BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Sukoharjo yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No. 197, Bendosari, Sukoharjo. Adapun alasan pemilihan lokasi ini yaitu belum pernah dilakukan penelitian menggunakan metode Team Assisted Individualization (TAI) dan metode Problem Based Learning (PBL) terhadap motivasi dan hasil belajar Geografi siswa pada kompetensi dasar mendeskripsikan pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian merupakan lamanya penelitian ini berlangsung mulai dari persiapan sampai dengan penyusunan laporan penelitian. Adapun waktu pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 3.1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian No Jenis Kegiatan Mei 2015 Jun 2015 Jul 2015 Aug 2015 Sept 2015 Okt 2015 Nov 2015 Des 2015 Jan 2016 Feb 2016 Mar 2016 1. Pengajuan Judul 2. Penyusunan Proposal 3. Perijinan Penelitian 4. Pengumpulan Data 5. Analisis Data 6. Penyusunan Laporan 34
35 B. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan jenis Quasy Experimental Design atau Desain Eksperimen Semu. Jenis penelitian ini digunakan karena pada kenyataannya sulit untuk mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan (Sugiyono, 2011: 94). untuk penelitian Penelitian Quasy Experimental ini menggunakan Pretest-Posttest Only With Nonequivalent Group Design. Penelitian ini menggunakan dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan pengaruh atau treatment dengan menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Team Assisted Individualization (TAI), sedangkan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Tujuan adanya penelitian eksperimen ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode Team Assisted Individualization (TAI) dengan Problem Based Learning (PBL) terhadap motivasi dan hasil belajar Geografi. Adapun bentuk rancangan penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.2 berikut ini: Tabel 3.2. Rancangan Penelitian Kelas Pretest Perlakuan Posttest Eksperimen 1 ( Metode PBL) Eksperimen 2 (Metode TAI) Kontrol (Metode Ceramah) Y1 Y1 Y1 X1 X2 - Y2 Y2 Y2 Keterangan : Y1 : pretest Y2 : posttest X1 : pembelajaran dengan metode PBL X2 : pembelajaran dengan metode TAI - : pembelajaran dengan metode ceramah Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam rancangan ini adalah sebagai berikut : 1. Menentukan kelas yang akan dijadikan sampel dalam penelitian dengan melakukan pretest (Y1) pada kelima kelas untuk mengetahui dan menentukan kemampuan kognitif awal siswa sebelum diberikan perlakuan
36 (treatment) serta penentuan kelas penelitian melalui uji normalitas dan homogenitas. 2. Mengambil tiga dari kelima sampel kelas yang telah terbukti normal dan homogen, dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. 3. Memberikan perlakuan X1 pada kelas eksperimen 1 berupa metode pembelajaran PBL, perlakuan X2 pada kelas eksperimen 2 berupa metode pembelajaran TAI serta kelas kontrol dengan metode ceramah. 4. Memberikan posttest dan angket (Y2) pada kelas eksperimen 1, kelas eksperimen 2 dan kelas kontrol untuk mengetahui efektivitas hasil belajar dari aspek kognitif dan motivasi belajar yang telah dicapai setelah adanya perlakuan (X1 dan X2). 5. Menghitung dan menganalisis angket motivasi dan hasil posttest ketiga kelas dengan anava (analisis varian) satu jalan untuk mengetahui efektivitas motivasi dan hasil belajar siswa. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian Populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian, (Arikunto, 2002: 108). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPS semester genap SMA Negeri 3 Sukoharjo tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 200 siswa yang terdiri dari 5 kelas, yaitu kelas XI IPS 1 (40 siswa), kelas XI IPS 2 (40 siswa), kelas XI IPS 3 (40 siswa), kelas XI IPS 4 (40 siswa) dan kelas XI IPS 5 (40 siswa). 