PEMBAGIAN JENIS UDARA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TEMPERATUR UDARA

BAB VI ANGIN Angin adalah gerakan udara secara horizontal, angin mempunyai ARAH dan KECEPATAN. Arah angin dinyatakan dengan arah dari mana angin

Penampang vertikal pembangian temperatur udara menurut Paimen

POKOK BAHASAN : ANGIN

Faktor-faktor Pembentuk Iklim Indonesia. Perairan laut Indonesia Topografi Letak astronomis Letak geografis

KU = kutub utara bumi KS = kutub selatan bumi

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK IKLIM INDONESIA. PERAIRAN LAUT INDONESIA TOPOGRAFI LETAK ASTRONOMIS LETAK GEOGRAFIS

a b. 1.5 l c d l 2 l

Departemen Geofisika dan Meteotologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor. Meteorology for better life KLIMATOLOGI

MODEL PUSARAN BADAI SKRIPSI

Iklim, karakternya dan Energi. Dian P.E. Laksmiyanti, S.T, M.T

Geografi. Kelas X ATMOSFER IV KTSP & K-13. I. Angin 1. Proses Terjadinya Angin

Jurusan Geofisika dan Meteorologi, FMlPA IPB

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HIDROMETEOROLOGI Tatap Muka Keenam (SUHU UDARA II)

STRUKTUR BUMI. Bumi, Tata Surya dan Angkasa Luar

Modul Sifat dan Operasi Gaya. Ir.Yoke Lestyowati, MT

LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER STAF PENGAJAR FISIKA TPB

RADIASI MATAHARI DAN TEMPERATUR

Geografi. Kelas X ATMOSFER III KTSP & K-13. G. Kelembapan Udara. 1. Asal Uap Air. 2. Macam-Macam Kelembapan Udara

KARAKTER CURAH HUJAN DI INDONESIA. Tukidi Jurusan Geografi FIS UNNES. Abstrak PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

GEJALA-GEJALA YANG TERJADI DI ATMOSFER

5/27/2013 TEKANAN UDARA. Pengertian :

BAB 2 DASAR TEORI Dasar Perencanaan Jenis Pembebanan

DEPRESI DAN SIKLON PENGARUHI CUACA INDONESIA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Angin adalah massa udara yang bergerak. Angin dapat bergerak secara horizontal

Skema proses penerimaan radiasi matahari oleh bumi

Tanah Homogen Isotropis

ROMMY ANDHIKA LAKSONO. Agroklimatologi

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07)

METEOROLOGI DAN KLIMATOLOGI

TATA KOORDINAT BENDA LANGIT. Kelompok 6 : 1. Siti Nur Khotimah ( ) 2. Winda Yulia Sari ( ) 3. Yoga Pratama ( )

BAB 2 DASAR TEORI. Bab 2 Dasar Teori. TUGAS AKHIR Perencanaan Struktur Show Room 2 Lantai Dasar Perencanaan

PEMANASAN BUMI BAB. Suhu dan Perpindahan Panas. Skala Suhu

Pemanasan Bumi. Suhu dan Perpindahan Panas

HIDROMETEOROLOGI Tatap Muka Ketiga (ATMOSFER)

Praktikum M.K. Oseanografi Hari / Tanggal : Dosen : 1. Nilai SUHU DAN SALINITAS. Oleh. Nama : NIM :

I. PENDAHULUAN II. TINJAUAN PUSTAKA

Hukum Kekekalan Energi Mekanik

Unsur gas yang dominan di atmosfer: Nitrogen : 78,08% Oksigen : 20,95% Argon : 0,95% Karbon dioksida : 0,034%

2.2 kinematika Translasi

Geografi. Kelas X ATMOSFER II KTSP & K-13. E. Suhu Udara. 1. Kondisi Suhu Udara di Indonesia

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 5. DINAMIKA ATMOSFERLATIHAN SOAL 5.2

SOAL TRY OUT FISIKA 2

Aplikasi Hukum Newton

Daur Siklus Dan Tahapan Proses Siklus Hidrologi

YAYASAN WIDYA BHAKTI SEKOLAH MENENGAH ATAS SANTA ANGELA TERAKREDITASI A

Minggu 1 : Daur Hidrologi Minggu 2 : Pengukuran parameter Hidrologi Minggu 3 : Pencatatan dan pengolahan data Hidroklimatologi

