RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN

dokumen-dokumen yang mirip
FORUM SKPD DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DIY USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN T.A 2018 RADYOSUYOSO 30 MARET 2017

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

IKHTISAR EKSKUTIF Terwujudnya Pengelolaan Keuangan dan Aset terbaik se Indonesia " .

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2008

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Drs. Bambang Wisnu Handoyo DPPKA DIY

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

Kata Pengantar. Yogyakarta, 28 Februari 2017 KEPALA DPPKA DIY. Drs.BAMBANG WISNU HANDOYO NIP

Bab I Pendahuluan Latar Belakang

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

BAB III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan

c. Pembiayaan Anggaran dan realisasi pembiayaan daerah tahun anggaran dan proyeksi Tahun 2013 dapat dijabarkan dalam tabel sebagai berikut:

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

PROFIL DPPKA DIY 2016

RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW)

Kata Pengantar. Assalamu alaikum Wr. Wb.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Merangin. Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN

BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL KECAMATAN SLAWI

LAKIP DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN GRESIK TAHUN

Laporan Anggaran dan Realisasi Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Utara Tahun Anggaran 2006

BAB I PENDAHULUAN. 1. Gambaran Umum Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset. a. Sejarah singkat DPPKAD Kabupaten Boyolali

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN ANGGARAN 2012

GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

CAPAIAN KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH TAHUN

BAB III PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KERANGKA PENDANAAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG

LAMPIRAN I.2 : JUMLAH ( Rp. ) ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN Pendapatan , , ,45 8.

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 13 TAHUN 2010 T E N T A N G

PROFIL KANTOR PELAYANAN PAJAK DAERAH DIY DI KOTA YOGYAKARTA

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

PEMERINTAH KOTA SURAKARTA

PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

3.2. Kebijakan Pengelolalan Keuangan Periode

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014

BAPPEDA PROVINSI BANTEN

GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (Realisasi dan Proyeksi)

WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012

BAB III PEMBAHASAN. 1. Sejarah Singkat DPPKAD Kabupaten Boyolali. menjadi Dinas Penghasilan Daerah Tingkat II Boyolali.

PEMERINTAH PROVINSI BALI RENCANA STRATEGIS TAHUN

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018

Bab III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah Dan Kerangka Pendanaan

PROFIL KANTOR PELAYANAN PAJAK DAERAH DI KABUPATEN SLEMAN

PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2014

BAB 3 GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

Tabel Kapasitas Rill kemampuan keuangan daerah untuk mendanai Pembangunan Daerah

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

PROFIL KEUANGAN DAERAH

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. 1. Sejarah Berdiri dan Berkembangnya Dinas Pendapatan dan. Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Surakarta

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN ANGGARAN 2016

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0076

PROFIL DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2014

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MALANG TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N

SISTEM DAN PROSEDUR PENYIAPAN RANPERDA APBD

BAB I PENDAHULUAN. 2. Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2003 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Luwu Utara;

WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011

BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

KATA PENGANTAR. i Renstra Bapenda Kota Denpasar 2016 ~ 2021

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 10 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BOGOR TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR DINAS PERHBUBUNGAN

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAHAN(LKjIP)

Transkripsi:

PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2012-2017 DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA JUNI 2013 1

Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat-Nya sehingga Renstra DPPKA DIY Periode 2012-2017 dapat tersusun, sesuai dengan waktunya. Renstra ini disusun untuk menentukan arah, tujuan masa depan yang hendak dicapai sesuai tugas pokok fungsi serta visi misi DPPKA DIY yang memfokuskan pada optimalisasi kinerja Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset menuju good governance. Secara konsisten diharapkan pelaksanaan pemerintahan lebih berhasil guna, berdaya guna, bersih bertanggungjawab, sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai sebagai bentuk upaya tranparasi terhadap pelayanan publik. Rencana Strategis bertujuan untuk menterjemahkan visi misi kepala daerah ke dalam tujuan sasaran yang akan dicapai selama tahun 2012-2017, yang disertai dengan program prioritas Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun pedoman yang dipakai adalah RPJMD DIY Tahun 2012-2017. Renstra ini berisi perumusan strategi kebijakan untuk mencapai tujuan sasaran strategis dalam bentuk program kegiatan beserta kerangka penaannya selama tahun 2012-2017. Renstra ini terdiri dari Pendahuluan, Gambaran Pelayanan, Isu - Isu Strategis, Visi, Misi, Tujuan Sasaran, Strategi Kebijakan, Rencana Program Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran Penaan Indikatif. Dengan disusunnya Renstra ini dapat digunakan sebagai acuan bagi peningkatan kualitas kinerja, mengantisipasi permasalahan hambatan serta mencari solusi terbaik guna menjawab dinamika perkembangan baik target realisasinya. Akhirnya semoga Renstra ini dapat bermanfaat sebagai pijakan dalam pelaksanaan tugas membangun daerah yang lebih maju. Yogyakarta, Juni 2013 Kepala, Drs Bambang Wisnu Handoyo NIP.19601003 198803 1 006 2

DAFTAR ISI Halaman judul... i Kata Pengantar... ii Daftar Isi...iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG...1 1.2 LANDASAN HUKUM...4 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN...6 1.4 SISTEMATIKA PENULISAN...6 BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET 2.1 TUGAS,FUNGSI & STRUKTUR ORGANISASI SKPD...7 2.2 SUMBER DAYA...11 2.3 KINERJA PELAYANAN SKPD...14 2.4 TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN SKPD... 22 BAB III ISU - ISU STRATEGIS 3.1 INDEKTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN SKPD...24 3.2 TELAAH VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH TAHUN 2012-2017...41 3.3 TELAAH RENSTRA KEMENTRIAN/LEMBAGA DAN RENSTRA SKPD TERKAIT...43 3.4 TELAAH TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS...43 3.5 PENENTUAN ISU - ISU STRATEGIS...44 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 VISI DAN VISI SKPD...45 4.2 TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SKPD..47 4.3 STRATEGI DAN KEBIJAKAN SKPD...50 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF...64 BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD...80 LAMPIRAN RENCANA STRATEJIK DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2012-2017 3

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Ung-Ung Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta telah ditetapkan, maka status Keistimewaan Yogyakarta diakui secara lebih jelas, lebih formal, lebih utuh. Berdasarkan Ung ung Nomor 13 Tahun 2012 Pasal 7 ayat 2, DIY memiliki kewenangan dalam urusan Keistimewaan yang mencakup: (a) tatacara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, kewenangan Gubernur Wakil Gubernur, (b) kelembagaan Pemerintah Daerah DIY, (c) kebudayaan, (d) pertanahan, (e) tata ruang. Ung-ung Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Ungung Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan kepada daerah untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dokumen RPJMD merupakan penjabaran visi, misi, program kepala daerah yang berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta memperhatikan RPJM Nasional. Berdasarkan hal tersebut maka Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama para pemangku kepentingan sesuai peran kewenangan masing-masing, menyusun RPJMD Tahun 2012-2017 yang merupakan dokumen perencanaan lima tahunan daerah; 4

yang memuat strategi, arah kebijakan, program pembangunan daerah berdasarkan kondisi potensi daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan semangat keistimewaan di dalamnya. Mengacu pada Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2012-2017, Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun Rencana Strategis Tahun 2012-2017. Renstra Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset merupakan dokumen perencanaan yang menggambarkan arah pengembangan unit kerja program pelayanan publik yang bersifat strategis dalam jangkauan perubahan kedepan dalam suatu kerangka kerja pembangunan komprehensif sistematis untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh masyarakat. Adapun fungsi dari Rencana Strategis ini adalah untuk mengklarifikasikan secara eksplisit visi misi Kepala Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), kemudian menterjemahkan secara strategis sistematis terpadu kedalam tujuan, strategi, kebijakan program prioritas Satuan Kerja Perangkat Daerah serta tolok ukur pencapaiannya. Penyusunan Rencana Strategis Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset melalui proses yang transparan, demokratis, partisipatif. 5

Alur Pikir Renstra Gambar G.1.C.1 RPJPD DIY VISI : Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2025 sebagai Pusat Pendidikan, Budaya Daerah Tujuan Wisata Terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan Masyarakat yang Maju, Mandiri Sejahtera MISI : Untuk mewujudkan visi tersebut, maka ditempuh melalui empat misi pembangunan daerah sebagai berikut: 1. Mewujudkan pendidikan berkualitas, berdaya saing, akuntabel yang didukung oleh sumber daya pendidikan yang handal. 2. Mewujudkan budaya adiluhung yang didukung dengan konsep, pengetahuan budaya, pelestarian pengembangan hasil budaya, serta nilai-nilai budaya secara berkesinambungan. 3. Mewujudkan kepariwisataan yang kreatif inovatif. 4. Mewujudkan sosiokultural sosioekonomi yang inovatif, berbasis pada kearifan budaya lokal, ilmu pengetahuan teknologi bagi kemajuan, kemandirian, kesejahteraan rakyat. RPJMD DIY Tahun 2012-2017 Visi : Daerah Istimewa Yogyakarta Yang Lebih Berkarakter, Berbudaya, Maju, Mandiri Sejahtera Menyongsong Peradaban Baru Misi: 1. Membangun peradaban berbasis nilai-nilai kemanusiaan 2. Menguatkan perekonomian daerah yang didukung dengan semangat kerakyatan, inovatif kreatif 3. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik 4. Memantapkan prasarana sarana daerah FAKTOR EKSTERNAL DPPKA DIY VISI : TERWUJUDNYA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET TERBAIK SE INDONESIA MISI : 1. Mengoptimalkan peningkatan pendapatan daerah 2. Mengembangkan kapasitas Keuangan Daerah 3. Meningkatkan memperbaiki kinerja BUMD 4. Mengoptimalkam aset daerah 5. Meningkatkan kualitas pelayanan publik 6. Meningkatkan profesionalisme SDM 1. Perkembangan perekonomian global; 2. Perkembangan Teknologi Informasi; 3. Peraturan tentang Pengelolaan Keuangan sering berubah ; 4. Kesadaran kondisi pada Wajib Pajak. 1. Potensi pendapatan pajak, retribusi, lain2 PAD yang sah 2. Kapasitas aset 3. Kinerja BUMD 4. Optimalisasi aset 5. Pelayanan publik 6. Kompetensi SDM FAKTOR INTERNAL 6

1.2 LANDASAN HUKUM 1. Ung-ung Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 3) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Ung-Ung Nomor 9 Tahun 1955 tentang Perubahan Ung-Ung Nomor 3 jo. Nomor 19 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1955 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 827);Perubahan Ung- Ung Nomor 3 jo. Nomor 19 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1955 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 827); 2. Ung- Ung Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3. Ung-Ung Nomor 15 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Keuangan Negara; 4. Ung-Ung Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) 5. Ung- Ung Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 6. Ung-ung Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025; 7. Ung-ung Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah 10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 7

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 13. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun2005 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2005 Nomor 3 Seri E), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi DaerahIstimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa I 6 Yogyakarta Nomor 5 Tahun2005 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009 Nomor 3); 14. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2007 Nomor 4) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 4 Tahun2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2008 Nomor 11); 15. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2007 Nomor 7); 16. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009 Nomor 2); 8

17. Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2013 tanggal 30 April 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2012 2017 Daerah Istimewa Yogyakarta. 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN 1.3.1 Maksud Rencana Strategis Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012-2017 adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode lima tahun kedepan memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan sasaran bagi pelaksanaan program kegiatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2012-2017, yang harus dilaksanakan secara terpadu, sinergis, harmonis berkesinambungan. 1.3.2 Tujuan Rencana Strategis DPPKA Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012-2017 disusun dengan tujuan sebagai berikut: a. Menterjemahkan visi misi kepala daerah ke dalam tujuan sasaran yang akan dicapai selama tahun 2012-2017, yang disertai dengan program prioritas Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta dengan berpedoman pada RPJMD 2012-2017; b. Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan sasaran strategis dalam bentuk program kegiatan beserta kerangka penaannya selama tahun 2012-2017. c. Membantu dalam melakukan evaluasi kinerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset periode Renstra yang lalu. 9

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN Bab I PENDAHULUAN Bab II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET BAB III ISU ISU STRATEGIS BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD 10

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET 2.1 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD 2.1.1 Tugas Fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2008 tanggal 12 Desember 2008 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset sebelumnya adalah gabungan dari Bagian Perlengkapan Biro Umum Ba Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 42 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas Fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset mempunyai tugas : melaksanakan anggaran pendapatan, anggaran belanja, kas daerah, pembinaan administrasi daerah serta menyiapkan bahan perumusan kebijakan, akuntansi barang daerah. Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana tersebut diatas, DPPKA mempunyai fungsi : 11

1. Penyusunan program dibig anggaran pendapatan, anggaran belanja, kas daerah, pembinaan administrasi daerah, akuntansi barang daerah; 2. Perumusan kebijakan teknis di big anggaran pendapatan, anggaran belanja, kas daerah, pembinaan administrasi daerah, akuntansi barang daerah; 3. Penyelenggaraan pendapatan daerah; 4. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah; 5. Pengelolaan kas daerah; 6. Pelaksanaan pembinaan administrasi daerah; 7. Penyelenggaran akuntansi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD; 8. Penyelenggaraan barang daerah; 9. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan; 10. Pelaksanaan evaluasi pelaporan program dinas. 11. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan fungsi tugasnya; 2.1.2 STRUKTUR ORGANISASI Struktur Organisasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset terdiri dari 1. Kepala Dinas; 2. Sekretariat Dinas; 3. Big Anggaran Pendapatan; 4. Big Anggaran Belanja; 5. Big Pengelolaan Kas Daerah; 12

6. Big Bina Administrasi Keuangan Daerah; 7. Big Akuntansi; 8. Big Pengelolaan Barang Daerah; 9. Unit Pelaksana Teknis Dinas; 10. Kelompok Jabatan Fungsional. Dengan cakupan wilayah operasional seluas 3.185,80 km² yang terbagi dalam 4 kabupaten 1 kota, 78 kecamatan, serta 438 desa kelurahan, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 5 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), 2 Samsat Pembantu, yang mempunyai tugas sebagai pelaksana operasional pemungutan pajak daerah, retribusi pendapatan lain-lain. Adapun Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang dimiliki Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset adalah sebagai berikut : 1. Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kota Yogyakarta; 2. Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kabupaten Bantul; 3. Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kabupaten Kulonprogo; 4. Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kabupaten Gunungkidul; 5. Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY di Kabupaten Sleman. Adapun struktur organisasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset adalah sesuai Gambar dibawah : 13

Gambar G.II.C.2 Struktur Organisasi DPPKA DIY LAMPIRAN: DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KEPALA DINAS PERATURAN DAERAH DIY NOMOR: 06 Tahun 2008 TANGGAl: 15 Agustus 2008 SEKRETARIAT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN TEKNOLOGI INFORMASI BIDANG ANGGARAN PENDAPATAN BIDANG ANGGARAN BELANJA BIDANG PENGELOLAAN KAS DAERAH BIDANG BINA ADMINISTRASI ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH BIDANG AKUNTANSI BIDANG PENGELOLAAN BARANG DAERAH UPT SEKSI PAJAK DAERAH SEKSI PEMERINTAHAN SEKSI PEMERINTAHAN SEKSI BINA APBD DAN PERHITUNGAN SEKSI PEMERINTAHAN SEKSI ADMINISTRASI BARANG DAERAH SEKSI RETRIBUSI DAN PENDAPATAN LAIN-LAIN SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKSI BINA PENGELOLAAN KEUANGAN SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKSI PENDAYAGUNAAN BARANG DAERAH SEKSI PERIMBANGAN KEUANGAN DAERAH SEKSI FISIK, SARPRAS SEKSI PEREKONOMIAN SEKSI FISIK, SARPRAS SEKSI PEREKONOMIAN SEKSI ADMINISTRASI DANA NON APBD SEKSI FISIK, SARPRAS SEKSI PEREKONOMIAN SEKSI MONITORING DAN EVALUASI Gambar G.II.C.3 Struktur Organisas KPPD Kabupaten/ Kota Kepala Kantor Kasubbag Tata Usaha Kasi Pendaftaran Penetapan Kasi Pembukuan Penagihan 14

