TI-3222: Otomasi Sistem Produksi

dokumen-dokumen yang mirip
Berita Teknologi Bahan & Barang Teknik ISSN : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Departemen Perindustrian RI No. 22/2008 Hal.

Dasar Pemrograman Mesin Bubut CNC Type GSK 928 TE

Bab 1. Pendahuluan. menggunakan bantuan aplikasi CAD (Computer-Aided Design) untuk. menggunakan komputer ini disebut sebagai mesin Computer based

Materi 1. Mengenal Bagian-bagian Utama Mesin Bubut CNC, Panel Kontrol Sinumerik 802 S/C base line, dan tata nama sumbu koordinat

LEMBAR PENGESAHAN. Disetujui Dan Diterima Oleh. R. Ariosuko Dh., Ir Ir. Ruli Nutranta. M.Eng

BAB II LANDASAN TEORI

PEMROGRAMAN CNC. Program adalah sejumlah perintah dalam bentuk kode yang dipakai untuk mengendalikan mesin.

BAB 3 RANCANGAN DAN PELAKSANAAN PERCOBAAN

Pengembangan Sistem Konversi Citra ke G-Code untuk Aplikasi Manufaktur

Gambar 2.1 Sumbu-sumbu pada mesin NC [9]

PERENCANAAN CAD CAM MESIN CNC MILLING ROUTER 3 AXIS DENGAN PERANGKAT LUNAK MASTERCAM

MODUL CNC MILLING DENGAN SWANSOFT CNC SIMULATOR

BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM

MATERI KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM OPERASI MESIN MILLING CNC TRAINER

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Proses Pemesinan Milling dengan Menggunakan Mesin Milling 3-axis

Secara garis besar mesin Milling CNC dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu :

PERTEMUAN #10 KONTROL NUMERIK 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI

TE Pengantar Pemrograman Mesin NC

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB VIII PENGENDALIAN NUMERIS

BAB II DASAR TEORI 2.1 TINJAUAN PUSTAKA

Prinsip Kerja dan Pengoperasian

BAB II LANDASAN TEORI

Oleh: Fikri Yoga Pemana Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Moch. Rameli

TI-2121: Proses Manufaktur

Materi 3 Seting Benda Kerja, Pahat, dan Zero Offset Mesin Bubut CNC Tujuan :

Modul Teknik Pemesinan Frais CNC

Materi 3. Seting Alat potong, Benda Kerja, dan Zero Offset pada Mesin Frais CNC

CREATED BY: Fajri Ramadhan,Wanda Saputra dan Syahrul Rahmad

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

MODUL PRAKTIKUM CNC II MASTERCAM LATHE MILLING

KONTROL NUMERIK. TIN310 - Otomasi Sistem Produksi. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c.

MODUL PRAKTIKUM PROSES DAN SISTEM PRODUKSI. CNC- Computer Numerical Control Oleh : Arief Darmawan

OPTIMASI JALAN PAHAT DAN ANALISIS BIAYA PRODUKSI PROSES PEMESINAN CNC LATHE PEMBUATAN PISTON MASTER CYLINDER REM SEPEDA MOTOR YAMAHA MENGGUNAKAN CAM

Bab II Teori Dasar Gambar 2.1 Jenis konstruksi dasar mesin freis yang biasa terdapat di industri manufaktur.

BAB 3 PERANCANGAN PROSES PENGERJAAN KOMPONEN PROTOTYPE V PISTON MAGNETIK

BAB I. Pengenalan Perangkat Lunak CAD/CAM dan Mastercam versi 9

BAB VI PENUTUP. 6.1 Kesimpulan

ANALISIS PEMOTONGAN RODA GILA (FLY WHEEL) PADA PROSES PEMESINAN CNC BUBUT VERTIKAL 2 AXIS MENGGUNAKAN METODE PEMESINAN KERING (DRY MACHINING)

SISTEM OPERASI DAN PEMROGRAMAN SINUMERIK 802 C BASE LINE CNC MILLING

PENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PROSES PEMESINAN DENGAN AUTOMATIC TOOL CHANGER (ATC) DAN AUTOMATIC PALLET CHANGER (APC)

OPTIMASI PROSES PEMBUATAN MOBIL KAYU DENGAN MESIN CNC ROUTER PADA INDUSTRI BATIK KAYU

Pengaruh Jenis Pahat, Kecepatan Spindel dan Kedalaman Pemakanan terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan Baja S45C

PROSES PEMBUBUTAN LOGAM. PARYANTO, M.Pd.

