PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BREBES KABUPATEN BREBES

dokumen-dokumen yang mirip
PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

LEMBARAN DAERAH KOTA BAUBAU NOMOR 9 TAHUN 2012

BERITA DAERAH KOTA BOGOR. Nomor 41 Tahun 2016 Seri E Nomor 30 PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 01 Tahun : 2009 Seri : D

LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BUPATI KAPUAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS NOMOR : 7 TAHUN 2011 T E N T A N G

BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

PEMERINTAH KOTA SINGKAWANG

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2013 NOMOR 33 SERI E

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 3 SERI D

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAROS NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN PERUSAHAAN DAERAH WISMA MAROS KABUPATEN MAROS

PEMERINTAH KOTA SINGKAWANG

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAROS NOMOR : 06 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERUSAHAAN DAERAH PERTANIAN KABUPATEN MAROS

PERATURAN DAERAH KABIPATEN MAROS NOMOR : 05 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERUSAHAAN DAERAH PENGELOLAAN ASSET KABUPATEN MAROS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARIMUN NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KARIMUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BUPATI HULU SUNGAI UTARA

BUPATI JEPARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH ANEKA USAHA KABUPATEN JEPARA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD. Nomor 5 Tahun 2012 Seri D Nomor 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

LEMBARAN DAERAH TAHUN 2011 NOMOR 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 2 TAHUN : 2009 SERI : D

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2012 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA BALIKPAPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2010 NOMOR 5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

Pasal 71. Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG

SALINAN L E M B A R AN D A E R A H KABUPATEN BALANGAN NOMOR 16 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 16 TAHUN 2007 T E N T A N G

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK DIREKSI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KERTA RAHARJA KABUPATEN

BUPATI TANA TORAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 11 TAHUN 2OO9 TENTANG ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA BENTENG KOTA TANGERANG

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN LANDAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN LANDAK NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

PEMERINTAH KABUPATEN MELAWI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MELAWI NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN MELAWI

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2007 NOMOR : 15 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH ANEKA USAHA KABUPATEN MAGELANG

LEMBARAN DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 5 SERI E PERATURAN DAERAH KOTA BOGOR NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI SEMARANG PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 53 TAHUN 2015 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN SEMARANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PELALAWAN Dan BUPATI PELALAWAN MEMUTUSKAN :

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MUARO JAMBI NOMOR : 02 TAHUN 2013 TLD NO : 02

PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 09 TAHUN 2011 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH OBYEK WISATA AIR BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TIMUR PROVINSI ACEH QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA PEUSADA

PEMERINTAH KOTA MAGELANG

BERITA DAERAH KOTA BOGOR. Nomor 73 Tahun 2015 Seri E Nomor 26 PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 73 TAHUN 2015 TENTANG

PEMERINTAH KOTA MAGELANG

QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KRUENG PEUSANGAN

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN DAERAH PERHOTELAN KABUPATEN BANYUWANGI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEGAL NOMOR 04 TAHUN 2006 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT (PD. BPR) BANK PASAR KABUPATEN TEGAL

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N

BUPATI MADIUN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH OBYEK WISATA UMBUL KABUPATEN MADIUN

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 21 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT KOTA BANDUNG

BUPATI PANDEGLANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 27 TAHUN 2010 TENTANG ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH PASAR KOTA KEDIRI WALIKOTA KEDIRI,

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 6A TAHUN 2009 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH PASAR RESIK KOTA TASIKMALAYA

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2010 NOMOR 2 SERI D PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 21 TAHUN 2010

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 50 TAHUN 1999 TENTANG KEPENGURUSAN BADAN USAHA MILIK DAERAH MENTERI DALAM NEGERI,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG

BUPATI BULELENG PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULELENG NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH SWATANTRA KABUPATEN BULELENG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 4 TAHUN 2001 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 2 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 2 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KHATULISTIWA DENGANN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 14 TAHUN 2014 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH PASAR MANUNTUNG JAYA

