PROJECT BASED LEARNING

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. yaitu berubahnya sistem pembelajaran dari teacher centered menjadi

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENGANTAR E-LEARNING Apa yang kita bahas? Perkembangan/Trends ICT Tantangan Pendidik Bagaimana menghadapinya?

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGGUNAAN MICROSOFT ONENOTE 2016 DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan atau skill yang dapat mendorongnya untuk maju dan terus

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015

Hak Cipta 2014 DIREKTORAT SISTEM INFORMASI Halaman 2 dari 15

User Manual Distance Learning Panduan Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Jarak Jauh (Dosen) Versi 1.1 (17 Juni 2014)

ANTI GLOBAL WARMING STUDENT S PROJECT (PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA KELAS XI PADA MATERI GLOBAL WARMING)

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

MENJADI TEACHER JAMAN NOW

BAB I PENDAHULUAN. Paket keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) merupakan

Pembuatan Akun Student

PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL (FACEBOOK) SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI

2016 PENGEMBANGAN MODEL DIKLAT INKUIRI BERJENJANG UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGI INKUIRI GURU IPA SMP

BAB I PENDAHULUAN. dimana berbagai informasi mudah didapatkan oleh semua orang di. Perkembangan IPTEK yang sangat pesat dapat berimbas pada tantangan

PENGANTAR E-LEARNING

PRAKTEK E-LEARNING. Mengaskses e-learning UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Oleh: Puskom UNY

PRAKTEK E-LEARNING Oleh: Tim ICT UNY

Memanfaatkan. dalam pembelajaran. Disampaiakan dalam in house training SMA 1 DEMAK, 7 Desember Oleh Sudar, M.Pd. Apakah EDMODO itu?

Mengenal lebih dekat Microsoft 365 Business. Ciptakan hasil kerja terbaik dengan solusi keamanan, manajemen, dan produktivitas terpadu

TUTORIAL EDMODO A. MENGAKSES EDMODO B. MEMBUAT AKUN EDMODO SEBAGAI GURU

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat di era global

DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN. (Artikel) Oleh ERVIN HIDAYAT

Panduan Edmodo Bagi Student Haris K, S.Pd, M.Cs.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Moch Ikhsan Pahlawan,2013

B. Mengapa harus Edmodo?

II. KERANGKA TEORETIS. 1. Pembelajaran berbasis masalah (Problem- Based Learning)

PEMBELAJARAN KREATIF DAN KOLABORATIF PADA ABAD 21 TINJAUAN KURIKULUM Dr. H. Ahmad Zaki Mubarak, M.Si.

I. PENDAHULUAN. penyampaian informasi (transfer of knowledge) dari guru ke siswa. Padahal

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING)

5 cara untuk menjaga karyawan tetap terlibat dan produktif

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

BAGIAN SATU. Mengapa Harus Berubah? Penerapan Metode Problem-Based Learning (PBL)

BAB I PENDAHULUAN. terkecuali. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) juga. persaingan global yang dihadapi oleh setiap negara, khususnya

Demby Pratama Politeknik Negeri Sriwijaya

BAB I PENDAHULUAN. dalam kelas maupun di luar kelas. Dengan penggunaan teknologi informasi yang

RANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK / PROJECT BASED LEARNING (PBL) MATA PELAJARAN IPA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR PBL IPA SD

BAB I PENDAHULUAN. Sehingga perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Ratih Wijayava. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo ABSTRAK

Panduan & Skenario Guru

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Andi Wijaya, 2014 Pemanfaatan Internet Pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang

Digital Library & Distance Learning Lab. Petunjuk Teknis Penggunaan Sistem E-Learning untuk Peserta Ajar

TUTORIAL EDMODO OLEH : ASRIN UTAMININGSIH

Panduan Edmodo Bagi Teacher Haris K, S.Pd, M.Cs.

