ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

dokumen-dokumen yang mirip
KEMAGNETAN. : Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-8

INDUKSI EM DAN HUKUM FARADAY; RANGKAIAN ARUS BOLAK BALIK

INDUKSI EM DAN HUKUM FARADAY; RANGKAIAN ARUS BOLAK BALIK

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-3 CAKUPAN MATERI 1. HUKUM GAUSS 2. ENERGI DAN POTENSIAL LISTRIK

5.5. ARAH GGL INDUKSI; HUKUM LENZ

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-16

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-12 CAKUPAN MATERI 1. TRANSFORMATOR 2. TRANSMISI DAYA 3. ARUS EDDY DAN PANAS INDUKSI 4. GGL INDUKSI KARENA GERAK

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-15 CAKUPAN MATERI

Perkuliahan Fisika Dasar II FI-331. Oleh Endi Suhendi 1

HAMBATAN & ARUS LISTRIK MINGGU KE-6 2 X PERTEMUAN

BINOVATIF LISTRIK DAN MAGNET. Hani Nurbiantoro Santosa, PhD.

ARUS LISTRIK. Di dalam konduktor / penghantar terdapat elektron bebas (muatan negatif) yang bergerak dalam arah sembarang (random motion)

Arus Listrik & Rangkaian Arus DC

Materi ajar. Kapasitor

Arus Listrik dan Resistansi

LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIKA DASAR II RANGKAIAN RC (RESISTOR DENGAN KAPASITOR)

Hukum Ohm. Fisika Dasar 2 Materi 4

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR II RESISTIVITAS. Oleh: Dina Puji Lestari PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

PELATIHAN OSN JAKARTA 2016 LISTRIK MAGNET (BAGIAN 1)

MUATAN, MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK DEPARTEMEN FISIKA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Perkuliahan PLPG Fisika tahun D.E Tarigan Drs MSi Jurusan Fisika FPMIPA UPI 1

Fisika Dasar II. : Sutrisno, Saeful Karim, Endi Suhendi

KAPASITOR dan SIFAT BAHAN DIELEKTRIK

RINGKASAN DAN LATIHAN - - LISTRIK STATIS - LISTRIK STATI S

Perkuliahan Fisika Dasar II FI-331. Oleh Endi Suhendi 1

LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS

LISTRIK ARUS SEARAH (Oleh : Sumarna)

: Arus listrik, tumbukan antar elektron, panas, hukum joule, kalorimeter, transfer energi.

MEMPERSEMBAHKAN. Kelompok. Achmad Ferdiyan R Anne Farida R U ( ) ( )

LAPORAN RESMI PRAKTEK KERJA LABORATORIUM 1

FISIKA MODERN DAN FISIKA ATOM

KAPASITOR MINGGU KE-5

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 4 Tanggal Berlaku : 04 September 2015

Bab 1. Muatan dan Materi. 1.1 Teori Elektromagnetisme Muatan listrik. (ref: Bab 23)

EKSPERIMEN FISIKA DASAR 2. Rangkaian RC PENGISIAN KAPASITOR

IV. Arus Listrik. Sebelum tahun 1800: listrik buatan hanya berasal dari friksi (muatan statis) == tidak ada kegunaan praktis

PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

Disusun oleh: RIZKY AMALIA NURLELA (060151)

Elektrostatik. atom netral bila jumlah proton = jumlah elektron

PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I TEORI RANGKAIAN LISTRIK DASAR

Kurikulum 2013 Antiremed Kelas 9 Fisika

LAMPIRAN I. Analisis Data Konstanta Dielektrik ε r pada Udara. d = 0,013 m. Δ E = 50 Volt/m. Δ V = 0,5 volt. Δ d = 0,00005 m

Assalamuaalaikum Wr. Wb

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM

3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

GAYA GERAK LISTRIK KELOMPOK 5

TOPIK 4. Kapasitansi. Fisika Dasar II TIP, TP, UGM 2009 Ikhsan Setiawan, M.Si.

