Oleh: Cahyo Nugroho

dokumen-dokumen yang mirip
S K R I P S I. Oleh: YUDHA WAHYU BASUKI NPM

PERBANDINGAN TINGKAT KETERAMPILAN DASAR BERMAIN BOLA BASKET MENGGUNAKAN AAHPERD BASKETBALL TEST DAN TES STO

SKRIPSI. Disusun oleh : SURYADI NIM

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Universitas Negeri Yogyakartasebagai berikut ini:

Disusun Oleh: Claudia Mutiara Putri NIM

A. JUDUL PENELITIAN Memvalidasi kembali tes keterampilan bolabasket STO untuk mahasiswa

PERBEDAAN KETEPATAN SHOOTING MENGGUNAKAN PUNGGUNG KAKI ANTARA PEMAIN DEPAN DENGAN PEMAIN TENGAH DI KLUB SEPAKBOLA PS KUDA LAUT PACITAN

SKRIPSI. Disusun oleh : CANDI OMEGA SETIAWAN NIM

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisis menggunakan program SPSS versi 16.0

PROFIL KOBDISI FISIK PEMAIN EKSTRAKURIKULER BOLABASKET DI SMAN 2 PARE TAHUN 2014/2015 SKRIPSI

SURVEI KESEGARAN JASMANI ATLET BOLABASKET PLPD KABUPATEN BOGOR

TINGKAT KETERAMPILAN FOREHAND STROKE DAN BACKHAND STROKE SISWA KELAS VIII PESERTA EKSTRAKURIKULER TENIS MEJA SMP N 1 PUNUNG KABUPATEN PACITAN

ARTIKEL S K R I P S I

SKRIPSI. Oleh : HEPI SANTOSA NPM

SKRIPSI OLEH : GABRI ZELA CYNTIA NOVITASARI NPM:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. bolabasket siswa putra-putri MAN Yogyakarta 1 yang mengikuti

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan(S.Pd.) Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan Dan Rekreasi

BAB I PENDAHULUAN. beberapa kejuaraan cabang olahraga basket baik untuk kalangan pelajar ataupun club-club

HUBUNGAN KECEPATAN DAN KELINCAHAN TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET DI SMP KARTIKA 1-7 PADANG

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PENJASKESREK. Oleh :

SURVEI TINGKAT KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKBOLA SISWA USIA TAHUN SSB BINA SATRIA PURWOREJO PACITAN TAHUN 2015 SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. teknik yang berkualitas. Tingkat pencapaian prestasi olahraga bola basket dapat

PENGARUH METODE KOOPERATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERMAIN BOLABASKET PADA SISWA PUTERI KELAS VIII DI SMP NEGERI 9 PEKANBARU

JURNAL. Oleh: AHMAD ABDUL RA UF Dibimbing oleh : 1. Budiman Agung Pratama, M.Pd. 2. Muhammad Yanuar Rizky, M.Pd.

TINGKAT KETERAMPILAN DASAR BERMAIN BOLA BASKET SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER DI SMA NEGERI PRAMBANAN KLATEN

PENGARUH LATIHAN PUSH-UP TERHADAP HASIL SHOOTING HUKUMAN DALAM PERMAINAN BOLA BASKET SISWA PUTRA SMP NEGERI 6 KEDIRI TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI

PENGARUH LATIHAN PUSH-UP TERHADAP HASIL SHOOTING HUKUMAN DALAM PERMAINAN BOLA BASKET SISWA PUTRA SMP NEGERI 6 KEDIRI TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI

TINGKAT KETERAMPILAN LAY UP SHOOT SISWA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET DI SMA N 1 JEPON BLORA JAWA TENGAH E-JOURNAL

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan Penjaskesrek OLEH :

ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan Penjaskesrek OLEH :

BAB I PENDAHULUAN. dengan cara memasukkan bola ke dalam keranjang (basket) lawan dan

Kemampuan One Hand Set Shoot Dengan Jump Shoot Terhadap Efektifitas Mencetak Skor Dalam Permainan Bola Basket di SMA N 1 Pengasih Kulon Progo

ARTIKEL SKRIPSI. Oleh: OKTAFIAN NPM

PEMBELAJARAN DRIBBLE MENGGUNAKAN VARIASI BOLA TERHADAP HASIL DRIBBLE DALAM PERMAINAN BOLABASKET PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 KOTA KEDIRI TAHUN 2016

PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN SHOOTING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEDIUM SHOOT PESERTA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET DI SMA NEGERI 2 KLATEN

