Operating leverage: hubungan sales revenue dengan EBIT

dokumen-dokumen yang mirip
LEVERAGE AND CAPITAL STRUCTURE

ANALISIS LEVERAGE DAN BEP

BAB VII ANALISIS LEVERAGE

Analisis dan Dampak Leverage

Analisa Leverage. Hand Out Manajemen Keuangan I Disusun oleh Nila Firdausi Nuzula Digunakan untuk melengkapi buku wajib

(Manajemen Keuangan)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

UNDERSTANDING FINANCIAL STATEMENTS, TAXES, AND FREE CASH FLOWS. I.K. Gunarta ITS Surabaya Mobile:

Penggunaan Leverage: Struktur Keuangan dan Struktur Modal 1 BAB 6 PENGGUNAAN LEVERAGE : STRUKTUR KEUANGAN DAN STRUKTUR MODAL

ANALISIS LEVERAGE NURAENI, M.AB

KEPUTUSAN STRUKTUR MODAL

ANALISIS LEVERAGE LATAR BELAKANG II. RUMUSAN MASALAH III. PEMBAHASAN A. Leverage Operasi

TUGAS MANAJEMEN KEUANGAN (BAB 16 LEVERAGE OPERASIONAL DAN LEVERAGE KEUANGAN)

KEPUTUSAN STRUKTUR MODAL

BAB II URAIAN TEORITIS

Mata Kuliah Keuangan Bisnis I. Analisis Leverage. Nur Imamah. Department of Business Administration

Introduction to. Chapter 16. Financial Management. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing

Struktur Modal (Capital Structure)

Analisa Rasio Keuangan

BAB II ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Bab 10 Analisa Financial Leverage dan Operating Leverage

THE COST OF CAPITAL 1. AN OVERVIEW OF THE COST OF CAPITAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memecahkan masalah penelitian serta perumusan hipotesis.

ANALISIS RASIO KEUANGAN

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. Nurochman, SST,.Akt,.MT

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya pasti membutuhkan dana

ANALISA BREAK EVEN POINT

MANFAAT LEVERAGE BAGI PERUSAHAAN. Ana Mufidah 1. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. dan akhirnya menjadi besar. Proses dari berkembang untuk menjadi besar apalagi

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode

Analisis Fundamental untuk menentukan nilai intrinsik saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasi saham pada PT. Kimia Farma, Tbk.

BAB IV PEMBAHASAN. kewajiban lancar. Rasio ini menunjukkan sampai sejauh mana tagihan-tagihan jangka

COST OF CAPITAL THE LOGIC OF THE WEIGHTED AVERAGE COST OF CAPITAL

ANALISIS EKONOMI, KEUANGAN PERUSAHAAN & INVESTASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

BAB II URAIAN TEORITIS. Manutu (2004) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Financial

ANALISIS LAPORAN KINERJA KEUANGAN

Masalah Finansial Leverage

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. keuangan, diperlukan kemampuan untuk membaca, menganalisa, dan menafsirkan

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Analisa Laporan keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Maharani Ritonga, Kertahadi dan Sri Mangesti Rahayu (2014)

BAB I PENDAHULUAN. mencari keuntungan sebesar-besarnya demi menyejahterakan karyawan dan

BAB II URAIAN TEORITIS. Octavianus Hendratmo (2004) meneliti dengan judul Analisis Pengaruh

MEET 05 FOR E LEARNING ANALISA RASIO

Bab 2: Analisis Laporan Keuangan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Dodi Arif, SE., MM. KAPITA SELEKTA KEUANGAN. Universitas Gunadarma Jakarta. Struktur Modal 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Dalam kenyataannya ada hal-hal yang membuat perusahaan tidak bisa menggunakan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. melakukan kebijakan financial coorporate. Dalam kebijakan ini perusahaan. modal pinjaman atau kombinasi di antaranya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dalam mengambil keputusan investasi. Investor tidak terlibat secara langsung dalam

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. sehingga pemegang saham memiliki hak klaim atas dividen atau distribusi lain

ANALISA LAPORAN KEUANGAN ERDIKHA ELIT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Yuliati (2010) tentang Pengujian