BAB USAHA DAN ENERGI I. SOAL PILIHAN GANDA

Hasil dan Analisis. IV.1.2 Pengamatan Data IR1 a) Identifikasi Pola Konveksi Diurnal dari Penampang Melintang Indeks Konvektif

Cut Nuraini/Institut Teknologi Medan/

BAB V PEDOMAN MAGNET

BIDANG STUDI : FISIKA

2 Mekanika Rekayasa 1

BAB I PENDAHULUAN. Agro Klimatologi ~ 1

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA

PENGENDALIAN MUTU KLAS X

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 3. Mengenal Planet Bumilatihan soal 3.2

BAB 1 BESARAN VEKTOR. A. Representasi Besaran Vektor

Prediksi 1 UN SMA IPA Fisika

KULIAH MEKANIKA TEKNIK GAYA DAN BEBAN

Gambar 12.2 a. Melukis Penjumlahan Gaya

K 1. h = 0,75 H. y x. O d K 2

Pembentukan Hujan 1 KLIMATOLOGI

BAB 2 GAYA 2.1 Sifat-sifat Gaya

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV AWAN. Strato Cumulus (low) Stratus IV. Golongan awan yang membubung keatas. Jenis awan yang membubung keatas

1. Sambungan tampang satu 2. Sambungan tampang dua

DINAMIKA ATMOSFER A.LAPISAN ATMOSFER

6. Berapakah energi kinetik seekor nyamuk bermassa 0,75 mg yang sedang terbang dengan kelajuan 40 cm/s? Jawab:

Horizontal. Kedalaman. Laut. Lintang. Permukaan. Suhu. Temperatur. Vertikal

FLUIDA BERGERAK. Di dalam geraknya pada dasarnya dibedakan dalam 2 macam, yaitu : Aliran laminar / stasioner / streamline.

UN SMA IPA 2008 Fisika

A. Peta 1. Pengertian Peta 2. Syarat Peta

GEOGRAFI REGIONAL ASIA IKLIM ASIA PENGAJAR DEWI SUSILONINGTYAS DEP GEOGRAFI FMIPA UI

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. curah hujan ini sangat penting untuk perencanaan seperti debit banjir rencana.

BAHAN AJAR PENERAPAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

1. Tekanan Udara 2. Radiasi Surya 3. Lama Penyinaran 4. Suhu Udara 5. Kelembaban Udara 6. Curah Hujan 7. Angin 8. Evapotranspirasi Potensial

SUHU, TEKANAN, & KELEMBABAN UDARA

GERAK BUMI DAN BULAN

SILABUS MATA KULIAH FISIKA DASAR

1. Fenomena Alam Akibat Perubahan Kedudukan Bumi, Bulan, terhadap Matahari. Gerhana Matahari

BAHAN AJAR 4. Medan Magnet MATERI FISIKA SMA KELAS XII

USAHA, ENERGI & DAYA

BAB II HUKUM NEWTON TENTANG GAYA

PETA (Dasar Teori dan Geologi Regional Kuliah Lapangan)

K13 Antiremed Kelas 11 Fisika

Jika sebuah sistem berosilasi dengan simpangan maksimum (amplitudo) A, memiliki total energi sistem yang tetap yaitu

BAB III LANDASAN TEORI

5. Aplikasi Turunan MA1114 KALKULUS I 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sebagai bintang yang paling dekat dari planet biru Bumi, yaitu hanya berjarak sekitar

1. (25 poin) Sebuah bola kecil bermassa m ditembakkan dari atas sebuah tembok dengan ketinggian H (jari-jari bola R jauh lebih kecil dibandingkan

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Self Dryer dengan kolektor terpisah. (sumber : L szl Imre, 2006).

Pelatihan-osn.com C. Siklus Wilson D. Palung samudera C. Campuran B. Salinitas air laut C. Rendah C. Menerima banyak cahaya matahari A.

