Tigaraksa Satria, Tbk

dokumen-dokumen yang mirip
Nusa Konstruksi Enjiniring, Tbk

Kedawung Setia Industrial, Tbk

Gunawan Dianjaya Steel, Tbk

Lautan Luas, Tbk. Equity Valuation. Laporan Kedua. Laba yang Membaik

Semen Baturaja (Persero), Tbk

Equity Valuation. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Laporan Kedua. Ekspansi, Sebuah Permainan

Fortune Indonesia, Tbk

Sidomulyo Selaras, Tbk

Selamat Sempurna, Tbk

Matahari Putra Prima, Tbk

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Indofarma (Persero) Tbk

Fortune Indonesia, Tbk

Bank Victoria International, Tbk

Selamat Sempurna, Tbk

Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk

Exploitasi Energi Indonesia, Tbk

Cardig Aero Services, Tbk

Gema Grahasarana, Tbk

Equity Valuation. Hotel Sahid Jaya International, Tbk. Laporan Kedua. Membangun Masa Depan Lebih Baik

Equity Valuation. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. Laporan Kedua. Melambat Sejenak sebelum Berbalik Arah

Equity Valuation. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. Laporan Kedua. Mengolah Masa Depan Nan Cerah

Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk

Equity Valuation. Catur Sentosa Adiprana, Tbk. Laporan Kedua. Tantangan Jangka Pendek, Prospek yang Cerah di Masa Depan

Trikomsel Oke, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Posisi Terbaik untuk Tumbuh Menguat

Multipolar, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Membuka Jalan untuk Masa Depan Lebih Cerah

Gunawan Dianjaya Steel, Tbk

Ekadharma International, Tbk

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

BAB I PENDAHULUAN. untuk mendapatkan tambahan modal ialah dengan menawarankan kepemilikan

BAB I PENDAHULUAN. diharapkan (Darmadji dan Fakhruddin, 2006:111). investasi dalam bentuk saham. Saham (stock atau share) adalah tanda

Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk

Laba Bersih AGII Tahun 2017 Naik 52% di atas Rp 90 miliar,

Tifa Finance, Tbk. Equity Valuation. Laporan Utama. Mengambil Keuntungan dari Fokus Bisnis

Selamat Sempurna, Tbk

Gema Grahasarana, Tbk

Multistrada Arah Sarana, Tbk

Laba Bersih Kuartal AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar

BAB I PENDAHULUAN. Industri barang konsumsi atau consumer goods di Indonesia semakin tumbuh

Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk

SSIA MERENCANAKAN MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM SENILAI Rp 200 MILIAR

Nippon Indosari Corpindo, Tbk

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat bisnis. Tujuan semua investasi dalam berbagai bidang dan jenis

ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN

BAB IV METODE PENELITIAN

Lampiran 1. Rasio Market PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tahun 2013 dan 2014.

Sri Rejeki Isman, Tbk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.

BAB I PENDAHULUAN. telah memiliki perubahan pola pikir tentang uang dan pengalokasiannya. Hal ini

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISIS

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. sebagai sarana berinvestasi bagi masyarakat dalam instrument keuangan seperti

Bab II. Tinjauan Pustaka

Kimia Farma (Persero), Tbk

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

Equity Valuation. Cardig Aero Services, Tbk. Laporan Utama. Membangun Fondasi Bisnis Masa Depan. Informasi Saham

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

KMI Wire and Cable, Tbk

KMI Wire and Cable, Tbk

BAB I PENDAHULUAN. baik berupa pendapatan dividen (dividend yield) maupun pendapatan dari selisih

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. telah terjadinya penurunan perekonomian di suatu negara. Menurut Tandelilin (2010:26) pasar modal (capital market) adalah

BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana dalam jumlah

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Saham merupakan instrumen keuangan yang paling diminati. masyarakat dan populer untuk diperjualbelikan di pasar modal.

profitabilitas, rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio solvabilitas. Salah satu indikator penting dalam penilaian prospek sebuah perusahaan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

ANALISA LAPORAN KEUANGAN ERDIKHA ELIT

Transkripsi:

