BAB II TUNJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) ASI Ekslusif 6 Bulan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menempuh, menemui, mengarungi, menyebrangi, menanggung, mendapat,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. melindunginya dalam melawan serangan penyakit. Keseimbangan zat zat gizi

BAB II TINJAUAN TEORI

SATUAN ACARA PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN. tergantng dari motif yang dimiliki (Taufik, 2007). menggerakkan kita untuk berperilaku tertentu. Oleh karena itu, dalam

BAB I PENDAHULUAN. makanan dan minuman lain atau disebut dengan ASI Eksklusif dapat memenuhi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan satu-satunya yang paling sempurna

BAB I PENDAHULUAN. penuh perjuangan bagi ibu yang menyusui dan bayinya (Roesli, 2003).

GASTER Vol. 11 No. 2 Februari Wahyuningsih Akademi Giri Husada Wonogiri. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan dan pertumbuhan, juga mengandung sel-sel darah putih, antibodi,

BAB I PENDAHULUAN. protein, laktosa dan garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Sebenarnya bayi manusia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. alamiah. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan

MANFAAT ASI BAGI BAYI

GIZI SEIMBANG IBU MENYUSUI. RINA HASNIYATI, SKM, M.Kes

BAB III PANDANGAN MEDIS TERHADAP KANDUNGAN AIR SUSU IBU (ASI) BESERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN BIOLIGIS PADA BAYI

BAB 1 PENDAHULUAN. Berdasarkan data dari United Nations Children's Fund (UNICEF) pada tahun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. garam organik yang disekresikan oleh kedua belah kelenjar payudara ibu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan berkembang menjadi anak yang sehat dan cerdas (Depkes RI, 1996).

HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGGALO PADANG

LAMPIRAN KUESIONER Identitas Pengetahuan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Oleh : Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Bali

BAB I PENDAHULUAN. Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah air susu yang diberikan kepada bayi sejak

PENGARUH PUTING SUSU LECET TERHADAP PENERAPAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KEBAKKRAMAT I KARANGANYAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. otak dimulai dalam kandungan sampai dengan usia 7 tahun (Menteri Negara

BAB I PENDAHULUAN. sampai pada rakyat jelata, bahkan dasar utama terletak pada kaum wanita, yaitu

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 : PENDAHULUAN. kontasepsi, asupan nutrisi. Perawatan payudara setelah persalinan (1-2) hari, dan

BAB I PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan masa yang menggembirakan bagi calon orang tua dan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLATEN NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

B. MANFAAT ASI EKSKLUSIF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma sehingga dapat mencegah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengandung lebih dari 200 unsur-unsur pokok, antara lain zat putih telur, lemak,

Diterbitkan melalui:

BAB I PENDAHULUAN. yaitu 98 kematian per kelahiran hidup. Tingginya angka kematian bayi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab 3 Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif sebagai Modal Pembangunan Sumber Daya Manusia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Makanan utama bayi adalah air susu ibu (ASI) sehingga perlu

GAMBARAN KETIDAKBERHASILAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAPURAN RAYA

BAB 1 PENDAHULUAN. Menyusui, artinya memberikan makanan kepada bayi yang langsung dari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengandung antibodi dan lebih dari 100 zat gizi, seperti AA, DHA taurin, dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KONTRIBUSI PERSEPSI DAN MOTIVASI IBU DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PEDESAAN. Lilik Hidayanti 1, Nur Lina

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ASI ADALAH ANUGERAH LUAR BIASA YANG DIBERIKAN TUHAN KEPADA MANUSIA KENAPA BANYAK ORANG TUA TIDAK MEMBERIKAN ASI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Melindungi kesehatan ibu :

BAB I PENDAHULUAN. suatu proses alamiah, namun sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan

BAB I PENDAHULUAN. merupakan pola menyusui yang dianjurkan (Suradi, 1995).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan ASI eksklusif atau pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karakteristik ibu menyusui, teknik menyusui dan waktu menyusui. Menurut WHO/UNICEF Tahun 2004 menyusui adalah suatu cara yang

BAB I PENDAHULUAN. satu-satunya makanan yang terbaik untuk bayi, karena memiliki. komposisi gizi yang paling lengkap untuk pertumbuhan dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. ditentukan oleh ketersediaan zat gizi dalam jumlah cukup dan dalam. penyerapan, dan penggunaan zat-zat tersebut (Triaswulan, 2012)

FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

BAB I PENDAHULUAN. mengetahui pengetahuan yang baik tentang pentingnya dan manfaat kolostrom

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. termasuk air putih, selain menyusui selama 6 bulan sejak dilahirkan. 3 Cara

AMENORE LAKTASI SEBAGAI METODE BER KB SERTA URGENSINYA TERHADAP PP 33 TAHUN 2012 Oleh : Andang Muryanta

ARIS SETYADI J

BAB I PENDAHULUAN. lebih selama tahun kedua. ASI juga menyediakan perlindungan terhadap

BAB I PENDAHULUAN. (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR). Angka Kematian Bayi tidak berdiri sendiri,

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional salah satu tujuannya yaitu membangun sumber

BAB 1 PENDAHULUAN. Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Menyusui akan menjamin bayi tetap sehat dan memulai. kehidupannya dengan cara yang paling sehat.

Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 2, Oktober 2015 ISSN HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN WAKTU PENGELUARAN KOLOSTRUM

BAB I PENDAHULUAN. ASI eksklusif menurut World Health Organization (WHO, 2011) adalah

PANDUAN RAWAT GABUNG IBU DAN BAYI DIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH SINJAI

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan generasi yang sehat, cerdas, dan taqwa merupakan tanggung

KUESIONER PENELITIAN PERILAKU IBU YANG MEMILIKI BAYI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA MATSUM TAHUN 2015

MENGAPA IBU HARUS MEMBERIKAN ASI SAJA KEPADA BAYI

BAB 1 PENDAHULUAN. Program peningkatan penggunaan ASI menjadi prioritas karena

Transkripsi:

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA A. ASI Eksklusif 1. Definisi ASI Eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, di berikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih, sampai berumur 6 bulan (Purwanti, 2003: 3 ). Asi eksklusif adalah bayi hanya di berikan ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahn cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biscuit, bubur nasi, dan nasi tim (Weni Kristiyani, 2009 : 23). Menyusui sebaiknya di lakukan sesegera mungkin setelah melahirkan, menyusui dalam 1 jam pertama setelah melahirkan setiap kali bayi mau, tidak menggunakan botol dan dot (Proverawati, Rahmawati, 2010: 36). Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah perilaku pencarian puting payudara ibu sesaat setelah bayi lahir. Pada jam pertama, bayi berhasil menemukan payudara ibunya. Inilah awal hubungan menyusui antara bayi dan ibunya, yang akhirnya berkelanjutan dalam kehidupan ibu dan bayi (Prasetyono, 2009: 145). ASI diberikan kepada bayi karena mengandung banyak manfaat dan kelebihan. Diantaranya ialah menurunkan risiko terjadinya penyakit infeksi, misalnya infeksi saluran pencernaan (diare), infeksi saluran pernafasan, dan infeksi telinga. ASI juga bisa menurunkan dan mencegah terjadinya penyakit noninfeksi, seperti penyakit alergi, obesitas, kekurangan gizi, asma, dan eksem. Selain itu, ASI dapat pula meningkatkan IQ dan EQ anak (Prasetyono, 2009: 27). 2. Keunggulan ASI

A. Beberapa keunggulan ASI antara lain : 1. ASI adalah makanan ideal bayi yang mengandung zat gizi lengkap yang tak terganti susu lain. Kandungan ASI mencakup : protein, karbohidrat, lemak, dan minerla penting bagi anak. 2. Selain mudah dicerna bayi, ASI mengandung zat anti infeksi dan membantu pertumbuhan otak si bayi. 3. Dengan memberikan ASI eksklusif risiko ibu terkena kanker payudara pun berkurang. 4. ASI dapat menjadi kontrasepsi alami yang mencegah ibu mengalami kehamilan dalam waktu singkat setelah kelahiran sebelumnya. Jika seorang ibu memberikan ASI ekslusif setidaknya selama 1 jam dalam 1 hari atau 6 kali selama masing-masing 10 menit, hal itu dapat memicu otak kecil sang ibu untuk memproduksi hormon prolaktin. Semakin banyak hormon prolaktin yang dihasilkan, akan semakin menekan ovulasi atau masa subur, sehingga bisa memperkecil terjadinya kehamilan walaupun sang ibu melakukan hubungan seksual (intercourse) B. Unsur-unsur Nutrisi pada ASI Ekslusif 1. Hidrat arang Hidrat arang dalam asi merupakan nutrisi yang vital untuk pertumbuhan sel saraf otak dan pemberi kalori untuk kerja sel-sel saraf, memudahkan penyerapan kalsium, mempertahankan faktor bifidus di dalam usus.

