3/4/2010. Kelompok 2

dokumen-dokumen yang mirip
MOTOR INDUKSI 1. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 2. JENIS JENIS MOTOR LISTRIK

Elektronika Lanjut. Motor Listrik. Elektronika Lanjut Missa Lamsani Hal 1

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN LISTRIK MESIN DC MOTOR DC PENGUATAN TERPISAH

TUGAS TEKNIK TENAGA LISTRIK KELOMPOK 6 MOTOR INDUKSI 3 PHASA

TUGAS PERTANYAAN SOAL

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

Dasar Konversi Energi Listrik Motor Arus Searah

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. tersebut berupa putaran rotor. Proses pengkonversian energi listrik menjadi energi

MESIN LISTRIK. 2. JENIS MOTOR LISTRIK Motor berdasarkan bermacam-macam tinjauan dapat dibedakan atas beberapa jenis.

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Umum. Motor arus searah (motor DC) ialah suatu mesin yang berfungsi mengubah

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran. Pada prinsip

BAB II DASAR TEORI. mesin listrik yang mengubah energi listrik pada arus searah (DC) menjadi energi

MOTOR DC. Pengertian Motor DC

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MOTOR DC. Karakteristik Motor DC

MAKALAH ANALISIS SISTEM KENDALI INDUSTRI Synchronous Motor Derives. Oleh PUSPITA AYU ARMI

BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

Makalah Mata Kuliah Penggunaan Mesin Listrik

BAB II LANDASAN TEORI

Universitas Medan Area

ELECTRICAL MOTOR HASBULLAH, ST, MT. Bandung, Februari 2009

BAB II DASAR TEORI. searah. Energi mekanik dipergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Mesin arus searah Prinsip kerja

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

GENERATOR DC HASBULLAH, MT, Mobile :

Pendahuluan Motor DC mengkonversikan energi listrik menjadi energi mekanik. Sebaliknya pada generator DC energi mekanik dikonversikan menjadi energi l

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KONSTRUKSI GENERATOR DC

Klasifikasi Motor Listrik

Modul Kuliah Dasar-Dasar Kelistrikan Teknik Industri 1

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF)

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran. Pada prinsip

MODUL 10 DASAR KONVERSI ENERGI LISTRIK. Motor induksi

PENGUJIAN PERFORMANCE MOTOR LISTRIK AC 3 FASA DENGAN DAYA 3 HP MENGGUNAKAN PEMBEBANAN GENERATOR LISTRIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DC TRACTION. MK. Transportasi Elektrik. Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Soegijapranata Semarang 1

M O T O R D C. Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan

BAB VIII MOTOR DC 8.1 PENDAHULUAN 8.2 PENYAJIAN

Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik.

TOPIK 9 ELEKTROMAGNETIK

JENIS-JENIS GENERATOR ARUS SEARAH

Apa itu Kontaktor? KONTAKTOR MAGNETIK / MAGNETIC CONTACTOR (MC) 11Jul. pengertian kontaktor magnetik Pengertian Magnetic Contactor

KONSTRUKSI GENERATOR ARUS SEARAH

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

Dasar Teori Generator Sinkron Tiga Fasa

BAHAN PELATIHAN NASIONAL OTOMOTIF PERBAIKAN KENDARAAN RINGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH POSISI SIKAT TERHADAP WAKTU PENGEREMAN PADA MOTOR ARUS SEARAH PENGUATAN SHUNT DENGAN METODE DINAMIS

MOTOR DC Pengertian Motor DC

MESIN LISTRIK ARUS SEARAH (DC)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB VII Generator Sinkron Kompetensi Dasar Menjelaskan prinsip kerja dan elemen-elemen dari generator sinkron

BAB II LANDASAN TEORI

Bahan Kuliah Mesin-mesin Listrik II

Mesin Arus Searah. Karakteristik Generator Arus Searah

Created By Achmad Gunawan Adhitya Iskandar P Adi Wijayanto Arief Kurniawan

STUDI PENGARUH PEMBEBANAN PADA MOTOR DC PENGUATAN SHUNT TERHADAP ARUS STATOR ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