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

PENGARUH TEKNIK PENYAYATAN PAHAT MILLING PADA CNC MILLING 3 AXIS TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BENDA BERKONTUR

MATERI KULIAH CAD-CAM PENGOPERASIAN CAD-CAM TURNING ( Fungsi G01, G84, G02 & G03 dan Proses Finishing)

MODUL CNC-2. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY. KEGIATAN BELAJAR : Menghidupkan Mesin Bubut CNC

KATA PENGANTAR. Jakarta, Februari Penanggung Jawab Pratikum

LAPORAN TUGAS COMPUTER NUMERICAL CONTROL

OPTIMASI JALAN PAHAT PROSES PEMESINAN CNC LATHE DAN ANALISA BIAYA PRODUKSI PEMBUATAN DEAD CENTER BERBANTUKAN CAD/CAM

BAB III KONVERSI FILE STEP-NC KE G CODE

BAB 3 PROSES FRAIS (MILLING)

MATERI PPM APLIKASI FUNGSI G02 DAN G03 MESIN BUBUT CNC Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MODUL PRAKTIKUM NC/CNC SEMESTER GANJIL 2017/2018

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER

PERBEDAAN WAKTU PENGERJAAN PADA PEMOGRAMAN INCREMENTALDAN ABSOLUTE PADA MESIN CNC MILLING TU 3A. Aep Surahto 1)

BUKU 3 PROSES FRAIS (MILLING) Dr. Dwi Rahdiyanta

1. Langkah-langkah untuk menghidupkan mesin CNC, adalah? a. Tekan tombol R b. Tekan tombol U c. Tekan tombol I d. Tekan tombol JOG e.

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Turbin blade [Gandjar et. al, 2008]

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN NASKAH SOAL TUGAS AKHIR HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR

BAB 2 LANDASAN TEORI

MODUL BUBUT CNC. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

TUTORIAL CNC BUBUT STEP. Setelah mempelajari tutorial ini mahasiswa memiliki kompetensi:

Integrasi Elektronika, Mekanika dan Perangkat Lunak pada CNC Rakitan

NASKAH PUBLIKASI ANALISA SUMBU Z PADA PROSES KALIBRASI DAN PERGERAKAN MESIN CNC ROUTER

PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK CAM UNTUK MESIN CNC FREIS 3 SUMBU PADA AutoCAD

Gambar 4.1 Macam-macam Komponen dengan Bentuk Kompleks

MODUL MESIN CNC-3. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

Jumlah Halaman : 20 Kode Training Nama Modul` Simulation FRAIS VERTIKAL

MATERI PPM PEMROGRAMAN MESIN CNC INTERPOLASI MELINGKAR (FUNGSI G02)

BEKERJA DENGAN MESIN BUBUT

Disusun Oleh : BAIYIN SHOLIKHI DIPLOMA III TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA JUNI 2012

Membuat Sketch 2D Sederhana dalam Autodesk Inventor

ANALISIS PENGARUH CUTTING SPEED DAN FEEDING RATE MESIN BUBUT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA DENGAN METODE ANALISIS VARIANS

Mesin Milling CNC 8.1. Proses Pemotongan pada Mesin Milling

TEORI DASAR MESIN FRAIS CNC (Computer Numerical Control)

MODUL 3 PRAKTEK PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MESIN FRAIS CNC TU-3A

Mesin Perkakas Konvensional

TEORI DASAR MESIN BUBUT CNC (Computer Numerical Control)

PERENCANAAN PROSES CAD PRODUK BERKEPALA BAUT UNTUK APLIKASI CAM DENGAN MENERAPKAN METODE TO CORNER

PROSES FREIS ( (MILLING) Paryanto, M.Pd.

SOAL LATIHAN 3 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

BAHASA, METODE DAN STRUKTUR PROGRAM CNC (Aplikasi untuk Mesin Bubut CNC)

PENGEMBANGAN ALGORITMA SETTING DAN SUB- ROUTINE PEMROGRAMAN MESIN CNC (MILLING)

MATERI PPM PENGOPERASIAN MESIN CNC ET-242 (Sistem Persumbuan dan Tombol pengendali Mesin) Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

PROSES SEKRAP ( (SHAPING) Paryanto, M.Pd. Jur. PT Mesin FT UNY

Desain dan Implementasi Model Reference Adaptive Control untuk Pengaturan Tracking Optimal Posisi Motor DC

BAB 3 STUDI KASUS. Gambar 3.1 Diagram Alir Pembuatan Cetakan untuk wax pattern START. Pemodelan runner turbin Francis dengan Pro/Engineer Wildfire 3.

