Biodata : Nama : Melody Cheria Setyo Utami. Tempat & Tanggal Lahir : Padang, 1 Mei 1991 NIM : Program Studi : Desain Komunikasi Visual

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN. 3.1 Strategi Promosi

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Pada bab ini membahas tentang proses produksi sarana komunikasi visual

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Gambar Logo BL Skin Care

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini persaingan dalam dunia bisnis bukanlah hal yang asing, tidak dipungkiri lagi

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

kemudian untuk isi buku menggunakan Artpaper 150 gram.

BAB IV STRATEGI KREATIF

BAB I PENDAHULUAN. yang dituntut untuk menjaga penampilannya melainkan kaum pria telah mulai

BAB IV STATEGI KREATIF

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB I PENDAHULUAN. disesuaikan dengan kebutuhan aktifitas atau peran, bahkan profesi tertentu. Oleh

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB V IMPLEMENTASI KARYA


BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. yaitu kecantikan ragawi dan juga inner beauty atau kecantikan dari dalam.

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. pemecahan masalah dengan melakukan promosi. Salah satunya. dengan cara menggugah emosi target sasaran.

BAB I PENDAHULUAN. kecantikan pada kulit wajah dan tubuh sudah menjadi prioritas utama dalam

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB I PENDAHULUAN. bagian yang tidak dapat dilepas dari kaum wanita. Secara psikologis wanita memang

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB IV STUDI DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. lembaga riset pemasaran Euro Monitor International, nilai industri kosmetik

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB VI HASIL KARYA DAN SPESIFIKASI TEKNIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. keterampilan dan sikap untuk menghasilkan lulusan yang kompeten.

BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN. Gambar 5.1 Logo Kampanye

Bab 2. Data dan Analisa. Data dan informasi yang digunakan untuk analisa dan konsep proyek ini didapat dari

A. PENDAHULUAN B. Pengetahuan dan Teknik Corective Make Up 1. Pengertian rias wajah korektif

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB I PENDAHULUAN. banyaknya kosmetik yang tersedia. Spesifikasi produk kosmetik juga menjadi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB V VISUALISASI KARYA. A. CD Edukasi Interaktif

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan zaman yang modern memberi pengaruh terhadap perilaku membeli

BAB I PENDAHULUAN. kompetitif di dunia persaingan bisnis saat ini. Hal ini dapat terbukti dengan

BAB IV PRODUKSI MEDIA

BAB I PENDAHULUAN. seakan menjadi prioritas utama selain kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya. Satu

BAB IV PRODUKSI MEDIA

BAB IV PEMECAHAN MASALAH

Rias pengantin yang terkesan sederhana dan segar dengan penampilan yang natural namun tetap anggun dan elegan. Rias pengantin yang terkesan lembut

BAB I PENDAHULUAN. yang lain mempunyai tingkatan dan nilai yang berbeda-beda. Kecantikan dapat

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK

BAB V PENUTUP. maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu : a. Tema diskon tetap diandalkan oleh sebagian perusahaan terutama pada

BAB I PENDAHULUAN. Kecantikan identik dengan penampilan diri dan merupakan aset berharga

BAB III METODE PERANCANGAN. Pada kerja praktek ini penulis berusaha menemukan dan memecahkan

BAB I PENDAHULUAN. perbelanjaan dan khususnya di klinik kecantikan. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bahan-bahan kimia yang

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA. 4.1 Analisa Kelebihan dan Kelemahan Elemen Grafis Mayonnais Mamasuka. No. Gambar Keterangan

BAB IV STRATEGI KREATIF

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB I PENDAHULUAN. hal tersebut sangat lah penting dalam pemakaian bedak tabur muka.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sumber: Kompas Female/Dailymail). Sumber: Kompas Female/Dailymail).

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pada kenyataannya, penampilan merupakan salah satu hal yang

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

ABSTRAK. xiii. Universitas Kristen Maranatha

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. menentukan keputusan pembelian. Menurut Setiadi (2007: 44) perilaku konsumen

BAB V IMPLEMENTASI KARYA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Bab ini membahas tentang proses produksi sarana komunikasi visual yang

BAB I PENDAHULUAN. dewasa ini semakin meningkat. Terkait dengan hal tersebut, orang tidak lagi

BAB 3 STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB 4 HASIL KERJA PRAKTEK. yang dilakukan oleh praktikan menempatkan diri sebagai perancang desain produk client

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB III STRATEGI PERANCANGAN PROMOSI RUMAH MAKAN DAPUR KERATON

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

Usaha Sampingan Jasa Rias Pengantin

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. up, dan lainnya. Selain model dan warna yang menarik, harga produk fashion

