SISTEM KEAMANAN RUANG SERVER TERKONEKSI DATABASE BERBASIS RFID

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. komponen-komponen sistem yang telah dirancang baik pada sistem (input)

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

KUNCI OTOMATIS KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA BERBASIS MIKROKONTROLER MENGGUNAKAN RFID

SISTEM ABSENSI DAN PEMINJAMAN BUKU MANDIRI PADA PERPUSTAKAAN BERBASIS RFID

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN BIAYA PARKIR SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION)

TUGAS AKHIR EDHRIWANSYAH NST

3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair.

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah

PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN PINTU MENGGUNAKAN RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) DENGAN KATA SANDI BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

Sistem Absensi Kepegawaian Menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) dengan Multi Reader. Yeni Agustina

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III MIKROKONTROLER

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB 1 PENDAHULUAN. contohnya adalah sliding card, di mana sistem pengaman ini harus menggesekkan

Rancang Bangun Sistem Identifikasi Data Pasien pada Rekam Medis Elektronik Menggunakan Teknologi RFID

SISTEM TILANG OTOMATIS PADA SIMULASI TRAFFIC LIGHT BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian muncul

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III PERANCANGAN ALAT

METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian ini ialah dengan melakukan eksperimen secara

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar

BAB III PERANCANGAN SISTEM

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK. Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

SISTEM PENCETAK KARTU AKADEMIK MENGGUNAKAN AKSES TEKNOLOGI RFID

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. a. Alarm main controller (kontrol utama sistem alarm)

BAB III METODE PENELITIAN. baik pada perangkat keras maupun pada komputer. Buffer. Latch

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PENGAMAN PINTU RUMAH MENGGUNAKAN RFID BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

III. METODE PENELITIAN. Penelitian, perancangan, dan pembuatan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. b. Microprocessor minimal Pentium IV. c. VGA dengan resolusi 1280 x 600 dan mendukung Microsoft Windows

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV PENGUJIAN DAN PENGUKURAN ALAT

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Untuk mendapatkan tujuan sebuah sistem, dibutuhkan suatu

Penyertaan fungsi, (3) Definisi Port, Deklarasi variabel dan (4) Fungsi Utama. Berdasarkan

BAB III ANALISA SISTEM

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM KEAMANAN RUANG ARSIP MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) DENGAN SMS GATEWAY DAN VIDEO CALL

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

PROTOTYPE SISTEM KONTROL PINTU GARASI MENGGUNAKAN SMS

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Juni 2014 sampai dengan Desember 2014.

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. AVR ATMega162 sebagai modul master yang bekerja sebagai penghubung antara

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

SISTEM KEAMANAN LAHAN PARKIR BERBASIS RFID DAN MIKROKONTROLER Atmega 16

Bab IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN BIAYA PARKIR SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) CHARLES P M SIAHAAN NIM :

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2014 sampai dengan Januari 2015.

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

PERANCANGAN ALAT PENGUKUR BERAT BADAN IDEAL TERINTEGRASI DENGAN WEBSITE BERBASIS MIKROKONTROLER BS2P40 ABSTRAK

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III DESKRIPSI MASALAH

Pengaturan suhu dan kelembaban dilakukan dengan memasang satu buah sensor SHT11, kipas dan hairdryer dengan program bahasa C berbasis mikrokontroler A

MUHAMMAD ZULFIKRI NIM.

Bab 4. Implementasi dan Evaluasi

PERANCANGAN PAPAN PERGANTIAN PEMAIN PADA PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN METODE SCANNING BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

RANCANG BANGUN SISTEM PINTU BOARDING PASS MENGGUNAKAN BARCODE BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMega16

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring perkembangan jaman dengan teknologi yang membawanya dalam sebuah

SST-21 MOVING SIGN CONTROLLER SYSTEM

BAB III PERENCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN. orang lain, sehingga orang lain dapat membuka pintu. Untuk mempermudah suatu

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Agustus

PERANCANGAN SISTEM PENGAMAN PINTU MENGGUNAKAN RFID TAG CARD DAN PIN BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 8535

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN. Sistem management ruang rapat yang sedang berjalan saat ini masih

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun blok diagram modul baby incubator ditunjukkan pada Gambar 3.1.

