CLINICAL PATHWAY (JALUR KLINIS)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

THE IMPORTANCE OF HOSPITAL SPECIFIC CLINICAL PRACTICE GUIDELINES TOWARDS BETTER CLINICAL MANAGEMENT

BAB I PENDAHULUAN. baik dari pihak penyedia jasa pelayanan kesehatan itu sendiri, maupun dari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di zaman yang semakin berkembang, tantangan. terhadap pelayanan kesehatan ini mengisyaratkan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Mutu pelayanan kesehatan merupakan prioritas baik bagi pihak penyedia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Kebijakan Pemerintah Dalam Bidang Pelayanan Medik. dr. Supriyantoro,Sp.P, MARS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. jantung koroner yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian (Departemen

BAB III METODE PENELITIAN

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 1438/Menkes/per/IX/ 2010 tentang standar pelayanan kedokteran Bab V pasal 10 ayat 4 berbunyi:

BAB I PENDAHULUAN. satu faktor pendukung terpenting. Di dalam Permenkes RI Nomor

ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN PERTEMUAN II LILY WIDJAYA, SKM.,MM, PRODI D-III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

Strategi Penanganan Kasus Pelanggaran Disiplin Praktik Kedokteran dalam Rangka Pembinaan Profesi Dokter/Dokter Gigi pada Era MEA #

BAB I PENDAHULUAN. agar staf medis di RS terjaga profesionalismenya. Clicinal governance (tata kelola

BAB I PENDAHULUAN. untuk mencapai sebuah pelayanan yang baik bagi pasien. sesuai dengan klasifikasi yang diberlakukan di Indonesia (ICD-10) tentang

REVIEW STAF MEDIS Penilaian aktifitas staf medis senior dan para kepala unit kerja dilakukan oleh otor

BAB I PENDAHULUAN UKDW. negara berkembang, penyakit ini disebabkan oleh kuman. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2014, dari 20 negara di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I DEFENISI. Tujuan Discharge Planning :

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI Ny. S DENGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH ( BBLR ) DI BANGSAL KBRT RSUD Dr.MOEWARDI SURAKARTA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang berjudul Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik untuk

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Karakteristik Subjek Penelitian

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT. Rumah sakit merupakan suatu unit yang mempunyai organisasi teratur,

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SAMBUNGMACAN II. No.../.../.../SK/... TENTANG STANDARISASI KODE KLASIFIKASI DIAGNOSA DAN TERMINOLOGI

BAB 1 PENDAHULUAN. sakit terutama dari sumber daya manusianya, pembiayaan dan informasi menuju

PERATURAN YANG TERKAIT DENGAN RM

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. indikator yang digunakan untuk memantau derajat kesehatan sekaligus sebagai

Perawat & Program Perawatan di Rumah Sakit

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI. NY. N DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI KAMAR BAYI RESIKO TINGGI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dalam rangka mencapai cita-cita awal dari pembentukan Sistem

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. rekam medis harus dijaga kerahasiaannya. (1) c. Rekam medis dalam arti sempit dimaksud kasus-kasus yang tercatat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

dr. AZWAN HAKMI LUBIS, SpA, M.Kes

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan masalah kesehatan benar-benar merupakan kebutuhan. penting. Oleh karena itu, organisasi pelayanan kesehatan diharapkan

UKDW. % dan kelahiran 23% (asfiksia) (WHO, 2013). oleh lembaga kesehatan dunia yaitu WHO serta Centers for Disease

PEDOMAN PELAYANAN KEDOKTERAN DAN KEPERAWATAN

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI CLINICAL PATHWAY PADA RUMAH SAKIT PHC SURABAYA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang telah nyata terjadi maupun berpotensi untuk terjadi yang mengancam

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT edisi 1 1

BAB I PENDAHULUAN. individu, keluarga, masyarakat, pemerintah dan swasta. Upaya untuk meningkatkan derajat

PANDUAN PROSES EVALUASI KINERJA STAF MEDIS RUMAH SAKIT UMUM AMINAH BLITAR TAHUN

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. rumah sakit. Rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks, menggunakan

