BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

ANALISIS KONTRIBUSI TEKNOLOGI PADA INDUSTRI ( Studi Kasus : Industri Kecil dan Menengah (IKM) Komponen Elektronika)

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

PENILAIAN TEKNOLOGI UNTUK MENENTUKAN POSISI TEKNOLOGI 2 INDUSTRI PEMBUAT SKOP DENGAN METODE TEKNOMETRIK

3 METODE PENELITIAN. Gambar 3 Peta lokasi penelitian

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

ANALISIS PERFORMANSI SOPHISTICATED TECHNOLOGY MELALUI PENDEKATAN TEKNOMETRIK UNTUK STRATEGI BERSAING (STUDI KASUS : PT PETROKIMIA GRESIK)

Keywords: Technology management, Technometric, Technologi Contribution Coefficient (TCC), Analytical Hierarchi Process (AHP).

PENILAIAN TINGKAT TEKNOLOGI DOK PEMBINAAN UPT BTPI MUARA ANGKE JAKARTA The Assesment of Technology Level in Dok Pembinaan UPT BTPI Muara Angke Jakarta

2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teknologi

BAB I PENDAHULUAN. daya serap tenaga kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam

Mengukur Kapabilitas Teknologi Industri Kecil Batik (Studi Kasus Batik Komar Bandung)

BAB I PENDAHULUAN. Pada era sekarang ini dimana industri sudah semakin maju dan kompetisi

NASKAH PUBLIKASI PENGUKURAN ASPEK TEKNOLOGI PADA INDUSTRI KREATIF KERAJINAN SANGKAR BURUNG DENGAN PENDEKATAN TEKNOMETRIK

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

PERUMUSAN STRATEGI KEUNGGULAN BERSAING PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN MELALUI PENILAIAN KINERJA TEKNOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding

TUGAS AKHIR ANALISIS PENGUKURAN ASPEK TEKNOLOGI PADA INDUSTRI KREATIF KERAJINAN SANGKAR BURUNG DENGAN PENDEKATAN TEKNOMETRIK

BAB III METODE PENELITIAN

Analisis Tingkat Kontribusi Teknologi Dalam Produksi Keripik Buah Menggunakan Metode Technology Coefficient Contribution (TCC) di Kabupaten Malang

BAB 1 PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

PENILAIAN TEKNOLOGI DENGAN METODE TEKNOMETRIK DI PT. INDO ACIDATAMA CHEMICAL INDUSTRY SOLO. Ratna Purwaningsih, Heru Prastawa, Zainal Fanani R 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENILAIAN TINGKAT KONTRIBUSI TEKNOLOGI DI PT. WIRASINDO SANTAKARYA MENGGUNAKAN METODE TEKNOMERIK

MEKANIKA Volume 8 Nomor 2, Maret 2010

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data.

BAB I PENDAHULUAN. adalah istilah dalam bahasa Jepang berarti perbaikan terus-menerus (continuous

Analisis Kontribusi Komponen Teknologi Pada PDP Kahyangan Kabupaten Jember

NASKAH PUBLIKASI IDENTIFIKASI PROSES PRODUKSI DI INDUSTRI KREATIF BATIK LAWEYAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEKNOMETRIK

Analisis Kontribusi Komponen Teknologi Pada UKM Keripik Buah Di Kota Batu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah guru. Guru dalam

Andi Sultan Warafakih 1, Endang Chumaidiyah 2, Rio Aurachman 3

I. PENDAHULUAN. Tingkat pertumbuhan penduduk pada tahun diperkirakan sekitar 1,15%

BAB II METODE PERANCANGAN

BULETIN PSP ISSN: X Volume XIX No. 1 Edisi April 2011 Hal 29-38

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

VI. SEKTOR UNGGULAN DALAM STRUKTUR PEREKONOMIAN WILAYAH KEPULAUAN PROVINSI MALUKU Sektor-Sektor Ekonomi Unggulan Provinsi Maluku

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POTENSI PERKEMBANGAN INDUSTRI KECIL Kasus Industri Kecil Mebel Kayu di Pekanbaru

BAB I PENDAHULUAN I.1

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR i

BAB I PENDAHULUAN. pembuatan sepatu, sandal berbahan dasar karet dan bahan baku dasar untuk

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ekonomi di Indonesia saat ini dihadapkan pada era

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

TECHNOLOGY ATLAS PROJECT METHOD DAN MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI ALAT PENJAMINAN MUTU JASA PENDIDIKAN 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Persaingan bisnis dewasa ini menunjukkan intensitas yang semakin

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ANALISIS PERKEMBANGAN INDUSTRI MIKRO DAN KECIL DI INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN. Memasuki era perdagangan bebas, setiap perusahaan dituntut untuk dapat selalu

2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teknologi

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Grafik pertumbuhan penduduk Indonesia. (sumber : ariwahyudi.web.id pada tgl 28 september 2015 )

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. berkembang. Perkembangan industri di Indonesia dari tahun ke tahun

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan produksi yang kegiatan utamanya yaitu mengolah bahan mentah menjadi

Pernilaian Teknologi 2 Industri Pembuat Skop Dengan Metode Teknometrik

SISTEM PRODUKSI JUST IN TIME (SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU) YULIATI, SE, MM

ANALISA TINGKAT KECANGGIHAN HUMANWARE DENGAN PENDEKATAN TEKNOMETRIK DI PABRIK GULA CANDI BARU, SIDOARJO

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB 1 PENDAHULUAN. dicapai hanya dengan mempertimbangkan dari sisi keuangan atau dari kinerja

