CAKUPAN PEMBAHASAN 1/23

dokumen-dokumen yang mirip
MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si.

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. CAKUPAN PEMBAHASAN

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN

ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN

ANALISIS EKONOMI ANALISIS INDUSTRI ANALISIS PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. khususnya bagi pemegang saham sebagai pemilik perusahaan, dengan

NILAI INTRINSIK DAN NILAI PASAR

1/45 OVERVIEW

BAB I PENDAHULUAN. tersebut. Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen

PENILAIAN SAHAM DAN STRATEGI PORTFOLIO SAHAM. Andri Helmi M, SE., MM Manajemen Investasi dan Portofolio

RASIO LAPORAN KEUANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam praktiknya laporan keuangan oleh perusahaan dibuat dan disusun sesuai dengan

BAB I PENDAHULUAN. Secara umum tujuan dari didirikannya sebuah perusahaan adalah untuk

ANALISIS FUNDAMENTAL. 1

LAPORAN KEUANGAN DEPRESIASI

NILAI INTRINSIK DAN NILAI PASAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. banyak diminati masyarakat saat ini. Menerbitkan saham merupakan salah

Financial Performance (2)

BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana dalam jumlah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sejalan dengan makin berkembangnya dunia bisnis yang didukung oleh

LAPORAN KEUANGNAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. Febriyanto, S.E., M.M.

PENILAIAN SAHAM DAN STRATEGI PORTFOLIO SAHAM

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. terkait penghitungan pajak. Kreditur, misalnya supplier dan pihak bank

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu fungsi utama pasar modal adalah sebagai sarana untuk

BAB I PENDAHULUAN. macam aktivitas. Menginvestasikan sejumlah dana pada aset rill (tanah, emas, satu tahun, seperti saham dan oblogasi.

BAB II LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI. 5 HASIL DAN PEMBAHASAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN 41

BAB II LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI. 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Laporan Keuangan 41

BAB I PENDAHULUAN. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari perusahaan, seorang manajer harus

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. bab sebelumnya, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut :

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. tersebut. Nilai perusahaan lazim diindikasikan dengan Price to Book Value

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang menerbitkan saham. Kismono (2001 : 416) menyatakan:

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. investor untuk menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya. Tanpa

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Laporan keuangan. keuangan tersebut untuk menentukan atau menilai posisi

BAB I PENDAHULUAN. luar negeri. Sementara itu bagi investor, pasar modal merupakan wahana untuk

ANALISIS FUNDAMENTAL

BAB I PENDAHULUAN. kesejahteraan bagi para pemiliknya. Untuk mencapai tujuannya perusahaan harus selalu

BAB V KESIMPULAN. earning per share, book value per share, dan cash flow per share

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Bab ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu landasan teori dan pengembangan hipotesis.

Analisis Fundamental untuk menentukan nilai intrinsik saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasi saham pada PT. Kimia Farma, Tbk.

Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN. yang ditetapkan dan struktur permodalan yang lemah dan sebagainya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Menurut Rusdin (2005:68-74),

BAB II URAIAN TEORITIS. Parwati (2005) melakukan penelitian yang berjudul: Faktor-Faktor yang

Analisis Fundamental Terkait Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT. Indosat Tbk, dan PT. XL Axiata Tbk.

BAB I PENDAHULUAN. terhadap sahamadalah memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham. kerja, dengan sendirinya akan mengurangi jumlah pengangguran.

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan akan mampu memberikan deviden kepada pemegang saham, kelangsungan hidup suatu perusahaan.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. tersebut melalui suatu analisis yang dapat dijadikan pedoman untuk menilai

BAB I PENDAHULUAN. kemakmuran pemilik. Nilai perusahaan yang go public di pasar modal tercermin

BAB 1 PENDAHULUAN. Di dalam Undang-undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995: Pasar Modal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kinerja keuangan dapat diartikan sebagai kondisi perusahaan. Untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PADA PT. ASTRA AGRO LESTARI, TBK UNTUK PERIODE

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. ke publik, dalam era sekarang ini berkembangnya perusahaan-perusahaan juga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk mengukur likuiditas atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi

Analisis Kinerja Keuangan Dengan Metode Profitabilitas Terhadap Laba Perusahaan Pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian terdahulu yang dijadikan landasan penulis adalah:

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE

ANALISA LAPORAN KEUANGAN ERDIKHA ELIT

BAB I PENDAHULUAN. pasar modal. Dengan adanya pasar modal para investor dapat melakukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kegiatan investasi adalah kegiatan untuk menanam modal pada satu asset

