PEMURNIAN PRODUK FERMENTASI

dokumen-dokumen yang mirip
Nimas Mayang Sabrina S, STP, MP Lab. Bioindustri, Jur Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya

Materi Kuliah. Nur Hidayat Lab Bioindustri dan Pengelolaan Limbah Jur TIP FTP Unibraw Malang

Downstream processing

TEKNOLOGI PRODUKSI ENZIM MIKROBIAL

Distilasi, Filtrasi dan Ekstraksi

EKSTRAKSI DNA. 13 Juni 2016

BAB I PENDAHULUAN. digunakan sebagai flokulan alami yang ramah lingkungan dalam pengolahan

Coagulation. Nur Istianah, ST,MT,M.Eng

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengantar Teknik Kimia Sesi 1: Peralatan Proses. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT.

Peningkatan Kualitas Air Tanah Gambut dengan Menggunakan Metode Elektrokoagulasi Rasidah a, Boni P. Lapanporo* a, Nurhasanah a

PENENTUAN KADAR KARBONAT DAN HIDROGEN KARBONAT MELALUI TITRASI ASAM BASA

JAWABAN 1. REVERSE OSMOSIS (RO)

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TEKNIK PENGOLAHAN AIR

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

REVERSE OSMOSIS (OSMOSIS BALIK)

a. Pengertian leaching

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. produksi garam dapur, gula, sodium sulphat, urea, dan lain-lain. pada batas kristalisasi dan batas kelarutan teoritis.

II. DESKRIPSI PROSES

PERANCANGAN PERPIPAAN PADA PROSES PRODUKSI CARBONATED SOFT DRINK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Tugas Prarancangan Pabrik Kimia Prarancangan Pabrik Aseton Sianohidrin dari Aseton dan HCN BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. bahan-bahan yang ada dialam. Guna memenuhi berbagai macam kebutuhan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENGANTAR. Prarancangan Pabrik Sodium Tripolyphosphate dari Asam Fosfat dan Natrium Karbonat dengan Kapasitas 70.

Revisi BAB I PENDAHULUAN

Pengolahan Pelumas Bekas Secara Fisika

TEKNOLOGI PROSES HILIR (DOWNSTREAM PROCESSING TECHNOLOGY)

KULIAH TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN GULA, GARAM DAN ASAM. Disiapkan oleh: Siti Aminah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

DIAGRAM ALIR 4. Teknik Lingkungan. Program Studi. Nama Mata Kuliah. Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum. Jumlah SKS 3

Nimas Mayang Sabrina S, STP, MP Lab. Bioindustri, Jur Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya

PEMISAHAN CAMPURAN proses pemisahan

KIMIA TERAPAN (APPLIED CHEMISTRY) (PENDAHULUAN DAN PENGENALAN) Purwanti Widhy H, M.Pd Putri Anjarsari, S.Si.,M.Pd

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pabrik Asam Sitrat dari Nira Sorgum dengan Proses Submerged Fermentation menggunakan Aspergillus niger

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. manusia, fungsinya bagi kehidupan tidak pernah bisa digantikan oleh senyawa

SISTEM PROCES PENGOLAHAN AIR MINUM DENGAN PROSES PEMURNIAN AIR REVERSE OSMOSIS SYSTEM

Ajeng Rahmasari NIM 12/330087/TK/

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mutu air adalah kadar air yang diperbolehkan dalam zat yang akan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

TINGKATAN KUALISTAS KITOSAN HASIL MODIFIKASI PROSES PRODUKSI. Abstrak

I. PENDAHULUAN. Proses pengendapan senyawa-senyawa anorganik biasa terjadi pada peralatanperalatan

MATERI DAN PERUBAHANNYA. Kimia Kesehatan Kelas X semester 1

BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat Bahan

Jurusan. Teknik Kimia Jawa Timur C.8-1. Abstrak. limbah industri. terlarut dalam tersuspensi dan. oxygen. COD dan BOD. biologi, (koagulasi/flokulasi).