RANTAI NILAI DALAM AKTIVITAS PRODUKSI KLASTER INDUSTRI GENTENG KABUPATEN GROBOGAN JAWA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN. rotan yang terdapat di Dunia, yang terdiri dari 9 genus. Negara berkembang lainnya, Indonesia hanya mampu mengekspor bahan mentah

BAB I PENDAHAHULUAN I.1

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 608/MPP/Kep/10/1999 TENTANG

UPAYA PENINGKATAN KANDUNGAN TEKNOLOGI BERDASARKAN HASIL PENGUKURAN ASPEK TEKNOLOGI MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEKNOMETRIK

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Terhadap Objek Studi Sejarah dan Perkembangan PT Leoco Indonesia

PENDAHULUAN. Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Volume 6 No 3: Tahun 2017

Katalog BPS : Perkembangan Indeks Produksi Triwulanan. INDUSTRI MIKRO DAN KECIL BADAN PUSAT STATISTIK

BAB I PENDAHULUAN. offset dan digital printing. Perusahaan ini merupakan percetakan dimana jumlah

ANALISIS KANDUNGAN TEKNOLOGI UKM BATIK MENGGUNAKAN METODE TEKNOMETRIK GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING ANTAR UKM BATIK

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. CAD (Computer Aided Design) adalah program komputer yang

Perkembangan Indeks Produksi Triwulanan

VIII. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN. dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan net ekspor baik dalam

I. PENDAHULUAN. kritis bagi kelangsungan kegiatan operasional dan beban keuangan

BAB I PENDAHULUAN. baik sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai, baik dalam merencanakan

BAB I PENDAHULUAN. bahan baku untuk menciptakan suatu produk. Derivasi dari kata. manufaktur mencerminkan arti asli: membuat dengan tangan.

BAB I PENDAHULUAN. permasalahan yang sama, yaitu persaingan dalam industrinya sehingga perusahaan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. aksesoris otomotif bermotor didasarkan oleh perkembangan dari jumlah

Analisis Kontribusi Teknologi pada Industri Susu Pasteurisasi di KUD Dau Malang

BAB I PENDAHULUAN. Studi Komparasi Hasil Pembelajaran Oleh Guru dengan Hasil Pembelajaran Simulator CNC oleh Peneliti

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi kala ini. Peralatan-peralatan yang biasa dijalankan secara

BAB I. PENDAHULUAN. kerja seluas-luasnya sekaligus pemerataan pembangunan. Data kontribusi sub

5 HASIL DAN PEMBAHASAN

DAMPAK RESTRUKTURISASI INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) TERHADAP KINERJA PEREKONOMIAN JAWA BARAT (ANALISIS INPUT-OUTPUT)

Transkripsi:

5.1 Posisi Teknologi BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN 5.1.1 Analisis Kontribusi Komponen Teknologi Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai kontribusi komponen teknologi untuk masing-masing kelompok industri seperti terlihat pada Tabel 5.1. Tabel 5.1 Nilai Kontribusi Komponen Teknologi untuk Masing-masing Kelompok Industri No Kelompok Industri Tingkat Teknologi Nilai Komponen T H I O 1 ISIC 25192 0.25-0.33 0.41 0.19-0.25 0.24-0.33 2 ISIC 28920 0.23-0.48 0.36-0.54 0.16-0.28 0.22-0.57 3 ISIC 29302 0.24 0.40-0.49 0.19-0.26 0.31-0.36 4 ISIC 31103 0.30-0.32 0.40-0.42 0.20-0.24 0.31-0.36 5 ISIC 31300 0.24 0.42 0.28 0.42 6 ISIC 31509 0.23-0.25 0.34-0.47 0.23-0.28 0.24-0.39 7 ISIC 32200 0.33-0.60 0.46-0.52 0.26-0.39 0.19-0.77 8 ISIC 32300 0.33 0.47 0.25 0.32 9 ISIC 36999 0.23 0.37 0.18-0.20 0.24-0.34 10 ISIC 37100 0.28-0.44 0.38-0.41 0.20-0.39 0.23-0.54 Untuk kelompok ISIC 25912 terlihat bahwa kontribusi technoware dari kelompok industri ini berada pada rentang 0,25 0,33. Hal ini mengindikasikan bahwa kontribusi dari komponen technoware terhadap TCC sebesar 25-33 %, sementara kontribusi humanware berada pada rentang 0,41 berarti bahwa kontribusi dari komponen humanware terhadap TCC sebesar 41%. Kontribusi infoware pada rentang 0,19-0.25, hal ini menunjukkan bahwa kontribusi dari komponen infoware terhadap TCC sebesar 19 25%. Dan V-1

