Perspektif biopsikososial

dokumen-dokumen yang mirip
DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A YUNITA KURNIAWATI, S.PSI., M.PSI

PERILAKU MENCARI BANTUAN

Kesehatan Mental. Mengatasi Stress / Coping Stress. Aulia Kirana, M.Psi, Psikolog. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

AGRESI: asal-usul, sebab, & penanggulangannya.

Persepsi Sosial : Memahami orang lain

Kognisi Sosial. (Berpikir mengenai dunia sosial)

BAB II TINJAUAN TEORITIS

DETEKSI DINI STRES DI TEMPAT KERJA DAN PENANGGULANGANNYA

H.I.V DAN KANKER; PSIKOLOGI SEPANJANG PERJALANAN PENYAKIT. Oleh: dr. Moh. Danurwendo Sudomo, Sp.Ok

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan ilmu dan teknologi yang diikuti dengan meningkatnya

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STROKE BERULANG DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. Sekarang ini kita dihadapkan pada berbagai macam penyakit, salah satunya

TEORI-TEORI KOMUNIKASI PERSUASIF

Dra. Sri Hastuti Handayani, M.Si

BERDUKA DAN KEHILANGAN. Niken Andalasari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. metabolisme gula akibat kurangnya sekresi hormon insulin sehingga terjadi

BAB I PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada era modern saat ini, gaya hidup manusia masa kini tentu sudah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

PERILAKU SEHAT DAN PROMOSI KESEHATAN

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi kesehatan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat berarti dalam

BAB I PENDAHULUAN. oleh penduduk Indonesia. Penyakit ini muncul tanpa keluhan sehingga. banyak penderita yang tidak mengetahui bahwa dirinya menderita

PERILAKU SEHAT DAN PROMOSI KESEHATAN

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN STRATEGI COPING PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RSUD BANJARNEGARA

PENDAHULUAN. sebagai subjek yang menuntut ilmu di perguruan tinggi dituntut untuk mampu

BAB I PENDAHULUAN. merupakan penyebab kematian urutan ke-3 di negara-negara maju setelah

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KEMANDIRIAN DALAM ACTIVITY of DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ketersediaan sumber dukungan yang berperan sebagai penahan gejala dan

Konsep Krisis danangsetyobudibaskoro.wordpress.com

KONSEP SEHAT SAKIT. Dwi Fitriyanti

Hubungan Remaja dengan Orangtua,Saudara kandung & Teman Sebaya

TIM CMHN BENCANA DAN INTERVENSI KRISIS

BAB I PENDAHULUAN. berkaitan dengan gejala-gejala atau kecacatan yang membutuhkan

PENGANTAR MANAJEMEN KEPERAWATAN. Sumijatun

Skizofrenia. 1. Apa itu Skizofrenia? 2. Siapa yang lebih rentan terhadap Skizofrenia?

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRATEGI KOPING PADA PENDERITA PASCA STROKE

BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki. suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data Badan Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada dua

BAB 1 : PENDAHULUAN. dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun Sedangkan

PEDOMAN PELAYANAN REKAM MEDIS

BAB I PENDAHULUAN. berbagai perubahan sebagai dampak dari gaya hidup yang semakin maju. Perubahan

BAB 1 PENDAHULUAN. situasi lingkungannya, misalnya perubahan pola konsumsi makanan, berkurangnya

BAB I PENDAHULUAN. penyimpangan dari fungsi psikologis seperti pembicaraan yang kacau, delusi,

RISIKO PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA PADA IBU HAMIL BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH

Strategi pemulihan gangguan jiwa berdasar stress vulnerability model

BAB II LANDASAN TEORI. terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sehat-sakit, penyakit dan

16/02/2016 ASKEP KEGAWATAN PSIKIATRI MASYKUR KHAIR TENTAMEN SUICIDE

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. Kardiovaskuler (PKV) (Kemenkes RI, 2012). World Health Organization. yang berpenghasilan menengah ke bawah (WHO, 2003).

