BAB II INTERAKSI SOSIAL
|
|
|
- Hadian Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II INTERAKSI SOSIAL A. Pengertian Barangkali sudah menjadi hukum alam yang tidak dapat kita pungkiri, bahwa kehidupan individu tidak akan lepas dari situasi lingkungannya. Tegasnya, individu itu tidak akan berdiri sendiri tanpa adanya individu lain yang menyertainya. Atau dengan kata lain, kehidupan individu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan yang ada disekitarnya. Adanya individu dan lingkungan inilah yang pada akhirnya menimbulkan apa yang disebut dengan interaksi sosial. Sebelum kita mengkaji tentang interaksi sosial lebih lanjut, perlu kita ketahui terlebih dahulu pengertian interaksi sosial itu sendiri. Ada beberapa pengertian tentang interaksi sosial yang dikemukakan oleh para ahli, meskipun pada intinya pengertianpengertian itu mengarah pada satu maksud yang sama. Pengertian-pengertian tentang interaksi sosial itu antara lain : 1. Menurut Drs. H. Abu Ahmadi yang mengemukakan pendapat dari H. Bonner mengartikan interaksi sosial sebagai berikut : "Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara 2 (dua) individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya". (Abu Ahmadi, 1982, 25) 2. Menurut Dr. Sarlito Wirawan Sarwono : "... hubungan manusia dengan manusia lainnya, atau hubungan manusia dengan kelompok, atau hubungan kelompok dengan kelompok inilah yang disebut sebagai interaksi sosial". (Sarlito Wirawan Sarwono, 1982:95) Dari dua pendapat tersebut, yang paling banyak dikemukakan 29
2 oleh beberapa buku adalah pendapat yang pertama, namun dapatlah kiranya dua pendapat tersebut dipadukan menjadi satu, sehingga jadilah definisi interaksi sosial sebagai berikut : " Interaksi sosial ialah hubungan antara satu individu dengan individu lingkungannya, yang mana diantara keduanya terjadi proses mempengaruhi dan dipengaruhi". B. Faktor-faktor yang mendasari berlangsungnya interaksi sosial Faktor-faktor yang mendasari berlangsungnya interaksi sosial, baik secara tunggal maupun secara bergabung ialah : 1. Faktor Imitasi Imitasi berasal dari kata latin IMITATUS yang berarti meniru. Istilah ini mulai dipergunakan oleh TARDE dan BALLURN. Menurut Gabriel Tarde : "... bahwa manusia pada dasarnya individualist, tetapi untunglah ada kesanggupan untuk meniru dan inilah yang memungkinkan orang menciptakan kehidupan sosial..(soelaeman Yusuf dkk, 198) Lebih lanjut lagi beliau mengatakan bahwa antara individu yang satu dengan individu yang lain dalam suatu kelompok manusia akan selalu terjadi imitasi. Namun pendapat ini kemudian mendapat kritikan dari CHORUS. Menurut Chorus, manusia tidak selalu mudah mengimitasi sesuatu. Untuk mengimitasi itu harus memenuhi beberapa syarat, yaitu: a. Minat perhatian yang cukup besar akan hal tersebut. b. Adanya sikap menjunjung tinggi atau mengagumi apa yang akan diimitasi c. Tergantung pada pengertian, tingkat perkembangan serta tingkat pengetahuan dari individu yang mengimitasi. 30
3 Menurut BANDURA, imitasi adalah kunci dari perkembangan mental anak, yang setidak- tidaknya ada 2 (dua) macam peniruan yaitu : a. Nondeliberate Imitation Yaitu : peniruan yang berlangsung tanpa disengaja, tanpa suatu pertimbangan dan tidak mengetahui apa maksud dan tujuan ia melakukan peniruan tersebut b. Deliberate Imitation Yaitu : imitasi yang dilakukan dengan sengaja, untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu. Proses ini terjadi di dalam 3(tiga) tingkat, yaitu : 1. Taraf Proyeksi Pada taraf ini anak mendapat kesan mengenai suatu model. 2. Taraf Subyektive Pada taraf ini anak cenderung untuk meniru gerakan sikap dari modelnya. 3. Taraf Ejektive Pada taraf ini anak telah menguasai hal yang ditirunya itu. 2. Faktor Sugesti Antara imitasi dan sugesti sebenarnya tidak banyak berbeda. Tekanannya, imitasi itu orang yang satu mengikuti salah satu di luar dirinya, sedangkan SUGESTI seseorang memberikan sesuatu (pandangan, sikap dan sebagainya) dari dirinya yang lalu diterima oleh orang lain di luar dirinya. Sugesti dalam ilmu jiwa sosial dapat dirumuskan sebagai suatu proses dimana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu. (Gerungan, 1988:61) Sugesti akan lebih mudah terjadi bila memenuhi syaratsyarat sebagai berikut : 31
4 2. Sugesti karena hambatan berfikir Makin kurang daya kemampuannya memberikan kritik, makin mudahlah orang itu menerima sugesti dari orang lain. 3. Sugesti karena keadaan pikiran terpecah-pecah Dalam suasana kebingungan, orang akan lebih mudah menerima sugesti dari orang lain tanpa adanya pertimbangan terlebih dahulu. 4. Sugesti karena mayoritet Jika sebagian besar dari anggota suatu kelompok mendukung suatu pendapat, maka seseorang akan merasa terkucil bila tidak mengikuti pendapat tersebut. 5. Sugesti karena otoritas Orang akan lebih mudah menerima sugesti dari orang yang dianggap mempunyai otoritas dalam bidang tertentu. 6. Sugesti karena will to believe Bila dalam diri individu telah mendapat suatu pendapat yang masih bersifat samar dan pendapat tersebut searah dengan yang disugestikan, maka pada umumnya orang itu akan lebih mudah menerima pendapat tersebut. 3. Faktor identifikasi Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identic dengan orang lain. Pada tingkat permualaan proses identifikasi berlangsung secara tidak sadar (dengan dirinya sendiri), kemudian secara irrasionil, artinya hanya berdasarkan pada perasaan tanpa diperhitungkan secara rasional. Barulah kemudian identifikasi itu mempunyai kegunaan untuk melengkapi sistem-sistem norma, pedoman tingkah laku orang yang mengidentifikasikan itu. 32
