EVALUASI SETTING RELE JARAK GARDU INDUK UNGARAN JARINGAN 150kV ARAH KRAPYAK-2

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III RELAI JARAK. untuk masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Kebutuhan tenaga listrik yang

Makalah Seminar Kerja Praktek PRINSIP KERJA DASAR RELAI JARAK PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA BALI REGION JAWA TENGAH DAN DIY

BAB IV. ANALISA SETTING RELAI JARAK 150 kv GARDU INDUK KELAPA GADING

EVALUASI KERJA AUTO RECLOSE RELAY TERHADAP PMT APLIKASI AUTO RECLOSE RELAY PADA TRANSMISI 150 KV MANINJAU PADANG LUAR

Kata Kunci : Saluran UdaraTeganganTinggi, Rele Jarak, Scanning Setting Rele Jarak, Mathcad 14.

STUDI KEANDALAN DISTANCE RELAY JARINGAN 150 kv GI TELLO - GI PARE-PARE

STUDI PERENCANAAN KOORDINASI RELE PROTEKSI PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI GARDU INDUK GAMBIR LAMA - PULOMAS SKRIPSI

BAB 3 RELE PROTEKSI PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI

BAB III SISTEM PROTEKSI DENGAN RELAI JARAK. terutama untuk masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Kebutuhan tenaga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia Abstrak

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISA PERHITUNGAN SETTING RELAI JARAK SUTET 500. kv KRIAN - GRESIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II GARDU INDUK 2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI GARDU INDUK. Gambar 2.1 Gardu Induk

STUDI PENGARUH UPRATING SALURAN TRANSMISI TEGANGAN TINGGI 150 kv TERHADAP SETTING RELE JARAK ANTARA GI KAPAL GI PADANG SAMBIAN GI PESANGGARAN

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

Koordinasi Proteksi Saluran Udara Tegangan Tinggi pada Gardu Induk Mliwang Tuban Akibat Penambahan Penghantar Pltu Tanjung Awar-Awar

BAB IV PEMBAHASAN. Gardu Induk Godean berada di jalan Godean Yogyakarta, ditinjau dari

BAB I PENDAHULUAN. Dalam segi peningkatan kualitas sistem tenaga listrik, banyak aspek yang bisa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terhadap kondisi abnormal pada operasi sistem. Fungsi pengaman tenaga listrik antara lain:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PENGAMANAN TRANSFORMATOR TENAGA

STUDI ANALISIS SETTING BACKUP PROTEKSI PADA SUTT 150 KV GI KAPAL GI PEMECUTAN KELOD AKIBAT UPRATING DAN PENAMBAHAN SALURAN

SIMULASI PROTEKSI DAERAH TERBATAS DENGAN MENGGUNAKAN RELAI OMRON MY4N-J12V DC SEBAGAI PENGAMAN TEGANGAN EKSTRA TINGGI DI GARDU INDUK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengaruh Arus Infeed terhadap Kinerja Rele Jarak (Studi Kasus pada Sistem Transmisi Sigli Banda Aceh)

ANALISA PROTEKSI RELE JARAK PADA SALURAN UDARATEGANGAN TINGGI 150 KV GARDU INDUK REMBANG BARU KE GARDU INDUK PATI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB IV ANALISIA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Koordinasi Proteksi Pada Gardu Induk Wonosobo. Gardu induk Wonosobo mempunyai pengaman berupa OCR (Over Current

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA BAB I PENDAHULUAN

BAB III GANGGUAN PADA JARINGAN LISTRIK TEGANGAN MENENGAH

Analisis Penalaan Rele Jarak sebagai Proteksi Utama pada Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kv Bandung Selatan Cigereleng

ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN KERJA SISTEM PROTEKSI PADA GARDU AB

Rekonfigurasi Sistem Proteksi Utama pada Saluran Udara Tegangan Tinggi dengan Penambahan Gardu Induk Baru di Alam Sutera

Studi Koordinasi Rele Proteksi Pada Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kv GI. Payakumbuh GI. Koto Panjang

Gambar 2.1 Skema Sistem Tenaga Listrik (3)

Analisa Koordinasi Over Current Relay Dan Ground Fault Relay Di Sistem Proteksi Feeder Gardu Induk 20 kv Jababeka

Analisa Relai Arus Lebih Dan Relai Gangguan Tanah Pada Penyulang LM5 Di Gardu Induk Lamhotma

KOORDINASI SISTEM PROTEKSI OCR DAN GFR TRAFO 60 MVA GI 150 KV JAJAR TUGAS AKHIR

BAB IV SISTEM PROTEKSI GENERATOR DENGAN RELAY ARUS LEBIH (OCR)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. c. Memperkecil bahaya bagi manusia yang ditimbulkan oleh listrik.

