METODE PENGUKURAN ARUS GIC PADA TRANSFORMATOR JARINGAN LISTRIK

dokumen-dokumen yang mirip
STUDI TENTANG BADAI MAGNET MENGGUNAKAN DATA MAGNETOMETER DI INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN. Aktivitas Matahari merupakan faktor utama yang memicu perubahan cuaca

DISTRIBUSI KARAKTERISTIK SUDDEN STORM COMMENCEMENT STASIUN BIAK BERKAITAN DENGAN BADAI GEOMAGNET ( )

BAB I PENDAHULUAN. Matahari adalah sebuah objek yang dinamik, banyak aktivitas yang terjadi

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi Matahari mengalami perubahan secara periodik dalam skala waktu

ANALISIS PERBANDINGAN DEVIASI ANTARA KOMPONEN H STASIUN BIAK SAAT BADAI GEOMAGNET

KARAKTERISTIK VARIASI HARIAN KOMPONEN H GEOMAGNET REGIONAL INDONESIA

SYNCHRONOUS GENERATOR. Teknik Elektro Universitas Indonesia Depok 2010

MODEL VARIASI HARIAN KOMPONEN H JANGKA PENDEK BERDASARKAN DAMPAK GANGGUAN REGULER

BAB II LANDASAN TEORI

IDENTIFIKASI LUAS DAERAH AKTIF DI MATAHARI PENYEBAB KEJADIAN BADAI GEOMAGNET

D. Relay Arus Lebih Berarah E. Koordinasi Proteksi Distribusi Tenaga Listrik BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN...

PENERAPAN METODE POLARISASI SINYAL ULF DALAM PEMISAHAN PENGARUH AKTIVITAS MATAHARI DARI ANOMALI GEOMAGNET TERKAIT GEMPA BUMI

BAB I PENDAHULUAN. Matahari merupakan sumber energi terbesar di Bumi. Tanpa Matahari

KETERKAITAN DAERAH AKTIF DI MATAHARI DENGAN KEJADIAN BADAI GEOMAGNET KUAT

III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

GANGGUAN GEOMAGNET PADA FASE MINIMUM AKTIVITAS MATAHARI DAN MEDAN MAGNET ANTARPLANET YANG TERKAIT

DAMPAK AKTIVITAS MATAHARI TERHADAP CUACA ANTARIKSA

BAB I PENDAHULUAN. energi pun meningkat dengan tajam,salah satunya kebutuhan akan energi listrik di tanah air.

BAB III PERANCANGAN ALAT

Induksi Elektromagnetik

DISTRIBUSI POSISI FLARE YANG MENYEBABKAN BADAI GEOMAGNET SELAMA SIKLUS MATAHARI KE 22 DAN 23

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Tidak hanya di Bumi, cuaca juga terjadi di Antariksa. Namun, cuaca di

BAB III DEFINISI DAN PRINSIP KERJA TRAFO ARUS (CT)

CUACA ANTARIKSA. Clara Y. Yatini Peneliti Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa, LAPAN RINGKASAN

ANALISIS PENURUNAN INTENSITAS SINAR KOSMIK

Anwar Santoso, Mamat Ruhimat, Rasdewita Kesumaningrum, Siska Fillawati Pusat Sains Antariksa

Analisis Variasi Komponen H Geomagnet Pada Saat Badai Magnet

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB V PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISIS HASIL

BAB II PRINSIP DASAR TRANSFORMATOR

Simulasi Karakteristik Inverter IC 555

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2

KETERKAITAN AKTIVITAS MATAHARI DENGAN AKTIVITAS GEOMAGNET DI BIAK TAHUN

ANALI5IS BADAI MAGNET BUMI PERIODIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi listrik sangat di butuhkan pada zaman modern ini, karena saat ini kebutuhan manusia akan teknologi

LAPORAN PRAKTIKUM TRANSFORMATOR TRANSFORMATOR PENURUN TEGANGAN CUT CORE, TOROIDAL, SHELL DAN AUTO TRANSFORMATOR

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

Jurnal Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN :

AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA BAB I PENDAHULUAN

BAB III LANDASAN TEORI

ANALISIS PENGARUH HARMONISA TERHADAP FAKTOR-K PADA TRANSFORMATOR

BAB II TRANSFORMATOR DAYA DAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN. Tenaga listrik dibangkitkan dipusat pusat listrik (power station) seperti

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tari Fitriani, 2013

ANALISIS HARMONIK DAN PERANCANGAN SINGLE TUNED FILTER PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 18 BUS DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP POWER STATION 4.

