LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS

dokumen-dokumen yang mirip
Peningkatan Kemampuan Guru dalam Membuat Perencanaan, Penerapan, dan Penilaian berbasis Kurikulum 2013 di Gugus 1, 2, 3 Kecamatan Seririt

BAB I PENDAHULUAN. tetap dapat menempatkan diri pada kedudukannya yang mulia dan dapat

Penguatan Materi dan Pembelajarannya Bagi Guru-guru SD di Gugus II Kec. Sukasada

LAPORAN AKHIR P2M Penerapan Ipteks

P P L M Data dan Informasi Prestasi dan Cabang Olahraga Unggulan PPLP 2013 DATA DAN INFORMASI PRESTASI DAN CABANG OLAHRAGA UNGGULAN

BAB I PENDAHULUAN. pembentukan watak dan kepribadian yaitu sikap sportivitas dan disiplin. Sehingga

BAB I PENDAHULUAN. membuat progam latihan untuk pembinaan kondisi fisik seorang atlet. Hal ini

PSIKOLOGI OLAHRAGA. OLEH : JOKO PURWANTO FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Perubahan pola hidup manusia adalah akibat dari dampak era

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 95 TAHUN 2017 TENTANG PENINGKATAN PRESTASI OLAHRAGA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

PELATIHAN PENGISIAN KARTU PENGAWAS MINUM OBAT DAN PENEMUAN KASUS SUSPECT

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. sportifitas dan jiwa yang tak pernah mudah menyerah dan mereka adalah

BAB I PENDAHULUAN. ditunjang oleh atlet yang berbakat dalam cabang olahraga tertentu maka

KAJIAN ILMIAH KEPELATIHAN BERBASIS SPORT SCIENCE (Upaya Peningkatan SDM Pelatih Taekwondo Pengcab. Taekwondo Kota Tasikmalaya)

PELATIHAN PENYUSUNAN PROGRAM LATIHAN OLAHRAGA BAGI GURU PENJASORKES SE-KECAMATAN KARANGASEM

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

BAB I PENDAHULUAN. olahraga sudah berkembang ke arah yang lebih luas. Olahraga tidak hanya sekedar. menjadi sehat atau meningkatkan kebugaran tubuh.

I. PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pusat Pendidikan Latihan dan Olahraga Pelajar (PPLP) Provinsi Sumatera

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEK

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

P P L M 2012 DATA DAN INFORMASI K E M E N T E R I A N P E M U D A DAN O L A H R A G A PRESTASI DAN CABANG OLAHRAGA UNGGULAN.

IV.B.8. Urusan Wajib Pemuda dan Olahraga

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2010 TENTANG PROGRAM INDONESIA EMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LAPORAN AKHIR PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (P2M)

LAPORAN KEGIATAN. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) TAHUN ANGGARAN Judul PkM:

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA JUDUL

kemenpora.go.id DATA DAN INFORMASI P P L P

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2010 TENTANG PROGRAM INDONESIA EMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Studi Analisis Keberhasilan Atlet Kota Metro dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Lampung

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi, dan politik masih menjadi masalah yang sangat kompleks. Fenomena ini

LAPORAN P2M Penerapan Ipteks

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKAN DAN KEJUARAAN OLAHRAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada saat sekarang ini olahraga sangat digemari banyak orang diseluruh

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Perencanaan Club Renang Lumba-Lumba Binjai. dapat disimpulkan bahwa perencanaan meliputi, program latihan dan sarana

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Volume 2, No.1 : 87 91, Agustus 2016

PELATIHAN PERMAINAN DAN PERATURAN SEPAK TAKRAW PANTAI (BEACH TAKRAW) BAGI GURU-GURU PENJASORKES SE-KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM.

NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DENGAN KTSP DI SD SE-KABUPATEN KULONPROGO.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKAN DAN KEJUARAAN OLAHRAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKAN DAN KEJUARAAN OLAHRAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Pekan Olahraga Nasional, sebagai barometer tertinggi hasil pembinaan olahraga di tanah air. Kiranya sudah cukup jelas, menggambarkan peta kekuatan

NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA PROGRAM LATIHAN

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS

BAB I PENDAHULUAN. yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga olahraga menjadi

PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SD DI KECAMATAN BULELENG

KATA PENGANTAR. ii Denpasar Aquatic Centre

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKAN DAN KEJUARAAN OLAHRAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG

2017, No Penyelenggaraan Keolahragaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 35, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomo

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

RANCANGAN PROGRAM PEMBINAAN PRESTASI ATLET YUNIOR TAHUN 2007 S/D Oleh Eka Nugraha, Cs. BIDANG PEMBINAAN PRESTASI ATLET YUNIOR PB PASI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang sudah mendunia.

LAPORAN KEGIATAN PPM. PELATIHAN SENAM SIBUYUNG LEWAT GERAK DAN LAGU PRODUK FIK UNY UNTUK GURU-GURU TK di KOTA YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan dalam konsep pembinaan atlet berbakat untuk mencetak

BAB I PENDAHULUAN.

P P L M Data dan Informasi Prestasi dan Cabang Olahraga Unggulan PPLP w w w. k e m e n p o r a. g o. i d DATA DAN INFORMASI

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN KOTA BALIKPAPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN,

BAB I PENDAHULUAN. ini terbukti dari pertandingan dan perlombaan olahraga bola voli yang telah

PROPOSAL PROGRAM PEMBINAAN OLAHRAGA KONI KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2018

PELATIHAN PERMAINAN DAN PERATURAN SEPAK TAKRAW PANTAI (BEACH TAKRAW) BAGI GURU-GURU PENJASORKES SE-KECAMATAN KLUNGKUNG, KABUPATEN KLUNGKUNG.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gizi atau makanan diperlukan manusia untuk pemeliharaan tubuh

PROPOSAL PENGAJUAN DANA HIBAH TAHUN ANGGARAN 2019

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 SMP NEGERI 1 MAGELANG. Disusun oleh : Nama : Dewi Prasetyo Susanti NIM : Prodi : PPKn

2017, No Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Repub

BAB I PENDAHULUAN. sebelumnya. Kemajuan olahraga dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M DIPA UNDIKSHA

YADY SUPRIYATNA, 2014 KONTRIBUSI TINGKAT VO2 MAX TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI DALAM OLAHRAGA BULUTANGKIS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga adalah sebuah aktivitas olah tubuh yang memiliki banyak sisi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga merupakan suatu fenomena yang mendunia dan menjadi bagian

Pendampingan Pelaksanaan Pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 dengan Pola Lesson Study di Gugus I Kecamatan Sukasada

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) II DI SMK CUT NYA DIEN SEMARANG

I. PENDAHULUAN. kesehatan sangat diperlukan selama manusia masih menghendaki hidup

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 5 MAGELANG

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEK

Uji keberbakatan atlet panahan usia tahun melalui sport search

Pedoman Olimpiade Penelitian Siswa Sains, Humaniora dan Inventon TRISMA Tahun 2014 / OPSSHI 2014 (Tk. SMP se-bali)

LAPORAN KEGIATAN PPM

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan menerangkan bahwa untuk mewujudkan derajat kesehatan yang. dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan.

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MENGEMBANGKAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ONLINE BAGI GURU-GURU SMP DI KOTA SINGARAJA

BAB I PENDAHULUAN. bondong menuju Sekolah Sepak Bola (SSB) sedini mungkin, untuk ditempa

PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU-GURU SMP DI KECAMATAN PENEBEL

2017, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan L

BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Arief Sabar Mulyana, 2013

IV. MAKSUD DAN TUJUAN

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 4 MAGELANG. Disusun oleh Nama : Novian Fitri Nurani NIM : Prodi : Pendidikan Biologi

MEMBANGUN PRESTASI OLAHRAGA BERDASAR ILMU OLAHRAGA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia olahraga khususnya pada olahraga prestasi saat ini semakin