2.2. SUMBER DAYA 2.2.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Adapun Sumberdaya Manusia Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta per Maret 2013 sebanyak 261 orang dengan perincian sebagai berikut : 1.1 Jumlah pegawai PNS berdasarkan Jenis Kelamin 1.1.1 Laki-laki : 171 orang 1.1.2 Perempuan : 90 orang 1.2 Jumlah pegawai berdasarkan Jenjang Pendidikan 1.2.1 Sarjana Strata 2 : 21 orang 1.2.2 Sarjana Strata 1 :104 orang 1.2.3 Sarjana Muda/Diploma: 15 orang 1.2.4 Sekolah Lanjutan Atas :106 orang 1.2.5 Sekolah Lanjutan Pertama : 10 orang 1.2.6 Sekolah Dasar : 5 orang 1.3 Jumlah pegawai berdasarkan Golongan 1.3.1 Golongan IV/c : 1 orang 1.3.2 Golongan IV/b : 7 orang 1.3.3 Golongan IV/a : 9 orang 1.3.4 Golongan III/d : 45 orang 1.3.5 Golongan III/c : 29 orang 1.3.6 Golongan III/b : 88 orang 1.3.7 Golongan III/a : 40 orang 1.3.8 Golongan II/d : 13 orang 1.3.9 Golongan II/c : 2 orang 1.3.10 Golongan II/b : 12 orang 1.3.11 Golongan II/a : 3 orang 1.3.12 Golongan I/d : 4 orang 1.3.13 Golongan I/c : 3 orang 1.3.14 Golongan I/b : 2 orang 1.3.15 Golongan I/a : 3 orang 1.4 Jumlah pegawai per big/sekretariat 1.4.1 Sekretariat : 30 orang 1.4.2 Big Anggaran Pendapatan :15 orang 1.4.3 Big Anggaran Belanja : 22 orang 15

1.4.4 Big Akuntansi : 18 orang 1.4.5 Big Pengelolaan Kasda : 20 orang 1.4.6 Big BAKD : 15 orang 1.4.7 Big Pengelolaan Aset : 20 orang 1.5 Jumlah pegawai Per KPPD 1.5.1 KPPD Kota Yogyakarta : 27 orang 1.5.2 KPPD Bantul : 25 orang 1.5.3 KPPD Kulonprogo : 18 orang 1.5.4 KPPD Gunungkidul : 18 orang 1.5.5 KPPD Sleman : 33 orang GOL Tabel T.II.C.1 Rekapitulasi Jumlah Pegawai DPPKA Daerah Istimewa Yogyakarta Per 31 Maret 2013 LAKI-LAKI PEREMPUAN S2 S1 D3/SM SLTA SLTP SD JML S2 S1 D3/SM SLTA SLTP SD JML JML.TOTAL IV/e 0 0 0 IV/d 0 0 0 IV/c 1 1 0 1 IV/b 2 4 6 1 1 7 IV/a 6 2 8 1 1 9 JML.GOLIV 8 7 0 0 0 0 15 1 1 0 0 0 0 2 17 III/d 3 24 27 4 14 18 45 III/c 2 12 6 20 5 3 1 9 29 III/b 11 42 53 3 6 2 24 35 88 III/a 11 1 8 20 13 3 4 20 40 JML.GOL.III 5 58 7 50 120 7 38 8 29 0 0 82 202 II/d 8 8 5 5 13 II/c 1 1 2 0 2 II/b 12 12 0 12 II/a 1 2 3 0 3 JML.GOL.II 0 0 0 21 2 2 25 0 0 0 5 0 0 5 30 I/d 4 4 0 4 I/c 3 3 0 3 I/b 2 2 0 2 I/a 2 2 1 1 3 JML.GOL.I 0 0 0 0 9 2 11 0 0 0 0 0 1 1 12 JML.TOTAL 13 65 7 71 11 4 171 8 39 8 34 0 1 90 261 Sumber : DPPKA data diolah 16

2.2.2 SARANA DAN PRASARANA Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset menempati Kantor di Unit III IV Komplek Kepatihan serta Jalan Tentara Pelajar 15 Yogyakarta. Unit III digunakan untuk ruang kerja Sekretariat di Lantai 1, big Bina Administrasi Keuangan Daerah lantai 2, Big Akuntansi di Lantai 3. Untuk Unit IV ditempati oleh big Anggaran Belanja untuk Lantai 1, Unit IV lantai 2 ditempati big Pengelolaan Kas Daerah, Lantai 3 ditempati big Pengelolaan Barang Daerah. Big Anggaran Pendapatan menempati Kantor di Jalan Tentara Pelajar No.5 Yogyakarta. Tabel T.II.C.2 Sarana Prasarana LOKASI LANTAI BIDANG/SEKSI 1 2 3 Jl. Tentara I Aula Big Pendapatan Pelajar Yka II Big Anggaran Pendapatan : - Kepala Big - Seksi Pajak Daerah - Seksi Retribusi PLL - Seksi Dana Perimbangan Unit III I Sekretariat : - Kepala Dinas - Sekretaris - Subbag Umum - Subbag Program - Subbag Data TI II Big BAKD : - Kepala Big - Seksi APBD & Perhitungan Kab/Kota - Seksi Bina Pengelolaan Keuangan - Seksi Administrasi a Non APBD 17

LOKASI LANTAI BIDANG/SEKSI 1 2 3 III Big Akuntansi - Kepala Big - Seksi pemerintahan - Seksi Perekonomian - Seksi Kesra - Seksi Fisik Sarpras Unit IV I Big Anggaran Belanja - Kepala Big - Seksi pemerintahan - Seksi Perekonomian - Seksi Kesra - Seksi Fisik Sarpras II III Big Pengelolaan Kas Daerah - Kepala Big - Seksi pemerintahan - Seksi Perekonomian - Seksi Kesra - Seksi Fisik Sarpras Big Pengelolaan Barang Daerah - Seksi Administrasi Barang Daerah - Seksi Pendayagunaan Barang Daerah - Seksi Monitoring Evaluasi Jalan Tentara Pelajar 15 Yka Jalan Badegan Bantul Jalan Bayangkara, Terbah, Wates Kulonprogo Jalan Ki Hajar Dewantoro, Wonosari, Gunungkidul Jl. Magelang KM. 13 Krapyak Triharjo Sleman Sumber : DPKA 2012 - KPPD DIY di Kota Yogyakarta - KPPD DIY di Bantul - KPPD DIY di Kulonprogo - KPPD DIY di Gunungkidul - KPPD DIY di Sleman Pengembangan peningkatan sarana prasarana Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta terus dilakukan untuk mendukung kelancaran optimalnya pelayanan dalam satu atap. Untuk meningkatkan memudahkan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor, retribusi maupun pajak air permukaan telah dibangun gedung baru untuk Samsat Pembantu Sleman di Jalan Solo, Maguwoharjo Samsat Pembantu Bantul di Jalan Parangtritis Sewon Bantul. 18

Selain itu juga dibuka beroperasi Samsat Payment Point pada 6 lokasi yaitu Kantor Kas Bank BPD Giwangan, Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Piyungan, Nanggulan, Karangmojo, Kalasan Godean. Samsat Corner di Plza Mall Ambarukmo, Samsat Drive Thru di Sewon. Dalam rangka mendukung kelancaran tugas operasional pelayanan untuk 6 big Sekretariat maupun 5 KPPD, telah dilengkapi peralatan perlengkapan kerja terdiri dari : kendaraan roda 6 untuk Bus Satling sebanyak 1 unit, kendaraan roda 4 berbagai merk 27 unit, kendaraan roda 2 berbagai merk sebanyak 30 unit, komputer PC berbagai merk type sebanyak 227 buah, Note Book / Laptop sebanyak 83 buah, UPS berbagai type sebanyak 99 buah, Server sebanyak 45 unit, printer berbagai merk sebanyak 310 unit, Scanner sebanyak 8 unit, Dump Terminal sebanyak 14 unit, Air Conditioning sebanyak 165 buah, pesawat telepon sebanyak 39 unit, LCD OHP sebanyak 11 unit, LCD Proyektor sebanyak 11 unit, LCD Monitor sebanyak 26 unit, mesin ketik manual sebanyak 67 buah, Televisi sebanyak 28 unit, Lemari es sebanyak 5 unit, Faximile sebanyak 11 unit, Monitor sebanyak 11 unit, CPU sebanyak 16 unit komputer untuk informasi layanan wajib pajak sebanyak 2 unit. Adapun rincian peralatan perlengkapan kerja adalah sebagaimana tabel dibawah. 19

Tabel T.II.C.3 Barang yang tersedia No Jenis Barang Jumlah 1 Bus Satling 1 unit 2 Kendaraan roda empat 27 unit 3 Kendaraan roda dua 30 unit 4 Komputer PC 227 buah 5 Note Book 83 buah 6 UPS 99 buah 7 Server 45 unit 8 Printer 310 unit 9 Scanner 8 unit 10 Dum Terminal 14 unit 11 Air Conditioning 165 buah 12 Pesawat Telepon 39 unit 13 LCD OHP 11 unit 14 LCD Viewer 11 unit 15 LCD Monitor 26 unit 16 Mesin ketik 67 buah 17 Televisi 28 unit 18 Lemari Es 5 unit 19 Faximile 11 unit 20 Monitor 11 unit 21 CPU 16 unit 22 Komputer informasi layanan 2 unit Sumber : SIMA Tahun 2012 2.3 KINERJA PELAYANAN SKPD 2.3.1 Capaian Kinerja Pelayanan. Capaian Kinerja Pelayanan SKPD berdasarkan pelaksanaan Renstra Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2009-2012, dapat digambarkan sesuai tabel dibawah. 20

Tabel T.II.C.4 Review Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD DPPKA Daerah Istimewa Yogyakarta Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Indikator Kinerja sesuai Tugas Fungsi SKPD 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 NO ***) 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013-1 -2-6 -7-8 -9-11 -12-13 -14-16 -17-18 -19 Indikator Kinerja Utama 1 peningkatan pendapatan daerah 5,13 6,00 6,3 6,8 10,01 2,18 6,85 16,79 35.32-42,53 114.22 266.48 519.38-2 Realisasi PAD terhadap target PAD 100 100 100 100 100 112.10 115.86 111.87 109,38-112.10 115.86 111.87 109 - kontribusi PAD terhadap pendapatan 3 daerah 48,86 48,86 48,86 44,87 41,88 50.16 53.86 54,03 46,23-103 110 110 103 - Realisasi Belanja terhadap Anggaran 4 Belanja Daerah 100 100 100 100 100 89.79 91.30 91.42 89,88-95 78,79 89,41 89.88-5 Jumlah Peraturan tentang APBD yang ditetapkan 6 6 6 6 6 6 6 6 6-100 100 100 100-6 Keberadaan laporan pemerintah daerah 2 2 2 2 2 2 2 2 2-100 100 100 100-7 Jumlah barang milik daerah yang dapat diinventarisasi n/a n/a 694.544 902.461 959.371 n/a n/a 903.180 940.401 - n/a n/a 130 104-8 Jumlah aset tanah Pemda yang dapat disertifikatkan n/a n/a 25 25 20 n/a na 19 22 - n/a n/a 76 90-9 Persentase Aset Pemda yang dapat dioptimalkan n/a 42 42 10 10 n/a 42 42 11,29 - n/a 100 100 113 - Rasio Pendapatan BUMD LKM terhadap penyertaan n/a n/a n/a 8 5,17 n/a n/a n/a 15,72 - n/a n/a n/a 197-10 modal BUMD LKM 11 Rasio PNS yang menguasai operasional SIPKD n/a n/a 4,33 5,97 100 n/a n/a 4,33 5,97 - n/a n/a 100% 100% - Sumber : DPPKA, data diolah Keterangan : n/a : Not available 15

Sesuai tabel T.II.C.4 tentang Review Pencapaian Kinerja Pelayanan DPPKA DIY untuk periode 2009-2013 ditinjau sasaran strategis, rasio capaian prosentase peningkatan pendapatan rata-rata 235%, akan tetapi pada tahun 2009 hanya mencapai 42,53% dari target Renstra karena prediksi pendapatan di Renstra targetnya terlalu tinggi sehingga realisasinya belum tercapai. Untuk tahun 2010 s/d 2012 capaiannya terus meningkat sesuai realisasi capaian APBD-nya. Untuk prosentase realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap pendapatan daerah, rasio capaian ratarata sebesar 112,30% setiap tahun realisasinya melebihi yang ditargetkan baik dari target Renstra maupun target APBD. Capaian kinerja prosentase kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah, rasio capaian rata-rata 106,63% setiap tahun realisasinya melebihi yang ditargetkan baik Renstra maupun APBD. Capaian kinerja prosentase realisasi belanja terhadap anggaran belanja, rasio capaian rata-rata 90,59% dari tahun 2009 s/d 2012 kurang dari 100% karena aya efisiensi anggaran aya kegiatan yang belum selesai 100%. Jumlah peraturan tentang APBD yang ditetapkan keberadaan laporan daerah rasio capaian kinerja sesuai yang ditargetkan di Renstra APBD. Capaian kinerja jumlah barang milik daerah yang dapat diinventarisasi ditargetkan di Renstra mulai tahun 2011, rasio capaian rata-rata 117%. Jumlah aset tanah pemda yang dapat disertifikatkan, di targetkan di IKU mulai tahun 2011, rasio capaian rata-rata 83%, di tahun 2011 capaian 76% tahun 2012 capaiannya 90%. Untuk Aset Pemda yang dapat dioptimalkan rasio capaian rata-ratanya 104,33% setiap tahunnya dari tahun 2010 s/d 2012 realisasinya melebihi yang ditargetkan. 16

Rasio pendapatan BUMD LKM terhadap penyertaan modal BUMD LKM dimasukkan dalam IKU mulai tahun 2012 rasio capaiannya 197%, seg rasio PNS yang menguasai operasional SIPKD rasio capaiannya 100%. 17

Uraian Tabel T.II.C.5 Anggaran realisasi Penaan Pelayanan SKPD DPPKA Daerah Istimewa Yogyakarta Anggaran pada tahun ke Realisasi Anggaran pada tahun ke Rasio antara Realisasi Anggaran tahun ke 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Anggaran Realisasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Pendapatan 1,213,220,909,412 1,275,220,502,557 1,504,464,260,295 2,078,185,750,549 2.286.855.095.445 1,286,067,485,169 1,374,205,096,491 1,604,910,831,406 2,171,734,307,663-106 108 107 105-216,241,210,284 221,416,705,624 Rata -rata Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah 575,516,509,511 638,881,411,884 775,117,447,989 917,957,788,795 1.014.089.544.450 645,145,551,076 740,202,076,369 867,112,885,353 1,004,063,125,812 112 116 112 109 85,610,319,821 89,729,393,684 885.217.610.000 - Hasil Pajak Derah 494,847,565,500 539,653,461,500 655,306,917,953 805,095,980,000 541,192,265,770 634,710,019,497 735,226,105,916 871,630,605,393 109 118 112 108 77,562,103,625 82,609,584,906 41.436.702.950 - Hasil Retribusi Daerah 32,591,963,785 31,556,968,029 33,575,099,081 32,149,648,150 34,785,228,681 32,836,503,244 35,985,658,458 34,115,157,619 107 104 107 106 (110,578,909) (167,517,765) - Hasil Pengelolan Kekayaan Daerah yang 36.326.245.281 dipisahkan 19,736,868,047 26,953,742,568 29,200,366,955 35,572,913,845 20,094,713,176 26,333,869,885 28,961,383,473 35,492,532,563 102 98 99 100 3,959,011,450 3,849,454,847 51.106.986.219 - Lain - lain PAD yang Sah 28,340,112,179 40,717,239,787 57,035,064,000 45,139,246,800 49,073,343,450 46,321,683,744 66,939,737,506 62,824,830,237 173 114 117 139 4,199,783,655 3,437,871,697 961.190.992.745 Dana Perimbangan 630,650,143,691 627,947,119,673 715,166,925,806 873,661,154,754 631,011,121,384 626,677,339,122 722,339,653,053 894,544,324,851 100 100 101 102 60,752,752,766 65,883,300,867 98.360.324.745 - Bagi hasil pajak/ bagi hasil bukan pajak 73,320,193,691 89,091,772,673 74,864,997,806 97,551,718,754 73,681,173,384 87,821,992,122 82,037,725,053 118,434,888,851 100 99 110 121 6,057,881,266 11,188,428,867 828.334.768.000 - Dana Alokasi Umum 523,919,950,000 527,471,247,000 620,812,328,000 757,056,696,000 523,919,948,000 527,471,247,000 620,812,328,000 757,056,696,000 100 100 100 100 58,284,186,500 58,284,187,000 34.495.900.000 - Dana Alokasi Khusus 33,410,000,000 11,384,100,000 19,489,600,000 19,052,740,000 33,410,000,000 11,384,100,000 19,489,600,000 19,052,740,000 100 100 100 100 (3,589,315,000) (3,589,315,000) 311.574.558.250 Lain -lain Pendapatan daerah Yang Sah 7,054,256,210 8,391,971,000 14,179,886,500 286,566,807,000 9,910,812,710 7,325,681,000 15,458,293,000 273,126,857,000 140 87 109 95 69,878,137,698 65,804,011,073 8815.476.250 - Pendapatan hibah 7,054,256,210 4,501,471,000 5,037,565,500 5,775,867,000 7,124,862,710 5,232,631,000 6,315,972,000 6,568,977,000 101 116 125 114 (319,597,303) (138,971,428) 0 - Dana darurat - Dana bagi hasil pajak dari Provinsi 0 pemerintah lain 302.759.082.000 Dana Penyesuaian otonomi khusus 3,890,500,000 9,142,321,000 280,790,940,000-2,093,050,000 9,142,321,000 266,557,880,000-54 100 95 70,197,735,000 66,639,470,000 Bantuan dari Provinsi atau 0 pemerintah daerah lainnya Pendapatan lainnya - 0 2,785,950,000 - - - - 18

