BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit Umum Bina Sehat (Bina Sehat) berdiri sejak tahun Pada

dokumen-dokumen yang mirip
BUPATI PURWOREJO TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 920/Men.Kes/Per/XII/86, Bab I. Pasal 1. 2

2. STRUKTUR ORGANISASI RSUD INDRASARI RENGAT, KAB.INDRAGIRI HULU

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 6 TAHUN 2002 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI RUMAH SAKIT DAERAH

BUPATI JENEPONTO. Jalan Lanto Dg. Pasewang No. 34 Jeneponto Telp. (0419) Kode Pos 92311

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta)

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 31 SERI D

BAB III TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN. masyarakat. RSUD kota Bandung beralamat di Jl. Rumah Sakit No. 22 Ujung

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 21 TAHUN 1996 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 21 TAHUN : 1999 SERI : D.4.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG. ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR NOMOR 22 TAHUN 1994 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II CIREBON

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 86 TAHUN 2001 SERI D.83 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG. ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 52 NOMOR 52 TAHUN 2008

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

suatu unit pelayanan kesehatan,yaitu rumah sakit di wilayah Kotamatsum. Pada tanggal 26 Februari 2000 Rumah Sakit Islam AL UMMAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN. A. Kedudukan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2015 merupakan. dokumen rencana pembangunan RSUD Kota Bandung periode tahun

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 6 TAHUN 2002 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2006 NOMOR 3 SERI D

PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992;

BUPATI LINGGA PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH KABUPATEN LINGGA NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG

1V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SEMARANG NOMOR 14 TAHUN 1999 SERI D NO. 11

PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS

PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN LANDAK

PEDOMAN PELAYANAN INSTALASI RAWAT JALAN RSI SITI RAHMAH

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 01 TAHUN 2006 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG

NOMOR : 3 TAHUN : 2001 SERI : D NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II ACEH UTARA NOMOR 3 TAHUN 1997 T E N T A N G

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT. Nomor 3 Tahun 2006 Seri D Nomor 13 Tahun 2006

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT. Nomor 3 Tahun 2006 Seri D Nomor 13 Tahun 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT NOMOR 3 TAHUN 2006

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SUKAMARA

SALINAN PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR NOMOR 67 TAHUN 2009 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH A.

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit

BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI. PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGAWI NOMOR 5 TAHUN 2001 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.

RSUD KOTA BANDUNG RENJA 2014 BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2014 merupakan dokumen

BAB II RUMAH SAKIT UMUM SITI HAJAR MEDAN

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN S U M E D A N G NOMOR 21 TAHUN 1999 SERI D.16 PERATURAN DAERAH KABUPATEN S U M E D A N G NOMOR 6 TAHUN 1999

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG

-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 142 TAHUN 2016 TENTANG

MAKALAH MANAJEMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT

PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 10 TAHUN 2000 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BANDUNG

BUPATI MANDAILING NATAL

-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 141 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT JIWA

Perbedaan jenis pelayanan pada:

PEMERINTAH KABUPATEN KARIMUN

2018, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2013 NOMOR : 17 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG TARIF PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG

BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru

-1- BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

PROFIL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN JAKARTA

ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN PERTEMUAN II LILY WIDJAYA, SKM.,MM, PRODI D-III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN RAWAT JALAN EKSEKUTIF DI RUMAH SAKIT

PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TENGAH NOMOR 1 TAHUN 1999 TENTANG ORGANISASI DAN TATAKERJA RUMAH SAKIT KUSTA

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN. bagian selatan Kecamatan Mamajang Kota Makassar tepatnya di Jalan Dr.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMO 3 TAHUN 2011 TENTANG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI SRAGEN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT. Rumah sakit merupakan suatu unit yang mempunyai organisasi teratur,

- 1 - BUPATI ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH PERATURAN BUPATI ACEH TAMIANG NOMOR 77 TAHUN 2016

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Singkat RSUD DR. RM. Protomo Bagansiapiapi

PEDOMAN ORGANISASI UNIT REKAM MEDIS DISUSUN OLEH : UNIT REKAM MEDIS RSUD KOTA DEPOK

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

QANUN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM NOMOR 10 TAHUN 2003 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja.

