Prosiding Matematika ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Prosiding Matematika ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. untuk melindungi dirinya sendiri maupun keluarga dari kemungkinan kejadian

BAB I PENDAHULUAN. jenis polis, salah satunya pada saat sekarang ini yaitu BNI Life Insurance.

Prosiding Matematika ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. yang menghadapi ancaman yang sama (Alfred Manes, 1930). sesungguhnya asuransi bertujuan memberikan perlindungan (proteksi) atas

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh

I. PENDAHULUAN. dari penjualan polis atau penerimaan premi dapat ditanamkan sebagai investasi yang

I. PENDAHULUAN. Manusia di dalam hidupnya selalu berada dalam ketidakpastian dan selalu

Analisis Matematika Kurva Isoprofit Model Stackelberg dalam Pasar Duopoli Mathematical Analysis Isoprofit Curve of Stackelberg Model in Duopoly Market

ASURANSI KESEHATAN. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. merupakan suatu risiko. Risiko yang dihadapi oleh setiap orang dapat

PENDAHULUAN. Asuransi merupakan kegiatan usaha dimana perusahaan menanggung

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar

Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi juga. baik yang telah berdiri maupun yang baru akan berdiri.

BAB I PENDAHULUAN. oleh karena itu sepatutnya nikmat tersebut disyukuri. Kesehatan sudah merupakan

Financial Check List. Definisi Asuransi. Apa Manfaat dan Fungsi Asuransi? Kapan Sebaiknya Membeli Asuransi?

BAB II LANDASAN TEORI

II. LANDASAN TEORI. Asuransi atau pertanggungan, di dalamnya tersirat pengertian adanya suatu resiko,

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.05/2016 TENTANG

Analisa Matematik untuk Menentukan Kondisi Kestabilan Keseimbangan Pasar Berganda dengan Dua Produk Melalui Sistem Persamaan Diferensial Biasa Linear

Model Perhitungan Premi Asuransi Jiwa Berjangka Secara Diskrit dan Kontinu

SISTEM PEMASARAN AGRIBISNIS Sessi 4

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

BAB I PENDAHULUAN. memperkecil atau meminimumkan ketidakpastian tersebut. Risiko dapat terjadi

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini dengan adanya penanggulangan terhadap resiko-resiko seperti mengalami

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Fungsi Keberlangsungan Hidup (Survival Function) Misalkan adalah usia seseorang saat menutup polis asuransi, sehingga adalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. Bahaya kebakaran pada kehidupan manusia banyak yang mengancam. keselamatan harta kekayaan, jiwa, dan raga manusia.

BAB I PENDAHULUAN. terjadi, yang dapat menimbulkan kerugian-kerugian baik bagi perorangan maupun

2015 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN ASURANSI SYARIAH PADA PRODUK TAKAFUL DANA PENDIDIKAN (FULNADI)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 28

BAB I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Setiap orang sering menderita kerugian akibat dari suatu peristiwa yang tidak

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar mengenai orang sakit

BAB I PENDAHULUAN. pengalihan resiko dari nasabah kepada perusahaan asuransi.

BAB II URAIAN TEORITIS. Sapto (2004) melakukan penelitian dengan judul Evaluasi Atas. Pengakuan Pendapatan dan Beban Dalam Kaitannya Dengan PSAK No.

BAB I PENDAHULUAN. tertanggung terhadap risiko yang dihadapi perusahaan. pertanggungan atas resiko atau kerugian yang dialami oleh tertanggung.

III. KERANGKA PEMIKIRAN

Proses Defuzzifikasi pada Metode Mamdani dalam Memprediksi Jumlah Produksi Menggunakan Metode Mean Of Maximum

Manfaat Dan Mekanisme Penyelesaian Klaim Asuransi Prudential. Ratna Syamsiar. Abstrak

BAB 1 PENDAHULUAN. bersifat inheren yang muncul sebelum risiko yang lainnya (Muslich, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. kerusakan, kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. sudah disepakati kepada tertanggung apabila risiko tersebut benar-benar terjadi.

