ANALISIS KEBISINGAN DAN GETARAN MEKANIS PADA TRAKTOR TANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji Performansi Getaran Mekanis dan Kebisingan Mist Blower Yanmar MK 150-B

MEMPELAJARI PENGWRUH PEMASANGAN lsillator GETARWM TERMADAP PENURUNAN GETARAN PADA TRAKTOR TANGAM B 185 PR

II. TINJAUAN PUSTAKA

Lobes Herdiman 1, Ade Herman Setiawan 2 Laboratorium Perencanaan & Perancangan Produk (P3) Jurusan Teknik Industri-UNS 1

Kesehatan Lingkungan Kerja By : Signage16

PERTEMUAN #6 PERANCANGAN SISTEM KERJA #2 (MESIN, PERALATAN, & LINGKUNGAN KERJA) TKT TAUFIQUR RACHMAN ERGONOMI DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan teknologi yang semakin meningkat mendorong Indonesia

BAB 1 : PENDAHULUAN. kesehatan dan keselamatan kerja. Industri besar umumnya menggunakan alat-alat. yang memiliki potensi menimbulkan kebisingan.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. gangguan kesehatan berupa ganngguan pendengaran (auditory) dan extrauditory

Gambar 1. Bagian-bagian bajak singkal (Smith, 1955)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

SEJARAH & PERKEMBANGAN

METODOLOGI PENELITIAN

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ( X Print) B-101

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi ditandai dengan semakin banyaknya industri yang

Ergonomics. Human. Machine. Work Environment

PENGARUH GETARAN TERHADAP PENUMPANG KENDARAAN. Sutarno. Abstraction

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

KONDISI LINGKUNGAN KERJA YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN MANUSIA

DAFTAR PUSTAKA. (2005)

ANALISA KEBISINGAN ALAT PRAKTIKUM KOMPRESOR TORAK PADA LABORATORIUM PRESTASI MESIN

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #9 Genap 2014/2015. TIN206 - Pengetahuan Lingkungan

PENGENDALIAN KEBISINGAN DAN LINGKUNGAN. Oleh. KRT.Adi Heru Husodo. Pencemaran udara itu dapat disebabkan oleh berbagai kemungkinan, misalkan :

Kebisingan Kereta Api dan Kesehatan

DESAIN DAN UJI PERFORMANSI RODA SIRIP LENGKUNG TRAKTOR TANGAN UNTUK PENGOLAHAN TANAH DI LAHAN KERING

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS KEBISINGAN PADA KAWASAN COMPRESSOR HOUSE UREA-1 PT. PUPUK ISKANDAR MUDA, KRUENG GEUKUEH ACEH UTARA

PENGARUH PAGAR TEMBOK TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA PERUMAHAN JALAN RATULANGI MAKASSAR ABSTRAK

Rancang Bangun dan Uji Kinerja Dinamometer Tipe Rem Cakram

TEKNIK TATA CARA KERJA MODUL KONDISI LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN MANUSIA

PENENTUAN TINGKAT REDUKSI KEBISINGAN OLEH PAGAR BUATAN DI SEKITAR BANGUNAN RUMAH PENDUDUK DI KOTA PEKANBARU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. udara tersebut ikut bergetar (Harnapp dan Noble, 1987). dirasakan sebagai gangguan (Mangunwijaya, 1988).

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi sebagai pendukung kelengkapan sistem

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Pengembangan Prototipe Hybrid Shock Absorber : Kombinasi Viscous dan Regenerative Shock Absorber

Karakteristik Gerak Harmonik Sederhana

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2008

PENGUKURAN GETARAN DAN SUARA

Simulasi Sederhana tentang Energy Harvesting pada Sistem Suspensi

- BUNYI DAN KEBISINGAN -

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

RANCANG BANGUN ALAT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT SISTEM BANDUL GANDA (PLTGL-SBG) SKALA LABORATORIUM

Efisiensi reduksi bunyi pada penghalang bersusunan pagar

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ANALISA SISTEM SUSPENSI KENDARAAN MULTIGUNA PEDESAAN (GEA)

