PEMODELAN ENTERPRISE ARCHITECTURE

dokumen-dokumen yang mirip
PEMODELAN ENTERPRISE ARCHITECTURE

RESUME JURNAL : PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI BERBASIS ZACHMAN FRAMEWORK PADA DISNAKERTRANS PROVINSI JAWA BARAT

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

Enterprise Architecture Planning

BAB 3 METODE PENELITIAN

MENGENAL FRAMEWORK ENTERPRISE ARCHITECTURE SISTEM INFORMASI UNTUK JASA BENGKEL MOBIL

BAB I PENDAHULUAN. sangat dibutuhkan. Sampai saat ini PT. XYZ masih belum memiliki pendefinisian

Bab III Analisa dan Kerangka Usulan

ABSTRACT. Keywords: Organization, Information System Modeling, Enterprise Architecture, Zachman Framework, Implementation of information technology

PENERAPAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING UNTUK PERENCANAAN PENGINTEGRASIAN PENGELOLAAN PROSES BISNIS (STUDI KASUS: PANGREUREUHAN TASIKMALAYA)

Perancangan Cetak Biru Teknologi Informasi

ENTERPRISE ARSITEKTUR PLANNING

PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI BERBASIS ZACHMAN FRAMEWORK PADA DISNAKERTRANS PROVINSI JAWA BARAT

ABSTRAK. Kata Kunci : Enterprise architecture, Zachman Framework, blueprint

Integrasi Zachman Framework dan TOGAF ADM (Architecture Development Method)

PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE

Bab 2 TINJAUAN PUSTAKA... 5

PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STMIK SUMEDANG. Oleh : Asep Saeppani, M.Kom. Dosen Tetap Program Studi Sistem Informasi S-1 STMIK Sumedang

Analisa Teori: Strategi IT Enterprise dengan Enterprise Architecture Planning (EAP)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDATAAN WARGA DAN IURAN MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA ZACHMAN

Bab 3 Metodologi Penelitian

ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERGURUAN TINGGI

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Sebelumnya 2.2 Arsitektur Enterprise

Bab I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

PERANCANGAN ARSITEKTUR INFORMASI UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI

DAFTAR ISI. Sampul... i. Halaman Judul... ii. Persetujuan Laporan Tugas Akhir... iii. Pengesahan Dewan Penguji... iv

DAFTAR ISI PRAKATA ARTI SINGKATAN

DAFTAR ISI. Halaman Judul...ii. Persetujuan Laporan Tugas Akhir...iv. Ucapan Terimakasih...viii. Abstrak...x. Daftar Isi...xi. Daftar Gambar...

Arsitektur Enterprise

BAB V PENUTUP BAB V PENUTUP

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2015

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

PENERAPAN BUSINESS SYSTEM PLANNING UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (Studi Kasus : Universitas Siliwangi)

Enterprise Architecture. Muhammad Bagir, S.E., M.T.I

III METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

ABSTRAK. ii Universitas Kristen Maranatha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

REKAYASA ALUR KERJA DAN ARSITEKTUR INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN BSP

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KOLABORASI INFORMASI UNTUK MENDUKUNG INTEGRASI SISTEM INFORMASI. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Perencanaan Sistem Informasi Evaluasi Diri Menggunakan Framework Zachman

RANCANGAN MODEL ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI SISTEM PERBANKAN DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA TOGAF

BAB I PENDAHULUAN I.1

Perancangan dan Evaluasi Framework Arsitektur Pengelolaan Kompetensi Dosen

PEMBUATAN ENTERPRISE ARCHITECTURE DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA ZACHMAN (Studi Kasus : Pimpinan Pusat Muhammadiyah )

PEMBUATAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA ZACHMAN DI MAJELIS PUSTAKA DAN INFORMASI PPMUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

(3) Keywords: KPPN Tasikmalaya, Architecture Enterprise, Information System, Enterprise Architecture Planning

Nelly Khairani Daulay

PENERAPAN BUSINESS SYSTEM PLANNING UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (Studi Kasus : Universitas X)

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI/TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN ZACHMAN FRAMEWORK (STUDI KASUS: PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KOTA SALATIGA)

PERANCANGAN ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI ENTERPRISE MENGGUNAKAN KERANGKA ZACHMAN PADA PT. SUMBER BUANA MOTOR

Keywords: Blueprint, EAP, Zachman Framework, UPT.PUSDASI

PERENCANAAN CETAK BIRU SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI BERBASIS E2AF DAN METODOLOGI EAP (Studi Kasus Universitas Muhammadiyah Surakarta)