Manajemen Keuangan. Bentuk Bentuk Laporan Keuangan Perusahaan. Basharat Ahmad. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

RASIO LAPORAN KEUANGAN

BAB II LANDASAN TEORI

Modul 1. Laporan Keuangan dan lingkungan pelaporan

BAB I PENDAHULUAN. besar. Bagi perusahaan, modal merupakan salah satu faktor penunjang yang

BAB II URAIAN TEORITIS. panjang yang digunakan oleh perusahaan, sedangkan struktur keuangan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Sebuah perusahaan didirikan tentunya mempunyai tujuan yang jelas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Modal (Munawir, 2001) adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik

ANALISIS KEUANGAN. o o

BAB I PENDAHULUAN. berhasil memenangkan persaingan apabila dapat menghasilkan laba yang

ANALISIS KEUANGAN. 1) faktor kritis dalam analisis rasio keuangan, 2) mempelajari bagaimana analisis rasio keuangan tersebut dipergunakan dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. banyak diminati masyarakat saat ini. Menerbitkan saham merupakan salah

5/15/2012. Adalah suatu metode perhitungan dan interpretasi rasio keuangan untuk menilai kinerja dan status suatu perusahaan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari perusahaan, seorang manajer harus

Manajemen Keuangan. Idik Sodikin,SE,MBA,MM STRUKTUR PERMODALAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN. Modul ke: 09Fakultas EKONOMI DAN BISNIS

BAB II KAJIAN PUSTAKA. didalam menghasilkan laba. Profitabilitas mencerminkan keuntungan dari

VALUATION BSP FINANCIAL MANAGEMENT 1

BAB I PENDAHULUAN. memahami faktor-faktor yang mempengaruhi risiko dan return yang mungkin timbul.

Analisis Laporan Keuangan

Wihandaru Sotya Pamungkas Analisis Rasio Keuangan 73

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan utama dari setiap perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaannya

TEORI STRUKTUR MODAL. Muniya Alteza

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

NET PROFIT: Penjualan : 40 Biaya : 26-14

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. maupun biaya operasional dalam perusahaan yang didirikan. Maka agar tujuan

Manajemen Keuangan. Struktur Modal Perusahaan. Basharat Ahmad, SE, MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya perusahaan memiliki persediaan yang dimiliki dan digunakan atau

LAPORAN KEUANGAN DEPRESIASI

ANALISIS LEVERAGE ROSANNA WULANDARI, SE,MM ANALISIS LEVERAGE. Pengertian dan pentingnya leverage

Analisis Penggunaan Rasio Keuangan (BAB 1) Astried P. ANALISIS PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN

STRUKTUR MODAL. Rona Tumiur Mauli Caroline Simorangkir, SE.,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi AKUNTANSI.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penguji dari pekerjaan bagian pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan

Transkripsi:

Kelompok 4: Billy Saputra - 1401108332 Erwin -1401102335 Ignatius Fritz - 1401111743 Mario Krisna Kunawan - 1401108080 Suwandy Kartono - 1401076513 Class 07 PAZ Ringkasan Chapter 6 Long Term Financial Decisions Leverage Konsep operating dan financial Leverage adalah bermanfaat untuk analisis, perencanaan dan pengendalian keuangan. Dalam manajemen keuangan, Leverage adalah penggunaan assets dan sumber dana (sources of founds) oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap (beban tetap) dengan maksud agar meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham. Jika semua biaya bersifat variabel, maka akan memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menghasilkan laba. Tapi karena sebagai biaya perusahaan bersifat biaya tetap, maka untuk menghasilkan laba diperlukan tingkat penjualan minimum tertentu. Leverage Return & Risk dan Leverage Return & Risk Jenis leverage: Operating leverage: hubungan sales revenue dengan EBIT Financial leverage: hubungan EBIT dengan EPS Total leverage: hubungan sales revenue dengan EPS Biaya tetap adalah biaya yang tidak terkait dengan operasi perusahaan, sehingga tidak ada kaitannya dengan penjualan perusahaan. Karena biaya tetap tidak terkait dengan penjulan