GENERATOR ARUS SEARAH

ANALISIS EFISIENSI MOTOR DC SERI AKIBAT PERGESERAN SIKAT

STUDI PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC SHUNT DENGAN METODE WARD LEONARD (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

BAB I PENDAHULUAN. maupun perindustrian yang kecil. Sejalan dengan perkembangan tersebut,

TUGAS ELECTRICAL MACHINE SEMESTER 6

MESIN SINKRON ( MESIN SEREMPAK )

STUDI TENTANG PENGARUH PEMBEBANAN STATIS DAN PERUBAHAN TEGANGAN INPUT MOTOR DC PENGUATAN SHUNT TERHADAP ARUS JANGKAR

MAGNET. Benda yang dapat menarik besi disebut MAGNET. Macam-macam bentuk magnet, antara lain : magnet batang, magnet ladam, magnet jarum

Politeknik Negeri Sriwijaya

DA S S AR AR T T E E ORI ORI

Mekatronika Modul 7 Aktuator

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating

MOTOR LISTRIK 1 & 3 FASA

KEGIATAN 1 : PENGEREMAN MOTOR ARUS SEARAH DENGAN MENGGUNAKAN TAHANAN GESER UNTUK APLIKASI LABORATORIUM

PRINSIP KERJA MOTOR. Motor Listrik

Soal Soal Latihan Elektronika & Tenaga Listrik

BAB II DASAR TEORI. arus searah menjadi energi mekanis. Pada prinsip pengoperasiannya, motor arus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II GENERATOR SINKRON

BAB II MOTOR INDUKSI SATU PHASA. Motor induksi adalah motor listrik arus bolak-balik (ac) yang putaran

PENGARUH POSISI SIKAT DAN PENAMBAHAN KUTUB BANTU TERHADAP EFISIENSI DAN TORSI MOTOR DC SHUNT

MODUL III SCD U-Telkom. Generator DC & AC

MAKALAH. Perawatan dan Pemeliharaan Motor Listrik

SYNCHRONOUS GENERATOR. Teknik Elektro Universitas Indonesia Depok 2010

BAB II GENERATOR SINKRON. bolak-balik dengan cara mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Energi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

PANDUAN PRAKTIKUM DASAR KONVERSI ENERGI. Disusun oleh: Ervan Hasan Harun, ST.,MT NIP

BAB II GENERATOR ARUS SEARAH. arus searah. Energi mekanik di pergunakan untuk memutar kumparan kawat

STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN RHEOSTAT DAN AUTO-TRANSFORMATOR UNTUK PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC SERI

5.5. ARAH GGL INDUKSI; HUKUM LENZ

Penggunaan & Pengaturan Motor Listrik PENGEREMAN MOTOR LISTRIK

Definisi. Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. memanfaatkan energi kinetik berupa uap guna menghasilkan energi listrik.

Perkuliahan PLPG Fisika tahun D.E Tarigan Drs MSi Jurusan Fisika FPMIPA UPI 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II MOTOR SINKRON. 2.1 Prinsip Kerja Motor Sinkron

MAGNET JARUM. saklar. Besi lunak. Sumber arus Oleh : DRS. BRATA,M.Pd. SMAN1 KRA. kumparan. lampu. kumparan

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2

Transkripsi:

TEKNIK TENAGA LISTRIK KELOMPOK II Andinar (0906602401) Arwidya (0906602471) Christina (0906602499) Citra Marshal (0906602490) Kelompok 2 Christina M. Andinar H. Islamy Citra Marshal Arwidya Tantri A. 1

Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik kadangkala disebut kuda kerja nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri. Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor listrik secara umum sama yaitu: Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torsi untuk memutar kumparan. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan. 2