ABSTRAK. Kata Kunci: Enterprise Architecture, Teknologi Informasi, TOGAF. Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Keywords : Blueprint IT, architecture enterprise, EAP, roadmap, information system

PEMODELAN ENTERPRISE ARCHITECTURE SISTEM INFORMASI AKADEMIK SMA PL DON BOSKO SEMARANG DENGAN FRAMEWORK ZACHMAN

PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE MENGGUNAKAN METODE TOGAF ADM (STUDI KASUS : RSUD Dr.SOEGIRI LAMONGAN)

PERANCANGAN ARSITEKTUR BISNIS PERGURUAN TINGGI DENGAN TOGAF (STUDI KASUS : POLITEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA)

BAB 3 METODE PENELITIAN

PENERAPAN ZACHMAN FRAMEWORK DALAM MERANCANG SISTEM PELAPORAN KERUSAKAN KOMPUTER

ABSTRAK. Kata Kunci : Analisis, Sistem Informasi, Aktivitas Bisnis, Inventory Control. vi UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

ABSTRAK. Kata Kunci: Proses Bisnis, Sistem Informasi, TOGAF Framework,. i Universitas Kristen Maranatha

PEMODELAN ARSITEKTUR ENTERPRISE UNTUK STRATEGI PENGELOLAAN APLIKASI BIDANG TANGGAP DARURAT BENCANA

PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE

ABSTRAK. Kata Kunci: Pemodelan Sistem Informasi Komisi Agen Pada AIA Financial, TOGAF, Proses Bisnis, UML. Universitas Kristen Maranatha

PEMODELAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA SMA NURUL IMAN PALEMBANG DENGAN ZACHMAN FRAMEWORK

Bab V Perancangan Model Ensiklopedia

PEMODELAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI TATA USAHA (STUDI KASUS: SMP NEGERI 7 JAMBI)

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI

PENERAPAN ZACHMAN FRAMEWORK DALAM MERANCANG SISTEM PELAPORAN KERUSAKAN KOMPUTER

ANALISIS DAN DESAIN SISTEM INFORMASI DIKLAT DI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BPK-RI BERDASARKAN BAKU MUTU ISO 9001:2000

Enterprise Architecture Planning Untuk Proses Pengelolaan Manajemen Aset Dengan Zachman Framework

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DENGAN UML (Studi Kasus: SMP N 1 Jambi)

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM DATABASE YANG TERINTEGRASI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO

PERENCANAAN MASTER PLAN PENGEMBANGAN TI/SI MENGGUNAKAN STANDAR COBIT 4.0 (STUDI KASUS DI STIKOM)

Perencanaan Strategis Sistem Informasi pada RSUD Taman Husada Bontang Menggunakan Zachman Enterprise Architecture Framework

ABSTRAK. Kata kunci: proses bisnis, Framework, TOGAF Framework. Universitas Kristen Maranatha

I. PENDAHULUAN. Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Volume 3, Nomor 1, Januari

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PADA LABORATORIUM KIMIA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

BAB IV ANALISA FASE TOGAF ADM

PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE DENGAN METODE ZACHMAN FRAMEWORK (STUDI KASUS : PT. MAJATERA)

SI402 Arsitektur Enterprise Pertemuan #4 Suryo Widiantoro, ST, MMSI, M.Com(IS)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENERAPAN KERANGKA KERJA ZACHMAN UNTUK MERANCANG SISTEM INFORMASI MONITORING PRODUKSI

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXV Program Studi MMT-ITS, Surabaya, 30 Juli 2016

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Pada Lembaga Pemerintahan Menggunakan Zachman Framework (Studi Kasus: DISHUBKOMBUDPAR Kota Salatiga)

PEMODELAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI TATA USAHA (STUDI KASUS: SMP NEGERI 7 JAMBI)

Pemodelan Data dan Proses Pengembangan Database

PENGEMBANGAN APLIKASI PENJUALAN SPAREPART DI BENGKEL ANUGRAH JAYA MOTOR BERBASIS DESKTOP

Transkripsi:

PEMODELAN ENTERPRISE ARCHITECTURE UNTUK SISTEM INFORMASI PELAYANAN PERIZINAN TERPADU (Studi Kasus : Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Tasikmalaya) Nena Nurdiana, Aradea, Rianto Jurusan Teknik Infromatika, Fakultas Teknik, Universitas Siliwangi Tasikmalaya Email: zuinena20@gmail.com ABSTRACT Architecture design of information system and technology is one of efforts the organization to increase competitiveness in various area, like education, governance, economic and other, where the information architecture is organizational resource were able to ensecure information system and technology according to information purpose. Integrated Licensing Service Office (KPPT) is one of Regional Organization (OPD) Tasikmalaya, coordinate and organize administration of integrated licensing, but some of system in KPPT is done by manual, not integrated with each other and it hasn t information strategic planning to development of information systems. Therefore, we need systems strategic planning of information systems and technology strategy for identifying what information the system will be used in accordance with the vision, mission and needs KPPT. Framework used in the strategic planning of information systems in KPPT Tasikmalaya s organization is Zachman Framework with methods Pereira and Sousa which is one of the methods used in the enterprise architecture modelling to define the function a complete information system design of a variety of subjects and perspectives. The results of strategic planning of information systems of KPPT prepared using the Zachman Framework with methods Pereira and Sousa and mapped in the form of tables of information systems strategic planning framework KPPT, furheremore the resulting information systems strategy are integrated using SOA approach. Keywords : Zachman Framework, Pereira and Sousa, Enterprise Architecture, SOA, KPPT. ABSTRAK Perancangan arsitektur sistem informasi dan teknologi merupakan salah satu upaya dalam suatu organisasi yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing di berbagai bidang, seperti bidang pendidikan, pemerintahan, ekonomi dan bisnis lainnya, dimana arsitektur informasi merupakan sumber daya dari organisasi yang mampu menjamin agar sistem informasi dan teknologi berjalan sesuai dengan tujuan informasi. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tasikmalaya yang bertugas melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan administrasi di bidang perizinan secara terpadu, namun kondisi sistem saat ini yang telah ada di KPPT Kabupaten Tasikmalaya sebagian masih bersifat manual, tidak terintegrasi satu sama lainnya serta belum ada perencanaan strategi informasi untuk pengembangan sistem informasi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan strategis sistem informasi untuk mengidentifikasi strategi dan teknologi apa yang akan digunakan sistem informasi tersebut sesuai dengan visi, misi serta kebutuhan KPPT Kabupaten Tasikmalaya. Framework yang digunakan dalam menyusun perencanaan strategis sistem informasi di lingkungan organisasi KPPT Kabupaten Tasikmalaya adalah Zachman Framework dengan metode Pereira dan Sousa yang merupakan salah satu cara kerja dari pemodelan enterprise architecture yang dapat mendefinisikan fungsi perancangan sistem informasi yang lengkap dari berbagai subjek dan perspektif. Hasil dari perencanaan strategis sistem informasi KPPT Kabupaten Tasikmalaya yang disusun dengan menggunakan Zachman Framework dengan metode Pereira dan Sousa dipetakan dalam bentuk tabel framework perancangan strategis sistem informasi KPPT, selanjutnya strategi sistem informasi yang dihasilkan diintegrasikan menggunakan pendekatan SOA. Kata kunci : Zachman Framework, Pereira dan Sousa, Arsitektur Enterprise, SOA, KPPT. I. PENDAHULUAN Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tasikmalaya yang bertugas melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan administrasi di bidang perizinan secara terpadu dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplikasi, keamanan dan kepastian, serta wajib menyusun perencanaan strategis sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan selama jangka waktu 5 (lima tahun) kedepan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan sistem informasi dan perencanaan atau blueprint teknologi informasi yang dapat membantu dalam menjalankan fungsi organisasi. Namun sistem yang telah ada di Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Tasikmalaya sebagian masih manual, dimana masing-masing bagian mempunyai sistem informasi sendiri dan tidak terintegrasi satu sama lainnya serta belum adanya perencanaan strategi sistem informasi untuk pengembangan sistem informasi. Hal ini menyebabkan terjadinya data yang tidak konsisten, tidak tersedianya informasi yang dibutuhkan dan tidak adanya integritas data sehingga perlu dilakukan pemodelan Enterprise Architecture untuk diterapkan di KPPT Kabupaten Tasikmalaya. Zachman Framework merupakan suatu pengklasifikasian arsitektur artifak dalam sistem secara formal dan terstruktur dengan baik hubungan perspektif pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan sistem (Sessions, 2007). Melihat latar belakang diatas, maka dilakukanlah penelitian dengan pembahasan Pemodelan Enterprise Architecture untuk Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu (Studi Kasus: Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Tasikmalaya) yang diharapkan dapat menjadi acuan 1