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL KOMIK ASAL-USUL API

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. III.1.1 Pendekatan komunikasi (pendekatan visual dan verbal)

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan antar pasar industri perawatan pribadi dan kosmetik semakin

BAB 5 HAS IL D AN PEMBAHAS AN DES AIN. sebagai brand name-nya. Nama ini dipilih karena mewakili konsep dari buku yang

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dewasa ini fenomena yang sedang terjadi adalah, masyarakat

BAB 5 PENJELASAN DESAIN

BAB IV MATERI KERJA PRAKTEK

BAB 5. HASIL dan PEMBAHASAN DESAIN

Gambar Logo Balada Kopaja 2015

BAB I PENDAHULUAN. Setelah sukses selama bertahun-tahun dengan berbagai produk dari brand Wardah,

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III PROSES PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. organisasi. Logotype atau tanda kata (word mark) merupakan nama lembaga,

BAB 5 KESIMPULAN dan SARAN

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN. yang sedang memainkan alat musik khas keroncong, yaitu flute, ukulele, dan cello.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kosmetik sebagian besar didominasi oleh wanita karena kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. didalam menyiapkan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam

BAB 5. Hasil & Pembahasan Desain

BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI 4.1 Poster 1

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Indonesia untuk anak sekolah dasar. Selanjutnya proses metode dan proses

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. yang telah dirancang untuk program acara event Go Entrepreneur sesuai konsep

BAB I PENDAHULUAN. dengan mampu mengelola dan menyampaikan informasi kepada konsumennya

Transkripsi:

Biodata : Nama : Melody Cheria Setyo Utami Tempat & Tanggal Lahir : Padang, 1 Mei 1991 NIM : 209000262 Program Studi : Desain Komunikasi Visual 1

ABSTRAK Universitas Paramadina Program Studi Desain Komunikasi Visual 2009 Melody Cheria Setyo Utami / 209000262 Direct Selling Produk La Tulipe Melalui Beauty Learning Banyak dari kita yang menyukai keindahan, arti dari keindahan itu sendiri adalah keadaan yang enak dipandang, cantik dan terlihat bagus. Tidak dipungkiri biasanya wanita lah yang sering mengplikasikan keindahan dalam kehidupan sehari-harinya. Sebagai contohnya adalah wanita yang mempercantik penampilannya dengan berdandan, baik dari mendandani wajah hingga dari cara berpakaian. Bukan tanpa alasan biasanya wanita berdandan, tujuannya adalah agar terlihat menarik untung dipandang. Namun belakangan ini banyak sekali bermunculan merek-merek kosmetik wajah untuk wanita. Baik merek internasional maupun lokal, promosi yang dilakukan masingmasing produk pun juga berbeda. Terlihat jelas di berbagai media, merek kosmetik internasional lebih sering muncul dibandingkan merek lokal, hal ini menjadi salah sati faktor kosmetik lokal kurang diminati oleh sebagian konsumen. Dengan permasalah seperti yang sudah dijelaskan diatas, perlu ditingkatkannya lagi strategi promosi bagi merek kosmetik lokal. Karya tulis ini menjelaskan bagaimana strategi promosi yang akan dilakukan. Disini merek kosmetik lokal La Tulipe digunakan, karena kosmetik ini merupakan salah satu kosmetik lokal yang diproduksi di Surabaya. Tujuannya adalah agar tidak kalah bersaing dengan merek internasional yang sudah mempunyai kepercayaan dengan konsumen Indonesia. A. PENDAHULUAN Di jaman seperti sekarang ini bukan hanya harus memperluas wawasan saja tetapi berpenampilan menarik juga tidaklah kalah penting, hal ini karena berpenampilan menarik bisa menjadi nilai lebih dalam pandangan orang saat melihat kita. Bagi kebanyakan orang terlebih lagi kaum hawa terlihat menarik adalah suatu keharusan selain dalam hal 2