Uji Kekerasan Material dengan Metode Rockwell

FORMULIR RANCANGAN PERKULIAHAN PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

TUGAS XIII LISTRIK DAN MAGNET

Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-). Sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang

ARUS LISTRIK. Tiga hal tentang arus listrik. Potensial tinggi

Rudi Susanto

Keywords : Hukum Joule, Kapasitas Panas, Kalorimeter, Arus Listrik, Konduksi, Tahanan Geser ABSTRAK

Fisika Umum (MA 301) Topik hari ini. Kelistrikan

Pertambahan arus ΔI yang melalui pertambahan permukaan ΔS yang normal pada rapatan arus ialah

EFEK HALL. Laboratorium Fisika Material, Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya

Induktansi. Kuliah Fisika Dasar II Jurusan TIP, FTP, UGM 2009

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI FISIKA. Jl. Ganesha No 10 Bandung Indonesia SOLUSI

Bab 6 Konduktor dalam Medan Elektrostatik. 1. Pendahuluan

Fisika Ujian Akhir Nasional Tahun 2003

DAN RANGKAIAN AC A B A. Gambar 4.1 Berbagai bentuk isyarat penting pada sistem elektronika

FISIKA DASAR II DOSEN PENGASUH MATA KULIAH : Dr. Yanti Yulianti, S.Si, M.Si Akhmad Dzakwan, S.Si

KUMPULAN SOAL FISIKA KELAS XII

Conductor dan Dielektrik

K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika

Rangkaian Seri Perhatikan rangkaian hambatan seri pada Gambar 6. Gambar 6

LISTRIK DINAMIS FIS 1 A. PENDAHULUAN B. HUKUM OHM. ρ = ρ o (1 + αδt) C. NILAI TAHANAN RESISTOR

Medan Listrik, Potensial Listik dan Kapasitansi. Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor

DASAR PENGUKURAN LISTRIK

SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA)

Uraian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Indikator

Fisika Umum (MA 301) Kelistrikan

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-9

C = Q V ab (1) C = Q A (2)

Doc Name: XPFIS0701 Version :

BAB II. Dasar Teori. = muatan elektron dalam C (coulombs) = nilai kapasitansi dalam F (farad) = besar tegangan dalam V (volt)

BAB II TEGANGAN TINGGI. sehingga perlu penjelasan khusus mengenai pengukuran ini. Ada tiga jenis tegangan

KAPASITOR : ANTARA MODEL DAN REALITA oleh : Sugata Pikatan

TOPIK 2. Medan Listrik. Fisika Dasar II TIP, TP, UGM 2009 Ikhsan Setiawan, M.Si.

dan Hukum I Kirchhoff

Konduktor dan isolator

FISIKA. Sesi DUA KEPING SEJAJAR DAN KAPASITOR A. DUA KEPING SEJAJAR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN SISTEM

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

LISTRIK DINAMIS B A B B A B

BAB II L I S T R I K. Muatan ada 3 : 1. Proton : muatan positif. 2. Neutron : muatan netral 3. Elektron : muatan negative

Fisika Dasar II. II. Silabus 1. Identitas mata kuliah Nama mata kuliah : Fisika Dasar II Nomor kode : FI331

Antiremed Kelas 08 Fisika

LATIHAN UJIAN NASIONAL

Materi Listrik. LISTRIK STATIS Hukum Coulomb Medan Listrik Potensial Listrik Kapasitor Contoh Soal

PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM KAPASITOR PLAT SEJAJAR UNTUK MENENTUKAN KONSTANTA DIELEKTRIK SUATU BAHAN

Listrik Dinamis FIS 1 A. PENDAHULUAN. ρ = ρ o (1 + αδt) B. HUKUM OHM C. NILAI TAHANAN RESISTOR LISTRIK DINAMIS. materi78.co.nr. c.