5 4. Faktor simpati Simpati dapat dirumuskan sebagai perasaan tertarik pada orang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, tetapi berdasarkan penilaian perasaan, sebagaimana pada proses identifikasi. Berlainan dengan identifikasi, simpati timbul atas dasar kesadaran dari diri seseorang. Perbedaan antara identifikasi dan simpati dapat diterangkan sebagai berikut : SIMPATI 1. Dorongan utama adalah ingin mengerti dan ingin kerjasama dengan orang lain. 2. Hubungan simpati menghendaki hubungan kerjasama antara 2 orang atau lebih yang setaraf. 3. Simpati bermaksud kerjasama IDENTIFIKASI 1. Dorongan utama adalah ingin mengikuti jejaknya, ingin mencontoh dan ingin belajar dari orang lain yang dianggap ideal 2. Hubungan identifikasi hanya mengehendaki bahwa yang satu ingin seperti yang lain dalam sifat- sifatnya yang dikaguminya. 3. Identifikasi bermaksud belajar 33
6 34
7 C. Type-Type Penyesuaian Diri Kepribadian manusia dirumuskan oleh ALLPORT sebagai berikut : Kepribadian adalah organisasi dinamis daripada sistem psycho-physik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik (khas) dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. Pada hakikatnya pribadi manusia tidak dirumuskan sebagai suatu keseluruhan atas kesatuan saja. Justru kepribadian itu baru muncul sebagai suatu kepribadian yang sesungguhnya apabila keseluruhan sistem psycho-physiknya, termasuk bakat kecakapan dan ciri-ciri kegiatannya, menyatakan dirinya dengan khas di dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Dalam arti yang luas, menyesuaikan diri tidak berarti hanya mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keinginan sendiri. Penyesuaian diri dalam arti yang pertama disebut penyesuaian yang autoplastis, sedangkan penyesuaian diri yang kedua disebut alloplastis. D. Situasi sosial Situasi sosial ialah tiap-tiap situasi dimana terdapat saling hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain. Situasi sosial dapat dikelompokkan dalam dua golongan utama, yaitu : 1. Situasi Kebersamaan (Togethersness Situation) Situasi kebersamaan merupakan situasi dimana berkumpul sejumlah orang yang sebelumnya tidak saling kenal mengenal, dan interaksi sosial yang lalu terdapat antara mereka itu tidak seberapa mendalam. Mereka kebetulan berkumpul pada tempat yang sama dan mempunyai kepentingan yang sama pula. 35
8 2. Situasi Kelompok Sosial (Group Situation) Situasi ini merupakan situasi di dalam kelompok, dimana kelompok sosial tempat orangnya berinteraksi itu merupakan suatu keseluruhan tertentu. Misalnya suatu perkumpulan, suatu partai, dan anggota- anggotanya sudah saling hubungan yang tidak berlaku pada hari itu saja mereka berkumpul, tetapi saling hubungan itu sudah terdapat sebelumnya. Selain hubungan-hubungan pribadi antara orang-orang dalam situasi kelompok sosial itu, terdapat juga hubungan struktural dan hierarkis, yaitu antara orang-orang yang menjadi pemimpin dan staf kelompok serta anggota- anggota biasa. Hubungan tersebut berdasarkan pembagian tugas-tugas antara anggotaanggotanya yang menuju ke suatu kepentingan bersama. Selain itu kelompok sosial sudah mempunyai ciri-ciri dan peraturan-peraturan yang khas baginya, sehingga memang merupakan suatu keseluruhan tertentu. Dengan demikian, suatu perkumpulan yang terdiri atas sejumlah orang dalam situasi sosial dapat digolongkan dalam dua kelompok sebagaimana pembagian tersebut diatas. E. Kelompok Sosial Manusia disamping sebagai makhluk individu dan makhluk religi juga sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk individual manusia mempunyai dorongan untuk kepentingan pribadi dan sebagai makhluk religi manusia mempunyai dorongan untuk mengadakan hubungan dengan kekuatan diluarnya, adanya hubungan yang bersifat vertical, dan sebagai makhluk sosial manusiamempunyai dorongan untuk berhubungan dengan manusia lain (horizontal). Dengan adanya dorongan pada manusia untuk mengadakan hubungan dengan manusia lain, maka kemudian terbentuklah kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tetapi oleh karena 36