Anwar Santoso Peneliti Bidang Geomagnet dan Magnet Antariksa Pusat Sains Antariksa, Lapan

BAB I PENDAHULUAN. suatu sistem. Jika sistem proteksi tersebut bagus, maka akan terciptanya keadaan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Percobaan 1 Hubungan Lampu Seri Paralel

ANALISA PENGARUH BEBAN TIDAK SEIMBANG TERHADAP RUGI DAYA LISTRIK PADA JARINGAN DISTRIBUSI SEKUNDER HASBULAH

ANALISIS HARMONISA YANG DIHASILKAN CYCLOCONVERTER DENGAN BERBAGAI PARAMETER

ANALISIS KEDIP TEGANGAN AKIBAT GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG ABANG DI KARANGASEM

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM...

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Analisa Konfigurasi Hubungan Primer dan Sekunder Transformator 3 Fasa 380/24 V Terhadap Beban Non Linier

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN. sebagai salah satu kebutuhan utama bagi penunjang dan pemenuhan kebutuhan

SEMBURAN RADIO MATAHARI DAN KETERKAITANNYA DENGAN FLARE MATAHARI DAN AKTIVITAS GEOMAGNET

IDENTIFIKASI KONDISI ANGIN SURYA (SOLAR WIND) UNTUK PREDIKSI BADAI GEOMAGNET

BAB I PENDAHULUAN. jarang diperhatikan yaitu permasalahan harmonik. harmonik berasal dari peralatan yang mempunyai karakteristik nonlinier

Latar Belakang Masalah. Perumusan Masalah

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-12 CAKUPAN MATERI 1. TRANSFORMATOR 2. TRANSMISI DAYA 3. ARUS EDDY DAN PANAS INDUKSI 4. GGL INDUKSI KARENA GERAK

BAB II GARDU INDUK 2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI GARDU INDUK. Gambar 2.1 Gardu Induk

Analisis Kualitas Minyak Transformator Daya 25 Kva Berdasarkan Data Citra Kamera Termal Dan Data Hasil Uji Gas Chromatograph

PENGARUH HARMONISA TERHADAP ARUS NETRAL TRANSFORMATOR DISTRIBUSI (APLIKASI PADA R.S.U SARI MUTIARA MEDAN)

PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS (CURRENT TRANSFORMER / CT)

BAB III RANCANGAN SMPS JENIS PUSH PULL. Pada bab ini dijelaskan tentang perancangan power supply switching push pull

Analisis Fenomena Ferroresonance pada Capacitive Voltage Transformer (CVT) Akibat Pelepasan Beban Secara Mendadak

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini dilakukan indentifikasi terhadap lubang korona, angin

ANALISA PERHITUNGAN SUSUT TEKNIS DENGAN PENDEKATAN KURVA BEBAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI PT. PLN (PERSERO) RAYON MEDAN KOTA

Laporan Praktikum Fisika Transformator. Disusun Oleh : 1 Bindra Jati. (02) 2 Dwi Puspita A. (07) 3 Lida Puspita N. (13) 4 Mutiara Salsabella.

Analisis Pengaruh Harmonik terhadap Arus Netral Transformator Pelanggan Industri, Bisnis, dan Rumah Tangga

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN MOTTO KATA PENGANTAR

ANALISA KEJADIAN LUBANG KORONA (CORONAL HOLE) TERHADAP NILAI KOMPONEN MEDAN MAGNET DI STASIUN PENGAMATAN MEDAN MAGNET BUMI BAUMATA KUPANG

RANCANG BANGUN SIMULATOR PROTEKSI ARUS HUBUNG SINGKAT FASA KE TANAH PADA SISTEM DISTRIBUSI MENGGUNAKAN RELAI TIPE MCGG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS PENGARUH HARMONISA TERHADAP PANAS PADA BELITAN TRANSFORMATORDISTRIBUSI

2.2.6 Daerah Proteksi (Protective Zone) Bagian-bagian Sistem Pengaman Rele a. Jenis-jenis Rele b.

PENGARUH HARMONISA PADA GARDU TRAFO TIANG DAYA 200 KVA DI PT PLN (Persero) APJ SURABAYA UTARA

Elektronika daya. Dasar elektronika daya

KOKO SURYONO D

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN LAMPIRAN

PENENTUAN POSISI LUBANG KORONA PENYEBAB BADAI MAGNET KUAT

METODE ANALISIS REDUKSI ARUS INRUSH PADA TRANSFORMATOR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Yoana Nurul Asri, 2013

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

ANALISA PEMILIHAN TRAFO DISTRIBUSI BERDASARKAN BIAYA RUGI-RUGI DAYA DENGAN METODE NILAI TAHUNAN

PERAN DIMENSI FRAKTAL DALAM RISET GEOMAGSA

PENGURANGAN ARUS NETRAL PADA SISTEM DISTRIBUSI TIGA FASA EMPAT KAWAT MENGGUNAKAN ZERO SEQUENCE BLOCKING TRANSFORMER

PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TRANSFORMATOR KERING BHT02 RSG GA SIWABESSY TERHADAP ARUS NETRAL DAN RUGI-RUGI

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN. panasbumi Unit 4 PT Pertamina Geothermal Energi area Kamojang yang. Berikut dibawah ini data yang telah dikumpulkan :

ANALISIS MODEL VARIASI HARIAN KOMPONEN GEOMAGNET BERDASARKAN POSISI MATAHARI

Transkripsi:

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXIV HFI Jateng & DIY, Semarang 10 April 2010 71 hal. 71-76 METODE PENGUKURAN ARUS GIC PADA TRANSFORMATOR JARINGAN LISTRIK Setyanto Cahyo P Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung, Indonesia, 40173. Email : setya_cp@yahoo.com INTISARI Ketika badai geomagnet terjadi maka akan terjadi perubahan pada sistem arus magnetosfer bumi, salah satunya adalah arus ionosfer. Arus ionosfer yang mengalir di permukaan bumi menyebabkan terjadinya arus induksi yang dikenal sebagai Geomagnetically Induced Current (GIC). Selama terjadi gangguan medan magnet bumi, arus GIC yang mengalir pada permukaan bumi ini dapat mengakibatkan terjadinya saturasi (core saturation) pada transformator jaringan listrik. Pada makalah ini dilakukan pengkajian mengenai keberadaan arus GIC yang terdapat pada arus netral jaringan listrik di Indonesia. Dari analisis yang telah dilakukan belum mampu mengungkap keberadaan arus GIC pada arus netral tranformator distribusi jaringan lisrtik hal ini dikarenakan kondisi medan geomagnet yang relatif tenang serta letak geografis Indonesia yang jauh dari kutub. Kata kunci : Geomagnetically Induced Current, - Geomagnetic Disturbance (GMD), Core Saturation I. PENDAHULUAN Geomagnetically Induced Current GIC merupakan manifestasi dari adanya interaksi antara matahari dan bumi berupa badai geomagnet. Ketika terjadinya aktivitas pada matahari (Corona Mass Ejection - CME) maka terjadi lontaran partikel menuju bumi dengan kecepatan tinggi dan saat bertemu magnetosfer bumi akan terjadi interplanetary shock. Peristiwa selanjutnya adalah terjadi transfer energi dan partikel melalui mekanisme rekoneksi yang akan semakin intens bersamaan dengan arah selatan medan magnet ruang antar planet (Interplanetary magnetic field, Bz IMF). Dampaknya akan terjadi perubahan sistem arus di dalam magnetosfer seiring dengan itu, terjadi peningkatan medan geomagnet di permukaan bumi. Ilustrasi sederhana mekanisme terbentuknya badai geomagnet dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Skema rekoneksi garis medan magnet bumi dan medan magnet ruang antar planet. Terbentuknya Geomagnetically Induced Current GIC dipicu oleh adanya variasi arus ionosfer yang mengalir di permukaan bumi pada saat badai geomagnet. Dampak dari variasi arus ionosfer adalah terbentukanya medan magnet induksi di permukaan bumi, sehingga terjadi fluktuasi medan geomagnet atau dengan kata lain terjadi perubahan medan geomagnet. Selama terjadi badai geomagnet, fluktuasi medan magnet bumi oleh arus ionsifer akan membangkitkan perbedaan potensial di sekitar permukaan bumi yang dikenal sebagai Earth Surface Potential (ESP). ESP ini seolah-olah bertindak sebagai sumber tegangan di antara dua netral ground transformator pada jaringan listrik. Dengan