2. Sampel Penelitian Sampel merupakan sebagian atau wakil keseluruhan populasi yang diteliti (Arikunto, 2002: 109). Sugiyono (201 1: 91) menyatakan bahwa sampel yang diambil dari populasi tersebut harus bersifat representatif agar penarikan kesimpulan dapat diberlakukan untuk populasi. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah tiga dari lima kelas XI IPS yang ada. Kelas eksperimen 1 pada kelas XI IPS 2 menggunakan metode pembelajaran PBL, kelas eksperimen 2 pada kelas XI IPS 1 menggunakan metode
pembelajaran TAI dan kelas kontrol pada kelas XI IPS 3 menggunakan metode ceramah. 37 D. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik cluster random sampling yaitu pengambilan tiga kelompok sampel secara acak dari populasi dengan syarat populasi tersebut harus bersifat homogen (Sugiyono, 2013: 120). Kelompok sampel dalam populasi penelitian ini adalah kelas XI IPS. Tiap kelas berpeluang sama untuk terpilih sebagai tiga kelas eksperimen dan kontrol berdasarkan dokumen dari sekolah. Sampel yang dipilih adalah kelas bagian populasi yang memiliki karakteristik yang sama melalui uji t. Syarat uji t adalah terdistribusi normal dan homogen. Penentuan tiga kelas tersebut melalui undian dengan peluang yang sama pada kelima kelas. Undian pertama yang keluar adalah kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen satu, undian kedua yang keluar adalah kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dua dan undian ketiga yaitu kelas XI IPS 3 digunakan sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen satu dengan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL), kelas eksperimen dua menggunakan metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran ceramah. Kegiatan pretest dilakukan selain untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan tindakan juga untuk penentuan kelas penelitian serta untuk mengetahui normalitas dan homogenitas. Uji normalitas menggunakan uji Lilliefors (α = 0,05) menggunakan bantuan program SPSS 16. Hasil uji normalitas dinyatakan dalam H0 dan HI. H0 menyatakan bahwa sampel dalam populasi terdistribusi normal dan HI menyatakan bahwa sampel dalam populasi tidak terdistribusi normal. Perhitungan uji normalitas dijelaskan pada Tabel 3.3 berikut ini:
38 Tabel 3.3. Hasil Uji Normalitas Nilai Kemampuan Awal (Pretest) Kelas Jumlah Harga L Sampel L Hitung L Tabel Kesimpulan XI IPS 1 40 0,134742 0,140089 Normal XI IPS 2 40 0,127703 0,140089 Normal XI IPS 3 40 0,136032 0,140089 Normal XI IPS 4 40 0,152735 0,140089 Tidak Normal XI IPS 5 40 0,181397 0,140089 Tidak Normal (Sumber: Hasil Perhitungan Data 2015) Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas dapat disimpulkan bahwa kelas XI IPS 1, XI IPS 2 dan XI IPS 3 berdistribusi normal karena L hitung < L tabel sehingga kelas tersebut dapat dijadikan sebagai kelas sampel penelitian. Sedangkan kelas XI IPS 4 dan XI IPS 5 tidak berdistribusi normal karena L hitung > L tabel, sehingga kelas tersebut tidak dapat dijadikan sebagai kelas sampel penelitian. Data perhitungan selengkapnya pada Lampiran 14. Tabel 3.4. Hasil Uji Homogenitas Nilai Kemampuan Awal (Pretest) Kelas Sig. α Kesimpulan XI IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 3 0,074 0,05 Data Homogen (Sumber: Hasil Perhitungan Data 2015) Uji homogenitas dilakukan menggunakan uji Levene s dengan α = 0,05 menggunakan bantuan program SPSS 16. Berdasarkan Tabel 3.4 diperoleh nilai Sig. > α, hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima maka dapat disimpulkan bahwa data nilai kemampuan awal (pretest) pada ketiga kelas tersebut berasal dari populasi yang homogen. Data perhitungan selengkapnya pada Lampiran 16.