Dalam memahami sebuah motor listrik, penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/torsi sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok: Beban torsi konstan, adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya, namun torsi nya tidak bervariasi. Contoh beban dengan torsi konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan. Beban dengan torsi variabel, adalah beban dengan torsi yang bervariasi dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan torsi variabel adalah pompa sentrifugal dan fan (torsi bervariasi sebagai kwadrat kecepatan). Beban dengan energi konstan, adalah beban dengan permintaan torsi yang berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah peralatan-peralatan mesin. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torsi yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas. motor DC yang memiliki tiga komponen utama: Kutub medan. Secara sederhada digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan menyebabkan perputaran pada motor DC. Motor DC memiliki kutub medan yang stasioner dan dinamo yang menggerakan bearing pada ruang diantara kutub medan. Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub selatan. Garis magnetik energi membesar melintasi bukaan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan. Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet. Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari luar sebagai penyedia struktur medan. Dinamo. Bila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi elektromagnet. Dinamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi, arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo. Kommutator. Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo. Kommutator juga membantu dalam transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.. 3

4

Electromotive Force (EMF) / Gaya Gerak Listrik EMF induksi biasanya disebut EMF Counter. atau EMF kembali. EMF kembali artinya adalah EMF tersebut ditimbulkan oleh angker dinamo yang yang melawan tegangan yang diberikan padanya. EMF induksi terjadi pada motor listrik, generator serta rangkaian listrik dengan arah berlawanan terhadap gaya yang menimbulkannya. HF. Emil Lenz mencatat pada tahun 1834 bahwa arus induksi selalu berlawanan arah dengan gerakan atau perubahan yang menyebabkannya. Hal ini disebut sebagai Hukum Lenz. Timbulnya EMF tergantung pada: kekuatan garis fluks magnet jumlah lilitan konduktor sudut perpotongan fluks magnet dengan konduktor kecepatan konduktor memotong garis fluks magnet Tidak ada arus induksi yang terjadi jika angker dinamo diam. 5

Arus yang mengalir pada motor dengan hambatan R pada armature dapat dihitung dengan rumus dibawah ini : Ketika motor mati(tidak bekerja), maka Eo = 0 Volt. Maka Arus yang mengalir : Daya dan Torsi adalah 2 bagian yang sangat penting pada Motor DC. Daya listrik armature dapat dihitung dengan rumus dibawah ini: Kita ketahui pada persamaan sebelumnya bahwa Es adalah jumlah dari Eo + IR. Kita substitusikan dua persamaan di atas 6

I 2 R menunjukan disipasi panas dari armature. Daya listrik Eo.I sama dengan daya mekanik dari motor. P : Daya Mekanik Motor (W) Eo : GGL Induksi dari armature (Volt) Hubungan antara torsi dengan daya mekanik adalah sbb: Jika kita gabungkan 2 persamaan di atas maka akan diperoleh : Jika motor DC dijalankan dengan beban atau tanpa beban,,,,eo mempunyai tegangan yang hampir sama dengan Es,,,dengan asumsi R selalu kecil maka dari persamaan sebelumnya: 7

Armature speed control Kecepatan motor bisa diatur, dengan mengatur Es dan menjaga flux tetap konstan. Armature speed control 8

Armature speed control Untuk mengatur kecepatan motor, dalam prakteknya motor armature dapat dihubungkan dengan voltage DC generator. Jika field excitation dari motor dijaga tetap konstan, dan generator excitation diatur dari nol sampai maks., maka generator output Es bisa divariasikan dari nol sampai maks. Metode speed control ini disebut sebagai Ward- Leonard system. Armature speed control Cara lain untuk mengontrol kecepatan dari motor dc adalah menempatkan rheostat yang di-seri-kan dengan armature. Arus dalam rheostat menghasilkan voltage drop dikurangi dari fixed source voltage Es, menghasilkan tegangan suplai yang lebih kecil dari armature. Metode ini memungkinkan kita untuk mengurangi kecepatan. 9

Field speed control Jika flux Φ dinaikkan dan tegangan Es dijaga agar tetap konstan, maka kecepatannya akan jatuh dan sebaliknya. Metode speed control ini sering digunakan saat motor harus dijalankan di atas kecepatan rataratanya, disebut base speed. Untuk mengatur flux, dihubungkan dengan rheostat secara seri dengan fieldnya. Motor shunt Motor shunt : motor dengan sumber daya sendiri Pada motor shunt, gulungan medan (medan shunt) disambungkan secara paralel dengan gulungan dinamo (A). 10