atau pedoman dalam perancangan arsitektur sistem informasi yang sesuai dengan fungsi bisnis dan kebutuhan bisnis KPPT Kabupaten Tasikmalaya. Batasan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Kerangka kerja pengembangan arsitektur informasi perusahaan dalam penelitian ini adalah menggunakan Zachman Framework dengan pendekatan Pereira dan Sousa. 2. Fungsi yang dimodelkan hanya fungsi bisnis yang tercantum dalam struktur organisasi, khususnya dalam bidang perizinan. 3. Proses analisis hanya fokus sampai pada bagian sistem model, kemudian penambahan pada teknologi model terhadap kolom data, proses, dan tanggung jawab. 4. Pengintegrasian sistem informasi yang dihasilkan menggunakan pendekatan Service Oriented Architecture (SOA). 5. Penelitian ini tidak melakukan implementasi dari hasil rekomendasi perancangan arsitektur. 6. Penelitian ini memilih lingkungan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Tasikmalaya sebagai objek studi kasus. Berdasarkan batasan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini yaitu, melakukan perancangan model dan menetapkan model arsitektur informasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Tasikmalaya dengan menggunakan kerangka kerja Zachman dengan target keluaran dari penelitian ini adalah blueprint teknologi informasi, untuk pedoman pengembangan sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan organisasi. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Tasikmalaya dapat memiliki blueprint, yaitu perancangan model dan model arsitektur sistem informasi sebagai acuan untuk mengembangkan sistem informasi yang sesuai dengan fungsi bisnis dan kebutuhan bisnis Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Tasikmalaya. II. LANDASAN TEORI A. Sistem Informasi KPPT Sistem informasi diartikan sebagai sebuah sistem yang terintegrasi secara optimal dan berbasis komputer yang dapat menghimpun dan menyajikan berbagai jenis data yang akurat untuk berbagai macam kebutuhan. Sebuah perusahaan atau organisasi dapat berkompetensi dengan perusahaan yang lain. (Soendoro & Haryanto, 2005). Sistem informasi KPPT merupakan sekumpulan elemen yang digabungkan dengan tujuan untuk mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan dan memastikan bahwa strategi sistem informasi tersebut selaras dengan strategi bisnis yang terdapat pada KPPT. B. Arsitektur Sistem Informasi Arsitektur sistem informasi merupakan Pemetaan atau rencana kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi (Turban, McLean, Wetherbe, 1999). C. Zachman Framework Zachman Framework merupakan salah satu kerangka kerja yang dipublikasikan oleh John Zachman pada tahun 1987 dalam tulisannya yang berjudul A Framework for Information System Architecture di IBM System Journal. Dalam kerangka kerja Zachman (Zachman Framework/ ZF) awalnya berupa struktur matriks 6 x 3, yang terdiri dari enam baris dan tiga kolom. Kerangka Kerja kemudian diperluas dan diformalisasikan oleh Sowa dan Zachman pada tahun 1992 dalam tulisannya yang berjudul Extending and Formalizing the Framework for Information Systems Architecture di IBM System Journal. Pada dasarnya kerangka kerja Zachman untuk arsitektur enterprise adalah sebuah skema yang digunakan utnuk mengelola artifak suatu enterprise. Pengertian artifak disini dapa berupa model, gambar, diagram, atau dokumen (Surendro, 2009). Gambar 1. Kerangka Kerja Zachman untuk Enterprise Architecture (Zachman, J.A, 1987) Dalam kerangka kerja zachman terdapat 6 kolom yaitu: 1. Data (What), berfokus pada relasi entitas. 2. Fungsi (How), berfokus pada proses dan fungsi termasuk input dan output yang dihasilkan. 3. Lokasi (Where), berfokus pada node-node dan link-link. 4. Orang (Who), berfokus pada kontributor (agen) pekerjaan yang terkait. 5. Waktu (When), berfokus pada waktu dan siklus. 6. Motivasi (Why), berfokus pada sasaran dan tujuan (ends) serta strategi atau metode (means). Terdapat 6 baris pada kerangka kerja Zachman yaitu: 1. Scope (planner s view) Mendefinisikan arah dan tujuan bisnis. Merupakan konteks atau batasan dari pengembangan sistem. 2. Enterprise Model (bussiness owner s view) Mendefinisikan bisnis yang ada saat ini, seperti proses bisnis yang ada. Mendefinisikan seluruh hal penting bagi perusahaan. 2