39 1. Variabel Penelitian E. Pengumpulan Data Untuk keperluan data dalam penelitian ini terdapat dua buah variabel bebas dan dua variabel terikat. a. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang dipilih untuk dicari pengaruhnya terhadap variabel terikat. Variabel bebas pada penelitian ini meliputi, metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL). b. Variabel Terikat Variabel terikat merupkan variabel yang kehadirannya dipengaruhi oleh variabel yang lain. Dalam penelitian ini sebagai variabel terikatnya adalah motivasi dan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar mendeskripsikan pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. 2. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data, maka penulis menggunakan metode-metode sebagai berikut: a. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip dan buku. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang letak geografis, profil dan dokumen pembelajaran di SMA Negeri 3 Sukoharjo yang dibutuhkan dalam penelitian ini. b. Metode Pengamatan (Observasi) Observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan atau data yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Dalam hal ini observasi dilakukan terhadap proses pembelajaran baik sebelum maupun saat penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan metode pembelajaran Team Assisted
Individualization (TAI) menggunakan instrumen angket motivasi, soal pilihan ganda serta lembar penlilaian observasi pengajar dan siswa. c. Metode Tes dan Angket - Metode Tes Metode ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar Geografi siswa. Metode tes dilakukan try out untuk uji coba instrumen soal, pretest untuk mengetahui pengetahuan kognitif awal siswa sebelum diberi tindakan, dan posttest untuk mengetahui pengetahuan siswa setelah diberi tindakan. Selengkapnya pada Lampiran 12. Tabel 3.5. Kisi Kisi Instrumen Soal Kompetensi Dasar Indikator Aspek yang diukur 1.1 Mendeskripsikan C1, C1, C2 pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya C3, C4, C2, dengan C4, C2, C4, pembangunan berkelanjutan Keterangan: 1. Mendeskripsikan konsep pelestarian lingkungan hidup 2. Mengidentifikasi beberapa upaya dalam melestarikan lingkungan hidup 3. Memberi contoh tindakan/upaya yang mencerminkan pemanfaatan lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan 4. Menyimpulkan pentingnya pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan Jumlah C1 : Mengingat (6, 7, 10) C2 : Memahami (1, 13, 15, 17, 20, 22) C3 : Menerapkan (2, 3, 8, 9, 16, 20) C4 : Menganalisis (4, 23, 25) C2, C3, C4, C3, C3, C2, C3, C3, C4 C1, C2 25 soal 40 Nomor Soal 7, 10, 17 3, 11, 13, 14, 15, 23 1, 2, 4, 8, 9, 16, 20, 24, 25 6, 22
- Metode Angket Angket digunakan untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa. Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup, yaitu angket yang sudah menyediakan alternatif jawaban. Responden dalam penelitian ini tinggal memilih salah satu dari alternatif jawaban yang telah disediakan. Angket dalam penelitian ini menyediakan empat pilihan jawaban, setiap alternatif jawaban mempunyai bobot atau skor yang berbeda-beda. Penyusunan angket menggunakan skala Likert, yaitu dengan menggunakan rentang mulai dari pernyataan positif maupun negatif. Alternatif pilihan jawaban yang diberikan adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-Ragu (R) Tidak Setuju (ST), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Selengkapnya pada Lampiran 23. Angket dalam penelitian ini hanya menyediakan empat pilihan jawaban, yaitu dengan menghilangkan jawaban ragu-ragu. Hal ini mengacu pada pendapat Suharsimi Arikunto (2006: 241) yaitu : No Jika peneliti berpendapat bahwa ada kelemahan dengan lima alternatif karena responden cenderung