APLIKASI METODE FUNGSI TRANSFER PADA ANALISIS KARAKTERISTIK GETARAN BALOK KOMPOSIT (BAJA DAN ALUMINIUM) DENGAN SISTEM TUMPUAN SEDERHANA

GAMBARAN RESIKO GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA SARANA NON MEDIS DI AREA PLANTROOM RUMAH SAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH HARAPAN KITA JAKARTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. landasan kerja dan lingkungan kerja serta cara-cara melakukan pekerjaan dan proses

Metoda pengukuran intensitas kebisingan di tempat kerja

BAB I PENDAHULUAN. 2007). Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan gangguan fisiologis,

BAB I PENDAHULUAN. meningkat menjadi 464,2 TWh pada tahun 2024 dengan rata-rata pertumbuhan 8,7% per

Fisika Umum (MA-301) Getaran dan Gelombang Bunyi

VII. ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN

BAB I PENDAHULUAN. Menurut UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 mengenai kesehatan

. II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

Program Konservasi Pendengaran (1) Hearing Conservation Program (1)

KARAKTERISTIK GERAK HARMONIK SEDERHANA

Analisis Getaran Struktur Mekanik pada Mesin Berputar untuk Memprediksi Kerusakan Akibat Kondisi Unbalance Sistem Poros Rotor

DAFTAR ISI. i ii iii iv v vi vii ix xi xii xiii xiv BAB I PENDAHULUAN

3 METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu

Analisa Variable Moment of Inertia (VMI) Flywheel pada Hydro-Shock Absorber Kendaraan

BAB I PENDAHULUAN. contoh adalah timbulnya masalah kebisingan akibat lalu lintas.

HAND OUT FISIKA DASAR I/GELOMBANG/GERAK HARMONIK SEDERHANA

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA

BAB I PENDAHULUAN. pemasakan. Kapasitas produksi mencapai 4000 ton per hari. Sound Level Meter dengan 9 titik pengukuran yang berdasarkan European

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 1 (2018), ( Print)

SKRIPSI ANALISIS KEBISINGAN PADA PROSES PRODUKSI GULA PADA STASIUN MASAKAN, PUTARAN, DAN POWER HOUSE DI PG BUNGAMAYANG, LAMPUNG

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembangunan masih dilaksanakan Indonesia pada segala bidang guna

BAB 7. INSTRUMENTASI UNTUK PENGUKURAN KEBISINGAN

III. TINJAUAN PUSTAKA

PENGANTAR DAN KONSEP DASAR ERGONOMI RONI KASTAMAN MATERI 1 PERTEMUAN 1

Pemodelan dan Analisis Simulator Gempa Penghasil Gerak Translasi

Pengujian Tingkat Kebisingan Dan Getaran Pada Alat Pengupas Serabut Kelapa Dengan Menggunakan Beberapa Jenis Peredam

Nilai Ambang Batas iklim kerja (panas), kebisingan, getaran tangan-lengan dan radiasi sinar ultra ungu di tempat kerja

Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi BAHAIROTUL LU LU ( )

MODEL ANALITIK MUFFLER ABSORPTIVE PADA VENTILASI UDARA

Redesign Sistem Peredam Sekunder dan Analisis Pengaruh Variasi Nilai Koefisien Redam Terhadap Respon Dinamis Kereta Api Penumpang Ekonomi (K3)

PRISMA FISIKA, Vol. IV, No. 02 (2016), Hal ISSN :

BAB II LANDASAN TEORI

PERANCANGAN ALSIN YANG ERGONOMIS

BAB I PENDAHULUAN. Risiko merupakan sesuatu yang sering melekat dalam aktivitas. Kegiatan

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkat dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, khususnya dalam

Planning of the Ergonomic Seat for Four Wheel Tractor Based on Anthropometry

BAB I PENDAHULUAN. yang sehat, baik fisik, kimia, biologi maupun sosial yang memungkinkan setiap orang