9 manusia itu mempunyai tujuan dan motif yang berbeda satu dengan yang lainnya, maka terbentuklah kelompok-kelompok sosial yang berbeda satu dengan yang lainnya, maka terbentuklah kelompokkelompok sosial yang berbeda pula antara satu dengan yang lain. Motif yang sama mendorong terjadinya interaksi yang bersamaan dan juga mendorong untuk mencapai tujuan bersama, yang menjadi tujuan kelompok sosial tersebut. Bagaimanapun kecilnya suatu kelompok sosial tertentu maka kelompok sosial tersebut mempunyai tujuan bersama yang tertentu pula. Tentang motif apa yang mendorong sehingga terbentuk kelompok sosial yang tertentu itu dapat bermacam-macam. Suatu hal yang perlu diperhatikan oleh anggota kelompok adalah bahwa tujuan bersama itu akan tercapai dengan baik bila kerjasama diantara anggota kelompok. Bila hal ini tidak di sadari dan masingmasing anggota bergerak sendiri-sendiri, maka kelompok tersebut akan mengalami perpecahan. Karena masing-masing individu yang tergabung dalam kelompok itu tidak sama kemampuannya atau masing-masing mempunyai kemampuan sendiri-sendiri, maka sebagai akibat dari keadaan ini terjadilah pembagian-pembagian tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan demikian maka setelah kelompok sosial itu terbentuk, maka terjadilah pembagianpembagian tugas di antara para anggotanya, atau dengan kata lain dalam kelompok itu kemudian terbentuklah suatu struktur tertentu, yang merupakan pembagian tugas dari para anggotanya yang berlaku bagi kelompok sosial tersebut. Menurut Sherif, yang dimaksud dengan kelompok sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri dari atas dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif atau teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma yang khas bagi kesatuan sosial tersebut. (Gerungan, 1986:84) Dari pengertian diatas, maka dapat diambil kesimpulan 37
10 bahwa kelompok sosial itu dapat terdiri dari 2 (dua) orang saja yang saling mengadakan hubungan atau interaksi, tetapi juga dapat terdiri dari banyak orang. Dan ini bisa dilihat misalnya dalam keluarga yang merupakan salah satu kelompok, juga dalam kelas merupakan salah satu kelompok dan kelompok- kelompok lainnya. Sebagai suatu contoh suatu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, dan sekumpulan orang-orang yang sedang melihat pertandingan sepak bola. Kalau dilihat dalam pengertian, maka kedua- duanya adalah merupakan kelompok. Tapi keduanya mempunyai sifat atau keadaan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Pada keluarga telah adanya satu struktur yang tertentu, dalam arti bahwa di dalam keluarga telah adanya suatu pembagian tugas yang tertentu di antara para anggota yang tergabung dalam kelompok itu telah adanya status tertentu. Ayah, ibu, dan anak telah mempunyai tugastugas tertentu yang menjadi tugas kewajiban dari masing-masing anggota, adanya norma-norma tertentu yang khas berlaku bagi keluarga itu, adanya interaksi yang berjalan secara teratur serta adanya ketentuan- ketentuan lain yang berlaku bagi keluarga tersebut. Hal ini tidak kita jumpai pada kelompok orang-orang yang sedang melihat pertandingan sepak bola itu. Mereka hanya berkumpul di tempat itu karena adanya kepentingan yang sama yang sifatnya hanya sementara, dan interaksi tidak berjalan secara teratur, tidak adanya pembagian tugas dari orang-orang yang berkumpul itu, atau dengan kata lain kelompok itu belum mempunyai struktur. Karena itu maka kelompok dapat dibedakan antara kelompok yang berstruktur dengan kelompok yang belum berstruktur. Kelompok yang berstruktur misalnya : keluarga, kelas, rukun tetangga dan sebagainya. 38
11 F. Jenis-jenis Kelompok Sosial 1. Kelompok Primer (Primary Group) Yaitu kelompok sosial yang mempunyai interaksi yang cukup intensif, cukub akrab, hubungan anggota satu dengan yang lain cukup baik. (Bimo Walgito 1987 : 42) Kelompok ini juga disebut dengan "face to face group", karena anggota dalam kelompok ini sering berhadapan muka satu sama lain, saling mengenal dari dekat sehingga saling hubung itu lebih erat. Sifat interaksi dalam kelompok ini bercorak kekeluaragaan dan lebih berdasar simpati. (Soelaeman Yusuf, 1947 : 80) Hubungan dalam kelompok ini juga bersifat irrasionil dan tidak didasarkan atas pamrih. Sedangkan peranan primary group ini sangat besar sekali dalam kehidupan kelompok, sebab dalam kelompok inilah individu pertama-tama berkembang dan dididik sebagai makhluk sosial. Jelasnya pada kelompok inilah manusia pertama- tama mengalami apa yang disebut "proses sosialisasi" yang akan menentukan corak polah tingkah laku dalam perkembangan pribadi selanjutnya. Disamping itu di dalam kelompok primer ini manusia selalu mengembangkan sifat- sifat sosialnya seperti mengindahkan norma- norma, melepaskan kepentingan diri sendiri demi kepentingan kelompok dan sebagainya. Contoh : keluarga, kelompok belajar, kelompok seper mainan, kelompok seagama dan sebagainya. 2. Kelompok Sekunder (Secundery Group) Yaitu kelompok sosial yang mempunyai interaksi yang kurang mendalam bila dibandingkan dengan kelompok primer. (Bino Walgito, 1987 : 43) Kelompok ini terbentuk atas dasar kesadaran dan kemauan dari para anggotanya. Interaksi dalam kelompok sekunder ini terdiri atas saling hubungan yang tak langsung, berjauhan dan formil, kurang bersifat kekeluargaan. 39