BAB I PENDAHULUAN. muncul berkaitan dengan efisiensi informasi. Hal ini dapat terjadi karena pasar

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berlomba-lomba untuk dapat menghasilkan keuntungan atau laba yang

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB II TIMJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

ANALISIS EKONOMI, KEUANGAN PERUSAHAAN & INVESTASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. berarti juga memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yang merupakan

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan kegiatan operasionalnya akan membutuhkan struktur. modal yang kuat untuk meningkatkan laba agar tetap mampu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Saham juga berarti sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seorang

BAB I PENDAHULUAN. diperjualbelikan, salah satunya dalam bentuk ekuitas (saham). Pasar

BAB I PENDAHULUAN. diterimanya adalah informasi yang benar. Sistem perdagangan di Bursa Efek

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisa Laporan keuangan

BAB I PENDAHULUAN. dapat mereka peroleh dengan melakukan penerbitan saham kepada masyarakat luas yang

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENENTUAN DALAM MEMILIH SAHAM PADA PT. GUDANG GARAM, TBK

Transkripsi:

http://www.deden08m.wordpress.com Estimasi nilai intrinsik saham Price Earning Ratio EPS dan laporan keuangan perusahaan Overview analisis perusahaan CAKUPAN PEMBAHASAN 1/23 Analisis perusahaan dengan menggunakan ringkasan laporan keuangan

OVERVIEW Bab ini memperkenalkan analisis sekuritas berdasarkan analisis fundamental. Analisis perusahaan merupakan tahap ketiga dari analisis fundamental, setelah analisis variabel ekonomi dan pasar, serta analisis industri. Analisis perusahaan terkait dengan pertanyaanpertanyaaan: Saham-saham perusahaan manakah dalam industri terpilih yang paling menguntungkan bagi investor? Atau, saham-saham manakah yang undervalued, sehingga layak dibeli, dan saham-saham manakah yang overvalued, sehingga menguntungkan untuk dijual? 2/23 OVERVIEW 3/23 Analisis perusahaan diarahkan untuk mengetahui apakah saham suatu perusahaan layak dijadikan pilihan investasi. Hasil analisis perusahaan harus bisa memberikan gambaran tentang nilai perusahaan, karakteristik internal, kualitas dan kinerja manajemen, serta prospek perusahaan di masa datang.

OVERVIEW Dua komponen (earning per share, EPS dan price earning ratio, P/E) diutamakan dalam analisis perusahaan karena tiga alasan: 1. Kedua komponen tersebut bisa dipakai untuk mengestimasi nilai intrinsik saham. 2. Dividen yang dibayarkan perusahaan pada dasarnya dibayarkan dari earning. 3. Adanya hubungan antara perubahan earning dengan perubahan harga saham. 4/23 EPS DAN INFORMASI LAPORAN KEUANGAN Earning per share (EPS) diperoleh dengan menghitung perbandingan antara jumlah earning (dalam hal ini laba bersih yang siap dibagikan bagi pemegang saham) dengan jumlah lembar saham perusahaan. Bagi para investor, informasi EPS merupakan informasi yang dianggap paling mendasar dan berguna, karena bisa menggambarkan prospek earning perusahaan di masa depan. Informasi (termasuk EPS) yang dapat digunakan sebagai dasar penilaian perusahaan adalah laporan keuangan perusahaan. 5/23

LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan merupakan informasi akuntansi yang menggambarkan seberapa besar kekayaan perusahaan, seberapa besar penghasilan yang diperoleh perusahaan serta transaksi-transaksi ekonomi apa saja yang telah dilakukan perusahaan yang bisa mempengaruhi kekayaan dan penghasilan perusahaan. Berdasarkan informasi yang dikandungnya, ada tiga laporan utama dalam laporan keuangan, yaitu: 1. Neraca. 2. Laporan Rugi Laba. 3. Laporan Aliran Kas. 6/23 NERACA Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan kondisi finansial perusahaan pada suatu waktu tertentu. Neraca memberikan gambaran aktiva, kewajiban, dan ekuitas perusahaan hanya pada saat laporan tersebut disusun. Penyusunan pos-pos yang terdapat dalam neraca disusun berdasarkan urutan likuiditas (untuk aktiva) dan jangka waktu jatuh temponya (untuk pasiva). Laporan posisi keuangan disebut juga sebagai neraca karena antara sisi aktiva dan sisi pasiva (kewajiban + ekuitas), masing-masing harus sama jumlahnya atau dalam posisi seimbang. 7/23