BAB III PENETAPAN HARGA PREMI PADA KONTRAK PARTISIPASI ASURANSI JIWA ENDOWMEN DENGAN OPSI SURRENDER

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.05/2017 TENTANG

7 PENERAPAN FUNGSI DALAM

II. TINJAUAN PUSTAKA. dua belah pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada

TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN ASURANSI ATAS PEMBATALAN PERJANJIAN BAKU PADA POLIS ASURANSI JIWA di KOTA DENPASAR

LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 27 /SEOJK.05/2017

Asuransi Jiwa

A. INSURED B. INSURER C. ACCIDENT D. INTEREST

Asuransi Jiwa

MAKALAH HUKUM KOMERSIAL HUKUM ASURANSI. Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hukum Komersial Dosen Pembimbing : Disusun oleh : Kelompok 8

BAB IV RISIKO DALAM ASURANSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

III KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN. kemakmuran, kesehatan, keamanan termasuk juga kecelakaan kerja. Untuk

PENETAPAN HARGA DALAM PRAKTEK. 3. Metode penggunaan taksiran biaya dan penerimaan inkremen C. PENENTUAN HARGA DALAM PASAR YANG MAPAN

BAB I PENDAHULUAN. baik perusahaan tersebut bergerak dalam bidang jasa maupun produksi.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. orang lain dan harta bendanya. Risiko yang dimaksud adalah suatu ketidaktentuan

BAB I PENDAHULUAN. dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah

Hadiahkan pemberian yang senantiasa penuh manfaat dan tak terhenti, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pandang yang berbeda-beda. Definisi definisi tersebut antara lain : dapat terjadi dengan cara membayar premi asuransi.

BAB I PENDAHULUAN. kehidupannya manusia juga tidak bisa terlepas dari kejadian-kejadian yang tidak

Asuransi Jiwa

Prosiding Matematika ISSN:

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan Tambahan)

BAB I PENDAHULUAN. membedakan status ekonomi dan sosial. Saat ini, negara-negara berkembang

: Premi Tunggal Bersih Asuransi Jiwa Seumur Hidup Unit Link. : 1. I Wayan Sumarjaya, S.Si, M.Stats. 2. Drs. I Nyoman Widana, M.

BAB X ASURANSI A. DEFINISI ASURANSI

IMPLEMENTASI PSAK NO. 62 MENGENAI KONTRAK ASURANSI DAN PSAK NO.

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan Tambahan)

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Pelaksanaan fungsi dan tujuan PT. Jasaraharja Putera sebagai salah satu

MENENTUKAN FORMULA PREMI TAHUNAN TIDAK KONSTAN PADA ASURANSI JOINT LIFE

ASPEK RESIKO. aderismanto01.wordpress.com

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. bahaya.resiko yang mengancam manusia sangatlah beragam, mulai dari kecelakaan

Transkripsi:

Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Menentukan Tingkat Premi dan Nilai Asuransi Kesehatan yang Optimal pada Pasar Persaingan Sempurna 1 Neneng Detti Sumyatty, 2 Onoy Rohaeni, 3 Eti Kurniati 1,2,3 Prodi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116 e-mail : 1 ndettisumyatty.nds@gmail.com, 2 onoyrohaeni@gmail.com, 3 eti_kurniati0101@yahoo.com Abstrak.Dewasa ini, bagi kebanyakan orang sakit merupakan peristiwa yang tak pasti dan jarang terjadi. Ketika peristiwa tersebut terjadi, biaya pengobatan besar dan membebani ekonomi pada rumah tangga. Keadaan tersebut tidak menguntungkan. Asuransi kesehatan merupakan salah satu cara untuk mengatasi risiko dan ketidakpastian peristiwa sakit. Peristiwa yang tidak dapat diprediksi tersebut dapat diubah dengan cara membayar sejumlah uang yang relatif kecil namun teratur (premi) kepada perusahaan asuransi. Jika perusahaan yang menawarkan asuransi itu jumlahnya besar. Maka mereka harus bersaing untuk mendapatkan peserta asuransi. Berarti mereka ada dalam pasar persaingan sempurna. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menentukan tingkat premi dan nilai asuransi kesehatan yang optimal pada persaingan sempurna. Hasil yang diperoleh adalah bahwa tingkat premi bergantung pada probabilitas sakit, biaya transaksi dan nilai asuransi. Untuk probabilitas yang sama dalam jangka waktu panjang nilai premi akan menjadi lebih kecil, jika nilai asuransinya naik. Sebaliknya nilai premi akan menjadi lebih besar, jika nilai asuransinya turun. Dan nilai asuransi yang optimal adalah sama dengan biaya medis. Artinya, besarnya asuransi dikatakan optimal apabila mampu mengatasi seluruh kerugian yang dialami ketika sakit. Kata Kunci : Penawaran. Asuransi Kesehatan, Pasar Persaingan Sempurna, Tingkat premi, Kuantitas A. Pendahuluan Menurut paham ekonomi asuransi merupakan suatu lembaga keuangan yang melaluinya dapat dihimpun dana besar, yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan, disamping bermanfaat bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi. Asuransi bertujuan memberikan perlindungan atau proteksi atas kerugian keuangan atau financial loss yang ditimbulkan oleh peristiwa yang tidak diduga sebelumnya atau fortuitious event (Susilo, dkk, 2000:205). Apabila ditinjau dari jenisnya, asuransi memiliki dua macam jenis yaitu terdiri dari asuransi kerugian dan asuransi jiwa. Asuransi kerugian adalah menutup pertanggungan untuk kerugian karena kerusakan atau kemusnahan harta benda yang dipertangguhkan. Produk dari asuransi kerugian yaitu asuransi pencurian, asuransi kebakaran, dan lain-lain. Adapun asuransi jiwa adalah suatu kontrak perjanjian antara pemegang polis dengan perusahaan asuransi yang dimana pihak asuransi berjanji untuk membayarkan nominal uang apabila terjadi resiko kematian terhadap pihak pemegang asuransi. Asuransi kesehatan merupakan salah satu produk dari asuransi jiwa. Jika perusahaan yang menawarkan asuransi jumlahnya banyak maka perusahaan asuransi akan bersaing ketat untuk mendapatkan peserta. Berarti pasar asuransi tersebut merupakan pasar persaingan sempurna. Dalam pasar persaingan sempurna, perusahaan tidak bisa menentukan harga. Harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh jumlah permintaan dan penawaran. bergantung pada harga pasar. Jika perusahaan menaikan harga (premi asuransi) dari harga pasar, maka perusahaan akan kesulitan untuk mendapatkan peserta. Sebaliknya apabila perusahaan menurunkan harga (premi asuransi) dari harga pasar, mereka akan mengalami kerugian. Permasalahannya bagaimana menentukan tingkat premi 25

26 Neneng Detti Sumyatty, et al. dan kuantitas penawaran pada pasar persaingan sempurna. Masalah ini menarik untuk dikaji, sehingga tujuan dari penulisan ini adalah menentukan tingkat premi dan kuantitas penawaran asuransi kesehatan. B. Landasan Teori Sakit merupakan peristiwa yang tidak pasti dan jarang terjadi. Namun, apabila peristiwa itu terjadi kemungkinan biaya pengobatan besar dan dapat menjadi sebuah beban. Asuransi kesehatan merupakan cara untuk mengatasi risiko dan ketidakpastian peristiwa sakit. Untuk mengubah peristiwa yang tak dapat diprediksi menjadi terprediksi, anggota membayar sejumlah uang yang relatif kecil namun teratur (disebut premi) kepada lembaga asuransi. Dalam asuransi kesehatan, premi adalah harga produk dari asuransi kesehatan. Tingkat premi keanggotaan perorangan asuransi kesehatan ditentukan berdasarkan probabilitas sakit peserta yang dapat diperkirakan secara statistik. Jadi penilaian premi perorangan didasarkan pada penilaian tentang umur, riwayat penyakit lampau, riwayat keluarga, riwayat lingkungan, perilaku dan gaya hidup. Penawaran merupakan banyaknya barang yang ditawarkan penjual pada suatu pasar tertentu. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dalam hal ini, pada pasar persaingan sempurna semua perusahaan asuransi memperoleh keuntungan hanya dari harga pasar (price taker). Dan keuntungan yang diperoleh perusahaan asuransi merupakan keuntungan normal (normal profit) atau disebut juga keuntungan nihil (zero excess profit). Harga merupakan salah satu variabel terpenting yang mempengaruhi suatu penawaran barang dalam menentukan penawaran. Dalam teori penawaran terdapat hubungan di antara tingkat harga sesuatu barang dengan jumlah barang yang ditawarkan para penjual yang disebut sebagai hukum penawaran. Berdasarkan hukum penawaran tersebut dapat dibuat suatu gambaran mengenai jumlah penawaran sesuatu barang pada berbagai tingkat harga yaitu daftar penawaran. Kemudian dibuat kurva penawaran, kurva ini menunjukan hubungan antara harga suatu barang tertentu (P) dengan jumlah barang yang ditawarkan (Q). Pada umumnya, kurva penawaran memiliki slope positif. Kurva ini,bergerak menaik dari kiri bawah ke kanan atas. Hal ini disebabkan karena terdapat hubungan yang positif di antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan. Semakin tinggi harga sesuatu barang, maka semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan. C. Pembahasan 1. Menghitung Tingkat Premi Asuransi Kesehatan Tingkat premi suatu perusahaan asuransi disimbolkan dengan nilai α. Terdapat dua kemungkinan keadaan peserta asuransi yang akan diperhitungkan dalam menentukan nilai premi yang optimal yaitu keadaan sakit dan sehat. Apabila peserta asuransi mengalami sakit, dengan probabilitas p. Maka keuntungan asuransi yang diperoleh adalah q q. Sebaliknya, jika peserta mengalami sehat dengan probabilitas (1- p). Maka keuntungan asuransi yang diperoleh adalah q t. Kemudian terdapat biaya untuk menentukan risiko polis dan biaya untuk menjalankan perusahaan dimisalkan sebagai t (biaya transaksi). Biaya transaksi berlaku untuk kondisi peserta asuransi sakit maupun sehat. Sehingga, keuntungan harapan perusahaan asuransi adalah: Volume 2, No.1, Tahun 2016