TINGKAT KETERAMPILAN GERAK DASAR PASSING

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENGARUH LATIHAN PUSH-UP TERHADAP HASIL SHOOTING HUKUMAN DALAM PERMAINAN BOLA BASKET SISWA PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER SMP NEGERI 6 KEDIRI

ARTIKEL SKRIPSI. Oleh: KARTONO NIM P

SKRIPSI. Oleh: MUHAMMAD KHOLID NPM

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERKELOMPOK DAN BERPASANGAN TERHADAP KEMAMPUAN GERAK DASAR CHEST PASS

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis data, deskripsi, pengujian hasil penelitian, dan. pembahasan, dapat diambil kesimpulan bahwa:

NET TRAINING METHOD EFFECT FOR OVERHEAD PASS ABILITY OF BASKETBALL EXTRACURRICULAR MEMBERS IN RANDUDONGKAL SENIOR HIGH SCHOOL, PEMALANG REGENCY

BAB I PENDAHULUAN. bola basket juga mengalami perubahan-perubahan yang semakin kompleks.

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN HASIL SERVIS ATAS BOLAVOLI PADA SISWA PUTRA EKSTRAKULIKULER MTs PEMBANGUNAN PACITAN TAHUN 2015 SKRIPSI

SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH STOK BINA GUNA, SABTU 16 SEPTEMBER 2017 PENGARUH MASSED PRACTICE

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lufty Bella Dina Hakiky, 2014

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat disetiap kegiatan-kegiatan olahraga. Secara umum pembinaan olahraga di Indonesia diarahkan untuk

PERBEDAAN EFEKTIFITAS TENDANGAN PENALTI DENGAN MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM DAN PUNGGUNG TIM SEPAK BOLA UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI TAHUN 2015

BAB II KAJIAN PUSTAKA. gabungan dari jalan, lari dan lompat serta unsur kekuatan, kecepatan,

HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI DAN KELINCAHAN TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA USIA TAHUN DI SSB DESA KETRO

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Jurusan PENJASKESREK OLEH :

STANDARISASI TES KETERAMPILAN BOLA BASKET STO SEBAGAI TES BAKU UNTUK MAHASISWA FIK UNY DALAM MATA KULIAH DASAR GERAK BOLA BASKET

BAB I PENDAHULUAN. basket terbuka antar klub di setiap wilayah yang rata-rata pemainnya

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN SERVICE ATAS PADA PERMAINAN BOLAVOLI SISWA PUTRA SMA PAWIYATAN DAHA KEDIRI TAHUN 2014/2015

PENGARUH MASSED PRACTICE

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KELENTUKAN TOGOK TERHADAP KEMAMPUAN KETEPATAN MENENDANG BOLA PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMPN 2 KEPUNG SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan sekolah maupun luar lingkungan sekolah. mulai anak-anak (pemula) hingga dewasa (profesional/atlet).

2015 HUBUNGAN ANTARA POWER TUNGKAI, KOORDINASI MATA DAN TANGAN DENGAN KETEPATAN JUMP SHOOT DALAM PERMAINAN BOLA BASKET

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S-1) Pada Program Studi Penjaskesrek

Pengaruh Latihan Menggunakan Net Terhadap Kemampuan Overhead Pass Peserta Ekstrakurikuler Bola Basket Di SMP Negeri 2 Wonosari Kabupaten Gunungkidul

BIORMATIKA Jurnal Ilmiah FKIP Universitas Subang Vol. 4 No 2 September 2017 ISSN (p) (e)

KEMAMPUAN DASAR BERMAIN SEPAKBOLA SISWA KELAS VIII SMP N 2 PANDAK. Oleh Fitri Hermawan N dan Soni Nopembri Universitas Negeri Yogyakarta

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab sebelumya, maka. kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

TINGKAT KETERAMPILAN BERMAIN BOLA VOLI SISWA SD NEGERI PELEM 1 KELAS V KABUPATEN KEDIRI TAHUN 2015 SKRIPSI

KONTRIBUSI KELINCAHAN DAN KECEPATAN TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN BOLA BASKET

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SILABUS KETERAMPILAN DASAR ATLETIK SILABUS MATA KULIAH

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Bola basket merupakan cabang olahraga beregu yang populer dan menarik

TINGKAT KETERAMPILAN BERMAIN BOLA BASKET PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET PUTRA SMA NEGERI 1 COMAL KABUPATEN PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