memilih alternatif yang ada di tengah (karena merasa aman dan paling gampang karena tidak berpikir) dan alasan itu memang ada benarnya. Maka disarankan alternatif Sangat setuju dan Setuju ada di sisi atau kubu awal (atau akhir) kemudian dua pilihan lain yaitu Tidak setuju dan Sangat tidak setuju, karena Setuju dan Sangat setuju sebetulnya berada pada sisi Setuju tetapi dengan gradasi yang menyangatkan. Demikian juga dengan pilihan Sangat tidak setuju, yang pada dasarnya adalah juga Tidak setuju. Tabel 3.6. Skor Item Pernyataan Positif dan Negatif Alternatif Jawaban Positif Skor Item Negatif 1. Sangat Setuju (SS) 4 1 2. Setuju (S) 3 2 3. Tidak Setuju (TS) 2 3 4. Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4 41 (Sudjana, 2011: 81)
42 Tabel 3.7. Kisi-Kisi Motivasi Belajar Siswa Variabel Indikator No. Butir Item Positif (+) Negatif (-) Motivasi belajar 1. Adanya hasrat dan keinginan 2, 5, 10 1 2 Geografi berhasil 2. Adanya dorongan dan 4, 7, 9, 19-4 kebutuhan dalam belajar Variabel Indikator No. Butir Item Positif (+) Negatif (-) 3. Adanya harapan dan cita-cita 1, 17 2 - masa depan 4. Adanya penghargaan dalam belajar 8, 11, 20 2 1 5. Adanya kegiatan yang 3, 6, 15 2 1 menarik dalam belajar 6. Adanya lingkungan belajar yang kondusif 12, 13, 14, 16, 18 3 2 (Sumber: Hamzah, 2009: 23) Jumlah Item 20 20 F. Validasi Instrumen Penelitian Uji coba instrumen dilakukan di kelas XII IPS 1 SMA Negeri 3 Sukoharjo dengan sejumlah 30 siswa, dengan alasan siswa pada kelas ini memiliki karakteristik yang sama dengan sampel yang diteliti. Pada penelitian ini, instrumen yang akan di uji yaitu soal tes dan angket. 1. Uji Validitas Validitas merupakan ketepatan antara data yang terkumpul dengan data tang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. (Sugiyono, 2011: 121). Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas ada dua macam yaitu:
43 a. Validitas Isi Pengujian validitas pada instrumen tes dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. Secara teknis pengujian validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi-kisi instrumen. Dalam kisi-kisi instrumen terdapat variabel yang diteliti, indikator sebagi tolak ukur, dan nomor butir (item) pertanyaan atau pernyataan yang telah dijabarkan dari indikator. b. Validitas Konstruk Untuk menguji validitas konstruksi dapat digunakan pendapat dari ahli (experts judgment). Setelah instrumen dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu, selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli (Sugiyono, 2011: 125). Instrumen penelitian yang telah divalidasi oleh pakar dibidangnya dan dilanjutkan dengan uji coba instrumen dari sampel dimana populasi itu diambil. 1) Uji Validitas Tes Kognitif Validitas butir soal berupa tes dihitung dengan menggunakan rumus koefisien Product Moment dari Karl Pearson sebagai berikut: Keterangan: rxy N x y : koefisien korelasi : jumlah responden : skor butir : skor total yang diperoleh Angka hasil perhitungan fhitung kemudian dibandingkan dengan korelasi Product Moment pada rtabel dengan taraf signifikansi 5%, butir soal dinyatakan valid jika rxy-obs > rxy-tabel, dan tidak valid jika rxy-obs < rxy-tabel (Arikunto, 2010: 213). Berikut adalah uji validitas untuk soal tes kognitif lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.8 berikut:
