LANGKAH-LANGKAH PROGRAM POSY ANDU MANDIRI



dokumen-dokumen yang mirip
WAHANA MEMBANGUN KELUARGA SEJAHTERA

V PERANAN UNSUR-UNSUR DALAM PENGEMBANGAN

Komitmen itu diperbaharui

PETUNJUK PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA KELUARGA)

PETUNJUK PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN POS PEMBERDAYAAN KELUARCA (POSOAYA)

Keluarga kurang mampu tersebut didorong dan. C. Pemberdayaan Bidang Wirausaha bagi Ibu/Wanita. IV. STRATEGI PENGEMBANGAN

MENGEMBANGKAN EKONOMI RAKYAT UNTUK ENTASKAN KEMISKINAN DAN MEMBANGUN KELUARGA SEJAHTERA

PEMBERDAYAAN KELUARGA UNTUK : MEMBANGUN MANUSIA MENGENTASKAN KEMISKINAN MELALUI POSDAYA

SUB BIDANG SUB SUB BIDANG RINCIAN URUSAN DAERAH 1. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi

BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA)

INPRES 14/1999, PENGELOLAAN PROGRAM AKSI KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

sebagai "gerakan Aladin " atau gerakan membantu keluarga pra sejahtera memperbaiki atap, lantai dan dinding.

O. BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN 1 2 3

BUKU PEDOMAN PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA)

1. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi

BAB VI P E N U T U P. 6.1 Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Kesehatan tubuh. merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi individu dalam

L. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

L. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

BAB I PENDAHULUAN. Gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga selanjutnya disebut

KEMISKINAN KEMISKINAN DAN KESEHATAN MELIMPAHNYA PENDUDUK USIA PRODUKTIF TAHUN DAN LANSIA DI INDONESIA

PEDOMAN PENGELOLAAN PROGRAM AKSI KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

L. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

PERATURAN BUPATI KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DAERAH

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN PROGRAM AKSI KEPENDUDUKAN DI INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

SAMBUTAN BUPATI KULON PROGO

BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF V.1 Rencana Program V.1.1. Rencana Program Keluarga

BUPATI MADIUN SALISSS SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG

POSDAYA POS DNIKS PEMBERDAYAAN KELUARGA

PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB IV P E N U T U P

Ikhtisar Pencapaian MDGs Provinsi Kepulauan Riau Menurut Jumlah Indikator

KOMUNIKASI MENGOKOHKAN FUNGSI KELUARGA

2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pelayanan Kesehatan adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian

BAB IV PENUTUP. 4.1 Kesimpulan

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PROGRAM KELUARGA BERENCANA. a. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan. b. Mendapat kelahiran yang memang diinginkan

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Istilah motivasi berasal dari bahasa Latin, yakni movere yang. Menurut Sadirman (2007), motivasi adalah perubahan energi diri

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERCEPATAN PENCAPAIAN MDGs GOAL 5 DI PROVINSI BENGKULU

I. PENDAHULUAN. Keluarga merupakan suatu kelompok yang menjadi bagian dalam masyarakat.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Pos Pelayanan Terpadu. Layanan Sosial Dasar. Pedoman.

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL Tahun Anggaran 2016

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN KEDIRI TARGET

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

LAMPIRAN KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT AVIAN INFLUENZA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Ensiklopedia indonesia, perkataan perkawinan adalah nikah;

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DAN OPTIMALISASI FUNGSI KELUARGA

WALI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA DEPOK NOMOR 5 TAHUN

BAB 30 PEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN

Penilaian Pencapaian MDGs di Provinsi DIY Oleh Dyna Herlina Suwarto, SE, SIP

Bab V. Kepedulian Kesehatan Remaja Putri. Perubahan yang terjadi pada tubuh (pubertas) Perubahan yang membawa kehidupan lebih baik

CATATAN HASIL KEGIATAN KESATUAN GERAK PKK-KKB-KESEHATAN

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG DESA/ KEL.. KECAMATAN... Jalan... No... Telp.(0341)... CONTOH. KEPUTUSAN DESA/ KELURAHAN... Nomor : 180/ /421.