berpakain, kosmetik yang lebih mengarah ke tata arias wajah juga merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar. Dalam dunia kerja pun biasanya para wanita juga dituntut untuk berpenampilan menarik, banyaknya kosmetik yang dijual dipasaran terlebih lagi di Ibu Kota ini membuat para pengguna kosmetik bingung dalam menentukan kosmetik yang baik digunakan dan cocok untuk kulit wanita yang tinggal di daerah tropis. Namun dengan adanya merek-merek kosmetik yang di produksi dan di pasarkan di Indonesia ini memudahkan para wanita Indonesia dalam memilih kosmetik karena sudah disesuaikan dengan kulit orang Indonesia. Seperti halnya kosmetik La Tulipe, kosmetik yang diproduksi dalam negri tepatnya di produksi di Surabaya ini cocok digunakan oleh para wanita Indonesia karena kosmetik ini disesuaikan oleh kebutuhan kulit para wanita Indonesia. Tetapi banyaknya kosmetik yang ada di pasaran tidak menjamin meningkatkan kecantikan, banyaknya kaum hawa yang awam dalam menggunakan tata rias membuat kosmetik yang dibeli menjadi sia-sia. Oleh karena itu La Tulipe melakukan terobosan membuka Beaty Learning yang nantinya ditempat tersebut akan diajarkan menggunakan tata rias yang tepat untuk berbagai macam aktivitas diluar rumah dan untuk berpergian ke berbagai macam acara. Karena banyak kaum hawa yang salah dalam mempercantik tampilan wajahnya dalam pemakaian tata rias untuk wajah yang kurang sesuai dengan kegiatan dan usia. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu konsumen khususnya para wanita yang kurang begitu paham dalam hal memilih dan menggunakan tata rias untuk wajah yang tepat dalam berbagai macam acara dan tentunya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan. B. PERMASALAHAN Tata rias wajah menjadi salah satu hal yang penting untuk mempercantik penampilan yang dimana wajah itu sendiri bisa disebut pusat perhatian. Sayangnya banyak konsumen, terlebih lagi perempuan yang belum tahu menggunakan make-up yang tepat bagi wajah. Banyak kaum hawa yang berusia remaja sudah memakai make-up yang berlebihan sedangkan disisi lain banyak wanita karier yang malah menggunakan make-up seadanya. Pada acara-acara penting pun terlihat masih banyak para wanita yang tidak terlalu memperhatikan kosmetik yang digunakan dan terkesan seadanya atau berlebihan. 3

C. TUJUAN PENELITIAN Banyaknya perempuan pada zaman seperti sekarang ini yang kurang sesuai dalam mengaplikasikan make-up untuk wajahnya. Masih banyak perempuan yang belum begitu paham dalam menggunakan kosmetik yang tepat untuk usia dan kegiatannya. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu konsumen khususnya para wanita yang kurang begitu paham dalam hal memilih dan menggunakan tata rias untuk wajah yang tepat. Dengan diadakannya event dari La Tulipe yang akan mempromosikan Beauty Learning, dimana Beauty Learning itu adalah tempat yang dibuat khusus untuk kita bisa banyak tahu dan mempelajari make-up langsung dari ahlinya. D. METODELOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, yaitu dengan membuat kuisoner. Pendekatan penelitian kuantitatif menurut (Sugoyono, 2009: 14) adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat statistik / kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan Kuisoner itu sendiri akan dibagikan kepada responden wanita yang memperhatikan serta kurang memperhatikan penampilan wajahnya. Khususnya responden wanita yang masih berada dibangku kuliah dan para wanita karier. Responden yang dituju adalah wanita yang berusia antara 20-35 tahun. Kuisoner dipilih karena didalam kuisoner itu para responden disuguhkan dengan berbagai macam pertanyaan yang menyangkut tentang kosmetik dan tentunya tentang produk La Tulipe, hasil dari kuisoner tersebut akan menjadi acuan untuk dibuatnya Beauty Learning. 4

E. HASIL PENELITIAN Gambar 1.1 Chart Hasil Survey La Tulipe 30 22.5 15 7.5 0 mengetahui produk La Tulipe kurang paham dalam menggunakan make up usia 20-25 usia 25-30 usia 30-35 Dari hasil chart diatas dijelaskan bahwa, rata-rata responden berusia antara 20-35 tahyn yang berjumlah 26 responden. Mayoritas usia responden adalah usia target market La Tulipe yang memperhatikan penampilannya terutama wajahnya. Namun dari hasil survey yang dilakukan, didapatkan bahwa masih banyak responden yang kurang tepat dalam menggunakan tata rias wajah sesuai dengan kebutuhan dan usia. Dan ternyata produk La Tulipe sudah banyak diketahui oleh para responden, hanya saja mereka sangat jarang melihat promosi atau iklan dari La Tulipe. Jika dilihiat dari logonya, La Tulipe sendiri menggambarkan bentuk yang cantik seperti bunga khas Belanda yaitu bunga tulip, warna yang digunakan pun juga lembut yaitu perpaduan ungu dan biru. 5