JARINGAN GARDU INDUK DISTRIBUSI

BAB I PENDAHULUAN. Pada sistem penyaluran tenaga listrik, kita menginginkan agar pemadaman tidak

BAB III GANGGUAN SIMPATETIK TRIP PADA GARDU INDUK PUNCAK ARDI MULIA. Simpatetik Trip adalah sebuah kejadian yang sering terjadi pada sebuah gardu

ANALISIS SETTING DAN KOORDINASI RELE JARAK PADA GI 150 KV PANDEAN LAMPER ARAH SRONDOL. Abstrak

SIMULASI OVER CURRENT RELAY (OCR) MENGGUNAKAN KARATERISTIK STANDAR INVERSE SEBAGAI PROTEKSI TRAFO DAYA 30 MVA ABSTRAK

BAB III METODOLOGI. 3.2 Tahap Pelaksanaan Penyusunan Laporan Akhir

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

STUDI SETTINGAN DISTANCE RELAY PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV DI GI PAYAKUMBUH MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB

BAB I PENDAHULUAN. yang menjadi salah satu penentu kehandalan sebuah sistem. Relay merupakan

EVALUASI SETTING RELE JARAK TRANSMISI 150 KV SENGGIRING - SINGKAWANG

Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Ground Fault Relay and Restricted Earth Faulth Relay

Analisis Koordinasi Rele Arus Lebih Pda Incoming dan Penyulang 20 kv Gardu Induk Sengkaling Menggunakan Pola Non Kaskade

1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGUJIAN RELAY DIFFERENSIAL GI

BAB 3 KONSEP ADAPTIF RELE JARAK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISA SETTING RELAI PENGAMAN AKIBAT REKONFIGURASI PADA PENYULANG BLAHBATUH

Makalah Seminar Tugas Akhir. Judul

ANALISA KEANDALAN RELAI JARAK SEBAGAI PENGAMAN UTAMA PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 70 KV DI GARDU INDUK BOOM BARU SEDUDUK PUTIH

KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DI GARDU INDUK BUKIT SIGUNTANG DENGAN SIMULASI (ETAP 6.00)

BAB I PENDAHULUAN. Transmisi, dan Distribusi. Tenaga listrik disalurkan ke masyarakat melalui jaringan

Jurnal Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN :

RELE JARAK SEBAGAI PROTEKSI SALURAN TRANSMISI

Institut Teknologi Padang Jurusan Teknik Elektro BAHAN AJAR SISTEM PROTEKSI TENAGA LISTRIK. TATAP MUKA XII&XIII. Oleh: Ir. Zulkarnaini, MT.

BAB III METODE PENELITIAN. Universitas Lampung dan PT. PLN (Persero) Cabang Tanjung Karang pada. bulan Maret 2013 sampai dengan selesai.

BAB 4 ANALISA KONSEP ADAPTIF RELE JARAK PADA JARINGAN SALURAN TRANSMISI GANDA MUARA TAWAR - CIBATU

KAJIAN PROTEKSI MOTOR 200 KW,6000 V, 50 HZ DENGAN SEPAM SERI M41

ANALISIS ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG 20 KV DENGAN OVER CURRENT RELAY (OCR) DAN GROUND FAULT RELAY (GFR)

OCR/FGR untuk mendeteksi gangguan fasa-fasa dan fasa-tanah.

III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

LANDASAN TEORI Sistem Tenaga Listrik Tegangan Menengah. adalah jaringan distribusi primer yang dipasok dari Gardu Induk

Sidang Tugas Akhir (Genap ) Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro ITS

dalam sistem sendirinya dan gangguan dari luar. Penyebab gangguan dari dalam

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN. panasbumi Unit 4 PT Pertamina Geothermal Energi area Kamojang yang. Berikut dibawah ini data yang telah dikumpulkan :

ANALISA SETTING GROUND FAULT RELAY (GFR) TERHADAP SISTEM PENTANAHAN NETRAL PENYULANG PANDEANLAMPER 06 JTM 20 KV SEMARANG

Koordinasi Rele Pada Jaringan Transmisi 150 kv

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 GANGGUAN HUBUNG SINGKAT DAN PROTEKSI SISTEM TENAGA LISTRIK

BAB 2 KARAKTERISTIK SALURAN TRANSMISI DAN PROTEKSINYA

FEEDER PROTECTION. Penyaji : Ir. Yanuar Hakim, MSc.

