BAB III METODE PENGEMBANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. penelitian pengembangan R&D (Research and Development). R&D adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Research And Development (R & D) atau

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS IV SD/MI

BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan

BAB III METODE PENELITIAN. program linear. Metode penelitian pengembangan merupakan metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut. dengan pendekatan problem solving pada materi himpunan untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. atau dalam bahasa Inggris disebut Research and Development (R&D).

BAB III METODE PENELITIAN. berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku siswa, dan Lembar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. MODEL PENGEMBANGAN Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan inovasi pembelajaran yang menggunakan metode

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) DENGAN PENDEKATAN PMR PADA MATERI LINGKARAN DI KELAS VIII SMPN 2 KEPOHBARU BOJONEGORO

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. kriteria ketuntasan hasil belajar di MTs Plus Raden Paku Trenggalek.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. model probing prompting pada materi segitiga dan segi empat untuk SMP kelas

BAB III METODE PENELITIAN. pelajaran matematika kelompok peminatan Matematika dan Ilmu

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Research Development (penelitian

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK MODEL PEMBELAJARAN GRUP INVESTIGASI PADA MATERI TRIGONOMETRI KELAS XI IPA MA MUHAMMADIYAH I MALANG

BAB III METODE PENGEMBANGAN. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian dan pengembangan (Research &

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan dilaksanakan adalah penelitian pengembangan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. karena peneliti ingin mengembangkan pembelajaran matematika berbasis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mengembangkan perangkat pembelajaran sub pokok bahasan luas permukaan dan. Permukaan dan Volume Pisma dan Limas tegak.

BAB III METODE PENELITIAN. Realistik (PMR) bagi siswa SMP kelas VIII sesuai Kurikulum 2013.

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran

PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PADA SISWA SMP KELAS VIII

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN. Hasil dari penelitian ini berupa: (1) enam buah LKS mind map berbasis

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA POKOK BAHASAN ATURAN PANGKAT, AKAR, DAN LOGARITMA UNTUK SMA KELAS X DENGAN PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING

ARTIKEL ILMIAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI AGUSTUS, Euis Sugiarti : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 1

BAB III METODOLOGI. B. Pendekatan Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTU WONDERSHARE DENGAN PENDEKATAN RME PADA MATERI SMP

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Kesulitan belajar siswa yang dimaksud adalah profil kemampuan siswa dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan project based learning. Bahan ajar yang dikembangkan berupa RPP

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (developmental

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan ( research and

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development

research and development untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan suatu produk baru melalui proses pengembangan dan validasi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Desain. Produk. Revisi Produk. Produksi Massal

DAFTAR TABEL. Halaman

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN. atau Research and Development (R&D), yang bertujuan untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan R & D (Research and

BAB III METODE PENELITIAN. A. Definisi penelitian dan pengembangan (R & D) Penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang berorientasi

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MELAKUKAN OPERASI ALJABAR. Arini Fardianasari ABSTRAK

Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP UMSurabaya I. Pendahuluan

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK PEMBELAJARAN YANG MENGGUNAKAN MODEL GROUP INVESTIGATION PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dan pengembangan (Research & Development). Menurut Gall, dkk.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. segi empat dengan pendekatan problem solving (pemecahan masalah) yang telah

METODE PENELITIAN. Penelitian dalam pengembangan modul kesetimbangan kimia berbasis multipel

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA MATERI PRISMA KELAS VIII DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DI SMP DR. SOETOMO SURABAYA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengembangkan suatu produk (Paidi, 2010: 57). Produk R&D dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Sugiyono (2010: 297) menyatakan bahwa R&D adalah penelitian yang

BAB V PEMBAHASAN. yaitu valid, praktis dan efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan instrumen asesmen

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI DI KELAS VIII MTs NEGERI 2 SURABAYA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini termasuk penelitian

SKRIPSI. Oleh YULIA PUJI ASTUTI NIM

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SETTING KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Pengembangan Buku Ajar Aljabar Linear berbasis Discovery-Inquiry Guna meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan karena peneliti ingin

BAB III METODE PENELITIAN. produk berupa bahan ajar berbasis scientific method untuk meningkatkan. materi Struktur Bumi dan Bencana.

