PERCOBAAN 10 RANGKAIAN DIFFERENSIATOR DAN INTEGRATOR OP-AMP

dokumen-dokumen yang mirip
PERCOBAAN 9 RANGKAIAN COMPARATOR OP-AMP

PERCOBAAN 4 RANGKAIAN PENGUAT KLAS A COMMON EMITTER

PERCOBAAN 7 RANGKAIAN PENGUAT RESPONSE FREKUENSI RENDAH

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA MERANGKAI DAN MENGUJI OPERASIONAL AMPLIFIER UNIT : VI

PRAKTIKUM II PENGKONDISI SINYAL 1

PERCOBAAN 6 RANGKAIAN PENGUAT KLAS B PUSH-PULL

Penguat Inverting dan Non Inverting

LEMBAR KERJA V KOMPARATOR

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA Bagian II

Q POWER ELECTRONIC LABORATORY EVERYTHING UNDER SWITCHED

Modul 4. Asisten : Catra Novendia Utama ( ) : M. Mufti Muflihun ( )

PERCOBAAN 3 RANGKAIAN OP AMP

PERCOBAAN 3 RANGKAIAN PENGUAT COMMON SOURCE

Gambar 1.1 Rangkaian Dasar Komparator

Penguat Kelas B Komplementer Tanpa Trafo Keluaran

Workshop Instrumentasi Industri Page 1

Breadboard Breadboard digunakan untuk membuat dan menguji rangkaian-rangkaian elektronik secara cepat, sebelum finalisasi desain rangkaian dilakukan.

Percobaan 3 Rangkaian OPAMP

MODUL 08 Penguat Operasional (Operational Amplifier)

Praktikum Rangkaian Elektronika MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tujuan Percobaan Mempelajari karakteristik statik penguat opersional (Op Amp )

Q POWER ELECTRONIC LABORATORY EVERYTHING UNDER SWITCHED

MODUL 08 OPERATIONAL AMPLIFIER

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 2 (PENGUAT INVERTING)

OPERASIONAL AMPLIFIER (OP-AMP) Oleh : Sri Supatmi

JOBSHEET PRAKTIKUM 8 HIGH PASS FILTER

MODUL - 04 Op Amp ABSTRAK

JOBSHEET 2 PENGUAT INVERTING

PENGUAT OPERASIONAL AMPLIFIER (OP-AMP) Laporan Praktikum

JOBSHEET 9 BAND PASS FILTER

Politeknik Negeri Bandung

PERCOBAAN 3a MULTIVIBRATOR

RANGKAIAN KONVERTER ZERO & Semester 3

Pengkondisian Sinyal. Rudi Susanto

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka

TUJUAN ALAT DAN BAHAN

PERCOBAAN 1 KURVA TRANSFER KARAKTERISTIK JFET

OPERATIONAL AMPLIFIERS

MODUL 09 PENGUAT OPERATIONAL (OPERATIONAL AMPLIFIER) PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018

PENDAHULUAN. Modul Praktikum Rangkaian Linear Aktif. Lab. Elektronika Fakultas Teknik UNISKA

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK LABORATORIUM SISTEM ELEKTRONIKA TELKOM UNIVERSITY

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA. Oleh: Achmad Fiqhi Ibadillah

BAB III PERANCANGAN ALAT

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET RANGKAIAN LISTRIK. Pengisian dan Pengosongan Kapasitor dan Induktor

OPERATIONAL AMPLIFIERS (OP-AMP)

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 1 / RANGKAIAN LISTRIK / 2015 PERATURAN PRAKTIKUM. 1. Peserta dan asisten memakai kemeja pada saat praktikum

DAN RANGKAIAN AC A B A. Gambar 4.1 Berbagai bentuk isyarat penting pada sistem elektronika

Tipe op-amp yang digunakan pada tugas akir ini adalah LT-1227 buatan dari Linear Technology dengan konfigurasi pin-nya sebagai berikut:

PERCOBAAN 2 JFET SELF BIAS

RESPON FREKUENSI PENGUAT CE

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. Pada bab IV ini Berisi hasil dan analisa masing-masing pengujian pedoman.