PENGARUH TEBAL PEMAKANAN DAN KECEPATAN POTONG PADA PEMBUBUTAN KERING MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL ST-60

PENGARUH KECEPATAN MAKAN PADA GERAKAN INTERPOLASI LINIER DALAM PROSES PEMESINAN MILLING CNC

BAB I PENDAHULUAN. meningkat. Berbagai proses pemesinan dilakukan guna mengubah bahan baku

BAB II DASAR TEORI 2.1 Proses Pengelasan.

TUTORIAL DESAIN DRILL BERTINGKAT MENGGUNAKAN SOFTWARE MASTERCAM X5 & SWANSOFT CNC SIMULATOR

TIN310 - Otomasi Sistem Produksi. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

RANCANG BANGUN MESIN CUTTING PCB BERBASIS ARDUINO

PEMBUATAN PRODUK KUNCI CHUCK BOR DENGAN SISTEM DIMENSI PADA BEVEL GEAR MODUL 1,5 MM DENGAN SUDUT POROS 90 0

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

TI-3222: Otomasi Sistem Produksi Pemograman Numerical-Control Laboratorium Sistem Produksi www.lspitb.org 2004 Hasil Pembelajaran Umum Mahasiwa mampu untuk melakukan pemograman mesin NC, memahami kode G dan M, serta merancang dan mengimplementasikan pemograman NC. Khusus Memahami dasar-dasar pemograman NC, mampu membuat, mengembangkan pemograman NC dan memberikan pengembangan pengetahuan otomasi pemograman NC 2 1

Pemograman NC Sistem Koordinat Media penyimpanan program NC Kode simbolik Format masukan tape NC words 3 Setiap gerak axis dilengkapi dengan sumber penggerak. Sistem Koordinat +Z +Y Sumber penggerak antara lain adalah motor DC, motor stepper, dan aktuator hidrolik. Kaedah tangan kanan (sistem koordinat) +X Gerak relatif antara tool dan benda kerja akan diatur oleh mekanisme gerakan slides mesin perkakas. Gerakan utama tiga axis akan selalu berpedoman pada sumbux, y danz. Sistem koordinat mesin bubut 4 2

Sistem Koordinat Axis Z Pada mesin dengan benda kerja berputar, seperti bubut, axis Z paralel dengan spindle, dan gerak positif sesuai dengan arah tool menjauhi benda kerja. Pada mesin dengan tool yang berputar, seperti mesin milling atau boring, axis Z paralel pada tool axis, dan gerak positif sesuai dengan arah tool menjauhi benda kerja. Pada mesin press, planning atau shearing, axis Z tegak lurus tool set, dan gerak positif akan menambah jarak antara tool dan benda kerja. Axis X Pada mesin bubut, axis X adalah arah gerakan tool dan gerak positif sesuai dengan arah tool menjauhi benda kerja Pada mesin milling horizontal, axis X paralel dengan meja. Pada mesin milling vertikal, axis X positif ke kanan. Axis Y Axis ke arah kiri pada standar sistem koordinat Cartesian Sistem koordinat mesin drill Sistem koordinat mesin milling 5 Media penyimpanan program NC Ada 4 jenis media penyimpanan program NC 1. Punched card; data hanya bisa sebagai input ke MCU dengan tingkat kelajuan rendah 2. Punched tape; pembacaan sebaris dalam waktu yang sama. Pembacaan dilakukan persetiap blok. 3. Magnetic tape; dipersiapkan mengunakan metoda berbasis komputertidak dapat editing pada tape dan kemampuan terbatas. 4. Direct communication link; transmisi data NC dengan melalui jaringan, MCU digantikan dengan mikrokomputer, dapat memonitor beberapa mesin secara simultan 6 3