Equity Valuation Tigaraksa Satria, Tbk Laporan Kedua 8 Agustus 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 3.380 3.795 Distribusi dan Manufaktur Kinerja Saham IHSG 5,500 TGKA 4,000 5,000 3,500 4,500 4,000 3,000 2,500 Menuju Pertumbuhan yang Lebih Cepat 3,500 IHSG TGKA 2,000 3,000 1,500 Sumber: Bloomberg, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Informasi Saham Kode Saham Rp TGKA Harga saham per 7 Agustus 2014 2.675 Harga tertinggi 52 minggu terakhir 3.550 Harga terendah 52 minggu terakhir 1.800 Kapitalisasi pasar tertinggi 52 minggu 3.261 (miliar) Kaitalisasi pasar terendah 52 minggu 1.653 (miliar) Penilaian Saham Sebelumnya Saat ini Tertinggi 4.060 3.795 Terendah 3.600 3.380 Market Value Added & Market Risk Sumber: Bloomberg, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Pemegang Saham (%) PT Penta Widjaja Investindo 37,31 PT Sarana Ledaun 30,57 PT Widjajatunggal Sejahtera 25,34 Publik (kepemilikan dibawah 5%) 6,78 Kontak: Equity & Index Valuation Division Phone: (6221) 7278 2380 infoequityindexvaluation@pefindo.co.id halaman akhir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen ini Didirikan di bulan November 1986, PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) terutama bergerak pada penjualan dan distribusi berbagai consumer products kepada pedagang besar, tokotoko ukuran besar/sedang/kecil, toko tradisional dan toko modern di Indonesia. Produk yang dijual dan didistribusikan meliputi berbagai makanan dan nutrisi bayi hingga perawatan rumah dan perawatan kulit. TGKA juga membuat dan mengemas susu bubuk di fasilitas produksinya yang terletak di Sleman, Yogyakarta, yang memiliki kapasitas 8.000 ton per tahun. Diuntungkan dengan jaringan distribusi consumer products yang dimilikinya, TGKA juga mendistribusikan buku pengetahuan untuk anak, buku cara mempelajari AlQur an, dan ensiklopedia. Terakhir, TGKA juga melakukan penjualan dan distribusi peralatan dapur dan pengisian ulang gas untuk rumah tangga. Melalui anak perusahaannya, PT Blue Gas Indonesia (BGI), TGKA saat ini memiliki dua buah pusat pengisian gas di Jakarta dan Gresik. BGI mendistribusikan kompor gas dengan merk Kompre dan Korina, dan smart cookers, blender, juicers, pressure cookers dan food processors dengan merk Vienta. Halaman 1 dari 9