BAB 1 PENDAHULUAN. penurunan angka kematian ibu (AKI) dan bayi sampai pada batas angka

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. penting dari pelayanan kesehatan termasuk hasil yang diharapkan dengan berbasis

KEPUTUSAN DIREKTUR TENTANG KEBIJAKAN PEMBUATAN CLINICAL PATHWAYS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pencegahan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Pengembangan sistem..., Fatimah Haniyah, FKM UI, 2009

BAB 1 PENDAHULUAN. mortalitasnya yang masih tinggi. Diare adalah penyakit yang ditandai

B AB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. individu mempunyai hak untuk lahir sehat maka setiap individu berhak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. of Hospital Care yang dikutip Azwar (1996) mengemukakan beberapa

RS dan JKN T O N A N G D W I A R D Y A N T O

PANDUAN PENUNTUN SURVEI AKREDITASI UNTUK BAB PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN ====================================== ==========================

BAB 1 PENDAHULUAN. kemajuan kesehatan suatu negara. Menurunkan angka kematian bayi dari 34

DRAF PEDOMAN AUDIT KEPERAWATAN

HOME HEALTH CARE. Perawatan Kesehatan Rumah Diterjemahkan dari handout materi keperawatan komunitas oleh Bapak Sigit Mulyono, MN

HP Palembang 22 Juni 1953

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan perorangan meliputi pelayanan, promotif, preventif, kuratif, dan

KEPUTUSAN DIREKTUR RS. PANTI WALUYO YAKKUM SURAKARTA Nomor : 2347a/PW/Sekr/VIII/2014 TENTANG

Justinus duma, SFt, Physio

BAB 1 PENDAHULUAN. menyebutkan bahwa diperkirakan pasien rawat inap per tahun

BAB I PENDAHULUAN. Clinical Pathway, selanjutnya disingkat CP, merupakan konsep perencanaan

BAB I PENDAHULUAN. Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT. pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. Kehamilan adalah suatu proses fisiologi yang terjadi hampir pada setiap

PEDOMAN MANAJER PELAYANAN PASIEN RUMAH SAKIT (CASE MANAGER)

BAB I PENDAHULUAN. bervariasi. Insidensi stroke hampir mencapai 17 juta kasus per tahun di seluruh dunia. 1 Di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. Mencapai derajat sarjana S-1. Diajukan Oleh : NURHIDAYAH J FAKULTAS KEDOKTERAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit

KERANGKA ACUAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS PUJON

Penerapan Clinical Governance di Rumah Sakit melalui Sistem Manajemen Mutu ISO 9000

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang. Kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan salah satu upaya pelayanan

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

Manajemen dan Pengendalian Mutu Pelayanan Kebidanan

BAB I PENDAHULUAN. pembuahan dalam kandungan sampai umur lanjut (GBHN, 1999). yang terus berkembang (Depkes RI, 1999).

KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSIA KEMANG NOMOR : 056/SK/DIR/5/2017 TENTANG PEMBERLAKUAN PANDUAN ASESMEN PASIEN RSIA KEMANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penggunaan obat ketika pasien mendapatkan obat sesuai dengan kebutuhan

PANDUAN EVALUASI PRAKTEK DOKTER BERKESINAMBUNGAN (ON GOING PROFESSIONAL PRACTICE EVALUATION/OPPE) BAB I PENDAHULUAN

BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG

5. HAKEKAT PERMENKES 269/MENKES/PER/III/2008 TENTANG RM dan PERTAURAN TERKAIT LAINNYA LILY WIDJAYA,SKM.,MM D-III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

BAB I PENDAHULUAN. berkualitas tidak terlepas dari peran tenaga medis dan nonmedis.