Pengertian Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Metodologi Asuhan Keperawatan

Gangguan Tidur (Sleep Disorder) Pertemuan-16

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. adanya waktu untuk berolahraga ringan sekalipun merupakan kebiasaankebiasaan

PANDUAN PELAYANAN PASIEN DENGAN ALAT PENGIKAT (RESTRAINT) RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN MEDAN

Survei Terpadu Biologi & Perilaku (STBP) di Populasi Umum di Tanah Papua Mei 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Konsep Subjective well-being. juga peneliti yang menggunakan istilah emotion well-being untuk pengertian yang

BAB I PENDAHULUAN. pada individu seperti dampak fisik, sosial, intelektual, psikologis dan spiritual

PROSES ASEMEN PSIKOLOGIS DAN INTERPRETASI PSIKOLOGI. Kuliah 3 Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi

INFEKSI NOSOKOMIAL OLEH : RETNO ARDANARI AGUSTIN

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. apabila individu dihadapkan pada suatu masalah. Individu akan menghadapi masalah yang lebih

PRINSIP KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

TEORI BELAJAR HUMANISTIK

BAB I PENDAHULUAN. Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung merupakan salah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Penyakit kronis merupakan penyakit yang berkembang secara perlahan selama bertahuntahun,

PSIKOLOGI UMUM 2. Stress & Coping Stress

BAB I PENDAHULUAN. tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan

BAB 1 PENDAHULUAN. tidak menular. Menurut Depkes RI, 2003 (dalam Tanjung 2012) Pada akhir abad 20

Karakteristik manusia komunikan. Rahmawati Z

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal,

BAB 1 PENDAHULUAN. tahunnya. World Health Organization (WHO) memperkirakan. mendatang diperkirakan sekitar 29% warga dunia menderita

DIAGNOSA DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

BAB I PENDAHULUAN. usia tua di Indonesia akan mencapai 23,9 juta atau 9,77% dan usia harapan

PELAYANAN TERPADU (PANDU) PTM DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) (KONSEP DASAR & RUANG LINGKUP)

10/17/2013. Suatu proses yang kita gunakan untuk mencoba memahami orang lain. Garis besar pembahasan meliputi: Baron & Byrne (2002) :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Halusinasi adalah persepsi atau tanggapan dari panca indera tanpa adanya

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan fisik yang tidak sehat, dan stress (Widyanto, 2014).

BAB I PENDAHULUAN. Proses menua adalah proses alami yang dialami oleh mahluk hidup. Pada lanjut usia

LINGKUP ILMU KESEHATAN MASYARAKAT. By. Irma Nurianti, SKM, M.Kes

Implementasi PFA pada Anak dan Remaja di Satuan Pendidikan

Psikologi Konseling Konseling Berbasis Problem

TEORI / KONSEP YG TERKAIT DGN MANAJEMEN KEPERAWATAN

PRINSIP-PRINSIP KEDOKTERAN. dr. Isti Ilmiati Fujiati, MSc. (CM-FM), MPd.Ked.

NYERI DAN EFEK PLASEBO

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan jenis penyakit yang paling

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Ketika era globalisasi menyebabkan informasi semakin mudah

Tidur = keadaan bawah sadar dimana orang tsb dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah penderita stroke di Indonesia kini kian meningkat dari tahun ke

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Stres pada Wanita Karir (Guru) yang dialami individu atau organisme agar dapat beradaptasi atau menyesuaikan

Transkripsi:

PSIKOLOGI SOSIAL DAN KESEHATAN Definisi SEHAT? Perspektif biomedis: objektif: tidak ada tanda-tanda bahwa tubuh tidak berfungsi dengan baik Subjektif: tidak ada simptom subjektif dari penyakit atau luka Perspektif biopsikososial: kesehatan adalah hasil interaksi yg kompleks antara faktor biologis, faktor psikologis, dan faktor sosial Fisik/biologis: predisposisi genetik pd penyakit tertentu Psikologis: stres, Sosial: dukungan sosial,

Perspektif biopsikososial Sistem sosial: Masyarakat Komunitas keluarga Individu Sistem psikologis Kognisi Emosi motivasi Sistem biologis: Organ Jaringan sel

Determinan kesehatan (Dahlgren & Whitehead) Jenis kelamin, usia & faktor genetis Faktor individu/gaya hidup Pengaruh sosial dan komunitas Kondisi pekerjaan Faktor sosioekonomi, kultural, kondisi lingkungan Mengapa psikologi berperan penting dalam penelitian tentang kesehatan? terjadi pergeseran paradigma sehat ( biomedis biopsikososial) Pergeseran penyebab kematian: penyakit akibat infeksi penyakit kronis. Kesehatan ditentukan oleh pola perilaku dan gaya hidup