Kode simbolik Dalam aplikasi NC selalu digunakan kode: BCD (binary-coded decial) ASCII (American Standard Code for Information Interchange) BCD Berdasarkan EIA Standard RS-244A Data berupa simbol, kata, angka harus merepresentasikan 8mark. ASCII Juga digunakan pada komputer dan telekomunikasi Mempunyai karakter yang lebih lengkap dibandingkan BCD 7 NC words Nomor urut (kode N); khusus untuk penomoran secara berurutan yang dapat juga untuk identifikasi setiap blok. Preparatory word (kode G); digunakan sebagai alat komunikasi untuk persiapan masuk ke MCU. Sesuai dengan EIA standar RS- 273 Koordinat (X, Y dan Z); memberikan posisi koordinat tool. Perpindahan sejauh 0.6in dengan arah positif pada sistem NC dengan BLU=0.001in. Dan jumlah pergeseran 600, maka dalam NC part program akan ditulis X+600. Laju pemakanan (kode F); untuk berhubungan dengan suapan (feed) pada operasi pemesinan. Unit: inchi per minute (ipm) Kecepatan spindle (kode S); dikhususkan kecepatan pemotongan pada proses pemesinan. Unitnya revolusion per minute (rpm) Pemilihan tool (kode T); dirancang untuk mesin yang berhubungan dengan tool turret atau automatic tool changer Miscellaneous function (kode M); dirancang untuk partikular mode dari operasi mesin perkakas NC. Misalnya aktifkan media pendingin (on/off). Sesuai dengan EIA standar RS-273. 8 4

NC WORDS N code. sequence number: N0010 G code. preparatory word. Table 9.1 G codes g00 Rapid traverse g40 Cutter compensation - cancel g01 Linear interpolation g41 Cutter compensation - left * g02 g03 Circular interpolation, CW Circular interpolation, CCW g42 g70 Cutter compensation -right Inch format g04 g08 Dwell Acceleration * g71 g74 Metric format Full circle programming Off g09 Deceleration g75 Full circle programming On g17 g18 * g19 X-Y Plane Z-X Plane Y-Z Plane g80 * g81-9 * g90 Fixed cycle cancel Fixed cycles Absolute dimension programming 9 NC WORDS (continue) (5.000,4.000) Circular Interpolation: Full circle ON N0100 G02 X7.000 Y2.000 I0.000 J-2.000 Cut from (5.000,4.000) to (7.000,2.000) CW (5.000,2.000) (7.000,2.000) 10 5

NC WORDS (continue) F Code. feed speed. inch/min (ipm), or ipr. F code must be given before either G01, G02, or G03 can be used. N0100 G02 X7.000 Y2.000 I5.000 J2.000 F6.00 S Code. cutting speed code. It is programmed in rpm. S code does not turn on the spindle, spindle is turned on by a M code. N0010 S1000 11 NC WORDS (continue) M Code. miscellaneous word. Table 9.2. M codes m00 Program stop m06 Tool change m01 Optional stop m07 Flood coolant on m02 End of program m08 Mist coolant on m03 Spindle CW m09 Coolant off m04 Spindle CCW m30 End of tape 12 6

Contoh: Diameter cutter 0.25in. Feedrate 6ipm dan kecepatan potong 300sfpm (surface feet per minute). Axis Z sementara diabaikan dan lima titik (p 1 s/d p 5 ) diperlihatkan pada gambar. Perhitungan: Titik p 1 : x = 4-0.125 = 3.875 y = 4 0.125 tan 67.5 = 3.698 Titik p 2 : x = 3.875 y = 4 + 5 + 0.125 = 9.125 Titik p 3 : y = 9 + 0.125 = 9.125 (-x + 6.5) 2 + 0.125 2 = (1 0.125) 2 6.5 x = 0.866; maka x = 5.634 Titik p 4 : y = 9.125 x = 6.5 + 0.866 = 7.366 Titik p 5 : y = 9.125 x = 9 + 0.125 tan 67.5 = 9.302 NC Programming N10 F6.0 S400 M03 N20 G01 X3.875 Y3.698 N40 G01 X5.634 Y9.125 N50 G03 X7.366 Y9.125 I6.5 J9. N60 G01 X8.948 N70 G01 X3.875 Y3.698 N80 G01 X2.0 Y2.0 M30 Part-programming 13 Part program (O-shape groove) Contoh Pemograman manual pada pemotongan aluminum: Pemesinan O-shape groove dengan menggunakan mesin CNC Terco. Gerakan pemesinan dibagi dalam tiga kelompok pengerjaan: Point-to-point tanpa memerlukan garis yang diinginkan dan menuju titik acuan dengan gerakan cepat. N001 G00 X00 Y00 Gerakan garis lurus dengan kecepatan konstan menuju ke titik acuan. N001 G01 F100 S8 M03 X00 Y00 Gerakan arc 14 7