BAB 4 KOORDINASI SETELAN RELE PROTEKSI PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI GARDU INDUK GAMBIR LAMA PULOMAS

Studi Keandalan Dan Evaluasi Sistem Kerja Rele Jaringan Transmisi 150 kv Koto Panjang - Pekanbaru

Analisis Koordinasi Sistem Pengaman Incoming dan Penyulang Transformator 3 di GI Sukolilo Surabaya

BAB IV. PERHITUNGAN GANGGUAN SIMPATETIK PADA PENYULANG 20 kv GARDU INDUK DUKUH ATAS

2.2.6 Daerah Proteksi (Protective Zone) Bagian-bagian Sistem Pengaman Rele a. Jenis-jenis Rele b.

Analisis Rele Pengaman Peralatan dan Line Transmisi Switchyard GITET Baru 500kV PT PLN (PERSERO) di Kediri

IMPLEMENTASI INTERTRIPPING POLA WEAK INFEED (WI) PADA SUTT 150 KV SISTEM KELISTRIKAN KALIMANTAN SELATAN DAN KALIMANTAN TENGAH

2014 ANALISIS KOORDINASI SETTING OVER CURRENT RELAY

Perencanaan Koordinasi Rele Pengaman Pada Sistem Kelistrikan Di PT. Wilmar Gresik Akibat Penambahan Daya

GT 1.1 PLTGU Grati dan Rele Jarak

STUDI PENGARUH MUTUAL INDUCTANCE TERHADAP SETTING RELE JARAK PADA SALURAN TRANSMISI DOUBLE CIRCUIT 150 kv ANTARA GI KAPAL GI PEMECUTAN KELOD

BAB II LANDASAN TEORI

MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTEK RELAI JARAK SEBAGAI PENGAMAN UTAMA PADA POLA PROTEKSI SUTT PT. PLN ( Persero) Udiklat Semarang

STUDI PENGARUH SETTING RELE PENGAMAN UNTUK MEMINIMALKAN GANGGUAN SYMPATHETIC TRIP PADA PENYULANG BUNISARI - SUWUNG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MEDIA ELEKTRIK, Volume 3 Nomor 1, Juni 2008

Transkripsi:

ORBITH VOL. 10 NO. 1 MARET 2014 : 82 89 EVALUASI SETTING RELE JARAK GARDU INDUK UNGARAN JARINGAN 150kV ARAH KRAPYAK-2 Oleh: Akhmad Jamaah Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH. Tembalang Semarang 50275 Abstrak Saluran transmisi memiliki peranan yang penting dalam penyaluran energi listrik. Transmisi perperan menyalurkan energy listrik tegangan tinggi ke tegangan rendah yang kemudian akan didistribusikan sampai ke konsumen. Karena pentingnya peranan saluran transmisi, maka diperlukan proteksi yang baik untuk menjaga keandalan penyaluran energy listrik. Salah satu proteksi yang digunakan pada sistem transmisi 150 kv adalah rele jarak (Distance Relay). Rele ini bekerja sebagai main protection pada saluran transmisi dengan mengukur besarnya impedansi gangguan. Rele jarak harus dapat melindungi instalasi dari kerusakan akibat gangguan sistem yang berupa hubung singkat. Setting pada rele jarak berpengaruh terhadap kinerja pengamanan saluran transmisi. Setting yang tidak tepat dapat menyebabkan rele tersebut gagal bekerja, sehingga penanganan gangguan membutuhkan waktu yang lebih lama dari waktu yang diharapkan. Oleh karena itu perlu adanya simulasi gangguan untuk dapat mengetahui keandalan kerja rele tersebut. Simulasi ini dilakukan dengan menghitung arus dan tegangan hubung singkat, sehingga besarnya impedansi gangguan dapat diketahui. Berdasarkan simulasi tersebut terlihat bahwa besarnya impedansi gangguan lebih kecil dari impedansi setting, sehingga rele jarak masih dapat mengamankan saluran. Kata kunci : Proteksi, Rele Jarak, Setting, Hubung singkat 1. Pendahuluan Sistem Transmisi tenaga listrik merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya penyaluran tenaga listrik ke konsumen. Sistem transmisi harus dirancang sedemikian rupa agar memiliki keandalan, keamanan, dan ramah lingkungan. Pengaman utama (main protection) yang digunakan pada sistem transmisi 150 kv adalah rele jarak (Distance Relay). Sehingga fungsinya dan perannya untuk mengamankan sistem sangatlah penting. Rele jarak harus dapat melindungi instalasi dari kerusakan akibat gangguan sistem yang berupa hubung singkat, sehingga penyaluran tenaga listrik tetap andal. Setting pada rele jarak berpengaruh terhadap kinerja pengamanan saluran transmisi. Setting yang tidak tepat dapat menyebabkan rele tersebut gagal bekerja, sehingga penanganan gangguan membutuhkan waktu yang lebih lama dari waktu yang diharapkan, sehingga dapat menyebabkan kerugian. Oleh karena itu perlu adanya simulasi gangguan untuk dapat mengetahui kendalan kerja rele tersebut. Simulasi ini dapat digunakan sebagai parameter seberapa cepat rele tersebut melokalisir gangguan yang terjadi sesuai dengan besarnya setting yang telah ditentukan. 2. Tinjauan Pustaka A. Sistem Proteksi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Pola proteksi harus cocok dan sesuai dengan semua peralatan proteksi yang terpasang pada sistem itu. Pemutusan bagian-bagian yang terganggu harus seselektif mungkin, hanya dibatasi pada bagian yang terganggu saja. Disamping itu proteksi harus sensitive, artinya harus dapat mendeteksi suatu kesalahan secara pasti. Untuk semua keadaan operasi dari sistem, peralatan proteksi harus dapat bekerja secara cepat agar gangguan segera dilokalisir, serta dapat diandalkan. Komponen sistem proteksi SUTT terdiridari transformatorarus (CT), transformator tegangan (PT/CVT),rele proteksi, pemutustenaga (PMT), catu daya rangkaian pengawatannya (wiring) dan teleproteksi (lihat gambar 1). 82