3. Model of pundamental concept (architect s designer view) Penjelasan dari enterprise model dan mendefinisikan hal-hal pundamental mengenai pengelolaan informasi dalam perusahaan. 4. Technology model (builder s view) Mendefinisikan bagaimana teknologi informasi berperan dalam pengelolaan informasi dalam perusahaan. 5. Detailed representation (subcontractor s view) Detail dari rencana pengembangan sistem. 6. Functioning enterprise (user s view) Sistem yang sudah jadi. D. Service Oriented Architecture (SOA) SOA adalah sebuah arsitektur aplikasi dimana semua fungsi, layanan- layanan didefinisikan menggunakan sebuah bahasa yang terdeskripsi dan dapat mengakses antarmuka yang dipanggil untuk melakukan proses-proses bisnis. Karakteristik SOA: 1. Service adalah komponen software yang secara baik terdefinisikan sebagai interface dan memiliki implementation independent atau tidak terkait pada software yang dibangun. 2. Service bersifat self-contained (menjalankan fungsi spesifik) dan loose-coupled (Implementasinya tidak terikat oleh sistem lainnya). 3. Service tersebut harus business oriented artinya setiap service yang didefinisikan harus melakukan suatu aktifitas bisnis tertentu. 4. Setiap service dapat dibuat dari service lainnya. III. METODOLOGI Alur analisis pada penelitian ini mengacu pada metode analisis arsitektur kebutuhan yang diterapkan oleh Pereira dan Sousa (2004). Metode Pereira dan Sousa merupakan salah satu metode yang menjelaskan langkah-langkah dari proses awal sampai akhir dalam melakukan penerapan kerangka kerja Zachman untuk perancangan arsitektur sistem informasi. Metode yang diterapkan oleh Pereira dan Sousa berupa notasi yang terdiri atas angka, huruf, dan tanda +. Pereira dan Sousa 2004 Distribusi Distribusi Refresentasi Inventori Mulai Pengumpulan Data Identifikasi Scope Inventori Tanggung Jawab Selesai Proses Pendefinisan Motivasi Motivasi Proses Proses Gambar 2. Metode Penelitian Pereira dan Sousa 2004 Tabel 1. Pendekatan Matriks Pemetaan Zachman Framework (Pereira dan Sousa, 2004) Scope (Planner) Enterprise Model (Owner) System Model (Designer) What Inventory (A,1 ) Inventory (G,2,A) Inventory (M.3,G) How Process (B,1) Procces (H,3,(B+G)) Process (N,4,H) Where Distribution (C,1) Distribution (I,4,(C+H)) Distribution (O,5,N) Who Responsibility (D,1) Responsibility (J,5,(D+I)) Responsibility (P,6,(J+N)) When Identifcation (E,1) Definiton (K,4,(E+H)) (Q,5,N) Why Motivation (F,1) Motivation (L,4,(F+H)) Motivation (R,5,(L+N)) Data Function Network People Time Motivation A. Identifikasi Scope Pada langkah ini dilakukan identifikasi awal berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan. Hasil identifikasi berupa deskripsi kondisi saat ini dan informasi yang berkaitan dengan inventori (A), proses (B), lokasi bisnis (C), tanggung jawab (D), timing (E), dan motivasi (F) yang dimiliki pada perusahaan. B. Inventori Seluruh entitas data utama yang telah diidentifikasikan pada langkah pertama didefinisikan melalui suatu pemodelan konseptual (G). C. Pendefinisan Proses dan Inventori Pada langkah ini dilakukan pendefinisian proses (H) berupa activity diagram sebagai alur berjalannya proses bisnis utama KPPT Kabupaten Tasikmalaya. Di samping itu, dibuat representasi inventori (G) berupa pemodelan Class Diagram yang dibuat oleh arsitek dari pengembangan Class Diagram pada baris enterprise model. D. Distribusi,, Motivasi, dan Proses Pada langkah ini dilakukan pendefinisian distribusi (I) berupa skema alokasi atau layout denah perusahaan yang menggambarkan desain topologi jaringan di KPPT Kabupaten Tasikmalaya. Selanjutnya, dilakukan pendefinisian timing (K) berupa rencana kegiatan KPPT Kabupaten Tasikmalaya. Kemudian, dialakukan pendefinisian motivasi (L) berupa daftar rencana target perusahaan yang melatarbelakangi adanya sistem informasi KPPT, khususnya yang dibutuhkan di KPPT Kabupaten Tasikmalaya, dan representasi proses (N) yang menunjukan alur perpindahan data pada setiap proses yang dilakukan sistem berupa use case. E. Distribusi,, Motivasi, dan Pendefinisan Tanggung Jawab Analisis berikutnya dengan merepresentasikan distribusi bisnis (O) berupa topologi jaringan yang diusulkan. Selanjutnya, representasi timing (Q) berupa alur state dari kalender kegiatan KPPT Kabupaten Tasikmalaya dengan estimasi waktu tertentu. Kemudian, dibuat representasi motivasi (R) berupa matriks hubungan proses yang dilakukan sistem informasi KPPT Kabupaten Tasikmalaya terhadap target yang diharapkan perusahaan dan pendefinisian kewajiban (J) berupa struktur organisasi KPPT Kabupaten Tasikmalaya. 3