Tabel 3.8. Ringkasan Hasil Uji Validitas Soal Tes Kognitif No r xy r tabel Keputusan No r xy r tabel Keputusan 1 0,510 0,349 Valid 16 0,521 0,349 Valid 2 0,475 0,349 Valid 17 0,376 0,349 Valid 3 0,426 0,349 Valid 18 0,025 0,349 Tidak Valid 4 0,487 0,349 Valid 19 0,202 0,349 Tidak Valid 5 0,125 0,349 Tidak Valid 20 0,460 0,349 Valid 6 0,559 0,349 Valid 21-0,168 0,349 Tidak Valid 7 0,397 0,349 Valid 22 0,450 0,349 Valid 8 0,469 0,349 Valid 23 0,572 0,349 Valid 9 0,389 0,349 Valid 24 0,706 0,349 Valid 10 0,462 0,349 Valid 25 0,412 0,349 Valid 11 0,648 0,349 Valid 26 0,706 0,349 Valid 12-0,062 0,349 Tidak Valid 27 0,618 0,349 Valid 13 0,469 0,349 Valid 28 0,738 0,349 Valid 14 0,466 0,349 Valid 29 0,648 0,349 Valid 15 0,427 0,349 Valid 30 0,666 0,349 Valid (Sumber: Hasil Perhitungan Data 2015) Berdasarkan hasil uji validitas soal tes kognitif diketahui dari 30 soal pilihan ganda yang dibuat, diperoleh 25 butir soal valid dan 5 butir soal tidak valid yaitu nomor 5, 12, 18, 19 dan 21, karena rxy (hitung) < rtabel (0,349). Soal tes kognitif yang tidak valid tidak digunakan untuk mengukur hasil belajar ranah kognitif siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Sukoharjo. Data perhitungan selengkapnya pada Lampiran 8. 2) Uji Validitas Angket Motivasi Validitas butir soal angket motivasi dihitung dengan menggunakan rumus koefisien Product Moment dari Karl Pearson sebagai berikut: 44 3) Keterangan: rxy N x y : koefisien korelasi : jumlah responden : skor butir soal : skor total yang diperoleh
Angka hasil perhitungan fhitung kemudian dibandingkan dengan korelasi Product Moment pada rtabel dengan taraf signifikansi 5%, butir soal dinyatakan valid jika rxy-obs > r xy-tabel, dan tidak valid jika rxy-obs < r xy-tabel (Arikunto, 2010: 213). Berikut ini uji validitas untuk angket motivasi secara ringkas disajikan pada Tabel 3.9: Tabel 3.9. Ringkasan Hasil Uji Validitas Angket Motivasi No rxy rtabel Keputusan No rxy rtabel Keputusan 1. 0,664 0,349 Valid 13. 0,714 0,349 Valid 2. 0,085 0,349 Tidak Valid 14. 0,414 0,349 Valid 3. 0,389 0,349 Valid 15. 0,633 0,349 Valid 4. 0,397 0,349 Valid 16. 0,522 0,349 Valid 5. 0,564 0,349 Valid 17. 0,167 0,349 Tidak Valid 6. 0,403 0,349 Valid 18. 0,556 0,349 Valid 7. 0,570 0,349 Valid 19. 0,380 0,349 Valid 8. 0,519 0,349 Valid 20. 0,395 0,349 Valid 9. 0,492 0,349 Valid 21. 0,015 0,349 Tidak Valid 10. 0,566 0,349 Valid 22. 0,445 0,349 Valid 11. 0,440 0,349 Valid 23. 0,428 0,349 Valid 12. 0,574 0,349 Valid (Sumber: Hasil Perhitungan Data 2015) Berdasarkan hasil uji validitas angket motivasi belajar diketahui dari 23 item yang dibuat, diperoleh 20 butir item valid dan 3 butir item tidak valid yaitu nomor 2, 17 dan 21, karena rxy (hitung) < rtabel (0,349). Item pernyataan yang tidak valid tidak digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Sukoharjo. Data perhitungan selengkapnya pada Lampiran 21. 2. Uji Reliabilitas a. Reliabilitas Tes Reliabel artinya dapat dipercaya. Suatu tes dikatakan mempunyai taraf reliabilitas yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap apabila diteskan berulang-ulang (Arikunto, 2010 : 164). Pengujian reliabilitas dilakukan dengan internal consistency dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus Kuder-Richardson (K-R. 20) karena data berbentuk 45
pilihan ganda. Rumus reliabilitas K-R. 20 dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 16 dengan uraian rumus sebagai berikut: 46 Keterangan: r11 p q : reliabilitas tes secara keseluruhan : proporsi subyek yang menjawab item dengan benar : proporsi subyek yang menjawab item dengan salah (q=1-p) pq : jumlah hasil perkalian antara p dan q n : banyaknya item S : standar deviasi dari tes (standar deviasi adalah akar varians) Kriteria reliabilitas menurut Arikunto (201 0: 238) adalah sebagai berikut: 0,91-1,00 : Sangat Tinggi (ST) 0,71 0,90 : Tinggi (T) 0,41 0,70 : Cukup (C) 0,21 0,40 : Rendah (R) Negatif 0,20 : Sangat Rendah (SR) Jumlah item soal yang valid kemudian diuji reliabilitas soal dengan menggunakan rumus KR. 20 yang perhitungannya menggunakan komputer program Excel. Berdasarkan hasil analisis reliabilitas 25 soal pretest dan posttest diperoleh nilai (r hitung > r tabel) yaitu r hitung = 0,8342 > 0,361. Hal ini menunjukan bahwa 25 soal tersebut reliabel dengan kriteria cukup. Hasil perhitungan uji reliabilitas soal pretest-posttest dapat dilihat pada Tabel 3.10 dibawah ini: Tabel 3.10. Ringkasan Hasil Uji Reliabilitas Soal Pretest-Posttest Jumlah Peserta didik Jumlah Soal Reliabilitas Kriteria 30 30 0,8342 Tinggi (Sumber: Hasil Perhitungan Data 2015)