LAPORAN RUGI-LABA Laporan rugi laba (income statement) adalah ringkasan profitabilitas perusahaan selama periode waktu tertentu, misalnya satu tahun. Laporan rugi laba ini menunjukkan penghasilan (revenues) yang diperoleh selama satu periode, biaya (expenses) yang dikeluarkan dalam satu periode, dan elemen-elemen lain pembentuk laba. Unsur biaya yang tercantum dalam laporan rugi laba: 1. Biaya produksi. 2. Biaya administrasi dan umum. 3. Biaya bunga. 4. Buaya pajak penghasilan. 8/23 LAPORAN ARUS KAS Laporan arus kas merupakan laporan yang memuat aliran kas yang berasal dari tiga sumber aktivitas: (1) operasi perusahaan, (2) investasi dan (3) aktivitas finansial yang dilakukan perusahaan. Ada dua perbedaan antara laporan arus kas dengan laporan rugi laba dan neraca perusahaan: 1. Neraca dan laporan rugi laba disusun atas dasar metode akrual akuntansi, sedangkan laporan arus kas hanya mencatat transaksi yang menyebabkan aliran kas secara nyata. 2. Laporan rugi laba memasukkan pos depresiasi untuk menghaluskan pengeluaran modal yang terlalu besar dalam laporan rugi laba. 9/23

KELEMAHAN PELAPORAN EPS DALAM LAPORAN KEUANGAN Permasalahan dalam pelaporan earning ini terkait dengan kemungkinan munculnya konflik kepentingan antara investor di satu sisi sebagai pengguna laporan keuangan, dan manajemen di sisi lainnya sebagai penyaji laporan keuangan. Cara mengurangi konflik ini, antara lain dengan: 1. Peran prinsip-prinsip dan kode etik akuntansi 2. penggunaan tenaga auditor eksternal yang netral. 10/23 Kelemahan laporan keuangan yang lainnya, adalah: Karena laporan tersebut dibuat di akhir periode (pada umumnya tahunan), maka hal itu hanya menggambarkan kondisi perusahaan pada saat laporan dibuat, dan tidak mampu menggambarkan kondisi perusahaan yang terkini. ANALISIS RASIO PROFITABILITAS PERUSAHAAN Di samping bisa dengan melihat laporan keuangan, analisis perusahaan juga dapat dilakukan dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Indikator penting untuk melihat prospek perusahaan di masa datang adalah pertumbuhan profitabilitas perusahaan. Dua rasio profitabilitas utama yang umumnya dipakai saat analisis ini adalah ROE dan ROA. 11/23

ANALISIS RASIO PROFITABILITAS PERUSAHAAN Apakah dan bagaimanakah mengukur ROE dan ROA? 1. Return on Equity (ROE): menggambarkan sejauhmana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang bisa diperoleh pemegang saham. Laba bersih setelah bunga dan pajak ROE = Jumlah modal sendiri 12/23 2. Return on Asset (ROA): menggambarkan sejauhmana kemampuan aset-aset yang dimiliki perusahaan bisa menghasilkan laba. EBIT ROA = Jumlah aset PERHITUNGAN ROE DAN ROA 13/23 Contoh: Data laba bersih, EBIT, ekuitas, dan total aset PT Semen Gresik pada akhir Tahun 2006 dan 2007 seperti disajikan pada tabel berikut ini. Berapakah ROE dan ROA perusahaan tersebut untuk Tahun 2006 dan 2007?

PERHITUNGAN ROE DAN ROA Jawab: ROE dan ROA PT Semen Gresik untuk Tahun 2006 dan 2007, adalah: ROE Laba bersih setelah bunga dan pajak ROE = Jumlah modal sendiri ROE 2006 2007 = 1.295,52 = = 0,2356 5.499,61 0,2679 14/23 ROA ROA = ROA 2006 2007 = EBIT Jumlah aset 1.779,38 = = 0,2374 7.496,42 0,2815 EARNING PER SHARE (EPS) Informasi EPS suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan. Rumus untuk menghitung EPS adalah sebagai berikut: Laba bersih setelah bunga dan pajak EPS = Jumlah saham beredar Kita juga bisa menghitung EPS perusahaan dengan menggunakan rumus berikut ini: Jumlah modal sendiri EPS = ROE X Jumlah saham beredar Laba bersih setelah bungadan pajak Jumlah modal sendiri EPS = X Jumlah modal sendiri Jumlah saham beredar 15/23