F. Refresentasi Tanggung Jawab Langkah ini menunjukan representasi tanggung jawab (P) berupa use case yang menjelaskan task pengguna terhadap sistem. Kondisi jaringan di KPPT Kabupaten Tasikmalaya saat ini, digambarkan dalam topologi sebagai berikut: G. SOA pada Zachman Framework Gambar 3. SOA pada Zachman Framework (Jason, 2010) IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Eksisting KPPT Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan wawancara dan pengamatan Saat ini KPPT Kabupaten Tasikmalaya belum mempunyai blueprint SI/TI. Sebagai sebuah organisai perangkat daerah yang sedang berkembang, hal tersebut sangat diperlukan. Dengan adanya blueprint SI/TI, maka akan sangat membantu dalam pengembangan, yang nantinya akan berpengaruh pada peningkatan kualitas dari segi layanan terhadap keseluruhan aspek yang ada di KPPT Kabupaten Tasikmalaya. Pada saat penelitian ini dilakukan, di KPPT Kabupaten Tasikmalaya telah digunakan beberapa aplikasi sebagai berikut: Tabel 2. Daftar Aplikasi di KPPT Kabupaten Tasikmalaya No Nama aplikasi Deskripsi 1. Aplikasi perizinan 2. Aplikasi kepegawaian dan inventaris barang 3. Aplikasi penggajian 4. Aplikasi administrasi keuangan Aplikasi ini digunakan untuk menangani masalah pemrosesan surat izin. Aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan data pegawai KPPT Kabupaten Tasikmalaya beserta inventarisasi, aplikasi ini masih bersifat stand alone, menggunakan database Ms. Office Access 2007. Aplikasi untuk mengelola pengelolaan gaji atau honor pegawai, membuat laporan pengeluaran bulanan, tahunan dan menyusun formasi pegawai dan mutasi, menyusun daftar urutan kepangkatan, pengelolaan kenaikan pangkat dan gaji berkala. Pengelolaan proses pemberhentian dan cuti. Aplikasi untuk revisi anggaran keuangan, Penyusunan anggaran keuangan, Penyusunan perubahan daftar gaji, Mendokumentasikan daftar gaji bulanan. Gambar 4. Kondisi Jaringan di KPPT Kabupaten Tasikmalaya saat ini Untuk melaksanakan proses bisnisnya KPPT Kabupaten Tasikmalaya memiliki kalender kegiatan yang ditentukan setiap tahun. Dalam pelaksanaanya, kalender kegiatan KPPT Kabupaten Tasikmalaya sering berubah-ubah dikarenakan adanya kegiatan lain yang dapat merubah segala rencana pada kalender kegiatan. Untuk keputusan tetap berada pada ketua KPPT. Dari sisi motivasi KPPT Kabupaten Tasikmalaya telah memiliki visi, misi dan tujuan sampai motto yang telah diterapkan yang menjadi landasan dalam mencapai keseluruhan. B. Penerapan Zachman Framework Hasil analisis kondisi eksisting KPPT Kabupaten Tasikmalaya, menimbulkan pemikiran bahwa salah satu hal penting yang harus diselesaikan adalah bagaimana menyediakan arsitektur data skala enterprise untuk KPPT Kabupaten Tasikmalaya dan bagaimana mewujudkan bentuk pengelolaan data yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan tersebut. Untuk itu dilakukan penelitian dengan menggunakan Zachman Framework dengan menggunakan pendekatan Pereira dan Sousa (2004) didapat hasil seperti pada Tabel 3. 4

