LAPORAN. PengelolaandanPelayananInformasiPublik Tahun2013. DirektoratJenderalPrasaranadanSaranaPertanian KementerianPertanianRepublikIndonesia

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN. PenyediaandanPengelolaanInformasiPublik Tahun2015. DirektoratJenderalPrasaranadanSaranaPertanian KementerianPertanianRepublikIndonesia

LAPORAN. PengelolaandanPelayananInformasiPublik Tahun2014. DirektoratJenderalPrasaranadanSaranaPertanian KementerianPertanianRepublikIndonesia

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK

LAPORAN PPID BALAI EMBRIO TERNAK CIPELANG TAHUN 2016

Pelayanan Informasi Publik

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN GIANYAR

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR LAMPUNG,

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAAN 1 PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PELAYANAN INFORMASI PUBLIK Sarana dan Prasarana Pelayanan Informasi Publik.

MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK

LAPORAN TAHUNAN PENYELENGGARAAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) TAHUN 2015

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 132/PMK.01/2012 TENTANG

LAPORAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN Daerah Istimewa Yogyakarta

LAPORAN PELAYANAN INFORMASI PUBLIK TAHUN 2015 PPID PPATK

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Tahun 2016

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI PUBLIK (PPID) PELAKSANA UPT TAHUN 2012

I. Kebijakan Pelayanan Informasi Publik

KATA PENGANTAR. SUTADI, M.Si. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Pemerintah Kota Balikpapan

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 351 TAHUN 2011 TENTANG DAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 351 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG KEPUTUSAN