Evaluasi Setting Rele Jarak Gardu Induk Ungaran...Akhmad Jamaah impedansi yang dilihat oleh rele lebih kecil dari impedansi settingnya. Prinsip kerja rele jarak ditunjukkan pada gambar 3. AB merupakan daerah pengamanan untuk setting jangkauan Zona 1 pada rele jarak. Gambar 1. Komponen Sistem Proteksi SUTT A1. Rele Jarak Rele jarak merupakan proteksi yang paling utama pada saluran transmisi. Rele jarak melakukan pengukuran tegangan dan arus untuk mendapatkan impedansi saluran yang harus diamankan. Jika impedansi yang terukur di bawah batas settingnya, maka rele akan bekerja. Disebut rele jarak karena impedansi pada saluran besarnya akan sebanding dengan panjang saluran. Rele jarak bekerja dengan mengukur besaran impedansi(z) transmisi dibagi menjadi beberapa daerah cakupan yaitu Zone-1, Zone-2, Zone-3, serta dilengkapi juga dengan teleproteksi (TP) sebagai upaya agar proteksi bekerja selalu cepat dan selektif di dalam daerah pengamanannya. Gambar 2. Daerah Pengamanan Rele Jarak A2. Prinsip Kerja Rele Jarak Rele jarak disebut juga rele impedansi karena rele jarak mengukur tegangan pada titik rele dan arus gangguan yang dirasakan oleh rele. Dengan membagi besaran tegangan dan arus, maka impedansi sampai titik terjadinya gangguan dapat ditentukan. Perhitungan impedansi dapat dihitung menggunakan rumus: Zf = Vf If Z f = Impedansi(ohm) V f = Tegangan(Volt) I f = Arus gangguan Rele jarak didesain untuk bekerja jika Gambar 3. Prinsip Kerja Rele Jarak terhadap Adanya Gangguan Tegangan yang terukur oleh rele adalah : V f = I f.z 1. Sehingga perbandingan antara tegangan dan arus gangguan di AB adalah : V f = I f. Z 1 = Z I f I 1. f Gangguan dif 1 (di dalam daerah pengamanan zona 1): Tegangan yang terukur oleh rele A adalah: Vf 1 = I f1. Z 11 Dan perbandingan tegangan dan arus gangguan di AF 1 adalah: V f1 = I f1. Z 11 = Z I f1 I 11 f1 Karena V f1 <V f dan I f1 > I f maka Z 11 < Z 1 sehingga rele akan bekerja.jadi, bila harga impedansi gangguan lebih kecil daripada impedansi setting rele maka rele akan trip. Gangguan dif2(diluardaerahpeng-amanan zona 1): Tegangan yang terukur oleh rele A adalah: V f2 = I f2. Z 12, maka perbandingan tegangan dan arus gangguan di AF 2 adalah: V f2 = I f2.z 12 = Z 12 I f2 I f2 Karena V f2 >V f dan I f2 > I f maka Z 12 > Z 1 sehingga rele tidak akan bekerja. 83