PERHITUNGAN EPS Contoh: Berdasarkan data PT Semen Gresik tahun 2006 dan 2007 sebelumnya, jika jumlah saham yang beredar di Tahun 2006 dan 2007 sama sebanyak 5,93 miliar, maka EPS dapat dihitung dengan: Laba bersih setelah bunga dan pajak EPS = Jumlah saham beredar 16/23 EPS 2006 = Rp1.295,52 / 5,93 = Rp218 EPS 2007 = 1.775,41 / 5,93 = Rp299 PERHITUNGAN EPS 17/23 EPS PT Semen Gresik tersebut juga dapat dihitung dengan: EPS = Laba bersih setelah bungadan pajak Jumlah modal sendiri X Jumlah modal sendiri Jumlah saham beredar EPS 2006 = (Rp1.295,52 / Rp5.499,61) x (Rp5.499,61 / 5,93) = Rp218 EPS 2007 = (Rp1.775,41 / Rp6.627,26) x (Rp6.627,26 / 5,93) = Rp299

PRICE EARNING RATIO (PER) Informasi PER (earning multiplier) mengindikasikan besarnya rupiah yang harus dibayarkan investor untuk memperoleh satu rupiah earning perusahaan. Rumus untuk menghitung PER adalah sebagai berikut: 18/23 D 1/E1 EPS = k - g dalam hal ini: D 1 /E 1 = tingkat dividend payout ratio yang diharapkan k = tingkat return yang disyaratkan g = tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan KOMPONEN PER 1. Dividend payout ratio (DPR) merupakan perbandingan antara dividen yang dibayarkan perusahaan terhadap earning yang diperoleh perusahaan. 2. Tingkat return yang disyaratkan (k) diperoleh dengan menjumlahkan tingkat return bebas risiko (risk-free rate) dan premi risiko yang disyaratkan investor. k = RF + RP = tingkat return bebas risiko + premi risiko 3. Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan (g), merupakan fungsi dari besarnya ROE dan tingkat laba ditahan perusahaaan (retention rate). g = ROE X tingkat laba ditahan = Laba bersih setelah bunga dan pajak X (1- DPR) Jumlah modal sendiri 19/23

ESTIMASI NILAI INTRINSIK SAHAM Estimasi nilai intrinsik saham dalam analisis perusahaan bisa dilakukan dengan memanfaatkan dua komponen informasi penting dalam analisis perusahaan, yaitu EPS dan PER (earning multiplier). 20/23 Secara matematis, hubungan tersebut tergambar sebagai berikut: P 0 = E 1 X PER = Estimasi EPS X PER Jika nilai intrinsik saham sudah berhasil diestimasi, langkah selanjutnya adalah membandingkan nilai intrinsik saham dengan harga pasarnya. ANALISIS PERUSAHAAN MENGGUNAKAN RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN 21/23 Informasi secara lengkap laporan keuangan perusahaan diperoleh pada laporan tahunan yang dipublikasikan perusahaan. Sumber-sumber lain umumnya menyajikan laporan keuangan perusahaan dengan format ringkasan, misalnya Indonesian Capital Market Directory (ICMD) yang dikeluarkan oleh Institute for Economics and Financial Research (ECFIN).

ANALISIS PERUSAHAAN MENGGUNAKAN RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN Contoh: Pada tahun 2002, PT Kedaung Indah Can Tbk mempunyai total aktiva sebesar Rp203 milyar dan total kewajiban sebesar Rp76 milyar. Berapakah ekuitas pemegang sahamnya? Jawab: Mengikuti identitas akuntansi, ekuitas pemegang saham Kedaung Indah Can adalah Rp203 milyar Rp76 milyar = Rp127 milyar. 22/23 DATA PER LEMBAR SAHAM DAN RASIO KINERJA Earning per Share (EPS) = Laba setelah pajak / Lembar saham beredar atau EPS = ROE x BVPS Book Value per Share (BVPS) = Ekuitas pemegang saham / Lembar sahan beredar Dividend per Share (DPS) = Dividen / Lembar saham beredar Price Earning Ratio (PER atau P/E) = Harga saham / EPS Price to Book Value (PBV atau P/B) = Harga saham / BVPS Dividend Payout = DPS / EPS Dividend Yield = DPS / Harga saham Net Profit Margin = Laba setelah pajak / Pendapatan. Return on Investment/ Return on Asset (ROI atau ROA) = Laba setelah pajak / Total aktiva. Return on Equity (ROE) = Laba setelah pajak / Ekuitas pemegang saham. 23/23