dokumen-dokumen yang mirip

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II. Metodologi Perancangan

BAB II METODE PERANCANGAN



BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

II. METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

A. Bagan Pemecahan Masalah. Cetak Saring. Desain Motif Fauna

KATALOG AGUSTUS 2017

A. Bagan Pemecahan Masalah

BAB II METODE PERANCANGAN


BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN




BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODOLOGI. No Objek Refrensi Keterangan. /

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II PRODUK DAN JASA

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS

BAB III PROSES PERANCANGAN. A. Bagan Pemecahan Masalah. Perancangan Motif Batik Geometri

METODE PERANCANGAN. No. Judul dan Nama Penulis Ulasan Novel ini bercerita tentang hal-hal yang mungkin disembuyikan dari

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

4 PENGETAHUAN BAHAN DAN ALAT

TUGAS PRAKARYA: SABLON

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Latar Belakang

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

II. METODE PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATANAN LINGKUNGAN/KOMUNITAS

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN TEKNIK PENYEMPURNAAN KAIN

BAB II METODE PERANCANGAN

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Pemilihan Studi

BAB II METODE PERANCANGAN

MEMPELAJARI PENGENDALIAN KUALITAS PADA DIVISI PROCESSING DI PT BHINEKA KARYA MANUNGGAL I

LAPORAN TUGAS AKHIR DESAIN GRAFIS PADA KAOS TEMA CEGAH SAKIT JANTUNG

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB IV TEKNIS PRODUKSI. menggunakan aplikasi digital Photoshop CS3 dan Adobe Illustrator CS3 demi

BAB II METODE PERANCANGAN

II. METODOLOGI PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN. A. Analisis Permasalahan. harus diselesaikan dalam proyek perancangan karya tekstil dengan eksplorasi eco

BAB II METODE PERANCANGAN


Gambar 1 : Tempat Tidur Bayi Dari Kayu

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN


BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN. Gambarl 2.1 Studio Green Screen. Sumber : 1_2.

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

PENERAPAN RAGAM HIAS PADA BAHAN TEKSTIL


BAB II METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB IV. Teknik Produksi Media. yang digunakan untuk perancangan desain kemasan Bir Pletok Alifah.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Semakin berkembangnya teknologi saat ini membuat persaingan

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II A. ORISINALITAS

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN


BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB III PERANCANGAN PROSES

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan busana yang terus meningkat pesat membuat para desainer. 1 Universitas Kristen Maranatha

Lampiran 1 Daftar Wawancara

BAB II METODE PERANCANGAN

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERSEMBAHAN PERNYATAAN

BAB III PROSES PERANCANGAN

BAB III PROSES PERANCANGAN. A. Bagan Pemecahan Masalah. Batik Kreasi Baru. Permasalahan : 1. Bagaimana merancang motif batik dengan sumber ide makanan

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN. Pra produksi. Produsen : Bahan. Harga Jahitan. pemasaran Ukuran. shirt. Logogram. Produksi.

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB III METODE PENCIPTAAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Desain komunikasi visual adalah suatu bentuk komunikasi yang menggunakan visual atau

BAB III METODE PERANCANGAN. Pada kerja praktek ini penulis berusaha menemukan dan memecahkan

BAB I PENDAHULUAN TESA APRILIANI, 2015 APLIKASI TEKNIK SABLON DENGAN OBJEK SIMBOL NAVAJO SEBAGAI ELEMENT ESTETIK RUANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

Transkripsi:

II. METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Desain motif batik pada bed sheet memang sudah tersedia di pasaran, namun sangat terbatas sekali jumlahnya. Setelah diamati desain motif batik pada bed sheet yang ada dipasaran hanya menampilkan sebuah desain motif batik seperti pada umumnya, tanpa adanya modifikasi atau pengkonsepan ulang yang secara matang dan sesuai dengan trend yang terjadi. Sehingga berdasarkan riset pada masyarakat dan pasar, hal tersebut membuat peminat bed sheet dengan motif batik sangat minim serta masyarakat juga beranggapan bahwa bed sheet dengan motif batik mempunyai kesan tidak modern. Desain motif batik pada bed sheet yang ada dipasaran saat ini, sebagian besar adalah untuk pasar kalangan menengah kebawah. Gambar 1. Contoh Desain Motif Batik pada Bed Sheet Yang Ada di Pasaran (Sumber: http://www.spreibatikmurah.com 2015) Perancangan Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung untuk kalangan menengah keatas, dengan mengambil konsep dasar motif budaya lokal (batik kawung) yang dipadukan dengan geometri, masih belum ada. Saat ini desain motif batik pada bed sheet mulai tersedia dipasaran untuk kalangan bawah walaupun jumlahanya masih sangat terbatas, tapi desain motif batik pada bed sheet untuk kalangan menengah ke atas masih belum tersedia. Oleh karena itu, penulis mencoba merancang sebuah Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung untuk kalangan menengah keatas, yang 3

mana pengkonsepannya dengan mengacu pada trend yang sedang terjadi, dari mulai warna yang dipakai adalah warna-warna dari sebuah buku trend warna saat ini. Dan bentuk-bentuk geometri yang digunakan sebagai detailnya, karena bentuk geometri adalah bentuk yang sangat umum dan mudah di terima oleh masyarakat. A. Kelompok Pengguna Produk Perancangan Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat dengan target yang dibagi berdasarkan empat kategori, yakni: 1. Demografis Usia : 30 50 tahun Jenis Kelamin : laki-laki dan perempuan Pekerjaan : Minimal para pekerja kantoran 2. Geografis Warga Indonesia yang tinggal di perkotaan, khususnya di ibu kota. 3. Psikografis Masyarakat modern yang menyukai unsur motif-motif budaya lokal (batik), masyarakat yang menyukai ethnic minimalis. 4. Status Ekonomi Sosial Kalangan menengah ke atas B. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan Tujuan dari perancangan Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung ini antara lain: a. Memberikan image lebih modern pada bed sheet dengan motif batik. 4

b. Untuk memberikan gambaran bahwa desain motif batik juga dapat menjadi sebuah desain motif yang menarik pada bed sheet, bahkan bed sheet untuk kalangan menengah keatas. 2. Manfaat Adapun manfaat dari tugas akhir adalah sebagai berikut : a. Bagi Penulis Mengembangkan salah satu motif budaya lokal, yakni batik untuk mempunyai kesan modern. b. Bagi Institusi Menambah media alternatif baru dalam pembuatan produk untuk mahasiswa yang berkaitan dengan desain produk sehingga nantinya dapat menambah minat mahasiswa. c. Bagi Desainer Produk Tugas akhir ini sebagai media refrensi baru dalam pembuatan produk dengan unsur budaya lokal, sehingga para desainer produk akan tertantang dalam memperkenalkan budaya lokal melalui produk-produknya. C. Relevansi dan Konsekuensi Studi 1. Logika Dasar Perancangan Untuk merancang Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung ini, beberapa hal yang harus dilakukan, anatara lain: a. Riset Konsep Pada tahap awal, penulis melakukan beberapa kali riset serta melakukan pengumpulan data mengenai jenis motif apa saja yang telah menjadi motif pada bed sheet untuk kalangan menengah keatas. 5