BUPATI TEBO PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG ORGAN DAN KEPEGAWAIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUMTIRTA MUARO

BUPATI SEMARANG PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN SEMARANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH ANEKA USAHA KABUPATEN BATANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG HARI NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN PERUSAHAAN DAERAH BATANG HARI MITRA HUTAN LESTARI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA AMERTHA JATI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBA BARAT DAYA,

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 91 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 4 TAHUN 2003 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 11 TAHUN 2009 SERI E.5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA RAHARJA KABUPATEN BANDUNG

PEMERINTAH KOTA BATU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN PASURUAN DENGAN RAHMAT ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BERAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA DAERAH KABUPATEN KARAWANG PERATURAN BUPATI KARAWANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG

Transkripsi:

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BREBES DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BREBES, Menimbang : a. bahwa dalam rangka penguatan kelembagaan dan peningkatan kinerja serta akuntabilitas pertanggungjawaban Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di bidang pemenuhan pelayanan publik dalam pengelolaan dan penyediaan air minum diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpaa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP); b. bahwa sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), jasa produksi tidak termasuk dalam perhitungan pembagiaan laba; c. bahwa untuk menindaklanjuti hal tersebut, perlu dilakukan perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Brebes Nomor 10 Tahun 2007 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Brebes; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimanaa dimaksud dalam huruf a, b, c dan huruf d, perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Mengingat : 1. Undang Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah (Berita Negaraa Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 42); 2. Undang Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1962, Nomor 10, Tambahan Lembaran Negaraa Republik Indonesia Nomor 2387); 3. Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4279); 4. Undang Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004, Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesi Nomor 4377); 5. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 6. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 7. Undang Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 51); 8. Undang Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3225); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistim Penyediaan Air Minum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4490); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738); 13. Peraturan Daerah Kabupaten Brebes Nomor 31 Tahun 2000 tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Kabupaten Brebes (Lembaran Daerah Kabupaten Brebes Tahun 2000 Nomor 26); 14. Peraturan Daerah Kabupaten Brebes Nomor 10 Tahun 2007 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Brebes (Lembaran Daerah Kabupaten Brebes Tahun 2007 Nomor 10); 15. Peraturan Daerah Kabupaten Brebes Nomor 3 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Brebes (Lembaran Daerah Kabupaten Brebes Tahun 2008 Nomor 8).

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BREBES dan BUPATI BREBES MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BREBES. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2007 tentang Perusahaan Daerah Air Minum (Lembaran Daerah Kabupaten Brebes Tahun 2007 Nomor 10) diubah sebagai berikut : 1. Ketentuan Pasal 1 angka 12 diubah, angka 13 dihapus, angka 14 menjadi angka 13, dan ditambah satu angka yakni angka 14, sehingga Pasal 1 berbunyi sebagai berikut: Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Brebes; 2. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah beserta Perangkat Daerah Otonom yang lain sebagai badan eksekutif daerah; 3. Bupati adalah Bupati Brebes; 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Brebes; 5. Perusahaan Daerah Air Minum yang selanjutnya disingkat PDAM adalah Badan Usaha milik Daerah yang bergerak dibidang pelayanan air minum; 6. Direksi adalah Direksi PDAM Kabupten Brebes; 7. Dewan Pengawas adalah Dewan Pengawas PDAM Kabupaten Brebes; 8. Pegawai adalah Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Brebes; 9. Daerah Pelayanan adalah Daerah Pelayanan sekitar wilayah Kabupaten Brebes; 10. Pemohon adalah Perorangan, Instansi/Lembaga atau Badan Hukum yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan distribusi Air Minum; 11. Pelanggan adalah orang perorangan, kelompok masyarakat, atau Badan Hukum yang telah mendapatkan layanan Air Minum dari penyelenggara; 12. Pihak ketiga adalah Pihak yang menyelenggarakan peningkatan Sarana Air Bersih; 13. Modal adalah kekayaan Pemerintah Daerah yang disertakan dalam Perusahaan; 14. Masyarakat konsumen adalah pelanggan PDAM yang ditunjuk/diusulkan oleh forum pelanggan.