47 Data perhitungan reliabilitas soal pretest-posttest selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 11. c. Reliabilitas Angket Tingkat reliabilitas angket motivasi belajar siswa menggunakan rumus Alpha. Rumus reliabilitas Alpha dilakukan dengan bantuan Microsoft Excel atau bantuan program aplikasi SPSS 16 dengan rumus sebagai berikut: Keterangan: r11 n si 2 st 2 : indeks reliabilitas instrumen : cacah butir instrumen : variansi butir ke-i, i = 1, 2, 3, 4...n : variansi total Berdasarkan hasil uji reliabilitas 20 butir pernyataan angket motivasi yang valid diperoleh nilai rhitung > rtabel yaitu rhitung = 0,830 > 0,444 pada taraf signifikansi 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa 20 butir soal tersebut reliabel dengan kriteria reliabilitas tinggi. Hasil perhitungan uji reliabilitas untuk butir soal angket motivasi siswa dapat dilihat pada Tabel 3.11 dan selengkapnya pada Lampiran 22. Tabel 3.11. Ringkasan Hasil Uji Reliabilitas Angket Motivasi Belajar Instrumen Penelitian Jumlah Item Indeks Kriteria Reliabilitas Valid Reliabilitas Motivasi 20 0,830 Tinggi (Sumber: Hasil Perhitungan Data 2015) 3. Analisis Butir Soal a. Uji Taraf Kesukaran Tingkat kesukaran tes hasil belajar dapat ditunjukkan dengan indeks kesukaran, yaitu bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu
soal indeks kesukaran dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: P = P : Indeks kesukaran B : Banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar Js : Jumlah seluruh siswa peserta tes Klasifikasi indeks kesukaran menurut Suharsimi Arikunto adalah sebagai berikut: Instrumen Penelitian Soal dengan P 0,10 sampai 0,30 adalah soal sukar Soal dengan P 0,30 sampai 0,70 adalah soal sedang Soal dengan P 0,70 sampai 1,00 dengan soal mudah Arikunto (2010: 209-210) Tabel 3.12. Rangkuman Hasil Tes Taraf Kesukaran Soal Jumlah Butir Soal Valid Kriteria Mudah Sedang Sukar Pilihan Ganda 25 15 10 0 (Sumber: Hasil Perhitungan Data 2015) Berdasarkan Tabel 3.12 menunjukkan bahwa hasil uji taraf kesukaran diperoleh soal yang mempunyai indeks kesukaran dengan kriteria yang mudah sebanyak 15 soal dan sedang 10 soal pilihan ganda dan selengkapnya pada Lampiran 9. b. Uji Taraf Pembeda Daya pembeda dalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan 48 siswa yang berkemampuan rendah. Arikunto (2010 :213-218) mengemukakan bahwa untuk mengetahui daya beda butir soal digunakan rumus indeks diskriminasi sebagai berikut:
49 = = A B Keterangan: J : Jumlah peserta tes JA : Banyaknya peserta kelompok atas JB : Banyaknya peserta kelompok bawah BA : Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar BB : Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar Klasifikasi daya pembeda menurut Suharsimi Arikunto adalah sebagai berikut: D: 0.00 0.20 : Jelek (poor) D: 0.20 0.40 : Cukup (satisfactory) D: 0.40 0.70 : Baik (good) D: 0.70 1.00 : Baik sekali (excellent) D: Negatif : Semua butir soal yang mempunyai nilai D negatif dibuang Arikunto (2010: 213-218) Tabel 3.13. Rangkuman Uji Daya Pembeda Soal Tes Kognitif Instrumen Penelitian Jumlah Butir Soal Valid Kriteria Jelek Cukup Baik Baik Sekali Negatif (dibuang) Pilihan Ganda 25 1 11 13 0 0 (Sumber: Hasil Perhitungan Data 2015) Berdasarkan Tabel 3.13 menunjukkan bahwa hasil uji daya pembeda diperoleh soal dengan kriteria jelek sebanyak 1 soal, cukup sebanyak 11 soal dan baik sebanyak 13 soal, untuk selengkapnya pada Lampiran 10.