perusahaan, maka biaya ini menjadi risiko yang hasus ditanggung oleh perusahaan. Biaya tetap perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Biaya tetap operasi Adalah biaya tetap dari aktivitas operasional perusahaan. Risiko yang ditimbulkan dari biaya ini disebut risiko operasional. Biaya ini seperti biaya sewa gudang, biaya tenaga kerja bagian administrasi, dan lain-lain. 2. Biaya tetap keuangan Adalah biaya tetap karena perusahaan menggunakan hutang sebagai sumber pendanaan perusahaan. Risiko yang ditimbulkan dari biaya ini disebut risiko keuangan. Biaya ini berupa biaya bunga. 3. Biaya tetap total Adalah penjumlahan dari biaya tetap operasi dan keuangan. Risiko yang ditimblkan dari biaya ini disebut risiko bisnis atau perusahaan. Perusahaan menggunakan operating dan financial leverage dengan tujuan agar keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada biaya assets dan sumber dananya, dengan demikian akan meningkatkan keuangan pemegang saham. Sebaliknya leverage juga menigkatkan variabilitas (risko) keuntungan, karena jika perusahaan ternyata mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dari biaya tetapnya maka penggunaan leverage akan menurunkan keuntungan pemegang saham. A. Analisis Breakeven (CVP Analysis) Banyak perencanaan kegiatan dalam perusahaan yang didasarkan atas perkiraan tingkat output. Pemahaman hubungan antara skala perusahaan, biaya operasi dan EBIT pada berbagai tingkat output disebut analisis volume biaya laba atau cost profit volume analisis yang sering disebut juga dengan break event analysis atau analisis break event. Suatu perusahaan mencapai kondisi keuangan yang break even ketika hasil penjualannya sama dengan biaya operasinya. Analisis breakeven untuk: Menentukan tingkat operasi untuk menutup seluruh biaya operasi Mengevaluasi tingkat profitabilitas diberbagai tingkat sales.

Sales revenue CGS OPERATING Gross profits LEVERAGE Operating costs EBIT TOTAL Interest LEVERAGE EBT Tax FINANCIAL EAT LEVERAGE Preferred stock dividends Earnings available for common stockholders EPS Sales revenue P x Q OPERATING LEVERAGE Fixed operating costs FC Variable operating costs VC x Q EBIT EBIT Operating breakeven point: tingkat sales yang dapat menutup seluruh FC dan TVC atau EBIT sama dengan nol. EBIT = P x Q VC x Q FC, 0 = (P-VC)Q FC, P= Sales price per unit Q= Sales quantitiy in units FC= Fixed Operating cost per period VC= Variable Operating cost per unit Contoh. Perusahaan pengecer memiliki fixed operating costs $ 2,500 dan menetapkan harga jual produk $ 10 per unit. Variable operating costs $ 5 per unit. = 500 unit

FC TVC Q TR TC 2500 0 0 0 2500 2500 500 100 1000 3000 2500 1000 200 2000 3500 2500 1500 300 3000 4000 2500 2000 400 4000 4500 2500 2500 500 5000 5000 2500 3000 600 6000 5500 2500 3500 700 7000 6000 2500 4000 800 8000 6500 2500 4500 900 9000 7000 16000TR, TVC, TC, FC 14000 TR 12000 TC 10000 8000 6000 4000 TVC FC 2000 0 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 Q Perubahan price dan costs terhadap operating breakeven point. Price, $ 12.5 per unit, Operating BEP = = 333,5 unit FC, $3,000, Operating BEP = VC, $ 7.5 per unit Operating BEP = = 600 unit = 1,000 unit

P= $ 12.5, VC = $ 7.5 per unit, dan FC = $ 3,000, Operating BEP = = 600 unit Kenaikan variabel FC VC P Pengaruh terhadap BEP Naik Naik Turun B. Operating Leverage Operating leverage: penggunaan fixed operating costs untuk meningkatkan pengaruh perubahan sales terhadap EBIT. Contoh. P/unit = $ 10, VC/unit = $ 5, FC = $ 2,500, BEP = 500 unit Sales = 1,000 unit, EBIT = $ 2,500 Sales = 1,500 unit, EBIT = $ 5,000 Kenaikan sales 50% menyebabkan kenaikan 100% EBIT Penurunan sales 50% menyebabkan penurunan 100% EBIT 16000 14000 TR 12000 10000 TC 8000 TVC 6000 4000 2000 FC 0 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600

