Gambar 9.7-4: Precision approach category I lighting systems 9-37

dokumen-dokumen yang mirip
Warna Putih (dalam candela) 1 to to to to to

9.4. Aerodrome Beacon

Gambar : Konfigurasi lampu runway edge untuk runway lebar 45 m

9.14. Lampu Runway Turn Pad

Gambar : Konfigurasi lampu runway threshold pada runway lebar 30 m 9-74

9.28. Lampu road-holding position

The arrangement of a PAPI system and the resulting display. Gambar 9.9-9:

Gambar : Diagram Isocandela untuk Lampu Threshold Wing Bar Intensitas Tinggi (Sinar Hijau)

Gambar : Diagram Isocandela untuk lampu Runway edge Omnidirectional Sistem penerangan runway intensitas rendah

9.23. Lampu Taxiway Centre Line

Petunjuk dalam pemilihan arus hubungan seri (series line currents) untuk berbagai tahap intensitas

d. PAPI harus dipasang di sisi kiri runway, kecuali jika tidak dapat diterapkan Jika lebih dari satu sistem indikator kemiringan visual

Jarak pendaratan yang tersedia 800 m hingga, 1200 m hingga, tetapi tidak mencapai 2400 m. Kurang dari 800 meter. Lokasi dan Dimensi.

Light beams dan sudut pengaturan elevasi PAPI dan APAPI (Light beams and angle of elevation setting of PAPI and APAPI) Gambar 9.

Gambar 8.6-1: Marka Runway designation, centre line and threshold 8-6

MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

Pemeliharaan di sekitar Alat Bantu Navigasi

AIRPORT MARKING AND LIGHTING

1) Nilai intensitas telah memperhitungkan penerangan latar belakang yang kuat, termasuk kemungkinan berkurangnya cahaya yang dihasilkan akibat debu da

KRITERIA PENEMPATAN CIRCLING GUIDANCE LIGHT

Lokasi, jarak, dan karakteristik lampu apron edge mengacu pada lampu taxiway edge dalam paragraf , dan

Ilustrasi category II and III approach lighting system. Diagram Isocandela untuk lampu approach centerline

tanpa persetujuan khusus Ditjen Hubud.

Tabel : Karakteristik lampu obstacle

Gambar 7.2-5: Zona Bebas Obstacle (Obstacle Free Zone)

Gambar : Typical apron markings

Gambar Transitional, inner horizontal dan conical surface OLS (instrument non-precision approach FATO)

Gambar8.16-4: Glider is in opera

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA TENTANG

Area tidak dapat digunakan (Unserviceable area)

9.36. Pemberian Lampu pada Daerah yang Ditutup dan Unserviceable

dan 30 m jika code number runway 1 atau 2. Lihat Gambar Gambar : Runway exit sign

6.4. Runway End Safety Area (RESA)

Gambar Gambaran bidang permukaan pendekatan(plan view of approach surface)

Contoh marka dan pencahayaan struktur tinggi 8-65

e <S^^TZ1XZT^ 1.5 mpada runway yang digunakan terutama ««" /*'^weight. (This

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA. Telepon : (Sentral) PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

10.5. Contoh Daftar Singkatan NOTAM Aerodrome (Aerodrome Works) Obstacle Penutupan Runway untuk

Tabel 6.7-7: Jarak pemisah minimum taxiway Garis tengah nonprecision. Code letter. approach runway

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/114/VI/2002 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/114/VI/2002 TENTANG

Runway Guard Light ditempatkan pada persimpangan taxiway dengan precision approach Runway dan Runwaynya

TUGAS Topik Khusus Transportasi BANDAR UDARA

Gambar : Bentuk dan proporsi huruf, angka dan simbol yang digunakan pada Movement Area Guidance Sign

PERENCANAAN BANDAR UDARA. Page 1

Gambar : Marka taxiway pavement-strength limit

Standar tekanan ban pesawat. MN/m 3 MN/m 3 MN/m 3 MN/m 3. psi kg/cm 2 mpa A B C D A B C D

Aeronautical study. Aeroplane reference field length

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Code Letter Minimum Clearance

Physical Characteristics of Aerodromes

mencapai 1200 m Tabel 8.6-2:Standar marka Runway aiming point

Apabila ground earthing points disediakan, hambatan ke bumi tidak boleh lebih dari 10,000 ohm.