Uraian Anggaran pada tahun ke Realisasi Anggaran pada tahun ke Rasio antara Realisasi Anggaran tahun ke 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Anggaran Realisasi 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 17 18 BELANJA DAERAH 1,478,511,498,412 1,483,751,313,695 1,708,874,569,772 2,285,140,075,735 2.454.919.429.465 1,327,487,848,943 1,354,594,058,106 1,562,268,734,645 2,053,825,959,467 90 91 91 90 201,657,144,331 181,584,527,631 1.427.652.115.833 Belanja Tidak langsung 762,258,077,684 825,195,492,733 1,028,144,706,158 1,310,184,282,987 696,922,383,489 788,491,845,658 961,364,910,688 1,239,114,375,495 91 96 94 95 136,981,551,326 135,547,998,002 503.342.635.078 - Belanja Pegawai 329,142,837,472 361,608,925,696 431,785,979,061 479,688,076,525 310,260,955,405 335,693,915,466 414,966,135,024 455,794,239,590 94 93 96 95 37,636,309,763 36,383,321,046 - -Belanja bunga 45,778,400 19,464,200 - - 45,778,400 19,464,200 - - 100 100 - - (11,444,600) (11,444,600) - - Belanja Subsidi - - - - - - - - - - - - - - - Belanja Hibah 17,015,222,300 89,895,291,845 17,943,134,000 406,004,124,000 467.336.913.650 15,550,887,300 89,895,291,845 17,578,561,700 369,002,245,000 91 100 98 91 97,247,225,425 88,362,839,425 - Belanja bentuan Sosial 116,393,128,300 98,866,347,612 148,359,261,200 24,153,330,000 15.955.857.100 96,290,500,384 88,513,099,537 114,820,604,720 24,153,330,000 83 90 77 100 (23,059,949,575) (18,034,292,596) - Belanja Bagi hasil kepada 306.120.014.000 Provinsi/Kab/Kota Pemdes 198,385,862,000 214,667,402,475 268,047,340,000 314,308,555,000 198,385,862,000 214,667,402,470 268,047,340,000 314,308,555,000 100 100 100 100 28,980,673,250 28,980,673,250 124.470.680.362 - Belanja Bantuan Keuangan 79,488,400,000 56,967,000,000 150,394,530,362 81,669,345,362 76,388,400,000 56,967,000,000 145,929,020,362 74,683,445,362 96 100 97 91 545,236,341 (426,238,660) 10.426.015.643 - Belanja Tidak Terduga 21,786,849,212 3,171,060,905 11,614,461,535 4,360,852,100-2,735,672,140 23,248,882 1,172,560,543-86 0 27 (4,356,499,278) 293,140,136 1.027.267.313.632 Belanja Langsung 716,253,420,728 658,555,820,962 680,729,863,614 974,955,792,748 630,565,465,454 566,102,212,448 600,903,823,957 814,711,583,972 88 86 88 84 64,675,593,005 46,036,529,630 125.019.270.760 - Belanja Pegawai 93,880,113,574 93,738,198,651 93,575,509,381 124,922,323,183 86,714,402,232 86,792,090,244 83,786,456,016 116,229,477,602 92 93 90 93 7,760,552,402 7,378,768,843 609.742.631.432 - Belanja Barang Jasa 401,326,275,210 405,181,835,763 426,372,440,757 569,954,139,742 350,913,011,793 355,885,366,573 374,323,534,963 482,062,123,930 87 88 88 85 42,156,966,133 32,787,278,034 292.505.411.440 - Belanja Modal 221,047,031,944 159,635,786,548 160,781,913,476 280,079,329,824 192,938,051,429 123,424,755,631 142,793,832,978 216,419,982,440 87 77 89 77 14,758,074,470 5,870,482,753 Surplus / Defisit (265,290,589,000) (208,530,811,138) (204,410,309,477) (206,954,325,186) (168.064.334.020) (41,420,363,774) 19,611,038,385 42,642,096,761 117,908,348,196 - - - - 14,584,065,954 39,832,177,993 Rata -rata Pertumbuhan 19

Uraian Anggaran pada tahun ke Realisasi Anggaran pada tahun ke Rasio antara Realisasi Anggaran tahun ke 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Anggaran Realisasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Rata -rata Pertumbuhan PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan 292,705,153,850 257,674,320,409 252,317,210,530 282,729,902,186 213.738.934.020 285,824,680,009 256,568,355,188 254,231,963,782 293,608,592,856 98 100 101 104 (2,493,812,916) 1,945,978,212 - Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya 279,499,643,186 231,489,751,385 232,076,541,506 269,529,213,644 190.048.264.996 279,499,643,186 231,489,751,385 232,076,541,506 269,529,213,643 100 100 100 100 (2,492,607,386) (2,492,607,386) - - Pencairan a Cagan - - - - - - - - - - - Hasil penjualan kekayaan daerah yang - dipisahkan - - - - - - - - - - - - Penerimaan pinjaman daerah - - - - - - - - - - - Penerimaan kembali pemberian - pinjaman 16,565,000,000 19,124,600,000 - - 23,947,092,976 20,885,008,000 - - 145 109 - - - - - Penerimaan Piutang Daerah 12,089,441,640 8,503,500,000 - - 5,445,531,350 - - (3,022,360,410) (1,361,382,838) - Penerimaan kembali Investasi Dana bergulir - 12,084,619,518 22.574.600.000 - - - 23,019,937,048 - - - 190 3,021,154,880 5,754,984,262 - Penerimaan dari biaya penyusutan kendaraan 1,116,069,024 1,116,069,024 1,116,069,024 1,116,069,024 1.116.069.024 879,505,473 1,131,510,827 1,270,414,276 1,059,442,165 79 101 114 95-44,984,173 Pengeluaran pembiayaan 27,414,564,850 49,152,852,067 47,906,901,053 75,775,577,000 45.674.600.000 12,914,564,850 44,102,852,067 27,344,846,900 32,275,000,000 47 90 57 43 12,090,253,038 4,840,108,788 - Pembentukan a cagan 1,575,000,000 - - - - 1,575,000,000 - - - 100 - - - (393,750,000) (393,750,000) - Penyertaan Modal ( Investasi) pemerintah Daerah 24,700,000,000 21,187,852,067 2,600,000,000 75,775,577,000 45.674.600.000 10,200,000,000 21,187,852,067 2,600,000,000 32,275,000,000 41 100 100 43 12,768,894,250 5,518,750,000 Pembayaran Pokok Utang 100,000,000 50,000,000 - - 100,000,000 50,000,000 - - 100 100 - - (25,000,000) (25,000,000) - Pemberian Pinjaman Daerah 27,915,000,000 43,159,572,482 - - 22,865,000,000 23,225,000,000 - - 82 54 - - - Pembayaran kewajiban tahun lalu yang - blm diselesaikan 1,039,564,850-2,147,328,571-1,039,564,850-1,519,846,900-100 - 71 - (259,891,213) (259,891,213) 168.064.334.020 Pembiayaan Netto 265,290,589,000 208,521,468,342 204,410,309,477 206,954,325,186 272,910,115,159 212,465,503,121 226,887,116,882 261,333,592,856 103 102 111 126 (14,584,065,954) (2,894,130,576) SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN - 231,489,751,385 232,076,541,506 269,529,213,643 379,241,941,053 Sumber : DPPKA 2012 diolah 20

Sesuai tabel T.II.C.5 capaian kinerja untuk pendapatan untuk pelayanan SKPD dalam kurun waktu 2009-2012 telah tercapai dengan rata-rata capaian 106,5% atau rata rata pertumbuhan target pendapatan Rp. 216.241.210.284,- rata-rata pertumbuhan realisasi pendapatan adalah Rp. 221.416.705.624,-. Meskipun rata-rata pertumbuhan naik namun sumber pendapatan dari retribusi mengalami penurunan hal ini disebabkan karena berdasarkan peraturan perungan yang baru khususnya UU.28/2009 banyak obyek retribusi yang tidak diperkenankan untuk dipungut, hal ini berdampak pada potensi retribusi menjadi berkurang. Dana Alokasi Khusus juga mengalami penurunan karena sesuai dengan peraturan pembagian DAK dari Pemerintah Pusat yang bersifat given. Pendapatan Hibah juga mengalami penurunan karena komponen terbesar hibah sebelum tahun 2009 berasal dari a bantuan bencana yang dikemudian hari komponen ini mengalami penurunan seiring jogja bangkit. Seg capaian kinerja untuk belanja daerah rata-rata realisasi belanja sampai dengan tahun 2012 adalah 90,25% dengan rata-rata pertumbuhan target belanja Rp. 201.657.144.331 rata-rata realisasi belanja Rp. 181.584.527.631,-. Belanja daerah meskipun rata rata pertumbuhannya mengalami pertumbuhan naik, namun belanja daerah dari belanja bunga mengalami penurunan karena sudah tidak punya kewajiban untuk membayar hutang sekaligus bunganya. Belanja Bansos rata-rata pertumbuhannya juga mengalami penurunan karena Bansos diberikan sesuai dengan kebutuhan. 21

Belanja tak terduga juga mengalami penurunan karena posting belanja tak terduga sesuai dengan kebutuhan. Untuk pembiayaan rasio antara realisasi anggaran adalah 100,75%, dengan ratarata pertumbuhan untuk penerimaan pembiayaan minus Rp.2.493.812.916,-, rata-rata realisasi penerimaan pembiayaan Rp. 1.945.978.212,-. Penurunan rata-rata pembiayaan dari komponen SiLPA, hal ini dikarenakan daya serap kegiatan baik. Penurunan rata-rata pembiayaan juga berasal dari piutang daerah karena kewajiban dari pihak lain sudah dipenuhi. Pembentukan a cagan juga mengalami penurunan karena Perda tentang Pembentukan Dana Cagan telah dicabut. Pembayaran Pokok hutang juga mengalami penurunan dikarenakan hutang Pemda DIY sudah lunas. Pembayaran kewajiban tahun lalu mengalami penurunan karena kegiatan yang bersifat multi years sudah terselesaikan. 22

2.4 TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN SKPD Tantangan peluang pengembangan pelayanan Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset selama 5 tahun mendatang adalah sebagai berikut : 2.4.1 Tantangan 1. Kurang optimalnya sistem pengawasan pendapatan, kesadaran masyarakat dalam pemenuhan kewajiban relatif rendah 2. Identifikasi, mengkaji, monitoring potensi sumber-sumber penerimaan asli daerah 3. Keterbatasan penyediaan a untuk prioritas pembangunan yang berkesinambungan 4. Belum optimalnya penyediaan instrument penganggaran berbasis kinerja yang efektif efisien akuntabel 5. Akurasi data ketepatan waktu pencairan anggaran kegiatan 6. Aya tanah milik daerah namun bangunan diatasnya terdapat rumah golongan III yang sudah beralih kepemilikannya 7. Masih aya aset di SKPD yang belum dioptimalkan 8. Aya aset pusat yang nya oleh daerah, namun belum diserahkan. 9. Kelembagaan BUKP belum sesuai dengan peraturan perung-ungan yang berlaku 10. Optimalisasi koordinasi dengan kabupaten/kota. 11. Penerapan system akuntansi berbasis accrual 12. Pelaksanaan e-audit dalam pemeriksaan laporan oleh BPK 13. Profesionalisme kompetensi SDM pengelola aset 14. Pengintegrasian system aplikasi aset. 15. Tuntutan transparansi informasi publik menuju good governance. 23

2.4.2 Peluang 1. Pajak Kendaraan Bermotor masih merupakan sumber pendapatan yang mempunyai kontribusi terbesar dalam peningkatan PAD 2. Lokasi pelayanan pajak retribusi yang strategis, on-line mudah diakses oleh masyarakat 3. Potensi sumber-sumber pendapatan asli daerah tersedia. 4. Sistem informasi lebih memudahkan membantu dalam perencanaan penganggaran, penatausahaan penyusunan laporan yang efektif, efisien, transparan akuntabel. 5. Pengembangan BUMD menjadi lokomotif perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi sumber pendapatan asli daerah. 6. Kualitas kapabilitas SDM pengelola aset yang masih bisa dikembangkan. 7. Aya website sebagai media informasi publik 8. Pertumbuhan ekonomi berakibat bertambahnya kendaraan baru 9. Rencana kenaikan harga BBM 10. Tarif pungutan dalam retribusi daerah dapat disesuaikan dengan masyarakat di daerah 11. Koordinasi, klarifikasi inventarisasi terhadap penggunaan Barang Milik Daerah 12. Ba Usaha Milik Daerah dapat dikembangkan ditingkatkan. 24

BAB III ISU - ISU STRATEGIS 3.1 INDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN SKPD Dinas pendapatan, Pengelolaan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu instansi di Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas melaksanakan anggaran pendapatan, anggaran belanja, kas daerah, pembinaan administrasi daerah, akuntansi barang daerah. 3.1.1 Kondisi sekarang Kondisi realisasi pendapatan s/d tahun 2012 adalah sebagai berikut : 25

Tabel T.III.C.6 TARGET APBD TAHUN 2008-2012 DAN REALISASI PENDAPATAN TAHUN 2008-2012 2008 2009 2010 2011 2012 URAIAN TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET ( RENSTRA) REALISASI TARGET (RENSTRA) REALISASI JUMLAH PENDAPATAN 1,161,986,630,223 1,258,609,946,407 1,221,594,240,781 1,286,067,485,169 1,294,889,895,228 1,374,205,096,491 1,376,467,958,628 1,609,761,447,240 1,470,067,779,814 2.171.734.307.663 PENDAPATAN ASLI DAERAH 547,887,175,315 632,872,311,654 596,850,801,653 645,145,551,076 632,661,849,752 740,202,076,369 672,519,546,287 871,963,501,186 718,250,875,434 1.004.063.125.812 Pajak Daerah 486,168,175,841 525,185,354,193 524,567,434,500 541,192,265,770 556,041,480,570 634,710,019,497 591,072,093,846 735,226,105,916 631,264,996,227 871.630.605.393 Retribusi Daerah 33,144,872,640 29,259,898,276 32,935,463,785 34,785,228,681 34,911,591,612 32,836,503,244 37,111,021,884 35,985,658,458 39,634,571,372 34.115.157.619 Hsl Pengelolaan Kekayaan 12,768,526,834 12,481,050,739 14,071,903,368 20,094,713,176 14,916,217,570 26,333,869,885 15,855,939,277 28,961,383,473 16,934,143,148 35.492.532.563 Daerah yang Dipisahkan Lain - lain Pendapatan Asli 15,805,600,000 65,946,008,447 25,276,000,000 49,073,343,450 26,792,560,000 46,321,683,744 28,480,491,280 71,790,353,339 30,417,164,687 62.824.830.237 Daerah yang Sah DANA PERIMBANGAN 590,574,676,643 601,802,167,488 618,381,981,128 631,011,121,384 655,484,899,996 626,677,339,122 696,780,448,696 722,339,653,054 744,161,519,207 894.544.324.851 Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak 59,333,281,643 70,560,773,088 61,052,031,128 73,681,173,384 64,715,152,996 87,821,992,122 68,792,207,635 82,037,725,054 73,470,077,754 118.434.888.851 Dana Alokasi Umum 511,773,395,000 511,773,394,400 523,919,950,000 523,919,948,000 555,355,147,000 527,471,247,000 590,342,521,261 620,812,328,000 630,485,812,707 757.056.696.000 Dana Alokasi Khusus 19,468,000,000 19,468,000,000 33,410,000,000 33,410,000,000 35,414,600,000 11,384,100,000 37,645,719,800 19,489,600,000 40,205,628,746 19.052.740.000 LAIN - LAIN PENDAPATAN 23,524,778,265 23,935,467,265 6,361,458,000 9,910,812,710 6,743,145,480 7,325,681,000 7,167,963,645 15,458,293,000 7,655,385,173 266.557.880.000 DAERAH YANG SAH Sumber data : DPPKA DIY diolah 26

Belanja Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta bersumber dari Anggaran Pemerintah Daerah DIY Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat. Dalam periode Tahun 2009 2012 terdapat beberapa kebijakan penting yang diambil dalam penganggaran Pemerintah Daerah; Pertama Pengelolaan belanja sejak proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban harus memperhatikan aspek efektifitas, efisiensi, transparansi akuntabilitas. Kedua Belanja harus diarahkan untuk mendukung kebijakan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan perbandingan antara masukan keluaran (efisiensi). Ketiga Keluaran dari belanja dimaksud seharusnya dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat (efektifitas). Keempat alokasi anggaran perlu dilaksanakan secara terbuka berdasarkan skala prioritas kebutuhan (transparansi). Kelima belanja harus diadministrasikan dipertanggung jawabkan sesuai dengan perung-ungan yang berlaku (akuntabilitas) Penyerapan belanja Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009 2012 secara rata-rata mencapai 90,59%, yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. TABEL T.III.C.7 Penyerapan Belanja Daerah 2009-2012 TAHUN ANGGARAN REALISASI PENYERAPAN 2009 1.478.511.498.412 1.327.487.848.943 89,79% 2010 1.483.751.313.695 1.354.594.058.106 91,30% 2011 1.708.874.569.772 1.562.268.734.645 91,42% 2012 2.285.140.075.735 2.053.825.959.467 89,88% Sumber: LRA Th 2008-2012 27