2011, No Tata Cara Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 3

`````````````````` LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) PEMBANTU PELAKSANA

I. Kebijakan Pelayanan Informasi Publik

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN

Pelayanan Informasi Publik

non pemerintah/ swasta yang dananya bersumber dari dana publik, baik APBN/ APBD, sumbangan masyarakat, maupun dari luar negeri.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

MEKANISME PELAYANAN INFORMASI DI BADAN LITBANGKES. Muhammad Rijadi, SKM, MScPH. Kepala Bagian IPD Sekretariat Badan Litbangkes

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) PELAKSANA PPID PEMBANTU PELAKSANA DAN PPID PELAKSANA UPT BADAN LITBANG PERTANIAN TAHUN 2013

LAPORAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK RSUD Dr. SOETOMO TAHUN 2016

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK

PERATURAN KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2013

LAPORAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PPID PEMBANTU BKPMPT PROVINSI BANTEN TAHUN 2014

KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI PUBLIK (PPID) PELAKSANA UPT TAHUN 2014

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 351 TAHUN 2011 TENTANG PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

LAPORAN PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) PELAKSANA PPID PEMBANTU PELAKSANA DAN PPID PELAKSANA UPT BADAN LITBANG PERTANIAN TAHUN 2015

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMNAS HAM. Informasi. Publik. Pelayanan.

Standar Operasional Prosedur (SOP) LAYANAN PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN PUBLIK (PPID) KEMENTERIAN AGAMA

DAFTAR ISI GAMBARAN UMUM KEBIJAKAN PELAYANAN INFORMASI DI BPTP JAKARTA Sarana dan Prasarana Pelayanan Informasi Publik... 4

MONITORING DAN EVALUASI PENERAPAN UU KIP DI PEMERINTAH KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA BARAT TAHUN 2016 KELENGKAPAN STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publ

Pengelolaan Layanan Informasi Publik PPID Badan Litbang Pertanian

LAPORAN PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI TAHUN 2012

BERITA DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 28 TAHUN 2011 PERATURAN WALIKOTA SALATIGA NOMOR 28 TAHUN 2011 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Laporan PPID SMK SMAK Padang Triwulan I Tahun

LAPORAN TAHUNAN PENYELENGGARAAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK TAHUN 2016 PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID)

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2014

KATA PENGANTAR. Jakarta, Agustus 2015 Sekretaris Direktorat Jenderal, Abdul Madjid

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PPID UTAMA MONITORING DAN EVALUASI PENERAPAN UU KIP DI PPID PEMBANTU DAN SATKER PENDIDIKAN TAHUN 2017 KELENGKAPAN STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI ( PPID ) KABUPATEN SAMPANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID)

- 1 - MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN PERKEMBANGAN PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) PELAKSANA DI SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MEDAN (STPP MEDAN)

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 N

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2012

LAPORAN PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI TAHUN 2013

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG

BAB I PENDAHULUAN B. MAKSUD DAN TUJUAN

WALIKOTA MADIUN WALIKOTA MADIUN,

2012, No

Hasil Evaluasi Pelaksanaan Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

Laporan Tahunan Layanan Informasi Publik Tahun Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Laporan Tahunan LAYANAN INFORMASI PUBLIK

LAPORAN TAHUNAN PELAYANAN INFORMASI PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2016

MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA PERATURAN

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN

LAPORAN KINERJA PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) SEMESTER I PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR

DAFTAR INFORMASI PUBLIK KATEGORI INFORMASI BERKALA BALAI DIKLAT INDUSTRI JAKARTA

Implementasi KIP di Kementerian PUPR 2015 KATA PENGANTAR

KEMENTERIAN PARIWISATA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID)

PPID UTAMA MONITORING DAN EVALUASI PENERAPAN UU KIP DI PPID PEMBANTU & SATKER PENDIDIKAN TAHUN 2017

2. Tujuan dilahirkannya UU. No. 14 Tahun 2008 adalah: menjamin hak warga negara utk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan

MEMUTUSKAN: : PERATURAN BUPATI TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

2011, No Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 N

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK TAHUN 2016

STANDART OPERASIONAL PELAYANAN PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) PEMERINTAH KECAMATAN GLENMORE

PENGADILAN NEGERI BUNTOK KELAS II

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA BANDUNG,

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2012

I. Kebijakan Pelayanan Informasi Publik

Penguatan PPID Kementerian Perhubungan dalam pelaksanaan UU KIP. By : Henny S. Widyaningsih

KETERBUKAAN INFORMASI Manfaat bagi Negara dan Masyarakat. Abdul Rahman Ma mun Ketua KOMISI INFORMASI Pusat

WALIKOTA PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PARIAMAN NOMOR 15 TAHUN 2017 TENTANG

LAPORAN TAHUNAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK

Standar Layanan Informasi Publik

No.914, 2014 KEMENBUMN. Informasi. Dokumentasi. Pengelolaan. Pedoman.

Transkripsi:

LAPORAN PengelolaandanPelayananInformasiPublik Tahun2013 DirektoratJenderalPrasaranadanSaranaPertanian KementerianPertanianRepublikIndonesia

I. LATAR BELAKANG Era keterbukaan menuntut Badan Publik termasuk Direktorat Jenderal Prasarana dana Sarana Pertanian untuk memberikan informasi publik sebagai implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Keberadaan Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sangat penting sebagai landasan hukum yang berkaitan dengan : 1. Hak setiap orang untuk memperoleh informasi; 2. Kewajiban badan publik menyediakan dan melayani permintaan informasi secara cepat, tepat waktu,biaya ringan/proposional dan sederhana; 3. Pengecualian bersifat ketat dan terbatas; 4. Kewajiban badan publik membenahi sistem dokumentasi dan pelayanan informasi. Mekanisme pelayanan dan pelaksanaan prinsip keterbukaan akan tercipta pemerintahan yang baik dengan peran serta masyarakat yang transparan dan akutanbilitas. Dengan membuka akses publik terhadap informasi diharapkan Badan Publik termotivasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi pada pelayanan rakyat yang sebaik-baiknya, guna terciptanya good governance (pemerintahan yang baik) Dengan adanya Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), maka kementerian pertanian khususnya Direktorat enderal prasarana dan sarana pertanian sebagai salah satu badan publik juga wajib membangun dan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi untuk pengelolaan informasi publik secara baik dan efisien sehingga layanan informasi dapat diakses dengan mudah. Setiap badan publik perlu melakukan pengelolaan informasi dengan mudah dan dokumentasi yang dapat menjamin penyediaan informasi dengan mudah, cermat, cepat dan akurat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2010 tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) maka kementerian pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32/Permentan/OT.140/5/2011 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik di lingkungan Kementerian Pertanian.

Tugas Pelaksanaan Pengelolaan dan pelayanan informasi publik di lingkungan Kementerian Pertanian dilakukan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama, PPID Pelaksanan Unit Eselon I, PPID pelaksana UPT dan PPID Pembantu Pelaksana sesua dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2678.1/Kpts/OT.160/5/2011. Lebih lanjut PPID Utama dan PPID Pelaksana wajib melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan informasi publik, sebagaimana diatur melalui Keputusan Kepala Biro Hukum dan Informasi Publik selaku PPID Utama Nomor 116/Kpts/RC.200/A.3/II/2012 tentang Panduan Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan Untuk Pengelolaan Dan Pelayanan Informasi Publik Pada Kementerian Pertanian. a. Kebijakan Dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pelayanan Informasi dan dokumentasi di Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mengacu pada Peraturan Perundang-Undangan sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian; 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik; 4. Peraturan Menteri Pertanian 32/Permentan/OT.140/5/2011 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik di lingkungan Kementerian Pertanian; 5. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 41/Permentan/OT.140/6/2012 tentang Uji Konsekuensi Informasi Publik di Lingkungan Kementerian Pertanian; 6. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2678.1/Kpts/OT.160/5/2011 tentang Penunjukkan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama dan PPID Pelaksana Unit Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian 7. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 105/Kpts/HK.060/1/2013 tentang Informasi Publik yang di kecualikan di lingkungan Kementerian Pertanian. 8. Peraturan Komisi Informasi Pusat Nomor 1 Tahun 2010 tenyang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik; 9. Peraturan Komisi Informasi Puysat Nomor 2 Tahun 2010 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik.

10. Keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor 19/Kpts/OT.160/B/8/2011 tentang Pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi PPID (Pembantu Pelaksana) di Lingkup Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. b. Sarana dan Prasarana Pengelolaan dan pelayanan informasi publik di Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian masih di lakukan di unit eselon II, serta belum tersedianya ruangan khusus pelayanan informasi (desk Counter) sarana prasarana pendukung (meja, kursi, perangkat komputer dll) sehingga pemberian pelayanan dilaksanakan oleh unit kerja yang secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui Sub Bagian Hukum dan Humas Sekretariat Direktorat Jenderal PSP sesuai tugas dan fungsinya. c. Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Dalam melaksanakan pengelolaan dan pelayanan informasi publik di lingkungan Direktorat Jenderal PSP berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2678.1/Kpts/OT.160/5/2011 telah ditunjuk Kepala Bagian Umum Sekretariat Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian sebagai PPID pelaksana Unit Eselon I di Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Untuk membantu kelancaran pelaksanaan tugas PPID pelaksana telah di tetapkan Keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor 19/Kpts/OT.160/B/8/2011 tentang Pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Deokumentasi PPID (Pembantu Pelaksana) dilingkup Ditjen PSP. d. Anggaran Dukungan Anggaran kegiatan untuk pelaskanaan keterbukaan informasi publik lingkup Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. a. Tahun 2012 belum dialokasikan anggaran; b. Tahun 2013 belum dialokasikan anggaran; c. Tahun 2014 sudah di alokasikan anggaran untuk kegiatan PPID.

II. PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI a. Pengumpulan dan Pengeolahan Dokumen Pengelolaan informasi publikdi Direktorat Jenderal Prasarana dan sarana pertanian secara umum belum terpusat, sehingga informasi publik masih tersebar pada masing-masing Direktorat dan Bagian di Lingkup Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian yang secara umum masih di buat dalam bentuk Hard Copy dan Soft Copy Pengelolaan dan pelayanan informasi publik dilakukan secara langsung face to face dengan pemohon dengan memberi penjelasan seputar kegiatan Direktorat Jenderal PSP dan memberikan bahan hard copy dan soft copy, serta dilakukan juga secara online melalui website Ditjen PSP www.ditjenpsp.co.id b. Daftar Dokumen Informasi Publik Yang di Kuasai. Daftar informasi publik yang dikuasai oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian sebagai berikut : 1. Informasi yang disediakan dan di umumkan secara berkala dapat di akses oleh masyarakat melalui website melalui website www.ditjenpsp.co.id yang meliputi informasi tentang profil organisasi seperti visi misi, struktur organisasi, tujuan, kebijakan, program, regulasi, laopran kegiatan (bulanan, tahunan). 2. Informasi yang di umumkan secara serta merta sampai dengan saat pelaporan (maret 2013) penanganannya masih dalam pengumpulan dari masing-masing Direktorat lingkup Ditjen PSP untuk di apload pada website Ditjen PSP. 3. Informasi yang tersedia setiap saat dapat di berikan kepada pemohon informasi publik secara perorangan maupun organisasi/lembaga/badan publik yang datang secara langsung ke kantor Ditjen PSP meliputi Peraturan yang berkaitan dengan Ditjen PSP seperti : - Visi Misi Ditejen PSP berserta Susunan Struktur Organisasinya - Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan pertanian Pangan berkelanjutan; - Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2011 Tentang Penetapan Dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; - Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2012 tentang Insentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

- Peraturan pemerintah Nomor 25 Tahun 2012 tentang Sitem Informasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; - Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2012 tentang Pembiayaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. - Peraturan Menteri Pertanian Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 07/Permentan/Ot.140/2/2012 Tentang Pedoman Teknis Kriteria Dan Persyaratan Kawasan, Lahan, Dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan - Pedum Ditjen PSP TA. 2013 - Program /Kegiatan Ditjen PSP pertahun anggaran - Laporan Keuangan - Laporan kegiatan Ditjen PSP - Neraca Anggaran kegiatan Ditjen PSP dll. 4. Informasi yang di kecualikan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 105/Kpts/HK.060/1/2013 tentang Informasi Publik yang di kecualikan di lingkungan Kementerian Pertanian bahwa telah ditetapkan bahwa Laporan pengawasan pupuk/pestisida yang masih dalam proses, Dokumen pendaftaran pupuk/pestisida yang masih dalam proses, proses ijin percobaan pestisida, Data Pengusul BLM PUAP, Laporan keuangan bantuan sosial yang belum diaudit oleh BPK. c. Identifikasi, Titik Kritis Pengelolaan Informasi Publik 1. Penyiapan Informasi Informasi tersebar, prosedur pengelolaan birokrasi yang panjang, keterbatasan jumlah literatur atau informasi, kekurangan SDM yang Khusus, SOP belum ada. 2. Klasifikasi Informasi Belum adanya panduan dasar klasifikasi data informasi pertanian serta kurangnya pemahaman petugas. 3. Penyimpanan Informasi Belum semua data dan informasi di backup dalam bentuk soft copy belum di simpan dalam standar TIK, ruang/space yang terbatas. 4. Pengamanan Informasi Belum adanya area dan akses dalam data informasi sehingga informasi yang harus diamankan dan bagaimana caranya belum ada pengamanan secara khusus.

III. PELAKSANAAN PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI a. Pelayanan Informasi Publik Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian telah membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu Pelaksana di lingkungan Unit Kerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian melalui Keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor : 19/Kpts/OT.160/B/8/2011. PPID Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian bertugas dan bertanggung jawab dalam melakukan pelayanan informasi yang meliputi proses penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan dan pelayanan informasi. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, PPID berwenang: 1. Mengkoordinasikan setiap Unit/Satuan Kerja di Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian dalam melaksanakan pelayanan informasi publik. 2. Memutuskan suatu informasi dapat diakses publik atau tidak, 3. Menolak permohonan informasi secara tertulis apabila informasi yang dimohon termasuk informasi yang dikecualikan/rahasia dengan disertai alasan serta pemberitahuan tentang hak dan tata cara bagi pemohon untuk mengajukan keberatan atas penolakan tersebut. 4. Menugaskan Pejabat Fungsional dan/atau petugas informasi dibawah wewenang dan koordinasinya untuk membuat, memelihara, dan/atau memutakhirkan daftar informasi secara berkala sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan dalam hal Badan Publik memiliki pejabat fungsional dan/atau petugas informasi. Direktorat Jenderal PSP merupakan badan publik yang membangun dan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi untuk mengelola informasi publik secara efisien dan efektif. Oleh karena itu, dalam melaksanakan pelayanan informasi publik sebagaimana diamanatkan di dalam UU KIP, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian telah menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor : 19/Kpts/OT.160/B/8/2011, tentang Pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu Pelaksana di Lingkup Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun Anggaran 2011. Terbitnya keputusan Dirjen PSP tersebut merupakan acuan bagi unit dan satuan kerja di lingkungan

