IV METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di CV. Akar Daya Mandiri yang berlokasi di Jalan

METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Jenis dan Teknik Pengambilan Contoh

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan mengambil sampel pada pegawai Dinas Pertanian Tanaman

Penelitian ini dilakukan di Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Kabupaten Tulang Bawang yang beralamat di Jalan Cemara Kompleks

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) dengan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menganalisa tentang pengaruh media komunikasi pemasaran

BAB III METODE PENELITIAN. obyek penelitian adalah para pengguna software akuntansi pada perusahaanperusahaan

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu:

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1.Objek Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen yaitu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengamatan dilakukan pada konsumen tetap santika hotel, khususnya terhadap

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan mengambil sampel pada karyawan tetap PTPN VII (Persero)

BAB III METODE PENELITIAN. (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Yang menjadi

BAB III METODE PENELITIAN. Menengah (UKM) yang berada di Kabupaten Bantul. Hal ini bertujuan untuk. Menengah (UKM) pada daerah tersebut.

BAB 3 METODE PENELITIAN. sebab-akibat antara variable-variabel dalam penelitian ini, yaitu antara munculnya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. sedangkan obyek dari penelitian ini adalah produk Eiger. Data yang digunakann dalam penelitian ini adalah data primer,

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi kasus di kawasan usaha agroindustri terpadu

METODE PENELITIAN. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah konsumen yang pernah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di RM Sederhana Palembang, Sumatra Selatan yang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Pada Restaurant Bumbu Desa Cabang Laswi Bandung, penulis melakukan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE KAJIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang mengkonsumsi produk minuman Teh Botol Sosro.

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1

BAB III METODE PENELITIAN. mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Adapun

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Tipe penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Menurut Jalaludin

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kombinasi ( mixed

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Objek penelitian adalah sesuatu yang akan menjadi pusat penelitian. Objek

METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

III. METODE PENELITIAN. verifikatif. Sugiyono (2012:206) menyatakan bahwa Statistik deskriptif adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kausalitas, yang mana digunakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan beserta definisi operasionalnya adalah sebagai berikut : 1. Variabel Independen atau Variabel Bebas (X)

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI. Gambar 3.1 FlowChart Metodologi Penelitian. 3.1 Studi Lapangan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian merupakan cara kerja untuk dapat memahami obyek

BAB 3 METODE PENELITIAN. Menurut Anwar (2011:13), Desain penelitian deskriptif adalah desain

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Barat. Penelitian ini dilakukan pada Maret 2016 sampai dengan selesai.

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun jenis data yang digunakan dalam uraian ini adalah sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berlokasi pada PT.Telkom Pekanbaru yang terletak di jalan

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Model analisis deskriptif merupakan metode yang memberikan

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah penelitian asosiatif yaitu bentuk penelitian dengan

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam Penelitian ini penulis mengambil tempat pada PT.

III. METODE PENELITIAN. Pada skripsi ini informasi yang diperoleh dari penelitian dikelola dengan

BAB III METODE PENELITIAN. karena data diperoleh dari hasil pengamatan langsung di Bank Muamalat

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. gambaran penjelasan mengenai hasil penelitian serta penelitian ini. dari responden dengan menggunakan kuesioner.

BAB 3 METODE PENELITIAN. analisis data kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kolerasional. dengan pendekatan korelasional adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada para pemimpin dan karyawan PT Wahana Persada

BAB III METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian kuantitatif yaitu metode

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian exsplanatori (exsplanatory

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Utara No. 9A, Tol Tomang, Kebon Jeruk, Jakarta 11510

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini adalah sepeda motor vario 150 yang berada di kota

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Belitung Timur Propinsi Bangka

BAB III METODE PENELITIAN. yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

BAB III METODE PENELITIAN. yang terdaftar di Dinas Koperasi & UKM Raden Panji Suroso Malang.