Tahun Pasifik Barat Hindia Selatan Teluk Benggala Total

II. TINJAUAN PUSTAKA

Menggambar Lendutan Portal Statis Tertentu

Jenis dan Sifat Gelombang

5.1 Menggambar grafik fungsi

Transkripsi:

BAB VII JENIS UDARA Kalau suatu masa udara berdiam beberapa hari lamanya di atas suatu daerah tertentu. Maka akhirnya udara yang bersangkan akan memperoleh sifat-sifat yang khusus berlaku untuk daerah permukan bumi tersebut. Kalau misalnya daerah yang bersangkutan panas dan lembab. maka massa udara tersebut akan menjadi panas dan lembab pula dan kalau daerah yang bersangkutan dingin dan kering, maka udara tersebut akan menjadi dingin dan kering pula Suatu masa udara yang telah memperoleh sifat-sifat yang khusus berlaku untuk daerah permukaan bumi yang telah dialami sekian lama itu disebut JENIS UDARA. Untuk jelasnya, maka definisi JUNIS UDARA adalah sebagai berikut JENIS UDARA ADALAH SUATU MASA UDARA YANG LUASNYA BERJUTA-JUTA KM2, DAN TEBALNYA SEKURANG-KURANGNY SATU KILOMETER, UDARA MANA TELAH MEMPUNYAI SIFAT-SIFAT FISIK YANG SAMA UNTUK TIAP-TIAP IRISAN HORIZONTAL. (Dalam hal ini. maka yang dimaksud dengan SIFAT-SIFAT FISIK adalah LEMBAB UDARA DAN TEMPERATUR Daerah permukaan bumi di atas mana dapat berbentuk suatu jenis udara disebut : DAERAH SUMBER JENIS UDARA tidak setiap daerah permukaan bumi dapat berfungsi sebagai daerah Sumber Jenis udara. Untuk dapat berfungsi sebagai Daerah Sumber jenis Udara. maka daerah permukaan bumi yang bersangkutan harus memenuhi dua buah syarat yaitu 1) Daerah yang bersangkutan harus luas sekali, sehingga massa udara yang berukuran luas berjuta-juta km2 itu dapat berada beberapa hari Iamanya di atas daerah tersebut. 2) Daerah yang bersangkutan harus mempunyai permukaan yang homogen (sejenis) seperti misalnya padang pasir yang amat luas,atau suatu padang salju yang amat luas dan sebagainya. PEMBAGIAN JENIS UDARA Secara geografis, maka jenis udara dapat dibagi menjadi empat golongan, yaitu: 1. Jenis Udara Equatorial, yaitu jenis udara yang terbentuk di daerah sekitar Equator antara lintang 20 Selatan dan lintang 20 Utara. 60

2. Jenis Udara TROPIKA, yaitu jenis udara yang terbentuk didaerah Sub Tropika antara lintang 20 U/S dan 50 U/S. 3. Jenis udara POLARIS adalah jenis udara yang terbentuk didaerah Sedang antara lintang 50 U/S dan 70 U/S 4. Jenis udara ARKTRIS yaitu jenis udara yang terbentuk di daerah kutub antara lintang 70 U/S dan lintang 90 US. Mudahlah di mengerti. Bahwa jenis udara equatorial adalah lebih panas dari pada jenis udara Polans. dan bahaw janis udara arktris adalah lebih dingin dan pada jenis udara Polaris. Berdasarkan sifat daerah Sumber udaranya. jenis udara dapat dibagi dalam dua golongan, ialah sebagai berikut: 1. Jenis udara MARITIM, yaitu jenis udara yang terbentuk di atas permukaan laut 2. Jenis udara KONTINENTAL, yaitu jenis udara yang terbentuk di atas benua (=darat). Berdasarkan uraian di atas maka yang dimaksud dengan jenis udara Tropika Maritim adalah jenis udara yang terbentuk di atas lautan di daerah SUbtropika, dan yang dimaksud dengan jenis udara Kontinental adalah jenis udara yang terbentuk di atas daratan di daerah sedang, dan sebagainya. Setelah terbentuk, maka jenis udara tidak menetap untuk selama-lamanya di atas daerah sumber jenis udaranya, melainkan akhirnya jenis udara itu akan meninggalkan daerah sumber jenis udaranya, dan bergeser-geser pindah ke daerah lain. Dan dalam perjalanannya di luar daerah sumber jenis udaranya itu jenis udara yang bersangkutan akan melalui daerah-daerah yang sifat permukaannya berbeda dengan sifat permukaan daerah asalnya sehingga jenis udara tersebut mengalami suatu TRANSFORMASI (= perubahan sifat). Dan makin lama waktu yang berselang setelah jenis udara yang bersangkutan meninggalkan daerah sumbernya, maka makin besarlah perubahan sifat-sifat fisik yang dialami oleh jenis udara yang bersangkutan, sehingga makin sukarlah untuk mengenai kembali dari mana jenis udara tersebut berasal. UMUR suatu jenis udara dihitung mulai saat jenis udara yang bersangkutan meninggalkan daerah sumber jenis udaranya. Makin ianjut umur suatu jenis udara, maka makin sukarlah untuk mengenal kembali daerah asal jenis udara yang bersangkutan. 61