Tabel 3. Pemetaan Matrik Zachman Framework KPPT Kabupaten Tasikmalaya dengan menggunakan pendekatan Pereira dan Sousa (2004) 1. Implementasi Data Dari hasil analisis implementasi data didapat serangkaian entitas data dari proses utama, sebagai berikut: Tabel 4. Daftar Kandidat Entitas Entitas bisnis Entitas Pendaftaran Permohonan Surat Izin Entitas Pemrosesan Entitas Penetapan dan Pengesahan Entitas Penerbitan Entitas Layanan Informasi dan Pengaduan Entitas Data 1. Entitas pemohon 2. Entitas loket informasi 3. Entitas seksi informasi dan pendaftaran 4. Entitas informasi persyaratan 5. Entitas informasi biaya restribusi 6. Entitas bukti penerimaan dokumen 1. Entitas pemohon 2. Entitas loket penerimaan 3. Entitas bagian proses 4. Entitas sistem komunikasi 5. Entitas SDM 6. Entitas formulir 7. Entitas format akses 8. Entitas dokumen 9. Entitas administrasi 10. Entitas resi penerimaan berkas 11. Entitas surat penolakan 1. Entitas kepala KPPT 2. Entitas dokumen 3. Entitas alat pengaman anti pemalsuan dokumen 4. Entitas tanda tangan 5. Entitas surat izin 1. Entitas tim teknis 2. Entitas surat izin 3. Entitas dokumentasi 4. Entitas pengarsipan 5. Entitas loket pengambilan 6. Entitas biaya 7. Entitas pemohon 1. Entitas pemohon 2. Entitas loket pengaduan 3. Papan informasi pengaduan 4. Entitas seksi layanan informasi dan pengaduan Gambar 5. Class Diagram Pemrosesan 2. Implementasi Aplikasi Dari daftar kanditat entitas yang telah diperoleh, dapat ditetapkan kebutuhan implementasi aplikasi, bahwa aplikasi harus dapat menangani 5 area proses bisnis utama, yaitu proses pendaftaran permohonan surat izin, proses pemrosesan surat izin, proses penetapam dan pengesahan surat izin, proses penebitan surat izin dan proses layanan informasi dan pengaduan, yang dispesifikasikan menjadi 17 aplikasi. 3. Implementasi Teknologi Dari hasil observasi lapangan mengenai denah lokasi dan skema jaringan KPPT Kabupaten Tasikmalaya, maka diusulkan infrastruktur jaringan untuk KPPT Kabupaten Tasikmalaya adalah dengan menggunakan topologi VLAN dan DMZ. 5

VLAN 10 VLAN 20 VLAN 30 VLAN 40 VLAN 50 VLAN 60 RT01 : Router Mikrotik SWM01 : Switch Manageable Back Office SWM02 : Switch Manageable Kasie SV1 : Server Proxy SV2 : Server E-Mail SV3 : Server Web SV4 : Server Database AP01 : Access Point Back Office AP02 : Access Point Kasie PC1 PC2 R. BO R. TU PC10 PC9 PC11 PC4 PC5 PC3 PC12 PC113 proses bisnis tersebut yang dikeluarkan langsung oleh Kepala KPPT. Untuk mengetahui sejauh mana visi dan misi KPPT Kabupaten Tasikmalaya, perlu adanya realisasi monitoring yang di dalamnya terdapat CSF dan KPI. VLAN 70 (Wireless) AP01 SWM01 R. FO PC6 C. Integrasi SI Menggunakan SOA 1. Kolom Data (What) RT01 Modem ADSL Firewall PC7 PC8 Firewall AP02 SWM02 R. DATA R. KASIE R. KASIR SV1 SV1 SV1 SV1 DE-MILITARIZED ZONE PC14 PC15 PC16 PC17 PC18 PC19 Gambar 6. Topologi yang diusulkan dengan menggunakan VLAN dan DMZ KPPT PC20 4. Implementasi User Use case diagram untuk fungsi bisnis utama kegiatan KPPT Kabupaten Tasikmalaya dapat dilihat pada Gambar 6. Use case mendefinisikan aktor dan bagaimana mereka berinteraksi dengan layanan sistem. Aktor yang terlibat dan menggunakan layanan sistem adalah seksi informasi dan pendaftaran, seksi data dan pengolahan perizinan, kepala KPPT, seksi penerbitan dan dokumentasi, seksi layanan dan informasi pengaduan serta pemohon. Gambar 8. Arsitektur Integrasi What 2. Kolom Activities (How) Formulir Permohonan Informasi Persyaratan Informasi Biaya Restribusi Seksi Informasi dan Pendfataran Bukti Penerimaan Dokumen Administrasi Izin Resi Penerimaan Resi Penolakan Seksi Data dan Pengolahan Perizinan Gambar 9. Arsitektur Integrasi How 3. Kolom Location (Where) Pemohon Penetapan Surat Izin Pengesahan Surat Izin Kepala KPPT Dokumentasi Pengarsipan Seksi Penerbitan dan Dokumentasi Layanan Informasi Layanan Pengaduan Seksi Layanan informasi dan Pengaduan Gambar 7. Use Case Diagram Fungsi Bisnis Utama KPPT Kabupaten Tasikmalaya 5. Implementasi waktu dan motivasi Adanya pelaksanaan kegiatan yang tidak di rencanakan dalam kalender kegiatan, membuat tidak konsistennya kalender kegiatan. Dengan demikian perlu dibuat kebijakan yang mengatur berlangsungnya Gambar 10. Arsitektur Integrasi Where 6

