Oleh: Nur Azizah (NIM )

dokumen-dokumen yang mirip
TEKNIK SAMPLING. Oleh: Rofi Amiyani ( )

Populasi Mahasiswa Matematika, FMIPA, UNY Populasi Mahasiswa Matematika Angkatan 2016, FMIPA, UNY

MAKALAH SAMPLING. Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Belajar Matematika yang diampu oleh Dr. Heri Retnawati.

Selamat membaca, mempelajari dan memahami

1 Populasi dan Sampel

SAMPEL PENELITIAN DOSEN : DIANA MA RIFAH. dmarifah.wordpress.com

Bambang Avip Priatna Martadiputra

METODE DAN DISTRIBUSI SAMPLING. Oleh : Riandy Syarif

POPULASI DAN SAMPEL. WAHYU HIDAYAT, M.Pd

METODE SAMPLING. Met. Sampling-T.Parulian

Definisi Populasi: Keseluruhan wilayah subjek penelitian Meliputi jumlah, karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang diteliti

Bab III Populasi dan Sampel

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN. MYRNA SUKMARATRI

Mengapa Kita Perlu Melakukan Sampling?

METODOLOGI PENELITIAN BISNIS

Teknik Sampling. Hipotesis. Populasi: parameter. Inferensial. Sampel:statistik Diolah di analisis

TEKNIK SAMPLING. By: ULFA LU LUILMAKNUN ( ) FATYA AZIZAH ( ) KHOMARUDIN FAHUZAN ( )

Teknik Pengambilan Sampel. Dewi Gayatri

Teknik Sampling. Materi ke 4 Statistika I. Kelas 2 EB, EA dan DD Semester PTA 2007/2008

BAB IV PEMILIHAN DATA (SAMPEL) PENELITIAN

POPULASI DAN SAMPEL Apakah populasi? Populasi diartikan sebagai sekumpulan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian. Elemen populasi ini biasan

Oleh. Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM aditya12setyawan.gmail.com site :

BAB 5 PENENTUAN POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau

Teknik Pengambilan Sampel. Khaola Rachma Adzima FKIP-PGSD Universitas Esa Unggul

PENGERTIAN POPULASI DAN SAMPEL

Metoda Penelitian TEKNIK SAMPLING

PERTEMUAN 12 VARIABEL, POPULASI, SAMPEL, DAN TEKNIK SAMPLING PENELITIAN. sampel, dan teknik sampling penelitian. Melalui ekspositori, Anda harus

TEKNIK SAMPLING A. Populasi dan Sampel 1. Pengertian Populasi dan Sampel 2. Keuntungan Penelitian Menggunakan Sampel

Populasi dan Sampel. Capaian Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami populasi dan sampel dalam penelitian pendidikan. Indikator. Populasi dan Sampel

Metode Penelitian Bisnis

TKS Dr. AZ Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

RANDOM SAMPLING SEDERHANA

5/2/2017. Pertemuan 7 POPULASI DAN SAMPEL ALUR PEMIKIRAN POPULASI DAN SAMPEL SUBJEK, OBJEK DAN RESPONDEN PENELITIAN POPULASI SAMPEL

ALUR PEMIKIRAN POPULASI DAN SAMPEL

POPULASI, SAMPEL, METODE SAMPLING. Musafaah, SKM, MKM

Oleh. Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM aditya12setyawan.gmail.com Blog :

Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc. Program Studi Agribisnis UNIVERSITAS JAMBI

RISET AKUNTANSI. Materi RISET AKUNTANSI

MODUL 6 POPULASI DAN SAMPEL Oleh: Rudi Susilana

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Abstrak/Ringkasan. Pendahuluan. tokogurusosial.wordpress.com billaharasyas.gmail.com

ALUR KERJA DENGAN SAMPLE SAMPEL POPULASI TEMUAN

Dengan pengukuran dapat dihitung pengaruh variabel satu terhadap yang lain. Fungsi :


TEKNIK SAMPLING MODUL: 7

Hanif Fakhrurroja, MT

BAB 2 LANDASAN TEORI

kelemahan: membutuhkan banyak sumber daya (biaya, tenaga, waktu). tidak ada jaminan bahwa semua anggota populasi dapat didata/dilacak di lapangan.