PARAMETER INVESTASI Penyesuaian Target Harga Kami melakukan beberapa penyesuaian terhadap proyeksi kami sebelumnya dan menyesuaikan target harga saham JTPE menjadi pada kisaran Rp3.380 Rp3.795 per saham, berdasarkan pertimbanganpertimbangan berikut: Pertumbuhan industri fastmoving consumer goods (FMCG), tumbuh 14% yearonyear (YoY). Dengan pertumbuhan pendapatan di Indonesia, penambahan jumlah outlet retail, urbanisasi, dan peningkatan disposable income bagi warga perkotaan akibat semakin kecilnya anggota keluarga, menyebabkan prospek industri FMCG di Indonesia tetap cerah. Principal baru yang telah menggunakan jaringan distribusi TGKA sejak 3Q2013 akan memberikan prospek pertumbuhan bagi TGKA di masa datang. Seiring dengan pertumbuhan volume penjualan dari existing principals (pertumbuhan 12,82% CAGR dari tahun 2010 2013), bisnis consumer goods TGKA tetap menjanjikan di masa depan. Kontribusi lini bisnis lainnya. Kami perkirakan bahwa bisnis lain TGKA terutama pengisian ulang gas dan bisnis produk edukasi, akan lebih memberikan kontribusi di masa datang. Dengan area pusat pengisian ulang gas yang lebih luas, serta permintaan yang kuat akan produk Alqolam, maka kami estimasikan pendapatan TGKA akan tumbuh kuat di tahun 2014. Asumsi risk free rate, equity premium dan beta masingmasing adalah sebesar 8,02%, 3,08%, dan 0,64x. Prospek Usaha Indonesia memiliki konsumen domestik dalam skala yang besar, dengan 240 juta populasi yang didominasi oleh penduduk usia produktif. Peningkatan disposable income dikombinasikan dengan peningkatan jumlah outlet retail menandakan penyerapan produk FMCG akan lebih cepat di masa datang. Berdasarkan hal tersebut, kami estimasikan prospek TGKA sebagai distributor FMCG akan tetap cerah di masa datang. Didukung oleh peningkatan permintaan produk edukasi, terutama Alqolam, dan masa depan yang menjanjikan dari bisnis pengisian ulang gas, kami ekspektasikan pendapatan TGKA akan tetap tumbuh paling sedikit 10% YoY di tahun ini, atau 13,21% CAGR selama tahun 2013 2018. Tabel 1: Ringkasan Kinerja 2011 2012 2013 2014P 2015P Penjualan [Rp Miliar] 6.473 7.499 8.198 9.049 10.300 Laba sebelum pajak 149 162 196 187 218 [Rp miliar] Laba bersih [Rp miliar] 103 112 130 137 158 EPS [Rp] 112 122 141 149 173 Pertumbuhan EPS [%] 0,7 8,9 15,4 5,7 15,6 P/E [x] 10,1 27,0 21,2 17,7* 15.2* PBV [x] 1,9 5,1 4,3 3,7* 3,8* Sumber: PT Tigaraksa Satria Tbk, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Catatan: *) Berdasarkan harga saham tanggal 7 Agustus 2014 Rp2,675/saham 8 Agustus 2014 Halaman 2 dari 9

INFORMASI BISNIS Prospek Cerah Bagi Industri FMCG Indonesia Di tahun 2013, industri FMCG Indonesia tumbuh 14% YoY. Momentum pertumbuhan ini terjadi baik di daerah perkotaan maupun desa. Penduduk Indonesia dikategorikan sebagai salah satu penduduk yang paling sibuk dibandingkan negara lain. Di tahun 2013, ratarata penduduk Indonesia berbelanja lebih dari 400 kali, atau sekitar 31 kali per bulan atau paling sedikit satu kali dalam sehari. Peningkatan pendapatan membawa jutaan penduduk Indonesia ke kelas menengah setiap tahunnya, dan FMCG termasuk diantaranya bahan makanan, farmasi, toiletries, dan produk rumah tangga, adalah produk yang pertama kali peningkatan pembelian. Peningkatan sebaran retail outlet diseluruh negeri meningkatkan potensi penjualan FMCG ke daerah yang selama ini hanya memiliki pasar tradisional. Dengan Pulau Jawa tetap menjadi pusat perdagangan dan retail, potensi besar menunggu untuk dibuka disetiap pelosok Indonesia. Urbanisasi juga mendorong terbentuknya berbagai gaya hidup baru, menciptakan permintaan FMCG yang sebelumnya dikategorikan kurang penting. Fakta bahwa keluarga yang tinggal di perkotaan cenderung untuk memiliki anak lebih sedikit membuat lebih banyak disposable income yang dapat dibelanjakan untuk beberapa barang tambahan seperti produk kecantikan atau bahan makanan dengan kualitas lebih tinggi. Produk FMCG lain yang diuntungkan oleh demografi Indonesia yang didominasi oleh penduduk muda disposable nappies atau diapers. Sejak tahun 2006, pasar disposable diaper di Indonesia tumbuh dengan ratarata 35% per tahun. Keluarga mapan mulai menggunakan disposable diapers dibandingkan dengan popok kain, seiring dengan peningkatan pendapatan yang memungkinkan mereka membeli barang yang sebelumnya dikategorikan mahal tersebut. Industri FMCG Indonesia diestimasikan memiliki 80 juta konsumen, atau 40% dari total konsumen di ASEAN, dalam 15 tahun ke depan. Apabila beberapa masalah seperti inflasi, stabilitas politik, infrastruktur, korupsi dan birokrasi yang lambat dapat dipecahkan, maka status Indonesia sebagai salah satu negara yang harus dikuasai oleh perusahaan luar negeri menjadi keharusan. Principal Baru Terus Berdatangan Di tahun 2013, terdapat tiga principal produk consumer good baru menjadi anggota jaringan distribusi TGKA. Mereka adalah PT Greshindo Aroma (produsen fruit juice, dengan merk Fruppy dan Puru Puru), PT Multi Bintang Indonesia Niaga (produsen bir dan minuman ringan, dengan merk Bintang, Heineken dan Green Sands), dan PT Natura Nutrisi Global (produsen makanan ringan, dengan merk NNG Crispy Seaweed). PT Greshindo Aroma dan PT Natura Nutrisi Global bermaksud menggunakan jaringan distribusi nasional TGKA, sementara PT Multi Bintang Indonesia Niaga bermaksud menggunakan jaringan distribusi TGKA di Jakarta. Kami percaya cakupan distribusi TGKA yang meliputi modern dan tradisional outlet merupakan salah satu faktor yang mendorong principal menggunakan jaringan distribusi perusahaan. Gambar 1: Jumlah Principal Consumer Goods TGKA, 2010 2014P 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 14 13 14 2010 2011 2012 2013 2014P 17 18 Gambar 2: Jumlah Outlet, 2012 2014P 195,000 190,000 185,000 180,000 175,000 170,000 165,000 160,000 155,000 150,000 145,000 3,215 160,362 3,572 183,637 3,429 187,000 2012 2013 2014P Jumlah outlet tradisional Jumlah outlet modern Sumber: PT Tigaraksa Satria Tbk., PEFINDO Divisi Valuasi Sumber: PT Tigaraksa Satria Tbk., PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Saham & 8 Agustus 2014 Halaman 3 dari 9