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Transkripsi:

MATA KULIAH KODE MK Dosen : FISIKA DASAR II : EL : Dr. Budi Mulyanti, MSi Pertemuan ke4 CAKUPAN MATERI. KAPASITOR DAN DIELEKTRIK a) Susunan Kapasitor b) Energi Kapasitor c) Bahan Dielektrik. ARUS LISTRIK SUMBERSUMBER:. Frederick Bueche & David L. Wallach, Technical Physics, 994, New York, John Wiley & Sons, Inc. Tipler, Fisika Untuk sains dan Teknik (terjemah oleh Bambang Soegijono), Jakarta, Penerbit Erlangga, 99 3. Gancoli Douglas C, Fisika (terjemah),, Penerbit Erlangga, Edisi 5. 4. Sears & Zemansky, Fisika Untuk Universitas 3 (Optika & Fisika Modern), 99, JakartaNew York, Yayasan Dana Buku Indonesia 5. Frederick J. Bueche, Seri Buku Schaum Fisika, 989, Jakarta, Penerbit Erlangga 6. Halliday & Resnick, Fisika, 99, Jakarta, Penerbit Erlangga 7. Sutrisno, Seri Fisika Dasar (Fisika Modern), 989, Bandung, Penerbit ITB ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

.. KAPASITOR & DIELEKTRIK Kapasitor adalah pelat konduktor terisolasi yang dipisahkan oleh isolator. Untuk keperluan praktis : muatan masingmasing pelat sama besar dan berlawanan arah. Sehingga muatan netto =. Q a b Q Setiap garis gaya berawal dari a dan berakhir di b, karena muatan sama besar dan berlawanan arah. Gambar : Kapasitor pelat sejajar Untuk keperluan praktis, muatan masingmasing plat sama besar dan berlawanan arah sehingga muatan netto = Lambang kapasitor Kapasitor dicirikan oleh Q muatan pada setiap plat (bukan muatan netto) beda potensial di antara kedua pelat (bukan potensial masing masing pelat) Cara memberikan muatan agar sama & berlawanan arah adalah dengan menghubungkan kedua pelat konduktor ke kutubkutub yang berlawanan pada baterai beberapa saat sehingga muncul muatan pada masingmasing plat yaitu Q dan Q. Capasitansi kapasitor C didefinisikan sebagai perbandingan besar muatan Q pada salah satu pelatnya terhadap beda potensial di antara kedua konduktor tersebut, yaitu: Q C = dengan satuan coulomb/volt = farad (F)

Dalam praktek satuan kapasitor biasanya lebih dikenal dengan μf dan pf. Manfaat kapasitor: ) Memahami fenomena alam berupa medan listrik ) Memahami fenomena alam berupa energi yaitu energi listrik yang tersimpan didalam medan listrik diantara pelat pelat tersebut 3) Mendorong kemajuan teknologi elektronika karena berfungsi: mereduksi fluktulasi tegangan di dalam power supply mereduksi sinyal sinyal berbentuk pulsa mendeteksi atau menghasilkan osilasi EM pada frekuensi radio memberikan 'elektronic time delay' σ Intensitas medan listrik di antara pelat konduktor adalah: E =, sedangkan ε intensitas di sebelah kiri/kanan =. Menghitung Capasitansi. Mulamula hitung dari suatu lempengan (pelat) dengan rapat muatan permukaan σ dengan menggunakan hukum Gauss. Pilih permukaan Gauss sebuah silinder tertutup dengan luas penampang A. r r Dari hukum Gauss: ε E ds = Q ε EA ) ε ( EA ) = σa ( Karena A = A = A σ Maka : ε E = σ sehingga E = arah keluar ε

E A A E Gambar; Muatan yang tersebar dalam permukaan tak berhingga dan permukaan Gauss Gambar (a) Arah medan listrik pada kaapsitor pelat sejajar dan (b) Intensitas medan listrik total di titik A, B dan C. Menghitung medan listrik diantara pelat sejajar Kedua pelat muatannya sama besar hanya tandanya berlawanan. Untuk memudahkan anggap bahwa muatannya tersebar secara merata pada permukaan yang berhadapan. Intensitas di a.

