A. Pengertian Kelompok

dokumen-dokumen yang mirip
DINAMIKA KELOMPOK. Eva Imania Eliasa,M.Pd

BAHAN AJAR / MATERI PELENGKAP MODUL DIKLAT KEPEMIMPINAN TK. III DINAMIKA KELOMPOK. Oleh :

DINAMIKA KELOMPOK. M. Syahidul Haq,M.Pd

ADJOURNING BAB I PENDAHULUAN

Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Matematika

DINAMIKA KELOMPOK BAB I PENDAHULUAN

BAB IV ANALISIS DATA. kualitatif yang berguna untuk menelaah semua data yang diperoleh. 1. Proses Komunikasi Dalam Kelompok

TEORI KEPRIBADIAN MATANG

LAYANAN KONSELING KELOMPOK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Marilah kita kaji sejenak arti kata belajar menurut Wikipedia Bahasa

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan sosial (IPS) di tingkat sekolah dasar (SD). Pembelajaran IPS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tersebut dan tujuan atau akhir daripada gerakan atau perbuatan. Motivasi

BAB III METODE PENELITIAN. untuk memperkuat hasil penelitian yang ingin dicapai. Penelitian ini dilakukan pada

STRUKTUR MASYARAKAT INDONESIA

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS. orang lain dalam proses interaksi. Interaksi sosial menghasilkan banyak bentuk

II. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB V DINAMIKA KELOMPOK

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dihasilkan dari analisis data dapat digeneralisasikan pada populasi penelitian.

A. Kegunaan Mempelajari Moral Kelompok

STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK

PEDOMAN PERILAKU MAHASISWA UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYKARTA

Pengertian. Kelompok merupakan kumpulan individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama. (Aziz.A, 2007)

Sigit Sanyata

MANAJEMEN KONFLIK OLEH : PROF. DR. SADU WASISTIONO, MS

BAB I PENDAHULUAN. lainnya khususnya di lingkungannya sendiri. Manusia dalam beraktivitas selalu

KELOMPOK SOSIAL, KELOMPOK KERJA, DAN TIM

II. TINJAUAN PUSTAKA. Salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. yang diamati secara umum atau objektif. Hal tersebut senada dengan pendapat Sarwono (2001)

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

BAB II TEORI KONTROL SOSIAL TRAVIS HIRSCHI. kepada penyesuaian atau ketaatan kepada aturan-aturan masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa yang penting di dalam suatu kehidupan. manusia. Teori Erikson memberikan pandangan perkembangan mengenai

BAB II KAJIAN TEORI. seseorang karena konsep diri merupakan kerangka acuan (frame of reference) dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Motivasi Berprestasi Pada Atlet Sepak Bola. Menurut McClelland (dalam Sutrisno, 2009), motivasi berprestasi yaitu

BAB II INTERAKSI SOSIAL

II. TINJAUAN PUSTAKA. khusus dari interaksi sosial. Menurut Soekanto (1983: 80), berlangsungnya

MEMBANGUN KREATIVITAS. Devi Tirtawirya TIM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karyawan dalam sebuah perusahaan sangat dibutuhkan untuk mencapai prestasi

BAB II URAIAN TEORITIS. Rianawati (2005) judul Analisis Pengaruh Faktor Dari Perilaku Konsumen

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dari hasil penemuan dan pembahasan yang berorientasi kepa<33~"nnisalah

PERILAKU ANTAR KELOMPOK DAN MANAJEMEN KONFLIK

BAB I PENDAHULUAN. mencerdasan kehidupan bangsa, serta membentuk generasi yang berpengetahuan

Sejarah dan Aliran-Aliran Psikologi

2.1 Analisis Sikap II. LANDASAN TEORI Pengertian Sikap. Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok

BAB I PENDAHULUAN. evaluasi. Kesemua unsur-unsur pembelajaran tersebut sangat mempengaruhi

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan aspek penting bagi perkembangan sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. kecerdasan anak. Dalam usia 0-5 tahun, anak diajarkan berbagai macam

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan merupakan salah satu bentuk organisasi yang didirikan untuk

2015 D AMPAK KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT TAD JIMALELA TERHAD AP KEBUGARAN JASMANI D AN PERILAKU SOSIAL SISWA SMP NEGERI 1 CILEUNYI