kontribusi orgaware berada pada rentang 0,24 0,33. Hal ini mengindikasikan bahwa kontribusi dari komponen orgaware terhadap TCC sebesar 24 33%. Bervariasinya nilai dari masing-masing komponen ini disebabkan oleh karena setiap kelompok industri memiliki karakteristik yang berbeda tergantung pada jenis produk yang dihasilkan. Fasilitas yang dimiliki oleh masing-masing industri tidak sama, ada yang masih menggunakan fasilitas manual biasa seperti gunting, hand press machine, dan sebagainya. Sebagian besar fasilitas yang ada menggunakan mesin semi manual, sehingga dibutuhkan ketrampilan serta kemampuan yang tinggi dalam proses. Meskipun demikian ada juga perusahaan yang sudah menggunakan mesin dengan fasilitas komputer seperti Computer Numerical Control (CNC). Informasi yang ada pada industri masih minim sehingga penguasaan informasi yang menyangkut perbaikan proses menjadi terbatas. Komputer sekalipun sudah banyak dipergunakan, tetapi pemakaiannya masih sebatas untuk penyimpanan data. Sedangkan ditinjau dari sisi organisasi, kebanyakan lebih pada bagaimana untuk menjalankan usaha yang telah ada serta melayani pesanan jangka pendek dan masih belum berorientasi kedepan. 5.1.2 Analisis Intensitas Komponen Teknologi Berdasarkan hasil pengolahan data terlihat nilai intensitas komponen teknologi untuk masing-masing kelompok industri seperti terlihat pada Tabel 5.2 Tabel 5.2 Nilai Intensitas Kontribusi Teknologi untuk Masing-masing Kelompok Industri Kelompok Industri Nilai Intensitas Kontribusi Teknologi βt βh βi βo ISIC 25192 0.299 0.294 0.298 0.118 ISIC 28920 0.319 0.262 0.234 0.185 ISIC 29302 0.526 0.165 0.158 0.151 ISIC 31103 0.364 0.272 0.228 0.137 ISIC 31300 0.414 0.268 0.166 0.152 V-2

ISIC 31509 0.329 0.289 0.195 0.187 ISIC 32200 0.265 0.233 0.281 0.222 ISIC 32300 0.410 0.216 0.198 0.176 ISIC 36999 0.333 0.266 0.252 0.149 ISIC 37100 0.328 0.224 0.236 0.212 Intensitas komponen teknologi ( ) dapat digunakan sebagai alat untuk memprioritaskan usaha peningkatan teknologi. Dari persamaan TCC, terlihat bahwa komponen dengan nilai tertinggi akan berkontribusi paling potensial dalam meningkatkan TCC. Dengan demikian sumberdaya dapat dialokasikan guna memaksimalkan peningkatan TCC, dengan menggunakan komponen tersebut (ESCAP, 1989). 5.1.3 Koefisien Kontribusi Teknologi (TCC) Koefisien Kontribusi Teknologi (TCC) pada perusahaan mengindikasikan kontribusi teknologi total pada proses transformasi menjadi output (ESCAP, 1989). Tabel 5.3 memperlihatkan nilai koefisien kontribusi teknologi dari masing-masing kelompok industri. Tabel 5.3 Koefisien Kontribusi Teknologi (TCC) Kelompok Industri Nama Perusahaan Koefisien Kontribusi Teknologi (TCC) ISIC 25192 Home Industri 1 0.266 PT PLT 0.325 ISIC 28920 CV ACK 0.336 PD GM 0.281 PD IT 0.242 PT F 0.356 PT SW 0.271 PD AT 0.357 PT JS 0.443 CV R 0.306 CV GLT 0.336 PD PGM 0.308 PT PK 0.362 LHMI 0.335 ISIC 29302 PT ABS 0.281 V-3

UD. JBS E 0.270 ISIC 31103 PT SJ 0.317 PT HT 0.304 PD S 0.310 ISIC 31300 PT CM 0.313 ISIC 31509 PT PPE 0.260 PT CBP 0.333 ISIC 32200 PT EDPN 0.519 PT NRA 0.295 ISIC 32300 PD DE 0.335 ISIC 36999 PD JM 0.247 PD JR 0.264 Home Industri 2 0.254 ISIC 37100 UD IL 0.266 UD DS 0.288 UD RJ 0.287 PT PCIN 0.306 Dari tabel tersebut terlihat bahwa dalam kelompok industri yang sama, ada perusahaan yang memiliki nilai TCC hampir sama, ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan dalam kontribusi teknologi total dari fasilitas transformasi terhadap outputnya. Sementara disisi lain ada perusahaan yang memiliki nilai TCC yang lebih tinggi daripada perusahaan lainnya. Perusahaan yang memiliki nilai TCC tertinggi dalam satu kelompok industri dianggap sebagai perusahaan yang terbaik dalam melakukan proses transformasi input menjadi output. 5.2 Analisis Gap Analisis kandungan teknologi dapat dijadikan sebagai alat pendukung keputusan, yaitu jika 2 fasilitas transformasi dievaluasi dengan menggunakan model teknometrik, suatu perusahaan yang lebih baik dari perusahaan lain dari sisi teknologi dapat diukur dengan melihat perbedaan nilai-nilai komponennya. Alasan adanya kesenjangan ini dapat dirunut kebelakang pada derajat kecanggihan dan juga state of the art-nya. Selanjutnya informasi ini dapat digunakan untuk rencana tindakan perbaikan dan/atau program peningkatan teknologi karena penyebab kesenjangan diketahui (ESCAP, 1989). V-4

a. Kelompok Industri ISIC 25912 Produk dari kelompok industri ini berupa produk-produk komponen dari karet, seperti suspension untuk mesin cuci, ouring dan sheel compresor ac. Bahan baku utamanya merupakan produk lokal. Mesin yang digunakan pada fasilitas sebagian besar adalah mesin impor. Proses pembuatan produk dilakukan dengan memanaskan bahan baku karet dan pencetakan. Tingkat pendidikan tenaga kerja sebagian besar SMP dan SMA. Nilai TCC dari industri rata-rata adalah 0.266, sedangkan untuk industri terbaik sebesar 0.325, seperti yang terlihat pada Gambar 5.1. 0.35 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 25912 0 rata-rata industri industri terbaik Gambar 5.1 Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 25912 Dari Gambar 5.2 terlihat bahwa nilai kontribusi teknologi dari komponen humanware pada kelompok industri ini tidak berbeda, ini berarti bahwa kondisi humanware dalam kelompok industri tersebut sama, sehingga usaha perbaikan pada komponen ini tidak akan menambah peningkatan pada output. Kesenjangan terdapat pada komponen technoware, humanware dan orgaware, sehingga usaha perbaikan untuk meningkatkan nilai TCC dilakukan pada ke-3 komponen tersebut. V-5

Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 25912 T 0.5 0.4 0.3 0.2 O 0.1 0 H rata-rata industri industri terbaik I Gambar 5.2 Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 25912 b Kelompok industri ISIC 28920 Kelompok industri ini adalah industri yang melakukan jasa untuk pekerjaan logam dan barang dari logam. Produk yang dihasilkan antara lain berupa casing untuk vcd, amplifier, shaft rotor dan break wheel untuk pompa air, dan lain-lain. Bahan baku yang digunakan adalah logam, sebagian merupakan lokal, atau impor seperti stainless bar yang disediakan oleh perusahaan besar yang mensubkontrakkan pekerjaannya. Fasilitas banyak yang menggunakan mesin semi manual. Proses yang digunakan juga relatif sederhana, yaitu pemotongan, pembuatan lubang, penekukan, pencucian dan finishing. Tetapi ada juga yang sudah menggunakan fasilitas komputer seperti CNC. Tenaga kerja yang ada sebagian besar berpendidikan SMP dan SMA atau sekolah kejuruan. Nilai TCC dari rata-rata kelompok industri ini adalah sebesar 0.317, sedangkan industri terbaik sebesar 0.443. Nilai TCC dalam kelompok industri ini dapat dilihat pada Gambar 5.3. Pada Gambar 5.4 terlihat adanya perbedaan dari ke-4 komponen teknologi antara rata-rata industri dengan industri terbaik, sehingga usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai TCC pada kelompok industri ini adalah dengan melakukan perbaikan pada ke-4 komponen tersebut. V-6

Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 28920 0.5 0.45 0.4 0.35 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 0 rata-rata indus tri industri terbaik Gambar 5.3 Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 28920 Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 28920 O T 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 H rata-rata indus tri industri terbaik I Gambar 5.4 Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 28920 c. Kelompok Industri ISIC 29320 Berdasarkan pengelompokan ISIC, kelompok industri ini membuat peralatan rumah tangga dengan arus listrik. Adapun produk yang dihasilkan antara lain komponen magic jar dan komponen magic com. Nilai TCC dari industri ini adalah 0.270 sedangkan industri terbaik sebesar 0.281. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 5.5. V-7

Nilai TCC Kelompok Industri 29320 0.282 0.28 0.278 0.276 0.274 0.272 0.27 0.268 0.266 0.264 industri industri terbaik Gambar 5.5 Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 29320 Nilai kontribusi dari komponen teknologi seperti yang terlihat pada Gambar 5.6 menunjukkan bahwa nilai komponen technoware adalah sama, perbedaan terdapat pada komponen inforware dan orgaware. Untuk komponen humanware terlihat bahwa kondisinya lebih baik industri daripada industri terbaik (industri dengan nilai TCC terbesar). Hal ini bisa dijelaskan mengingat bahwa responden untuk industri tersebut masingmasing hanya 1, meskipun demikian nilai TCC dapat dijadikan acuan untuk menentukan industri terbaik diantara 2 responden tersebut. Dengan demikian usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai TCC adalah dengan memperbaiki komponen inforware dan orgaware. Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 29320 T 0.5 0.4 0.3 0.2 O 0.1 0 H industri industri terbaik I Gambar 5.6 Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 29320 V-8

d. Kelompok industri ISIC 31103 Kelompok industri ini merupakan industri yang membuat power transformer dengan bahan baku utamanya berupa kawat. Adapun proses pembuatannya relatif sederhana, yaitu pengukuran kawat, pemotongan, penggulungan dan pengelakan. Fasilitas yang dimiliki adalah fasilitas manual dan semimanual. Tenaga kerja yang ada pada kelompok industri ini sebagian besar berpendidikan SMP dan SLA. Nilai TCC untuk industri rata-rata adalah 0.307, sedangkan industri terbaik sebesar 0.317 seperti yang terlihat pada Gambar 5.7. Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 31103 0.318 0.316 0.314 0.312 0.31 0.308 0.306 0.304 0.302 rata-rata indus tri industri terbaik Gambar 5.7 Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 31103 Nilai kontribusi komponen teknologi seperti yang terlihat pada Gambar 5.8, baik komponen technoware, humanware dan orgaware memiliki nilai yang sama antara industri rata-rata dengan industri terbaik. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi ketiga komponen pada kelompok industri tersebut tidak berbeda, sehingga usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai TCC pada kelompok ini adalah dengan memperbaiki komponen inforware saja. V-9

Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 31103 T 0.4 0.3 0.2 O 0.1 0 H rata-rata industri indutri terbaik I Gambar 5.8 Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 31103 e. Kelompok industri ISIC 31300 dan kelompok industri ISIC 32300 Kelompok industri ini tidak dapat dibandingkan mengingat jumlah responden masing-masing hanya 1. Nilai TCC dari masing-masing responden adalah sebesar 0.313 dan 0.335, berarti bahwa kontribusi teknologi total dari proses transformasi terhadap output adalah sebesar 31,3% dan 33,5%. Kelompok industri ini menghasilkan komponen kabel untuk kipas angin dan speaker aktive. Untuk meningkatkan kapabilitas teknologi pada kelompok industri ini dapat dilakukan dengan proses pembelajaran. Seperti yang diusulkan oleh Lundvall (1988) dan Von Hippel (1998) dalam Lal dan Oyeyinka (2006) akumulasi teknologi tidak hanya menggunakan dan mengembangkan kemampuan internal tapi juga dengan pembelajaran melalui interaksi dengan sumber-sumber lain. Sebagai contoh perusahaan berinteraksi dengan produsen teknologi, supplier dan konsumen. Pada kenyataannya, adanya design yang dominan dan kemampuan flesibilitas yang lebih besar seringkali diperoleh melalui interaksi dengan pengguna produk. Adanya bentuk interaksi yang berbeda antara produsen teknologi, supplier dan konsumen dianggap penting dalam proses penerimaan teknologi dalam perusahaan. Kerangka teoritis dapat dilihat pada Gambar 5.9. V-10

Proses internal yang berperan dalam membangun kapabilitas teknologi adalah learning by-doing, learning-by-using dan learning-by-searching (Lal dan Oyeyinka, 2006). Learning by-doing adalah proses pembelajaran selama menggunakan teknologi yang membuat pekerjaan menjadi lebih baik, sedangkan learning-by-using adalah pembelajaran yang menuju pada proses perbaikan manufaktur. Learning by searching termasuk perbaikan teknologi melalui R&D (Rosenberg, 1982). Hasil studi yang dilakukan oleh Rosenberg pada proses pembelajaran melalui in-house training, learning-by-doing, internet-searching, learning-by-interaction dan training ke luar negri disimpulkan bahwa learning-by-doing yang dilakukan merupakan cara yang paling efektif dalam penerimaan teknologi di industri kecil dan menengah. f. Kelompok industri ISIC 31509 Produk dari kelompok industri ini adalah dudukan lampu. Bahan baku yang digunakan berupa logam, merupakan produk lokal. Fasilitas yang dimiliki sebagian besar merupakan mesin impor. Banyak menggunakan mesin-mesin semi manual serta menggunakan proses yang relatif sederhana, yaitu pemotongan, pembuatan lubang, penekukan serta proses pengecatan. Tenaga kerja pada kelompok ini umumnya SMP dan SMA. Nilai TCC rata-rata industri pada kelompok industri ini sebesar 0.260 sedangkan industri terbaik adalah 0.333, seperti terlihat pada Gambar 5.10 V-11

0.35 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 31509 0 indus tri indus tri terbaik Gambar 5.10 Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 31509. Pada Gambar 5.11 terlihat bahwa terdapat kesenjangan pada ke-4 komponen teknologi, sehingga usaha untuk meningkatkan nilai TCC dilakukan dengan memperbaiki ke-4 komponen tersebut. O Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 31509 T 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 H industri industri terbaik I Gambar 5.11 Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 31509 g. Kelompok Industri ISIC 32200 Kelompok industri ini menghasilkan alat komunikasi, diantaranya adalah telpon, faksimile, dan alat komunikasi di bandara. Bahan baku yang digunakan adalah biji plastik serta logam. Proses yang dilakukan berbeda tergantung produk yang dibuat. Fasilitas yang digunakan adalah mesin manual dan semi manual, bahkan ada yang menggunakan fasilitas komputer seperti CNC (Computer Numerical Control). Tenaga kerja pada V-12

kelompok ini adalah SMA atau kejuruan dan perguruan tinggi. Nilai TCC industri adalah 0.295 sedangkan industri terbaik sebesar 0.516 sebagaimana terlihat pada Gambar 5.12. Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 32200 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 industri industri terbaik Gambar 5.12 Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 32200 Nilai kontribusi komponen dapat dilihat pada Gambar 5.13 terdapat kesenjangan pada ke-4 komponennya, sehingga usaha untuk meningkatkan nilai TCC adalah dengan memperbaiki ke-4 komponennya. Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 32200 T 0.8 0.6 0.4 O 0.2 0 H indus tri indus tri terbaik I Gambar 5.13 Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 32200 h. Kelompok Industri ISIC 36999 Kelompok industri ini membuat kabinet untuk speaker aktif. Bahan baku yang digunakan menggunakan bahan baku lokal. Proses pembuatannya relatif sederhana dan masih banyak menggunakan mesin-mesin manual V-13

sehingga tidak membutuhkan tingkat ketrampilan tertentu untuk mengoperasikannya. Tenaga kerja yang ada pada kelompok ini sebagian besar hanya berpendidikan SD. Pada kelompok ini, nilai rata-rata TCC kelompok industri ini sebesar 0.25, sedangkan industri terbaik 0.33, seperti yang terlihat pada Gambar 5.14. adalah Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 36999 0.265 0.26 0.255 0.25 0.245 0.24 rata-rata indus tri industri terbaik Gambar 5.14 Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 36999 Dari Gambar 5.15 terlihat bahwa pada kelompok industri ini nilai komponen technoware, humanware dan inforware adalah sama. Hal ini mangindikasikan bahwa kondisi komponen-komponen tersebut pada industri rata-rata dan industri terbaik adalah sama, sehingga usaha perbaikan pada ke-3 komponen tersebut tidak akan berpengaruh terhadap peningkatan output. Kesenjangan terjadi pada komponen orgaware, sehingga usaha untuk mengatasi kesenjangan ini adalah dengan perbaikan pada komponen ini sehingga akan meningkatkan nilai TCC. Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 36999 O T 0.4 0.3 0.2 0.1 0 H rata-rata industri industri terbaik I Gambar 5.15 Grafik THIO Kelompok industri ISIC 36999 V-14