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

Gambar 3.1 Diagram Blok Alat

Perancangan Alat Pengontrol Pengaman Pintu Ruangan dengan Bluetooth Berbasis Android

Transkripsi:

SISTEM KEAMANAN RUANG SERVER TERKONEKSI DATABASE BERBASIS RFID Bambang Sumantri Herman Saddam Husein Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech Palembang Abstrak Radio Frequency Indentifacation atau yang lebih dikenal sebagai RFID merupakan suatu metoda indetifikasi objek yang menggunakan gelombang radio. Proses indentifikasi dilakukan oleh RFID reader dab RFID transponder (RFID tag). RFID tag dilekatkan pada suatu benda atau suatu objek yang akan diindentifikasi. Tiap-tiap RFID tag memiliki data angka indentifikasi (ID Number) yang unik, sehingga tidak ada RFID tag yang memiliki ID Number yang sama. RFID reader membaca id number yang terdapat pada RFID tag yang sehingga benda atau objek tersebut dapat indentifikasi. Aplikasi Radio Frequency Indentifacation (RFID) banyak dikembangkan dewasa ini. Salah satu Aplikasi RFID yang dikembangkan disini adalah sebagai system keamanan ruang server terkoneksi database. RFID Reader digunakan untuk membaca ID yang terdapat pada kartu. Reader bekerja pada level tegangan 5V DC data RFID tag didekatkan pada Reader maka reader akan membaca ID yang terdapat pada kartu. Output reader merupakan input pada mikrokontroller ATMega8. Input data dari RFID Reader akan dibaca dan disimpan dalam sebuah database. Output dari mikrokontroller akan dihubungkan pada motor servo yang berguna untuk membuka danmenutup pintu ruang server. Keadaan awal motor adalah normally close dan cutoff, dan bekerja secara flip-flop sesuai dengan input dari mikrokontroller. Kata Kunci : RFID, Ruang Server, Sistem Keamanan, Mikrokontroler PENDAHULUAN Perkembangan teknologi komputer dan pemanfaatan jaringan komputer telah terbukti sangat membantu memudahkan pekerjaan manusia, namun semakin sentralnya kebutuhan akan teknologi ini memiliki dampak tersendiri seperti pentingnya teknologi itu untuk dilindungi dari hal hal yang tidak diinginkan. Dalam hal ini peneliti membahas mengenai perancangan sistem yang dapat membantu dalam melakukan pengamanan terhadap ruangan server, karena seperti kita ketahui, saat ini server memegang peranan penting dalam suatu lingkungan yang memanfaatkan jaringan komputer, seperti sebagai pusat penyimpanan data, sebagai ruang kendali utama jaringan yang memiliki akses kekeseluruhan jaringan komputer yang digunakan. Pada umumnya, ruangan server yang kita temui saat ini memiliki kelemahan kelemahan seperti, tidak adanya perangkat pendukung untuk mendeteksi akses keluar masuk ruangan, tidak adanya dukungan perangkat untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan orang yang didalam ruangan, cara buka tutup dan penguncian pintu ruangan yang masih manual, dan sebagainya. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti akses ke dalam ruangan oleh orang yang tidak berkepentingan, tindakan yang tidak bertanggung jawab dan dapat mengganggu kelangsungan kegiatan dalam ruangan, dan hal hal lain seperti pengrusakan fisik terhadap komputer, pencurian dan penggunaan kendali server tanpa izin oleh oknum yang tidak bertanggung jawab seperti kasus yang dimuat surat kabar harian online tribunnews yogya pada tanggal 31 Juli 2012 dan surat kabar harian online metronews pada tanggal 17 Mei 2013. 1