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Sejarah Perusahaan Rumah Sakit Umum Bina Sehat (Bina Sehat) berdiri sejak tahun 1992. Pada saat itu, Bina Sehat yang berlkasi di Jalan Raya Dayeuhklt n. 325 Kabupaten Bandung, masih berbentuk klinik umum dan bedah yang dikella leh Yayasan Bina Medika. Atas prakarsa pemiliknya, dr. H. Nnng Sutardi Surja, Sp.B., KBD, klinik tersebut pada tahun 1997 dikembangkan menjadi Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB). Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nmr: YM.02.04.3.5.3475 mengenai Izin Penyelenggaraan Rumah Sakit Umum Bina Sehat pada tanggal 6 Desember 2004, akhirnya status Bina Sehat yang sebelumnya RSKB berubah menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) yang pengellaannya dilakukan leh PT. Bina Sejahtera. 1.2 Lingkup Bidang Usaha RSU Bina Sehat memberikan layanan pengbatan medis berupa knsultasi dan pengbatan yang meliputi pliklinik umum, gigi, gizi, BKIA, rehabilitasi medis dan spesialis. Di antara pliklinik spesialis yang tersedia, RSU Bina Sehat memiliki jasa unggulannya pada pli spesialis bedah dan kandungan. 1.3 Visi, Misi, dan Tujuan Perusahaan Visi Rumah Sakit yang berwawasan Islam dengan pelayanan unggulan dalam bidang bedah dan kandungan (Obstetri dan Gineklgi) di kawasan Bandung Selatan. 1

Misi Menjadi Rumah Sakit unggulan yang dapat diterima dan terjangkau leh masyarakat dengan memberikan pelayanan semaksimal mungkin, sehingga dapat membantu prgram pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan 1. Mengutamakan standar kualitas pelayanan yang bermutu kepada pasien sebagai priritas utama. 2. Mengusahakan terbentuknya sumber daya manusia yang unggul sebagai tenaga prfesinal yang beriman dan bertakwa. 3. Menjadikan Ttal Quality Management sebagai jiwa rumah sakit dalam meningkatkan kinerja dan kualitas secara berkesinambungan. 4. Ikut serta melaksanakan prgram pemerintah untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat. 5. Secara bertahap meningkatkan kesejahteraan karyawan rumah sakit. 2

1.4 Struktur Organisasi Gambar 1.1 Struktur Organisasi RSU Bina Sehat Sumber: Prfil Perusahaan RSU Bina Sehat, Februari 2008 PT. Bina Sejahtera Sebagai pemilik rumah sakit, PT. Bina Sejahtera memiliki tugas pkk menetapkan visi, misi, falsafah dan tujuan rumah sakit. Dalam perasinalnya, PT. Bina Sejahtera dibantu leh Dewan Pembina dan Dewan Direksi. PT. Bina Sejahtera menjalani fungsi: Menentukan ʺmisi /tujuan Idiil rumah sakit/ad ART. Sebagai penanggung jawab pelaksanaan Peraturan Pemerintah yang berhubungan dengan Perumahsakitan. 3

Mengangkat dan memberhentikan Badan Pembina (Dewan Penyantun) dan Direksi. Merencanakan dan melaksanakan pembangunan, pengembangan rumah sakit. Dewan Pembina Sebagai wakil pemilik rumah sakit, Dewan Pembina menjalani fungsi: Memberi saran/nasehat kepada pemilik dan Direktur rumah sakit dalam penyelenggaraan pengellaan rumah sakit. Bersama sama dengan Direksi merumuskan ʺstrategi dan rencana induk pengembanganʺ dalam melaksanakan misi yang ditentukan pemilik dan pemerintah. Mengesahkan prgram kerja dan anggaran tahunan yang diajukan Direksi. Mengesahkan lapran pertanggungjawaban pelaksanaan prgram Direksi dengan kreksi/penyesuaian jika diperlukan Mengundang akuntan publik, bila diperlukan, untuk melakukan audit ekstern terhadap rumah sakit dan mempelajari hasil audit itu untuk diusulkan tindakan perbaikan. Menyetujui kntrak pembelian investasi diatas jumlah tertentu. Mengarahkan Direktur rumah sakit dalam melaksanakan misi rumah sakit dengan memperhatikan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. Direksi Dewan direksi terdiri atas Dirketur dan Wakil Direktur. Direktur rumah sakit mempunyai tugas memenuhi dan menyusun kebijaksanaan pelaksanaan; membina, mengkrdinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas rumah sakit sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. Dalam pelaksanaan tugasnya, Direktur bertanggung jawab kepada PT. Bina 4