BAB I PENDAHULUAN. kesegaran jasmani dan berpengaruh pula pada peningkatan prestasi pada cabang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

I. PENDAHULUAN. berkualitas adalah melalui pendidikan. Pendidikan adalah upaya yang. negara. Pada negara-negara yang baru berkembang pendidikan

Survey Of Interest Sports Volleyball Grade 4 To 6 Sdn Tengger Kidul 2 Sub Ceiling Kediri District Academic Year 2016/2017

2015 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEER TEACHING DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING DALAM PERMAINAN BOLABASKET

BAB I PENDAHULUAN. Permainan bolavoli merupakan salah satu cabang olahraga permainan

GAMBARAN KETERAMPILAN SHOOTING DAN PASSING SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) TALAWI PUTRA USIA DI BAWAH 17 TAHUN KECAMATAN TALAWI KOTA SAWAHLUNTO JURNAL

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PJKR OLEH:

HUBUNGAN KAPASITAS AEROBIK MAKSIMAL DENGAN KEMAMPUAN BERMAIN BOLA BASKET PUTRA SMA NEGERI I BANJARNEGARA SKRIPSI

Journal of Sport Sciences and Fitness

HUBUNGAN ANTARA VERTICAL JUMP DENGAN KETEPATAN SHOOTING DALAM PERMAINAN BOLA BASKET PADA SISWA KELAS VIII SMP 2 TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO SKRIPSI

S K R I P S I Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi Penjaskesrek.

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT PERUT DAN PANJANG LENGAN DENGAN JAUH LEMPARAN KEDALAM (throw-in) PADA PEMAIN U 16 SSB TARUNA MUDA DESA KETRO TAHUN 2015

KETERAMPILAN BERMAIN BOLABASKET SISWA PUTRA KELAS X SMA NEGERI 2 KLATEN TAHUN AJARAN 2015/2016

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. Ada hubungan yang signifikan antara kelincahan dengan kemampuan

BAB I PENDAHULUAN. Prestasi bangsa Indonesia dibidang olahraga saat ini belum dapat memberikan

Penerapan Modifikasi Permainan Dalam Pembelajaran Dribbling Terhadap Keterampilan Motorik

THE EFFECT OF UNDER THE BASKET SHOT TRAINING TO THE SKILL OF SHOOTING THE BASKETBALL GAME ON MALE OF CLUB ANGKASA JUNIOR TUALANG KABUPATEN SIAK

PENGARUH KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KETEPATAN SERVICE ATAS BOLAVOLI PADA SISWA PUTRA SMP PGRI 1 KEDIRI TAHUN AJARAN 2014/2015 ARTIKEL SKRIPSI

JURNAL SURVEI TEKNIK DASAR BOLAVOLI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER DI MTSN 1 BANDAR KIDUL KOTA KEDIRI

Journal of Sport Sciences and Fitness

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN BAHU DENGAN HASIL FREE THROW PADA PERMAINAN TIM BOLA BASKET PUTRA SMAN 14 PEKANBARU

Transkripsi:

PERBANDINGAN TINGKAT KETERAMPILAN DASAR BERMAIN BOLABASKET MENGGUNAKAN AAHPERD BASKETBALL TEST DAN TES STO DI SMP NEGERI 4 PACITAN TAHUN AJARAN 2015/2016 SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S-1) Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi pada Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Oleh: Cahyo Nugroho 11101091283 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2015 1