Part Program (Parallel slots) Langkah pemotongan: 1. Sada 2. Dasda 3. Sda 15 Kompensasi radius-tool G40: batalkan kompensasi radius-tool G41: kompensasi kiri G42: kompensasi kanan M96: Blok tambahan untuk kurva eksternal M97: Menuju titik pemesinan ketika memotong kurva eksternal 16 8

Kompensasi Start kompensasi Inside corner Penggunaan M96 dan M97 Batalkan kompensasi tool 17 Pembuatan empat persegi dengan G41 18 9

Computer-assisted part-programming Computer-assisted part-programming Bahasa pemograman untuk perhitungan lintasan pahat dan mempersiapkan punched card Lebih ekonomis jika dibandingkan dengan pemograman manual untuk komponen yang berbentuk rumit. Tugas programmer part-program Mulai dari konfigurasi benda kerja berdasarkan elemen dasar geometri seperti titik, garis permukaan, lingkaran dan sebagainya. Membentuk langkah pemesinan sepanjang elemen geometri. 19 Computer-assisted part programming Pengelompokkan part-program Bahasa berbasis pada pemesinan (machined-oriented languages) Membuat lintasan pahat dengan perhitungan koordinat berdasarkan format data koordinat, feed dan speed. General-purpose languages, dimulai dari processing stage dan post processing stage. Pre-Processing Processing Post-Processing 20 10

Processing stage Tahapan ini akan menghasilkan satu set titik data penghubung yang disebut dengan CL (cutter location) data yang merupakan common interface language. Pengelompokkan CL data Menterjemahkan simbol input (penghubung antara operator dan komputer) Perhitungan aritmatik untuk pengerjaan pemotongan. Perhitungan ofset cutter; menghitung ofset dari lintasan pahat berdasarkan geometri benda kerja. 21 Part programming dari CAD Mempunyai beberapa manfaat seperti: Memudahkan pembacaan geometri yang komplek Waktu pengerjaan semakin pendek Sistem CAD yang dapat berintegrasi dengan CAM CADAM: generate lintasan pahat berdasarkan apa yang didefenisikan user Computer vision (NC vision): interaktive mode CATIA : generate NC program secara internal NC-part program generator: berdasarkan ASCII file dari AutoCAD 22 11

Generate NC program dari data CAD Berdasarkan geometri Terbatas untuk bentuk geometri yang sederhana Memerlukan algortima pengenalan feature (feature recognition) yang tepat. Optimasi lintasan pahat NC Generate lintasan pahat untuk berbagai operasi NC Tidak memerlukan model matematik dalam mengkreasikan lintasan pahat optimum Hanya memerlukan identifikasi jumlah pemotongan yang minimal 23 Pendekatan analitik pada perencanaan lintasan pahat Optimasi pemesinan NC Optimasi parameter pemesinan (feed, speed, depth of cut) Minimasi panjang pemotongan Menggunakan beberapa metoda pada mesin milling seperti: Staircase: gerakan pahat selalu sejajar dengan kaki pada bidang. Window frame: gerakan pahat pertama mengikuti bentuk bidang dan pada tahap berikutnya semakin berkurang hingga menujuposisiditengahbidang. Catatan: Diameter cutter maka lintasan pahat Diameter cutter maka lintasan pahat Diameter cutter maka lintasan pahat 24 12

Staircase dan windowframe milling 25 A tool path is comprised of two parts 26 13

Length of cut within a polygon 27 Pemesinan dengan NC berdampak pada Akurasi Repeatability Fleksibilitas Ekonomis Peringkat otomasi mesin NC Pemograman manual Computer assisted programming Automated generation NC code 28 14

Tugas Pilih suatu komponen mekanik yang memiliki proses milling. Gambarkan komponen tersebut dalam bentuk solid (3D) dengan menggunakan AutoCAD. Tentukan parameter pemesinan miling (pahat, kecepatan spindle, kecepatan potong dll.) Buat program NC untuk proses milling. Ketentuan: Tugas kelompok (sesuai kelompok praktikum). NC program dibuat menggunakan text editor Jadwal Minggu 1: menyusun program NC program (printout dikumpulkan minggu depan) Minggu 2: asistensi dengan asisten untuk memverifikasi program NC (perlu membawa disket program NC dan disket gambar solid). Jadwal asistensi akan diumumkan Penilaian: Kompleksitas proses milling. 29 15