Sejahtera dan dibantu leh Wakil Direktur. Direktur membawahi 2 bidang yaitu bidang Administrasi Umum dan Keuangan (Adum dan Keuangan); dan Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan (Yanmed dan Keperawatan). Sebagai pimpinan rumah sakit, Direktur memiliki tugas pkk: Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan. Melaksanakan fungsi fungsi manajemen rumah sakit secara terpadu efisien, efektif dan kreatif. Dalam perasinalnya, Direktur menjalani fungsi berikut: Menyusun kebijaksanaan pelaksanaan kegiatan di rumah sakit Membina pelaksanaan kegiatan di rumah sakit. Mengkrdinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas rumah sakit sesuai dengan peraturan dan perundangan undangan yang berlaku. Menyusun rencana kerja dan rencana anggaran tahunan. Melaksanakan prgram kerja dan anggaran tahunan yang telah disetujui. Mengusulkan rencana pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit yang diperlukan sejalan dengan kebutuhan saat ini dan pengembangan di masa depan. Bersama dengan Dewan Pembina merumuskan strategi dan rencana induk pengembangan rumah sakit. Melaprkan kegiatan penyelenggaraan rumah sakit meliputi lapran pelayanan, ketenagaan dan keuangan. Memelihara hubungan baik dengan pemerintah, rganisasi perumahsakitan, rganisasi prfesi dan masyarakat. 5

Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Bidang Adum dan Keuangan mempunyai tugas meliputi pengellaan SDM, Keuangan, SMCS (Sales, Marketing dan Custmer Service), Rekam Medik (RM), Urusan Rumah Tangga (URT), Gudang Farmasi dan Alat Kesehatan (Alkes). Bidang Administrasi Umum dan Keuangan membawahi seksi seksi : Seksi SDM, mempunyai tugas administrasi umum dan kepegawaian termasuk pengellaan sarana dan prasarana serta kualitas sdm yang ada. Seksi Keuangan, mempunyai tugas meliputi perencanaan, penyusunan anggaran, akuntansi, mbilisasi dan penyusunan lapran keuangan serta pengellaan sarana dan prasarana serta kualitas SDM yang ada. Seksi SMCS, mempunyai tugas meliputi pemasaran, pembinaan knsumen, publikasi infrmasi Rumah Sakit termasuk pengellan sarana dan prasarana serta kualitas SDM yang ada. Seksi RM, mempunyai tugas pengellaan RM dan Penyusunan Lapran serta pengellaan sarana dan prasarana serta kualitas SDM yang ada. Seksi URT, mempunyai tugas kerumahtanggaan, perlengkapan dan pengellaan sarana dan prasarana serta kualitas SDM yang ada. Gudang Farmasi dan Alkes, mempunyai tugas pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian bat batan barang farmasi dan alkes. Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan Bidang Yanmed dan Keperawatan bertanggung jawab atas pelayanan medis, penunjang medis dan keperawatan. Bidang Yanmed dan Keperawatan membawahi Seksi seksi dan Instalasi: Seksi Yanmed dan PKMRS, mempunyai tugas mengkrdinasikan semua kebutuhan pelayanan medis dan penunjang medis, melakukan pemantauan dan pengawasan penggunaan fasilitas serta kegiatan pelayanan medis dan penunjang medis melakukan pengawasan dan pengendalian penerimaan dan pemulangan pasien. 6

Seksi Keperawatan, bertanggung jawab atas bimbingan pelaksanaan asuhan dan pelayanan keperawatan, etika dan mutu keperawatan serta kegiatan pendidikan dan pelatihan. Instalasi Rawat Inap, bertanggung jawab atas pengellaan sarana dan prasarana dan SDM di rawat inap serta pengellaan pasien rawat inap sejak pasien masuk keruangan perawatan sampai dengan pasien keluar dari ruangan perawatan. Instalasi Gawat Darurat, bertanggung jawab atas pengellaan sarana prasarana dan SDM di instalasi Gawat Darurat serta pengellaan pasien di ruang gawat darurat sejak pasien masuk sampai dengan pasien keluar. Instalasi Rawat Jalan, bertanggung jawab atas pengellaan sarana prasarana dan SDM yang ada di Instalasi Rawat Jalan serta pengellaan pasien rawat jalan sejak pasien datang ke pliklinik sampai dengan keluar dari pliklinik. Instalasi Bedah Central, bertanggung jawab atas pengellaan sarana prasarana dan SDM di Instalasi Bedah Central serta pengellaan pasien sejak pasien sebelum masuk ke kamar perasi sampai dengan keluar dari kamar perasi. Instalasi Farmasi, bertanggung jawab atas pengellaan sarana prasarana dan SDM di Instalasi Farmasi serta pengellaan bat batan, alkes dan bahan kimia yang ada di Instalasi Farmasi. Instalasi Radilgi, bertanggung jawab atas pengellaan sarana prasarana dan SDM di Instalasi radilgi serta pengellaan pasien sejak masuk ke radilgi sampai keluar dari radilgi. Instalasi Labratrium, bertanggung jawab atas pengellaan sarana prasarana dan SDM di Instalasi Labratrium serta pengellaan pasien sejak diperiksa di ruangan labratrium sampai dengan keluar dari labratrium. 7