BAB I PENDAHULUAN. Undang Undang No.3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragan Nasional. Hal ini

PROPOSAL KEJUARAAN KARATE

SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN (FOK) UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Nomor : 8/UN48.12/PP/2016

Transkripsi:

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PELATIH KLUB OLAHRAGA DI KABUPATEN BANGLI Oleh : I Made Satyawan, S.Pd., M.Pd. (Ketua) NIP. 198206062008121002 I Nyoman Sudarmada, S.Or.,M.Or. (Anggota) NIP. 198608102008121001 Ni Luh Putu Spyanawati, S.Pd.,M.Pd. (Anggota) NIP. 198403032008122004 Dr. I Ketut Iwan Swadesi, S.Pd.,M.Or. (Anggota) NIP. 197305112001121001 Dibiayai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Universitas Pendidikan Ganesha SPK No: 131/UN48.16/PM/2016 Tanggal 1 Maret 2016 JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2016 i

ii

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadapan tuhan yang maha esa karena berkat rahmat dan kemudahan yang diberikan-nya, laporan akhir Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang Berjudul Pelatihan dan Pendampingan Pelatih Klub Olahraga di kabupaten Bangli dapat diselesaikan sebagaimana mestinya. Pengabdian kepada Masyarakat ini menyajikan tulisan tentang pelaksanaan dan hasil kegiatan pelatihan dari pelatih-pelatih Klub Olahraga se-kabupaten Bangli dimana metode yang digunakan yaitu metode ceramah, metode diskusi, metode praktek, dan metode penugasan. Kami berharap agar laporan akhir kegiatan ini dapat digunakan sebagai sarana informasi bagi para pembaca dan bermanfaat untuk melahirkan dan meningkatkan inovasi dan kreasi baru. Mengingat dengan keterbatasan, maka baik isi dan kemasannya tidak luput dari kekurangan. Karena itu, kami mengharapkan sumbang saran dan kritik para pembaca sehingga laporan ini menjadi lebih baik. Penulis iii

DAFTAR ISI Halaman Halaman Muka... Pengesahan... i ii Kata Pengantar... iv Daftar Isi... v BAB I PENDAHULUAN... 1 a. Analisis Masalah... 1 b. Identifikasi & Perumusan Masalah... 3 c. Tujuan Kegiatan... 3 d. Manfaat Penelitian... 3 BAB II METODE PELAKSANAAN... 4 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN... 6 a. Hasil... 6 b. Pembahasan... 9 BAB IV PENUTUP... 11 a. Simpulan... 11 b. Saran... 11 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN a. Absensi Peserta b. Foto-foto Kegiatan c. Peta Lokasi iv

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Berkacamata pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2015, yang mana kabupaten Bangli pada pelaksanaan Porprov Bali XII tahun 2015 mengikuti 34 cabang yang dipertandingkan. Kabupaten Bangli belum bisa memenuhi ambisi memperbaiki peringkat, dan malahan melorot di posisi ke-8 (delapan) dengan perolehan medali 10 emas, 12 perak dan 41 perunggu. Kabupaten Bangli belum bisa memperbaiki peringkat dan menguasai cabang-cabang seperti silat, atletik, judo, karate dan sepak takraw yang menjadi cabang unggulan di pagelaran Porprov sebelumnya. Pembinaan masing-masing cabang olahraga di Kabupaten Bangli dilakukan oleh perkumpulan masing-masing di bawah naungan KONI Kabupaten. Sehingga berdasarkan wawancara pendahuluan dengan pelatih cabang olahraga atletik, ditemukan bahwa pembinaan yang terlaksana selama ini dirasakan belum maksimal. Latihan yang dilakukan tidak bersifat rutin, karena kendala dari pelatih, atlet, maupun sarana dan prasarana. Dalam hal ini perlu ditelaah kembali bagaimana memaksimalkan klub-klub olahraga yang ada di Bangli, dan alangkah lebih baik jika klub-klub olahraga ini dibentuk dan diperbanyak sesuai cabang olahraga tertentu. Karena klub-klub merupakan ujung tombak pembinaan olahraga. Dari klublah lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa harum nama daerah. Sehingga ketika ajang bergengsi seperti porprov ini dilaksanakan, jadi bisa lebih cepat mempersiapkan atlet-atlet yang dibutuhkan. Jadi tidak keteteran ketika mempersiapkan atlet untuk berkompetisi di segala ajang. Juga dari klub-klub olahraga inilah yang akan memunculkan regenerasi atlet-atlet sehingga tidak akan kekurangan atlet. Tidak kalah penting dengan klub olahraga ini juga dibutuhkan seorang pelatih yang profesional, artinya seorang yang profesional yang tugasnya membantu olahragawan dan tim dalam memperbaiki penampilan olahraga. Karena pelatih adalah 1