Oleh muatan positif σ : σ E = dan oleh muatan negatif σ : ε E = σ ε E total di a E a = karena arah E dan E berlawanan. Intensitas di b. Oleh muatan positif σ : E total di b ε σ E = dan oleh muatan negatif σ : E ε σ E = karena arah E dan E saling menjumlahkan b = σ ε Intensitas di c: E c = (dengan cara yang sama dengan menghitung E a ) σ Kesimpulan: intensitas madan listrik di anatara pelat konduktor E = sedangkan ε intensitas di sebelah kiri / kanan sama dengan nol. Q Dengan definisi C = Sedangkan Q = σa ( σ = muatan per satuan luas ) Dan = E l ( l adalah jarak antara kedua pelat ) σa σa ε A Maka: C = = = El σ l l ε Nampak bahwa kapasitansi tidak bergantung muatan pada kapasitor, namun pada luas pelat dan jarak antar pelat. A. Susunan Kapasitor. Susunan pararel: Karena semua pelat dihubungkan bersamasama, sebelah atas dihubungkan dengan terminal a, dan sebelah bawah dihubungkan dengan terminal b, maka beda potensial melalui tiap kapasitor dalam. susunan pararel adalah sama, yaitu : ab. a ab b Q Q Q 3 Gambar Susunan kapasitor sejajar

Dari gambar, maka: Q = C ab Q = C ab Q3 = C3 ab dan seterusnya Sehingga muatan total: Q = (C C C 3 ) ab.. Susunan seri : 3 Q Q a ab b Gambar: Kapasitor sususnan seri Besar muatan pada setiap pelat harus sama (karena muatan antara pelat negatip satu kapasitor harus sama dan berlawanan tanda dengan pelat positip pada kapasitor di sampingnya sehingga muatan netto keduanya haruslah nol). Jika sebelumnya muatan pada setiap pelat adalah nol. Namun kemudian dihubungkan dengan battery, hal ini hanya menghasilkan permisahan muatan sehingga Q = dan C = Q C dan = 3 Q C 3 dan seterusnya Sehingga: ab = 3... = (...) Q C C C Atau: =... C C C C B. Energi Kapasitor 3 3 Usaha untuk memindahkan muatan pada kapasitor, dimana muatan bergerak di lintasan sembarang, dari satu pelat ke pelat lainnya dengan beda potensial adalah: dw = dq = q C dq

Jika proses ini terus dilanjutkan hingga muatan total sebesar Q telah dipindahkan, kerja totalnya adalah: W = dw = Q q Q dq = C C atau W = C usaha ini sama dengan energi yang tersimpan dalam kapasitor. Energi yang tersimpan di dalam kapasitor, berdiam di dalam medan listrik. Jika Q atau besar maka medan E besar, dan jika Q atau nol maka medan E nol. Karena medan listrik dianggap uniform untuk semua titik diantara pelat, maka kerapatan energinyapun uniform. Sehingga: u = U volume = C Al = A ε l Al = ε E Contoh: Sebuah kapasitor C dimuati sampai mempumyai beda potensial. Baterai pemuat kemudian diputuskan dan kapasitor di hubungkan ke sebuah kapasitor C yang tak bermuatan. Tentukan: a. beda potensial akhir melalui kombinasi tersebut. b. energi yang tersimpan sebelum dan sesudah switch ditutup. Jawab: a). muatan q dibagi kepada kapasitor: q dan q q = q q C = C C