Psikologi kesehatan Adl kajian mengenai efek-efek psikologis dalam perkembangan, pencegahan, dan pengobatan penyakit fisik. Kontribusi: Promosi dan pemeliharaan kesehatan Prevensi dan treatment penyakit Indentifikasi faktor etiologis dan diagnostik thd penyakit dan kesehatan Peningkatan sistem pelayanan kesehatan. Bab ini membicarakan tentang: A. Perilaku sehat B. Menghadapi informasi kesehatan C. Stres dan penyakit D. Gejala, penyakit, dan perawatan

A. Perilaku Sehat (adl tindakan untuk menambah atau mempertahankan kesehatan yang prima) Perilaku sehat: Konsumsi makanan sehat Olah raga teratur Tidak merokok, alkohol dan obat-obatan Tidur cukup Gunakan sabuk keselamatan Mengontrol berat badan Program pemantauan kesehatan Perilaku tidak sehat: Merokok Konsumsi alkohol, Obat Seks berisiko

Sikap sehat dan perilaku sehat Model keyakinan kesehatan: praktik perilaku sehat berpusat pada lima keyakinan: 1. nilai-nilai kesehatan umum termasuk perhatian pd kesehatan 2. Persepsi bahwa ada ancaman terhadap kesehatan yg datang dari gangguan atau penyakit 3. Keyakinan akan kerapuhanseseorang dalam menghadapi penyakit 4. Keyakinan bahwa seseorang dapat melakukan tindakan yg diperlukan untuk mengurangi ancaman (self-efficacy) 5. Keyakinan bahwa respon akan efektif dalam mengatasi ancaman (kecakapan respon)

Nilai kesehatan umum (saya peduli pada kesehatan saya) Ancaman thd kesehatan oleh adanya penyakit( saya akan mati jika terkena kanker paru) Keyakinan kerapuhan personal (sbg perokok saya bisa kena kanker paru) Perilaku sehat (BERHENTI MEROKOK) Kecakapan respon (jk saya berhenti merokok, tdk terkena kanker paru) Kecakapan diri (saya mampu berhenti merokok)

Mengubah sikap sehat Riset tentang sikap sehat bermanfaat untuk memprediksi siapa yang akan melakukan perilaku sehat dan menjelaskan kondisi-kondisi di mana orang akan mengubah perilakunya. Bagaimana mengubah sikap sehat? 1.Afirmasi diri 2.Persuasi dengan pesan kesehatan.

B. Menghadapi informasi kesehatan Basmi nyamuk demam berdarah dengan 3M Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin No drug, no free sex, no AIDS Upaya-upaya pencegahan penyakit salah satunya ditentukan oleh cara kita memproses informasi terkait dengan kesehatan Dipengaruhi oleh: Pemahaman thd informasi Sumber informasi Cara penyampaian pesan Belief dan ekspektasi

1. Pemahaman informasi kesehatan. Knowledge-Attitude-Behavior (KAB) values Knowledge attitudes intention behavior beliefs 2. Sumber informasi ahli, kredibel, menarik, dapat dipercaya.

3. Cara penyampaian pesan a. Dibingkai secara negatif: yg disampaikan adalah pesan yg sifatnya negatif. Narkoba membuat anda menjadi mayat hidup Merokok dapat membunuh anda Pesan-pesan tsb sering ditolak krn dapat mengancam self image shg menimbulkan respon self defensif dlm rangka mempertahankan self image positif. b. Bingkai positif : menyatakan perubahan tingkah laku dpt membawa keuntungan. Mengkonsumsi makanan berserat baik untuk kesehatan organ pencernaan. Olah raga secara teratur meningkatkan kesehatan tubuh.

4. Belief dan ekspektasi Keyakinan akan kemampuannya melakukan suatu tindakan dan keyakinan bahwa dirinya rentan terhadap gangguan/penyakit mendorong seseorang untuk terlibat dalam perilaku terkait kesehatan. Optimisme yang tidak realisitis atau optimisme yg bias.