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan yaitu research and development atau

KATA KUNCI : LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS KONTEKSTUAL, PERMUTASI DAN KOMBINASI

BAB III METODE PENELITIAN A.

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. model pengembangan yang disampaikan oleh Borg and Gall dalam (Setyosari,

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

BAB III METODE PENGEMBANGAN A. Metode Pengembangan Metode yang digunakan dalam pengembangan ini adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Metode penelitian dan pengembangan adalah metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. 1 Menurut Nieven suatu produk dikatakan baik/layak jika memenuhi aspek-aspek kualitas antara lain: (1) validitas (validity), (2) kepraktisan (practicaly), dan (3) keefektifan (effectiveness). 2 Jenis produk yang dihasilkan dalam pengembangan ini adalah bahan ajar berupa modul. Produk yang dihasilkan ini akan diuji kelayakannya terlebih dahulu. Untuk menguji layak atau tidaknya, awalnya modul ini akan divalidasi terlebih dahulu untuk melihat kevalidan dan kepraktisannya apabila digunakan sebagai bahan ajar. Setelah modul dikatakan valid, modul diberikan ke siswa untuk melihat keefektifannya. Modul yang sudah terbukti valid, praktis, dan efektif dapat dikatakan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar di sekolah. 297 1 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung:Alfabeta,2011), hal. 2 Siti Khabibah, Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Dengan Soal Terbuka Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar, Disertasi Tidak Diterbitkan, (Surabaya:Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya), diakses tanggal 29 April 2012 47

48 B. Pengembangan Modul Pengembang mengembangkan modul dengan format sebagai berikut : 1. Halaman sampul depan, memuat judul, jenjang pendidikan, kelas, materi pokok, dan penyusun. 2. Halaman yang berisi standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan penyusun 3. Bab I Pendahuluan terdiri dari: a. Deskripsi b. Prasyarat c. Petunjuk penggunaan modul d. Tujuan akhir 4. Bab II Pembelajaran terdiri dari: a. Rencana belajar siswa b. Kegiatan belajar 1 1) Tujuan kegiatan pembelajaran 2) Uraian materi luas permukaan kubus dan balok 3) Rangkuman 4) Tugas 5) Tes formatif 6) Kunci jawaban tes formatif 7) Penilaian

49 c. Kegiatan belajar 2 1) Tujuan kegiatan pembelajaran 2) Uraian materi volume kubus dan balok 3) Rangkuman 4) Tugas 5) Tes formatif 6) Kunci jawaban tes formatif 7) Penilaian 5. Bab III Evaluasi a. Evaluasi kompetensi dasar 5.3 6. Bab IV Penutup a. Tindak lanjut b. Daftar pustaka Menurut Mbulu dan Suhartono, maka langkah-langkah dalam pengembangan Modul ada empat tahap, yaitu: 1. Tahap analisis situasi awal Analisis situasi awal bertujuan untuk mengenali pokok bahasan yang dikembangkan serta kemampuan awal yang harus dimiliki siswa.

50 2. Tahap pengembangan rancangan modul Menentukan kompetensi dasar yang sesuai dengan pokok bahasan dalam pengembangan modul dan kegiatan apa saja yang termuat dalam modul. 3. Tahap penyusunan produk awal modul Menenentukan materi dalam modul berdasarkan kompetensi dasar yang telah diambil dan menyusun isi serta kelengkapan modul. 4. Tahap penilaian modul Menilai kevalidan dan kepraktisan modul yang telah dikembangkan pada beberapa ahli matematika kemudian diujicobakan pada siswa untuk mengetahui keefektifannya. 3 Modul yang dikembangkan berisi materi luas permukaan dan volume kubus dan balok yang diajarkan di kelas VIII semester 2. Untuk lebih jelasnya, langkah-langkah pengembangan modul digambarkan seperti berikut. 3 Joseph Mbulu dan Suhartono, Pengembangan Bahan Ajar, hal.89-90