Direktorat Jenderal PSP untuk menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik. Pengelolaan informasi publik pada unit Kerja Direktorat Jenderal Prasrana dan Sarana pertanian meliputi : - Visi Misi Ditejen PSP berserta Susunan Struktur Organisasinya - Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan pertanian Pangan berkelanjutan; - Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2011 Tentang Penetapan Dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; - Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2012 tentang Insentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; - Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2012 tentang Sitem Informasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; - Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2012 tentang Pembiayaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. - Peraturan Menteri Pertanian Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 07/Permentan/Ot.140/2/2012 Tentang Pedoman Teknis Kriteria Dan Persyaratan Kawasan, Lahan, Dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan. - Pedum Ditjen PSP TA. 2013. - Program /Kegiatan Ditjen PSP pertahun anggaran. - Laporan Keuangan. - Laporan kegiatan Ditjen PSP - Neraca Anggaran kegiatan Ditjen PSP dll. - pelayanan pendaftaran pupuk dan izin percobaan perstisida ( dilakukan oleh staf direktorat Pukpes) Pelayanan di lakukan oleh petugas di Unit eselon II dan Sub Bagian Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian terhadap pemohon yang datang secara langsung ke kantor maupun interaksi online.

DAFTAR PPID PELAKSANA DAN PPID PEMBANTU PELAKSANA DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN No. Unit PPID 1. Sekretariat Direktorat Kepala Bagian Umum 2. Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan Kepala Sub Bagian Tata Usaha 3. Direktorat Pengelolaan Air Irigasi Kepala Sub Bagian Tata Usaha 4. Direktorat Pupuk dan Pestisida Kepala Sub Bagian Tata Usaha 5. Direktorat Alat dan Mesin Pertanian Kepala Sub Bagian Tata Usaha 6. Direktorat Pembiaaan Pertanian Kepala Sub Bagian Tata Usaha Permohonan Informasi Publik yang masuk ke PPID di lingkungan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian tahun 2013 adalah sebagai berikut : 1. Jumlah permohonan informasi publik adalah sebanyak 4 permohonan; 2. Dari 4 permohonan informasi publik yang masuk, 4 permohonan dikabulkan sepenuhnya; 3. Waktu rata-rata yang diperlukan dalam memenuhi permohonan informasi publik selama tahun 2013 adalah 1 hari kerja. b. Kekurangan dan Hambatan Pelayanan 1. Belum adanya mekanisme dalam pengelolaan informasi publik di unit kerja Direktorat Jenderal Parasarna dan Sarana Pertanian, sehingga koordinasi PPID/SDM baik antar bagian dalam unit kerja pada umumnya belum berjalan dengan baik. 2. Belum sepenuhnya SDM, PPID Pembantu Pelaksan dan Petugas Pengelola Pelayanan Informasi di unit kerja eselon II mengerti pola keterbukaan informasi publik. 3. Sumber daya manusia yang ada belum sepenuhnya mempunyai kompetensi hardskill (komunikasi tatap muka dan kemampuan berbahasa inggris) dan softskill (bertanggung jawab, kesabaran, inisiatif, team work, loyal dll) 4. Belum adanya pencatatan publik yang menggunakan sistem informasi karena masih bersifat manual yaitu menggunakan buku tamu di samping itu belum menggunakan formulir layanan baku;

5. Belum adanya sarana dan prasarana pendukung seperti ruangan khusus pelayanan Informasi publik, SOP sehingga pemberian pelayanan dilakukan secara langsung oleh masing-masing unit kerja; 6. Pengelolaan Informasi dan dokumentasi pada unit kerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian belum di dukung dengan anggaran khusus PPID. IV. SARAN DAN KESIMPULAN a. Saran Tata kelola pemerintahan yang demokratis, didalamnya harus mencakup pelayanan informasi publik. Dengan adanya Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), maka Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana pertanian sebagai salah satu badan publik juga wajib membangun dan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi untuk pengelolaan informasi publik secara baik dan efisien sehingga layanan informasi dapat diakses dengan mudah. Setiap badan publik perlu melakukan pengelolaan informasi dengan mudah dan dokumentasi yang dapat menjamin penyediaan informasi dengan mudah, cermat, cepat dan akurat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian sebagai badan publik diharapkan dalam pengelolaan informasi publik lebih sentralistik berada pada unit kerja yang mengelola dan mendokumentasikan informasi sehingga pemberian informasi akan lebih tertib dan terindentifikasi serta menganggarkannya dalam DIPA Ditjen PSP. b. Kesimpulan Keterbukaan informasi publik merupakan salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggarakan negara yang terbuka dan transparan untuk memberikan informasi kepada publik sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Mengingat akan pentingnya pengaruh keterbukaan informasi publik dengan output pekerjaan pada Ditjen PSP, diharapkan agar pengelolaan informasi di lingkungan kementerian pertanian khususnya Ditjen PSP agar lebih memaksimalkan lagi pengelolaan dan pendokumentasian informasi publik.