2

3

PERBANDINGAN TINGKAT KETERAMPILAN DASAR BERMAIN BOLABASKET MENGGUNAKAN AAHPERD BASKETBALL TEST DAN TES STO DI SMP NEGERI 4 PACITAN TAHUN AJARAN 2015/2016 Cahyo Nugroho 11101091283 - Drs. Setyo Harmono, M.Pd. dan Wasis Himawanto, M.Or. UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat keterampilan dasar bermain bolabasket menggunakan aahperd basketball test dan tes STO di SMP Negeri 4 Pacitan tahun ajaran 2015/2016. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa di SMP Negeri 4 Pacitan tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 21 siswa. Instrumen yang dipakai adalah AAHPERD Basketball test dan Tes STO. Analisis data menggunakan T-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: berdasarkan tes AAHPERD secara umum kemampuan bermain bolabasket siswa di SMP Negeri 4 Pacitan tahun ajaran 2015/2016 masuk dalam kategori sangat baik sebesar 0,00%, kategori baik sebesar 28,57%, cukup baik yakni sebesar 42,86%, kategori kurang baik sebesar 14,29%, dan 14,29% masuk kategori sangat kurang baik. Dengan demikian disimpulkan bahwa sumbangan kekuatan otot lengan, panjang lengan, dan akurasi terhadap ketepatan servis atas bolavoli sebesar 93%, sedangkan sisanya sebesar 7% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan tes STO secara umum kemampuan bermain bolabasket siswa di SMP Negeri 4 Pacitan tahun ajaran 2015/2016 masuk dalam kategori sedang yakni sebesar 52,38%, dalam kategori cukup sebesar 19,05% dan dalam kategori kurang sebesar 28,57%. Berdasarkan hasil penelitian Perbandingan tingkat keterampilan bolabasket siswa menggunakan perbandingan AAHPERD Basketball test dan Tes STO yang mengikuti ekstrakurikuler bolabasket di SMP Negeri 4 Pacitan tahun ajaran 2015/2016, bagi pihak-pihak tertentu seperti pelatih agar lebih meningkatkan latihan agar kualitas atlet lebih meningkat. Kata kunci: keterampilan, bermain basket, AAHPERD Basketball test dan Tes STO 4

I. PENDAHULUAN Di Indonesia perkembangan olahraga bolabasket akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang sangat pesat, yaitu dengan banyaknya perkumpulan dan pertandingan serta banyaknya jumlah penonton dalam suatu pertandingan baik orang tua maupun muda. Hal ini memberikan gambaran bahwa permainan bolabasket sangat populer dan digemari oleh masyarakat. Pada dasarnya permainan bolabasket adalah permainan yang dilakukan secara beregu dan kemenangan dalam suatu tim ditentukan oleh selisih jumlah point. Hal ini seperti yang didefinisikan oleh PERBASI (1998: 11) yaitu: Bolabasket dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 5 orang pemain, setiap regu berusaha memasukkan bola ke dalam keranjang regu lawan dan mencegah lawan memasukkan bola atau membuat angka. Permainan bolabasket merupakan suatu gabungan dari teknik-teknik dasar bermain bolabasket dan strategi pertahanan maupun penyerangan. Untuk itu seorang pemain harus menguasai teknik ketrampilan dasar bermain bolabasket dan menguasai strategi yang baik untuk bermain bolabasket secara baik dan benar. Ketrampilan dasar yang digunakan dalam permainan bolabasket adalah menggiring (dribbling), tembakan (shooting), operan (passing), memoros (pivot), rayahan (rebound), dan pertahanan. Sedangkan taktik dalam permainan bolabasket adalah pertahanan dan penyerangan. Keterampilan teknik dasar merupakan syarat utama bagi siapa saja yang hendak melakukan permainan bolabasket. Kemenangan sebuah tim bolabasket dipengaruhi oleh bagaimana pemain tersebut dapat melakukan permainan bolabasket dengan terampil, untuk menjadi pemain yang terampil pemain harus dapat menguasai teknik dasar bermain bolabasket dengan benar serta dapat menguasai stategi bermain dengan baik. Sehingga permainan dalam sebuah tim tersebut akan terlihat indah dengan operan-operan, drible, serta tembakan-tembakan yang akurat. Permasalahan yang sering dihadapai di lapangan adalah sering ditemukan pemain yang tidak bisa melakukan teknik dasar bolabasket dengan baik, seperti saat mengoper, menangkap, menggiring bola, menembak, dan gerak bertahan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya kemampuan pemain dalam penguasaan teknik dasar bermain bolabasket, kebiasaankebiasaan melakukan teknik dasar yang salah saat latihan tanpa adanya pembenaran, tidak adanya komunikasi serta kekompakan pemain yang menyebabkan lawan mampu memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang dibuat tim untuk mencetak skor. Kurangnya kemampuan teknik dasar pemain dalam sebuah pertandingan akan menyebabkan 5

banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh tim tersebut dan akhirnya akan berpengaruh terhadap keberhasilan tim untuk memenangkan sebuah pertandingan. Tim yang menjadi pemenang adalah tim yang solid dan mempunyai pemain dengan penguasaan teknik dasar bolabasket yang baik, tim yang mempunyai penguasaan teknik dasar yang baik, akan mampu bermain dengan terampil sehingga ketepatan saat mengoper, mendribel, dan menembak sangat baik yang berpeluang memenagkan sebuah pertandingan. Namun tim yang tidak juara atau dengan kemampuan biasa saja belum tentu teknik dasarnya tidak baik, karena banyak faktor yang mempengaruhi tim yang menjadi juara antara lain ketahanan fisik (physical condition) dan kerja sama (pola dan strategi). Masalah lain yang belum teridentifiasi adalah tingkat keterampilan yaitu sangat penting untuk mengetahui seberapa besar tingkat keterampilan bermain bolabasket khususnya pada siswa. Peneliti tertarik melakukan penelitian ini karena belum pernah dilakukan tes uji keterampilan (Sport Skill Test) bolabasket pada siswa di SMP Negeri 4 Pacitan. Diharapkan dengan diketahuinya tingkat keterampilan pada siswa, dapat meningkatkan kemampuan dalam berlatih bolabasket. Juga para pelatih dan guru dapat membantu mengoptimalkan pelatihan sehingga ke depan dapat meraih prestasi yang lebih optimal. Peneliti juga ingin mengetahui sejauh mana keterampilan dasar bermain bolabasket siswa di SMP Negeri 4 Pacitan, dengan menggunakan tes keterampilan dasar battery test dan tes keterampilan dasar per part/bagian. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu mengenai keterampilan dasar bermain bolabasket siswa, artinya dalam penelitian ini peneliti hanya ingin menggambarkan tingkat keterampilan dasar bermain bolabasket siswa pada saat penelitian berlangsung tanpa adanya pengujian hipotesis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan teknik tes dan pengukuran. III. PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data berdasarkan tes kemampuan bermain bolabasket STO dan AAHPERD Basketball Test. Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif sehingga dapat menggambarkan kemampuan bermain bola basket siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolabasket di SMP Negeri 4 Pacitan. Secara umum berdasarkan hasil nilai T-score yang kemudian dikonsultasikan dengan tabel distribusi frekuensi baku dari STO maka dapat diketahui bahwa kemampuan bermain bolabasket siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolabasket di 6

SMP Negeri 4 Pacitan masuk dalam kategori sedang yakni 52,38%, sedangkan berdasarkan T-score AAHPERD Basketball test secara umum masuk dalam kategori cukup baik yakni sebesar 42,86%. Hasil tersebut dapat dijabarkan berdasarkan item tes sebagai berikut: Kemampuan Passing Hasil analisis yang dilakukan terhadap kemampuan passing siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolbasket di SMP Negeri 4 Pacitan berdasarkan tes STO diperoleh hasil dalam waktu 15 X 2 (detik) siswa paling banyak mampu memantulkan bola ketembok berkisar antara 36 41 dan 42 47 yakni sebanyak masing-masing 8 siswa atau sebesar 38,10%, sedangkan berdasarkan hasil analisis data tes AAHPERD kemampuan passing siswa masuk dalam kategori cukup baik yakni sebesar 33,33 %. Kemampuan Dribbling Kemampuan dribbling berdasarkan data tes STO menunjukkan bahwa kemampuan siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolabasket di di SMP Negeri 4 Pacitan berdasarkan penjumlahan waktu tes sebanyak dua kali maka diketahui bahwa secara umum siswa membutuhkan waktu 22,68-24,83 untuk melakukan 2X dribling yakni sebanyak 10 siswa atau sebesar 47,62%. Sedangkan berdasarkan tes AAHPERD dari hasil penjumlahan waktu dua kali melakukan control dribbling maka secara umum siswa masuk dalam kategori baik yakni sebanyak 8 siswa atau sebesar 38,10%. Kemampuan Shooting Untuk mengetahui kemampuan shooting anak maka dilakukan tes menggunakan tes STO dengan memberikan kesempatan 2x kepada siswa untuk memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke dalam jaring dalam waktu 60 detik, berdasarkan pejumlahan dari hasil 2x kesempatan tersebut maka diperoleh hasil bahwa kebanyakan siswa dapat memasukkan bola berkisar antara 18 25 dan 34 41 masing-masing sebanyak 6 siswa atau sebesar 28,57%. Sedangkan berdasarkan analisis hasil test AAHPERD dari 2x kesempatan melakukan shooting masingmasing selama 60 detik, maka diperoleh hasil siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler basket di SMP Negeri 4 Pacitan masuk dalam kategori cukup baik yakni sebanyak 10 siswa atau sebesar 47,62%. Kemampuan Defensive Movement Kemampuan pergerakan mempertahankan bola (Defensive Movement) hanya diukur menggunakan tes AAHPERD setelah dilakukan analisis deskriptif statistik maka diperoleh hasil bahwa sebanyak masing-masing 7 siswa atau sebesar 33,33% masuk ke dalam kategori cukup baik dan kurang baik. Dari hasil penelitian ini tes yang lebih bagus adalah tes dari STO, karena tingkat prosentasenya lebih tinggi yaitu dengan 7

