HAND OUT MATA KULIAH

dokumen-dokumen yang mirip
KP 401 EKONOMI MONETER

HAND OUT MATA KULIAH

HAND OUT MATA KULIAH

HAND OUT MATA KULIAH

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan Ekonomi Indonesia tidak terlepas dari keterlibatan sektor

Uang EKO 2 A. PENDAHULUAN C. NILAI DAN JENIS-JENIS UANG B. FUNGSI UANG. value).

BAB I PENDAHULUAN. yang dikonsumsinya atau mengkonsumsi semua apa yang diproduksinya.

BAB I PENDAHULUAN. dan jasa dalam perekonomian dinilai dengan satuan uang. Seiring dengan

1.Peran mata uang 2.Lembaga Keuangan. PIEw9 1

Teori Klasik tentang Permintaan Uang

BAB 10 Permintaan dan Penawaran Uang serta Kebijakan Moneter

PERMINTAAN UANG. Adil Fadillah dan Mumuh Mulyana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan

ekonomi K-13 PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG K e l a s A. KONSEP DASAR a. Sejarah Uang Tujuan Pembelajaran

I. PENDAHULUAN. Uang merupakan alat pembayaran yang secara umum dapat diterima oleh

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang sedang aktif

PERTEMUAN VII TEORI JUMLAH UANG BEREDAR

UANG dalam perekonom ian

I. PENDAHULUAN. Krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 merupakan. dampak lemahnya fundamental perekonomian Indonesia.

Teori Ekonomi Keynes: Pasar Uang dan Pasar Tenaga Kerja

SILABUS MATAKULIAH. Mahasiswa dapat mengetahui aturan main dalam perkuliahan serta moneter dan peranan bank sentral

BAB I PENDAHULUAN. Pengertian uang merupakan bagian yang integral dari kehidupan kita. sehari-hari. Ada yang berpendapat bahwa uang merupakan darahnya

Keseimbangan di Pasar Uang

Mekanisme transmisi. Angelina Ika Rahutami 2011

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN BELAJAR SEMESTER (RPKPS)

BAB I PENDAHULUAN. karena fungsi utamanya sebagai media untuk bertransaksi, sehingga pada awalnya

BAB 11 LANDASAN TEORI

= Inflasi Pt = Indeks Harga Konsumen tahun-t Pt-1 = Indeks Harga Konsumen tahun sebelumnya (t-1)

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

EKONOMI MONETER (EM) OK--OK

BAB I PENDAHULUAN. Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. Peranan uang dalam peradaban manusia hingga saat ini dirasakan sangat

SISTEM MONETER DI INDONESIA

UANG DAN INSTITUSI KEUANGAN PENAWARAN UANG PROGDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam ilmu ekonomi, keseimbangan pasar (market equilibrium) terjadi

SATUAN ACARA PENGAJARAN ( SAP )

BAB II LANDASAN TEORI

ekonomi Kelas X KEBIJAKAN MONETER KTSP A. Kebijakan Moneter Tujuan Pembelajaran

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: TEORI EKONOMI MAKRO II (EKO 326)

BAB I PENDAHULUAN. tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan

BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian Indonesia di tengah perekonomian global semakin

BAB II TINJAUAN TEORI. landasan teori yang digunakan dalam penelitian yaitu mengenai variabel-variabel

UANG DAN INFLASI. Sumber: 1. Mankiw 2. Ari Sudarman. By. Henny Oktavianti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terkait. Uraian dari masing-masing hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

Uang Dalam Perekonomian

ANDRI HELMI M, A.Md., SE., MM.

BAB I PENDAHULUAN. BI Rate yang diumumkan kepada publik mencerminkan stance kebijakan moneter

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

A. PENGERTIAN SISTEM MONETER DI INDONESIA

ekonomi K-13 INFLASI K e l a s A. INFLASI DAN GEJALA INFLASI Tujuan Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. BI Rate yang diumumkan kepada publik mencerminkan stance kebijakan moneter

BAB II TELAAH TEORITIS DAN PENGEMBANGAN MODEL PENELITIAN. Volatilitas (volatility)berasal dari kata dasar volatile(restiyanto, 2009).

BAB I PENDAHULUAN. dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional (Wikipedia, 2014). Pertumbuhan

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) JURUSAN AKUNTANSI - PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI FAKUTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB II LANDASAN TEORI. Tingkat suku bunga adalah harga dari penggunaan dana investasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. moneter, bunga itu adalah sebuah pembayaran untuk menggunakan uang. Karena

Permintaan dan Penawaran Uang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. masyarakat dan tidak menyalurkan kredit seperti bank umum dan BPR, akan

Tugas Ekonomi Pengantar 2 (Drs. Ari Sudarman, M.Ec.) Makroekonomi (N. Gregory Mankiw) Priciples of Economics (Asian Edition) (N.

I. PENDAHULUAN. perbankan. Dimana sektor perbankan menjadi pondasi pembangunan nasional

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (Mankiw, 2006: 145). Ini tidak berarti bahwa harga harga berbagai macam

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

VII. SIMPULAN DAN SARAN

Menurut Talcote Parsons, uang tidak hanya sebagai instrument ekonomi tetapi juga bahasa simbolik yang terbagi, ini bukan komoditi melainkan penanda.

