Chapter 15 AUDIT SAMPLING. Outline Presentasi

dokumen-dokumen yang mirip
SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI

SUMMARY Pengauditan 2 Sampling and Materiality

AUDIT II Modul ke: AUDIT SAMPLING UNTUK TEST OF CONTROL & SUBSTANTIF TEST OF TRANSACTION. Afly Yessie, SE, Msi. Fakultas EKONOMI DAN BISNIS


BAB 10. Variable Sampling untuk Pengujian Substantif

Sampling (kamus) : Kelompok orang/barang yg dipilih untuk mewakili kelompok yang lebih besar Barang contoh yg ditawarkan untuk dicoba.

AUDIT & ATESTASI SA 530 SAMPLING AUDIT

BAB I PENDAHULUAN BAB II

SAMPLING AUDIT DIKLAT PENJENJANGAN AUDITOR KETUA TIM KODE MA : 2.110

Mengapa Kita Perlu Melakukan Sampling?

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR JAKARTA --- JANUARI 2007 MATA AJARAN

SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN TERINCI ATAS SALDO

ETIH SUDARNIKA LABORATORIUM EPIDEMIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN IPB

The Indonesian Accounting Society Sampling dengan ACL

Standar Audit SA 530. Sampling Audit

Metode kuantitatif: Randomisasi 12 O K TO BER 2016

KLASIFIKASI SAMPLING ATRIBUT VARIABEL. kualitatif (dihitung) peta p np. kuantitatif (diukur) peta X - R. 1. Cara Pemeriksaan Karakteristik

Tipe Contoh/Sample yang Digunakan

TEKNIK SAMPLING MODUL: 7

Risiko bahwa auditor tanpa disadari tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya

audit dapat memberikan bukti audit yang cukup untuk mencapai keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.

Bab 10 Sampling Audit dalam Pengujian Pengendalian

Teknik Sampling. Hipotesis Tesis. Populasi: parameter. Inferensial. Sampel:statistik Diolah di analisis

METODOLOGI PENELITIAN 10FEB. Modul ke: Sampling. Fakultas. AFRIZON, SE, M.Si, AK. Program Studi AKUNTANSI

Margin of Error. 3. Convidence interval (selang kepercayaan)

SAMPLING AUDIT. Sumber: PSA No. 26 PENDAHULUAN

Review Teknik Sampling

POPULASI DAN SAMPEL. Gambar 1 POPULASI dan SAMPEL

Teknik Sampling. Hipotesis. Populasi: parameter. Inferensial. Sampel:statistik Diolah di analisis

PENGUMPULAN DATA. S0192 Metode Penelitian dan Penulisan Telnik Sipil PERTEMUAN : 8

Metode Penelitian Bisnis

Sampling. Non-Probability. Sampling. Definisi Sampling. Jurusan Matematika Universitas Negeri Jakarta

Sampling Probabilitas

STK 511 Analisis statistika. Materi 4 Sebaran Penarikan Contoh

Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc. Program Studi Agribisnis UNIVERSITAS JAMBI

Populasi dan Sampel. 1. Pengertian Populasi dan Sampel 2. Teknik Pengambilan Sampel 3. Normalitas Data

Sampling. Tjipto Juwono, Ph.D. March, TJ (SU) Sampling March / 20

RINGKASAN BOYNTON BAB 13 SAMPLING AUDIT DALA PENGUJIAN SUBSTANTIF

BAB I PENDAHULUAN. Dalam suatu penelitian, seringkali tidak mungkin untuk melakukan

SAMPLING AUDIT. SA Seksi 350. Sumber: PSA No. 26

Metode Sampling dan Teorema Central Limit

STATISTIKA II IT

Oleh: Herien Puspitawati Tin Herawati

Konsep Dasar Populasi & Sampel - 2

SAMPEL POPULASI SAMPLING. Mengapa Sample? (1) Populasi populasi 4/12/2010

Business Statistics: A Decision-Making Approach 7 th Edition

SAMPEL PENELITIAN DOSEN : DIANA MA RIFAH. dmarifah.wordpress.com

6.5 Pertimbangan penentuan ukuran sampel

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN STIE KEBANGSAAN

Teknik Sampling Pada Saldo Akun Beban Usaha Atas UPT Puskesmas Rawat Jalan ABC Periode 2016

Pemilihan Data (Sampel) Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dan sistem informasi dewasa ini menuntut perusahaan-perusahaan

RISET AKUNTANSI. Materi RISET AKUNTANSI

Chapter 13 Keseluruhan Rencana Audit dan Program Audit

SAMPLING (Pengambilan sampel)

Teknik Pengambilan Sampel

Teknik Sampling. Materi ke 4 Statistika I. Kelas 2 EB, EA dan DD Semester PTA 2007/2008