kategori sedang 52,38%, sedangkan menggunakan AAHPERD masuk kategori cukup baik dengan prosentase 42,86%. Hal ini sesuai dengan tingkat kesulitan dari tes item AAHPERD basketball tes yang mungkin terbilang cukup sulit daripada tes STO. Dalam tes STO tidak terdapat tes uji untuk langkah jaga atau (defensive movement), juga tingkat kesulitan dari masing-masing tes terbilang cukup mudah untuk dilakukan setingkat SLTA putra, sehingga ke depan diharapkan apabila ingin mengetahui tingkat keterampilan dasar atau mengadakan tes uji keterampilan setingkat SLTA khususnya putra sebaiknya menggunakan AAHPERD basketball test. Hal juga ini dikarenakan terdapat tes uji untuk langkah jaga (defensive movement). KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan bermain bolabasket siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolabasket di SMP Negeri 4 Pacitan yang dalam kategori berikut ini: Berdasarkan Tes STO Secara umum kemampuan bermain bolabasket siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolabasket di SMP Negeri 4 Pacitan masuk dalam kategori sedang yakni sebesar 52,38%, dalam kategori cukup sebesar 19,05% dan dalam kategori kurang sebesar 28,57%. Berdasarkan Tes AAHPERD Secara umum kemampuan bermain bolabasket siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolabasket di SMP Negeri 4 Pacitan masuk dalam kategori sangat baik sebesar 0,00%, kategori baik sebesar 28,57%, cukup baik yakni sebesar 42,86%, kategori kurang baik sebesar 14,29%, dan 14,29% masuk kategori sangat kurang baik. IV. DAFTAR PUSTAKA Anas Sudijono. (2011). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Agus Irianto. (2004). Statistik Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta : PrenadaMedia Akros Abidin (1999). Bolabasket Kembar (dapat dibuat dilahan yang sempit. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Bradford N. Strand, Rolayne Wilson. (1993). Assessing Sport Skills. United State of America: Human Kinetics Publishers Budi Ariyanto. 1995. Adaptasi Tes Ketrampilan Bolabasket AAHPERD 1984 Bagi Pemain Kelas 1 SMTP Putra Di Kotamadya Yogyakarta (Skripsi). Yogyakarta: FIK UNY. Danny Kosasih. (2008). Fundamental Bolabasket First Step to Win. Semarang: CV. Elwas Offset. Dedy Sumiyarsono. (2002). Keterampilan Bolabasket. Yogyakarta: FIK UNY. 8

Engkos Kosasih. (1985). Olahraga (teknik dan program latihan). Jakarta: Akademika Pressindo. Hari Amirullah Rachman. 2003. Alat Evaluasi Keterampilan Bermain Bolabasket. Jurnal Nasional Pendidikan Jasmani dan Ilmu Keolahragaan. Jakarta: Depdiknas. Moh.Nazir. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Muhajir. (2007). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga. Ngatman. (2001). Petunjuk Praktikum Tes dan Pengukuran. Yogyakarta: FIK UNY. Nuril Ahmadi. (2007). Dasar-dasar Pendidikan Jasmani. Jakarta: Depdikbud. Oliver, Jon. (2007). Dasar-dasar Bola Basket. Jakarta: Inisiasi Pers. PERBASI (1998). Peraturan Permainan Bola basket. Jakarta: Pengurus Besar Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia. PB. PERBASI. (2004). Peraturan Bolabasket Resmi 2008. Jakarta: Tim Penerjem ah PB. PERBASI Bidang III PB. Perbasi. Saifuddin Azwar. (1998). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Sukintaka, Tamsir Rijadi, dan Bambang Suprijo. (1979). Permainan dan Metodik; Buku II. Jakarta: Tarate Bandung. Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Suharsimi Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta....(2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT. Bina Aksara....(2007). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Tim UNY. (2009). Pedoman tugas akhir. Yogyakarta : UNY press. Wahjoedi, (2001),.Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, Wissel, Hall. (2000). Basketball Steps to Succes (Bagus Pribadi. Terjemahan). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Buku asli diterbitkan Tahun 1994. W.Gulo, (2002). Metodologi penelitian. Jakarta: Grasindo. 9