Tanggung jawab operator bandar udara untuk memenuhi persyaratan standar ini adalah:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP / 41 / III / 2010 TENTANG

BAB 1 PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pembangunan runway baru yang lokasinya paralel runway eksisting

Kawasan keselamatan operasi penerbangan

Perspektif mata burung : dilihat secara keseluruhan dari atas. Perspektif mata normal : dilihat secara keseluruhan dengan batas mata normal

Aircraft stand number designation. Gambar :

BAB IV STUDI KASUS RUNWAY UTARA BANDARA SOEKARNO - HATTA


Canadair CL 44. ACNrelatif terhadap. Subgrade perkerasan Rigid (Kaku) Subgrade perkerasan Flexible Standar tekanan. Jenis Pesawat Udara.

Code Letter Minimum Clearance

Strip Taxiway Taxiway harus ditempatkan di sebuah taxiway strip, yang mana sisi dalamnya adalah area graded Lebar Strip Taxiway

Transmisi Signal Wireless. Pertemuan IV

Apabila ground earthing points disediakan, hambatan ke bumi tidak boleh lebih dari 10,000 ohm.

BAB IV ATRIBUT OUTPUT PRIMITIF

Pemberian tanda dan pemasangan lampu halangan (obstacle lights) di sekitar bandar udara

Distribusi Frekuensi

Reference Code Letter. Tabel8.7-3: Pilot Stop Line

DASAR-DASAR METROLOGI INDUSTRI Bab VI Pengukuran Kelurusan, Kesikuan, Keparalellan, Dan Kedataran BAB VI

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 139, Tam

BAB 3 PENANGANAN JARINGAN KOMUNIKASI MULTIHOP TERKONFIGURASI SENDIRI UNTUK PAIRFORM-COMMUNICATION

Untuk terang ke 3 maka Maka diperoleh : adalah

BAB IV IMPLEMENTASI & EVALUASI

Pertemuan I,II I. Struktur Statis Tertentu dan Struktur Statis Tak Tentu

BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN ANALISIS HASIL PENGUKURAN

TUGAS MAHASISWA TENTANG

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

Nughthoh Arfawi Kurdhi, M.Sc Department of Mathematics FMIPA UNS

melebihi 105 m antara permukaan tanah dan lampu tertinggi seperti yang tercantum dalam butir a kecuali jika objek yang perlu ditandai

Keselamatan Pekerjaan Bandar Udara

MODEL ANALISIS PENAMBAHAN HIGH SPEED EXIT TAXIWAY RUNWAY UTARA BANDARA SOEKARNO HATTA THESIS. La Ode Muhammad Rizal NIM :

Definisi. Turunan (derivative) suatu fungsi f di sebarang titik x adalah. f merupakan fungsi baru yang disebut turunan dari f (derivative of f).

Perhitungan panjang landasan menurut petunjuk dari. persyaratan yang ditetapkan FAA, dengan pesawat rencana:

BAB 8 HIGH FREQUENCY ANTENNA. Mahasiswa mampu menjelaskan secara lisan/tertulis mengenai jenis-jenis frekuensi untuk

BAB II LANDASAN TEORI

DESAIN INSTALASI LAMPU NAVIGASI PADA KAPAL PERINTIS 2000 GT

BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 5.1 Analisis Gradasi Butiran sampel 1. Persentase Kumulatif (%) Jumlah Massa Tertahan No.

Runway Level. End Stopway. Lampu dipasang pada kemiringan turun maksimal yang diijinkan untuk mengurangi ketinggian pole di bukit

MANAJEMEN TRANSPORTASI UDARA DAN LAUT

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM 47 TAHUN 2002 TENTANG SERTIFIKASI OPERASI BANDAR UDARA MENTERI PERHUBUNGAN,

[2] PENCAHAYAAN (LIGHTING)

TUGAS AKHIR AHMAD SAIFULLAH. Diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan. Program Strata Satu (S-1) Teknik Sipil.

4.8. Penerbitan NOTAM untuk Mengumumkan secara resmi Register Bandar Udara dan Register Bandar Udara yang melayani angkutan Udara Bukan Niaga

Disurvei 3 m Disurvei Elevasi/altituda/ketinggian (Elevation/altitude/height)