KESEIMBANGAN PASAR BARANG DAN UANG Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Ekonomi : Dany Juhandi, S.P, M.Sc

Pasar Uang Dan Kurva LM

EKONOMI UANG DAN BANK

BAB I PENDAHULUAN. pengendalian besaran moneter untuk mencapai perkembangan kegiatan

Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

Bab 4 TEORI MONETER (Lanjutan)

PEREKONOMIAN INDONESIA

BAB VI INFLATION, MONEY GROWTH & BUDGET DEFICIT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Memasukkan beberapa aset sebagai alternatif dari uang

BAB I PENDAHULUAN. Undang No.7 Tahun 1992 tentang bank dengan sistem bagi hasil. Kemudian. (BPR), dan Bank Pengkreditan Rakyat Syariah (BPRS).

Gambaran Umum: Ekonomi, Uang, dan Bank

MANAJEMEN PERBANKAN. By : Angga Hapsila, SE. MM

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TEORI EKONOMI 2 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

BAB I PENDAHULUAN. banyak diminati oleh para investor karena saham tersebut sangat liquid. Sahamsaham

BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan hal yang tidak asing lagi di Indonesia khususnya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. dilaksanakan antara lain melalui pendekatan jumlah uang yang beredar dan

BAB I PENDAHULUAN. seluruh penghasilan saat ini, maka dia dihadapkan pada keputusan investasi.

BAB 1 PENDAHULUAN. Globalisasi dalam bidang ekonomi menyebabkan berkembangnya sistem

BAB I PENDAHULUAN. terbuka. Hal ini mengakibatkan arus keluar masuk barang, jasa dan modal

BAB I PENDAHULUAN. Tidak dapat dipungkiri bahwa uang merupakan bagian yang tidak. terpisahkan dalam kehidupan masyarakat dan perekonomian suatu negara

9. UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN

Perekonomian Indonesia

Kerangka Belajar Ekonomi Makro Pandangan Klasik, Keyness dan Sesudahnya

SKRIPSI. Kausalitas Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi. di Indonesia Tahun

UANG. Uang didefinisikan sebagai sesuatu yang disepakati sebagai alat pembayaran yang sah. Fungsi Uang (Mankiw, 2007)

UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN KD : Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.

Kebijakan Moneter & Bank Sentral

BAB I PENDAHULUAN. Aktivitas dalam perdagangan internasional seperti ekspor dan impor sangat

BAB I PENDAHULUAN. proses pertukaran barang dan jasa serta untuk pembayaran utang. Pada umumnya setiap

2. Derivasi Atau Perolehan Kurva BP (Neraca Pembayaran BOP)

ANALISIS PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR, DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN

I. PENDAHULUAN. jasa. Oleh karena itu, sektor riil ini disebut juga dengan istilah pasar barang. Sisi

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Produk Domestik Bruto adalah perhitungan yang digunakan oleh suatu

Transkripsi:

HAND OUT MATA KULIAH Nama Mata Kuliah : Ekonomi Moneter Kode Mata Kuliah : KP 401 Semester / SKS : 5 / 3 SKS Program Studi : Pendidikan Ekonomi dan Koperasi Dosen : (1170) Drs. Ani Pinayani, MM (2310) Navik Istikomah, SE, M.Si. A. DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah ini mengkaji tentang sifat, fungsi serta pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi (tingkat employment, harga, output serta hubungan ekonomi internasional). Juga mempelajari struktur dan fungsi bank sentral, bank umum dan lembaga keuangan bukan bank (LKBB), Teori Permintaan dan Penawaran Uang, Masalah dalam kebijakan moneter, Inflasi, serta moneter internasional. Mata kuliah ini mengkaji beberapa fenomena moneter yang sedang terjadi di Indonesia dan dunia, khususnya yang berhubungan dengan kebijakan moneter. B. STANDAR KOMPETENSI Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan dapat menganalisis beberapa fenomena ekonomi moneter yang sedang terjadi di masyarakat dan pengaruhnya terhadap perekonomian secara makro. C. KOMPETENSI DASAR Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu : 1. memahami beberapa konsep dasar dan ruang lingkup pembahasan ekonomi moneter 2. menjelaskan peranan uang dalam perekonomian 3. menjelaskan peranan dan fungsi bank serta lembaga keuangan bukan bank 4. menjelaskan perkembangan teori permintaan uang 5. menjelaskan teori penawaran uang 6. mengidentifikasi dan menganalisis sasaran kebijakan moneter. 7. menjelaskan tentang teori Inflasi dan cara mengatasinya 8. mengidentifikasi sebab-sebab terjadinya krisis moneter dan alernatif kebijakan untuk mengatasinya 9. menjelaskan masalah pembayaran dan standar moneter internasional Kompetensi dasar tersebut selanjutnya dijabarkan ke dalam tujuan khusus atau indikator pembelajaran yang tersaji dalam setiap pertemuan. 1