Instalasi Gizi, bertanggung jawab atas pengellaan sarana prasarana dan SDM di Instalasi gizi serta pelayanan gizi, terapi gizi dan knsultasi gizi. Kmite Medik Kmite Medik adalah kelmpk tenaga medis yang anggtanya dipilih dari anggta Staf Medis Fungsinal. Kmite Medik berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur. Kmite Medik mempunyai tugas membantu Direktur menyusun standar pelayanan dan memantau pelaksanaannya, serta melaksanakan pembinaan etika prfesi, mengatur kewenangan prfesi anggta Staf Medis Fungsinal serta mengembangkan prgram pelayanan, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan. Dalam melaksanakan tugas, Kmite Medik dapat dibantu leh panitia panitia yang anggtanya terdiri dari Staf Medis Fungsinal dan tenaga prfesi lainnya. Panitia adalah kelmpk kerja khusus di dalam Kmite Medik yang dibentuk untuk mengatasi masalah khusus yang pembentukannya dilakukan leh Direktur. Staf Medis Fungsinal (SMF) SMF adalah kelmpk dkter yang bekerja di Instalasi dalam jabatan fungsinal. SMF mempunyai tugas melaksanakan diagnsis, pengbatan, pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan, penyuluhan kesehatan, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan. Dalam melaksanakan tugas, Staf Medis Fungsinal dikelmpkkan sesuai dengan keahliannya. Kelmpk dipimpin leh serang ketua yang dipilih leh anggta kelmpknya untuk masa bakti tertentu. 8

Paramedis Fungsinal dan Tenaga Nn Medis Paramedis Fungsinal adalah teraga Paramedis Perawatan dan Nn Perawatan yang bertugas pada instalasi dalam Jabatan Fungsinal. Dalam melaksanakan tugasnya, paramedis fungsinal berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala instalasi. Penempatan Paramedis Perawatan dilaksanakan Kepala Bidang/Seksi Keperawatan atas usul Kepala Bidang/Seksi terkait. Penempatan Paramedis Nn Perawatan dilaksanakan leh Wakil Direktur/Direktur atas usulan Kepala Bidang/Seksi terkait. Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI adalah kelmpk fungsinal yang bertugas melaksanakan pengawasan terhadap pengellaan sumber daya rumah sakit. SPI ditetapkan leh Direktur, atas persetujuan dari PT. Bina Sejahtera. 1.5 Sumber Daya Perusahaan 1.5.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam upaya mendukung visinya menjadi Rumah Sakit yang berwawasan Islam, RSU Bina Sehat menekankan pentingnya akhlak yang mulia dalam bekerja pada segenap karyawannya. Budaya keislaman ini dituangkan dalam Panca Budaya IPTEK, yaitu: (I)man dan taqwa adalah pedman hidup kami. (P)anutan, kekeluargaan dan keadilan adalah cnth kepemimpinan kami. (T)anggung jawab dan bersifat amanah adalah karakter kami. (E)ts kerja, keikhlasan dan prfesinalisme adalah semangat kami. (K)epuasan paisen/pelanggan adalah priritas kami. SDM yang dimiliki leh RSU Bina Sehat berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam (Gambar 1.2). Berdasarkan glngan pendikian, jumlah terbanyak adalah lulusan D3, yaitu sebesar 35.76% yang mayritas 9

bekerja sebagai perawat. Urutan kedua terbanyak adalah lulusan SMU sederajat (SMU, SMK dan SMF) sebesar 23.64% yang mayritas bekerja sebagai tenaga medis penunjang pada unit kerja Farmasi, Gizi, Radilgi, Labratrium dan Rekam Medik. Tenaga Nn Medis yang meliputi unit kerja Cleaning Service, Urusan Rumah Tangga dan Keamanan, mayritas berlatar belakang pendidikan SD dan SMP. Untuk Tenaga Medis Dkter, RSU Bina Sehat memiliki sumber daya sebanyak 42 rang yang terdiri dari 26 dkter spesialis dan selebihnya adalah dkter umum. SMP 6.67% SD 4.24% S2 15.76% SMU 23.64% S1 10.91% D1 3.03% D3 35.76% Gambar 1.2 Kmpsisi Karyawan RSU Bina Sehat berdasarkan Pendidikan Frmal Sumber: Seksi SDM RSU Bina Sehat, Mei 2008 Berdasarkan statusnya di perusahaan (Gambar 1.3), karyawan RSU Bina Sehat dibedakan atas 4 glngan yaitu karyawan tetap, kntrak, paruh waktu dan hnrer. Mayritas karyawan RSU Bina Sehat adalah berstatus karyawan tetap (111). Sebelum diangkat menjadi karyawan tetap, untuk psisi tertentu caln karyawan tetap ini menempuh masa percbaan terlebih dahulu yang berlangsung selama 3 bulan. Pada akhir masa percbaan, RSU Bina Sehat memiliki hak untuk mengangkat, menlak atau memperpanjang masa percbaan tersebut. Keputusan ini didasarkan pada evaluasi kinerja caln karyawan tersebut selama masa percbaan. Untuk menutupi kebutuhan tenaga kerja yang fluktuatif, RSU Bina Sehat memilih untuk mengntrak 10