suatu profesi, maka sebaiknya pelatih harus dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar/ukuran professional yang ada. Sedangkan yang sesuai dengan standar profesi adalah pelatih harus dapat memberikan pelayanan pelatihan sesuai dengan perkembangan mutakhir pengetahuan ilmiah di bidang yang ditekuni ( Pate Rotella, 1993:5). Maka sebaiknya para pelatih harus secara teratur menyesuaikan diri dengan perkembangan terbaru ilmu pengetahuan dan mengubah praktek kepelatihannya. Pelatih yang baik harus mempunyai kemampuan sebagai berikut : (1) mempunyai kemampuan untuk membantu atlet dalam mengaktualisasikan potensinya; (2) bila membentuk tim akan didasarkan pada ketrampilan individu yang telah diajarkan; (3) mempunyai pengetahuan dan keterampilan teknis yang seimbang; (4) mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan tingkat intelektual dengan keterampilan neuromuskuler atletnya; (5) mampu menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dalam membentuk kondisi atlet; (6) lebih meningkatkan pada unsur pendidikan secara utuh, baru kemudian pada unsur pelatihan; (7) membenci kekalahan, akan tetapi tidak mencari kemenangan dengan berbagai cara yang tidak etis; (8) mempunyai kemampuan untuk mengendalikan dirinya; (9) mempunyai kemampuan untuk mengevaluasi peningkatan terhadap partisipasi atletnya; (10) mempunyai kemampuan untuk selalu dihormati oleh atletnya maupun teman-temannya; dan (11) mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap profesinya ( Mc Kinney, 1975 ). Kompetensi Pelatih disini sangat dituntut untuk membantu atlet dan tim dalam memperbaiki penampilan olahraga. Pelatih menyadari bahwa dengan tidak mengerti olahraga yang berkembang sekarang akan seperti apa jadinya. Hal ini juga sangat merugikan bagi atlet sendiri, karena atlet yang ingin sungguh-sungguh berprestasi dan berkembang, mereka tidak dapat mengembangkan kemampuanya karena tidak dibekali latihan yang baik serta perkembangan metode pelatihan baru oleh pelatihnya. Selain itu, tidak adanya panduan dalam penatalaksanaan yang dapat dijadikan pedoman bagi pelatih. Berbagai permasalahan yang dialami oleh para pelatih tersebut tentunya akan mempengaruhi pembinaan atlet. Hal tersebut akan mengakibatkan menurunnya kualitas dan prestasi atlet. Oleh sebab itu, sangat diperlukan 2