V.KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Penelitian ini dilakukan penerapan kerangka kerja Zachman yang menghasilkan kerangka dasar analisis kebutuhan berupa cerita atau narasi dan beberapa diagram pemodelan data kebutuhan serta prototipe pada proses bisnis utama Kegiatan KPPT Kabupaten Tasikmalaya dengan menggunakan metode Pereira dan Sousa sebagai langkah-langkah dalam mengerjakan tiap kolom dan baris pada kerangka kerja Zachman. 2. Perancangan arsitektur sistem informasi KPPT Kabupaten Tasikmalaya secara lengkap dapat mendefinisikan sistem dan teknologi informasi yang sedang berjalan dan akan menjadi dasar bagi pengembangan, pengelolaan dan penggunaan sistem informasi agar sesuai dengan misi KPPT Kabupaten Tasikmalaya dalam mendukung pencapaian tujuan-tujuan bisnis enterprise ini. 3. Model yang direkomendasikan untuk kebutuhan integrasi layanan yang telah terdefinisi di dalam katalog proses bisnis, adalah dengan pendekatan SOA. B. Saran 1. Perancangan arsitektur sistem informasi akan mendapatkan dampak yang lebih baik jika mencakup dan melibatkan seluruh bagian KPPT Kabupaten Tasikmalaya. 2. Perancangan Arsitektur sistem informasi ini harus selalu dikelola dan di evaluasi untuk mengikuti kebutuhan fungsi bisnis yang diperlukan di KPPT Kabupaten Tasikmalaya. 3. Penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan, diantaranya dalam pengembangan tidak dilakukan keseluruhan sel pada Kerangka Kerja Zachman. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat membahas keseluruhan 6 baris perspektif dan 6 kolom data pada sel Kerangka kerja zachman dan dapat lebih baik dari yang sudah ada saat ini. http://www.researchgate.net/publication/228594 241_A_method_to_define_an_enterprise_Archit ecture_using_the_zachman_framework/file/60b 7d51eebc1418037.pdf[20 Mei 2014]. Surendro, K, 2009. Pemanfaatan Enterprise Architecture Planning Untuk Perencanaan Strategis Sistem Informasi. Jurnal Teknik Informatika. Surendro, K. 2009. Pengembangan Rencana Induk Sistem Informasi. Bandung: Informatika. Session R. 2007. Comparison Of The Top Four Enterprise Architecture methodologies. http://www.scribd.com/doc/65148369/a- Comparison-Of-The-Top-Four-Enterprise- Architecture-methodologies[13 Juni 2014] Turban, McLean & Wetherbe. 1999. Information Technology for Management Making Conections form strategis advantage. 2nd Edition, John Wiley & Sons, Inc Witarto. 2004. Memahami Sistem Informasi Pendekatan Praktis Rekayasa Sistem Informasi Melalui Kasus-Kasus Sistem Informasi di Sekitar Kita. Bandung: Informatika Bandung. Zachman JA. 1987. A Framework Form Information Systems Architecture. IBM System Journal 26(3): 276-292. Jason. 2010. Service Oriented Architecture-Concepts, Technology and Design. Prentice Hall. DAFTAR PUSTAKA Aradea. 2007. Diktat Kuliah Konsep dan Perancangan Basis Data. Tasikmalaya: Fakultas Teknik Universitas Siliwangi. KPPT. 2012. Penyusunan Grand Design PPT dan Penguatan Kelembagaan PPT. Tasikmalaya: Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Tasikmalaya. Andriani, Dini. 2014. Penerapan Zachman Framework Pada Perancangan Arsitektur Sistem Informasi Pondok Pesantren. Skripsi, tidak diterbitkan. Tasikmalaya: Fakultas Teknik Universitas Siliwangi. Jogiyanto, HM. 2005. Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis.Yogyakarta: Andi. Pereira CM, Sousa P. 2004. A Method to define an enterprise architecture using Zachman Framework. 7