2. Protein Protein dalam asi mengandung asam amino yang penting dalam pertumbuhan otak, artinya dapat mengurangi atau menurunkan kadar bilirubin yang tinggi dalam tubuh bayi. 3. Lemak Kolesterol adalah bagian dari lemak yang penting. Kolesterol merupakan lemak yang meningkatkan pertumbuhan otak bayi. Dari hasil penelitian menunjukknan bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif mempunyai kadar kolesterol yang tinggi. 4. Mineral ASI eksklusif mengandung mineral yang lengkap, walaupun kadarnya relative rendah, tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan. 5. Vitamin ASI eksklusif mengandung vitamin yang lengkap. Vitamin yang cukup untuk 6 bulan sehingga tidak perlu di tambah kecuali vitamin K karena bayi baru lahir ususnya belum mampu membentuk vitamin K. B. Manfaat ASI 1. Manfaat ASI bagi bayi 2. Dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik. Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode prenatal baik, dan mengurangi kemungkinan obesitas. Frekuensi menyusui yang sering (tidak dibatasi) juga di buktikan

bermanfaat karena volume ASI yang dihasilkan lebih banyak sehingga penurunan berat badan bayi hanya sedikit. 3. Mengandung antibody Mekanisme pembentukan antibodypada bayi adalah sebagai berikut : apabila ibu mendapat infeksi maka tubuh ibu akan membentuk antibody dan akian disalurkan dengan bantuan jaringan limfosit. Antibody di payudara disebut mamae associated immunocompetent lymphoid tissue (BALT ) dan untuk penyakit saluran pencernaan ditransfer melalui gut associated immunocompetent lyimhoid tissue (GALT). Dalam tinja bayi yang mendapat ASI terdapat antibody terhadap bakteri E, coli dalam konsentrasi yang tinggi sehingga jumlah bakteri E. coli dalam tinja bayi tersebut juga rendah. Di dalam ASI kecuali antibody terhadap enteroktosin E. coli juga pernah di buktikan adanya antibody terhadap virus seperti rota virus, polio dan campak. 4. ASI mengandung komposisi yang kuat Yaitu dari berbagai bahan makanan yang baik untuk bayi yaitu terdiri dari proporsi yang sangat seimbang dan cukup kuantitas semua zat gizi yang diperlukan untuk kehidupan 6 bulan pertama. 5. Mengurangi kejadian karies dentis Insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh lebih tinggi dibanding yang mendapat ASI, karena kebiasaan menyusui dengan botol dan dot terutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan susu formula dan menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi.

6. Member rasa nyaman dan aman pada bayi dan adanya ikatan antara ibu dan bayi. Hubungan fisik ibu dan bayi baik untuk perkembangan bayi, kontak kulit bayi yang mengakibatkan perkembangan psikomotor maupun sosial yang lebih baik. 7. Terhindar dari alergi Pada bayi baru lahir system ige belum sempurna. Pemberian susu formula akan merangsang aktivitas system ini dan dapat menimbulkan alergi 8. ASI meningkatkan kecerdasan bagi bayi Lemak pada ASI adalah lemak tak jenuh yamg mengandung omega 3 untuk pematangan sel-sel otak sehingga jaringan otak bagi bayi yang mendapat ASI eksklusif akan tumbuh optimal dan terbebas dari rangsangan kejang sehingga menjadikan anak lebih serdas. 9. Membantu perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi karena gerakan menghisap mulut bayi pada payudara ( Kristiyanasari, 2009 : 17). 2. Manfaat ASI bagi ibu 1. Aspek kesehatan ibu Isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentuknya oksitosin oleh kelenjar hipofisis. Oksitosin dapat membantu involusi uterus dan mencegah terjadinya perdarahan pascapersalinan. Penundaan haid dan berkurangnya perdarahan pasca persalinan mengurangi prevalensi anemia defisiensi besi. 2. Aspek Keluarga Berencana Menyusui secara murni (eksklusif) dapat menjarangkan kehamilan. Ditemukan rata-rata jarak kelahiran ibu yang menyusui adalah 24 bulan,