2. Ketentuan Pasal 11 ayat (1), ayat (3) dan ayat (5) diubah, sehingga Pasal 11 berbunyi sebagai berikut : Pasal 11 (1) Anggota Direksi adalah Warga Negara Indonesia yang mempunyai persyaratan sebagai berikut : a. Memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang perusahaan; b. Mempunyai akhlak dan moral yang baik dan yang bersangkutan tidak sedang menjalani hukuman pidana; c. Tidak pernah melakukan kegiatan yang merugikan kepentingan Negara atau tindakan yang tercela dibidang perusahaan ; d. Mempunyai pendidikan Sarjana (S1); e. Mempunyai pengalaman kerja 10 (sepuluh) tahun bagi yang berasal dari PDAM atau mempunyai pengalaman kerja minimal 15 (lima belas) tahun mengelola perusahaan bagi yang bukan berasal dari PDAM yang dibuktikan dengan surat keterangan (referensi) dari Perusahaan sebelumnya dengan nilai baik; f. Perusahaan yang dimaksud huruf e untuk perusahaan diluar PDAM adalah perusahaan yang memiliki sertifikat ISO; g. Membuat dan menyajikan proposal tentang Visi dan Misi PDAM; h. Lulus pelatihan manajemen air minum di dalam atau diluar negeri yang telah terakreditasi dibuktikan dengan sertifikasi atau ijasah; i. Batas usia Direksi yang berasal dari luar PDAM pada saat diangkat pertama kali berumur paling tinggi 50 (lima puluh) tahun; j. Batas usia Direksi yang berasal dari PDAM pada saat diangkat pertama kali berumur paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun; k. Lolos uji publik selama 7 (tujuh) hari sebelum dilaksanakan seleksi selanjutnya. (2) Anggota Direksi bertempat tinggal ditempat kedudukan Perusahaan; (3) Anggota Direksi tidak boleh merangkap jabatan, yaitu: a. Jabatan Struktural atau fungsional pada Instansi / Lembaga Pemerintah Pusat dan Daerah; b. Anggota Direksi pada BUMD lainnya, BUMN, dan Badan Usaha Swasta; c. Jabatan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan pada PDAM dan / atau bukan anggota partai politik; d. Jabatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Anggota Direksi tidak terikat hubungan keluarga dengan Bupati atau Dewan Pengawas atau Direksi lainnya sampai derajat ketiga menurut garis lurus atau kesamping termasuk menantu dan ipar; (5) Calon Direksi harus lulus uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan oleh tim penguji yang ditunjuk dengan surat keputusan Bupati. 3. Diantara Pasal 15 dan Pasal 16 disisipkan 3 (Tiga) pasal, yakni Pasal 15A, Pasal 15B dan Pasal 15C, yang berbunyi sebagai berikut : Pasal 15 A (1) Penghasilan Direksi terdiri dari gaji dan tunjangan; (2) Tunjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari :

a. Tunjangan perawatan/kesehatan yang layak termasuk istri/suami dan anak; b. Tunjangan lainnya antara lain tunjangan perumahan dan tunjangan kemahalan. (3) Besarnya gaji Direktur Utama setinggi - tingginya 2,5 (dua setengah) kali penghasilan karyawan tertinggi di PDAM; (4) Gaji Direktur Bidang 85% dari Direktur Utama; (5) Besarnya gaji dan tunjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh Bupati setelah memperhatikan pendapat Dewan Pengawas dan kemampuan PDAM; (6) Jumlah seluruh biaya untuk penghasilan Direksi, penghasilan Dewan Pengawas, penghasilan Pegawai dan biaya tenaga kerja lainnya tidak boleh melebihi 40% (empat puluh persen) dari total biaya berdasarkan realisasi Anggaran Perusahaan Tahun Anggaran yang lalu. Pasal 15 B (1) Direksi setiap akhir masa jabatan diberikan uang jasa pengabdian yang besarnya ditetapkan oleh Bupati berdasarkan usul Dewan Pengawas dan kemampuan PDAM; (2) Direksi yang diberhentikan dengan hormat sebelum masa jabatannya berakhir diberikan uang jasa pengabdian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan syarat telah menjalanlan tugasnya paling sedikit 1 (satu) tahun; (3) Besarnya uang jasa pengabdian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) didasarkan atas perhitungan lamanya bertugas dibagi masa jabatan dikalikan penghasilan bulan terakhir. Pasal 15 C (1) Direksi memperoleh hak cuti, meliputi : a. cuti tahunan; b. cuti besar; c. cuti sakit; d. cuti karena alasan penting atau cuti untuk menunaikan ibadah haji; e. cuti nikah; f. cuti bersalin; dan g. cuti di luar tanggungan PDAM. (2) Direksi yang menjalankan cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tetap diberikan penghasilan penuh kecuali cuti di luar tanggungan PDAM; (3) Pelaksanaan cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur lebih lanjut oleh Bupati dengan berpedoman pada peraturan perundangundangan. 4. Ketentuan Pasal 16 ayat (2) diubah, sehingga Pasal 16 berbunyi sebagai berikut :

Pasal 16 (1) Direksi Memerlukan persetujuan/pemberian kuasa dari Bupati untuk. a. mengadakan perjanjian hutang piutang dan meminjam uang atas nama perusahaan; b. mengikat perusahaan sebagai penanggung; c. memperoleh atau memindahtangankan barang-barang tidak bergerak milik perusahaan untuk menaggung hutang. (2) Apabila sebelum masa jabatan Direksi habis, Direksi berhalangan tetap, maka Bupati dapat menunjuk pejabat struktural PDAM sebagai pejabat sementara; (3) Apabila Direksi hanya satu dan Direktur berhalangan sementara, Bupati dapat menunjuk pejabat struktural PDAM sebagai yang melaksanakan tugas (YMT) Direktur; (4) Direksi mengadakan rapat sekurang-kurangnya satu kali dalam 2 (dua) bulan atau setiap kali apabila seorang anggota Direksi menganggap perlu untuk membicarakan segala hal mengenai kepentingan perusahaan. 5. Ketentuan Pasal 18 ayat (1) ditambah tiga huruf yakni huruf d, e dan huruf f, sehingga Pasal 18 berbunyi sebagai berikut : Pasal 18 (1) Calon anggota Dewan Pengawas memenuhi persyaratan : a. Menguasai manajemen PDAM; b. Menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya; c. Tidak terikat hubungan keluarga dengan Bupati/ Wakil Bupati atau Dewan Pengawas yang lain atau Direksi sampai derajat ketiga baik menurut garis lurus atau kesamping termasuk menantu dan ipar; d. Berpendidikan Sarjana (S1); e. Bukan anggota partai politik; f. Anggota Dewan Pengawas bertempat tinggal ditempat kedudukan Perusahaan. (2) Pengangkatan anggota Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Bupati. 6. Ketentuan Pasal 19 diubah, sehingga Pasal 19 berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 (1) Jumlah anggota Dewan Pengawas ditetapkan berdasarkan jumlah pelanggan PDAM dengan ketentuan : a. paling banyak 3 (tiga) orang untuk jumlah pelanggan sampai dengan 30.000, yang berasal dari : - 1 (satu) orang dari unsur Pemerintah Daerah; - 1 (satu) orang dari unsur Profesional; dan - 1 (satu) orang dari unsur Masyarakat Konsumen. b. paling banyak 5 (lima) orang untuk jumlah pelanggan diatas 30.000;