51 Bagan 3.1 Langkah-Langkah Pengembangan Modul Analisis Situasi Awal Kajian Kurikulum Pengembangan Rancangan modul Menentuan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa Menentukan indikator dan tujuan Pengembangan isi modul Penyusunan modul Menentukan materi Merumuskan butir-butir materi Penyusunan soal Penyusunan kelengkapan modul Validasi Ahli Ya Apakah rancangannya valid? Tidak Revisi Apakah perlu validasi? Ya Tidak Validasi Empiris Ya Apakah rancangannya memenuhi validitas empiris? Tidak Revisi Apakah perlu validasi empiris? Ya Tidak Modul Hasil Pengembangan

52 C. Prosedur Pengembangan Modul 1. Tahap Analisis Situasi Awal Langkah yang ditempuh pada tahap awal ini adalah kajian kurikulum yang dalam hal ini adalah kurikulum 2006. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengenali materi luas permukaan dan volume kubus dan balok yang diajarkan di kelas VIII semester 2, serta beberapa kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Tujuan yang lain adalah agar pengembang dapat membuat jalinan antar topik atau antar pokok bahasan. Untuk materi luas permukaan dan volume kubus dan balok yang diajarkan di kelas VIII semester 2 dengan kompetensi dasar yaitu menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas. 2. Tahap Pengembangan Rancangan modul Ada tiga langkah pada tahap ini yaitu: a. Pemilihan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa Pemilihan kompetensi dasar ini dilakukan sebagai pedoman dalam menentukan isi modul serta pengembangan kegiatan belajar. b. Menentukan indikator dan tujuan dalam modul Indikator yang terdapat dalam modul yaitu: 1) Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus, balok,

53 prisma, dan limas 2) Menggunakan rumus untuk menghitung volume kubus, balok, prisma, dan limas Adapun tujuan pembelajaran dalam modul berdasarkan indikator yang telah dibuat yaitu: 1) Siswa dapat memahami rumus umum luas permukaan kubus 2) Siswa dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan luas permukaan kubus 3) Siswa dapat memahami rumus umum volume kubus 4) Siswa dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan volume kubus 5) Siswa dapat memahami rumus umum luas permukaan balok 6) Siswa dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan luas permukaan balok 7) Siswa dapat memahami rumus umum volume balok 8) Siswa dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan volume balok c. Pengembangan isi modul Isi pembelajaran ini disusun sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Susunan aktivitas dimulai dengan menyajikan masalah kontekstual pada siswa. Berdasarkan masalah yang disajikan, siswa dibimbing untuk mengaitkan masalah kontekstual tersebut dengan

54 permasalahan yang dihadapi yaitu tentang konsep luas permukaan dan volume kubus dan balok. 3. Tahap Penyusunan Produk Awal Modul Beberapa langkah dalam penyusunan produk awal modul ini adalah: a.menentukan Materi Materi dalam modul ini adalah luas permukaan dan volume kubus dan balok. Dalam kurikulum 2006 materi tersebut menjadi salah satu bahan kajian untuk kelas VIII semester 2. b.merumuskan Butir-butir Materi Butir-butir materi yang menjadi bahan kajian modul ini disajikan dalam 2 bagian, yaitu: Kegiatan Belajar 1: Memahami rumus luas permukaan kubus dan balok, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas permukaan kubus dan balok. Kegiatan Belajar 2: Memahami rumus volume kubus dan balok, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume kubus dan balok.