Dari penyerapan sebesar 90,59% diketahui, Belanja Barang Jasa merupakan belanja yang terkecil penyerapannya dari anggaran. Setelah itu Belanja Modal menempati urutan kedua dalam penyerapan anggaran. Dengan aya sistem informasi daerah, dalam proses perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pelaporan, pengendalian pencairan anggaran lebih cepat efektif. Pelaporan pemerintah daerah merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD selama periode satu tahun. Terkait dengan hal tersebut, opini BPK terhadap pelaporan pemerintah daerah Daerah Istimewa Yogyakarta selama 3 tahun (Tahun 2009 s.d. 2011) dapat dilihat pada tabel berkut: Tabel T.III C.8 Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Pemda DIY NO TAHUN OPINI KETERANGAN 1 2009 WDP Aset belum dapat diyakini kewajaranya 2 2010 WTP Paragraf penjelas berupa aset Dinas PUESDM yang belum diserahkan 3 2011 WTP Paragraf penjelas berupa : pencatatan Dana bergulir belum sesuai SAP belum diberlakukannya penyusutan aset Sumber : DPPKA, diolah Jumlah barang milik daerah yang dapat di inventarisasi s/d tahun 2012 yang tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Aset adalah 940.401 unit dengan tafsiran harga Rp.4.727.074.614.964,-. Barang milik daerah tersebut terdiri dari tanah, alat-alat, bangunan gedung, jalan, jembatan, hewan ternak tanaman maupun konstruksi dalam pengerjaan. 28

Dari barang milik daerah tersebut, aset tanah yang dapat disertifikatkan sampai dengan tahun 2012 adalah 41 big. Aset daerah yang dapat dioptimalkan berupa tanah, kendaraan bangunan, baik itu dengan sistem sewa, pinjam pakai maupun bangunan guna serah (BGS). Sampai dengan tahun 2012 Aset tanah Pemda DIY sebanyak 850 big yang dapat dioptimalkan. Bank BPD adalah bank umum dengan 197 jaringan di DIY, sesuai laporan nya telah menunjukkan perkembangan yang positif dengan total aset s/d tahun 2012 sebesar Rp. 5.632 milyar, laba yang dihasilkan Rp. 149.439 milyar meningkat 68,47% dari tahun sebelumnya. Modal dasar bank BPD sebesar Rp. 250 milyar dimana sebesar Rp. 127,50 milyar atau 51% adalah modal pemda. Setoran PAD dari BPD tahun 2012 berupa deviden a pembangunan sebesar Rp. 31,76 milyar atau 24.90% dari modal disetor. PT. AMI bergerak dibig percetakan penerbitan, pertambangan, perdagangan, pariwisata rekayasa industri. PT AMI juga bekerjasama dengan pihak ketiga dengan PT Yogya Indah Sejahtera mengelola Mall Malioboro, PT. Adicandra Ghraha Misata mengelola Sagan Resto, PT Kaidi Indojaya mengelola pembangunan pusat perdagangan Jogjatronik PT Mirota Batik. Modal PT AMI yang disetor Pemda Rp. 15,36 milyar, sampai tahun 2011, namun hingga tahun 2012 belum dapat memberikan kontribusi PAD kepada pemda. PD. Taru Martani bergerak dibig usaha prosesing tembakau, dengan tenaga kerja 255 orang. Pada tahun 2011 modal yang disetor Pemda Rp. 3,4 milyar. Sampai tahun 2012 kontribusi PAD Rp. 86 juta. 29

BUKP se DIY sebanyak 75 unit, sampai tahun 2012 dengan modal disetor Pemda Rp. 17.64 milyar, kontribusi PAD kepada Pemda Rp. 10.12 milyar. SDM pengelola aset terdiri dari perencana program, Bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran, petugas akuntansi, pengurus penyimpan barang yang ada disetiap SKPD. Jumlah SDM pengelola aset di Pemda DIY dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel T.III.C.9 SDM Pengelola Keuangan Aset Pemda DIY NO URAIAN JUMLAH 1 2 3 1 Perencana Program 70 orang 2 Bendahara penerimaan 30 orang 3 Bendahara pengeluaran 68 orang 4 Petugas akuntansi 67 orang 5 Pengurus barang 117 orang 6 Penyimpan barang 95 orang Sumber : DPPKA, diolah Wajib pajak yang dilayani oleh Kantor Pelayanan Pajak Daerah per hari adalah 4.460 wajib pajak dengan perincian sebagai berikut : Tabel T.III.C.10 Wajib pajak yang dilayani per hari No. KPPD JUMLAH WP/HARI 1 2 3 1. KPPD KOTA YOGYAKARTA 850 WP 2. KPPD BANTUL 1.000 WP 3. KPPD KULONPROGO 440 WP 4. KPPG GUNUNGKIDUL 470 WP 5. KPPD SLEMAN 1.700 WP Sumber : DPPKA, diolah Dalam rangka upaya meningkatkan pelayanan publik khususnya wajib pajak pada pendaftaran kendaraan bermotor, pajak kendaraan bermotor balik nama kendaraan bermotor serta upaya untuk 30

meningkatkan penerimaan pendapatan asli daerah, maka dilaksanakan layanan unggulan pada 5 Kantor Pelayanan Pajak Daerah / Kantor Bersama Samsat di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta pengembangan layanan antara lain : 1. Samsat Pembantu di Sewon Bantul Maguwoharjo Sleman. Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (pengesahan STNK Tahunan) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). 2. Samsat Payment Point Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (pengesahan STNK Tahunan) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang pelaksanaannya berada pada 1 Kantor Kas 5 Cabang Pembantu Bank BPD DIY, yaitu : a. Kantor Kas Bank BPD Giwangan Kota Yogyakarta b. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Piyungan Bantul c. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Nanggulan Kulon Progo d. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Karangmojo Gunungkidul e. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Kalasan Sleman. f. Kantor Cabang Pembantu Bank BPD Godean Sleman. 31

3. Samsat Corner. Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK Tahunan ) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang ditempatkan di Plaza /Mall Ambarukmo. 4. Samsat Drive Thru Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK Tahunan ) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) tanpa Wajib Pajak harus turun dari kendaraan, terletak di Samsat Pembantu Sewon Bantul. 5. Samsat Keliling Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK Tahunan ) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) menggunakan 5 unit Bus pada tempat-tempat strategis. 6. Samsat pada Acara Tertentu. Merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ( pengesahan STNK Tahunan ) Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) pada acara Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) / Pameran Pembangunan di Kabupaten / Kota. Dalam memberikan pelayanan publik, KPPD / SAMSAT se DIY telah memperoleh penghargaan Piala Citra Pelayanan Prima (CPP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi pada tahun 2009 untuk KPPD Gunungkidul KPPD Bantul, seg KPPD Kota Yogyakarta pada tahun 2012, pengakuan pelayanan dengan Indek 32

Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan kategori Baik untuk 5 KPPD serta Sertifikasi ISO 9001-2008 sejak tahun 2009. Untuk mendukung kelancaran tugas menjamin tingkat akselerasi akurasi data pada proses pelayanan di KPPD seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta telah menggunakan sistem pelayanan online. Untuk menjamin transparansi pelayanan publik telah dibangun berbagai fasilitas berbasis teknologi informasi, antara lain : 1. SMS Informasi PKB. Layanan informasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) melalui SMS. 2. SMS Informasi Jatuh Tempo. Layanan informasi jatuh tempo masa Pajak Kendaraan Bermotor yang memberikan informasi SMS, 7 (tujuh) hari sebelum berakhirnya masa pajak. Dalam rangka peningkatan Pelayanan Publik sebagai tindak lanjut tuntutan masyarakat terhadap mutu Pelayanan Prima, maka aparatur pemerintah perlu mempersiapkan diri dengan memperbaiki kinerja palayanan secara terus menerus berkesinambungan diiringi dengan peningkatan Sarana Prasarana dari tahun ke tahun. 3.1.2 Potensi Potensi pendapatan Tahun 2012-2017 bersumber dari Pajak daerah, Retribusi Daerah Lain-lain pendapatan. Potensi Pendapatan Daerah diukur diperoleh berdasarkan Ung-Ung Nomor 28 Tahun 2009, khusus untuk Pajak Daerah Retribusi Daerah yang sifatnya closed listed. Hal ini sedikit membatasi gerak di daerah untuk melakukan perbaharuan 33

penerimaan khususnya dari pajak retribusi karena obyek baru yang dianggap sebagai potensi pendapatan harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Pemerintah Pusat mendapat persetujuan untuk dipungut. Sehingga potensi yang akan digalakkan untuk beberapa tahun ke depan diarahkan berasal dari sumber Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, komponen a perimbangan juga komponen a hibah, maupun a-a penyesuaian dari pusat. Adapun potensi pendapatan dari pajak daerah adalah sebagai berikut : 1. Pertumbuhan ekonomi sehingga bertambah kendaraan baru (10-12%) 2. Potensi realisasi wajib pajak yang belum mendaftar (40%) 3. Rencana kenaikan harga BBM (PBBKB) Rata-rata peningkatan kendaraan roda empat sebesar 531 unit kendaraan roda empat setiap bulan seg rata-rata peningkatan kendaraan roda dua sebesar 8.949 unit setiap bulan. Dengan menggunakan model estimasi jumlah kendaraan, diperoleh proyeksi jumlah kendaraan untuk roda empat, terbesar terdapat di Kabupaten Sleman, diikuti oleh Kota Yogyakarta segkan untuk sepeda motor, proporsi terbesar terdapat di Kabupaten Sleman Kabupaten Bantul. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti harga bahan bakar kendaraan, rata-rata jarak yang ditempuh kendaraan bermotor per hari, rata-rata jarak yang mampu ditempuh oleh kendaraan per liter bahan bakar yang digunakan, jumlah kendaraan bermotor, nilai jual kena pajak yang telah di tentukan, tarif pajak. 34

Potensi jenis bahan bakar yang tinggi adalah premium solar karena kedua jenis BBM ini pula yang memberikan kontribusi yang relatif paling besar terhadap penerimaan PBBKB. Pertamax Pertamax Plus bernilai sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Konsumsi bahan bakar jenis premium diwakili oleh jenis kendaraan roda dua kendaraan roda empat selain jenis truck, pick up, bus (B1, B2, C1, C2) yang dianggap mewakili konsumsi bahan bakar jenis solar. Untuk mengestimasi potensi jenis pajak dari pajak air permukaan ini dipergunakan rata-rata pertumbuhan tertimbang sebesar rata-rata 5,58 persen. Presentase ini digunakan untuk mengestimasi potensi pada tahun mendatang. Potensi pelayanan kepada wajib pajak adalah sebagai berikut : 1. Partisipasi masyarakat untuk peningkatan kualitas pelayanan publik cukup baik. 2. Aya keberlanjutan pengembangan kualitas SDM 3. Komitmen Pemerintah Daerah DIY dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Seg potensi pendapatan dari retribusi daerah adalah sebagai berikut : 1. Retribusi jasa umum 2. Retribusi jasa usaha 3. Retribusi perijinan tertentu Ketiga jenis retribusi ini dimungkinkan terjadi penambahan jenis penerimaan disamping ada revisi terhadap tarif yang menyesuaikan dengan harga pasar. Nilai proyeksi potensi retribusi dihitung dengan menggunakan dasar perhitungan nilai potensi moderat dengan rumus sebagai berikut: Potensi retribusi tahun ini = Potensi tahun lalu (skenario modercit) x Rata-rata Pertumbuhan Ekonomi 35

Rata-rata pertumbuhan ekonomi yang digunakan masih sama dengan perhitungan potensi yaitu sebesar 4% (skenario pesimis), 5% (skenario moderat) 6% (skenario optimis). Dengan model perhitungan tersebut terlihat ada kenaikan nilai potensi retribusi dari tahun ke tahun. Nilai pertumbuhan yang sama dengan pertumbuhan nilai potensi sebesar 5% untuk ketiga skeniario. Dilihat dari nilai nominalnya, nilai potensi retribusi untuk tahun 2017 adalah sebesar Rp 50 miliar (nilai pesimis), Rp 55 miliar (nilai moderat) atau Rp 60 miliar (nilai optimis). Selain itu potensi pendapatan dari lain-lain pendapatan yaitu : 1. Optimalisasi aset Dapat diketahui kondisi penggunaan saat ini, sehingga apabila penggunaan belum optimal dapat lebih dioptimalkan 2. Hasil kekayaan daerah yang dipisahkan, Potensi pendapatan setiap tahun dari hasil daerah yang dipisahkan tidak terlepas dari jumlah penyertaan modal pemerintah daerah kepada BUMD maupun kepada Swasta. Untuk Potensi Ba Usaha Milik Daerah, Bank BPD dapat ditingkatkan mejadi bank devisa, PT AMI menjadi mitra kerja Pemda dalam memberikan kontribusi PAD, PD. Taru Martani dengan ba hukum jelas menjadi PT sebagai mitra kerja pemda memberikan kontribusi PAD yang meningkat setiap tahunnya, BUKP memberikan kontribusi PAD terhadap Pemda setiap tahun. 36

3.1.3 Permasalahan Permasalahan yang dihadapi Dinas pendapatan, Aset sesuai tugas fungsi pelayanan, antara lain sebagai berikut : 1. Data base wajib pajak masih kurang valid karena tidak ada sensus kendaraan 2. Perpanjangan STNK belum sesuai Peraturan POLRI 3. Belum ada kaderisasi SDM 4. Lemahnya indentifikasi potensi retribusi karena keterbatasan kewenangan pungutan (closed list) 5. Penentuan harga satuan yang sangat cepat berubah, segkan proses perungan membutuhkan waktu, sehingga antara target realisasi terdapat gap yang tinggi. 6. Belum ada peraturan perungan tentang pendapatan dari lain-lain pendapatan yang mengikat sebagai bahan pungutan 7. Jenis ragam lain-lain pendapatan sangat banyak sehingga pemilahan juga harus dikoordinasikan bersama dari pusat hingga kabupaten kota. 8. Belum optimalnya penggunaan instrumen ( ASB SPM) perencanaan penganggaran dalam penyusunan anggaran 9. Belum aya hasil evaluasi SPM sebagai input perencanaan penganggaran tahun berikutnya. 10. Belum aya persamaan persepsi dalam pengambilan kebijakan tentang indikator kinerja dari TAPD terhadap implementasi instrumen perencanaan penganggaran 11. Tingkat pemahaman penatausahaan di masing-masing SKPD belum sama terutama untuk pengajuan SP2D LS 12. Pencairan anggaran tidak sesuai dengan aliran kas sehingga terjadi penumpukan anggaran di triwulan IV 37

13. SDM petugas pengelola daerah perlu ditingkatkan 14. Verifikator SKPD belum optimal dalam pelaksanaan pekerjaan secara administrasi maupun pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan 15. Masih terdapat kesalahan input data dalam SIPKD 16. Jaringan internet yang belum lancar/trouble di SKPD 17. Data kepegawaian yang tidak valid sebagai dasar penghitungan gaji 18. Proses pemeriksaan BPK terkadap laporan Pemda kedepan juga dikembangkan melalui elektronik audit (e-audit)hal ini mengharuskan pemda untuk terus mengembangkan proses daerah yang terintegrasi berbasis teknologi informasi. 19. Permasalahan yang timbul dalam penerapan sistem penganggaran berbasis kinerja adalah sulitnya merumuskan indikator kinerja sebagai alat pendeteksi tercapainya output outcome yang dikehendaki. 20. Terkait dengan Bentuk pemanfaatan aset yang optimal, permasalahan yang dihadapi adalah belum teridentifikasi asset idle yang terdapat di SKPD/UPTD. 21. Dalam upaya Peningkatan penatausahaan asset, khususnya Pengelolaan BMD dengan menggunakan SIPKD modul asset, Pengurus penyimpan barang belum terampil dalam mengoperasionalkan aplikasi. 22. Penyusunan RKBMD maupun RKPBMD belum mengacu daftar inventaris barang sebagai dasar pengalokasian anggaran, perencanaan kebutuhan BMD rencana kebutuhan pemeliharaan BMD belum mengacu standar sarana a prasarana 23. Terdapat aset tanah yang belum bersertifikat. 38