c. jumlah anggota Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud pada huruf b berasal dari : - 1 (satu) orang dari unsur Pemerintah Daerah; - 2 (dua) orang dari unsur Profesional; dan - 2 (dua) orang dari unsur Masyarakat Konsumen. (2) unsur Pemerintah Daerah yang dimaksud adalah Satuan Kerja Pemerintah Daerah yang membina BUMD; (3) unsur Masyarakat konsumen adalah pelanggan PDAM yang ditunjuk atau diusulkan oleh forum pelanggan; (4) penentuan jumlah Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan berdasarkan asas efisiensi pengawasan dan efektifitas pengambilan keputusan; (5) anggota Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diangkat seorang Ketua merangkap anggota dan seorang Sekretaris merangkap anggota dengan Keputusan Bupati. 7. Ketentuan Pasal 24 ayat (3) dan ayat (4) dihapus, sehingga Pasal 24 berbunyi sebagai berikut : Pasal 24 Penghasilan dan Jasa Pengabdian (1) Dewan Pengawas diberikan penghasilan berupa uang jasa; (2) Uang jasa sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Ketua Dewan Pengawas merangkap anggota menerima uang jasa paling banyak 45 % (empat puluh lima persen) dari gaji Direktur Utama; b. Sekretaris Dewan Pengawas merangkap anggota menerima uang jasa paling banyak 40% (empat puluh persen) dari gaji Direktur Utama; c. Setiap anggota Dewan Pengawas menerima uang jasa paling banyak 35 % (tiga puluh lima persen) dari gaji Direktur Utama; (3) Dewan Pengawas mendapat uang jasa pengabdian yang besarnya ditetapkan oleh Bupati dengan memperhatikan kemampuan PDAM; (4) Dewan Pengawas yang diberhentikan dengan hormat sebelum masa jabatannya berakhir mendapat uang jasa pengabdian dengan syarat telah menjalankan tugasnya paling sedikit 1 (satu) tahun; (5) Besarnya uang jasa pengabdian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) didasarkan atas perhitungan lamanya bertugas dibagi masa jabatan dikalikan uang jasa bulan terakhir. 8. Diantara Pasal 25 dan Pasal 26 disisipkan 2 (Dua) pasal, yakni Pasal 25A dan Pasal 25B, sehingga berbunyi sebagai berikut : Pasal 25 A (1) Anggota Dewan Pengawas yang melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) huruf f dan huruf g diberhentikan sementara oleh Bupati;

(2) Pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan Bupati. Pasal 25 B (1) Paling lambat 1 (satu) bulan sejak pemberhentian sementara, Bupati melaksanakan rapat yang dihadiri oleh Anggota Dewan Pengawas untuk menetapkan yang bersangkutan diberhentikan atau direhabilitasi; (2) Apabila dalam waktu 1 (satu) bulan Bupati belum melakukan rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pemberhentian sementara batal demi hukum; (3) Apabila dalam persidangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Anggota Dewan Pengawas tidak hadir tanpa alasan yang sah, yang bersangkutan dianggap menerima hasil rapat; (4) Apabila perbuatan yang dilakukan oleh Anggota Dewan Pengawas merupakan tindak pidana yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat. 9. Ketentuan Pasal 27 ayat (2) huruf a dan huruf c diubah, huruf d dan huruf e dihapus, sehingga Pasal 27 berbunyi sebagai berikut : Pasal 27 (1) Laba bersih yang telah disahkan oleh Dewan Pengawas adalah laba yang diperoleh setelah diaudit dan dikurangi pajak; (2) Pembagian laba bersih sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. 30 % untuk Cadangan Umum; b. 55 % bagian laba untuk Daerah; c. 15 % untuk Dana Sosial dan Pendidikan. (3) Tata cara pengurusan penggunaan laba bersih sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus mendapat persetujuan Dewan Pengawas. 10. Diantara Pasal 28 dan Pasal 29 disisipkan 3 (tiga) pasal, yakni Pasal 28A, Pasal 28B, dan Pasal 28C yang berbunyi sebagai berikut : Pasal 28 A (1) Pegawai memperoleh hak cuti, meliputi : a. cuti tahunan; b. cuti besar; c. cuti sakit; d. cuti karena alasan penting atau cuti untuk menunaikan ibadah haji; e. cuti nikah; f. cuti bersalin; dan g. cuti di luar tanggungan PDAM. (2) Pegawai yang menjalankan cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tetap diberikan penghasilan penuh kecuali cuti di luar tanggungan PDAM;