h. Kelompok Industri ISIC 37100 Kelompok industri ini menghasilkan produk-produk hasil cetakan, seperti: impeler untuk mesin pompa air. Bahan baku produk ini merupakan hasil daur ulang dari logam, seperti srub kuningan yang diperoleh dari sisa industri serta produk yang usang. Proses pembuatannya relatif sederhana, bahan baku biasanya dilebur pada suhu tinggi lalu dituangkan kedalam cetakan sesuai bentuk yang diinginkan. Tingkat pendidikan tenaga kerja sebagian besar SD, SMP dan SMA. Nilai TCC dari rata-rata industri pada kelompok ini sebesar 0.287, sedangkan industri terbaik adalah 0.437. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 5.16. Permasalahan utama yang ada pada kelompok industri ini adalah masih terbatasnya kemampuan untuk membuat cetakan, hal ini lebih disebabkan karena biaya yang dibutuhkan untuk membuatnya relatif mahal, sehingga pengusaha lebih menyukai untuk melakukan order pembuatan cetakan pada pengusaha lain. Gambar 5.17 memperlihatkan bahwa kelompok industri ini memiliki nilai yang sama untuk komponen humanware, hal ini menunjukkan bahwa kondisi humanware pada rata-rata industri dengan industri terbaik tidak berbeda. Kesenjangan terjadi pada komponen technoware, inforware dan orgaware, sehingga usaha peningkatan nilai TCC pada kelompok industri ini dilakukan dengan menggunakan ketiga komponen tadi. Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 37100 0.5 0.45 0.4 0.35 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 0 rata-rata industri industri terbaik Gambar 5.16 Nilai TCC Kelompok Industri ISIC 37100 V-15

Grafik THIO Kelompok Industri ISIC 37100 T 0.6 0.4 0.2 O 0 H rata-rata indus tri indus tri terbaik I Gambar 5.17 Nilai THIO Kelompok Industri ISIC 37100 5.3. Karakteristik IKM Komponen Elektronika Berdasarkan analisis kandungan teknologi serta analisis kondisi internal dan eksternal, maka Industri Kecil Menengah (IKM) komponen elektronika memiliki karakteristik sebagai berikut : Mempunyai keterkaitan yang luas, baik terhadap industri penghasil bahan baku, industri elektronika dan sektor pemakai Industri Kecil Menengah (IKM) komponen elektronika merupakan industri dengan teknologi yang relatif sederhana sampai menengah Memiliki ketergantungan yang besar pada industri elektronika Secara geografis, lokasi IKM tersebar serta pada masing-masing lokasi dalam jumlah kecil 5.4 Rekomendasi Kebijakan Berdasarkan hasil analisis gap dan analisis kondisi internal dan eksternal diketahui bahwa perlu adanya suatu usaha untuk meningkatkan teknologi pada masing-masing kelompok industri. Untuk itulah disusun suatu rekomendasi kebijakan seperti yang terdapat pada Tabel 5.4, yang terdiri dari kelompok industri, aspek teknologi, rencana aksi serta program yang akan dilakukan. Adapun tujuan dari kebijakan serta strategi yang diusulkan adalah sebagai berikut: V-16

Tujuan kebijakan adalah untuk meningkatkan kemampuan teknologi pada masing-masing kelompok industri, selanjutnya dari hasil analisis gap dikembangkan suatu strategi untuk mencapai tujuan tersebut yaitu melalui perbaikan komponen-komponennya dengan prioritas berdasarkan nilai intensitas kontribusi komponen-komponennya (technoware, humanware, inforware dan orgaware). V-17

Tabel 5.4 Rekomendasi Usulan Kebijakan Kelompok Industri Aspek Teknologi Permasalahan Rencana Aksi Program ISIC 25192 Technoware Fasilitas design produk, design cetakan dan pengujian kepresisian masih manual Fasilitas membuat cetakan tidak ada Peningkatan fasilitas design produk, design cetakan, pembuatan cetakan dan pengujian kepresisian Pengadaan komputer untuk design produk, design cetakan dan fasilitas pengujian kepresisian yang lebih teliti Pengadaan fasilitas membuat cetakan Humanware Inforware Orgaware Pengusaha jarang meningkatkan skill tenaga kerja Penyimpanan data masih manual Tidak memiliki SOP Tidak pernah mengikuti pameran Sistem managemen mutu tidak dilaksanakan Tidak ada perencanaan Peningkatan skill tenaga kerja Peningkatan sistem informasi perusahaan Berpartisipasi dalam kegiatan pameran Perbaikan sistem managemen perusahaan Pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja Pelatihan komputer dan jaringan internet Pelatihan pembuatan SOP Menyelenggarakan pameran Pelatihan managemen bagi pengusaha Pelatihan membuat perencanaan V-18