24. Perluasan usaha Ba Usaha Milik Daerah, terkendala modal sehingga setoran minimal sebagai akibat persaingan dunia perbankan sangat ketat 25. Perseroan terbatas perusahaan daerah mengalami Kesulitan likuiditas, disamping big usaha yang dikelola tidak berjalan dengan baik, beban operasional tinggi, tekanan pasar, ruang gerak usaha regulasi dibatasi. 26. Payung hukum Kelembagaan BUKP belum ada bahkan terdapat 6 BUKP belum sehat. 27. Pemahaman SDM terhadap regulasi belu memadai hal ini disebabkan salah satunya oleh sering terjadi perubahan regulasi. 28. Penguasaan SDM pengelola terhadap teknologi informasi khususnya sistem informasi daerah masih kurang memadai. 29. Aya Mutasi PNS SDM pengelola 30. Sebagian SDM pelayan publik kualifikasinya belum sesuai dengan kebutuhan. 31. Dengan bertambahnya tempat-tempat pelayanan Wajib Pajak menyebabkan perbandingan kuantitas SDM dengan Wajib Pajak tidak seimbang. 32. Lahan parkir ruang tunggu untuk wajib pajak kurang memadai d. Target Pendapatan tahun 2013 s/d 2017 adalah sebagai berikut: 39

Tabel T.III.C.11 Target Pendapatan 2013-2017 URAIAN 2013 2014 2015 2016 2017 PENDAPATAN 2,822,069,129,115 2,984,169,114,501 3,648,949,719,135 3,930,844,900,784 4,245,609,201,460 PENDAPATAN ASLI DAERAH 1,014,089,544,450 1,130,625,412,406 1,260,733,194,326 1,406,008,528,672 1,568,235,891,221 Pendapatan Pajak Daerah 885,217,610,000 991,443,723,200 1,110,416,969,984 1,243,667,006,382 1,392,907,047,148 Pendapatan Retribusi Daerah 41,436,702,950 44,751,639,186 48,331,770,321 52,198,311,947 56,374,176,902 Pendapatan Hsl Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan 36,328,245,281 39,234,504,903 42,373,265,296 45,763,126,519 49,424,176,641 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 51,106,986,219 55,195,545,117 59,611,188,726 64,380,083,824 69,530,490,530 DANA PERIMBANGAN 961,190,992,745 1,033,964,090,885 1,153,790,615,762 1,287,656,390,342 1,437,218,929,927 Dana Bagi Hasil pajak/bagi Hasil bukan pajak 98,360,324,745 106,229,150,725 114,727,482,783 123,905,681,405 133,818,135,918 Dana Alokasi Umum 828,334,768,000 927,734,940,160 1,039,063,132,979 1,163,750,708,937 1,303,400,794,009 Dana Alokasi Khusus 34,495,900,000 - - - - 40

LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 846,788,591,920 819,579,611,210 1,234,425,909,047 1,237,179,981,771 1,240,154,380,312 Pendapatan Hibah 8,815,476,250 6,216,033,150 6,713,315,802 7,250,381,066 7,830,411,551 Pendapatan Dana Darurat - - - - - Dana Penyesuaian Otonomi Khusus 837,973,115,670 813,363,578,060 1,227,712,593,245 1,229,929,600,704 1,232,323,968,761 Dana Penyesuaian 23,759,082,000 25,659,808,560 27,712,593,245 29,929,600,704 32,323,968,761 Dana BOS Pusat 279,000,000,000 Dana Keistimewaan 535,214,033,670 787,703,769,500 1,200,000,000,000 1,200,000,000,000 1,200,000,000,000 Bantuan Keuangan dari Prov atau Pemda Lainya - - - - - Pendapatan lainnya - - - - - Sumber : DPPKA, data diolah 41

3.2 TELAAH VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH TAHUN 2012-2017. Visi : Daerah Istimewa Yogyakarta Yang Lebih Berkarakter, Berbudaya, Maju, Mandiri Sejahtera Menyongsong Peradaban Baru Misi Misi 3 RPJMD adalah Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik kearah katalisator yang mampu mengelola pemerintahan secara efisien, efektif mampu menggerakkan mendorong dunia usaha masyarakat lebih mandiri. Tujuan Misi 3. Mewujudkan pemerintahan secara efektif efisien. Sasaran Misi 3 1. Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat. 2. Akuntabilitas daerah meningkat. Program pembangunan daerah berdasarkan sasaran diatas adalah : a) Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Daerah b) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH. Berdasarkan visi, misi, tujuan sasaran diatas arah kebijakan pembangunannya adalah meningkatkan nilai akuntabilitas kinerja pemerintah dari B menjadi A, Mempertahankan Opini Pemeriksaan BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Strategi yang ditetapkan untuk dilakukan adalah Meningkatkan efektifitas kinerja birokrasi layanan publik yang responsif, transparan akuntabel, Meningkatkan profesionalisme daerah, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, perbaikan peningkatan kinerja BUMD serta optimalisasi pendapatan daerah. 42

Strategi diatas sesuai dengan tugas fungsi yang diemban oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset. 3.3 TELAAHAN RENSTRA KEMENTERIAN / LEMBAGA DAN RENSTRA ( RENSTRA SKPD TERKAIT DIY, RENSTRA SKPD SEBELUMNYA ) No Tabel T.III. C.12 Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Provinsi terhadap Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/Kota*) Renstra K/L Indikator Kinerja Capaian Sasaran Renstra SKPD Provinsi Sasaran pada Renstra SKPD Kabupaten/Kota*) Sasaran pada Renstra Kementerian Keuangan Republik Indonesia (1 ) (2) (3) (4) (5) 1 Tersusunnya rencana peningkatan 104% tahunan pendapatan daerah pemda 2 Tersusunnya rencana Realisasi PAD 109% tahunan terhadap target PAD pemda 3 Tersusunnya rencana kontribusi PAD 103% tahunan terhadap pendapatan pemda daerah 4 Realisasi Belanja terhadap Anggaran Belanja Daerah 5 Jumlah Peraturan tentang APBD yang ditetapkan 6 Laporan pemerintah daerah 7 Jumlah barang milik daerah yang dapat diinventarisasi 8 Jumlah aset tanah Pemda yang dapat disertifikatkan 9 Persentase Aset Pemda yang dapat dioptimalkan 10 Rasio Pendapatan BUMD LKM terhadap penyertaan modal BUMD LKM 11 Rasio PNS yang menguasai operasional SIPKD 90% 100% 100% 104% 90% Tersusunnya pemda Tersusunnya pemda rencana tahunan rencana tahunan Tersedianya laporan yang relevan, andal, dapat dibandingkan dapat dipahami Terlaksananya penatausahaan aset sesuai peraturan perung-ungan Terlaksanya pengamanan penanganan sengketa aset 113% Terlaksananya pemanfaatan aset 197% Tersusunnya rencana tahunan pemda 100% Terlaksananya penatausahaan aset sesuai peraturan perung-ungan Tingkat pendapatan yang optimal Tingkat kepatuhan wajib pajak, kepabeanan, cukai yang tinggi Tingkat kepatuhan wajib pajak, kepabeanan, cukai yang tinggi Alokasi belanja negara yang tepat sasaran, tepat waktu, efektif, efisien akuntabel Alokasi belanja negara yang tepat sasaran, tepat waktu, efektif, efisien akuntabel Peningkatan negara transparansi akuntabilitas Terlaksananya penatausahaan kekayaan negara yang handal akuntabel Terwujudnya database nilai kekayaan negara yang kredibel Terwujudnya pemanfaatan BMN berdasarkan prinsip the highest and best use Terwujudnya pasar modal lembaga non bank sebagai sumber penaan yang mudah diakses, efisien kompetitif Terciptanya sistem perbendaharaan negara yang modern, handal terpadu 43

3.4 TELAAHAN TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS Rencana Tata Ruang Wilayah DIY disusun atas dasar amanat Ung-Ung No. 26 Tahun 2007 Peraturan Menteri PU Nomor: 15/PRT/M/2009 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, telah dituangkan ditetapkan melalui Perda No 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DIY Tahun 2009-2029. Berdasarkan amanat dari Ung-Ung No. 26 Tahun 2007, Peraturan Menteri PU Nomor: 16/PRT/M/2009 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Peraturan Menteri PU Nomor: 17/PRT/M/2009 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi telah ditindaklanjuti oleh Kabupaten/Kota dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayahnya. Sehingga Provinsi DIY berikut Kabupaten/Kota nya telah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah. Dalam penyusunannya Rencana Tata Ruang Wilayah DIY juga telah disesuaikan dengan RTRWN, RTRW Jawa-Bali RTRW wilayah berbatasan (Jawa Tengah). Sebagai tindak lanjut dari Rencana Tata Ruang Wilayah DIY, telah disusun Rencana Rinci dengan kedalaman 1:5000 khusus pada kawasan strategis, baik kawasan strategis nasional, kawasan strategis jawa-bali maupun kawasan strategis provinsi. 3.5. PENENTUAN ISU ISU STRATEGIS 1. Potensi pendapatan dari pajak, retribusi lainlain pendapatan daerah yang syah untuk meningkatan PAD. 2. Peningkatan Kapasitas daerah 3. Perbaikan peningkatan kinerja BUMD 44

4. Peningkatan pemanfaatan penatausahaan asset 5. Peningkatan kompetensi SDM 6. Peningkatan kualitas layanan pajak. 45

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 VISI DAN MISI SKPD 4.1.1 VISI 4.1.2 MISI Visi Organisasi berkaitan dengan pangan kedepan menyangkut kemana organisasi harus dibawa diarahkan agar dapat berkarya secara konsisten tetap eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi Dinas Pendapatan, Keuangan Aset adalah TERWUJUDNYA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET TERBAIK SE INDONESIA". Dari visi yang telah ditetapkan tersebut, yang dimaksud dengan Terwujudnya Pengelolaan Keuangan Aset adalah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset sebagai lembaga / institusi yang mempunyai tugas menghimpun, menghasilkan pendapatan untuk mengalokasikan daerah mengelola kekayaan / aset daerah. Terbaik se Indonesia dimaksudkan adalah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset menjadi instansi / lembaga / institusi yang mampu bersaing komitmen tinggi dalam mewujudkan kemandirian kemampuan daerah. Misi adalah suatu upaya yang harus diemban atau dilaksanakan oleh seluruh perangkat organisasi untuk mewujudkan Visi yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan Visi : "Terwujudnya Pengelolaan Keuangan Aset terbaik se Indonesia", Misi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset yaitu : 46

1. Mengoptimalkan peningkatan pendapatan daerah 2. Mengembangkan kapasitas daerah 3. Memperbaiki meningkatkan kinerja BUMD 4. Mengoptimalkan aset daerah 5. Meningkatkan kualitas pelayanan publik 6. Meningkatkan profesionalisme SDM Misi Mengoptimalkan peningkatan pendapatan daerah dimaknai bahwa pendapatan harus dapat meningkatkan kemampuan pendapatan yang digunakan untuk membiayai pembangunan daerah. Misi Mengembangkan kapasitas daerah dimaknai bahwa setiap daerah harus mampu meningkatkan kemampuan SDM, berikut Sarana Prasarana serta system yang mendukung daerah yang lebih transparan akuntabel dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan penatausahaan, pertanggungjawaban hingga pengawasan (pengendalian). Misi Memperbaiki meningkatkan kinerja BUMD dimaknai sebagai Ba Usaha Milik Daerah yang selama ini sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan daerah kinerjanya masih belum optimal terdapat Ba Usaha Milik Daerah karena belum menemukan core busines sehingga belum menghasilkan pendapatan, Ba Usaha Milik Daerah yang telah eksis perlu dipertahankan keberadaannya agar masyarakat memperoleh manfaat yang besar. Misi Mengoptimalkan aset daerah dimaknai sebagai aset daerah dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan yang digunakan untuk pelayananan kepada masyarakat. Optimalisasi aset daerah dapat dicapai dengan perbaikan aset, peningkatan kerjasama dengan pihak 47

lain/swasta baik dalam bentuk Bangun Guna Serah maupun Kontrak Konsesi pembentukan ba usaha baru yang khusus menangani pengoptimalan aset daerah. Misi Meningkatkan kualitas pelayanan publik dimaknai sebagai segala bentuk jasa pelayanan untuk publik, baik dalam bentuk barang jasa yang menjadi tanggungjawabnya dilaksanakan oleh instansi pemerintah dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perungungan. Misi Meningkatkan profesionalisme SDM dimaknai sebagai upaya meningkatkan kapasitas SDM agar memiliki keahlian inovasi untuk melaksanakan tugas-tugas tanggungjawab yang dibebankan kepaya serta mempunyai inisiatif untuk selalu mengembangkan kemampuan dirinya. 4.2 TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SKPD Tujuan Sasaran Jangka Menengah yang akan dicapai oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sesuai tabel dibawah: 48

Tabel T.IV.C.13 TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SKPD No. Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Target Kinerja Tahun ke 1 (2013) 2 (2014) 3 (2015) 4 (2016) 5 (2017) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah 1.1 Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak retribusi lain-lain pendapatan 1.1.1 kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah 44.34% 51.47% 51.48% 51.49% 51.49% 2 Mewujudkan yang transparan akuntabel 2.1 Meningkatnya kualitas daerah 2.1.1 Penurunan Temuan Kelemahan Sistem Pengendalian Akuntansi pelaporan 12 temuan 12 temuan 12 temuan 12 temuan 12 temuan 3 Mengoptimalkan peningkatan kinerja BUMD 3.1 Meningkatnya kinerja BUMD 3.1.1 deviden BUMD terhadap jumlah total penyertaan modal BUMD 31,56% 26,13% 22,95% 24,45% 28,36% 4 Meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah bagi pemda 4.1 Meningkatnya kualitas aset daerah 4.1.1 aset daerah yang dapat dimanfaatkan 11.43% 11.57% 11.71% 11.86% 12% 49

4.3. STRATEGI DAN KEBIJAKAN SKPD Strategi adalah pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan akan dicapai. Untuk mencapai tujuan sasaran organisasi harus dilakukan melalui strategi yang tepat. Suatu strategi dapat secara spesifik dikaitkan dengan satu sasaran atau kelompok sasaran dengan kerangka logis sebagaimana bagan berikut : Gambar G-IV.C.3 Keterkaitan Sasaran dengan Strategi Sasaran 1 Strategi 1 Sasaran 1 Atau Sasaran 2 Strategi 1 Sasaran 2 Strategi 2 Sasaran 3 Untuk menentukan alternative strategi pencapaian dari setiap indikator sasaran dapat dilakukan dengan analisis SWOT. 4.3.1 Analisis Eksternal. Secara umum analisis eksternal bertujuan untuk memetakan peluang ancaman yang dihadapi DPPKA dalam kurun waktu 5 tahun kedepan. 51

Peraturan tentang pajak retribusi merupakan kewenangan pusat. Data base yang masih kurang valid karena tidak ada sensus kendaraan. Perpanjangan STNK belum sesuai peraturan Kepolisian Republik Indonesia. Lemahnya identifikasi potensi retribusi karena keterbatasan kewenangan pungutan, belum aya peraturan perungan yang mengikat sebagai bahan pungutan untuk lain-lain pendapatan yang sah, jenis ragamnya sangat banyak sehingga pemilahan harus di koordinasikan bersama dari pusat hingga kab kota. Peraturan regulasi ditentukan pusat sering berubah tidak ada sinkronisasi menimbulkan multi tafsir. Belum aya hasil evaluasi SPM sebagai output perencanaan penganggaran tahun berikutnya. Belum aya persamaan persepsi dalam pengambilan kebijakan tentang indikator kinerja dari TAPD terhadap implementasi instrumen perencanaan penganggaran. Dalam kas daerah tingkat pemahaman penatausahaan di masingmasing SKPD belum sama terutama untuk pengajuan SP2D LS. Pencairan anggaran tidak sesuai aliran kas sehingga terjadi penumpukan anggaran di triwulan IV. Data kepegawaian yang tidak valid sebagai dasar penghitungan gaji. Proses pemeriksaan BPK terhadap laporan Pemda kedepan juga dikembangkan melalui audit elektronik (e-audit), hal ini mengharuskan pemda untuk terus mengembangkan proses daerah yang terintegrasi berbasis teknologi informasi. Dalam aset daerah belum ada peraturan perungan yang mengikat sebagai pedoman pungutan. Jenis ragam peraturan perungan tersebut sangat banyak sehingga pemilihan harus dikordinasikan bersama dari pusat hingga kabupaten/kota. 52

Dalam Ba Usaha Milik Daerah, persaingan dunia usaha sangat ketat. Bank BPD diperluas menjadi bank devisa dengan syarat modal disetor Bank Indonesia minimal 1 trilyun, segkan modal disetor sekarang 250 milyar. Untuk Perusahaan Daerah Taru Martani dibatasi regulasi untuk jenis usahanya karena belum ada perubahan Peraturan Daerah, segkan Ba Usaha Kredit Pedesaan payung hukum kelembagaannya belum jelas. 4.3.1.1 Peluang. 1) Pertumbuhan ekonomi berakibat bertambahnya kendaran baru 2) Rencana kenaikan harga BBM 3) Tarif pungutan dalam Pengelolaan retribusi daerah dapat disesuaikan dengan kemampuan masyarakat di daerah. 4) Koordinasi, klarifikasi inventarisasi terhadap penggunaan barang milik daerah 5) Ba Usaha Milik Daerah dapat dikembangkan ditingkatkan 6) Kualitas kapabilitas SDM pengelola aset masih bisa dikembangkan. 4.3.1.2 Ancaman 1) Potensi pendapatan dari pajak PKB setiap tahun naik sehingga akan mengalami titik jenuh mengakibatkan stagnan terus menurun, sehingga sumber PAD dari pajak akan menurun. 2) Aya pembatasan/kepemilikan KBM untuk menekan penggunaan BBM; luasan/panjang lintasan jalan yang terbatas menyebabkan polusi. 3) Penentuan harga satuan sangat cepat berubah, segkan proses perungan membutuhkan waktu, sehingga antara target realisasi terdapat gap yang tinggi. 4) Regulasi tentang daerah sering berubah. 53