BIDANG FRONT dan FRONT CUACA Kalau dua buah jenis udara saling bertemu, maka kedua jenis udara tersebut tidak akan dapat bercampur dengan segera, melainkan antara kedua jenis udara tersebut akan berbentuk suatu dinding pemisah. Dinding pemisah itu disebut BIDANG FRONT. Bidang Front itu tidak berkedudukan tegak lurus terhadap permukaan bumi, melainkan berkedudukan MIRING terhadap permukaan bumi, sedangkan sedemikian rupa hingga udara yang Iebih panas (= Iebih ringan) terletak di atas bidang front. sedangkan jenis udara yang Iebih dingin (= Iebih berat) terletak di bidang front (lihat lukisan-lukisan dibawah ini). Lukisan a : A = bidang front B = Permukaan bumi Di sebelah kiri A terdapat jenis udara panas dan di sebelah kanan bidang front A terdapat jenis udara dingin. Garis potong antara bcang A dan bidang B ialah ganis C-D disebut garis FRONT CUACA. Aliran udara ( angin), apabila bertemua dengan sebuah bidang front, tidak akan dapat menembus bidnag front yang bersangkutan, melainkan terpaksa MELUNCUR ke bidang front tersebut. Dengan meluncurnya ke atas, maka udara yang bersangkutan menjadi dingin (secara diabatis), sehingga terbentuklah awan-awan pada bidang front yang biasanya dapat menghasilkan hujan (lihat lukisan-lukisan dibawah) 62

Lukisan Lukisan a) Menggambarkan jenis udara panas yang meluncur ke atas pada bidnag front cuaca b) Menggambarkan pembentukan awan-awan pada bidang front yang disebabkan karena udara meluncur ke atas. Awan-awan tersebut menimbulkan hujan yang jatuh disekitar garis front cuaca. Hujan tersebut jatuh disekitar garis front cuaca (lihat lukisan b) di atas. Sehingga garis front cuaca yang terdapat pada peta cuaca merupakan tempat kedudukan (=Iocus) cuaca buruk. Front cuaca tersebut biasanya bergerak dalam arah tertentu dengan kecepatan tertentu. Dengan mengetahui arah dan kecepatan geser suatu front cuaca, maka dapatlah kita meramalkan keadaan cuaca untuk tempat-tempat yang akan dilalui oleh front cuaca yang bersangkutan. PENGGOLONGAN FRONT CUACA Berdasarkan arah geraknya, maka front cuaca dapat dibagi dalam golongangolongan sebagai berikut: a. Front Stasioner = sebuah front cuaca yang tidak bergeser b. Front Panas = front cuaca yang bergeser, dimana jenis udara panas menggeserkan jenis udara yang Iebih dingin c. Front Dingin = sebuah front cuaca bergerak, dimana jenis udara dingin menggeserkan jenis udara yang Iebih panas. (lihat lukisanlukisan berikut). 63