II. TINJAUAN PUSTAKA. nilai budaya, memberikan manfaat/benefit kepada masyarakat pengelola, dan

B A B I PENDAHULUAN. di sepanjang rentang hidup. Salah satu tahap perkembangan manusia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba. Pengetahuan

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Tabel... I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan... 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Modul TEKNIK MEMOTIVASI. Oleh. Ir. Marhaenis Budi Santoso, M.Si. Widyaiswara Utama

PERKEMBANGAN KOGNITIF (INTELEKTUAL) (PIAGET) Tahap operasional formal (operasi = kegiatan- kegiatan mental tentang berbagai gagasan) Dapat berpikir lo

BAB I PENDAHULUAN. makhluk-makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Manusia sebagai individu dibekali akal

BAB I PENDAHULUAN. Dasar dapat dijadikan sebagai tolok ukur dan dapat sebagai penentu dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial, karena dalam

BAB I PENDAHULUAN. atau interaksi dengan orang lain, tentunya dibutuhkan kemampuan individu untuk

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. mengadakan hubungan atau memerlukan bantuan orang lain. Tanpa bantuan,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berinteraksi dengan

BAB IV ANALISA DATA. 1. Komunikasi Organisasi Top Down Antara Pengurus Dan Anggota. Karang Taruna Setya Bhakti Dalam Membangun Solidaritas

BAB I PENDAHULUAN. Individu pada usia remaja di sekolah adalah sebagai individu yang sedang

B A B I P E N D A H U L U A N

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Setiap organisasi pasti memiliki kebudayaan yang menjadi pedoman

KODE ETIK PROFESI MANAJEMEN SDM INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. dan berinteraksi dengan orang lain demi kelangsungan hidupnya. Karena pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. potensi intelektual dan sikap yang dimilikinya, sehingga tujuan utama

2015 PENGGUNAAN METODE SHOW AND TELL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR

PROSES DAN TEKNIK-TEKNIK KONSELING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. adalah kualitas guru dan siswa yang mesing-masing memberi peran serta

BAB II LANDASAN TEORI. yang terbentuk melalui pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari interaksi

BUPATI DEMAK PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEMBINAAN JIWA KORPS DAN KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL KABUPATEN DEMAK

BAB II KAJIAN TEORI. berinteraksi dengan sesama secara baik agar tercipta masyarakat yang tentram dan damai.

A. Sejarah Dinamika Kelompok

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Istilah kreativitas berasal dari bahasa Inggris to create yang berarti mencipta, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan dilakukan berdasarkan rancangan yang terencana dan terarah

IKATAN KELUARGA ALUMNI STAR BPKP PERATURAN KETUA IKA STAR BPKP NOMOR. TAHUN 2017 TENTANG KODE ETIK IKA STAR BPKP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2004 TENTANG PEMBINAAN JIWA KORPS DAN KODE ETIK PEGAWAI NEGRI SIPIL

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB II KAJIAN TEORI Pengertian Belajar menurut Teori Konstruktivisme

Transkripsi:

KONSEP KELOMPOK Individu sebagai makhluk sosial tidak bisa dihindarkan dengan interaksi sosial dan bentuk-bentuk interaksi sosial yang dijalin. Dilain pihak individu juga tidak dapat lepas dari situasi tempat ia berada dan situasi ini sangat berpengaruh terhadap kelompok yang terbentuk akibat situasi tersebut. Dalam hubungan dengan kelompok akan diuraikan berikut ini. A. Pengertian Kelompok Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama. Menurut W.H.Y Sprott mendefinisikan kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain. Kurt Lewin berpendapat the essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its members but their interdependence. Sedangkan H.Smith menguraikan bahwa kelompok adlah suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya melalui cara dan dasar kesatuan persepsi. Interaksi antar angggota kelompok dapat menimbulkan kerja ama apabila masing-masing anggota kelompok : 1. Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut 2. Adanya saling menghormati diantara anggota-anggotanya 3. Adanya saling menghargai pendapat anggota lain 4. Adanya saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok B. Kelompok dan Pengukurannya Indivudu sebagai insan yang berbudaya menyandang fungsi ganda, yaitu sebagai makhluk individu (biologis) dan sebagai makhluk sosial (social beings). Sebagai makhluk individu, ia sesring diliput oleh kecenderungan-kecenderungan (keinginan-keinginan). Sebagai mkhluk sosial, ia cenderung berkelompok dua orang atau lebih yang mempunyai obyek perhatian yang sama, saling pengaruh-mempengaruhi, memupuk kepercayaan dan loyalitas serta berpartisipasi dalam kegiatan yang sama untuk memenuhi kebutuhannya. Ia menagadakan interaksi dengan individu lainya. Mereka mengembangkan ieolodi kelompok yang mengatur dan