adanya usaha pengembangan dan peningkatan kompetensi dan keterampilan pelatih dalam meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Bangli. B. Identifikasi Dan Perumusan Masalah Berdasarkan analisis situasi dan fakta di lapangan maka, dalam Pengabdian kepada masyarakat ini dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut: 1. Pelatih-pelatih di Kabupaten Bangli belum mengetahui dan memahami pentingnya klub-klub olahraga dan profesionalnya seorang pelatih. 2. Pelatih-pelatih klub olahraga di Kabupaten Bangli belum mampu memfasilitasi pelayanan pelatihan sesuai dengan perkembangan mutakhir pengetahuan ilmiah di bidang yang ditekuni. Dalam pengabdian pada masyarakat ini, juga dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Apakah pelatihan pelatih klub olahraga yang berada di Kabupaten Bangli dapat meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Bangli? C. Tujuan Kegiatan 1. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang pentingnya didirikan club-club olahraga dan meningkatkan profesional pelatih. 2. Pelatihan ini bertujuan untuk memfasilitasi pelayanan pelatihan kepada pelatih-pelatih sesuai dengan perkembangan mutakhir pengetahuan ilmiah di bidang yang ditekuni. D. Manfaat Kegiatan 1. Didapatkannya informasi mengenai pentingnya didirikan club-club olahraga dan meningkatkan profesional pelatih. 2. Meningkatkan profesional pelatih-pelatih sesuai dengan perkembangan mutakhir pengetahuan ilmiah di bidang yang ditekuni serta didapatkannya fasilitas pelayanan pelatihan oleh pelatih 3

BAB II METODE PELAKSANAAN Adapun metode yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat Penerapan Ipteks ini adalah dengan metode ceramah, diskusi, workshop dan penugasan. Sebagai narasumber dalam pelaksanaan ini adalah pelatih, dokter olahraga, serta ahli ilmu kepelatihan yang kompeten. Materi yang diberikan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari: 1) Memberikan materi teori yang meliputi: perkembangan dan belajar gerak, analisis mekanika gerak, pencegahan dan penanganan cidera olahraga, psikologi olahraga, teori dan metode latihan dan penyusunan program latihan 2) Metode diskusi yaitu untuk mendiskusikan kembali materi yang telah disampaikan sehingga terjadi interaksi timbal balik antara para peserta dengan peserta dan antara peserta dengan narasumber. 3) Praktek Workshop pembuatan program latihan baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. 4) Metode Penugasan yaitu memberikan tugas yang diberikan kepada peserta sebagai bahan evaluasi pada saat pelaksanaan. 5) Melakukan evaluasi melalui hasil latihan menyusun program latihan. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan dapat dilihat dari evaluasi pelaksanaan kegiatan yaitu: 1) Ketekunan dan keterlibatan para peserta pelatihan dalam mengikuti setiap materi baik itu teori dan tugas yang diberikan. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui ketekunan dan keterlibatan peserta adalah lembar absensi. 2) Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang materi pelatihan. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan berupa program latihan yang telah disusun oleh peserta. 4

3) Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah para pelatih klub olahraga se-kabupaten Bangli bisa memahami teknik cara penyusunan program latihan sehingga harapan kedepan prestasi olahraga kabupaten Bangli meningkat. 5

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL Dalam pelaksanaan pelatihan ada beberapa hal yang dirancang sehingga perlu adanya persiapan pelaksanaan dan pelaksanaan itu sendiri. 1. Persiapan Pelaksanaan Persiapan Pelatihan dan Pendampingan Pelatih Klub Olahraga di Kabupaten Bangli yang dimulai dari persiapan dan koordinasi pelaksana baik dengan pihak yang terkait yaitu KONI kabupaten Bangli yang nantinya mengkoordinasikan peserta dan narasumber yang dipersiapkan untuk kegiatan pelatihan tersebut. 2. Pelaksanaan Pelatihan dan Pendampingan Pelatih Klub Olahraga Sesuai dengan rencana yang telah dirancang, pelatihan dan pendampingan pelatih klub olahraga yang bertempat di ruang laboratorium SMA N I Bangli dilaksanakan pada tanggal 30-31 Agustus 2016. Registrasi peserta yang dimulai pada pukul 08.30-09.00 Wita dan dilanjutkan dengan pembukaan yang dibuka oleh Ketua KONI Kabupaten Bangli I Wayan Wira SH, dan laporan kegiatan oleh ketua pelaksana I Made Satyawan, S.Pd., M.Pd. Pembukaan dan sambutan yang berlangsung kurang lebih 30 menit dan dilanjutkan dengan kudapan sampai jam 10.00 Wita. Setelah kudapan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dr. Putu Adi Suputra, S.Ked.,M.Kes dengan moderator Ni Luh Putu Spyanawati, S.Pd.,M.Pd. dengan materi perkembangan dan belajar gerak, analisis mekanika, pencegahan dan penanganan cedera olahraga dan psikologi olahraga. Pemaparan materi sampai jam 12.00 dan dilanjutkan dengan makan siang sampai pukul 13.00 Wita. Setelah itu dilanjutkan lagi dengan pemaparan materi dan sesi diskusi sampai selesai pada pukul 16.00 Wita. Hari kedua minggu tanggal 31 Agustus 2016, peserta diberikan materi teori dan metode latihan, pelatihan dan pendampingan pelaksanaan. Dari workshop dan 6