Kelompok Industri Aspek Teknologi Permasalahan Rencana Aksi Program ISIC 28920 Technoware Fasilitas design produk dan pengujian kepresisian masih manual Peningkatan fasilitas design produk dan pengujian kepresisian Pengadaan komputer untuk design produk dan fasilitas pengujian kepresisian yang lebih teliti Humanware Pengusaha jarang meningkatkan skill tenaga kerja Peningkatan pengetahuan dan skill tenaga kerja Pelatihan in-house Magang pada perusahaan Kerjasama dengan perusahaan lain Inforware Tidak memiliki SOP Tidak pernah mengikuti pameran Peningkatan sistem informasi perusahaan Berpartisipasi dalam kegiatan pameran Pelatihan pembuatan SOP Menyelenggarakan pameran Orgaware Tidak ada perencanaan Perbaikan sistem managemen perusahaan Pelatihan membuat perencanaan ISIC 29302 Technoware Fasilitas desain produk masih manual Fasilitas design cetakan dan pembuatan cetakan tidak ada Peningkatan fasilitas design produk, design cetakan dan pembuatan cetakan Pengadaan komputer untuk design produk Pengadaan fasilitas design cetakan dan pembuatan cetakan V-19

Kelompok Industri Aspek Teknologi Permasalahan Rencana Aksi Program Humanware Inforware Kemampuan merawat mesin rendah Pengusaha jarang meningkatkan skill tenaga kerja Penyimpanan data masih manual Memiliki SOP tapi tidak dilaksanakan Tidak pernah mengikuti pameran Mengikuti perkembangan produk terbaru Peningkatan skill tenaga kerja Perbaikan sistem informasi bagi kegiatan Berpartisipasi dalam kegiatan pameran Mengikuti berbagai pameran produk di dalam maupun luar negri Pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja Pelatihan komputer dan jaringan internet Sosialisasi pentingnya pelaksanaan SOP bagi kegiatan Menyelenggarakan pameran Orgaware Sistem managemen mutu tidak baik Tidak ada perencanaan Perbaikan sistem managemen perusahaan Pelatihan managemen mutu Pelatihan membuat perencanaan ISIC 31103 Technoware Fasilitas design produk masih manual Peningkatan design produk Pengadaan komputer untuk design produk V-20

Kelompok Industri Aspek Teknologi Permasalahan Rencana Aksi Program Humanware Pengusaha jarang meningkatkan skill tenaga kerja Peningkatan skill tenaga kerja Pelatihan bagi tenaga kerja Inforware Penyimpanan data masih manual Tidak memiliki SOP Perusahaan tidak pernah mengikuti pameran Peningkatan sistem informasi perusahaan Berpartisipasi dalam pameran Pelatihan komputer dan jaringan internet Pelatihan membuat SOP Menyelenggarakan pameran Orgaware Perusahaan tidak memiliki visi Tidak ada perencanaan Perbaikan sistem managemen perusahaa Pelatihan managemen bagi pengusaha Pelatihan membuat perencanaan ISIC 31509 Technoware Fasilitas design produk dan pengujian kepresisian masih manual Peningkatan fasilitas design produk dan pengujian kepresisian Pengadaan komputer untuk design produk dan fasilitas pengujian kepresisian yang lebih teliti V-21

Kelompok Industri Aspek Teknologi Permasalahan Rencana Aksi Program Humanware Kurangnya kemampuan berkreasi dan berinovasi Kurangnya kemampuan merawat mesin Pengusaha jarang meningkatkan skill tenaga kerja Peningkatan skill tenaga kerja Mengikuti perkembangan produk terbaru Pelatihan bagi tenaga kerja Kerjasama dg perusahaan lain Inforware Tidak memiliki SOP Perusahaan tidak pernah mengikuti pameran Perbaikan sistem informasi perusahaan Berpartisipasi dalam kegiatan pameran Pelatihan membuat SOP Menyelenggarakan pameran V-22

Kelompok Industri Aspek Teknologi Permasalahan Rencana Aksi Program Orgaware Perusahaan tidak memiliki visi Kurangnya penciptaan lingkungan yang kondusif Kurang efektifnya kepemimpinan perusahaan Kurangnya kemampuan perusahaan untuk bersaing dg perusahaan sejenis Tidak ada perencanaan ISIC 32200 Technoware Fasilitas membuat cetakan tidak ada Humanware Pengusaha jarang meningkatkan skill tenaga kerja Inforware Memiliki SOP tapi tidak dilaksanakan Perusahaan tidak pernah mengikuti pameran Perbaikan sistem managemen perusahaan Peningkatan efisiensi perusahaan Peningkatan fasilitas membuat cetakan Peningkatan skill tenaga kerja Peningkatan sistem informasi perusahaan Berpartisipasi dalam kegiatan pameran Pelatihan managemen bagi pengusaha Pelatihan membuat perencanaan Pengadaan fasilitas membuat cetakan Pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja Sosialisasi pentingnya pelaksanaan SOP bagi kegiatan Menyelenggarakan pameran V-23

Kelompok Industri Aspek Teknologi Permasalahan Rencana Aksi Program Orgaware Kurang efektifnya kepemimpinan Tidak ada perencanaan Perbaikan sistem managemen perusahaan Pelatihan managemen bagi pengusaha Pelatihan membuat perencanaan ISIC 36999 Technoware Fasilitas design produk dan pengujian kepresisian masih manual Peningkatan fasilitas design produk dan pengujian kepresisian Pengadaan fasilitas komputer untuk design produk dan fasilitas pengujian kepresisian yang lebih teliti Humanware Tingkat pendidikan tenaga kerja sebagian besar SD Kurangnya kemampuan mengatasi permasalahan Pengusaha tidak pernah meningkatkan skill tenaga kerja Peningkatan pengetahuan dan skill tenaga kerja Pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja Kerjasama dg perusahaan lain Magang V-24