ORBITH VOL. 10 NO. 1 MARET 2014 : 82 89 I rele = I S -I T sehingga, Z R = V S V T I S I T Tabel 1. Tegangan dan arusmasukan rele untukhubung singkat dua fasa Fasa yang terganggu Tegangan Arus Gambar 4. Blok Diagram Rele Jarak A3. Pengukuran Impedansi Gangguan oleh Rele Jarak Menurut jenis gangguan pada sistem tenaga listrik, terdiri dari gangguan hubung singkat tiga fasa, dua fasa, dua fasa ke tanah dan satu fasa ke tanah. Rele jarak sebagai pengaman utama harus dapat mendeteksi semua jenis gangguan dan kemudian memisahkan sistem yang terganggu dengan sistem yang tidak terganggu. 1. Gangguan hubung singkat tiga fasa Pada saat terjadi gangguan tiga fasa yang simetris maka amplitudo tegangan fasa V R,V S,V T turun dan bedafasa tetap 120 derajat. Impedansi yang diukur rele jarak pada saatter jadi gangguan hubung singkat tiga fasa dalah sebagai berikut: V rele = V R I rele =I R Z R = V R I R Z R = impedansi terbaca olehrele V R = Teganganfasa kenetral I R = Arus fasa 2. Gangguan hubung singkat dua fasa. Untuk mengukur impedansi pada saat terjadi gangguan hubung singkat dua fasa, tegangan yang masuk kekomparatorrele adalah tegangan fasa yang terganggu, sedangkan arusnya adalah selisih (secara vektoris) arus-arus yang terganggu. Maka pengukuran impedansi untuk hubung singkat antara fasa S dan T adalah sebagai berikut : V rele =V S V T R-S V R -V S I R -I S S-T V S -V T I S -I T T-R V T -V R I R -I T 3. Gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah Untuk mengukur impedansi pada saat hubung singkat satu fasa ke tanah, tegangan yang dimasukkan kerele adalah tegangan yang terganggu, sedangkan arus fasa terganggu ditambah arus sisa dikali factor kompensasi. Misalnya terjadi gangguan hubung singkat satu fasa R ke tanah, maka pengukuran impedans dilakukan dengan cara sebagai berikut : Tegangan pada rele : V rele =V R Arus padarele : I rele =I R +K 0.In Arus netral : In = I R +I S +I T Kompensasi urutan nol ditentukan sebesar : K 0 = 1 3 ( Z 0 Z 1 Z 1 = V R I R +K 0.I n Z 1 ) Tabel 2. Tegangan dan arus masukan rele untuk hubung singkat satu fasa ke tanah Fasa yang terganggu Tegangan Arus R-N V R I R +K 0.In S-N V S I S +K 0.In T-N V T I S +K 0.In Impedansi urutannol akan timbul pada gangguan tanah. K 0 adalah untuk mengkompensasi adanya impedansi urutan nolsehingga impedansi yang terukur menjadi benar. 84

Evaluasi Setting Rele Jarak Gardu Induk Ungaran...Akhmad Jamaah A4. Karakteristik Rele Jarak Karakteristik rele jarak merupakan penerapan langsung dari prinsip dasar rele jarak, karakteristik ini biasa digambarkan dengan diagram R-X. Karakteristik Rele jarak adalah antara lain: Karakteristik Quadrilateral Ciri-ciri : a. Karakteristik quadrilateral merupakan kombinasi dari 3 macam komponen yaitu reactance berarah dan sensitive b. Dengan setting jangkauan resistif cukup besar, maka karakteristik rele quadrilateral dapat mengantisipasi gangguan tanah dengan tahanan tinggi. c. Umumnya kecepatan rele lebih lambat dari kecepatan rele. Gambar 5.karakteristik quadrilateral B. Penyetelan Rele Jarak Rele jarak pada dasarnya bekerja mengukur impedansi saluran, apabila impedansi yang terukur rele lebih kecil impedansi tertentu akibat gangguan (Z set < Z F ) maka rele akan bekerja. Prinsip ini dapat memberikan selektivitas pengamanan, yaitu dengan mengatur hubungan antara jarak dan waktu kerja rele. Penyetelan rele jarak terdiri dari tiga daerah pengamanan, penyetelan zone-1 dengan waktu kerja rele t 1, zone-2 dengan waktu kerja rele t 2, dan zone-3 waktu kerja t 3. Gambar 6. Zona Penyetelan Rele Jarak Rele jarak pada dasarnya bekerja mengukur impedansi saluran, apabila impedansi yang terukur / dirasakan rele lebih kecil impedansi tertentu akibat gangguan (Z set < Z F ) maka rele akan bekerja. Prinsip ini dapat memberikan selektivitas pengamanan, yaitu dengan mengatur hubungan antara jarak dan waktu kerja rele.penyetelan rele jarak terdiri dari tiga daerah pengamanan, penyetelan zone-1 dengan waktu kerja rele t 1, zone-2 waktu kerja rele t 2, dan zone-3 waktu kerja t 3. a. Penyetelan Zona1 Dengan mempertimbangkan adanya kesalahan-kesalahan daridata saluran, CT,PT,danperalatanpenunjanglainsebesar10 % -20%,zone-1 rele disetel 80 %dari panjang saluran yang diamankan. Z 1P = 0,8.Z L1 Ω (primer) Z 1S = Z 1P x n Ω (sekunder) Waktukerja rele seketika, (t1=0)tidak dilakukan penyetelan waktu. Keterangan: Z 1P = Zona 1 Primer Z 1S = Zona 1 Sekunder n = rasioct/pt b. Penyetelan Zone2 Prinsip peyetelan Zone-2 adalah berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. Zone 2 harus menjangkau busbar di depan (bus B) 2. Jangkauan zone 2 harus mampu berfungsi sebagai rele cadangan jauh (back up) distance relay didepannya 3. Setelan zone 2 tidak boleh over-reach dengan setelan Z 2B distance relay didepannya 4. Setelan zone 2 harus lebih kecil dari 50% impedansi trafo di GI depannya 5. Setelan zone 2 harus mempertimbangkan fakor kesalahan CT, PT, dan rele proteksi. Zone-2 min =1,2. Z L1 (2.9) Zone-2 mak =0,8(Z L1 + 0,8. Z L2 )(2.10) Zone-2 trf = 0,8 { Z L11 + (0,5 x j X t1 )}(2.11) Z2b = Z L1 + 0,8Z L2 (2.12) Z 2 dipilih nilai yang terbesar, tetapi tidak 85