4.3.2 Analisis Internal. Analisis internal bertujuan untuk memahami kondisi SKPD dengan memetakan kekuatan kelemahan yang dimiliki untuk diterjemahkan menjadi potensi modal pembangunan serta mengenali memahami kelemahan, kekurangan agar dapat di eliminir dampaknya. Dalam pendapatan, SDM pengelola pendapatan, Sarpras pendukung pengelola pendapatan kualitas pelayanan wajib pajak kurang. Pengelolaan belanja daerah belum optimal dalam penggunaan instrumen ASB SPM perencanaan penganggaran serta penyusunan anggaran; ferivikator SKPD belum optimal dalam pelaksanaan pekerjaan secara administrasi maupun pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan; masih terdapat kesalahan input data dalam SIPKD; jaringan yang belum lancar/ trobel di SKPD; permasalahan yang timbul dalam penerapan sistem penganggaran berbasis kinerja adalah sulitnya merumuskan indikator kinerja sebagai alat pendeteksi tercapainya output out come yang dikehendaki; selain itu diperlukan masa transisi untuk mengubah sistem anggaran berimbang yang telah dilaksanakan masa lalu menjadi sistem penganggaran berbasis kinerja. Dalam aset belum teridentifikasi "asset idle" yang terdapat di SKPD/UPTD; pengurus penyimpan barang belum terampil dalam mengoperasikan aplikasi; penyusunan RKBMD RKPBMD belum mengacu daftar inventaris barang sebagai dasar pengalokasian anggaran; perencanaan kebutuhan BMD RKPBMD belum mengacu standar sarana prasarana. Dalam Ba Usaha Milik Daerah PT AMI kesulitan likuiditas, manajemen kurang 54

profesional, big usaha yang dikelola tidak berjalan baik beban operasional tinggi. Segkan PD Taru Martani selain kesulitan likuiditas, juga terdapat 6 BUKP kurang sehat. 4.3.2.1 Kekuatan 1) Pajak Kendaraan Bermotor masih merupakan sumber pendapatan yang mempunyai kontribusi terbesar dalam PAD 2) Lokasi strategis pelayanan pajak retribusi-online mudah diakses oleh masyarakat 3) Potensi sumber-sumber PAD tersedia 4) Pengembangan BUMD menjadi lokomotif perekonomian sumber PAD DIY 5) Sistem informasi daerah untuk perencanaan, penganggaran, penatausahaan pelaporan yang efektif efisien, transparan akuntabel 6) Penyelenggaraan penatausahaan aset dengan sistem aplikasi menertibkan administrasi Barang milik daerah. 7) Aya website sebagai media informasi 4.3.2.2 Kelemahan. 1) Meningkatnya tunggakan pajak kendaraan bermotor yang tidak tertagih karena terbatasnya SDM untuk penagihan tunggakan pajak KBM. 2) Lemahnya identifikasi potensi karena keterbatasan kewenangan pungutan untuk retribusi daerah anggaran untuk sosialisasi promosi terbatas sistem pengawasan retribusi kurang optimal 3) Kewenangan pemda sebatas peningkatan kinerja fasilitasi dalam BUMD 4) Pengurus penyimpan barang belum optimal dalam pengoperasian aplikasi. 5) "Asset idle" pada SKPD belum teridentifikasi. 6) Pengadaan barang belum mengacu pada kebutuhan barang milik daerah, pemeliharaan belum mengacu pada daftar kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah 55

Tabel T.IV.C.14 Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang Ancaman KEKUATAN 1)Pajak Kendaraan Bermotor menjadi sumber pendapatan dengan kontribusi terbesar dalam PAD 2)Lokasi strategis, pelayanan pajak retribusi online,mudah diakses oleh masyarakat 3)Potensi sumber-sumber PAD tersedia 4)BUMD menjadi lokomotif perekonomian sumber PAD DIY 5)Sistem informasi daerah untuk perencanaan, penganggaran, penatausahaan pelaporan yang efektif efisien, transparan akuntabel. 6)Penyelenggaraan penatausahaan aset dengan sistem menertibkan administrasi Barang milik daerah. 7)Aya website sebagai media informasi KELEMAHAN 1)Meningkatnya tunggakan pajak kendaraan bermotor yang tidak tertagih karena terbatasnya SDM untuk penagihan tunggakan pajak KBM. 2)Lemahnya identifikasi potensi karena keterbatasan kewenangan pungutan untuk retribusi daerah anggaran sosialisasi promosi terbatas, serta sistem pengawasan retribusi kurang optimal 3)Kewenangan pemda dalam BUMD sebatas peningkatan kinerja fasilitasi dalam BMD 4)Pengurus penyimpan barang belum optimal dalam pengoperasian aplikasi. 5."Asset idle" pada SKPD belum teridentifikasi 6.Pengadaan barang belum mengacu pada kebutuhan barang milik daerah, pemeliharaan belum mengacu pada daftar kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah 56

PELUANG 1) Pertumbuhan ekonomi menyebabkan bertambahnya kendaran baru 2) Rencana kenaikan harga BBM 3) Tarif pungutan dalam Pengelolaan retribusi daerah dapat disesuaikan dengan kemampuan masyarakat di daerah. 4) Koordinasi, klarifikasi inventarisasi terhadap penggunaan barang milik daerah 5) Ba Usaha Milik Daerah dapat dikembangkan ditingkatkan 6) Kualitas kapabilitas SDM pengelola aset masih bisa dikembangkan. ANCAMAN/TANTANGAN 1) Potensi pendapatan dari pajak PKB setiap tahun naik sehingga akan mengalami titik jenuh mengakibatkan stagnan terus menurun, sehingga sumber PAD dari pajak akan menurun 2) Aya pembatasan / kepemilikan KBM selain untuk menekan penggunaan BBM karena luasan panjang lintasan jalan yang terbatas serta potensi polusi. 3) Penentuan harga satuan yang sangat cepat berubah segkan proses perungan membutuhkan waktu, sehingga antara target realisasi terdapat gap yang tinggi 4) Regulasi tentang daerah sering berubah 57

Tabel T.IV.C.15 Analisis SWOT Faktor Internal Faktor Internal STRENGHTS ( S ) 1) Pajak kendaraan bermotor merupakan sumber pendapatan dengan kontribusi terbesar dalam PAD 2) Lokasi strategis pelayanan pajak retribusi-online mudah diakses oleh masyarakat 3) Potensi sumber-sumber PAD tersedia 4) BUMD menjadi lokomotif perekonomian sumber PAD DIY 5) Sistem informasi daerah untuk perencanaan, penganggaran, penatausahaan pelaporan yang efektif efisien, transparan akuntabel 6) penyelenggaraan penatausahaan, aset dengan sistem aplikasi menertibkan administrasi Barang milik daerah. 7) Website sebagai media informasi WEAKNESSES (W) 1)Meningkatnya tunggakan pajak kendaraan bermotor yang tidak tertagih karena terbatasnya SDM untuk penagihan tunggakan pajak KBM. 2)Lemahnya identifikasi potensi karena keterbatasan kewenangan pungutan untuk retribusi daerah anggaran untuk sosialisasi promosi terbatas serta sistem pengawasan retribusi kurang optimal. 3)Kewenangan pemda sebatas peningkatan kinerja fasilitasi dalam BUMD. 4)Pengurus penyimpan barang belum optimal dalam pengoperasian aplikasi 5)Aset idle pada SKPD belum teridentifikasi 6)Pengadaan barang belum mengacu pada kebutuhan barang milik daerah, pemeliharaan belum mengacu kepada daftar kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah 58

OPPORTUNITIES - O 1)Pertumbuhan ekonomi menyebabkan bertambah kendaran baru 2)Rencana kenaikan harga BBM 3)Tarif pungutan dalam Pengelolaan reritribusi daerah dapat disesuaikan dengan kemampuan masyarakat di daerah 4)Ba Usaha Milik daerah dapat dikembang ditingkatkan 5)Koordinasi, klarifikasi inventarisasi terhadap penggunaan barang milik daerah 6)Kualitas kapabilitas SDM pengelola aset masih bisa dikembangkan THREATS- T 1) Potensi pendapatan dari pajak PKB setiap tahun naik sehingga akan mengalami titik jenuh mengakibatkan stagnan terus menurun, sehingga sumber PAD dari pajak akan menurun. 2) Aya pembatasan /kepemilikan KBM selain untuk menekan penggunaan BBM karena luasan panjang lintasan jalan yang terbatas serta potensi polusi. 3) Penentuan harga satuan yang sangat cepat berubah segkan proses perungan membutuhkan waktu, sehingga antara target realisasi terdapat gap yang tinggi 4) Regulasi tentang daerah sering berubah STRATEGI S - O 1)Intensifikasi ekstensifikasi pendapatan dari pajak retribusi lain-lain pendapatan 2)Penentuan tarif pungutan untuk Perda sebagai dasar regulasi pungutan Retribusi 3)Pengembangan manajemen BUMD 4)Penguatan Modal pengembangan usaha 5)Monitoring investigasi aset daerah 6)Peningkatan Kualitas SDM STRATEGI S - T 1)Penggalian sumber-sumber pontensi peningkatan PAD selain pajak. 2)Percepatan regulasi dasar pungutan 3)Perencanaan penganggaran daerah sesuai peraturan perung-ungan yang berlaku 4)Pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku STRATEGI W - O 1)Jemput bola mendekatkan lokasi pelayanan kepada wajib pajak 2)Penggalian sumber pendapatan penentuan besaran tarif retribusi 3)Penataan kelembagaan BUMD 4)Verifikasi, klasifikasi penilaian 5)Diklat / Bimtek aset daerah STRATEGI W - T 1)Perbaikan manajement terhadap semua potensi pendapatan daerah dari pajak, retribusi lain-lain pendapatan. 2)Intensifikasi ekstensifikasi pendapatan dari pajak retribusi lain-lain pendapatan 59

1. Sasaran meningkatnya pendapatan dari pajak, retribusi lain-lain pendapatan, strategi yang dilakukan adalah Perbaikan manajemen Intensifikasi ekstensifikasi pendapatan dari pajak, retribusi lain-lain pendapatan. 2. Sasaran Efisiensi efektifitas anggaran daerah, strategi yang dilakukan adalah perencanaan penganggaran belanja daerah dilakukan sesuai dengan peraturan perungungan yang berlaku. 3. Sasaran meningkatnya transparansi akuntabilitas penyusunan APBD Kab/Kota, strategi yang dilakukan adalah perencanaan penganggaran belanja daerah pelaporan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. 4. Sasaran meningkatnya kinerja BUMD, strategi yang dilakukan adalah Penataan kelembagaan BUMD, Pengembangan Manajemen BUMD, penguatan permodalan pengembangan usaha 5. Sasaran meningkatnya pemanfaatan aset daerah secara efektif, strategi yang dilakukan adalah dengan verifikasi, klasifikasi penilaian, monitoring investigasi aset daerah 6. Sasaran meningkatnya pelayanan kepada wajib pajak wajib retribusi, dilakukan dengan strategi jemput bola mendekatkan lokasi layanan kepada wajib pajak wajib retribusi. 7. Sasaran meningkatnya kemampuan SDM pengelola aset, strategi yang dilakukan Diklat aset daerah. 60

Seg kebijakan yang dilakukan adalah : 1. Peningkatan koordinasi kualitas SDM pendapatan daerah 2. Peningkatan pelayanan, pemenuhan Sarpras Sistem. 3. Perubahan bentuk ba hukum, penataan manajemen penyehatan BUMD. 4. Pendayagunaan kekayaan daerah 5. Ketepatan waktu proses 6. Pemberian penghargaan sanksi Hubungan antara tujuan, sasaran, strategi kebijakan dapat digambarkan sebagaimana tabel dibawah ini. 61

Tabel T.IV.C.16 Tujuan, Sasaran Strategi Kebijakan Visi : Terwujudnya asset terbaik se Indonesia Misi 1 : Mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Daerah Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatkan kemampuan Meningkatnya pendapatan 1. Perbaikan manajemen Peningkatan Koordinasi daerah untuk daerah dari pajak, terhadap semua potensi Kualitas SDM membiayai pembangunan retribusi lain-lain pendapatan daerah dari Pengelolaan Pendapatan daerah pendapatan pajak, retribusi Daerah lain-lain pendapatan 2. Intensifikasi ekstensifikasi pendapatan daerah dari pajak retribusi lain-lain pendapatan Misi 2 : Mengembangkan kapasitas daerah Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Mewujudkan Meningkatnya kualitas 1.Perencanaan penganggaran Ketepatan waktu proses yang transparan penatausahaan Pengelolaan Keuangan akuntabel daerah pelaporan daerah sesuai peraturan perung-ungan uang berlaku 62

Misi 3 : Meningkatkan memperbaiki kinerja BUMD Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Mengoptimalkan Meningkatnya kinerja BUMD 1. Penataan kelembagaan Perubahan bentuk ba peningkatan kinerja BUMD hukum, penataan Ba Usaha Milik Daerah 2. Pengembangan Manajemen manajemen penyehatan BUMD BUMD. 3. Penguatan modal pengembangan usaha Misi 4 : Mengoptimalkan aset daerah Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatkan kontribusi Meningkatnya kualitas Verifikasi, klasifikasi Pendayagunaan kekayaan Pendapatan asli daerah aset (tanah, penilaian, daerah bagi pemda bangunan, kendaraan) Monitoring investigasi aset daerah 63

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF. Tabel T.V.C.17 Rencana Program Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran Penaan Indikatif Indikator Sasaran Tujuan Sasaran Kode Big Urusan Pemerintahan Program Prioritas Pembangunan Indiaktor Kinerja Program (outcome) kegiatan ( output) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 0) - 2012 Capaian Kinerja Program Kerangka Penaan Tahun-1 (2013) Tahun-2 (2014) Tahun-3 (2015) Tahun-4 (2016) Tahun-5 (2017) Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD target Rp000 target Rp000 target Rp000 target Rp000 target Rp000 target Rp000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 Urusan Wajib Mewujudkan yang transparan akuntabel Akuntabilitas kinerja Pemerintah daerah meningkat pelayanan administrasi perkantoran 1.20 Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi daerah, Perangkat Daerah, Kepagawaian persandian 1.20.09 DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 01.01 Penyediaan Jasa Rurat Menyurat Peningkatan kualitas pelayanan internal pelayanan administrasi perkantoran 100 100 4,326,568 100 5,496,921 100 6,004,327 100 6,604,760 100 7,265,236 100 29,697,812 DPPKA SKPD Penangung Jawab 1 tahun 100 19,549 100 22,345 100 24,575 100 27,033 100 29,736 100 29,736 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY Lokasi 65

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 01.02 Penyediaan Jasa 1 tahun 100 1,459,188 100 1,623,541 100 1,783,896 100 1,964,485 100 2,160,934 100 2,160,934 DPPKA DPPKA Komunikasi, Sumberdaya, Air pelayanan administrasi DIY 5 KPPD Listrik perkantoran se DIY 01.05 Penyediaan Jasa 40 gedung, 100 490,000 100 815,000 100 900,000 100 100 1,089,000 100 1,089,000 DPPKA DPPKA Jaminan Barang pelayanan 55 990,000 DIY Milik Daerah administrasi perkantoran kendaraan 01.06 Penyediaan jasa Pemeliharaan Perijinan Kendaraan Dinas Operasional 01.07 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan pelayanan administrasi perkantoran pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun 100 23,295 100 29,307 100 32,196 100 35,416 100 38,957 100 38,957 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 85 orang 100 198,240 100 198,240 100 198,240 100 218,064 100 239,873 100 239,873 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 01.08 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun, 10 gedung 100 574,990 100 596,696 100 646,566 100 711,222 100 782,344 100 782,344 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 01.10 Penyediaan Alat tulis kantor pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun, 65 jenis 100 336,098 100 368,997 100 403,697 100 444,066 100 488,473 100 488,473 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 01.11 Penyediaan Barang Cetakan penggandaan 01.12 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor pelayanan administrasi perkantoran pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun 100 320,160 100 405,800 100 446,380 100 491,018 100 540,119 100 540,119 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 15 jenis 100 79,989 100 92,088 100 101,296 100 111,426 100 122,569 100 122,569 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 01.14 Penyediaan peralatan rumah tangga pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun 100 20,099 100 39,765 100 43,741 100 48,115 100 52,927 100 52,927 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 66