= C C C b). energi mulamula U = C energi akhir U = C C = C C ) = = ( C C ) ( C C ) C U ( C C ) Sehingga U < U Jika C = C maka U = U Energi yang hilang akan muncul sebagai energi thermal di dalam kawat atau diradiasikan sebagai radiasi EM. Selisih energi ini adalah usaha yang dilakukan oleh kapasitor (usaha positip). C C. Bahan Dielektrik Jika diberi bahan dielektrik diantara kedua pelat maka untuk beda potensial yang sama, muatan kapasitor menjadi bertambah, sehingga kapasitasnya pun bertambah. Efek dielektrik adalah memperbesar kapasitansi dengan faktor κ. Dalam prakteknya lebih mudah mempertahankan muatan yang sama dari pada beda potensial. Sehingga sekarang: = κ κε A dan kapasitansi menjadi : C = κ C = d Energi sebelum disisipkan dielektrik U = C C maka setelah ada dielektrik U = C = κc = K κ Nampak bahwa energi setelah disisipkan dielektrik menjadi lebih kecil, karena ada energi yang hilang yaitu berupa sentakan yang dirasakan oleh orang yang menyisipkannya,

dan orang tersebut harus menahan sentakan tersebut, jika ingin menyisipkan lempengan. Atau dengan kata lain kapasitor melakukan usaha positif. Kapasitor C dapat dimuati/dikosongkan melalui resistor R kapasitor C dan resistor R dihubungkan ke terminal dengan sakelar kutub ganda dpdt switch (double pole double throw). Kapasitor mulamula tidak bermuatan. Jika kemudian terminal dihubungkan ke sebuah sumber ε. Lihat gambar (b) jika switch S dihubungkan ke a: dalam waktu, sebuah muatan bergerak melalui setiap penampang rangkaian. Maka beda potensial : Untuk mencari persamaan energi, masingmasing dikalikan dari persamaan Penyelesaian Sedangkan 3.9

Dari grafik: Pada Pada ~ q = Cε Artinya mulamula ketika saklar dihubungkan arus lamalama menjadi nol. Sedangkan muatan kapasitor mulamula nol kemudian menjadi q = Cε. Kuantitas mempunyai dimensi waktu, dan disebut capacitive time constant (konstanta waktu kapasitif) yaitu waktu dimana muatan pada kapasitor telah bertambah sebesar: karena,63 dalam waktu, arus akan berkurang sebesar:,7 Waktu Paruh (Half Life) t h Adalah waktu dimana muatan pada kapasitor bertambah menjadi ½ kali muatan akhirnya, atau arus berkurang menjadi ½ harga awalnya. ln ln ln

,693 Contoh : diketahui rangkaian seri dengan R = MΩ dan C = μf. Maka: RC = s t h = 6,9 s Jika sekarang kapasitor terisi penuh muatan sebesar Q dan saklar dihubungkan ke b, bagaimana muatan kapasitor dan arus sebagai fungsi dari waktu? Karena tidak dihubungkan dengan ε, maka ε =. Sehingga: q ir C = dq q R = dt C dq t / = q q = qe dt RC q Jika q = = 7% q e arus i dq dt q RC t / RC = = e tanda negatif menandakan arah arus berlawanan, artinya RC Karena, maka pada saat,7 terjadi pengosongan kapasitor. Osiloskop Sinar Katoda Osiloskop ini adalah contoh rangkaian, yaitu terjadinya proses pengisian & pengosongan muatan. C : beda potensial melalui kapasitor R : beda potensial melalui hambatan jika saklar di titik a

jika saklar di titik b Jadi selama pemuatan, dan selama pengosongan,. ARUS LISTRIK Elektronelektron di dalam konduktor merupakan muatanmuatan bebas yang tidak mempunyai gerakan terarah sepanjang konduktor. Banyaknya elektron persatuan waktu yang melalui suatu bidang permukaan dari kiri ke kanan sama dengan dari kanan ke kiri, sehingga jumlah netto elektron per satuan waktu yang melewati suatu bidang permukaan adalah nol. Jika ujungujung konduktor diberi beda potensial, maka timbul medan listrik di tiap titik dalam konduktor. Dengan adanya medan listrik maka elektronelektron akan bergerak (aliran netto elektron tidak sama dengan nol lagi) sehingga dikatakan ada arus listrik Q (electrialc currant) yang dihasilkan yaitu : I =, dimana Q adalah muatan netto Q yang t melewati penampang konduktor per satuan waktu.

