala Untuk Udara

3.3 METODE PENGAMBILAN DATA Penelitian ini dilakukan pada dua kondisi yaitu tanpa menggunakan ring dan dengan menggunakan ring. Dalam penelitian ini ada dua nilai yang diambil atau menjadi parameter yang dicari (variabel bebas) yaitu indikator udara dan tinggi nyala api premix dari mulut tabung pembakar (barrel tip). Sedangkan variabel yang diubah (variabel tetap) adalah indikator gas bahan bakar (propana) untuk penelitian tanpa menggunakan ring dan untuk yang menggunakan ring ditambahkan ketinggian ring serta jenis ring yang berbeda diameter dalamnya. Aliran gas dan udara langsung dicatat dalam satuan cm yang terbaca pada flowmeter, ketinggian ring dan tinggi nyala api premix diukur dalam satuan mm. Untuk penelitian tanpa menggunakan ring, aliran udara saat terjadinya blow-off dan tinggi nyala api premix dicatat pada aliran gas 0,5 cm, 1 cm, 1,5 cm, 2 cm, 2,5 cm, 3 cm, 3,5 cm, dan 4 cm. Sedangkan untuk penelitian dengan menggunakan ring, pada aliran gas yang ditetapkan sebesar 0,5 cm, 1 cm, 1,5 cm, 2 cm, 2,5 cm, 3 cm, 3,5 cm, dan 4 cm, ring ditempatkan pada ketinggian 10 mm, 20 mm, 30 mm, 40 mm. Aliran udara dicatat pada saat terjadinya fenomena lift-up flame dan blow-off, serta diukur tinggi nyala api premix dari barrel tip. Data-data hasil penelitian kemudian dimasukkan ke dalam tabel dengan format sebagai berikut: Tabel 3.1 Tabel data percobaan tanpa menggunakan ring Tabel Data Percobaan Tanpa Ring Db P T ambien RH Tanggal Bahan Bakar Propana C 3 H 8

Indikator Aliran Gas (cm) 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 Indikator Aliran Udara (cm) blow-off Panjang Total Nyala Api (H f ) (mm) blow-off Tabel 3.2 Tabel data percobaan dengan menggunakan ring Db Dor Dir x Tabel Pengamatan Dengan Ring P atm T ambien RH Tanggal Bahan Bakar Propana C 3 H 8 Ketinggian Ring (x) (mm) x i Indikator Aliran Gas (cm) 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 Indikator Aliran Udara (cm) lift-up blow-off Panjang Total Nyala Api (H f ) (mm) 3.4 PROSEDUR PERCOBAAN 3.4.1 Persiapan Awal Peralatan Uji 1. Mempersiapkan peralatan yang akan diperlukan dalam melakukan pengujian seperti Bunsen burner, tabung gas, pematik api gas, ring, ring adjuster, dan lainnya. 2. Mengaturtur posisi rotameter gas dan udara pada posisi nol. 3. Memastikan tidak ada kebocoran.

4. Memasang barrel, selang bahan bakar, selang udara pada mixer. 5. Meletakkan ring adjuster pada posisi dekat dengan Bunsen burner. 3.4.2 Pengukuran flame length, lift-up dan blow-off tanpa menggunakan ring 1. Membuka katup udara sedikit dan membuka katup gas, kemudian menyalakan dengan menggunakan pematik. 2. Mengatur laju aliran gas pada posisi rotameter 0,5 cm sehingga gas mengalir melalui tabung. 3. Menambah laju aliran udara secara perlahan-lahan sampai terbentuk nyala api biru yang sangat terang. 4. Menaikkan lagi laju aliran udara secara perlahan-lahan sampai nyala api tiba-tiba padam (blow-off), sebelum terjadi blow-off mencatat tinggi nyala api premix, menutup aliran gas, dan mencatat besar laju aliran udara yang terbaca pada rotameter. 5. Menutup aliran udara. 6. Mengulangi langkah 2 sampai 5 untuk laju aliran gas yang berbeda (0,5 cm, 1 cm, 1,5 cm, 2 cm, 2,5 cm, dan 3 cm). 3.4.3 Pengukuran flame length, lift-up dan blow-off dengan menggunakan ring 1. Memasang ring pada ring adjuster dan letakkan konsentris dengan mulut barrel pada jarak 10 mm di atas mulu barrel. 2. Membuka katup udara sedikit dan membuka katup gas, kemudian menyalakan dengan menggunakan pematik. 3. Mengatur laju aliran gas pada posisi rotameter 0,5 cm sehingga gas mengalir melalui tabung. 4. Menambah laju aliran udara secara perlahan-lahan sampai terbentuk nyala api biru yang sangat terang. 5. Menaikkan laju aliran udara lebih lanjut secara perlahan-lahan hingga sebagian nyala sedikit terangkat dari mulut barrel dan kemudian nyala api akan mulai terangkat seluruhnya ke atas ring (lift-up) dan pada kondisi ini mencatat besar laju aliran udara pada rotameter.

6. Menaikkan lagi laju aliran udara secara perlahan-lahan sampai nyala api tiba-tiba padam (blow-off), sebelum terjadi blow-off mencatat tinggi nyala api premix, menutup aliran gas, dan mencatat besar laju aliran udara yang terbaca pada rotameter. 7. Menutup aliran udara. 8. Mengulangi langkah 2 sampai 7 untuk laju aliran gas yang berbeda (0,5 cm, 1 cm, 1,5 cm, 2 cm, 2,5 cm, dan 3 cm). 9. Mengulangi langkah 1 sampai 8 untuk ketinggian ring yang berbeda (10 mm, 20 mm, 30 mm, 40 mm). 10. Mengulangi langkah 1 sampai 9 untuk ring dengan diameter dalam (Dir) 10 mm dan 14 mm.