Teori Barang Publik (II) Sayifullah, SE, M.Akt sayiful1@gmail.com Materi Presentasi Teori Samuelson Teori Anggaran 1
Teori Samuelson Teori yg menyempurnakan teori pengeluaran pemerintah dgn sekaligus menyertakan barang swasta. Adanya barang publik, menurut Samuelson, tidak berarti bahwa perekonomian tidak dapat mencapai kondisi pareto optimal atau tingkat kesejahteraan yg optimal. Barang swasta Barang swasta Barang swasta P T 3 T T 4 T 1 T 8 T 5 T 2 T 7 T 6 M D E L R1 L R3 L 2 L 1 P Barang publik L 2 L 1 L 2 G L 1 Y Panel A D L R2 L R1 L R3 Barang publik L S1 L S2 Kurva PP : Kemungkinan produksi barang publik & swasta Kurva L R : Kurva indiferens individu R Kurva L S : Kurva indiferens individu S Kurva DGD : Kombinasi barang publik dan swasta bagi S Kurva MYM : Kombinasi barang publik dan swasta bagi S Panel B Panel C M Barang publik Bila pemerintah menyediakan b. publik yaitu L 1, maka b. publik yg tersedia bg R dan S adlh sama yaitu L 1. sedangkan b. swasta yg tersedia yaitu T. Di panel B, mk R mengkonsumsi b. swasta sebanyak T 1 di kurva indiferens L R1. Bagi S banyaknya b. swasta yg dikonsumsi yaitu T 7 (T-T 1 ). Bila pemerintah menyediakan b. publik yaitu L 2, maka b. publik yg tersedia bg R dan S adlh sama yaitu L 2. Di panel B, mk R mengkonsumsi b. swasta sebanyak T 4 di kurva indiferens L R1 agar kesejahteraannya tdk berkurang. Bagi S banyaknya b. swasta yg dikonsumsi yaitu T 6 (T 3 -T 4 ). Kurva DGG diperoleh dari setiap langkah yg dilakukan sblmnya. Dgn mencari kesejahteraan tertinggi bagi S yg Dihadapkan kendala DGD, kurva indiferens S yg tertinggi dpt dicapai yaitu L S1. Bila kurva indiferens R bukan di L R1 tapi L R3 (kesjahteraan R lebih rendah), maka dg langkah di atas didptkan kurva MYM bagi S. Kurva MYM menyinggung L S2, dg b. publik L 1 bagi R dan S. b. swasta bg S yaitu T 2 dan bg R yaitu T 8. Dari analisis di atas diketahui jk kesejahteraan R menurun mk kesejahteraan S lebih tinggi yg berarti pareto optimal. 2
Kesejahteraan S Fungsi kemungkinan kepuasan merupakan terjemahan dari kondisi pareto optimum dari analisis pada slide sebelumnya. F Dengan titik D sebagai keadaan awal, maka penurunan Kesejahteraan R (dari M 1 ke M 2 ) menyebabkan kesejahteraan S naik dari B 1 ke B 2. B 2 B 1 W D M 2 M 1 0 Kesejahteraan R N Gambar Fungsi Kemungkinan Kepuasan Kelemahan Teori Samuelson Hasil analisis sangat tergantung pada tingkat kesejahteraan individu mana yg dipilih (R atau S), dan tingkat kesejahteraan mana yg mulamula dipilih (L R1 sebagai awal analisis). Samuelson menunjukan tercapainya kondisi pareto optimal, tetapi kita tidak tahu apakah perpindahan dari D ke W menunjukan perbaikan atau penurunan kesejahteraan seluruh masyarakat. 3