(3) Pelaksanaan cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur lebih lanjut oleh Direksi dengan berpedoman pada peraturan perundang undangan. Pasal 28 B Biaya proses rekrutmen Direksi dan Dewan pengawas PDAM dibebankan pada PDAM. Pasal 28 C Aturan Peralihan (1) Selambat-lambatnya dalam waktu 6 (enam) bulan setelah Peraturan Daerah ini ditetapkan sudah ada Direktur Definitif; (2) Selambat-lambatnya dalam waktu 6 (enam) bulan setelah Peraturan Daerah ini ditetapkan semua organ PDAM sudah menyesuaikan dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Daerah ini. Pasal II Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Brebes. Ditetapkan di Brebes pada tanggal 28 Mei 2013 BUPATI BREBES, Cap Ttd IDZA PRIYANTI Diundangkan di Brebes Pada tanggal 28 Mei 2013 Plt. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BREBES, Cap Ttd EMASTONI EZAM, SH, MH Pembina Utama Muda NIP 19590211 198703 1 005 Kepala BPMDK Kab. Brebes LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BREBES TAHUN 2013 NOMOR 3

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 3 TAHUN 2013 T E N T A N G PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BREBES I. PENJELASAN UMUM Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Brebes merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan air minum untuk kebutuhan masyarakat. Guna penguatanan kelembagaan dan peningkatan kinerja serta dengan semakin meningkatnya pembangunan di Kabupaten Brebes kebutuhan air minum setiap hari semangkin meningkat. Untuk melayani kebutuhan air tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Brebes harus dipimpin oleh Direksi yang mempunyai keahlian dibidangnya dan berpengalaman dalam memimpin perusahaan. Direksi agar mampu meningkatkan kinerja harus diawasi oleh Dewan Pengawas yang mempunyai kemampuan dan berpengalaman dalam bidang pengawasan. II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 11 (5) Yang dimaksud Tim Penguji adalah Tim yang menguji kelayakan dankepatutan calon Direksi, terdiri dari : 1. 2(dua) orang dari unsur Pemerintah Daerah ; 2. 2(dua) orang dari unsur DPRD; dan 3. 1(satu) orang dari unsur Independen atau Akademis. Pasal15 Cukup jelas Pasal 15B Cukup jelas Pasal 15C Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 18 (1) huruf a Yang dimaksud menguasai menejemen adalah 1. Menguasai Undang Undang yang berkaitan dengan PDAM; 2. Menguasai operasional PDAM dibidang teknik dan keuangan; 3. Mampu mengendalikan menejemen secara optimal baik teknik, administrasi maupun keuangan. Pasal 19 (1)

Yang dimaksud unsur Profesional adalah 1. Expertise Memiliki Kompetensis yang sesuai dengan bidang tugas dan ketrampilan yang diperoleh dari pendidikan ataupun pengalaman; 2. Responsibility Punya rasa tanggung jawab, respect terhadap kebutuhan masyarakat dengan menggunakan prinsip keilmuan yang dapat diterima masyarakat; 3. Corporateness. a. memiliki visi dan misi untuk mengembangkan corporasi dan pelayanan publik secara jelas dan dipertanggungjawabkan; b. melaksanakan GCG (Good Corporate Governent) Pasal 24 Pasal 25A Pasal 25B Pasal 27 (2) huruf a Yang dimaksud Cadangan Umum adalah dana yang digunakan untuk : - Pesangon Karyawan ; - Mengantisipasi bencana alam ; - Mengatasi kondisi yang bersifat mendesak di PDAM. Pasal 28A Pasal 28B Pasal 28C Pasal II