b. Pra Produksi Tahapan selanjutnya yaitu melakukan persiapan pra produksi. Dimana mulai menyiapkan konsep untuk membuatan desain motif batik kontemporer. c. Produksi Gambar 2. Konsep Awal Perubahan Bentuk Desain Motif (Sumber: Dokumentasi Pribadi 2015) Setelah segala persiapan sudah lengkap, maka proses selanjutnya penulis melakukan tahap produksi dengan mulai mendesain motif batik kontemporer pada komputer, hingga proses cetak motif pada media kain. d. Paska Produksi Tahapan selanjutnya sesudah desain motif batik kontemporer selesai hingga tahap printing pada kain, maka selanjutnya melakukan proses jahit hingga menjadi bed sheet dan proses packaging. 2. Teknologi yang Dibutuhkan Dalam perancangan Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung ini menggunakan beberapa teknologi aplikasi olah grafis, software, diantaranya adalah: a. Perangkat Komputer Karena resolusi dan ukuran gambar yang cukup besar, maka perangkat komputer yang digunakanpun harus perangkat komputer dengan kapasitas bagus, agar pada saat pengerjaan desain tidak mengalami banyak kendala. 6

b. Mouse pen Dalam mendesain Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung maka harus menggunakan mouse pen, karena agar lebih mempermudah dalam mendesain dan tracing (pemisahan warna) serta agar motifnya lebih halus dan lebih rapi. c. Adobe photoshop Digunakan untuk membuat desain motif batik kontemporer pada bed sheet. d. Software Anseries Software anseries digunakan untuk proses tracing (pemisahaan warna). e. Printer Printer digunakan untuk cetak desain motif pada kertas, karena sebelum dicetak pada media kain, desain motif di riview terlebih dahulu dengan di cetak pada kertas agar bisa melihat actual size nya. f. Mesin Engraving Rotary Mesin engraving rotary digunakan untuk pembuatan screen mentah menjadi screen-screen yang berbentuk cetakan sablon dari gambar hasil tracing. g. Mesin Singeing Mesin singeing digunakan untuk proses pembakaran bulu pada kain sebelum kain memasuki proses printing, agar kain menjadi lebih halus. h. Mesin Desizing Mesin desizing digunakan untuk menghilangkan kanji yang terdapat pada kain. Agar proses pewarnaan tidak terhambat. 7

i. Mesin Benninger Mesin benninger digunakan untuk proses scouring dan bleaching. Proses ini dilakukan agar kain lebih bersih dan menjadi putih. j. Mesin Mercerized Mesin mercerized digunakan untuk meningkatkan kualitas kain, agar mempunyai daya serap yang baik terhadap zat warna. k. Mesin Printing Rotary Mesin printing rotary adalah jenis mesin produksi untuk printing desain motif pada media kain. 3. Material yang akan Dipergunakan Karena desain motif batik kontemporer ini akan diaplikasikan pada bed sheet maka material yang diperlukan diantaranya yaitu: a. Kain Tencel Karena desain motif batik kontemporer ini untuk bed sheet kalangan menengah ke atas, maka jenis kain yang di pilih adalah kain tencel. Alasan memakai kain tencel karena kualitasnya. Bahan tencel adalah yang sebagus linen, sehangat wol, kain tencel juga mudah kering, menyerap dan menguapkan keringat lebih cepat, serta tidak lengket di kulit. Kain tencel juga memiliki kemampuan dalam mengatur suhu. Kain tencel tidak akan terasa panas pada cuaca yang panas, dan akan menjadi terasa hangat dalam cuaca yang dingin. Kain tencel juga tahan terhadap sinar UV, tahan dari serangan jamur (fungi). Tencel terbuat dari rumput bambu organik. Tidak seperti kapas, tencel dipintal dari serat bambu malang-melintang yang membentuk pori-pori mikro yang unik, sehingga membuat kain dapat 8