50 G. Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan profil variabel terikat yaitu motivasi belajar dan hasil belajar geografi dari segi aspek kognitif. Sedangkan analisis inferensial digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis, yaitu dengan analisis variansi (anava) satu jalan dengan taraf signifikansi 5%, dengan bantuan software SPSS versi 16. Menurut Budiyono (2004: 195) pada analisis variansi, dipersyaratkan bahwa setiap populasi berdistribusi normal (sifat normalitas populasi) dan populasi - populasi mempunyai variansi yang sama (sifat homogenitas variansi populasi). Uji normalitas antara kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan uji Levene s. 1. Uji prasyarat analisis a. Uji Homogenitas Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah kedua kelompok mempunyai varians yang homogen atau tidak. Perhitungan uji homogenitas menggunakan uji Levene s dengan bantuan SPSS 16.0 for windows dengan ketentuan pengambilan kesimpulan H0 ditolak dan H1 diterima jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 (sig.< 0,05), berarti sampel berasal dari populasi yang tidak homogen. Sebaliknya H0 diterima dan H1 ditolak jika signifikansinya lebih besar dari 0,05 (sig.>0,05), berarti sampel berasal dari populasi yang homogen. b. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah kedua kelompok terdistribusi normal atau tidak. Perhitungan uji normalitas menggunakan Lilliefors dengan α = 0,050 dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. 1. Hipotesis: H0 : sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal H1 : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal
51 2. Tingkat Signifikansi: α = 0,05 3. Statistik uji: L = Maks F(zi) S(zi) dengan L = koefisien Lilliefors dari pengamatan F(zi) = P(Z zi) Z ~ N (0,1) S (zi) = proporsi cacah z zi terhadap zi 4. Taraf signifikansi (α) = 0,05 5. Daerah Kritik (DK) DK = {L L > L α;n} dengan n adalah ukuran sampel 6. Keputusan uji: 2. Uji Hipotesis Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varian satu jalan dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil anava satu jalan bertujuan untuk mengetahui bahwa perlakuan-perlakuan yang diteliti hanya memberikan pengaruh yang berbeda. Untuk menguji hipotesis tersebut berdasarkan motivasi dan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen 1 menggunakan metode Problem Based Learning (PBL), kelas eksperimen 2 menggunakan metode Team Assisted Individualization (TAI), dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah.
52 Pengujian hipotesis menggunakan anava satu jalan diurakan sesuai dengan tujuan penelitian sebagai berikut: a. Hipotesis pertama Untuk menentukan H0 atau H1 yang diterima maka ketentuan yang harus diikuti adalah sebagai berikut: a) Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak b) Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima c) Jika probabilitas atau signifikansi > 0,05 maka H0 diterima d) Jika probabilitas atau signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak H0 µ2 µ1 µ3, metode Team Assisted Individualization (TAI) tidak lebih efektif dibandingkan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode ceramah terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. H1 = µ2 = µ1 = µ3, metode Team Assisted Individualization (TAI) lebih efektif dibandingkan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode ceramah terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. b. Hipotesis kedua Untuk menentukan H0 atau H1 yang diterima maka ketentuan yang harus diikuti adalah sebagai berikut: a) Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak b) Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima c) Jika probabilitas atau signifikansi > 0,05 maka H0 diterima d) Jika probabilitas atau signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak H0 µ2 µ3, metode Team Assisted Individualization (TAI) tidak lebih efektif dibandingkan metode ceramah terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. H1 = µ2 = µ3, metode Team Assisted Individualization (TAI ) lebih efektif dibandingkan metode ceramah terhadap motivasi dan hasil belajar siswa.