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. Keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam

Transkripsi:

ANALISIS KEBISINGAN DAN GETARAN MEKANIS PADA TRAKTOR TANGAN Noise and Vibration Analysis of Hand Tractor Sigit Prabawa ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kebisingan dan getaran mekanis pada traktor tangan. Kebisingan diukur dengan sound level meter tipe digital. Getaran mekanis diukur dengan portable vibration meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada traktor tangan Perkasa 700 GX adalah 88-99 db(a), melebihi batas ambang kritis yaitu 85 db(a). Tingkat kebisingan yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pendengaran. Hasil penelitian juga menunjukkan tingkat getaran mekanis dengan frekuensi 2.0 Hz dan percepatan 24.20 m/det 2 yang melebihi batas yang diijinkan yaitu frekuensi 2.0 Hz dan percepatan 0 m/det 2. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kebisingan dan getaran mekanis pada traktor tangan adalah perbaikan konstruksi, diantaranya dengan perbaikan rancangbangun motor (khususnya muffler), pemasangan ring per pada semua baut, serta penggunaan shock breaker dan engine. Selain itu juga perlu diperhatikan penggunaan pelindung telinga bagi operator traktor tangan. Kata kunci: Kebisingan, getaran mekanis, kesehatan, produktivitas, efisiensi. ABSTRACT The objective of the research was to analyze noise and vibration of hand tractor. Noise was measured with digital sound level meter, while vibration was measured with portable vibration meter. The result showed that the noise level of hand tractor Perkasa 700 GX which was 88 99 db (A) exceeded the critical tolerance level of 85 db (A), while the vibration level of 2.0 Hz with acceleration of 24.20 m/sec 2 exceeded the critical tolerance level of 2.0 Hz with acceleration of 0.00 m/sec 2. To reduce noise and vibration, it is suggested to improve construction of the hand tractor by improving engine design especially the muffler, installing a spring ring on each bolt, mounting shock breakers, as well as using an engine. It is also recommended to use ear protectors. Keywords: Noise, vibration, healthy, productivity, efficiency PENDAHULUAN Penggunaan alat dan mesin pertanian seperti traktor tangan adalah salah satu usaha untuk mendapatkan produktivitas dan efisiensi yang tinggi pada sektor pertanian. Meskipun demikian, penggunaan traktor tangan menghadapi beberapa kendala antara lain kebisingan dan getaran mekanis yang dapat menimbulkan masalah dalam kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Apabila permasalahan tersebut tidak dicegah dan diatasi maka hal ini dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas dan efisiensi kerja. Oleh karena itu perlu dilakukan studi tentang kebisingan dan getaran mekanis pada penggunaan traktor tangan. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan bahan masukan bagi perbaikan rancangbangun traktor tangan pada khususnya dan kegiatan mengevaluasi rancangbangun suatu alat dan mesin pada umumnya. Penggunaan alat dan mesin pertanian dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Hal ini dapat dicapai apabila pemilihan alat dan mesin pertanian yang akan digunakan baik dan tepat. Menurut Smith dan Wilkes (978), beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih alat dan mesin pertanian adalah merek dagang, nama dagang, model, perbaikan, rancangbangun, kemudahan pengoperasian, kemudahan penyetelan, kondisi dan kesesuaian kerja, kecepatan penggantian unit, keluwesan gerak, dan kenyamanan. Pertimbangan rancangbangun, kemudahan pengoperasian, kemudahan penyetelan, keluwesan gerak, dan kenyamanan Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung 3545; E-mail: sigit_prabowotp@yahoo.co.id; HP: 08886896062 03