72 Setyanto Cahyo P / Metode Pengukuran Arus Gic Pada Transformator Jaringan Listrik adanya ESP ini maka akan mengalirkan arus pada kedua netral ground transformator dan sepanjang kabel jaringan listrik. Arus inilah yang dinamakan arus induksi geomagnet (GIC). Ilustrasi pembangkitan arus GIC oleh arus ionsofer saat badai geomagnet dapat dilihat pada Gambar 2. Earth Surface Potential Gambar 2. Ilustrasi pembangkitan arus GIC saat badai geomagnet. ESP timbul di antara dua netral ground transformator pada jaringan listrik yang selanjutnya bertindak sebagai sumber arus. Jika dibandingkan dengan arus AC frekuensi arus GIC yang mengalir pada transformator sangat kecil /arus DC freq 0.001-0.1 Hz. Arus GIC yang mengalir pada permukaan bumi pada saat terjadi badai geomagnet dapat mengakibatkan terjadinya core saturation pada transformator distribusi jaringan listrik dan dampak terburuknya adalah terjadi kerusakan pada transfromator. Tujuan dari makalah ini adalah melakukan kajian mengenai keberadaan arus GIC yang terdapat pada arus netral distribusi jaringan listrik di Indonesia. Perilaku dari output tegangan dan arus pada transformator distribusi jaringan listrik ketika terinjeksi arus netral (GIC) dapat diilustrasikan seperti pada Gambar.3 (Sabdullah.M.,Haryono,T.2007). (a) (b) Gambar.3. Contoh simulasi plot tegangan (a) dan arus (b) pada transformator sekunder sebelum dan sesudah di injeksi suatu arus (simulasi arus GIC)

Setyanto Cahyo P / Metode Pengukuran Arus Gic Pada Transformator Jaringan Listrik 73 II. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan FFT dan harmonik. Hal ini dikarenakan arus listrik berupa sinyal dengan frekuensi berbeda-beda. Selain itu juga dilakukan studi literatur yang berkaitan dengan karakteristik dari GIC, mekanisme pembentukan GIC serta dampaknya terhadap transformator distribusi jaringan listrik. Sedangkan data yang digunakan merupakan data pengukuran arus netral pada transformator distribusi jaringan listrik PLN tahun 2008-2009. Arus netral ini digunakan untuk memperkirakan arus GIC yang mungkin mengalir pada transformator jaringan listrik PLN. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Kontruksi transformator tiga fasa pada dasarnya merupakan transformator satu fase yang disusun menjadi 3 buah dalam satu inti besi. Ada 4 tipe kombinasi yang biasa digunakan pada transformator tiga fasa yaitu; Delta to Delta; Delta to Wye; Wye todelta dan Wye to Wye. Distribusi jaringan listrik di Indonesia umumnya menggunakan kontruksi tranformator tiga fasa dengan tipe kombinasi Wye atau Delta. Ilustrasi bentuk tipe transformator dapat dilihat pada Gambar 4 dan 5. Gambar 4. Kontruksi Transformator (a) tipe wye, (b) tipe delta Gambar 5. Kombinasi tipe Transformator (a) Wye to Delta (b) Delta to Wye Telah disebutkan bahwa masuknya arus GIC pada transformator menyebabkan terjadinya saturasi pada lilitan primernya (halfcycle saturation) yang menyebabkan terjadinya kerusakan. Trafo memiliki kurva magnetisasi yang bentuknya tergantung dari material inti yang digunakan. Pada arus dan tegangan nominal (rated), trafo bekerja pada daerah linier, sehingga bentuk gelombang sisi primer (input) sama dengan sisi sekunder. Jika arus melewati daerah saturasi, maka output arus dan tegangan sekunder akan cacat (biasa disebut harmonisa). Ilustrasi kurva magnetisasi transformator, ditunjukkan pada Gambar 6.

74 Setyanto Cahyo P / Metode Pengukuran Arus Gic Pada Transformator Jaringan Listrik Injeksi Arus GIC Kurva magnetisasi trafo Daerah kerja trafo (linier) Output sekunder trafo Arus primer trafo yang sudah di injek arus DC Gambar 6. Poses terjadinya harmonik akibat half cycle saturation Untuk mengetahui besarnya arus netral yang mengalir pada netral ground transformator jaringan listrik PLN digunakan alat ukur arus yang dinamakan PQM Nexus dan Power Visa. Profil dan setting pemasangan PQM Nexus dirangkai secara seri pada wiring sekunder CT Switchyard, sedangkan PQM Power Visa menggunakan clamp on pada wiring sekunder CT switchyard. Alur pemasangan alat ukur arus netral ditunjukan pada Gambar 7. Gambar 7. Profil dan pemasangan alat ukur arus netral pada transformator distribusi jaringan listrik PLN (kiri) PQM Nexus dan (kanan) PQM Power Visa 400, serta (bawah) skema pemasangan alat ukur arus netral pada transformator jaringan listrik PLN di gardu induk Fajar Surya Wisesa Sebagai bahan analisis, dilakukan pengukuran arus netral di gardu induk Fajar Surya Wisesa, Bekasi menggunakan alat ukur PQM Power Visa 400. Arus netral hasil pengukuran kemudian diolah untuk dianalisis menggunakan metode FFT dan Harmonik. Hasil dari pengolahan data tersebut ditunjukkan pada Gambar 8.