PERCOBAAN 3 RANGKAIAN PENGUAT COMMON DRAIN (SOURCE FOLLOWER)

Lampiran A. Praktikum Current Feedback OP-AMP. Percobaan I Karakteristik Op-Amp CFA(R in,vo max. Slew rate)

Rangkaian Pembangkit Gelombang dengan menggunakan IC XR-2206

Perancangan Sistim Elektronika Analog

BAB 4. Rangkaian Pengolah Sinyal Analog

PENDAHULUAN. - Persiapan :

PERCOBAAN VII PENGUAT OPERASI ( OPERATIONAL AMPLIFIER )

BAB II LANDASAN TEORI

Teknik Elektromedik Widya Husada 1

MODUL 05 TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKTRONIKA DASAR

Bab III. Operational Amplifier

LAB PTE - 05 (PTEL626) JOBSHEET 4 (LOW PASS FILTER )

LAPORAN PRAKTIKUM ALAT UKUR DAN PENGUKURAN MENGUKUR TEGANGAN AC DAN DC DENGAN OSILOSKOP. 13 Desember 2012

Gambar 2.1. simbol op amp

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga Januari

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Dengan Hs = Fungsi alih Vout = tegang keluran Vin = tegangan masukan

M. Ihsan Z

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET INSTRUMENTASI

Penggunaan Osciloscope Dalam Pengukuran

Operational Amplifier Karakteristik Op-Amp (Bagian ke-satu) oleh : aswan hamonangan

BAB III PERENCANAAN. Pada bab ini akan dijelaskan langkah-langkah yang digunakan dalam

BAB II DASAR TEORI. Sistem pengukur pada umumnya terbentuk atas 3 bagian, yaitu:

Praktikum Rangkaian Elektronika MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Modul 04: Op-Amp. Penguat Inverting, Non-Inverting, dan Comparator dengan Histeresis. 1 Alat dan Komponen. 2 Teori Singkat

- 1 - FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PRAKTIK ELEKTRONIKA ANALOG I

Modul 02: Elektronika Dasar

Pengukuran dengan Osiloskop dan Generator Sapu

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421)

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR 2 Rangkaian Integrator dan Rangkaian Diferensiator

BAB II DASAR TEORI. Modulasi adalah proses yang dilakukan pada sisi pemancar untuk. memperoleh transmisi yang efisien dan handal.

PERCOBAAN 8 RANGKAIAN INVERTING DAN NON INVERTING OP-AMP

PERTEMUAN 4 RANGKAIAN PENYEARAH DIODA (DIODE RECTIFIER)

PRAKTIKUM RANGKAIAN RLC DAN FENOMENA RESONANSI

BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISA. Pengukuran dan analisa dilakukan bertujuan untuk mendapatkan

BABV INSTRUMEN PENGUAT

1. PRINSIP KERJA CATU DAYA LINEAR

PERCOBAAN 5 REGULATOR TEGANGAN MODE SWITCHING. 1. Tujuan. 2. Pengetahuan Pendukung dan Bacaan Lanjut. Konverter Buck

RANCANG BANGUN WHIRLPOOL DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI RANGKAIAN PENGUAT JEMBATAN Dosen Pengampu: Bekti Wulandari M.Pd

KARAKTERISTIK KAPASITOR M. Raynaldo Sandita Powa ( )

Transkripsi:

PERCOBAAN 0 RANGKAIAN DIFFERENSIATOR DAN INTEGRATOR OP-AMP 0. Tujuan : ) Mendemonstrasikan prinsip kerja dari suatu rangkaian diffrensiator dan integrator, dengan menggunakan op-amp 74. 2) Rangkaian differensiator adalah suatu rangkaian yang menghitung nilai sesaat dari setiap titik pada kemiringan garis bentuk gelombang. Disisi lain integrator menghitung luasan dibawah kurva yang diberikan oleh bentuk gelombang. 3) Differensiasi dan integrasi adalah pasangan operasi matematik yang mempunyai efek berlawanan satu sama lain. Sebagai contoh, jika suatu bentuk gelombang diintegrasikan kemudian didifferensiasikan, maka akan didapat bentuk gelombang asalnya. 0.2 Dasar Teori : 0.2. Rangkaian Integrator Suatu rangkaian yang menghasilkan output bentuk gelombang tegangan yang merupakan jumlahan (integral) dari bentuk gelombang tegangan input disebut dengan integrator atau penguat integrasi, seperti diperlihatkan pada gambar 0.. Gambar 0. : Rangkaian Integrator Pernyataan untuk tegangan output (v O ) didapat dengan menggunakan hukum Kirchhoff s arus pada titik v 2 adalah : i = I B + i F

Karena I B sangat kecil, maka dapat diabaikan, sehinga i i F Dari hubungan antara arus dan tegangan pada kapasitor Maka dapat dituliskan : dv i C = C Karena v = v 2 0, maka vin v2 R = C d ( v v ) 2 O v R in = C d ( v ) O Tegangan output didapat dengan integrasi terhadap waktu untuk kedua sisi t v R in 0 t = 0 C F d ( vo ) = CF ( v0) + v0 t = 0 atau vo = vin + C R C F t 0 dimana C adalah konstanta integrasi yang proporsional dengan nilai dari tegangan output (v O ) pada t = 0 detik. Persamaan diatas menunjukkan bahwa tegangan output berbanding lurus dengan integral negative dari tegangan input dan berbanding terbalik dengan konstanta waktu R C F. Sebagai contoh, apabila inputnya adalah gelombang sinus, maka outputnya adalah gelombang cosinus; dan apabila inputnya adalah suatu gelombang persegi, maka outputnya adalah gelombang segitiga, seperti diperlihatkan pada gambar 0.2. Sebagai catatan, bentuk gelombang dari gambar 0.2 diatas diasumsikan bahwa R C F = detik dan C = 0. 2