55 c. Penyusunan Soal Soal yang ada dalam modul ini mengarahkan siswa untuk mengaitkan konsep tentang materi luas permukaan dan volume kubus dan balok dengan kondisi nyata di lapangan. Selain itu diberikan soal tes formatif untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari dan juga diberikan soal evaluasi untuk untuk mengukur kemampuan siswa tentang materi luas permukaan dan volume kubus dan balok. d. Tahap Penyusunan Kelengkapan modul Kelengkapan modul yang dimaksud meliputi membuat judul, deskripsi, petunjuk pengerjaan modul, dan gambar-gambar yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari 4. Penilaian Modul Terdapat dua penilaian terhadap modul yang telah disusun yaitu validasi ahli dan validasi empiris. Validasi ahli diberikan kepada empat validator, yaitu 2 dosen jurusan matematika dengan kriteria berpendidikan minimal S2 dan 2 Guru Matematika SMP dengan kriteria berpendidikan minimal S1 serta berpengalaman mengajar minimal 5 tahun. Jika hasil penilaian yang diberikan oleh keempat validator adalah valid, dapat dilanjutkan pada validasi empiris yaitu uji coba modul terhadap siswa. Namun, apabila hasil penilaian validator belum valid maka modul harus direvisi terlebih dahulu kemudian dilakukan

56 validasi empiris untuk mengetahui keefektifannya. Tahap penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah modul yang telah dikembangkan valid dan praktis atau tidak untuk dipakai dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. D. Uji Coba Produk 1. Desain Uji Coba Setelah melalui proses validasi ahli maka berikutnya produk akan diujicobakan pada siswa untuk mengetahui apakah modul bisa dimengerti dan dikerjakan oleh siswa atau tidak. Pada tahap uji coba dilakukan uji coba terbatas dengan dua cara. Uji coba pertama dilakukan dengan memilih tiga siswa untuk diminta mempelajari dan menyelesaikan permasalahan yang ada dalam modul. Dari hasil pengerjaan ketiga siswa tersebut dianalisis apakah modul perlu direvisi atau tidak. Kemudian modul diujicobakan kembali terhadap 7 siswa untuk diminta mempelajari dan menyelesaikan permasalahan yang ada dalam modul. Apabila hasil uji coba terbatas ini mendapat respon yang baik dari siswa serta siswa dapat menyelesaikan soal tes evaluasi sesuai standar yang ditetapkan, maka modul dapat dikatakan efektif jika digunakan sebagai bahan ajar.

57 2. Subyek Uji Coba Siswa yang menjadi subyek uji coba merupakan siswa kelas VIII semester 2. Kesepuluh siswa yang menjadi subyek uji coba terdiri dari 7 siswa kelas VIII dan 3 siswa kelas VII. 3. Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi, angket siswa, dan tes evaluasi siswa. Lembar validasi digunakan untuk memvalidasi modul hasil pengembangan. Lembar validasi ini diberikan kepada para validator ahli yaitu dua dosen jurusan matematika dan dua guru SMP. Lembar validasi berisi beberapa penilaian tentang sistematika dan isi modul. Pada lembar validasi validasi ini terdiri dari 17 item pernyataan yang harus dinilai oleh para validator ahli. Lembar validasi juga memuat komentar dan saran yang nantinya akan digunakan sebagai bahan revisi selanjutnya. Dari penilaian validator ahli pada lembar validasi dapat diketahui kevalidan dan kepraktisan suatu modul sebagai bahan ajar. Kevalidan dapat diketahui dari nilai rata-ratanya sedangkan kepraktisan suatu modul sebagai bahan ajar dapat diketahui jika penilaian pada setiap aspek di lembar validasi menunjukkan bahwa tidak ada/sedikit revisi. Siswa yang menjadi subyek uji coba diberikan angket mengenai tanggapan siswa terhadap Modul yang telah dikembangkan. Pada angket yang