12 Hubungan- hubungan tersebut biasanya lebih obyektif zakelijk. Contoh dari kelompok sekunder ini adalah : perkumpulan-perkumpulan, organisasi- organisasi yang mempunyai anggaran Dasar dan Rumah Tangga. Peranan atau fungsi kelompok sekunder dalam kehidupan manusia adalah untuk mencapai salah satu tujuan dalam masyarakat dengan bersama, seobyektif dan rasional. (Abu Ahmadi, 1971 : 41) Dari kedua kelompok diatas bila dibandingkan dengan apa yang dikemukakan oleh Tonnies, maka kelompok primer itu dapat disamakan dengan "Gemeinschaft" yang merupakan kelompok sosial yang sifat hubungannya berdasarkan atas kekeluargaan, bantu-membantu, atas dasar simpati, atas dasar perasaan, karenanya sifatnya subyektif kurang zakelijk. Sedangkan kelompok sekunder disebut dengan "Gesellchaft", yakni merupakan kelompok sosial yang sifat hubungannya berdasarkan atas dasar logis rasional, obyektif dan zakelijk, apa adanya tidak berdasarkan atas perasaan. Disamping itu kelompok sosial juga dapat dibagi atas 2 (dua) hal, yaitu : 1. Kelompok tak resmi (informil) Kelompok ini mempunyai ciri-ciri : a. Tidak mempunyai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tertulis. b. Mempunyai pedoman tingkah laku anggota-anggotanya tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis. c. Bersifat kekeluargaan dengan corak simpati, serta lebih erat. 2. Kelompok resmi (formil) Kelompok ini mempunyai ciri-ciri : a. Mempunyai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tertulis. b. Mempunyai pedoman-pedoman tingkah laku yang 40
13 dirumuskan secara tegas dan tertulis. c. Bersifat tidak kekeluargaan, bercorak pertimbanganpertimbangan rasionil dan obyektif. Selanjutnya dalam anggota suatu kelompok sering terdapat perasaan ikatan, dari perasaan dalam kelompok atau in-group. Sebaliknya terhadap orang luar terdapat perasaan yang disebut perasaan luar kelompok atau out group. Perasaan in-group disertai perasaan persaudaraan, dan anggota kelompok sendiri dipandang sebagai "orang kita", keluarga sendiri dan sebagainya, sedang orang-orang diluar kelompok sendiri dipandang sebagai "orang asing" atau "orang lain" dan sebagainya. Dalam suatu kelompok biasanya terdapat kecenderungan untuk menganggap segala yang termasuk didalamnya, lingkungan kelompok sendiri sebagai utama, baik, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan sebagainya. Sedangkan segala yang berbeda dan tidak termasuk kelompok sendiri, dipandang kurang baik, tidak susila, bertentangan dengan kehendak alam dan sebagainya. 41
KONSEP INTERAKSI KOMUNIKASI PENDAHULUAN
KONSEP INTERAKSI KOMUNIKASI PENDAHULUAN Keterampilan berkomunikasi merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu. Melalui komunikasi individu akan merasakan kepuasan, kesenangan atau
MODUL 3 FAKTOR YANG MENDASARI TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
MODUL 3 FAKTOR YANG MENDASARI TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL 1. Faktor yang Mendasari Terjadinya Interaksi Sosial Enam faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial: sugesti, imitasi, identifikasi, simpati,
BAB III PEMBENTUKAN SIKAP SOSIAL
35 BAB III PEMBENTUKAN SIKAP SOSIAL A. Sikap Sosial Sikap merupakan suatu masalah yang penting, karena sikap yang ada pada seseorang akan memberikan warna atau corak pada prilaku atau perbuatan orang yang
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT 1. PERTUMBUHAN INDIVIDU A. PENGERTIAN INDIVIDU Individu berasal dari kata latin, individuum artinya yang tidak terbagi. Jadi Individu merupakan suatu sebutan yang dipakai
BAB II. 1. Pengertian Kepuasan Hidup Lanjut Usia. pengalaman - pengalaman yang disertai dengan tingkat kegembiraan.
8 BAB II TINJAUAN TEORI A. Kepuasan Hidup Lanjut Usia 1. Pengertian Kepuasan Hidup Lanjut Usia Kepuasan merupakan kondisi subyektif dari keadaan pribadi seseorang sehubungan dengan perasaan senang atau
August Comte Selo Soemardjan Soelaeman Soemardi
PENGANTAR SOSIOLOGI 1. Pengertian Dasar Sosiologi berasal dari kata latin socius dan kata yunani yaitu logos. Socius berarti kawan atau teman; Logos berarti pengetahuan. Maka sosiologi berarti pengetahuan
BAB III SIKAP (ATTITUDE)
BAB III SIKAP (ATTITUDE) A. Pengertian Sikap atau disebut juga dengan attitude pengertiannya adalah sikap terhadap obyek tertentu yang disertai dengan kecenderungan untuk bertidak sesuai dengan sikap terhadap
BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pengertian Interaksi Sosial Menurut Young dan Mack (dalam Walgito 2003:57) interaksi sosial adalah hubunganhubungan sosial yang dinamis dan menyangkut
BAB III INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
BAB III INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT A. INDIVIDU 1. Pengertian Individu Individu berasal dari kata latin individuum artinya yang tak terbagi/satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu
Interaksi sosial dalah suatu hubungan social yang dinamis antara orang perorangan, antara individu dan kelompok manusia, dan antar kelompok manusia.
1. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial dalah suatu hubungan social yang dinamis antara orang perorangan, antara individu dan kelompok manusia, dan antar kelompok manusia. 2. Proses Interaksi Sosial
BAB II LANDASAN TEORI. Dengan demikian, istilah ilmu jiwa merupakan terjemahan harfiah dari
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Psikologi Sosial Kata psikologi mengandung kata psyche yang dalam bahasa Yunani berarti jiwa dan kata logos yang dapat diterjemahkan dengan kata ilmu. Dengan demikian, istilah
BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS. orang lain dalam proses interaksi. Interaksi sosial menghasilkan banyak bentuk
5 BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teoretis 2.1.1 Pengertian Interaksi Sosial Manusia dalam kehidupannya tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang sepanjang
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR. disekelilingnya. Ini merupakan salah satu pertanda bahwa manusia itu
11 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR A. Kajian Pustaka 1. Kelompok Sosial Manusia pada dasarnya dilahirkan seorang diri namun di dalam proses kehidupan selanjutnya, manusia membutuhkan manusia
BAB II KAJIAN PUSTAKA. sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama. Durkheim membagi
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Solidaritas Sosial Pengertian solidaritas sosial berasal dari dua pemaknaan kata yaitu solidaritas dan sosial. Solidaritas sosial merupakan perasaan atau ungkapan dalam sebuah
I. PENDAHULUAN. Pada hakekatnya setiap manusia membutuhkan orang lain. Naluri untuk hidup bersama orang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1. Latar Belakang Pada hakekatnya setiap manusia membutuhkan orang lain. Naluri untuk hidup bersama orang lain pada manusia ternyata sudah muncul sejak ia lahir,
PERTEMUAN KE 4 POKOK BAHASAN
PERTEMUAN KE 4 POKOK BAHASAN A. TUJUAN PEMBELAJARAN Adapun tujuan pembelajaran yang akan dicapai sebagai berikut: 1. Mahasiswa dapat memahami tentang arti interaksi, kontak dan komunikasi. 2. Mahasiswa
Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu, Keluarga dan Masyarakat Pertumbuhan Individu Individu berasal dari kata latin, individiuum artinya yang tak terbagi Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam
BAB I PENDAHULUAN. dijalankan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Seorang individu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perilaku individu berkaitan erat dengan yang namanya peran dalam kehidupan bermasyarakat. Peran mengandung hal dan kewajiban yang harus dijalani oleh seorang
Inisiasi 3 INDIVIDU DAN MASYARAKAT: KEDUDUKAN DAN PERAN INDIVIDU SEBAGAI PRIBADI DAN SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT
Inisiasi 3 INDIVIDU DAN MASYARAKAT: KEDUDUKAN DAN PERAN INDIVIDU SEBAGAI PRIBADI DAN SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT Saudara mahasiswa, kita berjumpa kembali dalam kegiatan Tutorial Online yang ketiga untuk
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA KELAS AKSELERASI DI SMP N 7 KOTA JAMBI
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA KELAS AKSELERASI DI SMP N 7 KOTA JAMBI Dwi Wulan Sari, Drs. Suparjo Herlambang, M.Pd, Drs. Asradi, MM Program Studi Bimbingan Konseling
Sofya Djafar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Maryam Rahim,Murhimah A.Kau ABSTRAK
1 MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS V SDN 71 KECAMATAN KOTA TIMUR KOTA GORONTALO Sofya Djafar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan
BAB I PENDAHULUAN. mencerdasan kehidupan bangsa, serta membentuk generasi yang berpengetahuan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional merupakan bagian dari sistem pembangunan Nasional Indonesia, karena itu pendidikan mempunyai peran dan tujuan untuk mencerdasan kehidupan
BINA PRIBADI DAN SOSIAL
BINA PRIBADI DAN SOSIAL POKOK-POKOK BAHASAN 1. KONSEP DASAR BINA PRIBADI DAN SOSIAL 2. INTERAKSI DAN PENYESUAIAN DIRI ANAK TUNA LARAS 3. ANALISIS PRILAKU SOSIAL 4. PENDIDIKAN NILAI, ETIKA DAN SIKAP 5.