RANCANGAN PROGRAM PERKULIAHAN Pert Materi Pokok Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Referensi ke 1 KONSEP DASAR EKONOMI MONETER 1. Ruang lingkup ekonomi moneter 2. Teori lahirnya, bahan/jenis, definisi serta peranan dan fungsi uang 3. Pasar uang, harga uang, uang beredar, pelaku dalam pasar uang dan peran bank dalam pasar uang 4. Standar Moneter Mengkaji materi melalui ceramah dan tanya jawab dipandu oleh dosen. Telaah Pustaka Budiono. (1995). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE) Dudley G. Luckett, (1983), Uang dan Perbankan, terjemahan Paul C. Rosyadi, Ph.B., Erlangga Jakarta. 2 PERANAN UANG DALAM PEREKONOMIAN 1. Perputaran uang dan barang 2. Uang dan suku bunga 3. Uang dan kegiatan ekonomi sektor riil 4. Uang dan harga 5. Pengendalian jumlah uang beredar Mengkaji materi melalui ceramah dan tanya jawab dipandu oleh dosen Telaah Pustaka Fredric S. Miskin. (1998). Financial Markets, Institutions, and Money. Columbia: Harper Collins Columbia University. Humas Bank Indonesia: Program Edukasi Bank Indonesia: humasbi@bi.go.id atau pesawat 021-3817187 3-4 BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (LKBB) 1. Bank Sentral, Bank Umum, Bank Syariah, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 2. Jenis-jenis dan Fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank 3. Reformasi perbankan di Indonesia menghadapi persaingan global abad 21 Mengkaji materi melalui ceramah dan tanya jawab dipandu oleh dosen Laporan tertulis konsepkonsep penting Membaca buku-buku referensi atau jurnal. Praktikum di Bank Indonesia Jakarta yang dilaksanakan pada akhir kuliah (semester) Nopirin. (1996). Ekonomi Moneter Buku I dan II. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE). Rachbini, Didik J. (Eds). (2000). Bank Indonesia : Menuju Independensi Bank Sentral. Jakarta: PT Mardi Mulyo 5-7 TEORI PERMINTAAN UANG 1. Teori Permintan Uang Klasik 2. Teori Permintan Uang Keynes 3. Teori Permintan Uang Post Keynesian 4. Teori Permintan Uang Modern (Milton Friedman) 8 UTS 9 PENAWARAN UANG 1. Penawaran uang tanpa bank 2. Teori penawaran uang modern 3. Money Multiplier 4. Implikasi kebijakan Pemerintah Mengkaji materi melalui ceramah dan tanya jawab dipandu oleh dosen Laporan tertulis konsepkonsep penting Membaca buku-buku referensi atau jurnal. Mengkaji materi melalui ceramah dan tanya jawab dipandu oleh dosen Laporan tertulis konsepkonsep penting Membaca buku-buku referensi atau jurnal. Siamat, Dahlan. (2001). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia www.bomis.com/rings/friedman www.group.dcs.st-and.ac.uk/ history/mathematicians/keynes.html www.thetopnotch.com/greenspan www.ex.ac.uk. 2

10 BEBERAPA ISU DAN MASALAH DALAM KEBIJAKAN MONETER 1. Sasaran : tingkat bunga atau uang beredar? 2. Uang beredar mana yang dikendalikan? 3. Ketidakpastian dan jarak waktu (lag) 4. Rational Expectation 11-12 MASALAH INFLASI 1. Pengertian Inflasi 2. Sebab-sebab timbulnya Inflasi 3. Jenis-jenis Inflasi 4. Dampal Inflasi terhadap Perekonomian 5. Cara Mengatasi Inflasi 13-14 KRISIS MONETER DAN ALTERNATIF MANAJEMEN MONETER 1. Faktor penyebab terjadinya krisis moneter 2. Alternatif manajemen moneter 15 MASALAH MONETER INTERNASIONAL 1. Pembayaran internasional 2. Standar moneter internasional 3. Harga valuta asing (kurs) 4. Badan keuangan internasional 16 UAS Mengkaji materi melalui ceramah dan tanya jawab dipandu oleh dosen Laporan tertulis konsepkonsep penting Membaca buku-buku referensi atau jurnal. Mengkaji materi melalui ceramah dan tanya jawab dipandu oleh dosen Laporan tertulis konsepkonsep penting Membaca buku-buku referensi atau jurnal. Mengkaji materi melalui ceramah dan tanya jawab dipandu oleh dosen Laporan tertulis konsepkonsep penting Membaca buku-buku referensi atau jurnal. Mengkaji materi melalui ceramah dan tanya jawab dipandu oleh dosen Laporan tertulis konsepkonsep penting Membaca buku-buku referensi atau jurnal. Rdavies/arian/llyfr.html www.ic.org/market/money www.globalideasbank.org/money.h tml www.transaction.net/money/comm unity/index.html 3

Materi 1 KONSEP DASAR EKONOMI MONETER Sub Materi 1. Ruang lingkup ekonomi moneter 2. Teori lahirnya, bahan/jenis, definisi serta peranan dan fungsi uang 3. Pasar uang, harga uang, uang beredar, pelaku dalam pasar uang dan peran bank dalam pasar uang 4. Standar Moneter Pertemuan ke 1 Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah menyelesaikan pertemuan ini, mahasiswa mampu : 1. menjelaskan ruang lingkup ekonomi moneter 2. menjelaskan teori lahirnya, bahan/jenis, definisi serta peranan dan fungsi uang 3. menjelaskan Pasar uang, harga uang, uang beredar, pelaku dalam pasar uang dan peran bank dalam pasar uang 4. menjelaskan Standar Moneter A. Ringkasan Materi 1. Ruang lingkup Ekonomi Moneter Dalam ekonomi moneter dipelajari sifat, fungsi serta pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi misalnya tingkat employment (N), harga/inflasi (P), Output (O) serta hubungan ekonomi internasional ekspor (X) dan impor (M). 2. Teori lahirnya uang : teori sejarah, teori negara, teori konvensi Bahan-bahan uang : uang barang, uang logam dan uang kertas Fungsi uang : medium of exchange, unit of account, store of value, standard of deffered payment) Jenis-jenis uang : full bodied money, token money, uang kertas, uang giral, near money 3. Pasar Uang Dalam pasar uang yang ditransaksikan adalah hak untuk menggunakan uang (untuk dibelanjakan barang dan jasa) untuk jangka waktu tertentu. Harga Uang : Harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu yang telah ditentukan bersama. Harga ini biasanya dinyatakan dalam prosen per tahun yang dinamakan tingkat bunga (interest) Uang Beredar : M1 = C (currency) + DD (demand deposit) ; M2 = M1 + TD (time deposit)+ SD (saving deposit); M3 (mencakup semua TD dan SD besar kecil, Rp, $, milik penduduk pada bank atau lembaga keuangan bukan bank); Para Pelaku dalam Pasar Uang a. Otorita moneter (Bank Sentral dan Pemerintah) b. Lembaga Keuangan Bank dan Bukan Bank (LKBB) c. Masyarakat (Rumah Tangga dan Perusahaan) 4 Standar Moneter Standar moneter atau standar uang adalah alat mata uang (sesuatu barang) yang dijadikan sebagai dasar dari uang yang diedarkan dalam perekonomian suatu negara. 4