Gambar 0.2 : Bentuk Gelombang Input dan Output Ideal Untuk mengurangi error yang terjadi pada tegangan output, maka dalam praktek seringkali diberi hambatan R F parallel dengan kapasitor feedback C F, seperti ditunjukkan pada gambar 0.3. Gambar 0.3 : Rangkaian Integrator dalam praktek Sebagai contoh, apabila dari gambar rangkaian diatas (gambar 0.) diberikan : R C F = detik, input adalah suatu unit step (dc), seperti ditunjukkan pada gambar 0.3(a). Tentukan tegangan output dan gambarkan bentuk gelombangnya, dengan asumsi kondisi awal op-amp adalah 0 (nol). Jawab : Fungsi dari input adalah konstan, dimulai dari t = 0 detik, atau V in = 2 Volt untuk 0 t 4 detik. Sehingga dengan menggunakan persamaan diatas, didapat : 3

t = 4 4 vo = 2 = 2 t = 8 Volt 0 0 Bentuk gelombang tegangan output yang tergambar disebut sebagai ramp function, dengan slope (kemiringan) -2 Volt / detik. Gambar 0.4 : Bentuk gelombang input dan output 0.2.2 Rangkaian Diferensiator Gambar 0.4 memperlihatkan rangkaian differensiator atau penguat differensiasi. Seperti namanya, implikasi dari rangkaian tersebut adalah membentuk operasi matematik dari diferensiasi, yaitu bentuk gelombang output merupakan derivative (turunan) dari bentuk gelombang input. Rangkaian differensiator dapat dibentuk dari suatu penguat inverting dasar dengan mengganti resistor input R dengan kapasitor C. Gambar 0.5 : Rangkaian Differensiator 4

Pernyataan untuk tegangan output (v O ) didapat dengan menggunakan hukum Kirchhoff s arus pada titik v 2 adalah : i = I + i C B F Karena I B sangat kecil, maka dapat diabaikan, sehinga ic i F Dari hubungan antara arus dan tegangan pada kapasitor Karena v = v 2 0, maka : d ( v v ) v 2 0 C in 2 = RF v atau v dv v in 0 C = RF = R C O F dv in Persamaan diatas menunjukkan bahwa tegangan output sama dengan R F C kali negative dari laju perubahan sesaat dari tegangan input v in terhadap waktu. Karena diffrensiator berfungsi kebalikan dari integrator, maka gelombang input cosinus akan menghasilkan gelombang output sinus; atau gelombang input segitiga, maka akan menghasilkan gelombang output persegi. 0.3 Rangkaian Percobaan : Gambar 0.6 : Rangkaian Differensiator 5

Gambar 0.7 : Rangkaian Integrator Gambar 0.8 : Pin diagram dari op-amp 74 0.4 Peralatan yang digunakan : ) Modul praktikum, breadboard dan komponennya 2) Voltmeter dc 3) Oscilloscope 4) dc power supply 5) Function Generator 0.5 Prosedur Percobaan dan Tugas : ) Rangkaikan seperti pada gambar 0.6 (rangkaian differentiator) yang bersesuaian dengan modul praktikum atau dengan menggunakan breadboard. 2) Setelah di cek semua hubungan rangkaian dengan benar, hubungkan tegangan supply sebesar +5 Volt dan 5 Volt. 3) Dengan menggunakan oscilloscope, hubungkan channel ke input (v in ) dan channel 2 ke output (v o ). 4) Hubungkan rangkaian percobaan dengan sinyal generator, seperti teretera pada gambar 0.6, pilihlah gelombang segitiga dan aturlah besarnya level tegangan input sebesar Volt peak-to-peak, pada frekuensi 400 Hz. 5) Gambarkan bentuk gelombang v in dan v out dari display oscilloscope pada kertas grafik. Yakinkan bahwa sinyal output adalah gelombang persegi (square wave) yang berbeda phase 80 o dengan sinyal input v in. 6