mengarahkan sikap dan tindakannya, saling pengaruh mempengaruhi alam memenuhi keputusannya. Konsep tentang kelompok mengandung interprestasi yang berlainan. Sherif dan Burgoon (1978) memberikan batasan kelompok sebagai suatu unit sosial dan organisme hidup yang menyerupai individu. Kelompok adalah unit sosial yang terdiri dari sejumlah individu yang mempunyai huvungan saling tergantung satu sama lain sesuai dengan status dan peranannya. Secara tertulis atau tidak, mereka telah mengadakan norma yang mengatur tingkah laku anggota kelompoknya. C. Kelompok Sebagai Organisme Hidup Kelompok sebagai organisme hidup senantiasa memacu dirinya mencapai tujuan kelompoknya. Kelompok memiliki karakteristik seperti individu. Dalam kelompok sering terjadi frustasi, agresi, kemunduran, diintegrasi, kekacauan, dan lain-lain. Seperti halnya individu, kelompok mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dalam mengkoordinasi aktivitas anggota, kelompok tidak jarang menemukan sejumlah hambatan dan kesulitan, karena arah dan tujuan kelompok tidak jelas. Suatu kelompok yang sedang dalam proses on becoming acapkali terjadi benturanbenturan (conflik). Cara berfikir dan bertindak telah matang atau dewasa. Anggota-anggotanya ingin bebas dan independent. Kelompok yang matang yaitu mampu menciptakan keterpaduan yang sehat dalam kelompok, mengetahui apa yang ingin di perbuat dalam kelompoknya, bertanggungjawab atas memecahkan masalahnya secara objektif, mengadakan pembagian tugas yang sesuai dengan kemampuan anggotanya, menyusun dan membuat langkah-langkah kegiatan sesuai dengan situasi yang berkembang, dan perhatiannya mengutamakan group s concerns dari pada personal concerns D. Jenis-Jenis Kelompok Dalam memahami jenis-jenis kelompok, dapat dilihat dari segi struktur, fungsi dan interaksi serta dari segi frekuensi interaksinya.

Berdasarkan struktur, kelompok dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu kelompok formal dan kelompok in formal (Rogers,1960). Ciri dari kelompok formal adalah dibentuk melalui prosedur resmi, berstatus resmi dan didukung dengan peraturan-peraturan tertulis, struktur dan norma-norma kelompok dirumuskan secara tegas, tujuannya dijabarkan secara tertulis, interaksi antar anggota kelompok lebih bersifat resmi, bukan kekeluargaan.sedangkan kelompok informal adalah sebaliknya, yang dicirikan dengan, pembentukan tidak perlu memlalui prosedur resmi, anggotanya mempunyai ikatan emosional yang yang kuat, dirumuskan secara tegas dan interaksi para anggota lebih bersifat kekeluargaan. Berdasarkan atas fungsinya, kelompok dapat dibagi dua jenis yaitu kelompok tugas dan kelompok sosial (Soedijanto, 1980). Kelompok tugas adalah kelompok yang fungsi utamanya untuk melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Sedangkan kelompok sosial adalah kelompok yang fungsi utamanya untuk mencapai kesejahteraan soaial dan menghasilkan keputusan bagi anggotanya. Timbul kelompok sosial ini didasarkan atas rasa senang dan kesukarelaan. Berdasarkan atas pola interaksi, kelompok dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu kelompok interaksi, kelompok koaksi dan kelompok kounteraksi (Soedijanto, 1980). Menurut Cooley dilihat dari frekuensinya, kelompok dapat digolongkan atas dua jenis yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. E. Aspek-Aspek Dinamika dalam Kelompok Memahami dinamika suatu kelompok berarti memahami kekuatan-kekuatan yang timbul dari berbagai sisi yang terjadi di dalam kelompok. Lewin (1951), Cartwright (1968) dan Schen (1969) mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan kelompok tersebut meliputi : 1. Tujuan Kelompok Tujuan Kelompok merupakan alah satu aspek dinamika. Tujuan kelompok merupakan gambaran tentang sesuatu hasil yang diharapkan tercapai oleh kelompok. Proses untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan berbagai usaha meskipun masih sering terlambat, karena kebutuhan dan tujuan setiap anggota berlainan satu sama lain, kebutuhan