MEMBANGUN LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN OLEH : Nunuk Suryani. Page 1

Kegiatan Belajar 8: Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui penerapan pengetahuan komunikasi dalam jaringan asinkron

Menggunakan Office 365 di iphone atau ipad Anda

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan tersebut diperlukan

Aplikasi Komputer. Pengenalan E-learning. Miftahul Fikri, M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen.

II. TINJAUAN PUSTAKA. kepribadian individunya dan kegunaan masyarakatnya, yang diarahkan demi

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Perkalian Bilangan. Eny Handayani

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Materi Computer Mediated Learning Orientasi Belajar Mahasiswa 2008 MATERI COMPUTER MEDIATED LEARNING

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI

Software User Manual E-Learning Panduan Bagi Mahasiswa

SILABUS MATA PELAJARAN SIMULASI DIGITAL

USU e-learning PANDUAN BAGI DOSEN. Pusat Sistem Informasi USU UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dapat ditingkatkan, baik di kalangan nasional maupun. agar mutu kehidupan masyarakat dapat meningkat. Melalui pendidikan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Urip Nurdiana, 2014

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. National Cauncil of Teacher of Mathematics (NCTM, 2000) menyebutkan. masalah (problem solving), penalaran (reasoning), komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. publiknya. Hal ini juga berlaku untuk universitas. Disinilah organisasi

E-LEARNING. Panduan Cara Penggunaan Sistem Informasi E-learning. / Informasi / Contact Person

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III TINJAUAN PEDAGOGIK PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER

User Guide Outlook Web Application (OWA)

BAB I PENDAHULUAN. maka dari itu perlu dilakukan peningkatan mutu pendidikan. Negara Kesatuan

PETUNJUK PEMANFAATAN KELAS MAYA

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam pendidikan, baik dalam mengembangkan pemikiran kritis, kreatif,

2015 PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PENGETAHUAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS SD

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Modul Pelatihan Google Apps for Education Fitur dan Penggunaan Tim ICT Universitas Sriwijaya

Studi kasus (Case study)

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA

BAB I BAB 1 PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat,

KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015

Kurikulum Berbasis TIK

BELAJAR DI ERA DIGITAL: BAHASA INGGRIS BERBASIS LOKALITAS MELALUI MEDIA SOSIAL SEBAGAI LANGKAH ANTISIPATIF MENYONGSONG 0 KM JAWA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

MODUL E-LEARNING Unit Teknologi dan Informasi

IMPLEMENTASI ICT DALAM PEMBELAJARAN IPA

Metode Student Centered Learning Untuk Meningkatkan Hardskill Dalam Pembelajaran TIK di SMP Islam Pesantren Ibnu Salam Nurul Fikri Boarding School

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Transkripsi:

PROJECT BASED LEARNING DETEKTIF KESEHATAN MELALUI ONENOTE CLASS NOTEBOOK A. Latar Belakang Sekolah merupakan tempat dilaksanakannya proses transformasi ilmu pengetahuan. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan jaman, sekolah harus mampu beradabtasi dengan segala kondisi yang tengah dihadapi oleh siswa. Bila pada masa lalu, sekolah menjadi satu-satunya pusat belajar, maka berbeda dengan era masa kini. Sumber belajar yang tersedia di mana-mana juga menjadi salah satu sarana transformasi ilmu pengetahuan. Era digital telah menandai kebangkitan teknologi yang terus bergerak maju. Namun, kebangkitan teknologi ini belum sepenuhnya dapat dimaksimalkan oleh masyarakat. membeli electronic device baik itu laptop, tablet, maupun smartphone menjadi hal yang lumrah. Barang-barang tersebut tidak hanya dapat dimiliki oleh masyarakat dari strata tertentu. Teknologi menawarkan efektivitas dan kecepatan serta fleksibilitas bagi para penggunanya. Ini hal yang positif tentunya. Namun, ini menjadi hal yang sia-sia bila tidak dapat digunakan dengan maksimal. Di balik sisi positif yang dimiliki, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi juga memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Sering kali orang tua merasa tidak dapat mengawasi bahkan tidak mengerti bagaimana menempatkan