PENGARUH PENERAPAN SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA CLINICAL PATHWAY KASUS TYPHOID TRIWULAN I TAHUN 2016 DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

PMKP STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT EDISI I ( SNARS EDISI I) PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN EDIT LW REV NRL 10717

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. WHO pada tahun 2002, memperkirakan pasien di dunia

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan salah satu pelayanan jasa yang di dalamnya terdapat

BAB I PENDAHULUAN. konstitusi WHO. Dalam upaya mewujudkan hak kesehatan pada setiap individu, pelayanan

ORDIK PPDS KOMITE MEDIK RSUD SAIFUL ANWAR MALANG 2017

BAB I PENDAHULUAN. medis lainnya. Sedangkan menurut American Hospital Assosiation rumah sakit

PELAYANAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

Transkripsi:

CLINICAL PATHWAY (JALUR KLINIS)

PENGERTIAN Clinical Pathway (Jalur Klinis) adalah: Suatu cara untuk menstandarisasikan praktik klinis dan umumnya dilaksanakan di rumah sakit Clinical Pathway dikembangkan à Clinical Practice Guideline (CPG)

PENGERTIAN 1. Suatu alat untuk mendapatkan perawatan yang terkoordinasi dan hasil yang prima dalam suatu rentang waktu tertentu dengan menggunakan sumber daya yang tersedia 2. Suatu metodologi untuk suatu pembuatan keputusan yang saling menguntungkan dan pengorganisasian pelayanan untuk suatu kelompok pasien dalam suatu jangka waktu tertentu 3. Suatu rancangan penatalaksanaan multi disiplin klinis terbaik untuk suatu kelompok pasien dengan diagnosis tertentu yang dapat membantu koordinasi dan memberikan kualitas pelayanan yang prima 4. Suatu alat audit untuk manajemen dan klinis, dimulai sejak kegiatan pasien saat mendaftar dan berakhir saat pasien dinyatakan sembuh dan boleh pulang ke rumah. Ia menyatukan rencana pelayanan kesehatan dan asuhan keperawatan dengan terapi lain seperti terapi; gizi, fisioterapi dan kejiwaaan 5. CP bukan merupakan standar pelayanan atau pengganti penilaian klinis atau pengganti perintah dokter, melainkan suatu dokumen yang terintegrasi untuk memudahkan proses perawatan pasien dan mengefektifkan pelayanan klinis dan finansial dengan menggabungkan pendekatan tim dan klinis

DASAR HUKUM CP 1. UU no 23/1992 tentang kesehatan 2. UU no. 29/2004 tentang praktik kedokteran 3. Permenkes RI No.159b/Menkes/Per/II/1988 tentang rumah sakit 4. KepMenkes RI No.436/1993 tentang berlakunya standar pelayanan rs dan SPM rumah sakit 5. PerMenkes RI No.920 Menkes/Per/XII/1996 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan RS Swasta di bidang medik 6. KepMenkes RI No.496/Menkes/SK/IV/2005 tentang Pedoman audit medis di RS 7. KepMenkes RI No. 631/Menkes/SK/IV/2005 tentang Peraturan Internal Staf Medis.

PRIORITAS CP à DEPKES RI 1. Kasus sering ditemui 2. Kasus yang terbanyak 3. Biayanya tinggi 4. Perjalanan penyakit dan hasilnya dapat diperkirakan 5. Telah tersedia Standar Pelayanan Medis dan Standar Prosedur Operasional

4 KOMPONEN CP 1. Time Line 2. Kategori pelayanan, aktivitas dan intervensinya 3. Kriteria hasil jangka menengah dan jangka panjang 4. Variasi pencatatan

MANFAATCP 1. Variasi diagnosis dan prosedur minimal 2. Sumber daya yang digunakan homogen 3. Menyediakan standar untuk pelayanan secara nyata dan baik 4. Meningkatkan mutu pelayanan yang berkelanjutan 5. Mengurangi Length of Stay rumah sakit 6. Menurunkan penggunaan Clinical Guidelines dan pengobatan berbasis Evidence 7. Meningkatkan komunikasi, teamwork dan rencana perawatan 8. Menurunkan biaya perawatan 9. Efisiensi penggunaan sumber daya tanpa mengurangi mutu