Pengukuran DOL (Degree of operating leverage). DOL = = = 2 DOL pada tingkat sales awal Q = ( ) ( ) = ( ) ( ) =2 C. Financial Leverage Financial leverage: penggunaan fixed financial costs untuk meningkatkan pengaruh perubahan EBIT terhadap EPS. Fixed financial costs: Interest on debt Preferred stock dividends DFL (Degree of financial leverage) = DFL (Degree of financial leverage) = ( ) Contoh. Perusahaan makanan memiliki hutang obligasi $ 20,000 dengan tingkat bunga 10 persen mengharapkan EBIT $ 10,000. Perusahaan juga mengeluarkan preferred stock saham biasa sebanyak 600 lembar dengan dividen $ 4 per lembar per tahun dan saham biasa sebanyak 1,000 lembar. -40% +40% EBIT $ 6,000 $ 10,000 $ 14,000 Interest 2,000 2,000 2,000 EBT 4,000 8,000 12,000 Tax (40%) 1,600 3,200 4,800 EAT 2,400 4,800 7,200 Preferred stock dividend 2,400 2,400 2,400 Earnings available for 0 2,400 4,800 common stockholders EPS 0 2,4 4,8-100% + 100% DFL = 2,5 = 2,5

D. Total Leverage Total leverage: penggunaan fixed costs (operating dan financial) untuk meningkatkan pengaruh perubahan sales terhadap EPS. DTL (Degree of total leverage) = DTL (Degree of total leverage) = DTL = DOL X DFL Contoh. ( ) ( ) ( ) Perusahaan manufaktur computer mengharapkan sales 20,000 unit dengan harga jual $ 5 per unit. VC per unit = $ 2, FC = $ 10,000, interest = $ 20,000, preferred stock dividend =$ 12,000. Tax = 40%. Saham biasa = 5,000 lembar. +50% Sales 20,000 30,000 Sales revenue $100,000 $150,000 Variable operating costs 40,000 60,000 Fixed operating costs 10,000 10,000 EBIT 50,000 80,000 +60% Interest 20,000 20,000 EBT 30,000 60,000 Tax 12,000 24,000 EAT 18,000 36,000 Preferred stock dividend 12,000 12,000 Earnings available for 6,000 24,000 common stockholders EPS $1.2 $4.8 +300% DOL =1.2 DFL = 5 DTL = 6

Capital Structure of the Firm. Capital structure: bauran hutang jangka panjang dan ekuitas yang dipertahankan oleh perusahaan. Capital: dana jangka panjang perusahaan (hutang + ekuitas). Assets Balance Sheet Current liabilities Long terma debt Stockholders equity: Preferred stock Common stock Retained earnings Debt capital Equity capital Total capital Perbedaan Debt Capital dan Equity Capital Characteristics Type of capital Debt Equity Voice in management No Yes Claims on income and assets Senior to equity Subordinate to debt Maturity Stated None Tax treatment Interest deduction No deduction Penilaian Eksternal Capital Structure Financial leverage berasal dari penggunaan dana berbiaya tetap (preferred stock dan debt). Ukuran langsung tingkat hutang adalah debt ratio dan debt equity ratio. Semakin tinggi nilai rasio ini, maka semakin tinggi financial leverage perusahaan (semakin berisiko). Ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban pembayaran yang bersifat tetap adalah the times interest earned ratio dan the fixed payment coverage ratio yang memberikan informasi tak langsung terhadap leverage.