B. Kegiatan Pembelajaran 1. Menelaah pustaka dan melakukan tanya jawab mengenai materi konsep dasar ekonomi moneter 2. Membuat peta konsep pasar uang dan para pelaku dalam pasar uang 3. Menganalisis sebuah kasus standar moneter yang pernah digunakan serta kemungkinan aplikasinya dalam perekonomian saat ini, dilanjutkan dengan mempresentasikan. C. Evaluasi Pembelajaran 1. Jelaskan ruang lingkup materi pembahasan ekonomi moneter dan apa tujuan mempelajari ekonomi moneter? 2. Jelaskan teori-teori lahirnya uang? 3. Sebutkan bahan-bahan yang pernah dipakai sebagai uang? 4. Jelaskan peranan dan fungsi uang dalam perekonomian? 5. Sebutkan jenis-jenis uang yang saudara ketahui? 6. Apakah perbedaan pasar uang, harga uang dan uang beredar? 7.Sebutkan para pelaku yang terlibat dalam pasar uang? 8.Apakah yang dimaksud dengan standar moneter? D. Referensi Budiono. (1995). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE) Fredric S. Miskin. (1998). Financial Markets, Institutions, and Money. Columbia: Harper Collins Columbia University. Humas Bank Indonesia: Program Edukasi Bank Indonesia: humasbi@bi.go.id atau pesawat 021-3817187 Nopirin. (1996). Ekonomi Moneter Buku I dan II. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE). Rachbini, Didik J. (Eds). (2000). Bank Indonesia : Menuju Independensi Bank Sentral. Jakarta: PT Mardi Mulyo Siamat, Dahlan. (2001). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia : 5

Sub Materi 1. Perputaran uang dan barang 2. Uang dan suku bunga 3. Uang dan kegiatan ekonomi sektor riil 4. Uang dan harga 5. Pengendalian jumlah uang beredar Pertemuan ke 2 Materi 2 PERANAN UANG DALAM PEREKONOMIAN Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah menyelesaikan pertemuan ini, mahasiswa mampu : 1. mendeskripsikan perputaran uang dan barang 2. menjelaskan hubungan Uang dan suku bunga 3. menjelaskan pengaruh Uang terhadap kegiatan ekonomi sektor riil 4. menjelaskan hubungan Uang dan harga 5. menganalisis kebijakan pengendalian jumlah uang beredar A. Ringkasan Materi 1. Dalam setiap kegiatan ekonomi, selalu terdapat dua macam aliran, yaitu aliran barang dan aliran uang, aliran uang akan sama atau sebanding dengan aliran barang dan jasa. 2. Perubahan suku bunga akan terjadi karena adanya perubahan jumlah uang beredar sebagai akibat dari interaksi antara sisi permintaan dan sisi penawaran. 3. Pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi sektor riil dapat bersifat langsung atau tidak langsung. 4. Perubahan jumlah uang beredar akan mempengaruhi perkembangan harga. Kecenderungan kenaikan harga secara terus-menerus (inflasi), terjadi apabila penambahan jumlah uang beredar melebihi kebutuhan yang sebenarnya. 5. Pengendalian jumlah uang beredar dimaksudkan agar otoritas moneter dapat mempengaruhi nilai uang sedemikian rupa sehingga perkembangannya akan mendorong perkembangan perekonomian yang diinginkan termasuk menekan laju inflasi. B. Kegiatan Pembelajaran 1. Menelaah pustaka dan melakukan tanya jawab mengenai materi peranan uang dalam perekonomian 2. Membuat peta konsep hubungan uang dengan barang, suku bunga, kegiatan ekonomi sektor riil dan harga. 3. Menganalisis sebuah kasus pengendalian jumlah uang beredar, dilanjutkan dengan mempresentasikan. C. Evaluasi Pembelajaran Coba jelaskan tentang peranan uang dalam perekonomian, khususnya tentang hubungan perputaran uang dan barang, hubungan uang dan suku bunga, uang dan kegiatan ekonomi sektor riil, uang dan harga serta pengen-dalian jumlah uang beredar? 6