HUBUNGAN CP DENGAN DRG s CASE MIX Klasifikasi penyakit dalam ICD-10 à dapat dikelompokkan kembali à Kategori Diagnosis Utama (Major Diagnostic Category) à selanjutnya dikelompokkan menjadi beberapa kelompok diagnosis terkait Diagnosis Related Groups Pengembangan DRG à untuk menciptakan framework yang efektif untuk memonitor penggunaan pelayanan dalam rumah sakit. Sementara itu tujuan awal pembuatan DRG s adalah untuk menggabungkan casemix dengan kebutuhan sumber daya DRG s dan CP à cikal bakal dari Casemix yang merupakan sistem klasifikasi pasien yang dikombinasikan dengan jenis penyakit yang dibutuhkan dengan biaya selama perawatan

DRG à MDC NO KATEGORI PENYAKIT UTAMA (MDC) DRG Pre-MDC 12 1 Penyakit dan Gangguan sistem syaraf 53 2 Penyakit dan Gangguan mata 20 3 Penyakit dan Gangguan THT 28 4 Penyakit dan Gangguan sistem respirasi 42 5 Penyakit dan Gangguan sistem peredaran darah 67 6 Penyakit dan Gangguan sistem pencernaan 52 7 Penyakit dan Gangguan sistem hati dan pancreas 29 8 Penyakit dan Gangguan sistem musculoskeletal dan jaringan ikat 79 9 Penyakit dan Gangguan kulit, jaringan subkutan dan payudara 29

DRG à MDC NO KATEGORI PENYAKIT UTAMA (MDC) DRG 12 Penyakit dan Gangguan sistem reproduksi pria 19 13 Penyakit dan Gangguan sistem reproduksi wanita 20 14 Kehamilan, persalinan dan nifas 17 15 Neonatus dan perinatal 25 16 Penyakit dan gangguan darah,organ pembentuk darah dan imunologi 10 17 Penyakit dan gangguan darah,organ pembentuk darah dan imunologi 18 18 Penyakit Infeksi dan parasit 17 19 Penyakit dan gangguan mental 13 20 Penggunaan alkohol atau obat dan gangguan mental organik yang menyertai 8 21 Trauma, keracunan dan efek toksik dari obat 24 22 Luka bakar 8

CLINICAL PRACTICE GUIDELINE (CPG) CPG adalah standarisasi praktik klinis yang disusun dan diputuskan bersama oleh para profesional di bidangnya, yang khusus mengatur pedoman dan tata laksana kasus tertentu yang berlaku secara nasional yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

CPG PENTING à UNTUK Mengurangi variasi praktik klinis Mengurangi biaya kesehatan Memonitor penatalaksanaan kasus Mengatasi kesulitan yang timbul akibat perkembangan ilmu

CLINICAL PATHWAY Harus mudah penggunaannya Mendorong komunikasi antar-pengguna (para profesional kes, pasien dan keluarga) Meningkatkan peran audit medis Mengurangi catatan tertulis (paper-work) Mengandung informasi finansial secara bottom-up Berperan sangat penting dalam pengelolaan resiko penatalaksanaan klinis (tmsk resiko finansial) CP à strategi untuk penanggulangan penyakit atau kondisi dengan volume besar, beresiko tinggi thdp mortalitas dan morbiditas, bervariasi dan membutuhkan biaya besar

CONTOH-CLINICAL PATHWAY Stroke di NUH (National University Hospital) di Singapura Menurunkan angka kematian kasus stroke akut 10% à 5% LOS 10,3 hari à 7,64 hari Menghemat biaya sampai 2/3 (Venketa Subramanian, 2004) Kasus pneumonia di Malaysia Menurunkan mortalitas >50% Mengurangi LOS sampai 1/3 (Sivalal, 2005)

CLINICAL PATHWAY Di negara maju membutuhkan seorang pengelola kasus (case manager) à sistem multidisiplin dapat berjalan secara efektif dengan SD yang ada Pengelola kasus (PK) à dapat dipilih dari profesi dokter umum atau perawat senior Seorang PK ikut dalam melakukan penilaian (assessment), mengimplementasikan CP, mengkoordinasikan, memonitor dan mengevaluasi pelayanan PK berperan melalui komunikasi dan sumber daya yang ada untuk mencapai hasil yang cost effective.

HUBUNGAN CP DENGAN DRG & CASEMIX ICD CLINICAL PATHWAY MDC DRG DRG CASEMIX