ORBITH VOL. 10 NO. 1 MARET 2014 : 82 89 melebihi Zone-2 trf. Z 2P = Z2 maks1 Ω Z 2S = Z 2P x n Ω Keterangan: Z L1 = Impedansi saluran yangdiamankan. Z L11 =Impedansi saluran berikutnya yang terpendek Z 2P = Zone-2 terbesar Z 2S = Zone-2 untuk setting Waktu kerja relet2=0.4 s/d0.8 dt. c. Penyetelan Zone 3 Prinsip penyetelan zone-3 adalah berdasarkan pertimbangan sebagai berikut : Zone-3 min = 1.2 (Z L1 +0,8.Z L2 ) Zone-3 mak = 0,8 (Z L1 + 1,2.Z L2 ).k Zone-3 trafo = 0,8 (Z L1 + 0,5.Ztrf) Keterangan : Z L1 = Impedansi saluran yang diamankan Z L2 = Impedansi saluran berikutnya yang terpanjang Waktu kerja relai t 3 =1.2 s/d1.6 dt. d. Penyetelan Zone 3 Reverse Fungsi penyetelan zone-3reverse adalah digunakan pada saat pemilihan teleproteksi pola blocking. Dasar peyetelan zone-3 reverse ada dua jenis: 1. Bila Z 3 rev member sinyal trip. Zone-3 rev = 1.5 Z 2 -Z L1 2. Bila Z 3 rev tidak memberi sinyal trip. Zone-3 rev = 2Z 2 -Z L1. B1. Pola Kerja Rele Jarak Agar dapat bekerja selektif dan seketika pada daerah unit proteksi, distance relay dilengkapi dengan teleproteksi. Teleproteksi merupakan rangkaian peralatan yang berfungsi untuk mengirim dan menerima sinyal dari gardu induk yang satu ke gardu induk lain di depannya atau yang berhadapan, untuk dapat memberikan perintah trip seketika. Pola teleproteksi yang digunakan adalah Permissive Underreach Transfer Trip Scheme(PUTT). Pola ini peralatan teleproteksi (TP) akan mengirim sinyal (carrier send) ke peralatan TP pada gardu induk di depannya apabila distance relay mendeteksi gangguan pada zona 1. Pada gardu induk yang menerima sinyal (carrier receive), apabila distance relay mendeteksi gangguan pada zona 2 dan menerima sinyal TP, maka relai akan memberikan perintah trip waktu zona 1. Rangkaian logika pola ini sebagaimana terlihat pada gambar 7. Gambar 7. Rangkaian Logika Skema PUTT 3. Data Jaringan dan Analisa Data Rele jarak yang akan dibahas pada tugas akhir ini adalah rele jarak yang berada pada gardu induk Ungaran yang digunakan untuk mengamankan bay penghantar 150 kv arah gardu induk Krapyak. Gambar 8 menunjukkan konfigurasi jaringan GI Ungaran. Gambar 8. Konfigurasi Jaringan Gardu Induk Ungaran-Krapyak-2 a. GI Ungaran Arah Krapyak Panjang saluran : 21,819 km Jenis penghantar : HA222, 2x281,1 mm 2 CCC : 1200 A Z L1 : 0,0685 + 0,2045 j Ω/km : 0,219 + 0,6130 Ω/km Z L0 b. GI Krapyak Arah Randugarut Panjang saluran : 2,773 km Jenis penghantar : TA221 281,10 mm 2 CCC : 900 A : 0,1370+ 0,3966jΩ/km Z L1 86