Lukisan a) Menggambarkan bentuk sebuah bidang front stasioner Lukisar b) Menggambarkan penampang vertikal dan bentuk sebuah bidang front panas. Bagian bawah bidang front panas berbentuk runcing, Ieh sebab jenis udara dingin yang didesak jenis udara panas mengalami gaya gesekan permukaa bumi sehingga cenderung untuk melekat permukaan bumi. Lukisan c) Menggambarkan penampang vertical dan bentuk sebuah bidang front dingin. Bagian bawah bidang front dingin berbentuk tumpul, oleh sebab jenis udara pegas yang didesak oleh jenis udara dingin itu mengalami gaya gesekan permukaan bumi, sehingga jenis udara panas itu cenderung untuk melekat pada permukaan bumi. Secara geografis, front cuaca dibagi dalam empat golongan ialah : 1. Front Equatorial, ialah front cuaca yang terbentuk di daerah Equatorial, dan terjadi karena adanya pertemuan antara jenis udara equatorial yang satu dengan jenis udara equatorial yang lain, akan tetapi belakangan ini istilah Front Equatorial sudah tidak dipakai lagi, dan telah diganti dengan istilah :lntertorpical Convergence Zone dengan singkatan I C.Z. 2. Front Pasat, ialah front cuaca yang terbentuk dibawah Sub Tropika dan terjadi karena adanya pertemuan antara jenis udara tropika yang satu dengan jenis udara tropika yang lain. 3. Front Polair, ialah front cuaca yang terbentuk didaerah sedang dan terjadi karena adanya pertemuan antara jenis udara torpika dengan jenis udara Polair. Front Polair Secundair ialah front cuaca yang terbentuk di daerah Sedang, dan terjadi karena adanya pertemua antara jenis udara Polair yang satu dengan jenis sudara Polair yang lain. 4. Front Arktis adalah front cuaca yang terbentuk didaerah Kutub dan terjadi karena adanya pertemuan antara jenis udara Polair dengan jenis udara Arktis. Berdasarkan gerakan-gerakan vertikal jenis udara panas dan jenis udara dingin di sekitar bidang front, maka front cuaca dibagi dalam golongan-golongan sebagai berikut: 1. Front ++, ialah sebuah front cuaca yang dimana jenis udara panas bergerak ke atas, dan jenis udara dinginnya pun bergerak ke atas. 64

2. Front +, ialahsebuah front cuaca dimana jenis udara panas bergerak ke atas sedangkan jenis udara dinginnya bergerak ke bawah. 3. Front, +, ialah sebuah front cuaca dimana jenis udara panas bergerak ke bawah sedangkan jenis udara dinginnya bergerak ke atas. 4...ialah sebuah front cuaca dimana jenis udara panasnya maupun jenis udara dinginnya bergerak ke bawah. Dalam kenyataannya front, - + dan front - - jarang terjadi, dan kalau hal ini terjadi, hanya pada tingkat bahagian atas bidang front. Front panas biasanya bersifat front ++, dan front dingin biasanya bersifat front + - (lihat lukisan-lukisan berikut). a) b) Lukisan a) = front ++ pada front ++ Lukisan b) = front +- pada front + terbentuk awan-awan disebelah atas terbentuk awan-awan disebelah atas maupun disebelah bawah bdang front bidang front, sedangkan disebelah bawahnya tidak terbentuk awan c) Lukisan c) = front -+ pada front -+ terdapat pembentukan awan-awan seperti terlukis diatas d) Lukisan d) = front - - pada front - - terdapat pembentukan awan-awa seperti terlukis diatas. 65