Jika muatan Q tidak konstan maka : Arus adalah besaran saklar. Bukti : dq I = dt Arus di dalam kawat tetap tidak berubah jika kawat dibelokkan, diikatkan kedalam simpul atau diubah bentuknya. Panah panah yag menyatakan arah arus tidak menuruti hukumhukum penjumlahan vektor. Arah panah hanya menyatakan aliran muatan. Medan listrik memberikan gaya = q kepada elektronelektron dalam konduktor tapi tidak menghasilkan percepatan netto karena elektronelektron ini terus menerus bertumbukkan dengan atomatom dalam konduktor. Efek dari tumbukantumbukan ini adalah perubahan energi kinetik elektronelktron menjadi energi vibrasi. Elektronelektron ini memperoleh laju drift (menyimpang) dalam arah. Arus I adalah besaran makroskopuk seperti halnya massa, volume dan seterusnya. Sedangkan rapat arus J r adalah besaran mikroskopik dan merupakan karakteristik sebuah titik di dalam konduktor, bukan karakteristik konduktor secara keseluruhan. Jika arus terdistribusi uniform dalam konduktor dengan luas penampang A r, maka rapat arus listrik didefinikan sebagai: r I r J = r, artinya vektor J di setiap titik adalah dalam arah pergerakamn muatan postif di A titik itu (yaitu searah dengan medan listrik). Atau secara umum : r r I = J da, I adalah fluks J r pada permukaan. Jika J r penampang, maka: I = JA Kecepatan drift Elektronelektron konduksi di dalam sebuah kawat konduktor bergerak menyimpang terhadap medan listrik yang diberikan dengan kecepatan penyimpangan (drift) v d.

E A d d t d Gambar: Gerak elektron dan hole karena adanya medan listrik Jika banyaknya elektron per satuan volume adalah n, maka banyaknya elektron seluruhnya = n vol = n vd t A Karena arus adalah I = = t Q Maka arus sekarang menjadi nv d I = qe = t ta naq v e d Sehingga arus drift adalah: I v d = = naq e J nq e Secara umum jika sebuah konduktor mengandung sejumlah partikel yang berbeda, memilki rapat muatan yang berbeda dan bergerak dengan kecepatan berbedabeda, maka : r r r J = nq e v d atau I = A nq e vd Untuk hole dimana v r d adalah kecepatan pembawa muatan positif dengan arah sejajar. Berdasarkan definisi maka terbuktilah bahwa arus adalah besaran saklar, sedangkan yang dimaksud dengan arah arus adalah arah rapat arus vektor J r dapat disimpulkan walaupun dalam suatu konduktor, pembawa muatan hanyalah elektron dan bergerak dalam arah berlawanan dengan arah. Namun rapat arus J r searah dengan jadi seolaholah yang bergerak adalah pembawa muatan positif (hole). RESISTIITAS Rapat arus J r dalam konduktor bergantung intensitas dan karakteristik konduktor yang bersangkutan yang disebut resistivitas didefinisikan sebagai:

r E ρ = r yaitu intensitas listrik persatuan arus dengan satuan Ωm. J Harga resistivitas untuk: Konduktor : 8 < 6 Semi konduktor : 5 < 7 Isolator : 8 < < 6 Dalam semikonduktor nilai pentingnya bukan pada harga resistivitasnya, karena disini dipengaruhi oleh : Temperatur Ketakmurnian (impuritas) Sehingga disini tidaklah konstan. Gambar.Hubungan resistivitas terhadap temperatur pada bahan (a) konduktor (b) semikonduktor, dan (c) superkonduktor. Resistivitas konstan untuk T kontan. Hal ini ditemukan oleh GS Ohm. Setiap bahan yang memenuhi hukum ohm disebut konduktor/ linier. Jadi hukum ohm sebenarnya tidak untuk seluruh bahan konduktor. Resistivitas menyatakan sifat khas yang dimiliki oleh bahan, yang didefinisikan sebagai: L R = ρ, dengan ρ = resistivitas, hambatan jenis dengan satuan Ω m. A Resistivitas sebagai fungsi suhu Hubungan resistivitas terhadap suhu yaitu: ρ = ρ αρ T T ), dimana dengan α = koefisien suhu resistansi bahan (K atau O O ( O O C ) harga tersebut konstan pada selang temperatur tertentu. Harga resistivitas suatu bahan disamping dipengaruhi oleh temperatur, juga oleh ketakmurnian (impuritas).

Tabel Penggolongan material berdasarkan resistivitas Bahan Resistivitas (Ωm) Konduktor 8 6 Semikonduktor 5 7 Isolator 8 6 Tabel konduktivitas beberapa material Material Konduktivitas(S/m) Keterangan Perak, Ag 6.7 x 7 konduktor Tembaga,Cu 5.8 x 7 konduktor Aluminium,Al 3.8x 7 konduktor Besi, Fe.3x 7 konduktor Air laut ~4. semikonduktor Aquades,H ~. x 4 isolator Tabel harga ρ dan α untuk beberapa material pada 73 K Material ρ nω m α (/K) Emas, Au.8 /5 Perak, Ag 4.6 /44 Tembaga, Cu 5.7 /3 Aluminium, Al 5. /33 Besi, Fe 84. /5 Indium, In ~4. /96 Platinum, Pt 98. /55 Nikel, Ni 59. /5 SOALSOAL. Suatu kawat mikrom (resistivitas 6 Ωm) memiliki radius,65mm. Berapakah panjang kawat yang dibutuhkan agar memiliki resistansi, Ω.. Diketahui suatu pelat konduktor sebagai berikut: Hitung : a. dengan menggunakan rumus.l

b. Energi yang diperlukan untuk memindahkan muatan sebesar 5, jika 4 / dan jarak a & b sebesar 3 mm.. Sebuah kapasitor udara yang terdiri atas dua pelat sejajar yang terpasang berdekatan mempunyai kapasitansi pf. Muatan pada tipa pelat μc. (a) Berapakah beda potensial antara kedua pelat? (b) Jika muatan itu tetap konstan, berapakah seharusnya beda potensial antara pelat jika jarak pemisahnya menjadi kali lipat? (c) Berapa banyak usaha yang diperlukan untuk melipatduakan jarak pemisah tersebut? 3. Pelatpelat sebuah kapasitor pelat sejajar dalam ruang hampa mempunyai muatan Q dan Q dan jarak pemisahnya x. Pelatpelat tersebut diputuskan hubungannya dari tegangan yang memuatinya dan ditambahkan pemisahnya sejauh dx. (a) Tentukan perubahan dc kapasitansi kapasitor tersebut, (b) Tentukan perubahan dw energinya (c) Rumuskan persamaan usaha Fdx terhadap energy dw dan tentukan gaya tarik F antara pelatnya, (d) Terangkan mengapa F tidak sama dengan QE? 4.. Kapasitansi sebuah radio yang variabel dapat diubah dari 5 pf menjadi 95 pf dengan cara memutar tombolnya dari ke 8. Kapasitansinya kita set apada 8 lalu kapasitor dihubungkan pada sebuah batere 4. Sesudah bermuatan, hubungannya dengan batere diputuskan dan kapasitansi dikembalikan ke.(a) Tentukan muatan pada kapasitor tersebut, (b) Tentukan beda potensial pada kapsitor ketika kapasitansinya (c) Tentukan energi kapasitor pada tersebut, (d) Berapa banyak usaha yang diperlukan untuk memutra tombol? Gesekan diabaikan.