Salah satu perkembangan teknologi saat ini adalah teknologi RFID (Radio-frequency identification). RFID adalah istilah umum untuk teknologi yang menggunakan gelombang radio untuk secara otomatis mengidentifikasi orang atau benda dan mungkin informasi lainnya, pada microchip yang terpasang pada antena (chip dan antena bersama-sama disebut transponder RFID atau tag RFID). Dengan memanfaatkan teknologi, kita dapat merancang suatu sistem keamanan ruangan yang didukung dengan penggunaan komputer dan jaringan komputer sehingga sistem keamanan menjadi lebih canggih dan memberikan kemudahan serta keamanan yang kita butuhkan. Sistem keamanan ruangan yang akan dibangun akan dilengkapi perangkat RFID untuk meningkatkan keamanan dalam ruangan. Sistem juga akan dilengkapi dengan penggunaan database untuk memantau akses terhadap ruangan server. LANDASAN TEORI Sistem Menurut Kristanto (2010:10), sistem merupakan kumpulan elemen elemen yang saling terkait dan bekerja sama untuk memproses masukan (input) yang ditujukan kepada sistem tersebut dan mengolah masukan tersebut sampai menghasilkan keluaran (output) yang diinginkan. Keamanan Keamanan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan aman, ketentraman. Keamanan merupakan salah satu kebutuhan sehari-hari setiap manusia, rasa aman merupakan salah satu kunci penting untuk mendapatkan rasa kenyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Server Menurut Newman (2001:7), Server adalah pemilik informasi yang menyediakan dirinya untuk memberi service atau layanan, sedangkan client adalah peminta layanan tersebut. Mikrokontroler Menurut Winoto (2008:3), Mikrokontroler adalah sebuah sistem microprocessor dimana didalamnya sudah terdapat CPU, ROM, RAM, I/0, clock dan peralatan internal lainnya yang sudah terhubung dan terorganisasi dengan baik oleh pabrik pembuatannya dan dikemas dalam satu chip yang siap pakai, sehingga kita tinggal memprogram isi ROM sesuai dengan aturan penggunaan oleh pabrik pembuatannya. LCD Menurut Iswanto (2011 : 251), kemampuan LCD tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga huruf, kata, dan semua sarana simbol dengan lebih bagus dan serbaguna daripada penampil-penampil yang menggunakan seven segment LED (light emiting diode) pada umumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Didalam pembahasan tentang sistem keamanan ruangan server berbasis RFID ini penulis mencoba mengidentifikasi masalah yang di temukan didalam latar belakang yang telah penulis sampaikan diantaranya, pentingnya keamanan ruang server karena sebagai pusat 2