menyerap 4x lebih kuat dari bahan katun penuh. Jadi sangat cepat menyerap keringat. b. Zat Warna Reaktif Zat warna yang digunakan adalah jenis zat warna reaktif, karena zat warna reaktif memiliki kualitas bagus dibanding dengan zat warna pigment. Zat warna reaktif mempunyai ketahana gosok, ketahanan sobek, ketahan kusut, ketahan luntur warna terhadap pencucian dan kekuatan tarik. Karena jenis kain yang digunakan juga adalah jenis kain tencel dan jenis kain ini sangat cocok dengan jenis zat warna reaktif karena hasil cetaknya akan maksimal. 4. Biaya Perancangan dan Produksi Biaya perancangan pada hasil karya tugas akhir ini terdapat pada bentuk fisik dan aksesoris pendukung pameran, serta biaya perancangan produksi masal produk. Berikut rincian biaya fisik Desain Motif batik Kontemporer Pada Bed Sheet. a. Biaya Perancangan dan Produksi Pameran No KETERANGN BIAYA 1. Cetak Kain Rp. 1.604.000 2. Jahit Kain Rp. 120.000 3. Cetak Desain Dikertas Rp. 200.000 4. Cetak Poster Rp. 5.000 5. Aksesoris Rp. 350.000 TOTAL Rp. 2.279.000 Tabel 1. Biaya Perancangan dan Produksi Pameran b. Biaya Perancangan dan Produksi Masal Desain Motif Batik Kontemporer Berikut adalah data biaya mengenai produksi masal Desain Motif Batik Kontemporer. 9

1) Harga Bahan Baku No KETERANGN BIAYA 1. Kain Tencel (Per Meter) Rp. 40.000 2. Pewarna Reaktif (Per Kilo) Rp. 15.000 3. Printing Kain (Per Meter) Rp. 25.000 4. Jahit (per 1 Paket Bed Sheet) Rp. 62.000 5. Packaging Rp. 20.000 Tabel 2. Harga Bahan Baku Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung Catatan: a) Minimal order cetak kain pada umumnya adalah 500 meter b) Untuk 500 meter kain membutuhkan 130 kg zat warna reaktif c) Untuk kain 500 meter akan mendapat 192 pcs bed sheet king size (200x200 cm), dengan lipatan kain 60 cm jadi 260x260 cm. d) Untuk 192 pcs bed sheet membutuhkan 500 meter kain untuk sprei, 500 meter kain untuk selimut bagian depan, 500 meter untuk kain selimut bagian belakang, serta 500 meter kain untuk sarung bantal dan sarung guling. e) Desain Motif Batik Kontemporer ini mempunyai 2 motif namun tetap satu konsep, yaitu motif A dan motif B. Motif A digunakan untuk sprei dan selimut bagian depan, sedangkan motif B digunakan untuk selimut bagian belakang, sarung bantal, dan sarung guling. 10

2) Kain untuk Sprei (A1) No KETERANGAN BIAYA 1. Kain Tencel A1 500 m x Rp. 40.000 = Rp. 20.000.000 2. Pewarna Reaktif A1 : - Warna 1 - Warna 2 - Warna 3 3. Printing Kain 500 m x Rp. 25.000 = Rp. 12.500.000 TOTAL Rp. 38.350.000 Tabel 3. Biaya Produksi untuk Sprei (A1) 3) Kain untuk Selimut Bagian Depan (A2) No KETERANGAN BIAYA 1. Kain Tencel A2 500 m x Rp. 40.000 = Rp. 20.000.000 2. Pewarna Reaktif A2 : - Warna 1 - Warna 2 - Warna 3 3. Printing Kain 500 m x Rp. 25.000 = Rp. 12.500.000 TOTAL Rp. 38.350.000 Tabel 4. Biaya Produksi untuk Selimut Bagian Depan (A2) 11

4) Kain untuk Selimut Bagian Belakang (B1) No KETERANGAN BIAYA 1. Kain Tencel B1 500 m x Rp. 40.000 = Rp. 20.000.000 2. Pewarna Reaktif B1 : - Warna 1 - Warna 2 3. Printing Kain 500 m x Rp. 25.000 = Rp. 12.500.000 TOTAL Rp. 36.400.000 Tabel 5. Biaya Produksi untuk Selimut Bagian Belakang (B1) 5) Kain untuk Sarung Bantal dan Sarung Guling (B2) No KETERANGAN BIAYA 1. Kain Tencel B1 500 m x Rp. 40.000 = Rp. 20.000.000 2. Pewarna Reaktif B1 : - Warna 1 - Warna 2 3. Printing Kain 500 m x Rp. 25.000 = Rp. 12.500.000 TOTAL Rp. 36.400.000 Tabel 6. Biaya Produksi untuk Sarung Bantal dan Sarung Guling (B2) 12