BAB III METODE PENELITIAN. sampel auditor internal pada perusahaan perusahaan tersebut. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mendapatkan data yang diperlukan pada penelitian ini, penulis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian komparatif dan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian. Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Ismail et.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Assosiatif kausal, penelitian

III. METODE PENELITIAN

Transkripsi:

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan obyek yang akan diteliti, yaitu wirausaha UMKM agribisnis di Kecamatan Ciampea berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bogor. Pelaksanaan penelitian dilakukan dari April hingga Mei 2010. 4.2. Metode Penentuan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah wirausaha UMKM agribisnis di Kecamatan Ciampea. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling. Pengambilan sampel probabilitas adalah suatu metode pemilihan sampel, di mana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara acak dengan pengundian. Cara undian ini dilakukan dengan memberi nomor-nomor pada seluruh anggota populasi, lalu secara acak dipilih nomor-nomor sesuai dengan banyaknya jumlah sampel yang dibutuhkan. Pengambilan sampel dilakukan tanpa pengembalian agar satu responden tidak mendapatkan kuesioner dua kali. Penentuan jumlah sampel atau responden ditentukan berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus Slovin (Umar, 2005) : N n 1 Ne 2 Keterangan : N = Jumlah populasi n = Jumlah Sampel atau Responden Ne = Kesalahan dalam mengambil sampel yang ditetapkan sebesar 10 % Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bogor diketahui bahwa jumlah UMKM di Kecamatan Ciampea tahun 2009 adalah 393 wirausaha. Dalam penelitian ini yang menjadi 25

populasi adalah UMKM agribisnis di Kecamatan Ciampea yang jumlahnya sebanyak 262 wirausaha, maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 262 n 1 262(10%) untuk pengujian validitas dan reliabilitas kuesioner menggunakan 10 responden maka jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 62 orang. 2 72 4.3. Data dan Instrumentasi Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer mencakup wawancara langsung dengan kepala kasi ekonomi di kantor Kecamatan Ciampea, observasi langsung, dan wawancara responden wirausaha UMKM agribisnis di Kecamatan Ciampea yang masih menjalankan usahanya melalui pengisian kuesioner berupa pertanyaan yang terkait dengan topik penelitian. Data tersebut digunakan untuk menganalisis sikap, norma subyektif dan intensi menjadi wirausaha sukses. Dengan demikian, data yang akan digunakan jika dilihat dari waktunya merupakan data cross section. Data sekunder diperoleh dari beberapa buku, internet, skripsi, dan artikel yang berkaitan dengan materi penelitian, data dari Badan Pusat Statistik (BPS), data yang diperoleh dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bogor dan data dari Kantor Kecamatan Ciampea. Instrumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, penyimpan data elektronik, dan alat pencatat. Untuk memastikan bahwa kuesioner yang digunakan dapat dipercaya dan valid, maka dilakukan uji reliabilitas dan uji validitas. Menurut Umar (2005), uji validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur sedangkan reliabilitas adalah suatu indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Apabila suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur sesuatu yang sama dan menghasilkan pengukuran yang relatif konsisten maka alat pengukur tersebut dapat dikatakan andal. Dikatakan reliable atau dapat dipercaya, apabila mantap atau stabil, dapat diandalkan (dependability) dan dapat diramalkan (predictability). 26

4.4. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data untuk penelitian ini dilaksanakan selama sebulan pada periode bulan April-Mei 2010. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner kepada wirausaha UMKM sebagai responden. Menurut Juanda (2007), observasi adalah salah satu instrumen pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pencatatan secara teliti dan sistematis mengenai gejala-gejala yang sedang diteliti. Dalam penelitian ini, observasi dilakukan untuk melihat karakteristik usaha wirausaha UMKM agribisnis sekaligus mengecek jawaban dari responden. Wawancara adalah pengumpulan data dengan bertanya jawab langsung antara peneliti dengan responden atas pertanyaan-pertanyaan yang tercantum dalam kuesiner agar dapat menghindari bias yang kemungkinan dapat terjadi. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan untuk mendapatkan data mengenai sikap, norma subyektif dan intensi menjadi wirausaha sukses di Kecamatan Ciampea, Bogor. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang dibagikan kepada responden untuk diisi kemudian dikembalikan pada peneliti. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data mengenai karakteristik usaha, sikap, norma subyektif dan intensi yang dimiliki oleh wirausaha UMKM Agribisnis. Kuesioner terdiri dari beberapa bagian, antara lain: karakteristik responden, karakteristik usaha, inti kuesioner yang berisi pertanyaan tentang sikap, norma subyektif, dan intensi. 4.5. Metode Pengolahan Data Data yang diperoleh akan diolah agar dapat disajikan dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Pengolahan data untuk penelitian ini menggunakan metode : 1) Uji validitas dan reliabilitas uji validitas dilakukan untuk mengukur seberapa kuesioner dapat diyakini dan valid, uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur seberapa kuesioner dapat diandalkan. Hasil uji validitas menunjukkan semua pertanyaan valid untuk digunakan dalam penelitian dan hasil uji reliabilitas menunjukkan semua pertanyaan yang reliabel untuk digunakan dalam penelitian. Hanya pertanyaan yang sudah valid dan reliabel saja yang ditanyakan kepada responden. Uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini dilakukan terhadap 27