Kesejahteraan S F Untuk mengetahui perbaikan atau penurunan kesejahteraan masyarakat, maka diperlukan kurva kesejahteraan masyarakat yaitu S 1, S 2 dan S 3. Dgn adanya kurva kesejahteraan masy. maka kesejahteraan tertinggi yg dpt dicapai adalah titik S. B 2 B 1 W S S 3 S 2 M 2 M 1 S 1 N 0 Kesejahteraan R Gambar Kesejahteraan Optimal MB Kurva MC : Penawaran barang publik Kurva D R : Permintaan individu R akan barang publik Kurva D S : Permintaan individu S akan barang publik Kurva D (R+S) : Diperoleh dgn menjumlahkan scr vertikal Kurva D R dan Kurva D s MB : Marginal Benefit Perpotongan kurva MC dgn kurva D (R+S) menunjukan penyediaan barang publik yg optimal yaitu barang publik sebanyak G 0. MC MB R +MB S MB S MB R Individu R bersedia membayar sebanyak 0MB R dan individu S bersedia membayar sebanyak 0MB S D (R+S) G 0 0 Barang Publik Gambar Penyediaan Barang Publik yg Optimal D R D S Jumlah pembayaran sebanyak 0(MB R +MB S ) adalah jumlah yg diperlukan utk memproduksikan barang publik sebanyak G 0 MB G =MC G adalah keadaan efisiensi dlm perekonomian. 4
Kelemahan Teori Samuelson Teori Samuelson mengenai pengeluaran pemerintah adalah adalah teori yg paling baik karena sederhana, jelas dan menyeluruh. Namun adalah sulit untuk mengetahui kesukaan masyarakat thdp barang publik, karena ini akan menjadi dasar bg pemerintah untuk mengenakan tarif. Barang publik yg dibahas adalah barang publik yg mempunyai sifat kebersamaan (barang publik yg dipakai oleh konsumen dlm jumlah yg sama). Barang publik tsb jenisnya sangat terbatas, sedangkan sebagian besar barang publik tidak mempunyai sifat tsb, cth : RS, sekolah, dsb. Teori Anggaran Teori yg didasarkan pada suatu analisa di mana setiap orang membayar dlm jumlah yg sama atas penggunaan barang publik (sesuai dgn sistem harga untuk barang swasta). 5
Penghasilan (Rp) Penghasilan (Rp) Penghasilan (Rp) M C I 1 I 0 M 0 M 1 N L 1 L 0 E G 1 G 0 G G 1 G 0 R 1 Q V F Panel A W Panel B R G Panel C Kurva CG : Kemungkinan produksi Kurva MR : Anggaran individu A Kurva NU : Anggaran individu B 0C : 0M+0N 0G : banyaknya barang publik yg tersedia 0C : banyaknya barang swasta yg tersedia Individu A mencapai keseimbangan di F, konsumsi brg publik G 0, dgn penghasilan M 0 dan konsumsi brg swasta MM 0, sedangkan Individu B, konsumsi brg swasta NL 0. Solusi Teori Anggaran : 1. Selaras dgn distribusi pendapatan, individu A penghasilan sebesar OM dan individu B sebesar ON. 2. Individu A memperoleh brg swasta sebanyak MM 0 dan individu B sebanyak NL 0. 3. Kedua individu membayar harga yg sama baik untuk brg publik maupun brg swasta. Setiap konsumen berada pd titik keseimbangan, yaitu MRS = harga b. publik/ harga b. swasta. 4. Pembayaran pajak oleh kedua individu untuk membiayai penyediaan brg publik sama besarnya dgn biaya total. G 1 G 0 J U G Kelemahan Teori Anggaran Kurva indiferens sbg alat analisis baik dlm teori tetapi sulit untuk aplikasi penggunaannya dalam kenyataan sehari-hari. 6
Hal Penting dlm Teori Barang Publik Penggunaan kurva permintaan/kurva penawaran dan kurva indiferens dlm pelaksanaannya tidak dpt diukur secara empiris. Teori ekonomi dianggap tidak mampu memecahkan masalah alokasi sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan barang publik dan barang swasta secara empiris. Pemecahannya harus dilaksanakan dgn proses pemungutan suara (voting) yg biasa dilakukan dlm proses politik. Terima kasih 7