D. Referensi Budiono. (1995). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE) Fredric S. Miskin. (1998). Financial Markets, Institutions, and Money. Columbia: Harper Collins Columbia University. Humas Bank Indonesia: Program Edukasi Bank Indonesia: humasbi@bi.go.id atau pesawat 021-3817187 Nopirin. (1996). Ekonomi Moneter Buku I dan II. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE). Rachbini, Didik J. (Eds). (2000). Bank Indonesia : Menuju Independensi Bank Sentral. Jakarta: PT Mardi Mulyo Siamat, Dahlan. (2001). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 7

Materi 3 BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (LKBB) Sub Materi 1. Bank Sentral (Bank Indonesia), Bank Umum, Bank Syariah, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 2. Jenis-jenis dan Fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank 3. Reformasi perbankan di Indonesia menghadapi persaingan global abad 21 Pertemuan ke 3-4 Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah menyelesaikan pertemuan ini, mahasiswa mampu : 1. menjelaskan perbedaan Bank Sentral (Bank Indonesia), Bank Umum, Bank Syariah, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 2. menyebutkan jenis-jenis dan fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank 3. menganalisis reformasi perbankan di Indonesia menghadapi persaingan global abad 21 A. Ringkasan Materi 1. Bank sentral (Bank Indonesia), yaitu bank yang berfungsi sebagai bank sirkulasi dan sebagai induk dari bank-bank lainnya (Banker s of bank). 2. Bank umum merupakan bank yang memberikan jasa melalui mekanisme pembayaran. Tugas pokok bank umum adalah menghimpun dana dari masyarakat, memberikan pinjaman kepada masyarakat, dan memberikan jasa melalui mekanisme keuangan kepada masyarakat. 3. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang hanya menerima simpanan dalam bentuk tabungan dan deposito. 4. Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang bergerak di bidang keuangan, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang menghimpun dana dari masyarakat kemudian menyalurkan-nya lagi kepada masyarakat 5. In order that the national banks in Indonesia can compete in the global market, it is suggested that they start having two kinds of reformation such as internal bank reformation and bank system reformation. Furthermore, in doing such effort, it is also important to reveal. Firstly, the condition of Indonesian banking dealing with the number of the banks and the bank offices; the bad debt, the bank health, the requirement which should be fulfilled and so on. Secondly, the scenario of reformation which is intended is also prominent to be considered. This article will elaborate all such information and give some suggestion to be implemented. B. Kegiatan Pembelajaran 1. Menelaah pustaka dan melakukan tanya jawab mengenai materi bank dan lembaga keuangan bukan bank 2. Membuat peta konsep bank dan lembaga keuangan bukan bank 3. Menganalisis kasus reformasi perbankan di Indonesia menghadapi persaingan global abad 21, dilanjutkan dengan mempresentasikan. 8

C. Evaluasi Pembelajaran 1. Jelaskan perbedaan bank sentral, bank umum dan bank perkreditan rakyat? 2. Jelaskan perbedaan bank dengan lembaga keuangan bukan bank? 3. Apakah tugas dan fungsi bank dan lembaga keuangan bukan bank? 4. Berikan contoh-contoh yang termasuk lembaga keuangan bukan bank? 5. Jelaskan dan analisis tentang beberapa reformasi perbankan di Indonesia menghadapi persaingan global abad 21? D. Referensi Budiono. (1995). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE) Fredric S. Miskin. (1998). Financial Markets, Institutions, and Money. Columbia: Harper Collins Columbia University. Humas Bank Indonesia: Program Edukasi Bank Indonesia: humasbi@bi.go.id atau pesawat 021-3817187 Nopirin. (1996). Ekonomi Moneter Buku I dan II. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE). Rachbini, Didik J. (Eds). (2000). Bank Indonesia : Menuju Independensi Bank Sentral. Jakarta: PT Mardi Mulyo Siamat, Dahlan. (2001). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 9

Materi 4 TEORI PERMINTAAN UANG Sub Materi 1. teori permintaan uang klasik 2. teori permintaan uang Keynes 3. teori permintaan uang Post Keynesian 4. teori permintaan uang modern (Milton Friedman) Pertemuan ke 5-6 - 7 Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah menyelesaikan pertemuan ini, mahasiswa mampu : 1. menjelaskan teori permintaan uang klasik 2. menjelaskan teori permintaan uang Keynes 3. menjelaskan teori permintaan uang Post Keynesian 4. menjelaskan teori permintaan uang modern (Milton Friedman) A. Ringkasan Materi 1. Teori Permintaan Uang Klasik Teori ini sebenarnya adalah teori mengenai permintaan dan sekaligus penawaran uang, beserta interaksi antara keduanya (Md = Ms). Fokus dari teori tersebut adalah pada hubungan antara penawaran uang (jumlah uang beredar) dengan nilai uang (tingkat harga). 2. Teori Permintan Uang Keynes terdiri dari teori permintan uang untuk transaksi, teori permintaan uang untuk berjaga-jaga dan teori permintaan uang untuk spekulasi. 3. Teori Permintan Uang Post Keynesian. Teori ini dikembangkan oleh William Baumol dan James Tobin dengan mengembangkan model permintaan uang untuk transaksi dari Keynes. Sedangkan Tobin secara khusus mengembangkan model permintaan uang untuk spekulasi. 4. Teori Permintan Uang Modern. Teori ini dikembangkan oleh Milton Friedman, tetapi tidak membagi permintaan uang seperti yang dilakukan oleh Keynes. Friedman menganggap bahwa pemilik kekayaan dapat memilih lima bentuk kekayaan untuk dipegang yaitu uang tunai, obligasi, saham-saham, barang fisik bukan manusia dan kekayaan manusiawi (human capital0 B. Kegiatan Pembelajaran 1. Menelaah pustaka dan melakukan tanya jawab mengenai materi teori permintaan uang 2. Membuat peta konsep perkembangan teori permintaan uang 3. Menganalisis sebuah kasus penerapam teori permintaan uang, dilanjutkan dengan mempresentasikan. C. Evaluasi Pembelajaran 1. Buat analisis dan laporan tertulis tentang perkembangan teori permintaan uang dari mulai teori klasik sampai dengan teori modern? 2. Teori mana yang cocok untuk menganalisis kasus perekonomian Indonesia? 10