pendampingan tersebut peserta diharapkan aktif yang difasilitasi oleh moderator I Nyoman Sudarmada, S.Or.,M.Or dalam proses diskusi. Kegiatan dihari kedua dimulai pukul 08.00-16.00 Wita. Hari ketiga yaitu pada hari senin tanggal 1 September 2016 peserta mengumpulkan tugas yang telah diberikan lewat email oleh pelaksana dan dikumpulkan lewat email terkait dengan materi yang telah dijabarkan. Balasan dari pelaksana terkait dengan tugas tersebut sebagai pendampingan yang dimaksudkan dapat memberikan masukan kepada peserta sehingga nantinya dapat diaplikasikan kepada atletnya. 3. Hasil diskusi tanggal 30 Agustus 2016 - I Made Karba Darmika, S.Pd.,M.Pd. apakah yang diharapkan dan menjadi tujuan setelah kita mempelajari materi analisis gerak pada suatu cabang olahraga? - Narasumber. Membagi sebuah keterampilan menjadi beberapa fase, mengidentifikasi elemen-elemen kunci (key elements) tiap fase, mengembangkan perencanaan observasi untuk menganalisis elemen-elemen kunci dari sebuah keterampilan yang ditampilkan dan memahami alasan mekanika dari tiap elemen kunci - I Wayan Yuliadiana, S.Pd. dari penjelasan yang telah diberikan bahwasanya begitu pentingnya kita berhati-hati dalam mengaplikasikan latihan yang diberikan sehingga meminimalisir terjadinya cedera. Jadi pencegahan adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Mohon dijelaskan kembali! - Narasumber. Periksa kesehatan awal, gunakan fasilitas yang aman dan sarana pelindung (protector), latihan yang benar (teknik, beban, waktu, jadwal) terukur, terencana dan terprogram, diawali dengan pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan secara benar, lakukan dengan menyenangkan, evaluasi kemampuan fisik dan kesehatan, perhatikan tingkat kelelahan, beri 7

waktu pemulihan/istirahat, menerapkan peraturan pertandingan secara benar dan sportif, menjaga kebersihan tempat latihan - I Ketut Agustama, S.Pd. mengapa psikologi olahraga perlu dipahami oleh seorang pelatih? - Narasumber. Tujuan eksplanatif, yaitu memahami dan menjelaskan tingkah laku dan pengalaman manusia berolahraga. Pada hakikatnya semua tindakan dan perbuatan yang tampak tidak terlepas dari sikap yang tidak tampak yang didorong oleh banyak faktor psikologis, Tujuan prediktif, yaitu meramalkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dalam olahraga, sehingga lebih siap dalam menghadapi hal-hal yang mungkin terjadi dan Tujuan control, yaitu mengendalikan gejala-gejala tingkah laku dalam olahraga yang bisa menjurus ke hal-hal yang tidak menguntungkan perkembangan anak. Pelatih kalau perlu mengadakan tindakan perlakuan untuk menanggulangi gejala-gejala yang bisa berakibat negatif terhadap penampilannya. Ini sangat memerlukan data akurat, kesimpulan yang tepat, dan penguasaan teknik dan metoda latihan keterampilan psikologis yang diperlukan. Hasil diskusi tanggal 31 Agustus 2016 - Putu Eka Andika Yasa, S.Pd. pembebanan latihan perlu diberikan disesuaikan dengan usia atlet yang akan dilatih.beban apa saja yang bisa diberikan kepada seorang atlet? - Narasumber. Beban luar adalah bentuk beban latihan yang ditandai adanya ciri-ciri latihan yaitu volume, intensitas, frekuensi, durasi, irama dan densitas dan beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. - I Kadek Budiantara, S.Pd. dalam menentukan proses pembinaan dan program yang nantinya akan dilaksanakan perlu adanya pemandu bakat. Mohon diberikan penjelasan mengapa pemandu bakat begitu penting? 8