Peningkatan Volume Penjualan dari Existing Principal Penjualan consumer goods TGKA terus meningkat. Dari 74.959 ton consumer goods terjual di tahun 2010, TGKA mampu meningkatkan volume penjualan menjadi 107.658 ton di tahun 2013. Kami estimasikan bahwa peningkatan ini akan terus berlangsung, karena TGKA telah mampu menjual 27.802 ton consumer products di 1Q2014. Peningkatan volume penjualan dari jumlah principal yang relatif sama menghasilkan peningkatan tersebut. Ton 140,000 120,000 100,000 Gambar 3: Peningkatan Volume Penjualan dari Existing Principal, 2010 2014P 89,215 105,774 107,658 118,438 80,000 74,959 60,000 40,000 27,802 20,000 2010 2011 2012 2013 1Q14 2014P Nutrisi bayi Produk kaleng Produk rumah tangga Produk nutrisi anak Produk makanan hewan Toiletries Permen Menyelesaikan Pembangunan Pusat Pengisian Gas Di tahun 2013, PT Blue Gas Indonesia (BGI), salah satu anak usaha TGKA, memulai pembangunan pusat pengisian gas yang baru di Gresik, dikarenakan peningkatan permintaan dan terbatasnya kapasitas pusat pengisian gas di Margomulyo Indusrial Park, Surabaya. Di tahun 2014, pembangunan pusat pengisian ulang ini akan selesai, dan dapat menampung 8.400 25.000 tabung gas. Penyelesaian pembangunan fasilitas ini tetap menjadi fokus TGKA, ditunjukkan oleh signifikannya jumlah investasi yang dialokasikan untuk proyek ini. Gambar 4: Alokasi Capital Expenditure, 2014P Rp, juta 20,000 18,000 16,000 14,000 12,000 10,000 8,000 6,000 4,000 2,000 10,677 Bisnis consumer goods 5,075 591 18,002 Jasa manufaktur Produk edukasi Blue Gas Indonesia Dorongan yang Kuat dari Produk Edukasi Tahun 2013 akan ditandai sebagai tahun bersejarah bagi penjualan produk edukasi TGKA. Pendapatan TGKA dari produk edukasi melompat signifikan di tahun 2013, didorong oleh peningkatan permintaan yang kuat akan produk 8 Agustus 2014 Halaman 4 dari 9