Gambar 1.2 Logo La Tulipe Hal tersebut menjadi referensi logo Beauty Learning yang didominasi oleh bunga tulip, namun di logo Beauty Learning ini bunga tulip pun dipadukan dengan gambaran wajah perempuan yang anggun. Headline Beauty Learning ini adalah Menyempurnakan Kecantikan Wanita sesuai dengan fungsi tata rias itu sendiri. Selain itu promosi praevent Beauty Learning dilakukan dengan membuat poster, iklan di media cetak (majalah), membuat x-banner, flag banner dan spanduk. Pada saat event Beauty Learning berlangsung disediakan stage, backdrop dan merchandise berupa tas make-up. Gaya yang digunakan untuk promosi praevent Beauty lerning adalah gaya simple, menggunakan warna-warna pastel yang disukai oleh kebanyakan perempuan, terdapat unsur vector dalam desainnya, logo pun konsisten selalu berukuran paling besar agar menonjol dan dari semuanya dan lebih mengarah ke gaya vintage. Tidak jauh berbeda dengan praevent desain yang diaplikasikan pada saat event berlangsung pun juga masih menggunakan warnawarna pastel, gaya masih mengarah ke vintage serta logo Beauty Learning pun juga mendominasi disetiap desainnya. 6

Eksplorasi Sketsa Simbol Beauty Learning Gambar 1.3 Referensi Simbol Beauty Learning Gambar 1.4 Sketsa dan Proses Logo Beauty Learning 7

Gambar 1.5 Sketsa dan Proses Logo Beauty Learning 8

Eksplorasi Simbol Secara Digital Gambar 1.6 Sketsa Digital Logo Beauty Learning Warna Gambar 1.7 Pantone Yang Digunakan Untuk Logo Beauty Learning 9

Font Untuk Headline dan juga informasi menggunkan jenis huruf serif yaitu : Mona Lisa Solid ITC TT ( Regular ) A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9! @ # % & * ( ) _ - + = Baskerville ( Regular ) A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9! @ # % & * ( ) _- + = Dan jenis huruf yang digunakan untuk logo Beauty Learning adalah jenis huruf script, yaitu : Henry Morgan Hand ( Regular ) 10

Logo Final Gambar 1.8 Logo Final Beauty Learning Warna-warna pastel, element yang bereferensi dari bunga tulip dan siluet wajah perempuan, serta huruf serif dan script digabungkan menjadi sebuah desain untuk Beauty Learning ini. Dari keseluruhan desain dan setiap aspek pendukung yang terdapat dalam logo mengacu ke gaya vintage. Tampil anggun dan menarik adalah impiabn para wanita, di logo Beauty Learning ini menggambarkan hal tersebut, yaitu dengan adanya unsur bunga tulip yang melambangkan keindahan, siluet wajah perempuan yang menggambarkan kecantikan serta warna-warna yang dipakai adalah warna-warna yang lembut yang mencerminkan wanita seutuhnya. 11

Aplikasi Media Logo Beauty Learning 1.Poster Gambar 1.9 Desain Poster Spesifikasi : A3, art paper Quantity : 100 eks Biaya : Rp.3000,00/eks 12

2.Spanduk Gambar 1.10 Desain Spanduk Spesifikasi : 3m x 5m, standart vinyl Quantity : 5 buah Biaya : Rp.45.000,00/m 13

3.Flag Banner Gambar 1.11 Desain Flag Banner Spesifikasi : Albatros Quantity : 30 pasang Biaya : Rp.8.500/m 14

4. X-banner Gambar 1.12 Desain X-banner Spesifikasi : 90 cm x 400cm Quantity : 20 buah Biaya : Rp.90.000,00 15

5.Majalah Gambar 1.13 Desain Poster Untuk Media Majalah Spesifikasi : Fullcolor Quantity : 1 halaman Biaya : Rp.34.500.000,00 16

6. Brosur Gambar 1.14 Desain Brosur Spesifikasi : A4, artpaper Quantity : 1000 lbr Biaya : Rp.1000,00/ lbr 17

F. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari penulisan ini adalalah, La Tulipe sebagai produk dalam negri sebenarnya tidak kalah baik kualitasnya dengan produk internasional. Hanya saja media promosi yang kurang membuat produk La Tulipe kurang diminati oleh masyrakat Indonesia. Banyakanya kosmetik yang beredar pun juga mempengaruhi gaya hidup masyarakat terlebih lagi wantita yang identik dengan kecantikan dan kosmetik. Banyaknya wanita yang kurang mengerti dalam penggunaan make-up yang sesuai dengan kegiatam dan usia membuat banyak produk kosmetik yang dibeli hanya menjadi barang konsumtif. Oleh karena itu dirancang lah sebuat tempat yang khusus menawarkan para wanita untuk belajar lebih dalam lagi dalam mengaplikasikan make-up langsung dari ahlinya. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk-produk kosmetik La Tulipe, serta memberikan informasi dan promosipromosi yang La Tulipe adakan. Saran yang diberikan adalah agar kita lebih mencintai produk asli dari Indonesia dan lebih mencintai diri kita sendiri, karena dengan kita berpenampilan menarik dan sesuai maka pandangan akan diri kita pun juga terpancar baik. 18