METODE PENELITIAN. Pertemuan 7 TAHAPAN PENELITIAN SAMPLING (Bagian 2) Disarikan dari berbagai sumber yg relevan

POPULASI DAN SAMPEL. Aria Gusti.

KLASIFIKASI SAMPLING ATRIBUT VARIABEL. kualitatif (dihitung) peta p np. kuantitatif (diukur) peta X - R. 1. Cara Pemeriksaan Karakteristik

Minggu 11. Pengambilan Sampel. Metode Penelitian. By : Dra. Ai Lili Yuliati, MM

BAB III POPULASI, SAMPEL DAN TEHNIK SAMPLING

POPULASI, SAMPEL DAN SUBJEK PENELITIAN

TEKNIK SAMPLING. Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Dosen Pengampu: Dr. Heri Retnawati, M.Pd.

Teknik Sampling. Hipotesis Tesis. Populasi: parameter. Inferensial. Sampel:statistik Diolah di analisis

MENENTUKAN SUMBER DATA

Tahap Pemilihan Sampel

POPULASI DAN SAMPEL. Metodologi Penelitian Pendidikan

PENDAHULUAN MUHAMMAD HAJARUL ASWAD A MT.KULIAH: STATISTIKA DESKRIPTIF UNANDA, 2016

cara menentukan populasi dan sampel dalam penelitian

POPULASI DAN SAMPEL POPULASI

TEKNIK SAMPLING PENELITIAN KEBIJAKAN

PERTEMUAN 10 PERANCANGAN SAMPEL DAN PENGUMPULAN DATA

6.5 Pertimbangan penentuan ukuran sampel

POPULASI DAN SAMPEL. Gambar 1 POPULASI dan SAMPEL

BAB III METODE PENELETIAN

METODE PENARIKAN SAMPEL

Sampel: harus memenuhi persyaratan

TEKNIK SAMPLING MAKNA POPULASI DAN SAMPEL. Item-item Penting yang Perlu Dikemukakan di Dalam Proposal/Skripsi

STK 511 Analisis statistika. Materi 4 Sebaran Penarikan Contoh

PERTEMUAN 6 TEKNIK SAMPLING METODE PENELITIAN SOSIAL ANDRI HELMI M, SE., MM.

Populasi dan Sampel. 1. Pengertian Populasi dan Sampel 2. Teknik Pengambilan Sampel 3. Normalitas Data

REVIEW BAHAN PERKULIAHAN METODE PENELITIAN DAN PENULISAN HUKUM 1 TIM PENGAJAR MPPH-FHUI

DESAIN PENELITIAN. Pertemuan keempat

TEKNIK SAMPLING. METODE TIDAK ACAK (unprobability sampling)

Sistem Informasi [Kode Kelas]

Oleh: Herien Puspitawati Tin Herawati

Pemilihan Data (Sampel) Penelitian

Populasi dan Sampel Penelitian. Mayang Adelia Puspita, SP, MP

MODUL I PENARIKAN SAMPEL

Amirullah, SE., M.M Dosen STIE Indonesia Malang DEFINISI DAN ALASAN PENGAMBILAN SAMPEL

Variabel dan Teknik Pengambilan Sampel. Frida Chairunisa

Bermaksud membuktikan suatu hipotesa

Konsep Dasar Populasi & Sampel - 2

Assa aidiyah Tanggulrejo Manyar Gresik. BAB III METODE PENELITIAN. Data yang diambil dalam penelitian ini ada dua:

BAB I. Pengertian Dasar dalam Statistika. A. Statistika, Statistik, Statistika Deskriptif