10 orang responden sebagai pengujian awal kuesioner. Jumlah pertanyaan yang akan diuji ada 18 pertanyaan (9 pertanyaan sikap dan 9 pertanyaan norma subyektif). 2) Analisis deskriptif. Menurut Natzir (1999), analisis deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat, mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi untuk melihat penyebaran data dalam satu variabel. Dalam analisa deskriptif, data-data yang didapat dari pertanyaan dalam kuesioner tersebut diolah, disederhanakan, dianalisis dan disajikan dalam tabel frekuensi secara deskriptif agar mudah dimengerti. 3) Statistik deskriptif Statistik deskriptif merupakan salah satu metode pengolahan data yang hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keteranganketerangan mengenai suatu data, keadaan, atau fenomena. Penarikan kesimpulan pada statistik deskriptif hanya ditujukan pada kumpulan data yang ada (Hasan 2003). Pada penelitian ini, metode statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis skor sikap, dan skor norma subyektif yang dimiliki oleh wirausaha UMKM. Skor sikap, dan skor norma subyektif diketahui dari skor jawaban kuesioner yang diisi oleh responden berdasarkan rentang skala Likert (1-5), yaitu menjadi lima kriteria preferensi jawaban, jawaban sangat tidak setuju diberi skor 1, jawaban tidak setuju diberi skor 2, jawaban netral diberi skor 3, jawaban setuju diberi skor 4, dan jawaban sangat setuju diberi skor 5. Untuk mewakili keseluruhan skor yang terdapat dalam data, digunakan ukuran nilai pusat. Jenis ukuran nilai pusat yang dipakai adalah rata-rata hitung (mean). Rata-rata hitung adalah nilai rata-rata dari data yang ada. Rata-rata hitung secara umum dapat ditentukan dengan rumus : 28

4) Korelasi Analisis ini digunakan untuk melihat bagaimana sikap dan norma subyektif dalam hubungannya dengan intensi untuk menjadi wirausaha sukses. Selain itu juga dapat diketahui sejauh mana sikap dan norma subyektif mempengaruhi intensi seseorang. Dalam penelitian ini dilakukan dua analisis korelasi yaitu analisis korelasi Pearson dan analisis korelasi Spearman. Perhitungan korelasi dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 13. 5) Uji Signifikansi Uji signifikansi digunakan untuk mengukur statistik melalui perhitungan nilai koefisien determinasi (R 2 ) dan nilai statistik F (Uji F). Dalam pengujian ini, dibutuhkan data regresi yang telah diolah dengan menggunakan SPSS versi 13. Teknik pengujian meliputi: 1. Koefisien Determinasi (R 2 ) Koefisien determinasi (R 2 ) digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Semakin dekat nilai R 2 dengan nilai 1, maka semakin tepat regresi yang terbentuk untuk meramalkan variabel terikat. 2. Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Uji signifikansi simultan (Uji F) pada dasarnya digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel terikat atau tidak. Uji hipotesis dimasukkan sebagai berikut: H 0 : Variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. H 1 : Variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Kriteria keputusan (berdasarkan probabilitas): a. Jika signifikansi > 0,05 maka hipotesis H 0 diterima b. Jika signifikansi < 0,05 maka hipotesis H 0 ditolak dan terima H 1 6) Analisis Regresi Berganda Persamaan regresi adalah persamaan garis yang mempelajari pola hubungan antara suatu variabel tak bebas (dependent variable) dengan satu atau lebih 29