Alqolam menjadi Rp105,6 miliar (peningkatan 144,2% YoY). Kami percaya peningkatan ini menguntungkan TGKA, karena produk edukasi memberikan marjin yang paling tinggi diantara bisnis TGKA lainnya. Gambar 5: Volume Penjualan Produk Edukasi Gambar 6: Marjin Laba Kotor (Berdasarkan Laporan 1Q14) 50,000 45,000 40,000 35,000 30,000 25,000 20,000 15,000 10,000 5,000 44,693 19,380 9,495 4,141 4,963 1,529 2012 2013 JanMei 2014 Alqolam (eksemplar) Other than Alqolam (eksemplar) 70.0% 60.0% 50.0% 40.0% 30.0% 20.0% 10.0% 0.0% 8.3% Bisnis consumer goods dan manufaktur 26.6% Bisnis gas dan peralatan rumah tangga 60.5% Bisnis produk edukasi Sumber: PT Tigaraksa Satria Tbk, PEFINDO Divisi Valuasi Saham Sumber: PT Tigaraksa Satria Tbk, PEFINDO Divisi Valuasi & Saham & KEUANGAN Peningkatan Pendapatan yang Berkelanjutan dan Marjin yang Lebih Baik TGKA mencatatkan pendapatan Rp8,2 triliun di tahun 2013, tumbuh 9,3% YoY. Dibandingkan dengan tahun 2012 dan 2011, pertumbuhan ini relatif lebih rendah karena penurunan volume penjualan dari produk FMCG (Gambar 3). Namun kami melihat hal ini hanya sementara, karena di 1Q2014 pendapatan TGKA naik 18,1% YoY. Didukung oleh peningkatan penjualan produk edukasi, laba bersih di tahun 2013 naik menjadi 1,58%, lebih baik dari 1,50% di tahun 2012. Hal ini berlanjut di 1Q2014, dengan marjin laba bersih tetap diatas 1,50%. Gambar 7: Pendapatan, Pertumbuhan Pendapatan dan Marjin Laba Bersih TGKA 9,000 8,000 7,000 6,000 5,000 4,000 3,000 2,000 1,000 18.1% 16.1% 16.4% 15.9% 8,198 7,499 9.3% 6,473 5,562 4,788 2,168 1.04% 1.84% 1.59% 1.50% 1.58% 1.54% 2009 2010 2011 2012 2013 1Q14 20.00% 18.00% 16.00% 14.00% 12.00% 10.00% 8.00% 6.00% 4.00% 2.00% 0.00% Pendapatan TGKA (Rp, miliar) Pertumbuhan pendapatan TGKA (%) Marjin laba bersih TGKA (%) 8 Agustus 2014 Halaman 5 dari 9