Metode Sampling 6.1. Debrina Puspita Andriani /

Fraenkel (1990): Populasi adalah The larger group to which one hopes to apply the result. Fraenkel mencontohkan populasi sbb:

Teknik Pengambilan Sampel

BAB 1 STATISTIKA SELAYANG PANDANG

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN STIE KEBANGSAAN

Sampling. Non-Probability. Sampling. Definisi Sampling. Jurusan Matematika Universitas Negeri Jakarta

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah efektivitas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (campuran). Di mana penelitian

Bab 2. Landasan Teori

METODOLOGI PENELITIAN 10FEB. Modul ke: Sampling. Fakultas. AFRIZON, SE, M.Si, AK. Program Studi AKUNTANSI

Tipe Contoh/Sample yang Digunakan

Transkripsi:

RESUME MATERI POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika Dosen Pengampu: Dr. Heri Retnowati, S.Pd., M.Pd. Oleh: Nur Azizah (NIM. 16709251017) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2016

RESUME MATERI POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN A. Populasi 1. Pengertian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010). Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda alam yang lain. populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek itu. 2. Jenis-jenis Populasi Jika dilihat dari jumlah individu yang merupakan himpunan dalam populasi, dan kaitannya dengan batasan tersebut, populasi dapat dibedakan sebagai berikut ini. a. Populasi terbatas atau populasi terhingga, yakni populasi yang memiliki batas kuantitatif secara jelas karena memilki karakteristik yang terbatas. b. Populasi tak terbatas atau populasi tak terhingga, yakni populasi yang tidak dapat ditemukan batas-batasnya, sehingga tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah secara kuantitatif. Berdasarkan sifatnya, Margono (2004) membedakan populasi menjadi dua sebagaimana berikut ini: a. Populasi yang bersifat homogen, yakni populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat yang sama, sehingga tidak perlu dipersoalkan jumlahnya secara kuantitatif. b. Populasi yang bersifat heterogen, yakni populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi, sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.

Selain itu, menurut Wagiran (2013), berdasarkan perencanaannya populasi juga dibedakan menjadi: a. Populasi yang direncanakan dalam penelitian disebut populasi target. Populasi target ini merupakan ojek pasti yang menetap atau termaksud dalam aggota suatu wilayah atau suatu golongan, atau organisasi. b. Populasi akses adalah populasi yang dapat ditemui ketika dalam penentuan jumlah berdasarkan keadaan yang ada. B. Sampel 1. Pengertian Menurut Sugiyono (2010) sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif. 2. Alasan Penggunaan Sampel Penggunaan sampel dalam kegiatan penelitian dilakukan dengan berbagai alasan. Nawawi (Margoino, 2004) mengungkapkan beberapa alasan tersebut, yaitu: a. Ukuran populasi b. Masalah Biaya c. Masalah waktu d. Percobaan yang sifatnya merusak e. Masalah ketelitian f. Masalah ekonomis

3. Sampling Size Menurut logika kita, semakin banyak jumlah sampel akan semakin kecil tingkat kesalahan yang mungkin terjadi. Dengan demikian peneliti sedapat mungkin menentukan jumlah sampel sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan hasil terbaik. Namun demikian tentu saja tanpa aturan yang jelas mengenai berapa jumlah sampel yang dianggap dapat mewakili populasi (representative) akan membingungkan bagi peneliti untuk menentukan ukuran sampel.banyak metode yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah sampel minimal bagi sebuah penelitian, dimana masing-masing metode digunakan untuk sifat dan ukuran populasi yang berbeda-beda. Beberapa metode yang bisa digunakan untuk menentukan jumlah sampel minimal diantaranya adalah (Riyanto, 2010): a. Metode Slovin. Metode Slovin yang pertama digunakan jika ukuran populasi jelas, yakni jumlah anggota populasi dapat diketahui (sering dikatakan sebagai populasi yang teridentifikasi), menggunakan rumus sebagai berikut: N n 1 Ne. 2 Dimana: n adalah jumlah sampel minimal N adalah jumlah anggota populasi e adalah sampling error b. Metode Gay Gay memberikan aturan penentuan jumlah sampel berdasarkan desain penelitian yang dilakukan, yang dapat disebutkan sebagai berikut: 1) Untuk penelitian deskriptif, jika populasi berukuran besar dapat menetapkan sampel minimal 10 % dari populasi; dan jika populasi berukuran kecil maka sampel minimalnya 20 % dari populasi. Sebuah populasi dikatakan berukuran besar jika