D. Referensi Budiono. (1995). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE) Fredric S. Miskin. (1998). Financial Markets, Institutions, and Money. Columbia: Harper Collins Columbia University. Humas Bank Indonesia: Program Edukasi Bank Indonesia: humasbi@bi.go.id atau pesawat 021-3817187 Nopirin. (1996). Ekonomi Moneter Buku I dan II. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE). Rachbini, Didik J. (Eds). (2000). Bank Indonesia : Menuju Independensi Bank Sentral. Jakarta: PT Mardi Mulyo Siamat, Dahlan. (2001). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Pertemuan 8 Ujian Tengah Semester 11

Sub Materi 1. Penawaran uang tanpa bank 2. Teori penawaran uang modern 3. Money Multiplier 4. Implikasi kebijakan Pertemuan ke 9 Materi 5 PENAWARAN UANG Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah menyelesaikan pertemuan ini, mahasiswa mampu : 1. menjelaskan Penawaran uang tanpa bank 2. menjelaskan Teori penawaran uang modern 3. menjelaskan Money Multiplier 4. menjelaskan Implikasi kebijakan A. Ringkasan Materi 1. Penawaran uang tanpa bank Uang beredar tercipta sangat sederhana dan menganggap perbankan tidak ada, kalau ada tidak mempunyai pengaruh terhadap rposes terciptanya uang beredar. 2. Teori penawaran uang modern Sumber dari terciptanya uang beredar adalah otorita moneter (pemerintah dan bank sentral) dan lembaga keuangan. Otorita moneter merupakan supplier uang inti (primer), sedangkan lembaga keuangan (bank) merupakan supplier uang sekunder bagi masyarakat. 3. Money Multiplier Proses money multiplier adalah proses pasar (penyesuaian antara permintaan dan penawaran. Proses pelipatan itu dimungkinkan karena adanya lembaga yang disebut bank, yang tidak harus menjamin secara penuh uang giral yang dicipatakannya d engfan uang tunai. 4. Implikasi kebijakan Pemerintah (otorita moneter) dapat mempengaruhi uang beredar melalui dua cara yaitu dengan jalan mempengaruhi koefisien pelipat uang dan atau mempengaruhi uang inti. B. Kegiatan Pembelajaran 1. Menelaah pustaka dan melakukan tanya jawab mengenai materi penawaran uang 2. Membuat peta konsep mekanisme penawaran uang tanpa bank dan penawaran uang modern 3. Menganalisis kasus penawaran uang di Indonesia serta menentukan kebijakan penawaran uang, dilanjutkan dengan mempresentasikan. C. Evaluasi Pembelajaran 1. Jelaskan bagaimana proses terciptanya uang yang beredar dalam suatu perekonomian? 2. Mengapa money multiplier selalu lebih besar dari satu? 3. Sebutkan faktor apa-apa yang dapat mempengaruhi money multiplier? 12

4. Bagaimana cara-cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar? D. Referensi Budiono. (1995). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE) Fredric S. Miskin. (1998). Financial Markets, Institutions, and Money. Columbia: Harper Collins Columbia University. Humas Bank Indonesia: Program Edukasi Bank Indonesia: humasbi@bi.go.id atau pesawat 021-3817187 Nopirin. (1996). Ekonomi Moneter Buku I dan II. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE). Rachbini, Didik J. (Eds). (2000). Bank Indonesia : Menuju Independensi Bank Sentral. Jakarta: PT Mardi Mulyo Siamat, Dahlan. (2001). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 13