LINGKUNGAN DAN LEMBAGA PENDIDIKAN. a. Tempat (lingkungan fisik): keadaan iklim. Keadaan tanah dan keadaan alam
LINGKUNGAN DAN LEMBAGA PENDIDIKAN Lingkungan Lingkungan menurut Sartain (ahli psikologi Amerika) meliputi kondisi dan alam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan
Dalam bahasa latin Individu berasal dari kata individuum. Artinya : yang tak terbagi
SITI IRENE ASTUTI Individu dan Masyarakat Dalam bahasa latin Individu berasal dari kata individuum. Artinya : yang tak terbagi Dalam bahasa Inggris Individu berasal dari kata in dan divided. Artinya :
Eko Nugroho, S.Pt, M.Sc Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL
Eko Nugroho, S.Pt, M.Sc Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL Kelompok sosial Himpunan/kesatuan manusia yg hidup bersama dan saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan
BAB I PENDAHULUAN. minat, bakat dan potensi yang dimiliki oleh siswa. Melalui kegiatan olahraga
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan siswa di luar kegiatan belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler dapat memberikan pengaruh terhadap minat, bakat
Pert. 6 KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT
Pert. 6 KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT Manusia pada umumnya dilahikan seorang diri akan tetapi dia adalah mahluk yang telah mempunyai naluri untuk hidup dengan manusia-manusia lainnya,
BAB I PENDAHULUAN. interaksi manusia antara lain imitasi, sugesti, simpati, identifikasi, dan empati.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk individu yang tidak bisa hidup sendiri dan juga merupakan makhluk sosial yang selalu ingin hidup berkelompok dan bermasyarakat. Dalam
Sosiologi. Kelompok & Organisasi Sosial MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh 07
MODUL PERKULIAHAN Kelompok & Organisasi Sosial Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 07 MK61004 Nurwidiana, SKM MPH Abstract Mata kuliah ini merupakan pengantar bagi
BAB I PENDAHULUAN. karena dibekali dengan akal dan pikiran dalam bertindak. Manusia sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena dibekali dengan akal dan pikiran dalam bertindak. Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup
BAB I PENDAHULUAN. dan berinteraksi dengan orang lain demi kelangsungan hidupnya. Karena pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk individu dan sekaligus makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia perlu berkomunikasi dan berinteraksi
Ciri dan Syarat Kelompok Sosial
KELOMPOK SOSIAL Rahayu Ginintasasi Pengertian Kelompok Sosial Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Sebagai akibat kemudian lahirlah kelompok-
BAB II LANDASAN TEORI
12 BAB II LANDASAN TEORI A. Remaja 1. Pengertian Remaja Kata remaja berasal dari bahasa latin yaitu dari kata adolescence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa (Hurlock, 1980). Secara psikologis
Kelopok Sosial. Fitri dwi lestari
Kelopok Sosial Fitri dwi lestari 2 HASRAT MANUSIA SEJAK LAHIR 1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya 2. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam di sekelilingnya.
HUBUNGAN PERANAN ORANG TUA TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI. Cut Venny Luciana TK ANNISA MEDAN
HUBUNGAN PERANAN ORANG TUA TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI Cut Venny Luciana [email protected] TK ANNISA MEDAN ABSTRAK Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan
MATERI 4 POLA INTERAKSI SOSIAL
MATERI 4 POLA INTERAKSI SOSIAL 1. Pola Interaksi Sosial Bentuk jalinan interaksi yang terjadi antara individu dan individu, individu dan kelompok, dan kelompok dan kelompok bersifat dinamis dan mempunyai
I. PENDAHULUAN. Sebagai makhluk sosial kita tidak akan mampu mengenal dan dikenal tanpa
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia tak akan terlepas dari kodratnya, yaitu manusia sebagai makhluk sosial, yang mana ia harus hidup berdampingan dengan manusia lainnya dan sepanjang hidupnya
I. PENDAHULUAN. Peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP ) berada dalam masa
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah 1. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan mahluk sosial, dimana manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Begitu juga dengan siswa di sekolah, siswa
BAB I PENGANTAR. A. Latar Belakang Masalah. Pada zaman modernisasi ini banyak dijumpai remaja yang sering ikutikutan
BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Masalah Pada zaman modernisasi ini banyak dijumpai remaja yang sering ikutikutan dalam perilaku atau berbicara sehari-hari yang berasal dari hasil meniru terhadap temannya
SOSIOLOGI KOMUNIKASI
Modul ke: 09 Fakultas Ilmu Komunikasi SOSIOLOGI KOMUNIKASI TEORI PENIRUAN DARI MEDIA MASSA Rika Yessica Rahma,M.Ikom Program Studi Penyiaran http://mercubuana.ac.id Komunikasi massa merupakan sejenis kekuatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini berjudul peningkatan kemampuan interaksi sosial dengan layanan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian ini berjudul peningkatan kemampuan interaksi sosial dengan layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas X SMAN I Bandar Sribhawono T.A. 2014/2015 untuk itu akan dijelaskan
DINAMIKA KELOMPOK BAB I PENDAHULUAN
DINAMIKA KELOMPOK BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dinamika Kelompok merupakan seperangkat konsep yang dapat dipergunakan untuk melukiskan proses-proses kelompok. Konsep dinamika kelompok dipergunakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Indonesia adalah negara yang multikultur, yakni bangsa yang memiliki aneka ragam budaya yang dapat memperkaya budaya nasional sekaligus sebagai
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu sasaran yang sangat penting untuk. mencapai pembangunan nasional. Untuk mencapai tujuan pembangunan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu sasaran yang sangat penting untuk mencapai pembangunan nasional. Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan
Modul 1 PENGERTIAN DAN MANFAAT PSIKOLOGI AGAMA
Pengertian dan manfaat Psikologi Agama Modul 1 PENGERTIAN DAN MANFAAT PSIKOLOGI AGAMA PENDAHULUAN Psikologi Agama pada jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) disajikan untuk membantu mahasiswa memahami perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah masyarakat. Manusia senantiasa berhubungan dengan manusia lain untuk memenuhi berbagai
BAB 1 PENDAHULUAN. tetapi pendidikan bukan sesuatu yang ada dengan sendirinya, pendidikan harus di
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kegiatan esensial dalam kehidupan manusia, karena pendidikan, manusia dapat di bedakan dengan makhluk lain yang menempati alam ini. Kenyataan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
BAB I PENDAHULUAN. berbagai pihak sebagai alat ampuh untuk melakukan perubahan terhadap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan satu istilah yang sering dilontarkan oleh berbagai pihak sebagai alat ampuh untuk melakukan perubahan terhadap kehidupan suatu masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. lainnya. Interaksi dilakukan oleh manusia sebagai suatu kebutuhan dan harus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap manusia hidup dapat dipastikan melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Interaksi dilakukan oleh manusia sebagai suatu kebutuhan dan harus terpenuhi.