Setyanto Cahyo P / Metode Pengukuran Arus Gic Pada Transformator Jaringan Listrik 75 Gambar 8. Plot hasil pengukuran arus netral (kiri) sampling ms dan (kanan) rata-rata (rms)nya di gardu induk Fajar Surya Wisesa, Bekasi tanggal 22-23 Maret 2009 Area frekuensi GIC 0.001-0.1Hz Gambar 9. Plot spektrum frekuensi arus netral di gardu induk Fajar Surya Wisesa, Bekasi Gambar 10. Plot FFT terhadap pengukuran arus netral pada gardu induk Fajar Wisesa, Bekasi, 31/06/08 Analisis terhadap hasil pengolahan spektrum frekuensi Gambar 9, tampak adanya banyak frekuensi antara lain frekuensi listrik (50 Hz), frekuensi harmonik dan frekuensi lainnya dengan amplitudo dibawah 0.05 A. Sedangkan untuk arus GIC sendiri dari hasil plot spektrum frekuensi terhadap arus netral belum nampak. Hal ini dikarenakan area frekuensi untuk arus GIC ada pada daerah frekuensi 0.001 0.1Hz, sehingga diperlukan metode lain untuk mengungkap arus GIC ini. Dari hasil Plot FFT terhadap pengukuran arus netral pada gardu induk Fajar Wisesa Gambar 10, belum nampak jelas adanya frekuensi arus GIC, bahkan untuk frekuensi arus operasional (50Hz) saja juga tidak tampak dominan, karenanya diperlukan kajian lebih lanjut. Dari hasil pengolahan yang telah dilakukan jika diklarifikasi dengan data indeks Dst (Disturbance Store Time) yang merupakan ukuran intensitas medan magnet bumi secara global, tampak bahwa belum terindikasinya arus GIC ini disebabkan karena aktivitas medan geomagnet sepanjang tahun 2008-2009 relarif kecil.

76 Setyanto Cahyo P / Metode Pengukuran Arus Gic Pada Transformator Jaringan Listrik IV. KESIMPULAN Keberadaan arus GIC yang terdapat pada arus netral jaringan listrik di Indonesia selama tahun 2008-2009 belum mampu diidentifikasikan secara pasti, hal ini berkaitan dengan kondisi medan geomagnet yang relatif tenang selama rentang waktu tersebut. Dalam kegiatan ini juga telah dapat mengungkap keberadaan arus lainnya yang terkandung pada arus netral diantaranya, arus operasional dan arus harmonik. V. DAFTAR PUSTAKA Ari Viljanen, Antii Pulkkinen and Risto Pirjola..General Mechanisms of GeomagneticallyIinduced Currents on Power Systems and Pipeline. Finnish Meteorological Institute.Helsinki.Finland. Boteler.D.H.,Pirjola.R,and H.Nevanlinna.1998. The Effect of Geomagnetic Disturbances on Electrical Systems at The Earth Surface. Adv.Space Res.,22,17-27. J. Aubin.1992.Effects of Geomagnetically Induced Currents on Power Transformers. p24-33. Kappenman JG., 2003, Storm sudden commencement events and associated geomagnetically induced current risks to ground-based system at low-latitude and mid-latitude locations Lehtinen.M., Pirjola.R.1985. Currents Produced in Earthed Conductor Networks by Geomagnetically Induced Electri Field. iannalas Geophysicae. Vol.3, No.4,pp.479-484. Makoto Harada, Jun Izutsu, T. Uetake, T. Tearayama, and T.Nagao.2008. The Observation of Natural Current of 500KV Powerline andaapplication to The Monitoring of The Underground Electrical Conductivity. EMSEV-DEMETER Joint Workshop. Romania. Santoso,A.2009.Analytical Study Of Geomagnetically Induced Current (GIC) Existance in Indonesia. National Seminar of Electro Engineering. ITS. Surabaya.Indonesia Sabdullah.M.,Haryono,T.2007.Analytical Study of Geomagnetically Induced Current Phenomenon at Power Transformer. Gadjah Mada University Yogyakarta, Indonesia.