6) Lepaskan sementara probe oscilloscope yang terhubung ke channel 2, dan aturlah posisi garis lurus pada layar (groud level) pada posisi yang sesuai. Hubungkan kembali probe oscilloscope pada posisi semula (output rangkaian differentiator), kemudian ukurlah tegangan peak negatip terhadap ground dari gelombang persegi dan catatlah pada table 0.. 7) Ukurlah interval waktu sinyal negatip gelombang persegi (t ), kemudian catatlah pada table 0.. 8) Hitunglah tegangan peak dari gelombang persegi sebagai hasil dari differensiasi gelombang segitiga, dengan persamaan sebagai berikut : 2 RF C V Vo ( peak) = t m dimana V m adalah tegangan peak dari gelombang segitiga. Catatlah hasilnya pada table 0.. 9) Aturlah frekuensi input dari sinyal generator menjadi khz, kemudian ulangi langkah (6) sampai dengan (8) dan catatlah hasilnya pada table 0.. Yakinkan bahwa tegangan output peak dari gelombang persegi akan bertambah. 0) Aturlah kembali frekuensi input dari sinyal generator menjadi 30 khz. Apa yang terjadi dengan sinyal output? Catatan: Sinyal output akan menjadi gelombang segitiga, dengan beda phase 80 o. Pada saat frekuensi dinaikkan sampai mendekati 5,4 khz, rangkaian akan berfungsi sebagai differentiator, karena reaktansi dari kapasitor 0,0047 μf akan lebih kecil dari 2,2 kω (R S ). 7

Diatas frekuensi tersebut, rangkaian akan berfungsi sebagai penguat inverting, dengan penguatan tegangan R F /R S. ) Ukurlah tegangan output peak-to-peak kemudian tentukan penguatan tegangannya, dan catatlah hasilnya pada table 0.. Bandingkan hasil penguatan tegangan yang terjadi dengan suatu penguat inverting. Tabel 0. : Data op-amp differentiator Frekuensi input 400 Hz Tegangan output peak terukur Tegangan output peak yang diharapkan % Error khz 30 khz 2) Rangkaikan seperti pada gambar 0.7 (rangkaian integrator) yang bersesuaian dengan modul praktikum atau dengan menggunakan breadboard. 3) Setelah di cek semua hubungan rangkaian dengan benar, hubungkan tegangan supply sebesar +5 Volt dan 5 Volt. 4) Dengan menggunakan oscilloscope, hubungkan channel ke input (v in ) dan channel 2 ke output (v o ). 5) Hubungkan rangkaian percobaan dengan sinyal generator, seperti teretera pada gambar 0.7, pilihlah gelombang persegi (square wave) dan aturlah besarnya level tegangan input sebesar Volt peak-to-peak, pada frekuensi 0 khz. 6) Gambarkan bentuk gelombang v in dan v out dari display oscilloscope pada kertas grafik. Yakinkan bahwa sinyal output adalah gelombang segitiga (triangle wave) yang berbeda phase 80 o dengan sinyal input v in. 8

7) Lepaskan sementara probe oscilloscope yang terhubung ke channel 2, dan aturlah posisi garis lurus pada layar (groud level) pada posisi yang sesuai. Hubungkan kembali probe oscilloscope pada posisi semula (output rangkaian integrator), kemudian ukurlah tegangan peak negatip terhadap ground dari gelombang segitiga dan catatlah pada table 0.2. 8) Ukurlah interval waktu sinyal negatip gelombang segitiga (t ), kemudian catatlah pada table 0.2. 9) Hitunglah tegangan peak dari gelombang segitiga sebagai hasil dari differensiasi gelombang persegi, dengan persamaan sebagai berikut : V ( peak ) = o V R m t C dimana V m adalah tegangan peak dari gelombang persegi. Catatlah hasilnya pada table 0.. 20) Aturlah frekuensi input dari sinyal generator menjadi 4 khz, kemudian ulangi langkah (7) sampai dengan (9) dan catatlah hasilnya pada table 0.2. Yakinkan bahwa tegangan output peak dari gelombang segitiga akan bertambah. 2) Aturlah kembali frekuensi input dari sinyal generator menjadi 00 Hz. Apa yang terjadi dengan sinyal output? Catatan: Sinyal output akan menjadi gelombang persegi, dengan beda phase 80 o. Pada saat frekuensi diturunkan sampai mendekati 724 Hz, rangkaian akan berfungsi sebagai integrator, karena reaktansi dari kapasitor 0,0022 μf akan lebih besar dari 00 kω (R S ). Dibawah frekuensi tersebut, rangkaian akan berfungsi sebagai penguat inverting, dengan penguatan tegangan R S /R. 22) Ukurlah tegangan output peak-to-peak kemudian tentukan penguatan tegangannya, dan catatlah hasilnya pada table 0.2. Bandingkan hasil penguatan tegangan yang terjadi dengan suatu penguat inverting. 23) Dari hasil pengukuran dan perhitungan pada tabel 0., dan 0.2, berikan kesimpulan yang didapat dari percobaan ini. 9

Tabel 0.2 : Data op-amp integrator Frekuensi input 0 khz Tegangan output peak terukur Tegangan output peak yang diharapkan % Error 4 khz 00 Hz 0