sedangkan yang tidak menyusui 11 bulan. Hormon yang mempertahankan laktasi bekerja menekan hormon ovulasi, sehingga dapat menunda kembalinya kesuburan. Ibu yang sering hamil kecuali menjadi beban bagi ibu sendiri, juga merupakan resiko tersendiri bagi ibu untuk mendapatkan penyakit seperti anemia, risiko kesakitan dan kematian akibat persalinan. 3. Aspek Psikologis Keuntungan menyusui bukan hanya bermanfaat untuk bayi, tetapi juga untuk ibu, ibu akan merasa bangga dan diperlukan, rasa yang dibutuhkan semua manusia (Kristiyanasari, 2009 : 20 ). 3. Manfaat ASI bagi Keluarga 1. Aspek Ekonomi ASI tidak perlu dibeli, sehingga dana yang seharusnya digunakan untuk membeli susu formula dapat digunakan untuk keprluan lain dan penghematan juga disebabkan karena bayi yang mendapat ASI lebih jarang sakit sehingga mengurangi biaya berobat 2. Aspek Psikologis Kebahagiaan keluarga bertambah, karena kelahiran lebih jarang, sehingga suasana hati ibu lebih baik dan dapat mendekatkan hubungan bayi dan 3. Aspek Kemudahan Menyusui sangat praktis sehingga bisa diberikan di mana saja dan kapan saja. Keluarga tidak perlu repot menyediakan air masak, botol, dan dot yang harus selalu dibersihkan dan tidak perlu meminta pertolongan orang lain ( Kristiyanasari, 2009 : 22). 4. Manfaat ASI bagi Negara 1. Menurunkan Angka Kesakitan dan Kematian Anak

Adapun faktor protektif dan nutrient yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi baik, serta kesakitan dan kematian anak menurun. Beberapa penelitian epidemiologis menyatakan bahwa ASI melindungi bayi dan anak dari penyakit infeksi, misalnya diare dan infeksi pernapasan akut bagian bawah. 2. Mengurangi Subsidi untuk Rumah Sakit Subsidi untuk rumah sakit berkurang, karena rawat gabung akan memperpendek lama rawat ibu dan bayi, mengurangi komplikasi persalinan nosokomial serta mengurangi biaya yang diperlukan untuk perawatan anak sakit. Anak yang mendapatkan ASI lebih jarang dirawat di rumah sakit dibandingkan anak yang mendapat susu formula. 3. Mengurangi Devisa untuk Membeli Susu Formula ASI dapat dianggap sebagai kekayaan nasional. Jika semua ibu menyusui, diperkirakan dapat menghemat devisa sebesar Rp. 8,6 milyar yang seharusnya dipakai untuk mensubsidi susu formula. 4. Meningkatkan Kualitas Generasi Penerus Bangsa Anak yang mendapat ASI dapat tumbuh kembang secara optimal, sehingga kualitas generasi penerus bangsa akan terjamin (Kristiyanasari, 2009 : 24 ) E. Tujuh Langkah Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif a. Mempersiapkan payudara bila diperlukan b. Mempelajari ASI dan tatalaksana menyusui c. Menciptakan dukungan keluarga, teman, dan sebagainya d. Memilih tempat melahirkan yang sayang bayi seperti rumah sakit sayang bayi atau rumah bersalin sayang bayi e. Memilih tenaga kesehatan yang mendukung pemberian ASI eksklusif

f. Mencari ahli persoalan menyusui, seperti klinik laktasi atau konsultasi untuk persiapan apabila kita menemui kesukaran. g. Menciptakan suatu sikap yang positif tentang ASI dan menyusui (Arini H, 2012 : 74). F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Tidak Memberikan Asi Eksklusif Dalam kenyataan, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan tidak sederhana yang di bayangkan. Beberapa kendala dapat timbul dalam upaya memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Akan tetapi dengan motivasi ibu yang kuat, pengetahuan dasar yang dimiliki ibu, serta usaha yang terus-menerus, sabar dan tekun serta di dukung oleh fasilitas persalinan SAYANG BAYI tidak mustahil pemberian ASI eksklusif dapat berhasil (IDAI, 2008 : 136).