PENGANTAR PSIKOLOGI. YENI WIDYASTUTI, S.Sos., M.Si PERTEMUAN I
PENGANTAR PSIKOLOGI YENI WIDYASTUTI, S.Sos., M.Si PERTEMUAN I Psikologi Apa yang dipelajari psikologi? Ilmu jiwakah? Ilmu tingkah-lakukah? Ilmu ekspresikah? Bagian dari ilmu alam atau ilmu sosialkah? Ilmu
BAB I PENDAHULUAN. orang lain dan membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupannya. Menurut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia hidup bersama dengan orang lain dan membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupannya. Menurut Walgito (2001)
BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa dituntut kreatif, inovatif dan berperan aktif dalam berinteraksi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mahasiswa dituntut kreatif, inovatif dan berperan aktif dalam berinteraksi sosial. Dalam upayanya untuk kreatif, inovatif dan berperan aktif, mahasiswa memerlukan bantuan
BAB II LANDASAN TEORI. A. Interaksi Sosial. Walgito (2007) mengemukakan interaksi sosial adalah hubungan antara
7 BAB II LANDASAN TEORI 1. Pengertian Interaksi Sosial A. Interaksi Sosial Walgito (2007) mengemukakan interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Keluarga merupakan sekumpulan orang yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keluarga merupakan unsur penentu pertama dan utama keberhasilan pembinaan anak sebagai generasi penerus. Keluarga inti adalah keluarga yang terdiri dari ayah,
PO LIT EKNIK IND RAM AYU (PO LIND RA)
1 (teori pengambilan keputusan) Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Statistika Dan Probabilitas DISUSUN OLEH KELOMPOK I : SENDY BAYU SETIYAZI AHMAD JAMALUDIN FARIZ FATH AL-AKBAR CANDRA
Nilai dan Norma Sosial
Nilai dan Norma Sosial Manusia tercipta sebagai mahluk pribadi sekaligus sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk pribadi, manusia berjuang untuk memenuhi kebutuhannya agar dapat bertahan hidup. Dalam memenuhi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berlian Ferdiansyah, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Olahraga futsal merupakan salah satu modifikasi olahraga sepak bola yang dimainkan di dalam ruangan. Jumlah pemain dalam olahraga futsal sebanyak lima orang
I. PENDAHULUAN. kelak akan menjadi penerus pembangunan bangsa. Peranan pendidikan. membangun ditentukan oleh maju tidaknya pendidikan.
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usaha pembinaan dan pengembangan generasi muda terus ditingkatkan sejalan dengan proses pembangunan nasional yang terus berlangsung baik didalam pendidikan formal sekolah
II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS. Dalam tinjauan pustaka ini akan di bahas mengenai faktor-faktor penyebab
11 II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Pustaka Dalam tinjauan pustaka ini akan di bahas mengenai faktor-faktor penyebab anak di bawah usia kerja bekerja sebagai penjual koran
BAB I PENDAHULUAN. karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku, watak, dan moral anak.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama dalam pendidikan anak. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak, karena dari keluargalah
KONSEP PERKEMBANGAN SOSIAL
KONSEP PERKEMBANGAN SOSIAL PERKEMBANGAN SOSIAL MERUPAKAN PENCAPAIAN KEMATANGAN DALAM HUBUNGAN SOSIAL. PROSES BELAJAR UNTUK MENYESUAIKAN DIRI TERHADAP NORMA-NORMA KELOMPOK, MORAL DAN TRADISI, MELEBURKAN
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dari hasil pembahasan pada bab IV, oleh peneliti rumuskan suatu. kesimpulan, kesimpulan umum dan kesimpulan khusus.
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Dari hasil pembahasan pada bab IV, oleh peneliti rumuskan suatu kesimpulan, kesimpulan umum dan kesimpulan khusus. A. Kesimpulan Umum Berdasarkan hasil penelitian yang
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS. kegiatan yang paling pokok, ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan
10 II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Belajar Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, ini
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Secara luas diketahui bahwa periode anak dibagi menjadi dua
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara luas diketahui bahwa periode anak dibagi menjadi dua periode yang berbeda, yaitu masa anak awal dan masa anak akhir. Periode masa anak awal berlangsung
UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU PRO-SOSIAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE SOSIODRAMA. Arni Murnita SMK Negeri 1 Batang, Jawa Tengah
Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Vol. 2, No. 1, Januari 2016 ISSN 2442-9775 UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU PRO-SOSIAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE SOSIODRAMA Arni Murnita
KELOMPOK SOSIAL A. Pengertian Kelompok Sosial
KELOMPOK SOSIAL A. Pengertian Kelompok Sosial Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Sebagai akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu
KEPRIBADIAN RITA RAHMAWATI
KEPRIBADIAN RITA RAHMAWATI Definisi kepribadian Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seorang individu (yang berada pada setiap inividu) Dalam bahasa popular istilah
MATERI 6 BENTUK DAN FUNGSI LEMBAGA SOSIAL
MATERI 6 BENTUK DAN FUNGSI LEMBAGA SOSIAL 1. Bentuk dan Fungsi Lembaga Sosial Pada dasarnya, fungsi lembaga sosial dalam masyarakat beraneka macam berdasarkan jenis-jenis lembaganya. Oleh karena itu, kita
A. Pengertian Kelompok
KONSEP KELOMPOK Individu sebagai makhluk sosial tidak bisa dihindarkan dengan interaksi sosial dan bentuk-bentuk interaksi sosial yang dijalin. Dilain pihak individu juga tidak dapat lepas dari situasi
BAB II KAJIAN TEORI. dan berbuat. Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang. tema sesuai dengan motivasi yang mendasarinya.