Menentukan Tingkat Premi dan Nilai Asuransi Kesehatan yang Optimal pada Pasar 27 Dimana: p = Probabilitas jika konsumen sakit 1 p = Probabilitas jika konsumen sehat α = Tingkat premi q = Nilai asuransi Pada pasar persaingan sempurna dalam jangka panjang biaya transaksi t akan serupa pada semua perusahaan asuransi. Dan kelebihan keuntungannya pun akan sama dengan 0. Maka, persamaan di atas akan sama dengan 0, yaitu : Secara ekivalen, nilai sebagai berikut : = p+ Jadi, nilai yang wajar adalah sama dengan nilai probabilitas sakit p ditambahkan dengan presentase biaya transaksi (t) terhadap besarnya nilai polis q atau. Pada perusahaan asuransi berlaku, apabila terdapat perusahaan yang memiliki harga premi yang lebih rendah. Maka, perusahaan tersebut tidak akan memiliki biaya lebih untuk membayarkan klaim kepada konsumen. Dan apabila terdapat perusahan yang memiliki harga premi yang lebih tinggi, maka perusahaan asuransi akan memiliki keuntungan yang berlebih. Hal tersebut, dalam pasar persaingan sempurna akan tergeser dari perusahaan-perusahaan lainnya yang memiliki penawaran lebih rendah untuk harga premi. Asuransi memberikan ganti rugi untuk setiap kerugian-kerugian yang peserta asuransi alami seolah-olah berdasarkan probabilitas peristiwa sakit, keadaan tersebut rugi (fair) secara aktuarial, biaya transaksi t mendekati 0, sehingga : = p+ Apabila nilai t mendekati 0, nilai menjadi ; = p Jadi, tingkat premi (α) yang rugi (fair) secara aktuarial sama dengan probabilitas sakit (p). 2. Menentukan Kuantitas Penawaran Asuransi yang Optimal Utilitas harapan konsumen ditentukan oleh posisi kekayaannya, sedangkan posisi kekayaan berubahan menurut alternatif keluaran dan probabilitas keluaran itu. Jelasnya, posisi kekayaan seseorang menurun jika sakit, dan tetap jika ia sehat. Tingkat kekayaan (jika sakit) = (W) (L) Dan Matematika, Gelombang 1, Tahun Akademik 2015-2016