memiliki jumlah elemen/anggota sebanyak 1000 elemen atau lebih, dan dikatakan berukuran kecil jika populasi itu memiliki elemen/anggota kurang dari 1000. 2) Untuk desain penelitian korelasional ditetapkan oleh Gay jumlah sampel minimalnya adalah sebanyak 30 subyek 3) Untuk penelitian expost vacto atau penelitian yang bersifat kausal komparatif, ditetapkan jumlah sampel minimal sebanyak 15 subyek 4) Untuk penelitian eksperimental ditetapkan jumlah sampel minimal sebanyak 15 subyek. c. Metode Kracjie Berbeda dengan metode-metode penentuan jumlah sampel minimal yang diuraikan dimuka, Kracjie menawarkan sebuah metode penentuan jumlah sampel dengan sebuah tabel. Tabel yang disusun oleh Kracjie hanya untuk tingkat toleransi kesalahan atau sampling error sebesar 5 %.. Dengan tabel yang disajikan oleh Kracjie seorang peneliti dengan mudah bisa mengetahui berapa jumlah sampel minimalnya tanpa harus menghitung dengan rumus. d. Suharsimi Arikunto (2005) memberikan pendapat sebagai berikut jika peneliti memiliki beberapa ratus subjek dalam populasi, maka mareka dapat menentukan kurang lebih 25 30% dari jumlah tersebut. Jika jumlah anggota subjek dalam populasi hanya meliputi antara 100 150 orang, dan dalam pengumpulan datanya peneliti menggunakan angket, maka sebaiknya subjek sejumlah itu diambil seluruhnya. Namun apabila peneliti menggunakan teknik wawancara dan pengamatan, jumlah tersebut dapat dikurangi menurut teknik sampel dan sesuai dengan kemampuan peneliti. e. Frankel dan Wallen (1993) menyarankan besar sampel minimum untuk: Penelitian deskriptif sebanyak 100, Penelitian korelasional

sebanyak 50, Penelitian kausal-perbandingan sebanyak 30/group, Penelitian eksperimental sebanyak 30/15 per group. f. Roscoe (1975) juga memberikan beberapa panduan untuk menentukan ukuran sampel yaitu : 1) Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian 2) Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat 3) Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20 4. Teknik Sampling a. Teknik Sampling Probability Probability sampling adalah teknik sampling dimana setiap anggota populasi memiliki peluang sama dipilih menjadi sampel. Dengan kata lain, semua anggota tunggal dari populasi memiliki peluang tidak nol. 1) Sampling Acak Sederhana (Simple Random Sampling) Teknik ini adalah cara pengambilan sampel dari semua anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. 2) Sampling Acak Sistematis (Systematic Random Sampling) Teknik ini adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Langkah yang harus dilakukan antara lain: a) Tentukan jumlah sampel yang akan diambil b) Bagilah total populasi dengan jumlah yang diperlukan untuk menentukan interval pengambilan sampel. c) Tentukan anggota sampel.