Materi 6 BEBERAPA ISU DAN MASALAH DALAM KEBIJAKAN MONETER Sub Materi 1. Sasaran : tingkat bunga atau uang beredar? 2. Uang beredar mana yang dikendalikan? 3. Ketidakpastian dan jarak waktu (lag) 4. Rational Expectation Pertemuan ke 10 Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah menyelesaikan pertemuan ini, mahasiswa mampu : 1. menjelaskan sasaran kebijakan moneter : tingkat bunga atau uang beredar? 2. menjelaskan uang beredar mana yang dikendalikan? 3. menjelaskan Ketidakpastian dan jarak waktu (lag) 4. menjelaskan Rational Expectation A. Ringkasan Materi 1. Sasaran : tingkat bunga atau uang beredar? Apa yang sebaiknya dijadikan sebagai sasaran antara bagi kebijakan moneter apakah uang beredar atau tingkat bunga. 2. Uang beredar mana yang dikendalikan? Konsep uang beredar mana yang paling baik sebagai sasaran, apakah B, M1, M2 atau L atau berbagai kombinasi dari uang beredar tersebut. 3. Ketidakpastian dan jarak waktu (lag) Unsur ketidakpastian selalu ada dalam setiap merumuskan atau melaksanakan kebijakan moneter. Apakah kebijakan moneter perlu dilaksanakan secara aktif atau lebih bersifat otomatis 4. Rational Expectation Peranan harapan sangat penting karena menentukan tindakan atau reaksi masyarakat terhadap kebijakan itu sendiri. Masyarakat akan menggunakan segala informasi yang ada sebaik-baiknya dalam menentukan reaksi terhadap perubahan keadaan atau terhadap suatu langkah kebijakan moneter. B. Kegiatan Pembelajaran 1. Menelaah pustaka dan melakukan tanya jawab mengenai materi masalah dalam kebijakan moneter 2. Membuat peta konsep masalah dalam kebijakan moneter 3. Menganalisis masalah dalam kebijakan moneter di Indonesia serta menentukan konsep uang beredar mana yang paling baik sebagai sasaran, apakah B, M1, M2 atau L atau berbagai kombinasi dari uang beredar tersebut, dilanjutkan dengan mempresentasikan. C. Evaluasi Pembelajaran 1. Apa yang sebaiknya dijadikan sebagai sasaran antara bagi kebijakan moneter? apakah uang beredar atau tingkat bunga? berikan alasannya? 2. Uang beredar yang paling baik dijadikan sebagai sasaran, apakah B, M1, M2 atau L atau berbagai kombinasi dari uang beredar tersebut? 14

3. Kapan kebijakan moneter perlu dilaksanakan secara aktif dan kapan kebijakan moneter dilakukan lebih bersifat otomatis? 4. Apakah yang dimaksud dengan rational expectation? berikan contohnya? D. Referensi Budiono. (1995). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE) Fredric S. Miskin. (1998). Financial Markets, Institutions, and Money. Columbia: Harper Collins Columbia University. Humas Bank Indonesia: Program Edukasi Bank Indonesia: humasbi@bi.go.id atau pesawat 021-3817187 Nopirin. (1996). Ekonomi Moneter Buku I dan II. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE). Rachbini, Didik J. (Eds). (2000). Bank Indonesia : Menuju Independensi Bank Sentral. Jakarta: PT Mardi Mulyo Siamat, Dahlan. (2001). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 15

Materi 7 MASALAH INFLASI Sub Materi 1. Pengertian Inflasi 2. Sebab-sebab timbulnya Inflasi 3. Jenis-jenis Inflasi 4. Dampak Inflasi terhadap Perekonomian 5. Cara Mengatasi Inflasi Pertemuan ke 11-12 Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah menyelesaikan pertemuan ini, mahasiswa mampu : 1. menjelaskan pengertian Inflasi 2. mengidentifikasi sebab-sebab timbulnya Inflasi 3. menyebutkan jenis-jenis Inflasi 4. menganalisis Dampak Inflasi terhadap Perekonomian 5. menjelaskan Cara Mengatasi Inflasi A. Ringkasan Materi 1. Pengertian Inflasi. Inflasi adalah kecenderungan naiknya tingkat harga umum secara terus menerus. 2. Sebab-sebab timbulnya Inflasi Faktor utama penyebab naiknya harga secara terus-menerus (inflasi) adalah (a) Jumlah uang yang beredar tidak seimbang dengan jumlah barang. (b) Jumlah uang yang beredar menjadi lebih besar karena pencetakan uang baru oleh pemerintah. (c) Desakan golongan masyarakat tertentu untuk memperoleh kredit murah sehingga jumlah kredit yang harus disediakan melebihi jumlah yang bisa menjaga kestabilan harga, (d) Adanya sector ekspor/impor, tabungan, investasi, penerimaan dan pengeluaran negara. 3. Jenis-jenis Inflasi Berdasarkan parah tidaknya, inflasi dapat dikategorikan menjadi : (a) Inflasi ringan, adalah inflasi di bawah 10%; (b) Inflasi sedang, adalah inflasi yang terjadi antara 10% sampai dengan 30% setahun; (c) Inflasi berat, adalah inflasi yang terjadi antara 30% sampai dengan 100% setahun: (d) Hiperinflasi, adalah inflasi di atas 100% setahun. 4. Dampak Inflasi terhadap Perekonomian Dampak inflasi terhadap distribusi pendapatan a. Dampak inflasi terhadap efisiensi b. Dampak inflasi terhadap output (hasil produksi) c. Dampak inflasi terhadap pengangguran d. Dampak inflasi terhadap perdagangan internasional 5. Cara Mengatasi Inflasi a. Kebijakan Moneter b. Kebijakan Fiskal 16

B. Kegiatan Pembelajaran 1. Menelaah pustaka dan melakukan tanya jawab mengenai materi inflasi 2. Membuat peta konsep inflasi 3. Menganalisis kasus inflasi di Indonesia serta menentukan kebijakan untuk mengatasinya, dilanjutka dengan mempresentasikan. C. Evaluasi Pembelajaran 1. Jelaskan pengertian inflasi yang saudara ketahui? 2. Sebutkan faktor-faktor yzng menyebabkan timbulnya inflasi? 3. Bagaimana dampak inflasi terhadap perekonomian suatu negara? 4. Sebutkan kebijakan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi inflasi di Indonesia? D. Referensi Budiono. (1995). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE) Fredric S. Miskin. (1998). Financial Markets, Institutions, and Money. Columbia: Harper Collins Columbia University. Humas Bank Indonesia: Program Edukasi Bank Indonesia: humasbi@bi.go.id atau pesawat 021-3817187 Nopirin. (1996). Ekonomi Moneter Buku I dan II. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE). Rachbini, Didik J. (Eds). (2000). Bank Indonesia : Menuju Independensi Bank Sentral. Jakarta: PT Mardi Mulyo Siamat, Dahlan. (2001). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 17