Transkripsi:

crossbar harus mendekati garis lurus horisontal di sudut yang tepat dan dibagi dua oleh garis tengah lampu garis. Lampu-lampu ini harus diberi jarak sehingga dapat menghasilkan efek linear, kecuali jika rentang (gap) berada di masing-masing sisi garis tengah. Rentang (gap) ini harus dibuat minimum untuk memenuhi persyaratan dan masing-masing tidak boleh lebih dari 6 m. 9.7.5.12. Jika crossbar tambahan yang dijelaskan dalam 9.7.5.11 dimasukkan dalam sistem maka ujung terluar crossbar harus berada di dua garis lurus yang paralel dengan garis lampu garis tengah atau cakupannya untuk memenuhi jarak 400 m runway centerline dari threshold. 9.7.5.13. Selama periode operasi precision approach runway category I, sistem pemeliharannya bersifat pencegahan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yaitu semua lampu approach dan runway dapat digunakan dikondisi apapun, sekurang-kurangnya 85 persen lampu dapat digunakan di setiap elemen : a. Precision approach category I lighting system; b. Lampu runway threshold; c. Lampu runway edge; d. Lampu runway end; dan Untuk memberikan panduan yang berkesinambungan, maka lampu yang tidak dapat digunakan/rusak harus diatur sehingga tidak mengganggu pola dasar dari sistem penerangan 9.7.5.14. Lampu sistem harus sesuai dengan spesifikasi dalam Gambar 9.7-4. 9-36

Gambar 9.7-4: Precision approach category I lighting systems 9-37

9.7.6. Precision Approach Category II and III Lighting System 9.7.6.1. Sistem ini harus terdiri dari sebaris lampu pada perpanjangan runway centerline, yang memanjang, sebisa mungkin, melebihi jarak 900 m dari runway threshold. Selain itu, sistem tersebut harus mempunyai dua baris sisi lampu, yang memanjang 270 m dari threshold dan dua crossbar, satu di 150 m dan satu lagi di 300 m dari threshold, sebagaimana diperlihatkan dalam Gambar 9.7-5. 9.7.6.2. Jika tingkat serviceability lampu approach yang ditetapkan sebagai tujuan dari pemeliharaan pada 9.7.6.21 dapat diperlihatkan,maka sistem ini dapat mempunyai dua baris sisi lampu yang memanjang 240 m dari threshold dan dua crossbar, satu 150 m dan satu lagi 300 m dari threshold, sebagaimana diperlihatkan dalam Gambar 9.7-6. 9.7.6.3. Lampu-lampu yang membentuk garis tengah harus diletakkan memanjang (longitudinal) dengan interval atau jarak antar lampu 30 m dimana lampu terdalam berada 30 m dari threshold. 9.7.6.4. Lampu yang membentuk barisan di sisi harus ditempatkan pada masing-masing sisi garis tengah, dengan jarak longitudinal yang sama dengan lampu-lampu garis tengah dan dengan lampu pertama yang diletakkan di 30 m dari threshold. Jika tingkat serviceability lampu approch yang ditetapkan sebagai tujuan dari pemeliharan dalam 9.7.6.21 dapat diperlihatkan, lampu-lampu yang membentuk barisan di sisi harus ditempatkan di masingmasing sisi garis tengah dengan jarak longitudinal 60 m dari threshold. Jarak lateral (atau gauge) antara lampu terdalam barisan sisi tidak boleh kurang dari 18 m atau lebih dari 22,5 m dan lebih diutamakan 18 m, tetapi dalam kondisi apapun sebaiknya sama dengan lampu touchdown zone. 9.7.6.5. Crossbar yang disediakan di 150 m dari threshold harus mengisi rentang (gap) antara garis tengah dengan lampu barisan sisi. 9.7.6.6. Crossbar yang disediakan di 300 m dari threshold harus memanjang pada kedua sisi lampu garis tengah hingga jarak 15 m dari garis tengah. 9.7.6.7. Jika garis tengah yang melebihi jarak 300 m dari threshold terdiri dari lampu-lampu seperti yang dijelaskan dalam 9.7.6.12 (b) atau 9.7.6.13 (b), maka lampu crossbar tambahan harus 9-38