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 01.15 Penyediaan bahan 1 tahun 100 68,865 100 74,805 100 80,817 100 100 97,788 100 97,788 DPPKA DPPKA bacaan pelayanan 88,898 DIY peraturan perungungan administrasi perkantoran 5 KPPD se DIY 01.17 Penyediaan Makanan Minuman 01.18 Rapat-rapat Koordinasi Konsultasi ke Luar Daerah 01.22 Penyediaan Jasa Keamanan Kantor/Gedung/Te mpat kerja pelayanan administrasi perkantoran pelayanan administrasi perkantoran pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun 100 110,868 100 125,870 100 138,268 100 152,094 100 167,304 100 167,304 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 1 tahun 100 524,635 100 996,976 100 1,081,710 100 1,189,710 100 1,308,681 100 1,308,681 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 6 orang 100 90,990 100 97,489 100 110,107 100 121,107 100 133,218 100 133,218 DPPKA Bangun tapan, Tegalre jo, Kalasan 01.26 Penyediaan Retribusi Sampah pelayanan administrasi perkantoran 1 tahun 100 9,600 100 10,000 100 11,000 100 12,100 100 13,310 100 13,310 DPPKA 5 KPPD se DIY Mewujudkan yang transparan akuntabel Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat penyediaan pemeliharaan sarana prasarana aparatur 02 Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur Peningkatan kualitas sarana prasarana kerja 02.02 Pengadaan Tanah Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 02.03 Pembangunan Gedung kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 100% 100 27,906,460 100 7,608,497 100 7,957,520 100 8,137,074 100 8,950,782 100 60,560,333 DPPKA 2 big 100-100 11,170,000 0-0 - 0-100 11,170,000 DPPKA Bantul, Sleman 2 gedung, 3.500 m2 100 20,369,000 100 11,087,000 100 30,000,000 0-0 - 100 61,456,000 DPPKA Bantul, Kulon progo 67

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 02.05 Pengadaan Kendaraan dinas /operasional Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 4 unit 100 1,650,000 100 1,059,463 0-100 530,000 100 583,000 100 583,000 DPPKA DPPKA DIY 02.07 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 6 jenis 100 363,887 100 691,855 100 718,690 100 790,559 100 869,615 100 869,615 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 02.09 Pengadaan peralatan gedung kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 6 jenis, 36 unit 100 573,994 100 655,248 100 720,772 100 792,850 100 872,135 100 872,135 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 02.10 Pengadaan Mebeleur Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 7 set, 11 buah 100 216,583 100 234,030 100 257,176 100 283,176 100 311,493 100 311,493 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 02.11 DED Pembangunan Gedung Kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 2 set gambar gedung, 2 set RAB 100 150,000 100 400,000 0-0 - 0-100 550,000 DPPKA Bantul, Sleman 02.21 Pemeliharaan Rutin/berkala rumah dinas Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 7 PBB, 1 tahun 100 44,931 100 49,424 100 54,367 100 59,804 100 65,784 100 65,784 DPPKA Gondoku suman, Kotagede, Umbulha rjo, Wirobraj an, Depok 68

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 02.22 Pemeliharaan rutin berkala gedung kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 1 tahun 100 530,850 100 883,080 100 971,388 100 1,068,526 100 1,175,379 100 1,175,379 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 02.24 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas operasional 02.26 Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor 02.28 Pemeliharaan rutin berkala peralatan gedung kantor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur) Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 1 tahun 100 652,118 100 785,020 100 863,522 100 949,874 100 1,044,862 100 1,044,862 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 1 tahun, 3 jaringan, 65 unit 7 jenis, 130 unit 100 849,850 100 951,978 100 1,047,176 100 1,151,893 100 1,267,083 100 1,267,083 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 100 167,250 100 195,885 100 215,473 100 237,020 100 260,722 100 260,722 DPPKA DPPKA DIY 5 KPPD se DIY 02.30 Pemeliharaan Arsip kendaraan bermotor Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 695.000 berkas, 15.000 buah, 30 buah 100 1,407,797 100 1,111,334 100 1,222,467 100 1,344,714 100 1,479,185 100 1,479,185 DPPKA 5 KPPD se DIY 02.31 Pemeliharaan Arsip Keuangan Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 17.500 berkas, 650 m2, 1.500 buah 100 154,000 100 169,400 100 186,340 100 204,974 100 225,471 100 225,471 DPPKA DPPKA DIY 02.32 Pemeliharaan Jaringan Sistem Informasi Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 1 tahun 100 73,908 100 81,298 100 85,363 100 93,900 100 103,290 100 103,290 DPPKA DPPKA DIY 02.40 Rehabilitasi Seg/Berat Jabatan Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur 2 unit 100 90,000 100 170,650 100 187,715 100 206,486 100 227,135 100 227,135 DPPKA Sewon, Depok 69

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 02.49 Perubahan Status Posentase 5 gedung, 100 133,300 100 169,828 100 186,811 100 205,492 100 226,042 100 226,042 DPPKA DPPKA Hukum Barang penyediaan 100 R.4, 25 DIY Daerah pemeliharaan Sarpras Aparatur R.2 Mewujudkan transparan akuntabel Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat PNS yang mengikuti diklat 02.57 Sensus Barang Milik Daerah 02.60 Monitoring investigasi barang milik daerah 05 Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur 05.02 Sosialisasi peraturan perungungan Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur Posentase penyediaan pemeliharaan Sarpras Aparatur Terwujudnya peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur PNS yang mengikuti sosialisasi /diklat 34 SKPD, 64 UPTD 100 330,000 0 0-0 - 0-100 330,000 DPPKA 34 SKPD+ UPTD se DIY 1 dokumen 100 148,990 100 149,260 100 198,000 100 217,800 100 239,580 100 239,580 DPPKA DPPKA DIY 100% 100% 550,318 100% 606,959 100% 652,162 100% 717,378 100% 789,116 100% 3,315,933 DPPKA 675 orang 100 195,000 100 243,119 100 267,431 100 294,174 100 323,591 100 323,591 DPPKA 5 KPPD se DIY 05.08 Bimtek Kasamsatan PNS yang mengikuti sosialisasi /diklat 168 orang 100 70,000 100 58,910 100 64,801 100 71,281 100 78,409 100 78,409 DPPKA 5 KPPD se DIY 05.42 Pembinaan pelaksanaan Bimtek bagi pengelola PNS yang mengikuti sosialisasi /diklat 186 orang 100 255,389 100 275,000 100 290,000 100 319,000 100 350,900 100 350,900 DPPKA DPPKA DIY 05.46 Pembinaan Teknis Penyusunan APBD PNS yang mengikuti sosialisasi /diklat 40 orang 100 29,929 100 29,930 100 29,930 100 32,923 100 36,215 100 36,215 DPPKA DPPKA DIY 70

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Mewujudkan Akuntabilitas daerah Terlaksananya pelaporan capaian 06 Program Peningkatan Pengembangan Terwujudnya akuntabilitas pelaporan 100% 100 155,730 100% 162,078 100 178,286 100% 178,115 100% 213,926 100% 888,135 DPPKA transparan meningkat kinerja Sistem Pelaporan capaian kinerja Capaian Kinerja akuntabel Keuangan 06.02 Penyusunan LAKIP, Rencana 3dokumen 100 7,494 100 8,243 100 9,067 100 9,974 100 10,971 100 10,971 DPPKA DPPKA Laporan Kinerja Kinerja DIY SKPD Tahunan Penetapan Kinerja Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah Mewujudkan transparan akuntabel Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lain-lain pendapatan Meningkatnya kualitas daerah kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendalian Akuntansi pelaporan 06.17 Penyusunan Laporan Keuangan SKPD 06.18 Penyusunan rencana program kegiatan SKPD serta Pengembangan Data Informasi 06.19 Monitoring evaluasi pelaksanaan program kegiatan SKPD 17 Program Peningkatan Pengembangan Daerah 17.04 Penyusunan Sisdur Pengelolaan Daerah Laporan smesteran, prognosis realisasi laporan akhir tahun SKPD Sinkronisasi pengembangan FGD penyusunan rencana program kegiatan instansi Kompilasi laporan rakor evaluasi realisasi pelaksanaan kegiatan peningkatan PAD Pergub Sosialisasi Sistem prosedur Pengelolaan Daerah 2 laporan 100 24,396 100 26,835 100 29,519 100 32,471 100 35,718 100 35,718 DPPKA DPPKA DIY 3 dokumen, 40 org, 3 kali 1 dokumen, 30 orang 100 92,245 100 92,245 100 101,469 100 93,616 100 120,978 100 120,978 DPPKA DPPKA DIY 100 31,595 100 34,754 100 38,229 100 42,052 100 46,258 100 46,258 DPPKA DPPKA DIY 10.26% 10.47% 8,306,453 11.49% 9,137,098 11.51% 10,050,808 11.52% 11,055,889 11.54% 12,161,478 11.54% 12,161,478 DPPKA 2 Pergub, 1 kali, 90 orang 100 90,000 0 0-0 - 0-0 - DPPKA DPPKA DIY 71

Mewujudkan transparan akuntabel Mewujudkan transparan akuntabel Mewujudkan transparan akuntabel Mewujudkan transparan akuntabel Mewujudkan transparan akuntabel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan 17.06 Penyusunan Rancangan Perda tentang APBD 17.07 Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran APBD 17.08 Penyusunan Rancangan Perda tentang Perubahan APBD 17.09 Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Perubahan APBD 17.10 Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawab an APBD Rancangan peraturan daerah tentang APBD Rancangan peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD Rancangan peraturan daerah tentang Perubahan APBD Rancangan peraturan gubernur tentang penjabaran perubahan APBD Rancangan peraturan daerah tentang pertanggungja waban pelaksanaan APBD 1 Raperda, 34 SKPD, 800 buku 1 raperda, 500 SET 1 Raperda, 500 buku 1 Rapergub, 500 buku 1 Raperda, 34 SKPD, 600 buku 100 699,048 100 713,208 100 738,208 100 812,029 100 893,232 100 893,232 DPPKA Proses penyusu nan APBD 100 727,524 100 757,524 100 782,524 100 860,776 100 946,854 100 946,854 DPPKA Proses penyusu nan penjabar an APBD 100 620,557 100 645,557 100 670,557 100 737,613 100 811,374 100 811,374 DPPKA Proses penyusu nan perubah an APBD 100 684,307 100 714,307 100 739,307 100 813,237 100 894,561 100 894,561 DPPKA Proses penyusu nan penjabar an perubah an APBD 100 412,272 100 453,500 100 498,850 100 548,735 100 603,608 100 603,608 DPPKA Proses penyusu nan pertangg ungjawab an pelaksan aan APBD 72

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Mewujudkan Meningkatnya Penurunan 17.11 Penyusunan Rancangan 1 100 100 133,096 100 100 161,046 100 177,151 100 177,151 DPPKA Proses kualitas temuan Rancangan peraturan Rapergub, 120,996 146,406 penyusu kelemahan Peraturan Kepala gubernur 150 buku nan transparan Sistem Daerah tentang tentang penjabar daerah pengendalia Penjabaran penjabaran an akuntabel n Akuntansi Pertanggungjawab pertanggungja pertangg an Pelaksanaan waban ungjawab pelaporan APBD pelaksanaan APBD an pelaksan aan APBD Mewujudkan Meningkatnya 17.15 Bimbingan Teknis 120 orang, 100 199,352 100 219,287 100 241,216 100 265,337 100 291,871 100 291,871 DPPKA DPPKA kualitas Implementasi Paket 4 akt DIY Regulasi tentang transparan akuntabel daerah Pengelolaan Keuangan Daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah Mewujudkan transparan akuntabel Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya kualitas daerah Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan peningkatan PAD Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan 17.19 Intensifikasi ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan pendapatan daerah 17.20 Penatausahaan pengendalian gaji pegawai daerah Pembinaan teknis implementasi paket regulasi tentang penyusunan laporan Konsultasi, fasilitasi penerimaan a perimbangan, rekonsiliasi data DBH PBB BP PBB Pendampingan pencetakan daftar gaji, laporan tahunan realisasi gaji koordinasi IWP dengan pihak ketiga, pemerintah pusat provinsi lain 5 dokumen 100 537,715 100 564,600 100 591,486 100 650,635 100 715,698 100 715,698 DPPKA Proses intensifik asi ekstensif ikasi sumbersumber pendapat an daerah 34 SKPD 100 476,741 100 389,000 100 395,000 100 434,500 100 477,950 100 477,950 DPPKA Proses penataus ahaan pengend alian gaji pegawai pemda DIY 73

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya kualitas daerah peningkatan PAD peningkatan PAD peningkatan PAD peningkatan PAD peningkatan PAD Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan 17.21 Intensifikasi ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di KPPD Bantul 17.22 Intensifikasi ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di KPPD Gunungkidul 17.23 Intensifikasi ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di KPPD Kota Yogyakarta 17.24 Intensifikasi ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di KPPD Kulonprogo 17.25 Intensifikasi Ekstensifikasi Sumber-sumber Pendapatan di KPPD Sleman 17.26 Pembinaan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemungutan pajak kendaraan bermotor, Retribusi lain-lain pendapatan Pemungutan pajak kendaraan bermotor, Retribusi lain-lain pendapatan Pemungutan pajak kendaraan bermotor, Retribusi lain-lain pendapatan Pemungutan pajak kendaraan bermotor, Retribusi lain-lain pendapatan Pemungutan pajak kendaraan bermotor, Retribusi lain-lain pendapatan Keputusan pengguna anggaran, kuasa pengguna anggaran bendahara Rp. 152.327.02 2.000,-, 250.000 lembar Rp. 49.839.50 0.000,-, 270.000 lembar Rp. 176.985.16 3.000,- Rp. 44.256.00 0.000,- Rp. 331.669.34 0.000,-, 250.000 lembar 3 SK Gub, 1 Pergub, 5 bank 100 1,007,672 100 1,057,958 100 1,163,754 100 1,280,129 100 1,408,142 100 1,408,142 DPPKA 15 kecamat an di Bantul 100 547,131 100 495,000 100 544,500 100 598,950 100 658,845 100 658,845 DPPKA 18 kecamat an di Gunungki dul 100 1,071,050 100 1,260,090 100 1,386,099 100 1,524,708 100 1,677,179 100 1,677,179 DPPKA 14 kecamat an di Kota Yogyakar ta 100 628,055 100 660,000 100 726,000 100 798,600 100 878,460 100 878,460 DPPKA 12 kecamat an di Kulonpro go 100 1,658,419 100 1,500,000 100 1,650,000 100 1,815,000 100 1,996,500 100 1,996,500 DPPKA 16 kecamat an di Sleman 100 75,000 100 165,000 100 181,500 100 199,650 100 219,615 100 219,615 DPPKA Proses penyusu nan kebijakan pengelol aan 74

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Meningkatnya 17.28 Pembinaan Penilaian 1 Pergub, 1 kualitas Pengelolaan workshop PPK SK Gub, 3 Keuangan BLUD BLUD SKPD daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Mewujudkan yang teransparan akuntabel Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya kualitas daerah Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan peningkatan PAD peningkatan PAD peningkatan PAD peningkatan PAD Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan 17.29 Pembinaan Pengelolaan Pajak Daerah 17.31 Pelayanan Kesamsatan 17.39 Penyusunan Penghitungan Dasar Pengenaan PKB BBNKB 17.46 Perencanaan pengendalian pendapatan daerah 17.49 Penyusunan laporan dekonsentrasi tugas pembantuan Pembinaan teknis aparat pajak daerah Pelayanan wajib pajak kendaraan bermotor, publikasi software aplikasi Dasar pengenaan PKB, BBNKB Tabel NJKB Dokumen perencanaan pengendalian pendapatan daerah Laporan a dekonsentrasi TP di wilayah DIY 100 90,000 100 90,000 100 99,000 100 108,900 100 119,790 100 119,790 DPPKA Kab. Sleman Kota Yogyakar ta 50 orang 100 400,355 100 420,390 100 440,000 100 484,000 100 532,400 100 532,400 DPPKA DPPKA DIY 6 pameran, 5 SKH, spanduk, 3 software 1 Pergub, 1 tabel 100 717,475 100 753,349 100 789,000 100 867,900 100 954,690 100 954,690 DPPKA Proses pelayana n pajak kendaraa n bermoto r 100 168,870 100 177,870 100 185,000 100 203,500 100 223,850 100 223,850 DPPKA DPPKA DIY 1 dokumen 100 173,490 100 182,164 100 190,443 100 209,487 100 230,436 100 230,436 DPPKA Proses perencan aan pengend alian pendapat an daerah 2 laporan, 24 SKPD, 25 SK Gub 100 142,705 100 142,705 100 156,975 100 172,673 100 189,940 100 189,940 DPPKA DPPKA DIY 75