28 Neneng Detti Sumyatty, et al. Tingkat kekayaan (jika sehat) = (W) Utilitas harapan sebelum membeli polis asuransi sebagai berikut; Utilitas harapan = probabilitas sakit * utilitas (jika sakit) + probabilitas sehat * utilitas (jika sehat),, Apabila peserta adalah seorang penghindar resiko dan khawatir akan mengalami kerugian akibat sakit, kemudian mengambil asuransi sebesar q rupiah agar dapat menutupi biaya medis (L). Maka, harus memutuskan berapa nilai asuransi yang harus dibeli q. Jika sakit dengan probabilitas p, maka tingkat kekayaan dinyatakan sebagai berikut : Kekayaan (jika sakit) = kekayaan semula (W) kerugian (L) premi asuransi ( q) + Pembayaran dari asuransi (q) Jika sehat dengan probabilitas (1 p ), maka tingkat kekayaan adalah : Kekayaan (jika sehat) = kekayaan semula (W) premi asuransi ( q) Kekayaan (jika sehat) = W - q Utilitas harapan konsumen setelah memutuskan membeli asuransi, yaitu : Pernyataan utilitas dalam suku pertama dari persamaan (1) menjelaskan bahwa jika seseorang yang membeli asuransi kemudian jatuh sakit dengan probabilitas p, maka tingkat kekayaannya akan berkurang sebesar L dan bertambah sebesar (1 α)q. Jadi, semakin besar kuantitas asuransi q maka semakin besar manfaat yang dapat diperoleh dari asuransi. Semakin besar kuantitas asuransi q juga berarti makin besar tingkat kekayaan pada waktu sakit. Manfaat marginal bagi kesehatan adalah utilitas marginal. Sesuai dengan prinsip utilitas marginal dari kekayaan (dimishing marginal utility of wealth), meskipun utilitas total lebih tinggi pada tingkat kekayaan yang lebih tinggi, pertambahan utilitas itu sendiri menurun dengan makin tingginya tingkat kekayaan. Dengan kata lain, meskipun kekayaan total meningkat dengan makin besarnya kuantitas asuransi q, namun utilitas marginal yang diperoleh dari membeli lebih banyak kuantitas asuransi akan menurun. Dari segi biaya, makin besar kuantitas asuransi q, makin besar biaya total asuransi dan juga makin besar biaya marginalnya. Pernyataan tersebut sesuai dengan persamaan utilitas suku kedua dari persamaan (1) mengandung arti apabila sehat, tingkat kekayaan akan berkurang sebesar q, yaitu besarnya premi yang harus dibayar. Maka makin besar q, makin besar biaya marginal asuransi. Kenaikan marginal Volume 2, No.1, Tahun 2016

Menentukan Tingkat Premi dan Nilai Asuransi Kesehatan yang Optimal pada Pasar 29 ditunjukkan oleh lereng kurva biaya marginal yang positif. Keadaan yang optimal terjadi ketika marginal utility (MU) sama dengan marginal cost (MC). Jadi, Pada pasar persaingan sempurna, keuntungan harapan sama dengan 0, sehingga; Subsitusikan persamaan (3) ke dalam persamaan (5) sehingga didapat; Jika kedua ruas dibagi dengan p (1 ), kita memperoleh persamaan; Dimana Z sama dengan t/ [ pq (1 ) ] dan bernilai positif jika terdapat biaya muatan t yang positif. Jadi, seseorang mengambil asuransi dengan kuantitas di mana persamaan di atas terpenuhi. Diasumsikan bahwa Z = 0, maka persamaan di atas mensyaratkan bahwa utilitas marginal kekayaan di ruas kiri sama dengan utilitas marginal di ruas kanan. Jika utilitas marginal kekayaan menurun dengan konstan, maka utilitas marginal kekayaan pada kedua ruas persamaan dapat sama hanya bila kedua pernyatan tentang kekayaan juga sama. Manfaat marginal akan sama dengan biaya marginal bila posisi kekayaan jika sakit sama dengan posisi kekayaan jika sehat, sebagai berikut; Besarnya asuransi q dikatakan optimal apabila mampu mengatasi seluruh besar kerugian yang dialami ketika sakit. D. Kesimpulan Dari pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1. Tingkat premi asuransi kesehatan dalam pasar persaingan sempurna bergantung pada probabilitas sakit, biaya transaksi, dan nilai asuransi. Untuk probabilitas yang sama dalam jangka panjang nilai premi akan menjadi lebih kecil, jika nilai asuransinya naik. Sebaliknya nilai premi akan menjadi lebih besar, jika nilai asuransinya turun. 2. Nilai asuransi yang optimal sama dengan ongkos medis. Artinya, besarnya asuransi dikatakan optimal apabila mampu mengatasi seluruh kerugian yang dialami ketika sakit. Matematika, Gelombang 1, Tahun Akademik 2015-2016

30 Neneng Detti Sumyatty, et al. Daftar Pustaka Murti, Bhisma. 2000. Dasar-Dasar Asuransi Kesehatan. Yogyakarta: Kanisius Sukirno, Sadono. 2002. Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta : Grafindo Tobing, Dr. Rudyanti Dorotea. 2015. Aspek-Aspek Hukum Bisnis. Surabaya: Lasbang Justitia Volume 2, No.1, Tahun 2016