penyimpanan data, sebagai ruang kendali utama jaringan yang memiliki akses kekeseluruhan jaringan komputer yang digunakan. Oleh karena itu perlunya sebuah sistem keamanan dan alat yang dapat bekerja secara maksimal untuk meningkatkan tingkat keamanan suatu ruangan. Solusi Dengan adanya permasalahan diatas maka penulis membuat sebuah sistem untuk meningkatkan tingkat keamanan ruangan server terkoneksi database berbasis RFID sebagai solusi alternatif. Perancangan hardware dan software Pada bagian ini penulis akan menjelaskan tahapan perancangan beserta dengan pembahasan pembuatan sistem kemanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database, sebagaimana telah penulis sampaikan pada bagian analisa kebutuhan, bahwa agar alat ini dapat diselesaikan sesuai dengan harapan, maka harus dipenuhi kebutuhan tersebut. Pada implementasi ini pula penulis mencoba secara ringkas menjelaskan kegunaan dari kebutuhan tersebut. Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat alat ini adalah menyiapkan papan PCB yang digunakan untuk memasang rangkaian yang nantinya akan digunakan memasang peralatan lainya serta sebagai jalur aliran listrik. Setelah rangakaian pada papan PCB telah selesai dibuat maka tahap selanjutnya adalah memasang peralatan lainya sesuai dengan tempat yang telah disediakan pada papan PCB diantaranya yaitu mikrokontroler, LCD dan keypad. Tahap selanjutnya adalah pembuatan program yang digunakan sebagai perintah untuk menjalankan apa yang telah disusun pada bagian hardware. Penyusunan baris perintah program ini dibuat dengan menggunakan Bascom AVR yang berbasis bahaca basic. Setelah program selesai dibuat, maka program ini harus dimasukkan kedalam chip mikrokontroler yang bertugas sebagai otak dari alat/sistem ini. Pentransferan baris perintah program ini dilakukan dengan menggunakan program progisp dengan bantuan kabel downloader. Setelah semua diselesaikan maka dilakukan pengujian untuk memastikan bahwa alat/sistem ini telah sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian semua rangkaian ini disatukan dan diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan sistem keamanan yang telah pernah ada. Program AVR akan ditanamkan pada mikrokontroler Atmega8 yang digunakan, sehingga sistem mekanik penggerak pintu dapat berjalan dan data dari tag RFID bisa masuk ke database. Dalam perancangan sistem ini meliputi perancangan mekanik (hardware) dan program (software) masing-masing blok dari keseluruhan sistem. Perancangan Hardware Device yang digunakan sebagai pengendali utama pada alat adalah IC Mikrokontroler ATMEGA8 keluaran Atmel Corp. yang diprogram dengan menggunakan bahasa pemrograman BASCOM AVR. Bahasa program yang digunakan adalah bahasa BASIC. Berikut jenis IC yang digunakan. 3

Gambar 1. Mikrokontroler Tegangan yang digunakan pada IC ATMEGA8 adalah sebesar +5VDC yang dihasilkan oleh rangkaian penyedia tegangan (catudaya) dengan penstabil tegangan IC LM7805 dengan keluaran tegangan +5VDC. Tegangan ini juga dibutuhkan oleh divais penampil LCD dengan ukuran karakter 16x2. Tegangan ini juga disuplai ke RFID Reader sebagai catudaya utama. Berikut rangkaian penyedia daya dengan penstabil +5VDC: Gambar 2. Rangkaian penyedia daya +5VDC RFID Reader yang digunakan untuk membaca Tag Kartu RFID adalah jenis ID-12. Berikut skematik RFID ID-12: Gambar 3. Rangkaian tag RFID Keluaran data pada device ini melalui serial UART. Bentuk keluaran data berupa kode ASCII sejumlah 16 Byte dengan diawali kode ASCII 02H yaitu STX(Start of Text) diikuti 10 Byte data isi ID kartu yang sebenarnya, Checksum 2 Byte dan diikuti CR LF dan diakhiri kode 03H (ETX(End of Text). Sederetan kode ini kemudian dibaca melalui Serial to USB Converter oleh komputer. 4

Gambar 4. Gambar Alat Input kode kunci Gambar 5. Pintu tampak luar Gambar 6. Alat tampak dalam Perancangan Perangkat Lunak Sebelum bisa dijalankan mikrokontroler memerlukan program yang menentukan mikrokontroler bekerja, pada dasarnya bahasa pemrograman yang dikenal digunakan pada mikrokontroler adalah bahasa assembly, namun karena keterbatasan dalam pengembangan maka sekarang banyak bahasa pemrograman mikrokontroler yang berbasis pada bahasa tingkat tinggi seperti BASIC. Hal ini bertujuan untuk mempermudah programmmer mikrokontroler dalam mengembangkan programnya. Pada tugas akhir ini program yang digunakan adalah BascomAVR yang ditujukan untuk mikrokontroler keluarga AVR yang berbasis bahasa basic. Sebelum memulai komunikasi dengan antarmuka (interface) akan didahului dengan menyertakan jenis IC yang digunakan pada perangkat yang akan diprogram seperti pada gambar berikut: 5