53 c. Hipotesis ketiga Untuk menentukan H0 atau H1 yang diterima maka ketentuan yang harus diikuti adalah sebagai berikut: a) Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak b) Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima c) Jika probabilitas atau signifikansi > 0,05 maka H0 diterima d) Jika probabilitas atau signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak H0 µ1 µ3, metode Problem Based Learning (PBL) tidak lebih efektif dibandingkan metode ceramah terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. H1 = µ1 = µ3, metode Problem Based Learning (PBL) lebih efektif dibandingkan metode ceramah terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. d. Hipotesis keempat Untuk menentukan H0 atau H1 yang diterima maka ketentuan yang harus diikuti adalah sebagai berikut: a) Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak b) Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima c) Jika probabilitas atau signifikansi > 0,05 maka H0 diterima d) Jika probabilitas atau signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak H0 µ2 µ1, metode Team Assisted Individualization (TAI) tidak lebih efektif dibandingkan metode Problem Based Learning (PBL) terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. H1 = µ2 = µ1, metode Team Assisted Individualization (TAI ) lebih efektif dibandingkan metode Problem Based Learning (PBL) terhadap motivasi dan hasil belajar siswa.
54 H. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui berbagai tahap kegiatan yang dijadikan sebagai prosedur penelitian. Adapun prosedur penelitian adalah sebagai berikut : 1. Tahap Persiapan Tahap ini merupakan kegiatan awal sebelum penelitian. Tahap persiapan dalam penelitian ini adalah menemukan permasalahan terkait pembelajaran Geografi di SMA Negeri 3 Sukoharjo. Selain itu hal lain yang perlu dipersiapkan antara lain; referensi buku, jurnal dan penelitian terkait metode pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian. 2. Penyusunan Proposal Penelitian Penyusunan proposal merupakan rancangan penelitian yang disusun sebagai pengajuan untuk melakukan penelitian. Melalui proposal diuraikan tentang pendahuluan, kajian pustaka dan metode penelitian yang nantinya akan digunakan. 3. Penyusunan Instrumen Penelitian Tahapan ini merupakan pembuatan instrumen yang digunakan untuk penelitian berupa instrumen kognitif dan lembar observasi yang seluruhnya digunakan dalam perolehan data. 4. Pengumpulan Data Tahap ini dilakukan pengumpulan semua data yang berhubungan dengan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan efektivitas metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan Problem Based Learning (PBL) pada kompetensi dasar Mendeskripsikan Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Kaitannya dengan Pembangunan Berkelanjutan siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2014/2015. Untuk memperoleh data tersebut, maka dilakukan dengan uji coba instrumen soal, pretest, posttest serta angket motivasi sehingga nantinya dapat dilakukan uji analisis untuk membuktikan hipotesis. 5. Analisis Data Analisis data yang digunakan adalah uji analisis varian satu arah (One Way Anova) untuk menguji hipotesis.
55 6. Penyusunan Laporan Penelitian Penyusunan laporan merupakan tahap akhir dari prosedur penelitian. Tahap ini merupakan tahap penulisan penelitian secara keseluruhan yang disusun secara sistematis dalam bentuk skripsi dan akan dilanjutkan dengan ujian skripsi dihadapan tim penguji skripsi.
Prosedur penelitian untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam diagram alur penelitian sebagai berikut: 56 Metode Awal Pembelajaran Uji Validasi Instrumen Soal dan Angket Penentuan Kelas Sampel Metode Problem Based Learning (PBL) Metode Team Assisted Individualization (TAI) Metode Ceramah 1. Pretest 2. Posttest 3. Angket 1. Uji Normalitas 2. Uji Homogenitas Perbandingan: 1. Efektivitas motivasi dan hasil belajar metode TAI dengan metode PBL dan metode Ceramah. 2. Efektivitas motivasi dan hasil belajar metode TAI dengan metode Ceramah. 3. Efektivitas motivasi dan hasil belajar metode PBL dengan metode Ceramah. 4. Efektivitas motivasi dan hasil belajar metode TAI dengan metode PBL. Uji Hipotesis: Anava satu jalan (One Way Anova) Efektivitas Metode TAI dengan PBL Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Gambar 3.1. Diagram Alur Penelitian