C. Stres dan Penyakit Stres adl peristiwa fisik atau psikologis yg dipersepsi memiliki potensi dalam menyebabkan gangguan fisik maupun emosional. Stres sering terkait dg kecemasan, depresi, penyalahgunaan obat maupun gangguan pola makan. Coping: cara seseorang untuk mengatasi atau menghadapi ancaman-ancaman dan konsekuensi emosional dari ancamanancaman tersebut.

Penyebab stres Nilai ujian rendah, hub. Romantis yg tdk stabil, tinggal di lingkungan baru Hub interpersonal yg buruk, pekerjaan terlalu banyak, hilangnya pekerjaan Masalah sehari-hari: cekcok dlm rumah tangga, tempat tinggal yg sesak, gaduh/bising Menjadi korban bencana alam Persepsi thd diri: kita sangat rapuh dan mudah terancam karena tidak mampu mengendalikan apa yang terjadi.

Dampak emosional dan fisiologis stres STRESS Efek tdk langsung: Perilaku preventif berkurang Menunda usaha mencari Perawatan Menghindari perawatan medis Efek tidak langsung: Konsumsi rokok, alkohol & obat-obatan Perilaku makan Kurang tidur Efek langsung: Jml lemak naik Tek darah Kekebalan menurun PENYAKIT

Cara-cara aktif untuk coping terhadap stres: Tingkatkan kebugaran fisik Strategi coping EFC (emotion focus coping): usaha mengurangi respon emosional negatif yg muncul akibat dari suatu ancaman dan untuk meningkatkan afeksi positif PFC (problem focus coping): usaha untuk mengatasi ancaman itu sendiri, dan untuk memperoleh kontrol terhadap situasi Cari dukungan sosial: kenyamanan secara fisik dan psikologis yg diberikan oleh orang lain (emosional, informasional, penghargaan, instrumental) katarsis: menuliskan perasaan-perasaan, menuliskan pengalaman/peristiwa traumatis. Manajemen stres

D. Gejala, penyakit & perawatan 1. Pengenalan dan interpretasi gejala: Fokus perhatian: internal vs eksternal Ekspektasi seseorang memandu interpretasi atas informasi gejala Mood negatif lebih sering merasakan keluhan Pengalaman sakit Faktor kognitif skema penyakit Interaksi sosial pembandingan sosial

2. Interaksi pasien-praktisi Berinteraksi dengan dokter/perawat adl proses sosial kompleks yg melibatkan komunikasi interpersonal, persepsi dan kognisi sosial, dan pengaruh sosial. Karena kebanyakan orang tidak mengetahui standar praktik medik, maka evaluasi thd perawatan cenderung didasarkan pd keramahan dokter, dan kualitas interpersonal lain. Problem interaksi-praktisi: Komunikasi yg keliru: dokter gunakan istilah teknis Pasien tidak memperhatikan Dokter punya terlalu banyak pasien (tidak ada waktu)

Kepatuhan pada perawatan medis. Ketidakpatuhan mengikuti saran medis dipengaruhi: Pasien kecewa dengan perawatan Pasien kurang memahami perawatan Pasien mendapat penjelasan ttg diagnosis secara jelas dan mudah dimengerti Instruksi ditulis, diberikan lebih dari sekali Sifat perawatan (medis/tidak medis), minum obat lebih nyata daripada saran untuk beristirahat, lamanya perawatan. Adanya kebiasaan yg sulit diubah mis: merokok

Meningkatkan komunikasi pasien-dokter Pelatihan komunikasi efektif Komunikasi akrab dengan perilaku nonverbal: senyum, perhatian, jabat tangan (DiMatteo dkk) Penggunaan strategi pengaruh sosial untuk meningkatkan kepatuhan pasien

3. Kontrol psikologis dan penyesuaian perawatan Kontrol psikologis: keyakinan bhw seseorang dapat melakukan kontrol personal atas suatu kejadian. Untuk mengantisipasi pengobatan yg tidak menyenangkan pasien diberi tahu langkah-langkah yg dpt mereka lakukan untuk mengontrol ketidaknyamanan prosedur perawatan. Dg cara ini pasien menunjukkan lebih sedikit tanda tertekan dan lebih mampu menyesuaikan diri dg prosedur pengobatan. Contoh: memutar rekaman video proses pengobatan kepada pasien.