merupakan beberapa hal yang mendukung kenyamanan dan keselamatan kerja. Penggunaan alat dan mesin pertanian harus dapat mencegah terjadinya permasalahan kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Kenyamanan kerja dapat mengendalikan timbulnya kejerihan (kelelahan dan kejenuhan) kerja. Hal ini dapat dicapai diantaranya melalui kesesuaian ukuran alat dan mesin dengan kondisi ukuran tubuh operator, getaran mekanis yang dapat teredam, keluwesan gerak alat dan mesin., dan rancangbangun dengan bentuk dan warna yang menarik. Sedangkan kesehatan kerja ditujukan agar pekerja atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik atau mental maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit/gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja (Sabdoadi, 98). Pada penggunaan traktor tangan, polusi udara akibat asap dari pipa pembuangan (exhauster) dengan kadar debu yang melebihi batas toleransi dan suara bising motor dapat mengganggu kesehatan operator. Keselamatan kerja ditujukan untuk menghindari ada nya kecelakaan kerja. Menurut Sabdoadi (98), kecelakaan ker ja dapat terjadi karena tindakan seseorang yang membahayakan atau pemaparan terhadap alat dan mesin yang dalam keadaan membahayakan. Penyediaan alat-alat pengaman sebagai pelindung di sekeliling bagian-bagian yang bergerak harus di pertimbangkan dengan sangat hati-hati (Smith dan Wilkes, 978). Permasalahan kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja pada penggunaan alat dan mesin pertanian merupakan perhatian yang serius terhadap faktor manusia dalam rancangan alat dan mesin. Hal tersebut dipelajari dalam Ergonomika yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu ergon yang berarti kerja dan nomos yang berarti aturan (Bridger, 995). Ergonomika mempelajari rancangan suatu sistem dimana manusia terlibat. Semua sistem kerja terdiri dari komponen manusia dan komponen mesin dalam sebuah lingkungan lokal. Ergonomika diantaranya mencakup permasalahan kebisingan dan getaran mekanis. Kebisingan (Noise) Jika suatu obyek atau permukaan yang bergetar sedemikian besar, maka getaran itu memberikan energi ke udara di sekelilingnya dan menghasilkan suara (Eargle, 976). Telinga manusia sangat peka terhadap fluktuasi tekanan yang kecil yang disebabkan oleh gelombang suara. Suara dapat menimbulkan kerusakan pendengaran atau kerusakan fisiologis lainnya, menyebabkan iritasi dan gangguan. Jika demikian halnya maka suara berubah menjadi kebisingan (noise), yaitu hanya apabila secara fisiologis maupun psikologis tidak diinginkan (Lipscomb, 978). Efek kerusakan pendengaran yang ditimbulkan tergantung pada frekuensi, tingkat tekanan suara, dan lama pendengaran. Secara umum tingkat tekanan suara yang permanen pada 85 db dan tidak ada perlindungan pada telinga dapat menyebabkan kerusakan pendengaran (Zander, 972). Sedangkan di Amerika Serikat, menurut OSHA (Occupational Safety and Health Administration) ditetapkan 90 db (A) sebagai batas maksimum yang diijinkan dengan lama pendengaran 8 jam terus menerus (Bridger, 995). Hubungan antara tingkat suara dan lama pendengaran yang diijinkan disajikan pada Tabel. Suara dapat diukur secara obyektif, tetapi kebisingan merupakan fenomena yang subyektif (Bridger, 995). Alat ukur yang dapat dipakai untuk pengukuran tingkat suara adalah Sound Level Meter. Tabel. Hubungan tingkat suara dengan lama pendengaran yang diijinkan (Libscomb, 978) Tingkat suara (dba) Waktu yang diijinkan (jam menit) Tingkat suara (dba) Waktu yang diijinkan (jam menit) 85 6 0 0 44 86 3 56 02 3 87 2 8 03 9 88 0 34 04 9 89 9 05 0 90 8 0 06 0 52 9 6 58 07 0 46 92 6 4 08 0 40 93 5 7 09 0 34 94 4 36 0 0 30 95 4 0 0 26 96 3 29 2 0 23 97 3 2 3 0 20 98 2 50 4 0 7 99 2 5 5 0 5 Getaran Mekanis Menurut Zander (972), lahan dan permukaan jalan yang tidak rata, profil roda, serta bekerjanya motor dan bagian mesin lainnya dapat menimbulkan getaran mekanis pada operator. Getaran pada dasarnya dibedakan menjadi dua tipe yaitu getaran sinusoidal dan getaran random. Getaran sinusoidal yang berupa gerakan harmonis sederhana disajikan pada Gambar. Gambar. Getaran sinusoidal dari gerak harmonis sederhana (Liljedahl, 989) 04