Gambar 7. Tampilan program mikrokontroler Maksud dari program diatas adalah menyertakan jenis mikrokontroler yang akan digunakan. Dalam hal ini menggunakan IC ATMEGA8 dan menyertakan file ATMEGA8 pada program dengan sintaks: $regfile = "m8def.dat" $crystal = 8000000 dilanjutkan dengan besar clock yang akan dibangun yaitu sebesar 8MHz. Program pembacaan data RFID ke komputer menggunakan aplikasi VB.Net. Berikut tampilan utama program pembacaan data RFID pada VB.NET: Gambar 6. Tampilan program pembaca data RFID Proses komunikasi perangkat RFID dalam pembacaan data heksa ke komputer menggunakan VB.Net adalah dengan memberikan pengaturan pada komunikasi antarmuka serial ke usb melalui COMPort seperti pada gambar berikut: Gambar 7. Setting port 6

Menguji Prototype Hal yang perlu dilakukan setelah merancang mekanik dan pemrograman pada sistem keamanan adalah melakukan pengujian prototype secara umum terhadap proses untuk eksekusi program dan sistem mekanik yang telah selesai dibuat untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan atau tidak, pada tahapan ini dilakukan pengujian dari setiap hardware maupun software. Pada pengujian sistem keamanan berbasis RFID ditemukan kegagalan dalam menampilkan karater pada LCD. Penulis pun melakukan pengecekan program dari sumber-sumber pemrograman yang di dapat penulis, setelah melakuakn pengecekan program, program pun tidak memiliki masalah, untuk mekaniknya penulis melakukan pengecekan fisik alat, dan mendapatkan kecurigaan dalam penggabungan antara PCB bawah dan atas. Dan penulis mendapati bahwa saat PCB atas dan bawah digabungkan, sirkuit pada PCB atas bersentuhan dengan regulator PCB bawah. Memperbaiki Prototype Dalam perancangan sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database penulis melakukan pengecekan dan pemeliharaan dari perangkat yang di buat untuk menguji kinerja sistem keamanan baik hardware maupun software. Pada tahap ini memperbaiki dari pengujian yang dijelaskan pada subbab sebelumnya. Dan memperbaiki perangkat sehingga mendapatkan hasil akhir seperti yang diharapkan penulis untuk menciptakan sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database sesuai dengan yang di rencanakan sejak awal yakni dengan melapisi regulator pada PCB bawah agar tidak bersentuhan dengan sirkuit PCB atas. Analisa Hasil Perancangan Dari hasil perancangan sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database penulis menganalisis secara garis besar bahwa di setiap perancangan mekanik dan program sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database sampai dengan terbentuk keseluruhan rangkaian sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database banyak tingkat kesulitan yang ditemukan baik pada saat perancangan mekanik ataupun perancangan program pada sistem. Pada saat perancangan mekanik sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database penulis mendapatkan kesulitan dalam menyatukan perangkat-perangkat mekanik pada sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database dan hal tersebut bisa diatasi namum penulis harus membongkar kembali rangkaian sistem mekanik dan menghubungkan perangkat yang baru agar dapat saling terhubung dan mendukung untuk membantu dalam perintah buka tutup pintu. Pembahasan Sebelum dilakukan pengujian dari hasil rangkaian sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database perlu dilakuan pengujian software controller yang di install di laptop yaitu sebuah aplikasi yang berekstensi file exe berfungsi sebagai controller yang berhubungan dengan database sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan software yang telah di bangun. Pengujian dilakukan dengan cara mendekatkan tag RFID dengan RFID reader dengan jarak berbeda dan memasukkan kode kunci sebanyak 10 kali. Berikut tabel pengujian software: 7