Motor shunt Kecepatan motor shunt : Kecepatannya konstan tidak tergantung pada beban Kecepatan dapat dikendalikan dengan cara memasang tahanan dalam susunan seri dengan dinamo (kecepatan berkurang) atau dengan memasang tahanan pada arus medan (kecepatan bertambah). Motor seri Motor seri hampir sama konstruksinya dengan motor shunt, kecuali fieldnya. Field dihubungkan secara seri dengan armature, terdiri dari beberapa putaran kawat yang mempunyai penampang cukup besar untuk membawa arus. 11

Motor seri Pada motor seri, flux per pole tergantung dari arus armature dan beban. Saat arusnya besar, fluxnya besar dan sebaliknya. Jika motor seri dioperasikan pada beban penuh, saat di starts up, arus armature lebih tinggi daripada normalnya, dan fluxnya juga lebih besar daripada normal. Aplikasi motor seri : Kereta listrik Compound Motor Terdiri dari kumparan medan seri dan shunt Medan shunt disambungkan secara paralel dengan gulungan dinamo 12

Cont. Medan seri disambungkan secara seri dengan gulungan dinamo Pengereman pada motor Pengereman motor listrik dapat dilaksanakan secara elektrik. Pengereman secara elektrik dapat dilaksanakan dengan dua cara yaitu secara: Dinamis Plugging 13

Pengereman secara Dinamis Pengereman yang dilakukan dengan melepaskan jangkar yang berputar dari sumber tegangan dan memasangkan tahanan pada terminal jangkar Motor listrik seolah-olah berfungsi sebagai generator Gaya gerak listrik yang timbul pada belitan jangkar dibebani b i dengan resistor Jadi energi pengereman terbuang sebagai panas pada resistor itu. Pengereman secara Plugging Pengereman yang dilakukan dengan membalik polaritas motor Membalikan polaritas tegangan pada jangkar atau pada penguat medan Dengan cara ini motor cepat berhenti berputar, malah cenderung berbalik arah 14

Reaksi Jangkar Disebabkan oleh pengaruh garis gaya magnit yang ditimbulkan arus jangkar terhadap garis gaya magnit kutub utama mesin sehingga membelokkan arah garis gaya magnit utama dan menggeser garis netral Pengaruh reaksi jangkar pada motor DC adalah menurunkan fluksi yang diperlukan ketika beban dinaikkan. Reaksi jangkar mempunyai pengaruh terhadap komutasi dan menyebabkan timbulnya bunga api. Distorsi flux Distribusi fluks ketika motor berjalan tanpa beban Fluks yang terjadi akibat beban penuh dari arus jangkar Fluks yang terjadi saat motor berjalan dengan beban penuh 15

Cara mengatasi reaksi jangkar Dengan memasang kutub bantu terletak diantara kutub utama dan dtengah garis netral. Lilitan penguat kutub bantu dihubungkan seri dengan lilitan jangkar Untuk mesin besar biasanya digunakan lilitan kompensasi, lilitan kompensasi dipasang didalam alur pada permukaan kutub utama sehingga akan melawan medan arus jangkar, lilitan ini dihubungkan seri dengan lilitan jangkar 16

Contoh soal Jangkar sebuah motor DC tegangan 230 volt dengan tahanan 0.312 ohm dan mengambil arus 48 A ketika dioperasikan pada beban normal. Hitunglah GGL lawan (Ea) dan daya yang timbul pada jangkar. Jika tahanan jangkar 0.417 ohm, keadaan yang lain sama. Berapa GGL lawan (Ea) dan daya yang timbul pada jangkar. Penurunan tegangan pada sikat-sikat sebesar 2 volt untuk soal a dan b. Jawaban: Ea = V Ia Ra 2 E = (230 2 ) (48 x 0.312) = 213 volt Daya yang dibangkitkan pada jangkar = Ea Ia = 213 x 48 = 10.224 watt Eb = V Ia Ra 2 E = (230 2) (48 x 0.417) = 208 volt Daya yang dibangkitkan pada jangkar = Ea Ia = 208 x 48 = 9984 watt 17