Evaluasi Setting Rele Jarak Gardu Induk Ungaran...Akhmad Jamaah Z L0 : 0,2871 + 1,1898j Ω/km 2. Jangkauan Impedansi a. Zone 1 c. Trafo GI Krapyak Trafo 1 GI Krapyak Tegangan : 150 / 20 kv Daya : 60 MVA X T11 : 46,425 Ω d. Data Setting Rele Jarak Merk : ABB Tipe : REL 316*4 Lokasi : Ungaran Proteksi : Krapyak 2 Karakteristik : Quadrilateral Pola : PUTT In : 1 A Zone 1 : 2,8 Ω Zone 2 : 4,3 Ω Zone 3 : 9,3 Ω T 1 : maks 0,1 detik T 2 : 0,4 detik T 3 : 1,6 detik Waktu kerja rele jarak ditunjukkan oleh gambar 9. Gambar 10. Jangkauan Impedansi Zone 1 Z 1P = 80% x Z L11 =0,8 x 4,706 =3,765 Ω Z 1S =Z IP.n1 =3,765 x 0,8 =3,012 Ω X IP =Z IP sin θ =3,765 sin 71,481 =3,57 Ω X IS =X IP.n 1 =3,57 x 0,8 =2,856 Ω Z 1P = Impedansi Primer Z 1S = Impedansi Sekunder X IP =Setting Primer X IS =Setting Sekunder (settingzone 1) b. Zone 2 Gambar 9.Waktu Kerja Rele Jarak Krapyak-2 e. Setting Rele Jarak GI Ungaran Bay Krapyak 2 1. Rasio CT dan PT n 1 = Rasio CT Rasio PT 1200 / 1 n 1 = 1500/ 1 n 1 = 0,8 Gambar 11. jangkauan Impedansi zone 2 Z 2min =1,2 Z L11 = 1,2 x 4,706 =5,647 Ω Z 2maks =0,8 (Z L11 + 0,8 Z L21 ) = 0,8 (4,706 + 0,8 x 1,164 ) =4,509 Ω Z 2trf =0,8 { Z L11 + (0,5 x j Ztrf)} =0,8 (4,706 + 0,5 x 46,425 ) =22,3348 Ω Z 2b =Z L11 + (0,8.Z L21 ) 87

ORBITH VOL. 10 NO. 1 MARET 2014 : 82 89 =4,706 + (0,8 x 1,164 ) =5,637 Ω Z 2min = Jangkauan zona 2 minimum Z 2maks = Jangkauan zona 2 maksimum Z trf = Impedansi Trafo GI Krapyak Z 2trf =Zone 2 trafo Z 2b =Zone 2 Batas Dipilih Zone 2 terbesar tetapi tidak lebih besar dari zone 2 trafo, oleh karena itu dipilih Z 2 min sebagai setting zone 2 GI Ungaran. Z 2P = Z 2 min = 5,647 Ω Z 2S = Z 2P xn 1 = 5,647 x 0,8 =4,517 Ω X 2S =Z 2S sin θ =4,517 sin 71,481 =4,284 Ω Z 2P =Zone 2 primer Z 2S =Zone 2 sekunder X 2S =Setting zone 2 Untuk setting waktu (T 2 ) karena Z 2 maks < Z 2 min dan Z2b < Z 2 min maka settingwaktu zone 2(T 2 ) =0,8 detik. Namun karena proteksi SUTT Krapyak Randugarut memakai Line Current Differensial, maka T 2 dipilih 0,4 detik. c. Zone 3 Gambar 12. Jangkauan Impedansi zone 3 Z 3min = 1,2 ( Z L11 + Z L41 ) = 1,2 (4,706 + 5,515) =12,265 Ω Z 3mak = 0.8Z L11 +0,8 (Z L21 + 0,8 Z L31 ).k =0,8 x 4,706 + 0,8 (1,164 + 0,8 x 4,557).1 = 7,612 Ω Z 3trafo = 0.8 (Z L11 + 0,5. Z trf) = 0,8 (4,706 + 0,5 x 46,425) =40,727 Ω Z 3min = Jangkauan zone 3 minimum Z 3maks =Jangkauan zone 3 maksimum Z 3trf =Zone 3 trafo K= faktor infeed (= 1) Dipilih Zone 3 terbesar tetapi tidak lebih besar dari zone 3 trafo.oleh karena itu dipilih Z 3 min sebagai setting zone 3 GI Ungaran.Untuk setting waktu (T 3 ) karena Z 3 min > Z 3 maks maka setting waktuzone 3 ( T 3 ) = 1,6 detik Z 3P =12,265 Ω Z 3S =Z 3P.n 1 =12,265 x 0,8 =9.812 Ω X 3S =Z 3S sin θ =9.812 sin 71,481 =9,304 Ω Z 3P =Zone 3 primer Z 3S =Zone 3 sekunder X 3S =Setting zone 3 f. Analisa Setting Rele Jarak Berdasarkan Perhitungan Hubung Singkat Setting rele jarak GI Ungaran Krapyak-2 dari hasil perhitungan gangguan hubung singkat dan data setting disajikan pada tabel 3.dan tabel 4. Table 3. Setting Rele jarak Ungaran- Krapyak Zona Z1 Z2 Z3 Setting 2,8 Ω 4,3 Ω 9,3 Ω Table 4. Perhitungan Impedansi Terlihat oleh Rele saat Hubung Singkat Letak Gangguan 3 Fasa (Ω) Jenis Gangguan 2 Fasa / Antar Fasa (Ω) 1 Fasa ke Tanah (Ω) Zone 1 0,0894 0,2107 2,133 Zone 2 0,09695 0,2189 2,1356 Zone 3 0,0986 0,2194 2,1363 Beradasarkan hasil perhitungan hubung singkat yang terjadi di zone 1, dapat dilihat bahwa impedansi yang terukur oleh relelebih kecil dari nilai setting rele yang telah ditentukan. Gangguan ini terletak 88

Evaluasi Setting Rele Jarak Gardu Induk Ungaran...Akhmad Jamaah pada saluran Ungaran Krapyak 2, sehingga rele yang berada di Ungaran mendeteksi adanya gangguan di wilayah kerja zone 1 dengan impedansi sebesar 0,0894Ω (gangguan 3 fasa), 02107Ω (gangguan antar fasa) dan 2,133Ω (gangguan 1 fasa ke tanah), yaitu lebih kecil dari settingzone 1 sebesar 2,8Ω, sehingga rele akan bekerja instant dengan waktu dibawah 0,1 detik. Saat disimulasikan terjadi gangguan di zone 2 yang terletak di saluran Ungaran Randugarut, didapatkan hasil impedansi yang terukur oleh rele adalah0,09695ω (gangguan 3 fasa), 0,2189Ω (gangguan antar fasa), dan 2,1356Ω (gangguan 1 fasa ke tanah). Impedansi tersebut lebih kecil dari nilai setting rele di Ungaran, zone2 yaitu 4,3Ω dan zone 1 yaitu 2,8Ω, sehingga rele akan bekerja dengan delay 0,4 detik. Namun, karena gangguan tersebut terletak pada saluran Krapyak Randu garut maka gangguan akan dideteksi oleh rele jarak yang berada di krapyak untuk mengamankan saluran menuju Randugarut sebagai gangguan di zone1 sehingga rele di Krapyak akan bekerja instant dengan waktu maksimal 0,1 detik. Sama halnya seperti saat disimulasikan terjadi gangguan di zone 3 yang terletak di saluran Krapyak Srondol, didapatkan hasil impedansi yang terukur oleh rele adalah 0,0986Ω (gangguan 3 fasa), 0,2194Ω (gangguan antar fasa), dan 2,1363Ω (gangguan 1 fasa ke tanah). Impedansi tersebut juga lebih kecil dari nilai setting rele di Ungaran, zone 3 yaitu 9,3Ω, sehingga rele akan bekerja dengan delay 0,8 detik. Namun, karena gangguan tersebut terletak pada saluran Krapyak Srondol maka gangguan akan dideteksi oleh rele jarak yang berada di krapyak untuk mengamankan saluran menuju Srondol sebagai gangguan di zone 1 sehingga rele di Krapyak akan bekerja instant dengan waktu maksimal 0,1 detik. Jika gangguan terjadi di daerah kerja zone 1 maka rele akan bekerja instant dengan waktu maksimal 0,1 detik. Jika gangguan terjadi di daerah kerja zone 2 maka rele akan bekerja dengan delay waktu 0,4 detik. Jika gangguan terjadi di daerah kerja zone 3 maka rele akan bekerja dengan delay waktu 1,6 detik. Delay waktu ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada rele di GI depan yang mendeteksi gangguan di zone 1 untuk melokalisir gangguan dengan bekerja instant (maksimal 0,1 detik) 4. Kesimpulan a. Penyetelan rele jarak pada GI UngaranZona 1 merupakan main protection.(saluran Ungaran Krapyak) b. Seluruh nilai setting yang dilakukan PLN sudah benar berdasarkan pendekatan teoritis. c. Rele jarak tidak tergantung pada jenis gangguan yang terjadi tetapi tergantung pada jarak titik gangguan yang terjadi terhadap rele. DAFTAR PUSTAKA Nomor Dokumen No.P3B/OMPROT/01/ TDSR. 2006. Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan. Jakarta : PT. PLN (Persero) Pramono,Joko; Montario C.B;Zamrudi. 2010. Transmissio of Electrical Energy.Depok:Unversitas Indonesia. Proteksi dan Kontrol Penghantar Jakarta : PT PLN (Persero) P3B Jawa Bali Tim Dikpro Proteksi. Perhitungan Setting Relai Proteksi SUTT/SUTET. Semarang: PT PLN (Persero) Pusdiklat Tobing, Cristof Naek Halomoan.2008.Rele Jarak sebagai Proteksi Saluran Transmisi.Depok : Universitas Indonesia Depok Yudha,Hendra M.2008. Rele Proteksi Prinsip dan Aplikasi.Riau: Universitas Sriwijaya Rele jarak akan mendeteksi gangguan sesuai dengan jarak gangguan yang terjadi. 89