BAGIAN IV: PEMILIHAN PROSES PENGOLAHAN

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangangan Pabrik HPAM dari Monomer Acrylamide Kapasitas ton/tahun

PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN PENGAMBILAN SAMPEL LARUTAN CaCO 3 3% TERHADAP JUMLAH ENDAPAN PADA ALAT FILTER PRESS

Mikrobiologi Industri

Pemurnian Garam Lokal Untuk Konsumsi Industri Syafruddin dan Munawar ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PENGOLAHAN AIR LIMBAH SECARA FISIK

PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN PENGAMBILAN SAMPEL LARUTAN CaCO 3 4% TERHADAP JUMLAH ENDAPAN PADA ALAT FILTER PRESS

Proses Hulu dalam Bioteknologi Industri

II. DESKRIPSI PROSES. Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dapat dihasilkan melalui beberapa

HASIL DAN PEMBAHASAN. Lanjutan Nilai parameter. Baku mutu. sebelum perlakuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang lebih rendah dan setelah mengalami bermacam-macam perlawanan

TINGKATAN KUALITAS KITOSAN HASIL MODIFIKASI PROSES PRODUKSI. Abstrak

Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

I PENDAHULUAN. Pemikiran,(6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2012

Pendahuluan PRODUKSI ASAM SITRAT SECARA FERMENTASI. Sejarah Asam sitrat. Kegunaan asam sitrat

PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN PENGAMBILAN SAMPEL LARUTAN CaCO 3 1% TERHADAP JUMLAH ENDAPAN PADA ALAT FILTER PRESS

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1 PEMISAHAN KOMPONEN DARI CAMPURAN 11 NOVEMBER 2014 SEPTIA MARISA ABSTRAK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. Oleh DEDY BAHAR 5960

Nimas Mayang Sabrina S, STP, MP Lab. Bioindustri, Jur Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN III (PEMURNIAN BAHAN MELALUI REKRISTALISASI)

LABORATORIUM PERLAKUAN MEKANIK

Pemisahan dengan Pengendapan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

TEKNOLOGI FERMENTASI ED. 2

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kehidupan manusia, karena air diperlukan untuk bermacam-macam kegiatan seperti

ALTERNATIF PENGENDALIAN PENCEMARAN LIMBAH NIKEL - KROM PADA INDUSTRI KECIL PELAPISAN LOGAM

PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS DENGAN MENGGUNAKAN FILTER MEMBRAN

I. PENDAHULUAN. terjadi pada permukaan peralatan penukar panas yang disebabkan oleh

BAB I PENDAHULUAN. mengandung bahan anorganik yang berisi kumpulan mineral-mineral berdiameter

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Deskripsi. SINTESIS SENYAWA Mg/Al HYDROTALCITE-LIKE DARI BRINE WATER UNTUK ADSORPSI LIMBAH CAIR

RECOVERY ALUMINA (Al 2 O 3 ) DARI COAL FLY ASH (CFA) MENJADI POLYALUMINUM CHLORIDE (PAC)

FAKULTAS BIOLOGI LABORATORIUM GENETIKA & PEMULIAAN INSTRUKSI KERJA UJI

II. TINJAUAN PUSTAKA. Fospor (P) merupakan salah satu unsur hara esensial makro selain N dan K yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juli 2013 di Laboratorium Kimia

PENGOLAHAN AIR SUNGAI UNTUK BOILER

Bab IV Hasil Dan Pembahasan

Transkripsi:

PEMURNIAN PRODUK FERMENTASI Nimas Mayang Sabrina S., STP MSc Sakunda Anggarini, STP, MSc Agro-industrial Departement Brawijaya University 2014

Outline - Pendahuluan - Macam metode pemisahan produk fermentasi

Proses Fermentasi Bahan Baku Mikroorganimse Upstream processing Fermentasi Pemurnian produk Downstram processing Limbah Produk