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Motivasi Istilah motivasi berasal dari kata motif yang diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak dan
Universitas Indonesia Library >> UI - Disertasi (Membership)
Universitas Indonesia Library >> UI - Disertasi (Membership) Dinamika kognitif dan pola-pola tingkah laku dalam kehidupan ekonomi orang-orang miskin pada tingkat individual : studi lapangan di Desa Parungsari,
Indonesia memiliki banyak suku bangsa, di mana setiap suku bangsa yang. melahirkan satu sudut pandang dan pola pikir tersendiri pada masyarakatnya,
BABI PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Indonesia memiliki banyak suku bangsa, di mana setiap suku bangsa yang satu berbeda dengan suku bangsa yang lain. Perbedaan suku bangsa yang
2015 POLA ASUH PANTI ASUHAN AL-FIEN DALAM PENANAMAN KEMANDIRIAN ANAK
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pola asuh pada dasarnya merupakan suatu cara yang digunakan oleh orang dewasa kepada seorang anak dalam upaya mendidik anak tumbuh dan dapat beradaptasi
BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
I. PENDAHULUAN. Keluarga adalah satuan sosial yang paling mendasar, dan terkecil dalam
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keluarga adalah satuan sosial yang paling mendasar, dan terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak (baik yang dilahirkan ataupun diadopsi). Menurut
BENTUK BENTUK INTERAKSI SOSIAL
BENTUK BENTUK INTERAKSI SOSIAL 1. Kimbal Young (1948) == a. Oposisi b. Kerja Sama c. Difrensiasi 2. Gillin (1951) == Proses Asosiatif dan Disosiatif 3. Tamotsu S.(1986) == Akomodasi, Ekspresi, Interaksi
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI Dalam bagian ini, akan diuraikan simpulan dan saran berdasarkan hasil analisis temuan dan pembahasan dalam penelitian yang diuraikan berdasarkan fokus pertanyaan
BAB I PENDAHULUAN. sendiri. Sebagai makhluk sosial manusia tumbuh bersama-sama dan mengadakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia disebut juga sebagai makhluk holistik, yaitu bisa berfungsi sebagai makhluk individual, makhluk sosial, dan juga makhluk religi. Manusia sebagai makhluk
BAB I PENDAHULUAN. proses pematangan dan belajar (Wong, 1995) fungsi pematangan organ mulai dari aspek sosial, emosional, dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemahaman pertumbuhan dan perkembangan anak diperlukan suatu kepekaan terhadap kebutuhan anak, karena dengan kepekaan tersebut pemahaman dapat mudah diperoleh. Pertumbuhan
KOMUNIKASI EFEKTIF. By : Lastry. P, SST
KOMUNIKASI EFEKTIF By : Lastry. P, SST Pengertian Komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yg terlibat dalam komunikasi. Tujuan : memberi kemudahan dalam memahami
Sifat Kodrat Manusia. Unsur-unsur Hakekat Manusia:
NENI KURNIAWATI Sifat Kodrat Manusia Unsur-unsur Hakekat Manusia: 1. Susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga 2. Sifat kodrat manusia terdiri atas mahluk individu dan sosial 3. Kedudukan kodrat
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS MENONTON TAYANGAN SINETRON KEPOMPONG DI TELEVISI DENGAN CITRA DIRI PADA REMAJA PUTERI
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS MENONTON TAYANGAN SINETRON KEPOMPONG DI TELEVISI DENGAN CITRA DIRI PADA REMAJA PUTERI SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Mencapai Derajat Sarjana-S1 Bidang Psikologi
ARTIKEL ILMIAH KONTRIBUSI POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN SISWA DI SMP NEGERI 21 KOTA JAMBI OLEH : HASPINAWATI NIM : ERAID08042
1 ARTIKEL ILMIAH KONTRIBUSI POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN SISWA DI SMP NEGERI 21 KOTA JAMBI OLEH : HASPINAWATI NIM : ERAID08042 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS
BAB II LANDASAN TEORI. A. Tipe Kepribadian Tangguh (Hardiness) Istilah kepribadian ( personality) berasal dari bahasa Yunani kuno, persone
BAB II LANDASAN TEORI A. Tipe Kepribadian Tangguh (Hardiness) 1. Pengertian Kepribadian Istilah kepribadian ( personality) berasal dari bahasa Yunani kuno, persone yang artinya topeng yang biasanya dipakai
BAB I PENDAHULUAN. maupun anak-anak. Kata remaja sendiri berasal dari bahasa latin yaitu adolescere
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Remaja merupakan waktu di mana seseorang berada di dalam umur belasan tahun. Pada masa remaja seseorang tidak bisa dikatan sudah dewasa maupun anak-anak. Kata
KELOMPOK SOSIAL DAN PERSEPSI SOSIAL
KELOMPOK SOSIAL DAN PERSEPSI SOSIAL MAKALAH Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Psikologi Sosial Dosen Pengampu : Dewi Khurun Aini, S.Pd.I, M.A Disusun Oleh : Nur Maulidiyah (1607016014) Shofyan