Perbedaan tingkat leverage antar industri dan lini bisnis, karena perbedaan karakteristik operasi di industri dan lini bisnis. Industri/lini bisnis Debt Ratio Time interest earned ratio Manufacturing industries: Books publishing Electronic computers Wholesaling industries: Furniture Petrolium products Retailing industries: Auto Department stores Service industries: Accounting Advertising 65,3% 55,4% 68,5% 64,3% 76,3% 59,9% 49,8% 71,7% 2,9 4,8 2,7 2,9 2 2 8 4,1 Capital Stucture Theory. Teori dan bukti empiris menunjukkan ada serangkaian optimal capital structure bagi suatu perusahaan. Franco Modigliani dan Merton H. Miller (1958) dengan asumsi pasar sempurna, membuktikan capital structure yang dipilih oleh perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun, banyak peneliti yang menyimpulkan bahwa optimal capital structure secara teori didasarkan pada keseimbangan manfaat (tax shield) dan biaya pendanaan hutang (kenaikan probabilitas kebangkrutan dan biaya pengawasan dan pengendalian oleh kreditor, serta biaya yang muncul sebagai akibat dari manajer memiliki informasi yang lebih banyak dari investor). Probabilitas bangkrut berasal dari business dan financial risks. Business risks adalah risiko tidak mampu menutupi biaya tetap operasi. Semakin tinggi operating leverage perusahaan, maka semakin tinggi business risknya. Selain operating leverage, factor lain yang mempengaruhi business risk adalah 1. Revenue stability adalah variabilitas penerimaan penjualan perusahaan. Perusahaan dengan tingkat demand dan harga produk yang stabil akan menerima pendapatan yang stabil, sehingga business risknya menurun. 2. Cost stability adalah kemampuan prediksi terhadap harga input seperti bahan baku dan tenaga kerja. Semakin dapa diprediksi, semakin rendah business risknya. Business risk tidak dipengaruhi oleh capital structure decision. Semakin tinggi business risk, perusahaan semakin berhati-hati dalam menyusun capital structure. Semakin tinggi business risknya, maka leveraged capital structurenya semakin rendah.

Contoh. Perusahaan minuman ringan sedang menyiapkan untuk mengambil keputusan dalam capital structurenya dengan mengestimasi penjualan dan EBIT. Perusahaan memprediksi penjualan sebesar $ 400,000 dengan probabilitas 25%, penjualan $ 600,000 dengan probabilitas 50%, dan penjuaan $ 800,000 dengan probabilitas 25%. Fixed operating costs total $ 200,000 dan variable operating costs sama dengan 50% dari penjualan. Probability of sales 0,25 0,5 0,25 Sales revenue $ 400,000 $ 600,000 $ 800,000 Fixed operating costs $ 200,000 $ 200,000 $ 200,000 variable operating $ 200,000 $ 300,000 $ 400,000 costs EBIT $ 0 $ 100,000 $ 200,000 Manajer keuangan harus menerima EBIT dan probabilitasnya sebagai given ketika menyusun capital structurenya. Capital structure perusahaan secara langsung berpengaruh terhadap financial risknya. Kebangkrutan akan terjadi jika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban finansialnya. Semakin besar Fixed cost financing (debt, financial lease, and preferred stock), maka semakin tinggi financial risk and leveragenya. Contoh. Struktur perusahaan minuman ringan. Current capital structure Long term debt $ 0 Common stcok equity (25,000 shares @20) $ 500,000 Total capital $ 500,000 Jika perusahaan mempertimbangkan 7 alternatif capital structure sbb: Debt ratio Capital structure Shares of common Total Assets Debt Equity stock outstanding (000) 0% $ 500,000 $ 0 $ 500,000 25 10% $ 500,000 $ 50,000 $ 450,000 22,5 20% $ 500,000 $ 100,000 $ 400,000 20 30% $ 500,000 $ 150,000 $ 350,000 17,5 40% $ 500,000 $ 200,000 $ 300,000 15 50% $ 500,000 $ 250,000 $ 250,000 12,5 60% $ 500,000 $ 300,000 $ 200,000 10

Jika tingkat bunga meningkat seiring dengan kenaikan debt, maka financial leverage (biaya bunga) meningkat Debt ratio Debt Interest Rate Interest 0% $ 0 0% $ 0 10% $ 50,000 9% 4,500 20% $ 100,000 9,5% 9,500 30% $ 150,000 10% 15,000 40% $ 200,000 11% 22,000 50% $ 250,000 13,5% 33,750 60% $ 300,000 16,5% 49,500 Pengaruh capital structure, EBIT terhadap EPS sebagai berikut: DEBT = 0% Probabiity of EBIT 0,25 0,5 0,25 EBIT $ 0 $ 100,000 $ 200,000 Interest $ 0 0 0 EBT $ 0 $ 100,000 $ 200,000 Tax (40%) $ 0 $ 40,000 $ 80,000 EAT $ 0 $ 60,000 $ 120,000 EPS (25,000 shares) $ 0 2.4 4.8 Expected EPS 2.4 SD of EPS 1.7 CV of EPS 0.71