disediakan di 450 m, 600 m dan 750 m dari threshold. 9.7.6.8. Jika crossbar tambahan sebagaimana dijelaskan dalam 9.7.6.7 dimasukan dalam sistem maka ujung luar crossbar ini harus berada pada dua garis lurus yang paralel ke garis tengah atau cakupannya untuk memenuhi 300 m garis tengah runway dari threshold. 9.7.6.9. Sistem ini harus ditempatkan sedekat mungkin pada bidang horisontal yang melalui threshold, sehingga: a. Tidak ada objek lain selain antena ILS atau MLS yang melebihi dari bidang lampu approach dalam jarak 60 m dari centerline sistem; dan b. Tidak ada lampu selain lampu yang berada di bagian tengah crossbar atau garis tengah barrette (bukan ekstermitasnya) yang dapat dilihat dari pesawat udara yang melakukan pendekatan. 9.7.6.10. Antena ILS atau MLS apapun yang melebihi bidang lampu harus dianggap sebagai obstacle dan diberi marka dan penerangan yang memadai. 9.7.6.11. Garis tengah precision approach category II and III lighting system untuk 300 m pertama dari threshold harus terdiri dari barrette yang memancarkan variabel putih, kecuali jika dipindahkan 300 m atau lebih, maka garis tengah dapat terdiri dari sumber lampu tunggal yang memancarkan variabel putih. Jika tingkat serviceability lampu approach yang ditetapkan sebagai tujuan dari pemeliharaan pada 9.7.6.21 dapat diperlihatkan, garis tengah precision approach category II and III lighting system untuk 300 m pertama dari threshold harus terdiri dari: a. Barrette, jika garis tengah yang melebihi 300 m dari threshold terdiri dari barrette sebagaimana dijelaskan dalam 9.7.6.13 (a); atau b. Alternatif sumber lampu tunggal dan barrete, jika garis tengah melebihi 300 m dari threshold terdiri dari sumber lampu tunggal sebagaimana dijelaskan dalam 9.7.6.13 b), dengan sumber lampu tunggal terdalam berada 30 m dan barrette terdalam berada 60 m dari threshold; atau c. Sumber lampu tunggal jika threshold dipindahkan 300 m atau lebih; Semuanya memancarkan variabel putih. 9-39

9.7.6.12. Pada jarak lebih dari 300 m dari threshold maka setiap posisi lampu garis tengah harus terdiri dari: a. Barrette yang digunakan di bagian dalam 300 m; atau b. Dua sumber lampu di tengah dari 300 m dari garis tengah dan tiga sumber lampu di bagian luar dari 300 m garis tengah c. Semuanya memancarkan variable putih 9.7.6.13. Jika tingkat serviceability lampu approach yang ditetapkan sebagai tujuan dari pemeliharaan pada 9.7.6.21 dapat diperlihatkan di jarak lebih dari 300 m dari threshold masing-masing posisi lampu garis tengah terdiri dari: a. Barrette; atau b. Sumber lampu tunggal. Semua memancarkan variabel putih 9.7.6.14. Barrette setidaknya harus memiliki panjang 4 m. Jika barrette terdiri dari lampu yang mendekati sumber titik, maka lampu-lampunya harus diberi jarak yang sama pada interval yang tidak lebih dari 1,5 m. 9.7.6.15. Jika garis tengah yang melebihi 300 m dari threshold terdiri dari barrette seperti yang dijelaskan dalam 9.7.6.12 (a) atau 9.7.6.13 (a maka masing-masing barrette yang melebihi 300 m harus ditambah dengan capasitor discharge light, kecuali jika penerangan ini dianggap tidak perlu dengan mempertimbangkan karakteristik sistem dan sifat kondisi meteorologis. 9.7.6.16. Setiap capasitor discharge light harus berkedip (flashed) dua kali setiap detik secara berurutan, mulai dari lampu terluar dan terus ke arah threshold menuju lampu terdalam dari sistem. Rancangan untuk sirkuit elektrik harus dibuat sehingga lampu-lampu ini dapat dioperasikan secara terpisah dari lampu sistem penerangan approach lainnya. 9.7.6.17. Penerangan barisan sisi harus terdiri dari barrette yang memancarkan warna merah. Panjang barrette barisan sisi dan jarak lampulampunya harus sama dengan barrette lampu touchdown zone. 9.7.6.18. Lampu-lampu yang membentuk crossbar harus merupakan lampu permanen yang memancarkan variabel putih. Lampu ini harus mempunyai jarak yang sama dengan interval yang tidak lebih dari 2,7 m. 9.7.6.19. Intensitas lampu merah harus sesuai dengan intensitas lampu putih. 9-40