Perbaikan Profil Piutang Di tahun 2013, penjualan TGKA naik 9,32% YoY. Hal ini diikuti oleh peningkatan piutang kotor sebesar 9,04% YoY. Namun, melihat jumlah hari perputaran piutang terlihat bahwa terdapat perbaikan dari 48,4 hari di tahun 2012 menjadi 48,23 hari di tahun 2013. Hal ini berlanjut di 1Q2014, turun menjadi 46,77 hari. Memperhatikan profil maturitasnya, 88,05% dari piutang TGKA di 2013 belum jatuh tempo, sementara di tahun 2012 jumlah ini hanya mencapai 74,20%. Gambar 8: Pendapatan, Piutang, dan Hari Perputaran Piutang Rp, miliar 9,000.00 8,000.00 7,000.00 6,000.00 5,000.00 4,000.00 3,000.00 2,000.00 1,000.00 48.36 7,498.94 48.24 8,198.13 46.77 2,168.07 1,007.42 1,098.54 1,126.65 2012 2013 1Q14 Pendapatan (Rp, miliar) Piutang kotor (Rp, miliar) Hari perputaran piutang (hari) Hari 48.50 48.00 47.50 47.00 46.50 46.00 45.50 Gambar 9: Profil Maturitas Piutang TGKA, 2013 2.55% 0.21% 0.24% 0.47% 0.14% 8.34% 88.05% Belum jatuh tempo 1 30 hari lewat jatuh tempo 31 60 hari lewat jatuh tempo 61 90 hari lewat jatuh tempo 91 120 hari lewat jatuh tempo 121 365 hari lewat jatuh tempo > 365 hari lewat jatuh tempo Sumber: PT Tigaraksa Satria Tbk., PEFINDO Divisi Valuasi Sumber: PT Tigaraksa Satria Tbk., PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Saham & Ekuitas Mengambil Alih Pertumbuhan pendapatan TGKA, yang diikuti terutama oleh peningkatan pertumbuhan aset lancarnya, ternyata membuat jumlah hutang berbunga TGKA, sebagai salah satu sumber pendanaan, menurun. Namun kami juga melihat bahwa ekuitas TGKA sebagai sumber pendanaan pertumbuhan bisnis juga meningkat signifikan. Hal ini terlihat dari rasio interest bearing debt to equity yang turun dari 131% di tahun 2011 menjadi 90% di 1Q2014. Gambar 10: Jumlah Interest Bearing Debt dan Rasio Interest Bearing Debt to Equity 900.00 800.00 700.00 600.00 500.00 400.00 300.00 200.00 100.00 135% 131% 124% 90% 782.14 794.15 688.05 611.07 2011 2012 2013 1Q14 Interest bearing debt (Rp, miliar) Interest bearing debt to equity ratio (%) 160% 140% 120% 100% 80% 60% 40% 20% 0% 8 Agustus 2014 Halaman 6 dari 9

TARGET HARGA PENILAIAN Metodologi Penilaian Kami menerapkan Discounted Cash Flow (DCF) sebagai metode penilaian utama dengan pertimbangan bahwa pertumbuhan pendapatan adalah pengendali nilai TGKA bukan pertumbuhan aset. Kami tidak mengkombinasikan perhitungan DCF ini dengan metoda Guideline Company (GCM) karena tidak ada perusahaan sejenis yang memenuhi syarat untuk dibandingkan dengan TGKA di BEI. Penilaian ini didasarkan pada harga 100% saham tanggal 7 Agustus 2014, dengan menggunakan laporan keuangan TGKA tanggal 31 Maret 2014, sebagai dasar dilakukannya analisa fundamental. Value Estimation Kami menggunakan Cost of Capital 9,31% dan Cost of Equity 10,27% berdasarkan asumsi berikut: Tabel 2: Asumsi Risk free rate [%]* 8,24 Risk premium [%]* 3,34 Beta [x]* 0,61 Cost of Equity [%] 10,27 Marginal tax rate [%] 25,0 Debt to Equity Ratio [x] 0,9 WACC (%) 9,31 Sumber: Bloomberg, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Catatan: * per tanggal 7 Agustus 2014 **PEFINDO Beta Saham tanggal 7 Agustus 2014 Target harga saham untuk 12 bulan berdasarkan posisi valuasi pada tanggal 7 Agustus 2014 menggunakan metode DCF dengan asumsi tingkat diskonto 9,31% adalah berkisar Rp3.380 Rp3.795 per saham. Tabel 3: Ringkasan Penilaian Metode DCF Konservatif Moderat Agresif PV of Free Cash Flows [Rp miliar] 453 476 500 PV Terminal Value [Rp miliar] 3.152 3.318 3.484 NonOperating Asset [Rp miliar] 113 113 113 Debt [Rp miliar] (611) (611) (611) Total Equity Value [Rp miliar] 3.106 3.296 3,486 Number of Share [juta saham] 918 918 918 Fair Value per Share [Rp] 3.380 3.590 3.795 Sumber: Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & 8 Agustus 2014 Halaman 7 dari 9