Kelompok Industri Aspek Teknologi Permasalahan Rencana Aksi Program Inforware Penyimpanan data masih manual Tidak memiliki SOP Jarang ada pertemuan antar pengusaha Perusahaan tidak pernah mengikuti pameran Peningkatan sistem informasi perusahaan Mengadakan pertemuan usaha sejenis dibawah kordinasi Departemen terkait Pelatihan komputer dan jaringan internet Pelatihan membuat SOP Pembentukan asosiasi Menyelenggarakan pameran Orgaware Sistem manageman mutu tidak baik Tidak ada perencanaan Perbaikan sistem managemen Pelatihan sistem managemen mutu Pelatihan membuat perencanaan ISIC 37100 Technoware Fasilitas design produk, design cetakan, membuat cetakan dan pengujian kepresisian masih manual Humanware Pengusaha jarang meningkatkan skill tenaga kerja Peningkatan fasilitas design produk, design cetakan, pembuatan cetakan dan pengujian kepresisian Peningkatan skill tenaga kerja Pengadaan fasilitas komputer untuk design produk, design cetakan, pembuatan cetakan dan fasilitas pengujian kepresisian yang lebih teliti Pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja V-25

Kelompok Industri Aspek Teknologi Permasalahan Rencana Aksi Program Inforware Penyimpanan data masih manual Memiliki SOP tapi tidak melaksanakannya Perusahaan tidak pernah mengikuti pameran Perbaikan sistem informasi Berpartisipasi dalam kegiatan pameran Pelatihan komputer dan jaringan internet Sosialisasi pentingnya pelaksanaan SOP bagi kegiatan Menyelenggarakan pameran Orgaware Tidak ada perencanaan Perbaikan sistem managemen perusahaan Pelatihan membuat perencanaan V-26

5.5 Jadual Implementasi Tabel 5.5 - selama 5 tahun kedepan. berikut ini merupakan jadual implementasi yang akan dilaksanakan Tabel 5.5. Jadual implementasi Kelompok Industri ISIC 25912 No Rencana Aksi 1 Pengadaan komputer untuk design produk, design cetakan dan fasilitas pengujian kepresisian yang lebih teliti 2 Pengadaan fasilitas membuat cetakan 3 Pelatihan komputer dan jaringan internet Tahun 1 2 3 4 5 Stakeholder Depperin Depperin 4 Pelatihan pembuatan SOP 5 Menyelenggarakan pameran 6 Pelatihan managemen bagi pengusaha 7 Pelatihan membuat perencanaan V-27

Tabel 5.6. Jadual implementasi Kelompok Industri ISIC 28920 No Rencana Aksi 1 Pengadaan komputer untuk design produk 2 Pengadaan fasilitas design cetakan dan pembuatan cetakan Tahun 1 2 3 4 5 Stakeholder Depperin Depperin 3. Pelatihan in-house 4 Magang pada perusahaan Perusahaan besar 5 Kerjasama dengan perusahaan lain Perusahaan besar 6 Pelatihan pembuatan SOP 7 Menyelenggarakan pameran 8 Pelatihan membuat perencanaan V-28

Tabel 5.7. Jadual Implementasi Kelompok Industri ISIC 29320 No Rencana Aksi 1 Pelatihan komputer dan jaringan internet 2 Sosialisasi pentingnya pelaksanaan SOP bagi kegiatan Tahun 1 2 3 4 5 Stakeholder 3 Menyelenggarakan pameran 4 Pelatihan managemen mutu 5 Pelatihan membuat perencanaan V-29

Tabel 5. 8. Jadual Implementasi Kelompok Industri ISIC 31103 No Rencana Aksi 1 Pelatihan komputer dan jaringan internet Tahun 1 2 3 4 5 Stakeholder 2 Pelatihan membuat SOP 3 Menyelenggarakan pameran V-30

Tabel 5. 9. Jadual Implementasi Kelompok Industri ISIC 31509 No Rencana Aksi 1 Pengadaan komputer untuk design produk dan fasilitas pengujian kepresisian yang lebih teliti Tahun 1 2 3 4 5 Stakeholder Depperin 2 Pelatihan bagi tenaga kerja 3 Kerjasama dg perusahaan lain Perusahaan besar 4 Pelatihan membuat SOP 5 Menyelenggarakan pameran 6 Pelatihan managemen bagi pengusaha 7 Pelatihan membuat perencanaan V-31

Tabel 5.10 Jadual Implementasi Kelompok Industri ISIC 32200 No Rencana Aksi 1 Pengadaan fasilitas membuat cetakan 2 Pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja 3 Sosialisasi pentingnya pelaksanaan SOP bagi kegiatan Tahun 1 2 3 4 5 Stakeholder Depperin 4 Menyelenggarakan pameran 5 Pelatihan managemen bagi pengusaha 6 Pelatihan membuat perencanaan V-32

Tabel 5. 11. Jadual Implementasi Kelompok Industri ISIC 36999 No Rencana Aksi 1 Pelatihan sistem managemen mutu 2 Pelatihan membuat perencanaan Tahun 1 2 3 4 5 Stakeholder Tabel 5.12. Jadual Implementasi Kelompok Industri ISIC 37100 No Rencana Aksi 1 Pengadaan fasilitas komputer untuk design produk, design cetakan, pembuatan cetakan dan fasilitas pengujian kepresisian yang lebih teliti 2 Pelatihan komputer dan jaringan internet 3 Sosialisasi pentingnya pelaksanaan SOP bagi kegiatan Tahun 1 2 3 4 5 Stakeholder Depperin 4 Menyelenggarakan pameran 5 Pelatihan membuat perencanaan V-33