Materi 8 KRISIS MONETER DAN ALTERNATIF MANAJEMEN MONETER Sub Materi 1. Faktor penyebab terjadinya krisis moneter 2. Alternatif manajemen moneter Pertemuan ke 13-14 Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah menyelesaikan pertemuan ini, mahasiswa mampu : 1. mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya krisis moneter 2. menganalisis alternatif manajemen moneter A. Ringkasan Meteri 1. Faktor penyebab terjadinya krisis moneter adalah krisis kualitas lembaga-lembaga keuangan yang dipengaruhi oleh penerapan suku bunga yang ternyata gagal berfungsi sebagai alat indirect screening mechanism. 2. Alternatif manajemen moneter. Chapra (1996) menyatakan manajemen moneter yang berdasarkan suku bunga tidak akan efektif dalam mencapai tujuan-tujuan ekonomi. Oleh karena itu timbul pemikiran untuk menerapkan system moneter yang berdasarkan nilai emas karena dengan system mata uang emas yang memiliki nilai intrinsik, diperkirakan mata uang akan lebih stabil dan lebih tahan terhadap gejolak nilai tukar. B. Kegiatan Pembelajaran 4.Menelaah pustaka dan melakukan tanya jawab mengenai materi krisis moneter dan alternatif manajemen moneter 5.Membuat peta konsep faktor penyebab terjadinya krisis moneter 6.Menganalisis kasus terjadinya krisis moneter di Indonesia pada tahun 1997 dan menentukan alternatif kebijakan manajemen moneter, dilanjutkan dengan mempresentasikan. C. Evaluasi Pembelajaran 1. Buat laporan diskusi tentang faktor-faktor penyebab krisis moneter di Indonesia? 2. Bagaimana solusi atau cara mengatasi yang dapat sdr sarankan untuk mengatasi krisis moneter tersebut? D. Referensi Budiono. (1995). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE) Fredric S. Miskin. (1998). Financial Markets, Institutions, and Money. Columbia: Harper Collins Columbia University. Nopirin. (1996). Ekonomi Moneter Buku I dan II. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE). Siregar, Mulya E., 2001, Memanajemen Moneter Alternatif, Makalah pada Dialog Aktual Pesantren Mahasiswa Muslim Nasional tanggal 18 Juli 2001 yang diselenggarakan Puskomda LDK Malang & BDM Al Hikmah UM. 18

Sub Materi 1. Pembayaran internasional 2. Standar moneter internasional 3. Harga valuta asing (kurs) 4. Badan keuangan internasional Pertemuan ke 15 Materi 9 MASALAH MONETER INTERNASIONAL Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah menyelesaikan pertemuan ini, mahasiswa mampu : 1. Pembayaran internasional 2. Standar moneter internasional 3. Harga valuta asing (kurs) 4. Badan keuangan internasional A. Ringkasan Meteri 1. Pembayaran internasional Pembayaran yang berhubungan dengan transaksi ekonomi internasional antara penduduk negara itu dengan penduduk negara lain. 2. Standar moneter internasional adalah alat mata uang (sesuatu barang) yang dijadikan sebagai dasar dari uang yang diedarkan dalam perekonomian yang berlaku secara internasional. 3. Harga valuta asing (kurs) Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai tukar/kurs rupiah terhadap valuta asing adalah faktor fundamental ekonomi, faktor teknis, faktor psikologis dan faktor spekulasi 4. Badan keuangan internasional a. IMF b. Word Bank B. Kegiatan Pembelajaran 1. Menelaah pustaka dan melakukan tanya jawab mengenai materi masalah moneter internasional 2. Membuat peta konsep pembayaran internasional dan standar moneter internasional 3. Menganalisis kasus standar moneter internasional yang pernah digunakan di dunia serta menentukan standar moneter yang dapat digunakan untuk mensrtbilkan perekonomian dunia, dilanjutkan dengan mempresentasikan. C. Evaluasi Pembelajaran 1. Jelaskan transaksi ekonomi apa yang termasuk dalam pembayaran internasional? 2. Apakah yang dimaksud dengan standar moneter internasiona? berikan contohnya? 3. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kurs rupiah terhadap valuta asing? 4. Apakah fungsi dan peran badan-badan keuangan internasional bagi suatu perekonomian? 19

D. Referensi Budiono. (1995). Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE) Fredric S. Miskin. (1998). Financial Markets, Institutions, and Money. Columbia: Harper Collins Columbia University. Nopirin. (1996). Ekonomi Moneter Buku I dan II. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi (BPFE). Rachbini, Didik J. (Eds). (2000). Bank Indonesia : Menuju Independensi Bank Sentral. Jakarta: PT Mardi Mulyo Siamat, Dahlan. (2001). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Pertemuan 16 Ujian Akhir Semester 20

PEDOMAN PERKULIAHAN (HAND OUT MATAKULIAH) EKONOMI MONETER ( KP 401) Semester 5 / 3 SKS Ani Pinayani, Drs., MM. (1170) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI DAN KOPERASI FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONSIA 2009 21

22