teknologi sebagai sarana yang tepat guna. Mengingat Gadget saat ini sudah sangat begitu dekat dengan dunia anak. Pembelajaran abad 21 atau lebih popular dengan sebutan 21 st CLD meliputi aspek knowledge construction, critical thinking, self regulation, real world problem solving, skill of communication dan using of ICT. Pembelajaran tersebut telah selaras dengan kondisi teknologi yang luar biasa berkembang. Dengan demikian sekolah, orang tua, siswa dan teknologi memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Maka perlu dilaksanakan sebuah pembelajaran yang mampu merangkul dan menjawab permasalahan yang ada. Detektif Kesehatan sebagai Project Based Learning (PBL) yang diadakan di kelas III Al-Bayan SDMT Ponorogo dengan desain pembelajaran yang selaras dengan 21 st CLD juga melibatkan orang tua dan juga perangkat OneNote Class Notebook dapat menjadi sarana yang tepat untuk mewujudkan pembelajaran yang berbasis teknologi dan tepat sasaran. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana kegiatan pembelajaran menggunakan OneNote Class Notebook selaras dengan pembelajaran Abad 21 st CLD? 2. Bagaimana OneNote Class Notebook mampu menjembatani siswa, sekolah dan orang tua? 3. Manfaat apa yang didapatkan siswa dari pembelajaran tersebut? 4. Bagaimana respon siswa dan orang tua terhadap pembelajaran tersebut? C. Sasaran 1. Siswa kelas III Al-Bayan SDMT Ponorogo (Setingkat SD) 2. Orang tua siswa kelas III Al-Bayan D. DESKRIPSI KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan pembelajaran menggunakan OneNote Class Notebook selaras dengan 21 st CLD Kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah Detektif Kesehatan. Kegiatan tersebut adalah Project Based Learning. Dalam pembelajaran tersebut siswa bertindak sebagai detektif kesehatan. Mereka akan mencari tahu tentang makanan sehat maupun

berbahaya, perilaku orang lain dalam memilih jajan sehari-hari, pengetahuan orang lain tentang makanan sehat maupun berbahaya dan juga membuat brosur berisi ajakan untuk memilih makanan yang sehat. Detektif Kesehatan masuk dalam kategori pembelajaran yang Real world Problem solving. Maksudnya siswa tengah mendapatkan pengalaman untuk memecahkan atau mencari solusi pada masalah yang benar-benar real, terjadi pada kehidupan nyata. Adapun detail kegiatan pembelajaran tersebut adalah: NO KEGIATAN 21 st CLD 1. Siswa dibagi dalam kelompok Communication 2. Siswa membaca tugas yang sudah diupload guru pada library content yang terdapat pada OneNote Class Notebook 3. Siswa berdiskusi tentang pembagian tugas anggota kelompok 4. Siswa mencatat pembagian tugas kelompok pada form self and group regulation yang telah diupload guru pada bagian Collaboration Space. Pada Collaboration Space seluruh siswa dan guru dapat bersama-sama berkontribusi 5. Siswa mencari referensi terkait makanan sehat dan makanan berbahaya. Knowledge Construction Skill Of Communication Self and group Regulation Knowledge Construction Referensi dapat dicari melalui mesin pencarian Bing dengan menggunakan fitur copy atau link atau screen clipping yang telah ada pada onenote Referensi juga dapat ditemukan pada content library, pada halaman BSE yang telah diupload guru

6. Siswa melakukan wawancara dan mendokumentasikannya 7. Siswa mengolah data Critical Thinking 8. Siswa berdiskusi dan mulai menggali ide untuk Skill of Communication pembuatan brosur 9. Siswa membuat brosur sederhana dengan onenote yang berisi ajakan untuk memilih makanan sehat dan tips mengenali makanan berbahaya Inovation 10. Siswa mencetak brosur tersebut lalu Skill of Communication mengkampanyekan dan membagikan tersebut kepada teman maupun lingkungan sekitar 11. Siswa membagikan brosur pada social media Skill of Communication Kelebihan OneNote Class Notebook adalah pada tiga bagian yang dimilikinya. Berikut penjelasannya:

OneNote juga sangat fleksibel. Ia bisa diakses dengan versi offline maupun online. Dan dengan mudah kita bisa berkolaborasi dengan orang lain. Fitur Sync yang berfungsi menyinkronkan perubahan yang dilakukan menjadikan pekerjaan bersama terasa mudah dan lebih efisien. OneNote benar-benar Bring your note everywhere. 2. OneNote Class Notebook mampu menjembatani siswa, sekolah dan orang tua Setiap siswa diberikan akun office 365. Orang tua kita informasikan tentang akun dan password dari putra-putri mereka. Tujuannya bila orang tua ingin melihat hasil belajar dan aktifitas putra-putrinya dapat dengan mudah mengakses OneNote tersebut. Pada OneNote Class Notebook juga telah saya tambahkan ruang untuk orang tua menyampaikan aspirasinya. Baik itu motivasi, nasehat, maupun hal-hal yang berkaitan dengan masukan kegiatan pembelajaran. Adanya tiga bagian yang disediakan oleh OneNote Class Notebook dapat menjembatani siswa, guru dan orang tua. Student Notebook, ruang antara siswa dan guru maksudnya guru dan murid bisa dengan bersama-sama berada pada bagian tersebut. Misalnya mengerjakan tugas individu, disinilah tempatnya. Siswa tidak perlu kuatir siswa lain akan menyontek hasil tugasnya. Sebab, Student Notebook hanya dapat diakses oleh Guru dan Siswa. Collaboration Space merupakan ruang untuk seluruh anggota OneNote Class Notebook untuk berkolaborasi. Content Library adalah ruang dimana Guru berbagi file baik itu berupa tugas maupun materi. Sehingga bagi siswa yang tidak masuk atau izin karena hal tertentu dapat dengan mudah mengikuti materi yang tertinggal. Apa yang diupload oleh Guru pada content library bersifat read only sehingga siswa tidak dapat mengubahnya secara sembarangan. Dengan demikian, siswa, Guru dan juga orang tua dapat terhubung dengan baik.

3. Berbagai manfaat yang diperoleh siswa Dengan pembelajaran Project Based Learning Detektif Kesehatan dan penggunaan OneNote Class Notebook siswa memperoleh manfaat: a. Sebagai detektif siswa mendapat pengalaman yang mereka peroleh sendiri sehingga menumbuhkan kesadaran untuk berperilaku mengkonsumsi jajanan yang sehat b. siswa turut serta mengkampanyekan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang jajan sehat (berlatih komunikasi dan kesadaran social) c. Dengan penggunaan OneNote Class Notebook, siswa telah menciptakan virtual Class d. Melalui OneNote juga siswa belajar tentang kolaborsi dan komunikasi juga optimalisasi ICT. e. Interdisipliner, dalam project based learning tersebut siswa telah mendapatkan berbagai kecakapan dari berbagai disiplin ilmu yakni Bahasa Indonesia, IPA, TIK, Seni dan Keretampilan, dan Sosial science. 4. Respon siswa terhadap penggunaan OneNote Class Notebook Siswa merasa senang sekali dan tertarik. Apa yang mereka rasakan menjadi motivasi bagi mereka sendiri. Motivasi tersebut yang melahirkan ketertarikan dan rasa ingin tahu terhadap materi ajar. LAMPIRAN URL SUPPORTING RESOURCES 1. RPP: http://bit.ly/1rcsz0h 2. Form Wawancara: http://bit.ly/1w1qb9b 3. Knowledge Construction Form: http://bit.ly/1w1qb9b 4. Self and Group Regulation Form: http://bit.ly/24u5eeo