PERMURNIAN (PURIFIKASI) Proses pemisahan hasil fermentasi dengan mediumnya, sehingga menghasilkan produk murni hasil fermentasi

Tahapan Pemurnian Kultur Fermentasi Penghilanga n kotoran yang tidak dapat terlarut fraksi terlarut Ekstraksi produk cair Konsentrasi produk berbentuk konsentrat Sel dan pengotor lain Pengotor Purifikasi Produk Murni

Metode-metode purifikasi 1. Secara Gravitasional Terdiri dari dua metode yaitu sentrifugasi dan flokulasi. 2. Secara Mekanis Metode secara mekanis dicontohkan dengan filtrasi dan dianalisis. 3. Penggunaan sifat permukaan Metode ini terdiri dari adsorpsi, ion-exchange, dan flotasi. 4. Secara Elektrik Metode secara elektrik ini menggunakan elektrofresis, elektrodialisis dan elektro-osmosis.

SENTRIFUGASI Sentrifugasi meliputi pemisahan cairan dan partikel berdasar densitas. Sentrifugasi dapat digunakan untuk pemisahan sel dari cairan kultur, sel pecah dari cairan, dan kelompok endapan Ada beberapa tipe, yaitu : tubular bowl centrifuge, disc bowl centrifuge, perforate bowl basket centrifuge, zonal ultracentrifuge

Tubular Bowl Centrifuge Paling umum digunakan untuk pemisahan padat-cair, isolasi enzim. Dapat dicapai pemisahan yang baik untuk sel mikrobia dalam larutan. Disc Bowl Centrifuge Secara luas digunakan untuk memisahkan sel. Dapat untuk memisahkan sel mikrobia yang dipecah dan endapan protein

Perforate Bowl Basket Centrifuge Pengecualian pada pemisahan adsorpbent, seperti selulosa dan agarosa Zonal Ultracentrifuge Digunakan dalam industri vaksin karena dapat secara mudah memisahkan sel yang dipecah dari virus. Dapat untukmengendapkan protein dengan baik. Secara eksperimental digunakan untuk pemurnian RNA polymerase dan berbagai enzim.

KOAGULASI & FLOKULASI Koagulasi ditetapkan untuk proses-proses biologikal jika partikel kecil secara langsung melekat satu dengan lainnya. Flokulasi adalah agensia yang bekerja untuk menggabungkan partikel Teknik koagulasi dan flokulasi biasanya digunakan untuk sel utuh, sel pecah atau protein terlarut.

Sel Utuh Banyak agensia flokulasi digunakan untuk pemisahan produk, seperti : polielektrolit anionik dan kationik, alumina, dan polimer sintetik. Sedikit informasi yang diketahui tentang koagula, tetapi beberapa koagulan anorganik aluminium, garam besidan garamkalsium telah banyak dipelajari

Sel hancur dan protein Koagulasi dan flokulasi banyak digunakan dengan dilakukan agitasi Koagulasi dan flokulasi dapat digunakan sebagai alternatif metode presipitasi pada pemisahan enzim Agensia yang digunakan untuk sel utuh adalah sama dengan untuk sel hancur maupun protein

FILTRASI Filter menggunakan kain saring atau beberapa bahan porus dengan menggunakan tekanan untuk mendorong partikel melewati filter Elemen-elemen dipisahkan berdasarkan ukuran. Filtrasi untuk meterial biologi umumnya menggunakan batch filtration, rotary drum filtration, atau ultrafiltration methods.