Dari Gambar dapat diturunkan persamaan matematis untuk perpindahan titik (displacement) menurut Liljedahl (989), yaitu : I = Asin wt... () dimana I : jarak perpindahan (displacement) A : amplitudo ω : kecepatan sudut t : waktu dimana İ : kecepatan İ = w A cos w t... (2) dimana : percepatan 2 = w... (3) A cos w t dimana f : frekuensi getaran w = 2Πf... (4)) dimana T : perioda getaran... (5) f = T Getaran mekanis yang dirasakan operator disalurkan melalui bagian tubuh yang berhubungan dengan sumber getaran, biasanya pada pantat, telapak tangan, lengan, dan kaki. Kadang-kadang getaran hanya terasa pada telapak tangan atau lengan saja, namun kadang juga getaran terasa pada seluruh tubuh. jantung, peredaran darah hingga penurunan daya lihat serta konsrentasi seseorang. Getaran mekanis dapat berpengaruh buruk pada operator karena dapat menimbulkan gangguan penurunan performansi dan kesehatan. Pengaruh getaran dalam jangka pendek hanya memberikan sedikit efek psikologis, tetapi dalam jangka panjang efek getaran dapat menimbulkan masalah dalam spinal disorders, hermorruids, hernials, dan kesulitan pembuangan air kemih. Getaran dapat berpengaruh meningkatkan tensi otot dan vibration induced finger yaitu pemucatan telapak tangan karena pengecilan pembuluh darah (McCormick, 970). Batas aman getaran mekanis yang dapat diterima tubuh manusia dan waktu pemulihan akibat getaran disajikan pada Gambar 2 dan 3. Alat ukur yang dapat digunakan untuk pengukuran getaran mekanis adalah Vibration Meter. 00 0 0. Gambar 3. Grafik batas getaran mekanis yang diijinkan menurut standar BSI (British Standard Institute) (Herodian, 999) * ** * ekspose tidak kontinyu ** ekspose kontinyu 0 00 000 METODE PENELITIAN 0.0 0 0 2 0 3 2 4 8 2 4 80 Gambar 2. Rekomendasi untuk waktu yang diijinkan dari getaran mekanis pada seluruh tubuh sebagai fungsi dari frekuensi (Zander, 972) Getaran pada seluruh tubuh dan getaran pada tangan memberikan pengaruh yang berbeda. Getaran pada seluruh tubuh memberikan efek yang lebih komplek mulai dari Traktor tangan yang digunakan adalah traktor tangan Perkasa 700 GX yang diproduksi oleh PT Heavyndo Perkasa Engineering, Subang, Indonesia dengan kelengkapan peralatan bajak singkal. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 3 Nopember 999 di Desa Laladon, Bogor yaitu kegiatan pengolahan tanah dengan bajak singkal pada lahan sawah. Pengukuran kebisingan dilakukan dengan menggunakan Sound Level Meter tipe digital, dimana alat tersebut dipegang di samping telinga operator dan arahkan ujungnya ke depan (arah maju kegiatan), kemudian diamati dan dicatat angka yang ditunjukkan. Pengukuran getaran mekanis dilakukan dengan menggunakan Portable Vibration Meter merek IVM model VM- 3344. Parameter getaran mekanis yang diukur adalah percepatan (acceleration), kecepatan (velocity), dan perpindahan (displacement). Pengukuran dilakukan dengan cara memasang sensor dari alat tersebut dengan baik dan benar pada bagian tangkai kemudi traktor tangan, kemudian diamati dan dibaca jarum penunjuk sesuai dengan skala dan fungsi yang dipilih. 05