Pengujian ke- Tabel 1. Pengujian Pembacaan Tag RFID ke RFID Reader (Transponder) dengan ID Kartu Tunggal Dalam Jarak yang Berbeda Nomor ID Tag Jarak Pembacaan Kartu Acak (dalam cm) Waktu Pembacaan ke Database MySQL Kondisi Akses Data 1 4B007829819 3 < 1 ms OK 2 4B007829819 5 < 1 ms OK 3 4B007829819 1 < 1 ms OK 4 4B007829819 6 < 1 ms OK 5 4B007829819 4 < 1 ms OK 6 4B007829819 2 < 1 ms OK 7 4B007829819 5 < 1 ms OK 8 4B007829819 2 < 1 ms OK 9 4B007829819 4 < 1 ms OK 10 4B007829819 1 < 1 ms OK Pengujian tag RFID dan RFID reader Uji coba dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam membaca data dalam tag RFID pada sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database yaitu dilakukan dengan cara mendekatkan tag RFID dengan RFID reader dengan jarak toleransi 5 cm. Berikut tabel pengujain RFID: Tabel 2. Pengujian Pembacaan Tag RFID dengan ID Kartu yang Berbeda dalam Jarak Konstan 5cm No. Nomor ID Tag Jarak Pembacaan Keterangan Kartu (dalam cm) Pembacaan Data 1 4B007829819 5 Terbaca 2 4B00783FF6F 5 Terbaca 3 4B007809073 5 Terbaca 4 4B00784395E 5 Terbaca 5 4B00784E087 5 Terbaca Pengujian Mikrokontroller pada sistem mekanik Uji coba dilakukan untuk mengetahui kondisi pada sistem mekanik (buka tutup) pintu. Pengujian dilakukan dengan cara mendekatkan tag RFID dengan RFID reader Tabel 3. Pengujian Akses Pin Mikrokontroler Terhadap Motor DC Penggerak Mekanik Pintu Geser Status Logika Output ATMEGA8 Pin ATMEGA8 Kondisi Motor DC Kondisi Mekanik Pintu Geser PORTD.3 PORTD.4 1 0 CW (Clockwise) Buka 0 1 CCW (Counter Clockwise) Tutup 0 0 Stop Berhenti 8

Hasil Pengujian Database Dibagian ini penulis akan menampilkan hasil dari uji registrasi Id pada tag RFID dan log history user akses yang didapat dengan melakukan pendeteksian tag RFID. Berikut hasil dari pengujian: Gambar 8. Tampilan tabel registrasi ID Gambar 9. Tampilan tabel Log History Dari gambar 8 dan gambar 9 menunukkan bahwa data yang terdapat pada tag RFID berhasil dikonversikan kedalam sebuah tabel yang berfungsi sebagai tabel list ID yang sudah terdaftar dan sebagai tabel log akses. PENUTUP Setelah melewati perencanaan, perancangan sistem dan pengujian serta analisisnya, maka dapat ditarik kesimpulan tentang sistem kerja dari sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database yaitu, memanfaatkan tag RFID sebagai penyimpan data user yang memiliki hak akses terhadap ruang server dan dilengkapai dengan fasilitas autentifikasi password sehingga ruang server steril dari akses orang yang tidak berkepentingan. Dalam perancangan sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database mengalami kendala pada sistem mekanik pintu dalam pengujian. Rangkaian sistem keamanan ruang server berbasis RFID terkoneksi database diaktifkan dengan sebuah catu daya dengan penstabil tegangan IC LM7805 dengan keluaran tegangan +5VDC, Tegangan ini juga dibutuhkan oleh divais penampil LCD dengan ukuran karakter 16x2. Tegangan ini juga disuplai ke RFID Reader sebagai catudaya utama. 9

DAFTAR PUSTAKA http://kamusbahasaindonesia.org/pengertian keamanan, diakses pada Rabu 15 desember 2013 Iswanto. H2004A LCD Modul Manual Character 20x4. 27 Mei 2011 Kristanto, Andri. 2010. Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Kawan Pustaka Newman, Frans. 2001. Pemrograman Client/Server dengan ASP. Jakarta: PT Elek Media Komputindo Winoto, Ardi. Mikrokontroller AVR ATMega8/32/8535 dan Pemrogramannya dengan Bahasa C pada WinAVR. Informatika, Bandung.2008 10