Dari keempat buah lukisan (a,b,c dan d) di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa awan-awan terbentuk pada tempat-tempat dimana udara mengalir kebawah melenyapkan awan-awan. Berdasarkan perubahan sudut antara bidang front dengan permukaan bumi (selanjutnya disebut SUDUT BIDANG FRONT), maka front-front cuaca dibagi dalam golongan-golongan sebagai berikut: 1. Front Isoklin, yaitu front cuaca dimana Sudut Bidang frontnya tidak berubah 2. Front Kataklin, ialah front cuaca dimana Sudut Bidang frontnya berubah menjadi lebib kecil 3. Front Anaklin. yaitu front cuaca dimana sudut bidang frontnya berubah menjadi Iebih besar. Pada front kataklin. udara dapat meluncur ke atas dengan Iebih mudah, sehingga keadaan ucaca bertambah buruk. Pada front Anaklin, gerakan udara ke atas akan berkurang lancar, sehingga keadaan cuaca buruk akan berkurang. BESARNYA SUDUT BIDANG FRONT adalah tergantung pada tiga buah faktor, ialah sebagai berikut: 1) Perbedaan temperatur antara lain udara panas dengan jenis udara dingin yang terdapat disebelah-menyebelah bidang front makin besar selisih temperaturnya maka makin kecillah sudut bidang front. Dan makin kecil selisih temperaturnya maka makin besarlah sudut bidang front yang bersangkutan. 2) Perbedaan kecepatan komponen angin yang sejajar dengan garis front cuaca yang terdapat disebelah-menyebelah bidang front, makin besar perbedaan kecepatan angin tersebut, maka makin besarlah sudut bidang front. Dan makin kecil perbedaan kecepatan angin tersebut, maka makin kecilah sudut bidang front yang bersangkutan. 3) Lintang geografis di mana front cuaca yang bersangkutan berada. Makin tinggi Iintangnya, maka makin besarlah sudut bidang frontnya. Tabel-tabel (= daftar-daftar) dibawah menggambarkan pengaruh-pengaruh LlNTANG, SELISIH KECEPATAN ANGIN, DAN SELISIH TEMPERATUR terhadap nilai sudut Bidang Front. 66

Untuk jelasnya, maka untuk mengetahui nilai Sudut rumus berikut: dapat digunakan Bidang Front : Tg <= 2 w Sin O G V T 1 2 T 2 V 2 T 1 T 1, dimana : Tg = Sudut Bidang Front w = Kecepatan berputarnya bumi dalam satuan RADIAL Ǿ = Kecepatan geografis dimana front cuaca yang bersangkutan berada. G = Nilai gaya tank bumi T1 dan T2 = Temperatur udara dalam satuan derajat Kelvin Vi dan V2 = komponen kecepatan angin (= kecepatan sejajar) yang terdapat didalam jenis udara panas dan didalam jenis udara dingin. 67

Rinqkasan : Jenis udara adalah suatu masa udara yang Iuasnya berjuta-juta kilometer persegi dan tebalnya sekurang-kurangnya satu kilometer, yang mempunyai sifat-sifat fisik yang sama untuk setiap irisan horizontal. Daerah permukaan bumi di atas mana terbentuk jenis udara disebut : daerah sumber jenis udara. Jenis udara dibagi dalam golongan-golongan secara geografis dan berdasarkan sifat daerah sumber jenis udaranya. Bidang front adalah dinding pemisah antara dua jenis udara yang bertemu. Garis perpotongan antara bidangg front dan permukaan bumi disebut garis front cuaca. Front cuaca digolongkan berdasrkan arah geraknya, secara geografis berdasarkan gerakan vertical dari jenis udara panas dan jenis udara dinginya dan berdasarkan perubahan sudut bidang frontnya. Besar sudut bidang front tergantung pada tiga faktor : perbedaan temperatur antara jenis udara dingin dan udara panas di sebelah menyebelah bidang front, perbedaan kecepatan dan komponen angin yang sejajar dengan garis bidang front yang terletak sebelah-menyebelah bidang front, dan lintang geografis dimana front cuaca bersangkutan berada. Pertanyaan-pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan jenis udara dan bagaimanakah terbentuknya? 2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi sifat-sifat fisik dan jenis udara? 3. Jelaskan penggolongan jenis udara secara geografis dan berdasarkan daerah sumber jenis udaranya. 4. Terangkan apa yang dimaksud dengan umur dan suatu jenis udara dan transformasi 5. Apakah front cuaca dan bagaimanakah bentuknya? 6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan bidang front dan garis bidang front, 7. Bagaimanakah penggolongan dan sifat-sifat dari front cuaca menurut: - Arah geraknya - Letak geografis - Gerak vertikal sudut bidang frontnya - Peru bahan sudut bidang frontnya 8. Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi besar sudut bidang front? Tuliskan rumusnya 9. Bagaimanakah keadaan cuaca pada front cuaca? 68