dan tujuan yang terucapkan sering berbeda dengan yang terasa dan tujuan yang diharapkan tidak selamanya sama a. Kebutuhan Dasar Individu Maslow yang terkenal dengan konsep Dynamic of Human Motivication berpendapat bahwa motivation and its resultan behavior bersumber dari dalam untuk merespon kebutuhan manusia bervariasi dan tersusun secara hirarhis. Kebutuhan yang lebih tinggi hanya akan ada sebagai motivator dan tidak dapat terwujud bila kebutuhan jenjang di bawahnya belum terpenuhi. Perwujudan diri itulah yang merupakan kebutuhan manusia yang paling fundamental dan yang terpenting. b. Minat Kelompok Konsep kebutuhan dan minat sering dipakai secara simultan. Kebutuhan sifatnya lebih mendasar dan bertalian erat dengan motivasi manusia, sedangkan minat lebih dominan dan lebih konkrit. Minat bersumber dari pengalaman hidup seseorang. Pengalaman menunjukan bahwa kelompok-kelompok yang lebih homogen minat dan nilai-nilainya lebih cepat berpartisipasi dari pada yang heterogen, karena yang homogen biasanya memiliki sikap-sikap yang sama. c. Nilai-Nilai Agar tujuan-tujuan yang ingin dicapai relevan dengan kepentingan anggota, maka kebutuhan dan tujuan hendaknya diseleksi menurut prioritas kebutuhan. Untuk menentukan dan menetapkan kebutuhan dan tujuan yang mosturgent, Rath dan kawankawan (Ingalls, 1973) mengajukan tujuh kriteria dalam mengadakan penilaiannya, yaitu : 1. Memilih secara bebas 2. Memilih dari sejumlah alternatif 3. Memilih setelah mempertimbangkan secara teliti mengenai konsekuensi alternatif 4. Menghargai dan menjunjung tinggi apa yang telah di putuskan atau dipilih. 5. Memperkuat dan mensahkan, artinya kita harus bangga terhadap apa yang telah dipilih

6. Melaksanakan apa yang telah ditetapkan 7. Mengulangi, artinya menerapkan kembali kriteria ini dalam situasi kehidupan yang sama dan dialami oleh anggota kelompok 2. Peran Fungsional Anggota Kelompok Anggota kelompok memegang peranan dan fungsi yang berlainan. Pada kelompok yang sedang tumbuh, anggota ingin mengetahui peran fungsional. Dalam kelompok sering terjadi ketegangan-ketegangan (tensions). Anggota kelompok mengadakan gerakan-gerakan (movement). Ada yang ingin menjadi leader, harmonizer, compromisers, dan yang lainnya hanya ingin mengacau dan membuat konflik dengan mengadakan reaksi logis. Selama issues ini masih berkembang maka tidak akan tercipta freedom dan flexibility. Pada kelompok yang berstruktur terdapat bentuk hubungan individu yang disesuaikan dengan posisi dan peranan masing-masing anggota. Kelompok yang berstuktur biasanya telah memiliki pola hubungan yang stabil anatara anggota kelompok. Dalam kelompok terdapat bentuk interaksi kelompok untuk mengatur dirinya sendiri dalam mencapai tujuannya. Bentuk hubungan interaksi itu bertalian dengan : 1. Pengambilan keputusan 2. Pembagian tugas pekerjaan 3. Komunikasi antar sesama anggota 3. Suasana Kelompok Suasana kelompok sebagai salah satu faktor dinamika kelompok memegang peranan penting dalam menimbulkan reaksi anggota dalam kelompoknya. Kelompok yang menarik adalah kelompok yang dimana anggotanya merasa saling diterima dan dihargai serta penuh persaudaraan.. Suasana kelompok itu mengandung nilai-nilai moralitas, sikap dan perasaan-perasaan yang pada umumnya terdapat dalam kelompok. Suasana kelompok itu ada yang positif dan ada yang negatif, ada ynag menggairahkan dan ada pula yang mengekang. Baik buruknya suasana kelompok tergantung pada : 1. Hubungan antar anggota