METODE SAMPLING. Met. Sampling-T.Parulian

Penetapan Materialitas Penetapan Risiko. tedi last 09/16

Metode Perencanaan Berdasarkan Kondisi Keamanan*

Hanif Fakhrurroja, MT

MENGAPA PERLU SAMPLING

SUBYEK PENELITIAN RESPONDEN PENELITIAN SUMBER DATA

Statistics for Managers Using Microsoft Excel Chapter 1 Introduction and Data Collection

Minggu 11. Pengambilan Sampel. Metode Penelitian. By : Dra. Ai Lili Yuliati, MM

POPULASI DAN SAMPEL Apakah populasi? Populasi diartikan sebagai sekumpulan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian. Elemen populasi ini biasan

Populasi, Sampel & Teknik Penarikan Sampel. Tri Nugroho Adi,M.Si Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman

MATERIALITAS DAN RISIKO AUDIT AKUNTANSI PEMERIKSAAN 1. Tutut Dewi Astuti, SE, M.Si, Ak, CA

APLIKASI RAPID SURVEY

BAB 5 PENENTUAN POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau

TEKNIK SAMPLING. Oleh: Rofi Amiyani ( )

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Amirullah, SE., M.M Dosen STIE Indonesia Malang DEFINISI DAN ALASAN PENGAMBILAN SAMPEL

Mendefinisikan arti dari terminologi-terminologi penting dalam statistika Memahami dan menjelaskan peranan statistik dan penerapannya di bidang

Sebelum dihidangkan, masakan anda perlu diketahui rasanya. Apa yang harus anda lakukan? Mencicipi, artinya mengambil. yang akan dihidangkan

POPULASI, SAMPEL, METODE SAMPLING. Musafaah, SKM, MKM

Biostatistika (KUI 611) TOPIK 3: VARIABEL RANDOM & DISTRIBUSI PROBABILITAS

tedi last 11/16 Populasi Sasaran Sampling Desain Sampling Ukuran Sampel

STATISTIKA LINGKUNGAN Pendahuluan. Dwina Roosmini

METODE DAN DISTRIBUSI SAMPLING. Oleh : Riandy Syarif

1 Seleksi auditan. Pengujian lapangan. Pengembangan temuan

DATA COLLECTION PLAN SAMPLING

Materiality and Audit Risk. Konteks Audit Kepabeanan dan Cukai

Sampel: harus memenuhi persyaratan

Ari Wibowo, MPd Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAIN Surakarta TAHAPAN PENELITIAN

Sampling Stratifikasi Dapat Mengurangi Tingkat Risiko Deteksi Dalam Audit Yang Dilaksanakan Oleh APIP. Abstraksi

Statistika Psikologi 2

APLIKASI STATISTIKA. Tri Indri Hardini

BAB III METODE PENELITIAN. menerbitkan Annual Report dan Sustainability Report yang terdaftar di Bursa

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

POPULASI & SAMPEL. Prof.Dr.dr.Rizanda Machmud MKes

ERGONOMI & APK - I KULIAH 9: PENGUKURAN WAKTU KERJA (LANJUTAN)

Transkripsi:

Chapter 15 AUDIT SAMPLING 1 Outline Presentasi I. Representative Sample II. Statistical vs. Nonstatistical Sampling III. Istilah dalam Sample Planning IV. Istilah dalam Evaluating Results V. Langkah-langkah dalam Sampling 2 1

I. Representative Sample Sample yang representatif adalah sample yang memiliki karakteristik yang hampir sama dengan karakteristik populasinya. Dua hal yang mengakibatkan sample menjadi tidak representatif (nonrepresentative) adalah: A. Risiko non-sampling B. Risiko sampling 3 A. Risiko Non-sampling Risiko non-sampling adalah risiko yang ketika audit tidak menemukan adanya penyimpangan (exceptions) pada sample yang dipilih. Dua hal yang mengakibatkan risiko ini adalah: vauditor gagal mengetahui adanya penyimpangan (failure to recognize exceptions) vprosedur aduti tidak sesuai atau tidak efektif (inappropriate or ineffective audit procedures) 4 2

B. Risiko Sampling Risiko sampling adalah risiko dimana auditor menarik kesimpulan yang salah karena sample tidak merepresentasikan populasinya. Hal ini dapat dikontrol dengan: v Mengubah ukuran sample v Menggunakan metode yang tepat untuk memilih sample 5 II. Statistical vs. Nonstatistical Sampling A. Statistical Sampling B. Probabilistic Sample Selection C. Nonstatistical Sampling D. Nonprobabilistic Sample Selection 6 3

A. Statistical Sampling Aturan matematika memungkinkan kita untuk menghitung besaran risiko sampling yang kita rencanakan dalam proses audit. Misalkan dengan confidence level (tingkat keyakinan) sebesar 95%, berarti besaran sampling risk adalah 5%. Statistical sampling harus menggunakan pemilihan sample secara probabilistik (probabilistic sample selection). 7 B. Probabilistic Sample Selection Pemilihan sample probabilistic yaitu memilih sample secara acak pada item populasi yang sudah diketahui berapa probabilitasnya untuk dipilih ke dalam sample. Metode yang termasuk probabilistic sample selection: v Simple random number selection seluruh item dalam populasi memiliki probabilitas yang sama untuk dipilih. Biasanya digunakan tabel random number atau random number generators. v Systematic sample selection Auditor menetapkan sebuah interval dan memilih item berdasarkan interval tersebut. v Probability Proportional to Size probabilitas sebuah item dipilih sebgai sample tergantung dari jumlah yang dicatat. v Stratified sample membagi populasi ke dalam sub-populasi, kemudian memilih item dengan kriteria yang berbeda pada masing-masing subpopulas i tersebut. 8 4

Ilustrasi Stratified Sample Accounts Receivable Stratification STRATA UKURAN KO MPOSISI DALAM STRATA PEMILIHAN SAMPLE All accounts over $5,000 Pengujian 1 22 100% 2 121 All accounts between $1,000 and $5,000 Random-number table 3 85 All accounts under $1,000 Systematic selection 4 14 All accounts with credit balances Pengujian 100% 9 C. Nonstatistical Sampling Dalam nonstatistical sampling, seorang Auditor tidak menghitung besarnya sampling risk. Tetapi Auditor memilih sample berupa item yang dipercaya akan memberikan informasi yang diinginkan/berguna. Nonstatistical Sampling seringkali (tidak merupakan keharusan) menggunakan Nonprobabilitic Sample Selection. 10 5

D. Nonprobabilistic Sample Selection Pemilihan sample secara nonprobabilistic adalah metode pemilihan sample dimana auditor menggunakan professional judgment untuk memilih item yang dijadikan sample. Metode dalam pemilihan sample secara nonprobabilistic meliputi: v Directed sample selection auditor memilih item berdasarkan judgmental criteria, seperti tampaknya item tersebut mengandung kesalahan, jumlahnya besar, berada pada periode yang berbeda, dsb. v Block sample selection pemilihan sejumlah item pada urutan tertentu. Auditor harus menggunakan beberapa block untuk mendapatkan sample yang representatif. v Haphazard sample selection pemilihan sample tanpa mempertimbangkan sesuatu. 11 III. Istilah yang digunakan dalam Perencanaan Sample A. Characteristics or Attribute adalah karakteristik yang akan diuji pada populasi B. Acceptable Risk of Assessing Control Risk Too Low (ACA CR) - adalah risiko yang dapat diterima auditor untuk menyatakan sebuah pengendalian itu efektif atau sebuah salah saji moneter dapat ditolelir, ketika exception rate (tingkat penyimpangan) pada populasi ternyata lebih bes ar daripada exception rate yang dapat diterima C. Tolerable Exception Rate (TER) - adalah suatu besaran tingkat penyimpangan (exception rate) yang diijinkan oleh Auditor dalam populasi dan tetap akan menggunakan assessed control risk dan/atau salah saji moneter dalam transaksi yang telah dibuat pada tahap perencanaan. D. Estimated Population Exception Rate (EPER) adalah tingkat penyimpangan (exception rate) yang diharapkan Auditor untuk ditemu kan pada populasi sebelum pengujian dilakukan. 12 6

IV. Terms Related To Evaluating Results A. Exception (penyimpangan) merupakan istilah yang mengacu pada (1) deviasi dari control yang telah ditetapkan, atau (2) situasi dimana sebuah nilai tidak tepat secara moneter B. Sample Exception Rate (SER) adalah rasio jumlah penyimpangan dibagi dengan ukuran sample C. Computed Upper Exception Rate (CUER) adalah batas atas dari kemungkinan tingkat penyimpangan pada sebuah populasi; tingkat penyimpangan tertinggi sama dengan besarnya ARACR 13 V. Langkah-langkah dalam Penentuan Sampling A. Merencanakan Sample (Langkah 1-9) B. Memilih sample & melaksanakan pengujian (Langkah 10-11) C. Mengevaluasi hasil (Langkah 12-14) 14 7

A. Merencanakan Sample Step 1 Step 2 Step 3 Step 4 Step 5 Step 6 Step 7 Step 8 Step 9 Menentukan tujuan dari audit test. Tentukan apakah audit sampling dapat diterapkan. Tetapkan atribut dan kondisi penyimpangan. Tentukan populasi. Tentukan sampling unit. Tetapkan besarnya tolerable exception rate (TER). Tetapkan acceptable risk of assessing control risk too low Estimasi besarnya population exception rate. Tentukan ukuran sample awal. 15 B. Memilih Sample dan Melakukan Pengujian Step 10 Step 11 Pilih sample Laksanakan prosedur audit 16 8

C. Mengevaluasi Hasil Step 12 Step 13 Step 14 Generalisasi hasil pengujian sample ke populasi. Analisis penyimpangan yang terjadianalyze exceptions. Tentukan akseptabilitasnya terhadap populasi 17 9