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Meningkatnya 17.50 Pembinaan Penyelenggara pendapatan daerah PAD Pengelolaan an koordinasi dari pajak, terhadap Retribusi Daerah pembinaan retribusi lainlain APBD retribusi pendapatan daerah Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembanguna n daerah Mewujudkan yang teransparan akuntabel Mewujudkan yang teransparan akuntabel Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah Meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat Meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan PAD terhadap APBD PAD terhadap APBD PAD terhadap APBD 17.60 Pengesahan Penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran 17.61 Pengesahan Penetapan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran 17.64 Penggalian sumber-sumber potensi pendapatan daerah 17.66 Peningkatan Kualitas pemungutan pajak daerah di KPPD Kota Yogyakarta 17.66 Peningkatan Kualitas pemungutan pajak daerah di KPPD Sleman Dokumen pelaksanaan laporan cash bughet idle cash, SPD SKPD Dokumen pelaksanaan perubahan, laporan cash bughet idle cash, SPD SKPD Dokumen sumbersumber potensi pendapatan daerah Sertifikasi ISO 9001 : 2008 Sertifikasi ISO 9001 : 2008 36 kali 100 163,281 100 171,445 100 180,017 100 198,019 100 217,821 100 217,821 DPPKA Proses pembuin aan pengelol aan retribusi daerah di DIY 34 SKPD, 390 buku, 4 triwulan 34 SKPD, 390 buku, 1 triwulan 100 312,965 100 332,965 100 352,965 100 388,261 100 427,087 100 427,087 DPPKA Kecamat an Danureja n 100 302,333 100 319,175 100 1 dokumen 100 119,504 100 119,321 100 1 sertifikat, 1 aplikasi, 1 unit mobil, 2 unit SPM 1 sertifikat, 1 aplikasi, 25 org, 1 hr, 2 kl 339,175 100 373,093 100 410,402 100 410,402 DPPKA Kecamat an Danureja n 100 144,378 100 158,816 100 158,816 DPPKA Proses 131,253 penggali an potensi sumber pendapat an daerah 100 70,000 100 137,000 100 84,700 100 93,170 100 102,487 100 102,487 DPPKA KPPD Yogyakar ta 100 70,000 100 137,000 100 84,700 100 93,170 100 102,487 100 102,487 DPPKA KPPD Sleman 76

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Mewujudkan yang transparan akuntabel Meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah bagi pemda Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah aset Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Aset Daerah Yang dapat dimanfaatk an Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan 17.70 Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah 17.72 Pembinaan Pengembangan pelaksanaan Program Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) 17.68 Pembinaan pengembangan program gaji pegawai daerah 17.69 Peningkatan pelayanan sistem penerbitan SP2D 17.73 Implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Acrual Kompilasi laporan smesteran akhir tahun anggaran pemerintah daerah Software pendampingan entri data dalam aplikasi barang persediaan, SIMA, SIPKD Modul Aset Program gaji pegawai daerah terpelihara sesuai peraturan Penerbitan, Pencetakan pemeliharaan perangkat penerbitan SP2D Kebijakan akuntansi berbasis acrual tersosialisasi kepada semua SKPD 2 laporan, 34 SKPD 3 aplikasi, 194 orang 1 paket program 1 paket program 100 280.623 100 308,685 100 339.553 100 373.508 100 410.859 100 410.859 DPPKA Proses penyusu nan laporan keuanga n pemerint ah daerah 100 192,374 100 168,674 100 185,541 100 204,095 100 224,505 100 224,505 DPPKA DPPKA DIY 100 150000 100 165,000 100 175.000 100 192.500 100 211.750 100 211.750 DPPKA Proses gaji pegawai daerah 100 105.000 100 115,000 100 125.000 100 137500 100 151.250 100 151.250 DPPKA DPPKA DIY 34 SKPD 100 150,000 100 265,000 100 181,500 100 199,650 100 219,615 100 219,615 DPPKA Kota Yogyakar ta 77

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Meningkatkan Meningkatnya 17.74 Peningkatan Sertifikasi ISO 1 sertifikat, 100 70,000 100 137,000 100 84,700 100 93,170 100 102,487 100 102,487 DPPKA KPPD di pelayanan pendapatan daerah PAD Kualitas 9001 : 2008 1 aplikasi Bantul prima dari pajak, terhadap Pemungutan Pajak kepada retribusi lainlain APBD Daerah di KPPD masyarakat pendapatan Bantul Meningkatkan Meningkatnya 17.75 Peningkatan Sertifikasi ISO 1 sertifikat, 100 100 137,000 100 84,700 100 93,170 100 102,487 100 102,487 DPPKA KPPD pelayanan pendapatan daerah PAD Kualitas Pelayanan 9001 : 2008 1 aplikasi 70,000 Gunungki prima dari pajak, terhadap Pemungutan Pajak dul kepada retribusi lainlain APBD Daerah di KPPD masyarakat pendapatan Gunungkidul Meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat Meningkatkan kontribusi PAD bagi Pemda Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Meningkatnya pendapatan daerah dari pajak, retribusi lainlain pendapatan Meningkatnya kualitas aset daerah Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya transparansi akuntabilitas penyusunan APBD Kab./Kota Meningkatnya transparansi akuntabilitas penyusunan APBD Kab./Kota PAD terhadap APBD Aset Daerah Yang dapat dimanfaatk an Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan Jumlah Raperda APBD Kab/Kota yang di evaluasi Jumlah Raperda APBD Kab/Kota yang di evaluasi 17.76 Peningkatan kualitas pelayanan pemungutan pajak daerah di KPPD Kulonprogo 17.82 Penatausahaan Barang Milik Daerah 17.83 Penyusunan Aplikasi Dana Hibah Bansos 18 Program Pembinaan fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota 18.01 Evaluasi Rancangan Perda tentang APBD Kab/Kota Sertifikasi ISO 9001 : 2008 Laporan mutasi, daftar kebutuhan, daftar kebutuhan pemeliharaan, rencana kebutuhan RKPBD Sistem Aplikasi a hibah bansos Peningkatan kabupaten/ko ta sesuai peraturan perungan yang berlaku Evaluasi Raperda Pertanggungja wabanan, Perubahan perda APBD kab/kota 1 sertifikat, 1 aplikasi 1 buku, 194 orang pengelola barang 1 program aplikasi 5 Pergub, 5 kab/kota, 100 70,000 100 137,000 100 84,700 100 93,170 100 102,487 100 102,487 DPPKA KPPD Kulonpro go 100 135,000 - - - - - - - - 100 135.000 DPPKA Proses penata usahaan barang milik daerah 100 58,959 0 0-0 - 0-100 58,959 DPPKA DPPKA DIY 100% 100% 494,996 100% 350,653 100% 375,545 100% 419,340 100% 455,975 100% 2,096,509 DPPKA 100 396,000 100 460,000 100 506,000 100 556,600 100 612,260 100 2,530,860 DPPKA Kab/Kota se DIY 78

Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Meningkatnya transparansi akuntabilitas penyusunan APBD Kab./Kota Meningkatnya transparansi akuntabilitas penyusunan APBD Kab./Kota Akuntabilitas daerah meningkat Akuntabilitas daerah meningkat Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah Jumlah Raperda APBD Kab/Kota yang di evaluasi Jumlah Raperda APBD Kab/Kota yang di evaluasi penyimpan gan pada obyek pemeriksa an penyimpan gan pada obyek pemeriksa an Penurunan temuan kelemahan Sistem pengendali an Akuntansi pelaporan penyimpan gan pada obyek pemeriksa an 18.02 Evaluasi Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran APBD Kab/Kota 18.06 Rapat Kerja Pengelolaan Keuangan Kabupaten / Kota 20 Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH 20.03 Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah 20.06 Tindaklanjut Hasil Temuan Pengawasan 20.13 Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi Evaluasi Rancangan Peraturan Walikota/Bupati tentang Penjabaran Pertanggungjawa ban, Penjabaran Perubahan, Penjabaran APBD Raker kab/kota Persentase penyimpangan pada obyek pemeriksaan Monitoring pengendalian manajemen pelaksanaan kebijakan kepala daerah Laporan tindak lanjut hasil pemeriksaan Tuntutan perbendaharaan tuntutan ganti rugi 5 Pergub, 5 kab/kota, 2 kali 2 kali, 75 orang 100 148,824 100 148,824 100 100 54,858 0 0 0 163,707 75% 60% 3,144,764 45% 3,130,000 30% 3,150,00 0-100 180,077 100 198,085 100 839,517 DPPKA Kab/Kota se DIY 0-0 - 100 54,858 DPPKA Kota Yogyakar ta 15% 3,208,000 0% 3,230,000 0% 3,230,000 Inspektorat 34 SKPD 100 118,009 100 123,909 100 130,000 100 143,000 100 157,300 100 157,300 DPPKA Kab/Kota se DIY 1 laporan, 35 buku 100 65,753 100 72,328 100 79,561 100 87,517 100 96,268 100 96,268 DPPKA Pemda DIY 61 orang 100 75,000 100 91,688 100 100,856 100 110,942 100 122,036 100 122,036 DPPKA Proses TPTGR 79

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Mewujudkan yang transparan akuntabel Mewujudkan yang transparan akuntabel Meningkatkan kualitas SDM Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat Meningkatnya kemampuan SDM Pengelola aset Persentase unit kerja yang menerapkan sistem administrasi naskah dinas terpadu rancangan produk hukum yang terselesaikan PNS yang menguasai operasional SIPKD 23 Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi 23.05 Pengelolaan data Pengembangan Teknologi Informasi 26 Program Penataan Peraturan perungungan 26.26 Penyusunan Rapergub tentang Tata Kelola Pendapatan dari Jasa Layanan 36 Program Peningkatan Kapasitas Keuangan Pemerintah Daerah Persentase unit kerja yang menerapkan sistem administrasi naskah dinas terpadu. Website, Data base, Company profile Rancangan produk hukum yang terselesaikan Rapergub tentang Tata kelola Pendapatan dari jasa Layanan, Sosialisasi PNS yang menguasai operasional SIPKD 20% 25% 58,832 35% 35,200 50% 36,960 70% 40,656 95% 44,721 95% 44,721 DPPKA 1 paket 25% 58,832 35% 35,200 50% 36,960 70% 40,656 95% 44,721 95% 44,721 DPPKA DPPKA DIY 100% 100% 1 Rapergub, 60 orang 41,950 0% 0 0% 100% 41,950 0% 0 0% - - 0% - 0% - 100% 41.950 DPPKA 0% - 0% - 100% 41.950 DPPKA DPPKA DIY 5.97% 100% 600,000 100% 660,000 100% 726,000 100% 798,460 100% 878,460 100% 878,460 DPPKA Meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah bagi pemda Meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah bagi pemda Meningkatnya kualitas daerah Meningkatnya kualitas daerah aset aset Aset daerah yang dapat dimanfaatkan Aset daerah yang dapat dimanfaatkan 36.01 Pembinaan Pengembangan Pelaksanaan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah 39 Program Pengembangan Investasi Aset Daerah 39.01 Peningkatan Status Atas Hak Tanah Pelatihan Pendampingan implementasi SIPKD Aset daerah yang dioptimalkan Jumlah aset tanah pemda yang di sertifikatkan 34 SKPD, 63 PA/KPA 100% 600,000 100% 660,000 100% 726,000 100% 798,460 100% 878,460 100% 878,460 DPPKA 34 SKPD se DIY 11.29% 11.43% 382,920 11.57% 381,942 11.71% 401,938 11.86% 431,938 12.00% 469,386 12.00% 469,386 DPPKA 41 big, 125 warkah 20 115,000 27 103,227 34 113,550 41 124,905 49 137,396 49 137,396 DPPKA Proses penyeles aian aset tanah pemda DIY 80

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Meningkatkan Meningkatnya 39.02 Peningkatan 30 unit 100 267,920 100 291,791 100 320,970 100 353,067 100 388,373 100 388,373 DPPKA Kab/Kot kontribusi kualitas Aset daerah Manajemen Aset / aset daerah sewa, 29 a se DIY pendapatan aset yang dapat Barang Daerah yang dapat unit pinjam asli daerah daerah dimanfaatkan dioptimalkan pakai bagi pemda Meningkatkan Meningkatnya 39.003 Penatausahaan Laporan 1 buku, 194 - - 100 522,951 100 575,246 100 632,770 100 696,047 100 696,047 DPPKA Proses kontribusi kualitas Aset daerah Barang Milik mutasi, daftar orang penataus pendapatan aset yang dapat Daerah kebutuhan, pengelola ahaan asli daerah daerah dimanfaatkan daftar barang barang bagi pemda kebutuhan pemeliharaan, RK RKPBD milik daerah Mengoptimal kan Meningkatnya kinerja BUMD deviden 46 Program pengembangan deviden BUMD 22% 22% 321,500 22% 350,000 23.10% 385,000 25.60% 400,000 28.30% 425,000 28.30% 425,000 DPPKA peningkatan BUMD Pembinaan Ba terhadap total kinerja BUMD terhadap total penyertaan modal BUMD Usaha Milik Daerah penyertaan modal BUMD) 46.01 Peningkatan Penyehatan 6 BUKP, 18 100 321,500 100 353,650 100 389,015 100 427,916 100 470,708 100 470,708 DPPKA Danurejan, deviden Pengembangan BUKP, Training org, 5 kl, 1 Jetis, BUMD Manajemen Ba Motivasi, Rapergub Kotagede, terhadap Usaha Milik Daerah Penyusunan Mantrijeron total Standar gaji,kalibawang penyertaan BUKP,, Moyu modal BUMD RakerBUMD BUKP deviden BUMD terhadap total penyertaan modal BUMD deviden BUMD terhadap total penyertaan modal BUMD 46.02 Pembinaan BUKP Keputusan Gubernur tentang laporan Keuangan BUKP, RKAT laporan Perkembangan BUKP 46.03 Peningkatan Manajemen Lembaga Keuangan Mikro Sistem Informasi Teknologi Sertifikasi BUKP 2 Keputusan Gubernur, 1 pedoman, 1 dokumen 1 software, 75 BUKP, 20 orang, 100 250,000 100 250,000 100 275,000 100 302,500 100 332,750 100 332,750 DPPKA 75 kecamatan 100 500,000 - - - - - - - - 100 500,000 DPPKA 75 kecamatan 81

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD Indikator Kinerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta bertujuan untuk memberikan gambaran pencapaian visi misi instansi sekaligus mendukung mengukur keberhasilan pencapaian visi misi Gubernur. Adapun Indikator Kinerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012-2017 adalah sebagai berikut : Tabel T.VI C.18 Indikator Kinerja SKPD INDIKATOR KINERJA Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 0) (2012) Tahun-1 (2013) Tahun-2 (2014) Target Capaian Setiap Tahun Tahun -3 (2015) Tahun-4 (2016) Tahun-5 (2017) Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD 1 2 3 4 5 6 7 8 kontribusi PAD terhadap pendapatan Daerah deviden BUMD terhadap jumlah total penyertaan modal BUMD Aset Daerah yang dapat dimanfaatkan Penurunan Temuan Kelemahan Sistem Pengendalian Akuntansi Pelaporan 43.90% 44.34% 51.47% 51.48% 51.49% 51.49% 51.49% 22% 31,56% 26,13% 22,95% 24,45% 28,36% 28,36% 11,29% 11,43% 11,57% 11,71% 11,86% 12% 12% 12 12 12 12 12 12 12 82

LAMPIRAN PERENCANAAAN STRATEJIK DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2012-2017 Visi : Terwujudnya aset terbaik se Indonesia Misi : 1. Mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Daerah 2. Mengembangkan Kapasitas Daerah 3. Meningkatkan memperbaiki kinerja BUMD 4. Mengoptimalkan aset daerah 5. Meningkatkan kualitas pelayanan publik 6. Meningkatkan profesionalisme SDM Kebijakan : 1. Peningkatan koordinasi kualitas SDM pengelola pendapatan daerah 2. Peningkatan pelayanan, Pemenuhan Sarpras, Sistem 3. Perubahan bentuk ba hukum,penataan manajemen penyehatan BUMD. 4. Pendayagunaan kekayaan daerah 5. Ketepatan waktu proses 6. Pemberian penghargaan sanksi No. Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Utama Satuan Target Kinerja Tahun ke 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Meningkatkan kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan daerah 1.1 Meningkatnya Pendapatan Daerah dari Pajak, Retribusi Lain-lain Pendapatan 1.1.1 Kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap Pendapatan Daerah % 44.34 51.47 51.48 51.49 51.49 1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2 Mewujudkan yang transparan akuntabel 2.1 Meningkatnya kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah 2.1.1 Penurunan Temuan Kelemahan Sistem Pengendalian Akuntansi Pelaporan Jumlah 12 12 12 12 12 3 Mengoptimal kan peningkatan kinerja BUMD 3.1 Meningkatnya kinerja BUMD 3.1.1 deviden BUMD terhadap jumlah total penyertaan modal BUMD % 31,56 26,13 22,95 24,45 28,36 4 Meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah bagi pemda 4.1 Meningkatnya kualitas aset daerah 4.1.1 aset daerah yang dapat dimanfaatkan % 11.43 11.57 11.71 11.86 12 2

3