- Narasumber. Kesehatan merupakan sesuatu yang mutlak bagi setiap orang yang akan berpartisipasi dalam latihan olahraga, Hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen (DNA), Ukuran antropometrik calon atlet merupakan asset penting bagi beberapa cabang olahraga, oleh karenanya kualitas biometrik ini harus dipertimbangkan diantara banyak kriteria utama dalam identifikasi calon atlet dan Proses pengidentifikasian atlet yang berbakat, kemudian mengikutsertakannya dalam program latihan yang terorganisir dengan baik merupakan hal yang paling utama dalam olahraga. 4. Hasil Pendampingan dari Penugasan Pada hari ketiga peserta diharapkan membuat tugas dari hasil workshop dan pendampingan di hari kedua dan dialamatkan ke email pelaksana untuk sama-sama dilakukan pendampingan dan koreksi dari tim pelaksana. Hasil analisi data didapatkan evaluasi dari kehadiran dan keseriusan peserta mencapai 95%. Pada hari pelatihan kehadiran peserta 100% yaitu 30 orang peserta, Hasil diskusi menunjukkan keantusiasan peserta dalam kegiatan pelatihan. Hal ini terlihat dari beberapa permasalahan yang disampaikan oleh peserta pelatihan. Sedangkan pada materi workshop dan pendampingan hampir 90% peserta mengerjakan tugas dengan baik dan mengumpulkan tugas lewat email panitia. B. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan dinilai bahwa 95 % peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dengan penuh perhatian dan serius dalam mengikuti kegiatan. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan kegiatan baik itu keantusiasan saat narasumber memaparkan materi maupun diskusi yang aktif dari peserta. Kegiatan workshop pun berjalan dengan baik. Tugas membuat program latihan berdasarkan atas teori yang telah dipaparkan diberikan per fase dan disesuikan 9

dengan kemampuan serta daya serap peserta, sehingga peserta nyaman melaksanakan tugas tanpa tekanan, sehingga tingkat penguasaannya pun lebih baik. Penekanan kembali pada kepelatihan dasar dan beberapa hal yang penting dalam prinsip-prinsip latihan seperti perkembangan motorik, psikologi olahraga, mekanika gerak, serta pencegahan dan penanganan cidera olahraga membantu pelatih dalam menyusun suatu program latihan. Dengan penyegaran pengetahuan serta teknologi dalam olahraga pelatih menjadi lebih paham tentang materi yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga yang digelutinya, sehingga hasil berupa program latihan dapat tersusun dengan baik. Berdasarkan beberapa evaluasi di atas, pelatihan seperti ini perlu dilakukan secara berkesinambungan. Namun, walaupun sudah ada manfaatnya oleh peserta, kegiatan ini masih perlu mendapatkan pembinaan lanjutan karena dalam pelaksanaan awal masih banyak kendala yang dihadapi dalam upaya pembinaan dan pelatihan pelatih professional karena banyak peserta yang belum memiliki dasar pelatihan olahraga. Selain itu perlu juga dilakukan pelatihan khusus yang memiliki jangka waktu cukup lama dan dilakukan secara continue dan berkesinambungan. 10