variabel bebas (independent variable). Analisis regresi berganda dilakukan bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap dan norma subyektif terhadap intensi menjadi wirausaha sukses. Intensi menjadi wirausaha sukses sebagai variabel tak bebas (Y), sedangkan yang menjadi variabel bebasnya adalah sikap (X 1 ), dan norma subyektif (X 2 ), persamaan regresinya sebagai berikut: Keterangan : Y = Intensi menjadi wirausaha sukses, X1 = Sikap, X2 = Norma Subyektif, a = Konstanta, b1 = Nilai koefisien variabel bebas ke-1, dan e = Error term. Perhitungan regresi berganda menggunakan SPSS versi 13 yang hasil analisisnya berupa koefisien regresi masing-masing variabel independen. Dengan analisis regresi berganda dapat meminimalkan penyimpangan antara nilai aktual di lapangan dan nilai estimasi variabel dependen berdasarkan data. 4.6. Definisi Operasional Berikut ini adalah beberapa istilah penting yang digunakan dalam penelitian ini: 1. Wirausaha Mikro Agribisnis adalah seseorang yang memiliki usaha yang kekayaan bersih (asset) kurang dari 50 juta rupiah diluar tanah dan bangunan tempat usaha serta usahanya mengenai sektor pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan. 2. Wirausaha Kecil Agribisnis adalah seseorang yang memiliki usaha yang kekayaan bersih (asset) 50 juta sampai dengan paling banyak 500 juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta usahanya mengenai sektor pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan. 3. Wirausaha Menengah Agribisnis seseorang yang memiliki usaha yang kekayaan bersih (asset) lebih dari 500 juta sampai dengan paling banyak 10 milyar rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta usahanya mengenai sektor pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel penelitian, yakni: 30

a. Variabel bebas merupakan variabel yang mendasari pendugaan. Variabel ini merupakan variabel penduga. Sikap dan Norma subyektif merupakan faktor pembentuk intensi terhadap perilaku.sikap dan norma subyektif yang dimiliki terhadap perilaku wirausaha dijadikan sebagai variabel bebas. Dalam kuesioner penulis memecah kembali kedua variabel tersebut kedalam beberapa bagian sesuai indikatornya, yaitu: i. Sikap Merupakan kecenderungan untuk memberikan respon atas sesuatu. Sikap cenderung diperoleh dari hasil belajar dengan jalan menyenangi atau tidak menyenangi secara konsisten terhadap suatu obyek yang diberikan. Terdiri dari: - Value of expected outcome yaitu nilai dari dalam diri individu yang mengharapkan suatu hasil. Pada kuesioner penelitian indikatornya berupa penilaian seorang wirausaha terhadap apa yang dapat diperoleh dengan menjadi seorang wirausaha. Menurut Widodo (2005) ada sembilan keuntungan yang bisa diperoleh dengan menjadi seorang wirausaha, yaitu: ingin memperoleh pendapatan tambahan, ingin memiliki usaha sendiri, ingin memperluas relasi, ingin mencapai pengembangan diri, ingin membantu orang lain, ingin memiliki waktu luang, ingin mencapai kondisi bebas finansial, dapat memasuki masa pensiun dengan tenang, dan dapat meninggalkan warisan - expectation of outcome yaitu hasil yang diharapkan. Pada kuesioner penelitian indikatornya berupa seberapa ingin seorang wirausaha mendapatkan kesembilan keuntungan dengan berwirausaha tersebut. ii Norma Subyektif Merupakan persepsi seseorang akan anggapan orang lain terhadap suatu hal. Norma subyektif adalah persepsi bagaimana keluarga dan teman kita akan menerima hasil dari perilaku. Terdiri dari: 31

- normative beliefs yaitu norma yang diyakini. Pada kuesioner penelitian indikatornya ialah penilaian dari orang lain apakah mereka menyarankan kepada seorang wirausaha untuk menjadi wirausaha sukses karena kesembilan keuntungan berwirausaha tersebut. - motivation to comply yaitu motivasi untuk mengikuti saran dari orang lain. Pada kuesioner penelitian indikatornya ialah seberapa tingkat seorang wirausaha mengikuti saran dari orang lain untuk menjadi wirausaha sukses karena kesembilan keuntungan berwirausaha. b. Variabel terikat Merupakan variabel yang diperkirakan atau diduga nilainya. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikatnya adalah intensi menjadi wirausaha sukses yang otomatis akan mempengaruhi terhadap perilaku sehari-hari. 4. Perilaku Wirausaha adalah segala kegiatan atau aktivitas manusia dalam menemukan peluang berusaha dan secara kreatif menggunakan potensipotensi dirinya untuk mengenali produk, mengelola dan menentukan cara produksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya 32