tenaga kerja yang umumnya dikntrak per kwartal (22). Tenaga kerja hnrer (30) seluruhnya berasal dari kalangan dkter mitra yang dibayar berdasarkan persentase tertentu dari kntribusinya terhadap pemasukan RSU Bina Sehat. Percbaan 1 Hnr 30 Paruh Waktu 1 Kntrak 22 Tetap 111 0 20 40 60 80 100 120 Gambar 1.3 Kmpsisi Karyawan RSU Bina Sehat berdasarkan Status Sumber: Seksi SDM RSU Bina Sehat, Mei 2008 1.5.2 Sumber Daya Fisik Fasilitas Utama Medis 1. Pliklinik Umum. 2. Instalasi Gawat Darurat. 3. Pliklinik Gigi dan spesialisasi Gigi Anak. 4. Balai Kesehatan Ibu dan Anak. 5. Pliklinik Spesialis. Spesialis Bedah Umum. Spesialis Bedah Digestive (Pencernaan). Spesialis Bedah Orthpedi (Tulang). Spesialis Bedah Onklgi (Tumr dan Kanker). Spesialis Bedah Urlgi (Saluran Kemih). Spesialis Bedah Anak. Spesialis Bedah Thrax. Spesialis Bedah Vaskuler (Pembuluh Darah). Spesialis Bedah Syaraf. 11

Spesialis Bedah Mulut. Spesialis Anak. Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan (Gineklgi). Spesialis Penyakit Dalam. Spesialis THT. Spesialis Paru. Spesialis Penyakit Syaraf. 6. Klinik Knsultasi Gizi. 7. Diagnstik (Elektr Kardigrafi). 8. Rehabilitasi Medik. 9. Ruang Perawatan Intensif (High Care Unit). 10. Kamar Operasi. 11. Kamar Persiapan Bedah. 12. Ruang Persalinan. 13. Khitanan. 14. Medical Check Up. 15. Ruang Rawat Inap. Tabel 1.1 Fasilitas Ruang Rawat Inap Kelas VIP Kelas I Kelas II A Fasilitas Tempat tidur berpalang elektrik 3 psisi. Pendingin Ruangan (Air Cnditiner). TV 21". Lemari Es. Aersl Dispenser. Lemari Pakaian. Sfa 1 set. Lemari Kecil 2 buah. Kamar mandi shwer dan klset duduk. Kapasitas ruangan 1 pasien. Tempat tidur berpalang 2 putaran. Pendingin Ruangan (Air Cnditiner). TV 17". Meja dan kursi. Lemari Pasien. Kamar mandi shwer dan klset duduk. Kapasitas ruangan 2 pasien. Tempat tidur berpalang 2 putaran. Lemari Pasien. Kamar mandi shwer dan klset duduk. Kapasitas ruangan 3 pasien dan 2 pasien. 12

Tabel 1.1 Fasilitas Ruang Rawat Inap (lanjutan) Kelas II B Tempat tidur biasa. Lemari Pasien. Kamar mandi shwer dan klset duduk. Kapasitas ruangan 2 pasien. Fasilitas Penunjang Medis Instalasi Radilgi. Instalasi Farmasi. Instalasi Labratrium Klinik. IPSRS (Instalasi Perawatan Sarana Rumah Sakit). Fasilitas Penunjang Nn Medis Mushlla. Kantin. Tempat Parkir. Anjungan Tunai Mandiri. Di antara seluruh layanan yang disediakan leh RSU Bina Sehat, beberapa diantaranya merupakan Layanan 24 jam, yaitu: Instalasi Gawat Darurat. Operasi. Farmasi. Radilgi. Labratrium. Ambulans. 13

14