DEBT = 30% Probabiity of EBIT 0,25 0,5 0,25 EBIT $ 0 $ 100,000 $ 200,000 Interest ($ 15,000) ($ 15,000) ($ 15,000) EBT ($ 15,000) $ 85,000 $ 185,000 Tax (40%) ($ 6,000) $ 34,000 $ 74,000 EAT ($ 9,000) $ 51,000 $ 111,000 EPS (25,000 shares) ($ 0.51) 2.91 6.34 Expected EPS 2.91 SD of EPS 2.42 CV of EPS 0.83 DEBT = 60% Probabiity of EBIT 0,25 0,5 0,25 EBIT $ 0 $ 100,000 $ 200,000 Interest ($ 49,500) ($ 49,500) ($ 49,500) EBT ($ 49,500) $ 50,500 $ 150,500 Tax (40%) ($ 19,800) $ 20,200 $ 60,200 EAT ($ 29,700) $ 30,300 $ 90,300 EPS (25,000 shares) ($ 2.97) 3.03 9.03 Expected EPS 3.03 SD of EPS 4.24 CV of EPS 1.40 Dengan cara yang sama, maka berikut ini disajikan berbagai alternative capital structure dengan expected EPS, SD, dan CV of EPS. CAPITAL STRUCTURE Expected EPS SD of EPS CV of EPS (Debt Ratio) 0% $ 2.4 $ 1.7 0.71 10% 2.55 1.88 0.74 20% 2.72 2.13 0.78 30% 2.91 2.42 0.83 40% 3.12 2.83 0.91 50% 3.18 3.39 1.07 60% 3.03 4.24 1.4

$3.50 EXPECTED EPS $3.00 $2.50 $2.00 $1.50 EXPECTED EPS $1.00 $0.50 $0.00 0% 20% 40% 60% 80% CV OF EPS 1.6 1.4 1.2 Financial Risk 1 0.8 0.6 0.4 Business Risk 0.2 0 0% 20% 40% 60% 80% CV OF EPS The EBIT-EPS Approach to Capital Stucture. The EBIT-EPS approach adalah pendekatan dalam pemilihan capital structure yang memaksimalkan EPS dalam interval EPS yang diharapkan (owner s return). Penggunaan EPS ini, karena rasio ini mempengaruhi harga pasar saham dan akhirnya mempengaruhi kemakmuran pemilik. Contoh. Perusahaan minuman ringan dengan capital structure 0%, 30%, dan 60% dengan EBIT $100,000 dan $200,000.

Capital Structure EBIT Debt Ratio $ 100,000 $ 200,000 EPS 0% $ 2.4 $ 4.8 30% 2.91 6.34 60% 3.03 9.03 Financial Breakeven Point adalah tingkat EBIT yang diperlukan untuk menutup kewajiban financial atau tingkat EBIT yang memberikan EPS=0 EPS = ( ) ( ) ), dimana PD = preferred stock dividend dan n = outstanding shares Debt ratio 0% dan 30%. ( ) ( ) ) ( ) ( ) ) ( ) ( ) ) ( ) ( ) ) Debt ratio 30% dan 60%. EBIT =? EBIT= $50

10 8 6 4 2 DEBT 0% DEBT 30% DEBT 60% 0-2 0 50 100 150 200 250-4 Capital structure dengan debt ratio 0% pada tingkat EBIT 0 sampai $ 50 memberikan EPS yang tertinggi Capital structure dengan debt ratio 30% pada tingkat EBIT $50 sampai $ 95 memberikan EPS yang tertinggi Capital structure dengan debt ratio 60% pada tingkat EBIT diatas $95 memberikan EPS yang tertinggi