Batch Filtration Biasanya dengan tekanan konstan dari pompa mendorong cairan melewati filter Filter cake akan terbentuk sebagai akibat proses filtrasi dan menahan laju filtrasi Filter press adalah yang umum digunakan dalam industri Dapat digunakan untuk memisahkan sel tetapi tidakdapat bekerja dengan baik untuk sel hewan dan tumbuhan

Rotary Drum Filtration Solution is vacuumed upward where it crosses a filter septum removed by a positive displacement pump Filter cake is removed after each rotation to give a fresh surface for filtration Rotary vacuum filters can be used to efficiently remove mycelia, cells, proteins, and enzymes, though a filter aid or precoat of the septum may be necessary

Ultrafiltration Utilizes a membrane to separate particles that are much larger than the solvent used Successful removal occurs in the partical size range of 10 solvent molecular diameters to 0.5 μ

PRESIPITASI Presipitasi adalah prosedur penambahan larutan ionik untuk membuat larutan fermentasi menjadi bentuk partikel yang tidak larut. Presipitasi biasanya untuk memisahkan enzim atau protein Cara yang sederhana biasanya dengan mengubah ph dan suhu Presipitasi dapat dilakukan secara batch atau kontinyu.

Variasi suhu dan ph Umumnya kebanyakan protein dan enzim meningkat kelarutannya dengan meningkatnya suhu Dengan mengatur ph, polaritas enzim dapat diturunkan sehingga tidak bermuatan, poliratas yang paling rendah menjadikan enzim sedikit larut dan cairan.

Presipitasi oleh Solven Organik Dengan penambahan solven organik ke cairan fermentasi, konstanta dielektrik akan turun menyebabkan kelaturan berkurang. Sering digunakan secara industri karena murah dan sederhana Presipitasi oleh Ion Logam Garam metal dengan solubilitas lebih rendah dapat dibentuk oleh enzim dan protein. Garam Mangan dapat digunakan untuk pengendapan asam nukleat.

Pemurnian Asam sitrat Metode yang digunakan terdiri dari dua teknik yaitu presipitasi dan filtrasi. Langkah-langkahnya yaitu : - Cairan asam sitrat dari fermentor produksi sangat terkontaminasi oleh biomass, garam, sukrosa, dan air. Pertama, asam sitrat harus direaksikan dengan kalsium karbonat untuk menatralisasi larutan dan membentuk presipitat tidak larut kalsium sitrat Kalsium sitrat mengandung asam sitrat 74%. - Reaksi Kimianya adalah: CaCO 3 + Citric Acid CO 2 + Calcium Citrate

Pemurnian Asam sitrat Kalsium sitrat kemudian dicuci, dipanaskan dan disaring untuk menghilangkan kontaminan Tergantung rancangan skema pemurnian, filter dapat ditempatkan sebelum reaksi pertama dengan kalsium karbonat. Secara sederhana filter dapat memisahkan sebagian besar kontaminan tergantunng ukurannya dilanjutkan untuk kontaminan yang lebih kecil pada filter berikutnya Kalsium sitrat kemudian ditambah asam sulfat.

Pemurnian Asam sitrat Suhu reaksi ini di bawah 60ºC. Reaksi akan menghasilkan asam sitrat bebas dan presipitat baru kalsiumsulfat, yang akan dibutuhkan nantinya. Dalam filter ini,kalsium sulfat dicuci dari asam sitrat dan meninggalkan biomass Kontaminan dapat dipisahkandengan filter yang lebih baik seperti mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi

Pemurnian Lanjut Asam Asetat Asam sitrat dapat dihasilkan dalam dua bentuk monohidrat dan anhidrat Bentuk-bentuk ini membutuhkan tambahan tahap pemurnian untuk mencapai kemurnian yang diinginkan 1. Monohydrate Mengandung satu molekul air unt tiap asam sitrat Membutuhkan kristalisasi berulang sampai kandungan air sekitar 7.5-8.8% 2. Anhydrous Memisahkan semua air dari produk akhir Dibuat dengan dehidrasi produk asam sitrat monohidrat pada suhu di atas 36.6ºC

Reference Suharto, Ign. 1995. Bioteknologi dalam Dunia Industri. Andi offset, Yogyakarta.

THANK YOU