9.7.6.20. Lampu-lampu ini harus sesuai dengan Gambar 9.8-1 dan 9.8-2. 9.7.6.21. Selama periode operasi precision approach runway category II or III, sistem pemeliharannya bersifat pencegahan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yaitu semua lampu approach dan runway dapat digunakan dikondisi apapun, sekurang-kurangnya: a. 95 persen lampu dapat digunakan di setiap elemen penting tertentu; b. 450 m bagian dalam (inner) precision approach category II and III lighting system; c. Lampu runway centre line; d. Lampu runway threshold; dan e. Lampu runway edge; f. 90 persen lampu dapat digunakan dalam penerangan touchdown zone; g. 85 persen lampu dapat digunakan dalam sistem penerangan approach lebih dari 450 m; dan h. 75 persen lampu dapat digunakan dalam penerangan runway end. Untuk memberikan panduan yang berkesinambungan, maka persentase lampu yang tidak dapat digunakan/rusak harus diatur sehingga tidak mengganggu pola dasar dari sistem penerangan. Selain itu, lampu yang rusak tidak boleh bersebelahan dengan lampu rusak lainnya, kecuali jika pada barrette atau crossbar dimana diperbolehkan ada dua lampu rusak bersebelahan. 9-41

Gambar 9.7-5: Penerangan bagian dalam (inner) 300 m approach dan runway lighting untuk precision approach runways categories II and III 9-42

Gambar 9.7-6: Penerangan bagian dalam (inner) 300 m approach dan runway lighting untuk precision approach runways, categories II and III, jika tingkat serviceability lampu yang ditetapkan sebagai tujuan pemeliharaan dapat diperlihatkan sebagaimana dijelaskan pada paragraf 9.7.6.21 9-43

Gambar 9.7-7: Ilustrasi category II and III approach lighting system dengan sumber lampu tunggal 9-44

Gambar 9.7-8: Illustration of category II and III approach lighting system with barrettes. 9.8. Diagram Isocandela untuk Sistem Penerangan Approach 9.8.1. Umum 9.8.1.1. Kecuali untuk Paragraf 9.22.1.4, catatan kolektif untuk Bagian 9.22 berlaku untuk Sub Bagian ini. 9.8.1.2. Rasio intensitas rata-rata (Average intensity ratio). Rasio antara intensitas rata-rata di dalam elips yang menjelaskan sinar utama dari sebuah lampu baru pada umumnya dengan intensitas rata-rata sinar utama dari lampu runway edge adalah sebagai berikut: a. Approach centreline dan crossbars 1.5 hingga 2.0 (lampu warna putih), lihat Gambar 9.8-1 b. Side row approach 0.5 hingga 1.0 (lampu warna merah). lihat gambar 9.8-2 9-45

Note : 1) Kurva dihitung dengan rumus x 2 a 2 + y2 b 2 = 1 A 10 14 15 b 5.5 6.5 8.5 2) Penetapan sudut vertikal dari lampu harus sedemikian rupa sehingga cakupan vertikal sinar utama berikut dapat dipenuhi: Jarak Dari Threshold Vertical Main Beam Coverage Dari Threshold hingga 315 m 0-11 316 hingga 475 m 0.5-11.5 476 m hingga 640 m 1.5-12.5 641 m dan selanjutnya 2.5-13.5 (seperti digambarkan di atas) 3) Lampu pada crossbars di luar jarak 22,5 m dari centrelineharus berujung 2 derajat. Semua lampu lainnya harus diarahkan agar paralel terhadap runwaycentreline. 4) Lihat catatan kolektif pada Paragraf 9.8.1. Gambar 9.8-1: Diagram Isocandela untuk lampu approach centerline dan crossbar (lampu warna putih) 9-46

Note : 1) Kurva dihitung dengan rumus x 2 a 2 + y2 b 2 = 1 A 70 11.5 16.5 B 5.0 6.0 8.0 2) Berujung di 2 derajat 3) Penetapan sudut vertikal harus sedemikian rupa sehingga cakupan vertikal sinar utama berikut dapat dipenuhi: Jarak Dari Threshold Vertical Main Beam Coverage Dari Threshold hingga 115 m 0.5-10.5 116 m hingga 215 m 1.0-11 216 m dan selanjutnya 1.5-12.5 641 m dan selanjutnya 21.5-11.5 (sebagaimana digambarkan di atas) 4) Lihat catatan kolektif pada Paragraf 9.8.1. Gambar 9.8-2 : Diagram Isocandela untuk lampu approach side row (lampu warna merah) 9.9. Sistem Indikator Kemiringan Approach Visual (Visual Approach Slope Indicator Systems) 9.9.1. Umum 9.9.1.1. Informasi mengenai instalasi dari sistem indikator kemiringan approach visual (Visual Approach Slope Indicator Systems) berikut harus disediakan: a. Nomor runway designation terkait; b. Jenis sistem instalasi PAPI atau APAPI, sisi runway dimana lampu dipasang, yaitu kiri atau kanan, harus diberikan; 9-47