58 diberikan kepada siswa ini terdiri dari 10 item pernyataan yang harus ditanggapi oleh siswa. Tanggapan dari siswa juga akan digunakan sebagai bahan tambahan untuk revisi selanjutnya. Selain angket, juga diberikan soal evaluasi terhadap siswa untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah ditentukan dalam modul. Batasan siswa dianggap menguasai materi di dalam modul adalah sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan yaitu 70,00. Namun, apabila nilai siswa kurang dari KKM maka siswa diharapkan mempelajari kembali modul tersebut. Dari hasil respon siswa pada angket dan dari hasil tes evaluasi siswa dapat diketahui efektif tidaknya suatu modul. Alur penilaian kelayakan pada modul ini dapat peneliti sajikan pada bagan di bawah ini. Bagan 3.2 Alur Penilaian Kelayakan Modul Instrumen Pengumpul Data Lembar validasi Tes evaluasi Angket siswa Valid Praktis Efektif Modul layak digunakan sebagai bahan ajar

59 4. Jenis Data Data merupakan unit informasi yang direkam media yang dapat dibedakan dengan data lain, dapat dianalisis, dan relevan dengan problem tertentu. Data haruslah merupakan keterkaitan antara informasi dalam arti bahwa data harus mengungkapkan kaitan antara sumber informasi dan bentuk simbolik pada suatu sisi. 4 Jenis data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa nilai rata-rata dari lembar validasi, angket siswa, dan dari hasil tes evaluasi. Angka-angka tersebut kemudian dikuantitatifkan sehingga dapat disimpulkan tingkat kelayakan modul luas permukaan dan volume kubus dan balok. Data kualitatif berupa saran, kritik, dan tanggapan dari validator. Saran, kritik, dan tanggapan dari validator digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan revisi terhadap modul luas permukaan dan volume kubus dan balok. 5. Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana 4 Ahmad Tanzeh & Suyitno, Dasar-Dasar Penelitian,( Surabaya:Elkaf, 2006), hal. 27

60 yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. 5 Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data hasil penilaian kelayakan adalah dengan perhitungan rata-rata hasil angket serta dari hasil evaluasi siswa. Penilaian hasil evaluasi ini dapat diketahui dengan rumus penilaian sebagai berikut; = 100 Pedoman penilaian hasil evaluasi siswa dapat peneliti sajikan seperti pada tabel 3.1 di bawah ini. Tabel 3.1. Pedoman Penilaian Hasil Evaluasi Siswa No Kriteria Skor 1 Jawaban benar, langkah-langkah pengerjaan benar 10 2 jawaban salah, langkah-langkah pengerjaan benar 8 3 jawaban benar, langkah-langkah pengerjaan salah 6 4 jawaban salah, langkah-langkah pengerjaan salah 4 Sedangkan Rumus untuk menghitung nilai rata-rata angket adalah sebagai berikut: 6 5 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, hal. 244 6 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), hal. 242

61 _ X = x n Keterangan: _ X = Nilai rata-rata x Jumlah skor jawaban penilaian n = Jumlah evaluator Untuk memperkuat data hasil penilaian kelayakan, dikembangkan jenjang kualifikasi kriteria kelayakan. Kriteria penilaian menggunakan skor 1-4, dimana skor 1 menunjukkan skor terendah dan skor 4 menunjukkan skor tertinggi. Penentuan rentang skala pada kriteria penilaian dapat diperoleh dengan cara rentang skor tertinggi dikurangi skor terendah dibagi dengan skor tertinggi. Berdasarkan penentuan rentang tersebut diperoleh rentang 0,75. Kriteria kelayakan analisis nilai rata-rata yang digunakan disajikan pada Tabel di bawah ini: Tabel 3.2 Kriteria Kevalidan Analisis Nilai Rata-rata Rata-rata 3,26 4,00 2,51 3,25 1,76 2,50 1,00 1,75 Kategori Validasi valid / tidak direvisi Cukup valid / tidak direvisi Kurang valid / revisi sebagian Tidak valid / revisi total (dikutip dari arikunto, 2006:242)