Dengan menumbuhkan suasana yang menyenangkan, anggota dapt bekerja dengan penuh tanggung jawab. Kebebasan berkreasi dalam kelompok hendaknya dibina dan diarahkan sehingga kelompok bisa berkembang. Ada lima macam perilaku kreatif yang bisa membangkitkan kemampuan berkreasi, antara lain : a. Kelancaran, yaitu kemempuan mengemukakan ide-ide serupa untuk memecahkan suatu masalah. b. Keluwesan, yaitu kemampuan menemukan atau menghasilkan berbagai macam ide untuk memecahkan suatu masalah di luar kategori biasa. c. Keaslian (originality), yaitu kemampuan memberikan respon unik. d. Ketelitian (elaboration), yaitu kemampuan mengarahkan ide secara teliti untuk mewujudkan ide menjadi kenyataan. e. Kepekaan, yaitu kepekaan menangkap dan membangkitkan masalah sebagai tanggapan terhadap suatu situasi. 2. Lingkungan fisik Lingkungan fisik yang menyenangkan akan merangsang dan mengarahkan, sehingga semangat kerja kelompok menjadi besar. Kelompok akan menjadi dinamis. 3. Kekompakan Kelompok Kekompakan kelompok adalah derajat rasa untuk menetap di dalam kelompok. Anggota kelompok yang kompak akan lebih memperhatikan kesejahteraan anggotanya, tujuannya, dan mendorong anggotanya untuk berparisipasi dalam kegiatan kelompoknya. Kekompakan kelompok mempengaruhi perilaku kelompok. Kerjasama, persaudaraan dan solidaritas antar sesama anggota semakin tampak pada kelompok yang kohesif. Pada kelompok yang kurang kohesif kelihatannnya masing menggantungkan diri, kurang kepedulian kepada anggotanya. 4. Pembinaan Kelompok Kesadaraan anggota untuk tetap tinggal dalam kelompok akan menatap jika ada pembinaan. Menurut Margono, pembinaan kelompok akan berhasil apabila : a. Semua anggota berpartisipasi b. Fasilitas memadai c. Kegiatan kelompok intensitas terus menarik d. Kesempatan mendapatkan anggota baru.

Semakin terbuka mendapatkan anggota baru, semakin berhasil usaha memperhatikan kehidupan kelompok. e. Tekanan kelompok Tekanan kelompok adalah segala sesuatu yang menimbulkan dorongan berbuat sesuatu untuk tercapainya tujuan kelompok. Sistem penguatan dan hukuman yang diberikan kepada anggota kelompok merupakan salah satu bentuk tekanan kelompok. Tekanan kelompok diberikan kepada anggota dengan maksud untik memperkecil perbedaanperbedaan yang timbul dalam kelompok karena perbedaan keinginan anggota dan dilakukan oleh orang-orang tertentu yang lebih dominan. f. Keefektifan kelompok Keefektifan kelompok merupakan salah satu faktor dinamika kelompok. Menurut Krech kelompok yang kreatif, efektif dan menjalankan fungsinya secara sehat, biasanya : 1. Memiliki suasana yang informal, confortable dan relaxed. 2. Anggota kelompok selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan diskusi untuk kepentingan tugas kelompok 3. Tugas dan tujuan kelompok saling memperhatikan satu sama lain. 4. Anggota-anggota kelompok saling memperhatikan satu sama lain 5. Berani mengemukakan pendapat walaupun suasananya genting. 6. Tidak suka menaruh rahasia yang konfrontatif 7. Sebagian besar keputusan diperoleh dengan hasil konsensus. 8. Terbuka terhadap kritikan, keterusterangan dan relatif menyenangkan. 9. Anggota kelompok bebas mengemukakan pendapat untuk kelangsungan hidup kelompok. 10. Pembagian tugas-tugas bagi anggota cukup jelas 11. Ketua kelompok tidak mendominasi kelompok, pergantian ketua kelompok disesuaikan dengan situasi. 12. Lebih menekankan pada prinsip how to get the job done 13. Anggota sadar sendiri akan tugas-tugasnya.