HARGANAS, MOMENTUM STRATEGIS MEMBANGUN KELUARGA KECIL BAHAGIA SEJAHTERA

PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO

I. PENDAHULUAN. Sudah enam puluh sembilan tahun Indonesia merdeka, telah banyak tindakantindakan

PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB 1 GAMBARAN PROGRAM PUSKESMAS KALIPARE TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. Penyuluhan merupakan suatu proses yang dilakukan dengan tujuan untuk

BAB IV GAMBARAN LOKASI PENELITIAN

3.2 Pencapaian Millenium Development Goals Berdasarkan Data Sektor Tingkat Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. angka kematian bayi, angka kelahiran, dan angka kematian ibu.( A.Gde Munin

SAMBUTAN BUPATI MALINAU PADA ACARA PEMBUKAAN SOSIALISASI DAN ADVOKASI SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN (1000 HPK) RABU, 27 JULI 2016

BAB 7. KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat sehingga

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 1994 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA

PROGRAM PENGEMBANGAN REMAJA MANDIRI MELALUI SEKOLAH UNGGUL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 1994 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

URUSAN WAJIB KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

KULONPROGO BANGKIT TANGGULANGI AIDS

MEMBUAT DAN MENGISI POSDAYA UNTUK PEMBERDAYAAN KELUARGA PRASEJAHTERA

VISI Menjadikan Bogor Sebagai Kota yang Nyaman, Beriman dan Transparan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sistem Kesehatan Nasional merupakan suatu tatanan yang mencerminkan

BAB III PERNIKAHAN ANAK DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

PROPOSAL PROGRAM TERPADU PENINGKATAN PERAN WANITA MENUJU KELUARGA SEHAT DAN SEJAHTERA (P2WKSS) DESA GALANGGANG KECAMATAN BATUJAJAR BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi. Kontrasepsi

Transkripsi:

BAB III LANGKAH-LANGKAH PROGRAM POSY ANDU MANDIRI PENGEMBANGAN PROGRAM POSYANDU MANDIRI Atas dasar berbagai uraian tersebut, Posyandu masa depan harus secara sadar dikembangkan untuk pertama-tama menjadi wahana pembangunan yang sekaligus mengantar pemberdayaan keluarga agar mampu mengembangkan berbagai fungsi utamanya. Dengan demikian Posyandu sebagai lembaga masyarakat mempunyai peran yang sangat REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI 25

penting sebagai wadah pengemblengan keluarga di tingkat RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Warga), RK (Rukun Kampung) atau pedesaan, yang pada akhirnya harus bisa memberdayakan keluarga agar setiap keluarga makin mandiri. Untuk itu Posyandu harus mampu mengambil oper menjalankan fungsi-fungsi keluarga dalam kapasitas rangkap. Artinya menggantikan fungsi keluarga dengan kesiapan untuk menghindar apabila keluarga yang bersangkutan mampu menjalankan fungsinya secara mandiri. Seperti juga falsafah kita ing ngarsa sun tulodo, artinya didepan memberi contoh. Karena pendekatannya bersifat menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan, maka dengan sendirinya peran yang dijalankannya adalah peran pengganti dari keluarga sebagai berikut : 1. Anak dalam Janin Posyandu Pemberdayaan Ibu Hamil Dalam bidang kesehatan : Posyandu melakukan kegiatan pemeriksaan dan pembinaan Ibu hamil dan melahirkan, meningkatkan pengetahuan dan pemeliharaan gizi dan kesehatan umum lainnya, menjadi sarana pemeliharaan kandungan, menyediakan petunjuk olah raga dan keperluan lain yang akhirnya harus disediakan oleh keluarga dan anggotanya. Posyandu perlu juga memberi perhatian kepada para ibu, terutama kalau ibu tersebut mengalami kehamilan yang tidak dikehendaki, kehamilan karena perkosaan, kemungkinan kelahiran cacat dan sebagainya. Posyandu secara dini menyiapkan masyarakat dan keluarga yang bersangkutan terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi; Dalam bidang Pendidikan : Posyandu menyediakan fasilitas untuk pengembangan kebiasaan membaca dan usaha 26 REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI

lain yang merangsang pertumbuhan janin sesuai dengan kemajuan jaman. Posyandu bisa membantu menyiapkan keluarga untuk bekerja keras agar bisa membantu anaknya untuk sekolah secara dini dan bergaul dengan bebas bersama anak sebaya lainnya; Dalam bidang wirausaha : Posyandu menyediakan diri sebagai wahana untuk memahami adanya kesempatan wirausaha bagi keluarga anggotanya agar mampu mandiri sehingga bisa memberi makanan yang lebih baik kepada ibu hamil dan melahirkan yang ada dalam keluarganya; 2. Anak Batita dan Balita - Posyandu Pemberdayaan Batita dan Balita Dalam bidang kesehatan : Posyandu menyediakan informasi dan fasilitas untuk pemeliharaan kesehatan batita, imunisasi, merangsang pergaulan yang akrab antar batita dari beberapa anggotanya agar bisa merangsang kegiatan anak batita, bergabungnya keluarga batita untuk merangsang kebersamaan antar keluarga. Posyandu harus memberikan perhatian secara khusus kepada orang tua yang mungkin saja tidak menghendaki kelahiran anaknya, mempunyai anak balita yang cacat atau mempunyai kelainan pertumbuhan tertentu; Dalam bidang pendidikan : Posyandu merangsang keluarga anggotanya untuk memberikan kesempatan kepada anak batita dan balita bergabung dalam kegiatan anak-anak sebaya untuk merangsang kegembiraan dan kecerdasan bagi anak-anak balita itu. Posyandu membantu menyalurkan anak batita dan balita yang mempunyai kelainan kepada fasilitas yang ada di desa atau kabupatennya. Posyandu mengusahakan REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI 27

sekolah atau pendidikan khusus agar orang tuanya tidak terlalu menderita dan anaknya dapat tumbuh dengan lebih baik; 3. Anak Siap SD SMP Posyandu Pemberdayaan Anak Sekolah Dalam bidang Kesehatan : Posyandu membantu pemeliharaan kesehatan anak-anak yang dipadukan dengan upaya lain yang dilakukan di sekolah. Posyandu dapat membantu melanjutkan penanganan masalah gizi anak-anak keluarga kurang mampu agar anak-anak keluarga kurang mampu bisa sekolah dengan lebih sehat. Anak-anak usia sekolah diusahakan diamati dengan baik agar tidak mbolos semata-mata karena kurang sehat atau sakit; Dalam Bidang Pendidikan : Posyandu diharapkan merangsang keluarga agar anak-anak usia sekolah dasar tetap dijamin, diusahakan dan didukung untuk bisa sekolah. Perhatian harus diberikan kepada anak-anak keluarga kurang mampu, kalau perlu dengan mengantar mereka ke sekolah yang terdekat sehingga tidak memerlukan ongkos transport atau ongkos-ongkos lain yang menjauhkan anak-anak itu dari akses sekolah dasar. Anak-anak tersebut harus pula dijauhkan dari pergaulan yang kurang baik sehingga tidak menjadi korban narkoba atau kebiasaan lain yang tidak menguntungkan masa depannya; Dalam Bidang Wirausaha : Posyandu merangsang orang tua dari keluarga dengan anak-anak usia sekolah dasar harus ditolong untuk mendapat pendidikan dan pelatihan wirausaha dan akhirnya diajak bergabung dalam usaha oleh keluarga yang mempunyai kegiatan usaha ekonomi. Tujuannya adalah agar 28 REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI

keluarga yang dibantu makin mampu dan bisa memberi makanan dan keperluan lain yang baik untuk anaknya yang sedang sekolah; 4. Remaja Usia SMA Posyandu Pemberdayaan Keluarga Remaja Dalam Bidang Kesehatan : Posyandu memelihara kesehatan anak remaja usia SMA, terutama mengembangkan pengetahuan orang tua agar memberi perhatian terhadap pertumbuhan anak-anaknya. Perhatian secara khusus diberikan tentang masalah reproduksi sehingga orang tua dan anaknya diajak untuk bersama-sama memperlajari masalah reproduksi dalam lingkungan Posyandu. Orang tua dan anaknya bisa melanjutkan diskusi dalam lingkungan keluarga sehingga mereka bisa menjadi keluarga sadar tentang masalah kesehatan di lingkungan remaja; Dalam Bidang Pendidikan : Posyandu merangsang orang tua agar anak-anak usia SMA, terutama anak-anak perempuan, tetap rajin melanjutkan pendidikan sampai ke tingkat SMA biarpun pendidikan sampai ke tingkat ini belum menjadi bagian dari Wajib Belajar. Pendidikan yang tinggi untuk anak perempuan akan memungkinkan keluarga masa depan lebih mandiri. Anak perempuan dari keluarga kurang mampu yang sekolah sampai ke tingkat SMA atau lebih tinggi akan memberi bekal untuk keluarga makin mampu memotong rantai kemiskinan. Godaan yang tinggi adalah bagi anak perempuan menjelang dewasa, usia SMA, untuk tidak melanjutkan karena alasan kawin atau sudah bisa bekerja dan memberi hasil ekonomi yang nyata untuk orang tua dan keluarganya; REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI 29

Dalam Bidang Ekonomi : Posyandu yang anggotanya mempunyai kegiatan ekonomi dapat mengajak dan memberi tugas kepada anak-anak muda murid SMA atau anak usia SMA yang tidak sekolah atau drop out untuk ikut aktif berlatih dalam bentuk magang usaha ekonomi di desanya. Kegiatan magang ini memberi keuntungan kepada anak-anak dan pemilik usaha karena mereka mendapat bantuan sekaligus simpati rakyat di desa sekitarnya. Apabila memungkinkan anak-anak usia SMA dapat pula diajak bersama dengan anak keluarga yang lebih mampu untuk mengembangkan usaha bersama dengan para pengusaha yang ada di wilayah tersebut, atau anggota Posyandu yang bersangkutan. Sebagai usaha bersama bisa saja para anggota itu membentu koperasi. Atau bisa saja bersama-sama mengajukan kredit kepada Bank dengan dukungan agunan yang dijamin oleh keluarga yang dianggap mampu. Keuntungan dari usaha itu dapat disumbangkan untuk menyuburkan gerakan sosial dalam Posyandu; 5. Remaja Dewasa - Posyandu Pemberdayaan Keluarga Dewasa Dalam Bidang Kesehatan : seperti juga untuk anak-anak remaja, maka Posyandu bisa membantu memelihara kesehatan keluarga dewasa agar keluarga dengan anak-anak usia SMA bisa menjadi kekuatan pendukung untuk kehidupan yang siap kerja. Anak-anak muda itu sebaiknya juga dilibatkan ikut aktif dalam Posyandu. Perhatian secara khusus diberikan tentang masalah reproduksi sehingga orang tua dan anaknya bersamasama mempelajari masalah reproduksi dalam lingkungan Posyandu. Orang tua dan anaknya bisa melanjutkan diskusi dalam lingkungan keluarga sehingga mereka bisa menjadi keluarga sadar tentang masalah kesehatan; 30 REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI

Dalam Bidang Pendidikan : Remaja dewasa diatas usia SMA, utamanya anak-anak perempuan, harus diusahakan untuk tetap rajin melanjutkan pendidikan dan pelatihan ketrampilan. Kalau bisa dibantu untuk melanjutkan diri pada pendidikan perguruan tinggi. Pendidikan tinggi untuk anak perempuan akan memungkinkan keluarga masa depan lebih mandiri. Anak perempuan dari keluarga kurang mampu yang mengikuti pendidikan tinggi akan lebih mampu memotong rantai kemiskinan. Godaan yang tinggi adalah bagi anak perempuan dewasa, untuk tidak melanjutkan karena alasan kawin atau sudah bisa bekerja dan memberi hasil ekonomi untuk orang tua dan keluarganya; Dalam Bidang Ekonomi : Posyandu yang anggotanya keluarga dengan kegiatan ekonomi dapat mengajak dan memberi tugas kepada anak dewasa untuk ikut aktif berlatih dalam bentuk magang dalam usahanya. Kegiatan magang ini memberi keuntungan kepada anak dewasa dan pemilik usaha karena mereka mendapat bantuan sekaligus simpati rakyat di sekitarnya. Apabila memungkinkan anak dewasa tersebut diajak mengembangkan usaha bersama dengan para pengusaha yang ada di wilayah tersebut, atau anggota Posyandu yang bersangkutan. Keuntungan dari usaha itu dapat disumbangkan untuk menyuburkan gerakan sosial dalam Posyandu; 6. Usia Lanjut Lansia - Posyandu Pemberdayaan Keluarga Lansia Keluarga dengan anggota lansia atau keluarga lansia yang bergabung dalam Posyandu dapat memberi dukungan moral dan nilai-nilai luhur yang diperlukan oleh generasi muda REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI 31