Table 4: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian (Rp miliar) 2011 2012 2013 2014P 2015P Pendapatan 6.473 7.499 8.198 9.049 10.300 HPP (5.838) (6.765) (7.327) (8.144) (9.259) Laba kotor 635 734 871 905 1.041 Biaya operasional Laba operasional Pendapatan (biaya) lain (447) (524) (624) (650) (739) 188 209 247 255 302 (39) (47) (50) (68) (84) Laba sebelum 149 162 196 187 218 pajak Pajak (41) (45) (63) (47) (54) Hak Minoritas (5) (5) (4) (3) (5) Laba bersih 103 112 130 137 158 Gambar 11: P/E dan P/BV P/E P/BV 6.0 30.0 5.0 25.0 4.0 20.0 3.0 15.0 2.0 10.0 1.0 5.0 0.0 0.0 2011 2012 2013 P/E P/BV Gambar 12: ROA, ROE dan TAT Sumber: PT Tigaraksa Satria Tbk., Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Tabel 5: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ROA, ROE 25% 20% TAT 3.35 3.30 (Rp miliar) 2011 2012 2013 2014P 2015P 15% 3.25 Aset Kas dan setara kas 107 94 69 119 66 Investasi jangka pendek 12 12 10 12 12 Piutang dagang 822 989 1.079 1.240 1.354 Piutang lainnya 128 155 279 322 367 Persediaan 711 845 784 946 1.129 Pajak dibayar dimuka Aset jangka pendek lainnya 12 2 2 9 8 22 36 38 48 55 Piutang pihak 1 1 1 2 2 berelasi Aset pajak 9 10 10 9 9 tangguhan Aset tetap 166 179 173 216 233 Aset tidak 4 4 3 3 3 berwujud Aset jangka 28 29 22 24 28 panjang lainnya Total aset 2.023 2.356 2.472 2.949 3.267 Liabilitas Utang bank 688 782 794 864 1.012 Utang dagang 473 611 590 902 1.026 Utang jangka pendek lainnya Pendapatan ditangguhkan Liabilitas jangka pendek lainnya 17 34 85 92 104 4 4 3 3 3 90 97 93 118 127 Uang jaminan 192 208 214 221 251 Liabilitas pajak tangguhan Liabilitas imbalan kerja 3 4 5 5 4 28 34 43 35 35 Liabilitas jangka 4 4 4 51 57 panjang lainnya Total liabilitas 1.499 1.777 1.831 2.290 2.620 Total ekuitas 524 579 641 658 647 Sumber: PT Tigaraksa Satria Tbk., Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & 10% 5% 0% 2011 2012 2013 TAT (x) ROA (%) ROE (%) Tabel 6: Rasio Kunci Rasio 2011 2012 2013 2014P 2015P Pertumbuhan (%) Pendapatan 16,4 15,9 9,3 10,4 13,8 bersih Laba usaha 14,7 11,1 18,1 3,5 18,1 Laba bersih 0,7 8,9 15,4 5,7 15,6 Profitabilitas (%) Marjin laba kotor 9,8 9,8 10,6 10,0 10,1 Marjin laba usaha 2,9 2,8 3,0 2,8 2,9 Marjin EBITDA 3,5 3,3 3,5 3,0 3,2 Marjin laba bersih 1,6 1,5 1,6 1,5 1,5 ROA 5,1 4,8 5,2 4,6 4,9 ROE 19,7 19,4 20,2 20,8 24,5 Solvabilitas (X) Debt to Equity 2,9 3,1 2,8 3,5 4,0 Debt to Asset 0,7 0,8 0,7 0,8 0,8 Likuiditas (X) Current Ratio 1,4 1,4 1,4 1,4 1,3 Quick Ratio 0,9 0,8 0,9 0,9 0,8 Sumber: PT Tigaraksa Satria Tbk., Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & 3.20 3.15 3.10 8 Agustus 2014 Halaman 8 dari 9