HASIL DAN PEMBAHASAN Kebisingan (Noise) Dari pengukuran kebisingan diperoleh data kisaran tingkat kebisingan traktor tangan Perkasa 700 GX yang digunakan untuk pengolahan tanah dengan bajak singkal pada lahan sawah, yaitu 88 90 db (A). Menurut standar ISO (Zander, 972), tingkat suara diatas 85 db (A) merupakan batas maksimum yang diijinkan untuk pekerjaan selama maksimum 8 jam. Pada umumnya jam kerja penggunaan alat mesin pertanian adalah 8 jam per hari. Jika demikian halnya, maka tingkat suara yang dihasilkan traktor tangan Perkasa 700 GX melebihi batas yang diijinkan. Apabila tidak ada perbaikan konstruksi, maka usaha yang dapat dilakukan adalah penggunaan pelindung telinga. Jika dilakukan perbaikan konstruksi maka usaha yang dapat dilakukan diantaranya adalah perbaikan rancangbangun motor dan penggunaan ring per pada setiap baut sehingga dapat meredam suara dan juga getaran. Selain itu juga harus diperhatikan muffler (knalpot) sebagai komponen motor untuk mengurangi kebisingan. Tipe muffler yang digunakan adalah disipatip (dissipative muffler). Pada penelitian ini tidak dilakukan pengujian secara khusus terhadap muffler yang digunakan pada traktor tangan Perkasa 700 GX. Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 09-0425-989 tentang cara uji peredam suara gas buang ken daraan bermotor roda empat yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dapat digunakan sebagai referensi jika akan dilakukan pengujian terhadap muffler yang digunakan pada traktor tangan Perkasa 700 GX. Standar ini menetapkan persyaratan cara uji peredam suara gas buang kendaraan bermotor roda empat yang meliputi uji kebisingan statik, uji kebisingan dinamik, uji kebocoran, dan uji bahan (BSN, 989). Penggunaan engine revitalizant perlu dilakukan untuk mengurangi kebisingan dan getaran mesin. Hasil gel revitalisasi membentuk lapisan metalloceramic karakteristik yang unik pada permukaan pasangan komponen mesin yang bergesekan dan melindungi komponen transmisi (pinion gear & bearing) dari gesekan (KOSTER, 2009). Getaran Mekanis (Vibration) Dari data pengukuran getaran mekanis dapat dihitung frekuensi getaran dengan menggunakan Persamaan 3 dan 4 sehingga diperoleh persamaan seperti berikut: f = 2 4 Π A sin w t... (6) dengan sudut 37, maka sin ωt = 0,6, sehingga f =,83 A... (7) dimana f : frekuensi (Hertz, Hz) : percepatan (m/det 2 ) A : amplitudo (m), dengan data displacemet Hasil perhitungan frekuensi getaran disajikan pada Tabel 2, kemudian nilai frekuensi dan percepatan diplotkan pada Gambar 2 dan 3 sehingga diperoleh Gambar 4 dan 5. Tabel 2. Hasil perhitungan frekuensi getaran mekanis traktor tangan Perkasa 700 GX Kegiatan : pengolahan tanah dengan bajak singkal Ulangan Acceleration Displacement Frequency (m/det 2 ) (m) (Hz) 24.00 0.50 2.0 2 25.00 0.30 2.65 3 23.00 0.50.97 4 22.00 0.50.93 5 27.00 0.60.95 Rata-rata 24.20 0.48 2.0 Gambar 4. Performansi getaran mekanis traktor tangan Perkasa 700 GX menurut standar ISO 00 0 0 2 0 3 0 0. 0.0 2 4 8 20 40 80 Gambar 5. Performansi getaran mekanis traktor tangan Perkasa 700 GX menurut standar BSI * ** * ekspose tidak kontinyu ** ekspose kontinyu 0 00 000 06