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional pelatih, serta memfasilitasi pelatih-pelatih klub olahraga sesuai dengan perkembangan ilmiah dan teknologi di bidang keolahragaan ini telah berjalan sesuai dengan rencana. Ini terbukti dari antusias, minat dan hasil evaluasi dari peserta yang selama proses berlangsung terlihat aktif dan mendapatkan nilai yang baik ketika hasil evaluasi dilakukan oleh pelaksana dari tugas yang dikirimkan. B. Saran Diharapkan dari pelatihan ini ada tindak lanjut dari KONI Kabupaten Bangli untuk membuat kegiatan lain yang melibatkan seluruh pelatih-pelatih baik pelatih senior maupun calon-calon pelatih. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memudahkan baik pelatih maupun atlet untuk meningkatkan prestasinya. 11

DAFTAR PUSTAKA Adams, J.A. (1971). A closed loop theory of motor learning. Journal of Motor Behavior, 3, 111-150. Bompa, Tudor 1999, Periodization, Theory and Methodology of Training, 4 th ed. Champaign; Illionis: Human Kinetics Sumber Berita: warta-andalas.com http://warta-andalas.com/berita-capai-target- Bangli-juara-umum-3-porprov-bali-xii.html#ixzz3pqSQ9fbz individu mencapai kemampuan optimal dalam keterampilan hard skill maupun soft skill. Diakses tanggal 28 0ktober 2015. Tim Bimtek Pusat, 2014. Pembinaan Klub Olahraga Sekolah Dasar Nasional. Bimtek Bekasi, Jakarta. 12

a. Lampiran Daftar Hadir LAMPIRAN-LAMPIRAN KEGIATAN 13

14

b. Lampiran Dokumentasi SAMBUTAN KETUA KONI BANGLI SEKALIGUS MEMBUKA KEGIATAN (Sabtu, 30 Juli 2016) MATERI BIOMEKANIKA GERAK (dr. Putu Adi Suputra, S.Ked.,M.Kes) (Sabtu, 30 Juli 2016) 15

MATERI P2C (dr. Putu Adi Suputra, S.Ked.,M.Kes) (Sabtu, 30 Juli 2016) MATERI PSIKOLOGI OLAHRAGA (I Nyoman Wahyu Esa Wijaya, S.Pd.,M.Pd) (Sabtu, 30 Juli 2016) 16

MATERI METODE PELATIHAN (Gede Eka Budi Darmawan, S.Pd.,M.Or.) (Sabtu, 30 Juli 2016) MATERI PROGRAM PELATIHAN (Gede Eka Budi Darmawan, S.Pd.,M.Pd) (Sabtu, 30 Juli 2016) 17

PENYUSUNAN PROGRAM PELATIHAN (Gede Eka Budi Darmawan, S.Pd.,M.Or.) (Minggu, 31 Juli 2016) PENYUSUNAN PROGRAM PELATIHAN (Gede Eka Budi Darmawan, S.Pd.,M.Or.) (Minggu, 31 Juli 2016) 18

PENYUSUNAN PROGRAM PELATIHAN (Nyoman Wahyu Esa Wijaya, S.Pd.,M.Pd.) (Minggu, 31 Juli 2016) PENYUSUNAN PROGRAM PELATIHAN (Minggu, 31 Juli 2016) 19

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROGRAM LATIHAN (Minggu, 31 Juli 2016) PRESENTASI PELATIH KLUB SEPAK TAKRAW BANGLI (Minggu, 31 Juli 2016) 20

PRESENTASI PELATIH KLUB ATLETIK BANGLI (Minggu, 31 Juli 2016) PENUTUPAN KEGIATAN DENGAN FOTO BERSAMA PANITIA, NARASUMBER DAN PESERTA PELATIHAN (Minggu, 31 Juli 2016) 21

c. Lampiran Peta Lokasi 22