DISCLAIMER Laporan ini dibuat berdasarkan sumbersumber yang kami anggap terpercaya dan dapat diandalkan, Namun kami tidak menjamin kelengkapan, keakuratan atau kecukupannya, Dengan demikian kami tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang diambil berdasarkan laporan ini, Adapun asumsi, opini, dan perkiraan merupakan hasil dari pertimbangan internal kami per tanggal penilaian ( cutoff date), dan kami dapat mengubah pertimbangan diatas sewaktuwaktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kami tidak bertanggung jawab atas kekeliruan atau kelalaian yang terjadi akibat penggunaan laporan ini, Kinerja dimasa lalu tidak selalu dapat dijadikan acuan hasil masa depan, Lapora n ini bukan merupakan rekomendasi penawaran, pembelian atau menahan suatu saham tertentu, Laporan ini mungkin tidak sesuai untuk beberapa investor, Seluruh opini dalam laporan ini telah disampaikan dengan itikad baik, namun sewaktuwaktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dan disajikan dengan benar per tanggal diterbitkan laporan ini, Harga, nilai, atau pendapatan dari setiap saham Perseroan yang disajikan dalam laporan ini kemungkinan dapat lebih rendah dari harapan pemodal, dan pemodal jug a mungkin mendapatkan pengembalian yang lebih rendah dari nilai investasi yang ditanamkan, Investasi didefinisikan sebagai pendapatan yang kemungkinan besar diterima dimasa depan, namun nilai dari pendapatan yang akan diterima tersebut kemungkinan besar juga akan berfluktuasi, Untuk saham Perseroan yang penyajian laporan keuangannya didenominasi dalam mata uang selain Rupiah, perubahan nilai tukar mata uang tersebut kemungkinan dapat menurunkan nilai, harga, atau pendapatan investasi pemodal, Informasi dalam laporan ini bukan merupakan pertimbangan pajak dalam mengambil suatu keputusan investasi. Target harga saham dalam Laporan ini merupakan nilai fundamental, bukan merupakan Nilai Pasar Wajar, dan bukan merupakan harga acuan transaksi yang diwajibkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. Laporan target harga saham yang diterbitkan oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan suatu saham tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai nasehat investasi oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan yang behubungan dengan cakupan Jasa Pefindo kepada, atau kaitannya kepada, beberapa pihak, termasuk emiten, penasehat keuangan, pialang saham, investment banks, institusi keuangan dan perantara keuangan, dalam kaitannya menerima imbalan atau keuntungan lainnya dari pihak tersebut. Laporan ini tidak ditujukan untuk pemodal tertentu dan tidak dapat dijadikan bagian dari tujuan investasi terhadap suatu saham dan juga bukan merupakan rekomendasi investasi terhadap suatu saham tertentu atau suatu strategi investasi, Sebelum melakukan tindakan dari hasil laporan ini, pemodal disarankan untuk mempertimbangkan terlebih dahulu kesesuaian situasi dan kondisi dan, jika dibutuhkan, mintalah bantuan penasehat keuangan. PEFINDO memisahkan kegiatan Valuasi Saham dengan kegiatan Pemeringkatan untuk menjaga independensi dan objektivitas dari proses dan produk kegiatan analitis, PEFINDO telah menetapkan kebijakan dan prosedur untuk menjaga kerahasiaan informasi nonpublik tertentu yang diterima sehubungan dengan proses analitis, Keseluruhan proses, metodologi dan database yang digunakan dalam penyusunan Laporan Target Harga Referensi Saham ini secara keseluruhan adalah berbeda dengan proses, metodologi dan database yang digunakan PEFINDO dalam melakukan pemeringkatan. Laporan ini dibuat dan disiapkan Pefindo Divisi Valuasi Saham & dengan tujuan untuk meningkatkan transparansi harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, Laporan ini juga bebas dari pengaruh tekanan atau paksaan dari Bursa maupun Perseroan yang dinilai, Pefindo Divisi Valuasi Saham & akan menerima imbalan sebesar Rp20 juta masingmasing dari Bursa Efek Indonesia dan Perseroan yang dinilai untuk 2 (dua) kali pelaporan per tahun, Untuk keterangan lebih lanjut, dapat mengunjungi website kami di http://www,pefindo,com Laporan ini dibuat dan disiapkan oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan, Di Indonesia Laporan ini dipublikasikan pada website kami dan juga pada website Bursa Efek Indonesia. 8 Agustus 2014 Halaman 9 dari 9