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif pemberian ASI adalah : 1. Sistem dukungan Proses menyusui bukanlah semata-mata proses antara ibu dan bayi saja. Seorang ayah dan keluarga yang mengelilingi ibu sangat menentukan keberhasilan menyusui. Bahkan proses memberikan ASI itu sendiri memiiliki aspek psikologi dan rohaniah antara ibu, bayi, seorang ayah dan keluarga, bukan sekedar tempel dan biarkan bayi menyusui saja. a. Dukungan ayah. Suami (ayah) juga berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan memberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya (Madhi, 2009). Para suami (ayah) mempunyai peran memberi dukungan dan ketenangan bagi ibu yang sedang menyusui. Dalam praktek sehari-hari tampaknya peran ayah sangat menentukan keberhasilan menyusui (breastfeeding father). Hal ini mencakup seberapa jauh keterampilan masing-masing ayah maupun ibu dalam menata dirinya dalam mengelola stres (Hegar dan Suradi, 2008 :166). b. Dukungan keluarga Banyak kejadian kegagalan menyusui hanyalah karena masalah kurangnya pengertian atau penerangan, baik dari si ibu sendiri atau pengaruh dari anggota keluarga. Tetapi mungkin saja memang ada masalah fisik atau penyakit yang diderita sang ibu ataupun sang bayi. Hal ini bisa juga karena salah saran ataupun komunikasi kurang dari pihak petugas kesehatan kepada ibu dan keluarga. Keluarga perlu di rangkai informasikan bahwa seorang ibu perlu dukungan dan bantuan keluarga agar ibu berhasil menyusui, misalnya dengan menggantikan

untuk sementara tugas rumah tangga ibu seperti memasak, mencuci membersihkan rumah. Ibu dan bayi memerlukan waktu berkenalan ( Arini H, 2012: 76). 2. Lingkungan dan Sosial budaya Faktor lain yang berpengaruh terhadap pemberian ASI adalah sikap ibu terhadap lingkungan sosialnya dan kebudayaannya dimana dia dididik. Apabila pemikiran tentang menyusui dianggap tidak sopan, maka let down reflek (reflek keluar) akan terhambat. Sama halnya dengan dari pengalaman-pengalaman orang terdahulu yaitu dengan ungkapan yang biasa di ucapkan : dulu waktu kecil, umur 2 bulan di kasih pisang kerok atau bubur susu, tidak apa-apa, anak kamu di beri saja seperti itu (Arini H, 2012 : 74 ) 3. Pekerjaan Merasa pemberian ASI kurang praktis bagi ibu bekerja dan stres akibat dukungan suami terhadap pemberian ASI sebagai makanan terbaik dan akhirnya akan kurangnya kuantitas produksi ASI (Hegar dan Suradi 2008, hlm. 166). Seringkali alasan pekerjaan membuat seseorang ibu berhenti menyusui. Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dianjurkan pada ibu menyusui yang bekerja seperti yang diungkapkan oleh Perinasia 2003: yaitu, susuilah bayi sebelum ibu bekerja, ASI dikeluarkan untuk persediaan di rumah sebelum berangkat kerja, ASI dapat disimpan dilemari pendingin dan dapat diberikan pada bayi saat ibu bekerja, dengan cangkir. Pada saat ibu di rumah, sesering mungkin bayi disusui, dan ganti jadwal menyusuinya sehingga banyak menyusui di malam hari. Keterampilan mengeluarkan ASI dan merubah jadwal menyusui sebaiknya telah mulai dipraktekkan sejak satu bulan sebelum kembali bekerja.

Minum dan makan makanan yang bergizi dan cukup selama bekerja dan selama menyusui bayinya ( Perinasia, 2003: 5 ). 4. Pengetahuan ibu Pengalaman menyusui pada kelahiran anak sebelumnya, kebiasaan menyusui dalam keluarga atau dikalangan kerabat, pengetahuan ibu dan keluarganya tentang manfaat ASI, juga sikap ibu terhadap kehamilannya (diinginkan atau tidak) berpengaruh terhadap keputusan ibu, apakah ia akan menyusui atau tidak ( Perinasia, 2003: 1 ). Pengetahuan ibu saat menentukan keberhasilan menyusui. Ibu yang tidak mempunyai keyakinan mampu memproduksi ASI umumnya akhirnya memang produksi ASI berkurang, stress, khawatir (IDAI, 2008 : 139)