6) Data Total Biaya Produksi Cetak Kain N0 KETERANGN BIAYA 1. Bed Sheet A1 Rp. 38.350.000 2. Bed Sheet A2 Rp. 38.350.000 3. Bed Sheet B1 Rp. 36.400.000 4. Bed Sheet B2 Rp. 36.400.000 TOTAL Rp. 149.500.000 Tabel 7. Total Biaya Produksi Cetak Kain Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung 7) Data Biaya Jahit dan Packaging (500 m/192 pcs Bed Sheet) No KETERANGAN BIAYA 1. Jahit Bed 192 pcs x Rp. 62.000 = Rp. 11.904.000 Sheet 2. Packaging 192 pcs x Rp. 20. 000 = Rp. 3.840.000 TOTAL Rp. 15.744.000 Tabel 8. Biaya Jahit dan Packaging 8) Data Total Biaya Produksi Keseluruhan (500 m/192 pcs Bed Sheet) NO KETERANGAN BIAYA 1. Total cetak kain Rp. 149.500.000 2. Jahit Bed Sheet Rp. 11.904.000 3. Packaging Rp. 3.840.000 TOTAL Rp. 165.244.000 Tabel 9. Total Biaya Produksi Desain Motif Batik Kontemporer pada Bed Sheet Kesimpulan: Jadi untuk biaya satu paket bed sheet (motif batik kontemporer) kurang lebih adalah: Rp. 165.244.000 : 192 pcs = Rp. 860.500 13

c. Harga Bed Sheet Kompetitor No NAMA BRAND HARGA 1. Good Night Rp. 1.820.500 2. Home Designs Rp. 1.670.261 3. Akemi Rp. 2.125.705 4. Sheridan Rp. 2.435.582 5. Linen House Rp. 2.232.902 Tabel 10. Harga Bed Sheet Kompetitor D. Skema Proses Kerja Proses perancangan Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung mempunyai beberapa tahapan dan prosedur, yaitu : Pra Produksi Idea Concept Brainstorming Moodboard Produksi Pembuatan Desain Motif Proses Trace Motif Proses Enggraving Proses Coloris Cetak Hasil Desain Motif Pada Media Kain Pasca Produksi Proses Garment Proses Packing Gambar 3. Workflow Desain Bed Sheet dengan Batik Kontemporer Motif Kawung 1. Pra Produksi Pra Produksi merupakan tahapan perencanaan. Secara umum merupakan tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi. Hal ini mencakup menentukan ide sebuah produk, melakukan 14

eksplorasi pada bentuk motif, dan menentukan motif dasar yang aka dijadikan motif utama. Tujuan pra produksi adalah mempersiapkan segala sesuatunya agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu desain motif batik kontemporer yang sesuai dengan harapan. Tahapan dari proses pra produksi berikut ini, yaitu: a. Idea Concept b. Brainstorming c. Moodboard 2. Produksi Produksi merupakan tahapan produksi. Secara umum merupakan tahapan, melakukan eksekusi, setelah melakukan tahapan-tahapan pra produksi. Adapun tahapan dari proses produksi ini, yaitu: a. Pembuatan Desain Motif b. Proses Trace Motif c. Proses Enggraving d. Proses Coloris e. Cetak Hasil Desain Motif Pada Media Kain 3. Pasca Produksi Pasca Produksi merupakan tahapan perencanaan. Secara umum merupakan tahapan finishing setelah melakukan proses produksi. Hal ini mencakup proses garmen, dan proses packing. Tahapan dari proses pasca produksi ini, yaitu: a. Proses Garmen b. Proses Packing 15