3) Sampling Acak Berlapis Proporsional (Proportionate Stratified Random Sampling) Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional (sampel sebanding dengan jumlah populasi). Metode ini merupakan proses dua langkah yang mana populasi menjadi sub populasi atau strata/tingkatan. Langkah-langkah: a) Identifikasi jumlah total populasi b) Tentukan jumlah sampel yang diinginkan c) Daftar semua anggota yang termasuk sebagai populasi d) Pisahkan anggota populasi sesuai dengan karakteristik strata yang dimiliki. e) Tentukan dan pilih sampel masing-masing strata dengan menggunakan prinsip acak. 4) Sampling Acak Berlapis Tidak Proporsional (Disproportionate stratified Random Sampling) Teknik digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional (sampel tidak sebanding dengan jumlah populasi). 5) Teknik Acak Berkelompok (Area/cluster Random Sampling) Teknik ini digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk suatu Negara, propinsi, kabupaten. Dalam cluster, populasi target pertama dibagi ke dalam sub kelompok atau cluster yang ekslusif. Kemudian sampel acak dari cluster tersebut dipilih berdasarkan teknik probability sampling, misalnya dengan menggunakan random sampling. Teknik ini digunakan bila kita memiliki keterbatasan karena ketiadaan kerangka sampel (daftar nama

seluruh populasi), namun kita memiliki data yang lengkap tentang kelompok. Ada dua jenis teknik penarikan acak berkelompok, yaitu teknik penarikan acak berkelompok satu tahap ( a stage cluster random sampling) atau lebih dikenal dengan cluster random sampling dan banyak tahap (multistage cluster random sampling). Teknik penarikan acak satu tahap digunakan jika sifat/karakteristik kelompok adalah homogen. Sedangkan teknik penarikan sampel banyak tahap digunakan jika sifat/karakteristik kelompok pada populasi cenderung heterogen. b. Teknik Non Probability Sampling Teknik sampling ini tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini pada prinsipnya menggunakan pertimbangan tertentu yang digunakan oleh peneliti. 1) Sampling Kuota (Quota Sampling) Menurut Margono (2004) dalam teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu terhadap kelompok. Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling. Setelah jatah terpenuhi, pengumpulan data dihentikan. 2) Sampling Aksidential (Convenience Sampling) Dalam teknik ini yang dijadikan sampel adalah orang/benda yang mudah ditemui atau yang berada pada waktu yang tepat, mudah ditemui dan dijangkau. 3) Sampling Menurut Tujuan (Purposive Sampling) Dalam teknik ini, sampel dipilih berdasarkan penilaian atau pandangan dari peneliti berdasarkan tujuan dan maksud tertentu. Dengan syarat bahwa sampel harus representatif atau dianggap peneliti telah mewakili populasi yang ditetapkan. Misalnya

seorang peneliti memilih guru-guru tertentu untuk mendapatkan model pembelajaran yang sesuai. 4) Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30. Istilah lain dari sampling jenuh adalah sensus dimana setiap anggota populasi dijadikan sampel. 5) Sampling Snowball (Snowball Sampling) Tujuan utama snowball sampling adalah untuk menafsirkan karakteristik yang jarang terjadi dalam populasi. Dikatakan snowball karena seorang peneliti menentukan seseorang untuk menjadi sampel atas dasar rekomendasi orang yang telah menjadi sampel sebelumnya. Misalnya peneliti menentukan A sebagai sampel. Kemudian A merekomendasikan B dan C. B setelah ditanya merekomendasikan E dan F, demikian seterusnya. Teknik ini mirip dengan multi level marketing atau arisan berantai. Dalam snowball sampling, jumlah sampel mula-mula kecil kemudian menjadi besar karena sampel-sampel tersebut memilih teman-temannya untuk menjadi sampel.

Sumber: Margono. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Sugiyono, (2010). Statistika Untuk Penelitian. Penerbit Alfabeta, Bandung. Wagiran, (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan (teori dan implementasi). Penerbit Deepublish (CV BUDI UTAMA), Yogyakarta. https://teorionlinejurnal.wordpress.com/2012/08/20/menentukan-ukuran-sampelmenurut-para-ahli/, diakses pada tanggal 1 november 2016