Ternyata baik menurut standar ISO maupun BSI getaran dari traktor tangan Perkasa 700 GX termasuk tinggi. Hal ini harus diatasi karena dapat mengganggu kesehatan dan menurunkan performansi kerja. Pengaruh getaran dalam jangka pendek dapat mengurangi kenyamanan kerja, meningkatkan tensi otot, dan pemucatan telapak tangan karena pengecilan pembuluh darah. Dalam jangka panjang, getaran berpengaruh pada masalah kesehatan yaitu spinal disorders, hermorruids, hernials, dan kesulitan pembuangan air kemih. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah meredam getaran yang ditimbulkan traktor tangan diantaranya dengan perbaikan rancangbangun motor (khusunya muffler), penggunaan shock breaker, dan penggunaan engine revitalizant. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan. Rancangbangun dan penggunaan traktor tangan harus memperhatikan tingkat kebisingan dan getaran mekanis yang ditimbulkan untuk mendapatkan kenyamanan, kesehatan, dan keselematan kerja serta produktivitas dan efisiensi kerja yang tinggi. 2. Tingkat kebisingan traktor tangan Perkasa 700 GX untuk pengolahan tanah dengan bajak singkal pada lahan sawah (88 99 db(a)) melebihi batas yang diijinkan (85 db(a)). 3. Tingkat getaran mekanis traktor tangan Perkasa 700 GX untuk pengolahan tanah dengan bajak singkal pada lahan sawah (frekuensi 2.0 Hertz percepatan 24.20 m/det 2 ) melebihi batas yang diijinkan (frekuensi 2.0 Hertz percepatan 0 m/det 2 ). Saran. Perlu penggunaan pelindung telinga untuk mencegah/ mengurangi gangguan pendengaran pada operator. 2. Perlu perbaikan konstruksi seperti perbaikan rancangbangun motor (khususnya muffler), penggunaan per ring pada setiap baut, penggunaan shock breaker, dan penggunaan engine revitalizant untuk mengurangi kebisingan dan getaran mekanis. 3. Perlu penelitian lebih lanjut secara khusus terhadap muffler dengan melakukan uji peredam suara gas buang pada traktor tangan dan modifikasi tipe muffler dari disipatip menjadi kombinasi disipatip dan reaktip. DAFTAR PUSTAKA BSN (Badan Standardisasi Nasional) (989). SNI 09-0425- 989 tentang cara uji peredam suara gas buang kendaraan bermotor roda empat. http://www.bsn.go.id/sni/ sni.php [24 Maret 2009]. Bridger, R.S. (995). Introduction to Ergonomics, int l edition. McGraw-Hill, Inc., Singapore. Eargle, J. (976). Sound Recording. Van Nostrand Reinhold Company, USA. Herodian, S. (999). Pedoman Praktikum Ergonomika. JICA IPB, Bogor. Hunt, D. (977). Farm Power and Machinery Management, 7 th edition. Iowa State University Press, Ames, Iowa. KOSTER (Komunitas Suzuki Thunder Indonesia). (2009). Engine Revitalizant: Performance Booster: Xado Revitalizant. http://www.suzuki-thunder.net [24 Maret 2009]. Liljedahl, J.B. (989). Tractors and Their Power Units, 4 th edition. Avi Book, New York. Lipscomb, D.M. (978). Noise and Audiology.University Park Press, Baltimore. McCormick, E.J. (970). Human Factors Engineering, 3 rd edition. McGraw-Hill Book Company, USA. PTHPS (PT. Heavyndo Perkasa Engineering) (996). Buku Petunjuk Pemakaian dan Perawatan Traktor Tangan Perkasa 700 GX. PT Heavyndo Perkasa Engineering, Subang. Sabdoadi (98). Pencegahan Kecelakaan Kerja di Industri. Universitas Airlangga, Surabaya. Smith, H.P. dan Wilkes L.H. (978). Farm Machinery and Equipment, 6 th edition. Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd., New Delhi. Zander, J. (972). Ergonomics in Machine Design (A Case Study of the Self Propelled Combine Harvester). H. Veenman & Zonen N.V., Wageningen. 07