yang ada. Sebaliknya Posyandu dapat membantu lansia dari keluarga kurang mampu untuk memperingan masalah kesehatan yang mereka hadapi, masalah pengetahuan tentang perkembangan masyarakat yang terjadi, dan dapat pula membantu pengembangan ekonomi dengan menjaga kehidupan yang tenteram diantara warga yang ada. Kelompok Lansia dalam Posyandu biasanya bisa berfungsi ganda, disatu pihak untuk anggotanya, dan di pihak lain anggota Posyandu yang lansia dapat memberi dukungan terhadap masalahmasalah moral atau pengalaman masa lalu yang tidak pernah dialami oleh anggota Posyandu yang lebih muda. Posyandu lansia dapat menjadi ajang untuk bekerja sama diantara para lansia sehingga mereka mempunyai kegiatan bersama yang mengasyikkan. Para lansia dapat menjadi panutan untuk generasi yang lebih muda. PROGRAM-PROGRAM KHUSUS POSYANDU MANDIRI Tanpa merubah arah prioritas utama untuk membantu keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I atau keluarga miskin dengan cakupan tinggi, ada beberapa program yang sifatnya lintas penduduk dengan berbagai latar belakang demografis dan sosial yang berbedabeda dan harus dikembangkan dengan prioritas tinggi. Programprogram tersebut perlu dikembangkan lintas sasaran dan bisa menjadi warna yang menarik dari program dan kegiatan dalam lingkungan Posyandu atau PKK. Program-program tersebut dapat dilaksanakan secara bertahap sampai kekuatan Posyandu cukup tangguh untuk bisa melaksanakan program secara berkelanjutan dengan baik. 32 REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI

1. Penurunan Tingkat Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan Suatu kampanye yang sudah berlangsung lama adalah Gerakan Ibu Sehat Sejahtera. Gerakan ini ditujukan untuk merangsang setiap keluarga, terutama keluarga usia subur, yaitu dalam memperhatikan dirinya dalam mengembangkan sikap dan tingkah laku reproduksi. Kampanye ini, disertai dengan keikut sertaan dalam KB dan pelayanan ibu hamil yang gencar oleh bidan, termasuk bidan di desa, telah berhasil menurunkan angka kematian ibu hamil dan melahirkan dengan cukup siginifikan. REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI 33

Namun karena tingkat kematian ibu hamil dan melahirkan di masa lalu sangat tinggi, dewasa ini keadaan di Indonesia masih sangat rawan. Program ini perlu dilanjutkan dengan informasi dan motivasi yang lebih gencar, terutama diarahkan untuk meningkatkan kesadaran keluarga pasangan usia subur dari keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtrera I, penyediaan pelayanan bidan dan tenaga medis yang lebih menyebar, dan kualitas pelayanan yang bermutu. Kesadaran masyarakat harus lebih dipacu karena penurunan yang diharapkan terjadi jauh lebih sulit dibandingkan dengan upaya yang berhasil di masa lalu. Resiko kematian karena hamil dan melahirkan menyangkut pasangan terlalu muda, atau terlalu tinggi, dan pasangan muda yang mempunyai jarak kelahiran anak-anak mereka yang relatif pendek. Resiko ini tinggi karena jumlah pasangan muda yang berlipat jumlahnya dan belum mendapat informasi yang jelas dan terarah tentang kesehatan reproduksi. Gerakan ini mengharuskan antara lain perubahan sikap dan tingkah laku keluarga, utamanya suami dan isteri, yang isterinya sedang mengandung untuk datang bersama sebagai suami isteri pada waktu melakukan pemeriksaan pada tenaga medis atau kepada bidan. Perubahan ini akan menolong peningkatan dukungan seluruh keluarga kepada ibu yang sedang hamil dari resiko kesakitan dan kematian karena hamil dan melahirkan. Gerakan ini juga mengharuskan para bidan dan dokter ahli kesehatan reproduksi untuk sering-sering berkunjung ke SMA memberikan penyuluhan dan advokasi yang lebih mendalam tentang masalah reproduksi dengan harapan generasi 34 REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI

muda tersebut akan mengembangkan sikap dan tingkah laku positif tentang kehamilan dan kelahiran yang sehat, aman dan bisa dihindarkan dari kematian yang sia-sia. 2. Dukungan pencegahan penyakit Kurang Gizi, Flu Burung dan lainnya Masyarakat modern menghadapi kehidupan yang sangat transparan dan wilayah yang hampir tanpa batas. Kehidupan di suatu daerah, apabila terganggu, dengan mudah dapat menjalar ke daerah lain dengan kecepatan tinggi. Peristiwa penyakit kurang gizi dapat dicegah dengan pengawasan yang sangat ketat dalam lingkungan Posyandu. Anak-anak keluarga kurang mampu maupun anak-anak keluarga yang lebih mampu harus mendapat penjelasan melalui orang tuanya yang menjadi anggota Posyandu. Begitu juga keluarga yang mempunyai kegiatan peternakan unggas, berhubung adanya flu burung, harus mendapat penjelasan yang jujur dan tuntas tentang cara pencegahan. Pencegahan dalam proses pemeliharaan unggasnya dan pencegahan dalam cara memakan hasil produk peternakan tersebut. 3. Dukungan Kampanye Sadar HIV/AIDS Dukungan untuk kampanye ini harus diberikan kepada Keluarga Balita, Keluarga Dewasa maupun Keluarga Lansia. Virus HIV/AIDS menyerang keluar ga dan penduduk tidak pandang bulu. Setiap keluarga harus diberikan pemberdayaan secara komprehensif agar bisa melakukan pencegahan dengan lebih akurat dan tidak menjadi korban yang sia-sia. Perincian REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI 35

sasaran program ini secara umum adalah sebagai berikut: a. Keluarga yang salah satu anggotanya menderita sakit karena Virus HIV/AIDS. Tujuannya adalah agar penderita tidak dikucilkan dan bisa membantu mencegah penularan yang tidak terkendali. Keluarga yang terkena bisa membantu mencegah dan yang masih sehat bisa menghindari berdasarkan pengalaman dari mereka yang sudah terkena penularan. b. Keluarga yang salah satu anggotanya bekerja di tempattempat yang mempunyai resiko terkena penularan seperti bekerja dihotel, tempat hiburan, disko, rumah sakit, tempat transfusi darah, dan tempat lain yang beresiko. c. Keluarga yang salah satu anggotanya menjadi langganan atau mempunyai kaitan kerja dengan tempat-tempat beresiko tinggi. d. Keluarga yang salah satu anggotanya sering bepergian, baik karena tugas atau karena alasan apapun. e. Keluarga dengan resiko tinggi lainnya seperti dokter gigi, dokter ahli penyakit kandungan, dokter mata, dokter paruparu, petugas transfusi darah, dan lainnya. f. Keluarga muda, remaja dan keluarga lainnya. 4. Program W ajib Belajar Seperti dukungan untuk keluarga subur dalam mengembangkan sikap positif tentang kehamilan, maka 36 REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI

program penting lain yang sifatnya lintas sasaran adalah Program Wajib Belajar. Dewasa ini program ini ditujukan sampai seorang remaja bisa menamatkan pendidikan pada tingkat SMP. Karena globalisasi yang lebih cepat, maka Posyandu dan keluarga di kota dan di pedesaan harus berusaha untuk meningkatkan cakupan dan batas minimum sekolah yang harus diikuti oleh anak-anaknya sampai ke tingkat SMA. Wajib belajar sembilan tahun harus dikembangkan menjadi Wajib Belajar Duabelas Tahun. Seperti program pemberdayaan lainnya program ini utamanya harus mendukung REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI 37

pemberdayaan kepada anak-anak keluarga pra sejahtera dan kelaurga sejahtera I tanpa meninggalkan keluarga lainnya. Dukungan kepada anak-anak perempuan harus makin nyata dengan melihat jumlah siswa pada tingkat SMA yang bersangkutan. Apabila anak-anak perempuan jumlahnya tidak seimbang, pantas diduga bahwa sekolah dan masyarakat sekitarnya tidak peka terhadap kesetaraan gender. Kampung, desa atau sekolah tersebut harus mendapat teguran agar dapat mengusahakan kesetaraan gender di sekolahnya. 5. Dukungan Pr ogram Pemberantasan Buta Aksara Akhir-akhir ini kesadaran untuk memberantas buta aksara bertambah tinggi. Kesadaran untuk meningkatkan upaya dalam bidan kini juga bertambah tinggi. Pemerintah bahkan telah mencanangkan agar upaya ini menjadi perhatian yang tinggi karena modernisasi tidak aral memerlukan partisipasi yang tinggi dan bijaksana serta warga yang siap membaca. Karena itu Posyandu bisa menjadi organisasi yang anggotanya dengan jelas dapat dibedakan berasal dari keluar ga mampu atau keluarga kurang mampu. Apabila cakupan keluarga kurang mampu tinggi, maka sebagai program pembelajaran keluarga yang mampu membaca dengan baik dapat menjadi tutor bagi keluarga lain yang belum mampu membaca dengan baik. Upaya pemberantasan Buta Aksara dapat dikaitkan dengan upaya peningkatan partisisipasi dalam pengembangan ekonomi kerakyataan di tingkat pedesaan. Bahan-bahan untuk belajar membaca dan menulis dapat disiapkan sekaligus 38 REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI

mengandung isi untuk mempersiapkan penduduk yang bersangkutan menguasai tehnologi pertanian, industri dan perdagangan berskala mikro. Upaya ini dapat pula dikaiktan dengan upaya pengembangan SDM dengan berbasis masyarakat dan keluarga. 6. Dukungan Kampanye Keluarga Sejahtera Kampanye keluarga sejahtera mempunyai tujuan untuk memberdayakan setiap keluarga Indonesia menjadi keluarga dengan potensi dan kemampuan yang tinggi. Kemampuan keluarga yang tinggi akan memungkinkan setiap keluarga, terutama keluarga balita dan keluarga remaja, atau keluarga muda, untuk mengembangkan diri menjadi keluarga yang peduli terhadap penanganan masalah KB dan Kesehatan serta upayaupaya lain yang mengarah kepada pembentukan keluarga yang mandiri di masa depan. Keluarga Mandiri tersebut akan mengembangkan program KB menjadi Program KB Mandiri dengan memberi kesempatan pelayanan oleh para bidan dan tenaga medis swasta. Kegiatan ini akan memudahkan calon peserta yang makin sadar akan hakhaknya, lebih dari itu akan memberi dorongan dan pilihan pelayanan kontrasepsi sesuai dengan pilihan yang bijaksana tersebut. Keluarga Sejahtera akan memberikan dukungan kepada upaya peningkatan kualitas anak-anak balita, remaja dan penduduk lain yang sudah siap untuk bekerja. Karena itu kampanye keluarga sejahtera mempunyai dimensi rangkap, yaitu pertama, untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan dalam ikut memenuhi tuntutan rakyat dan kedua, menyiapkan REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI 39

penduduk atau keluarga untuk menikmati demokrasi dan kesatuan yang utuh di tanah air tercinta. Keduanya akan memberi dorongan kepuasan kepada upaya lain oleh setiap keluarga dengan penuh dedikasi. 40 REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI