Loyalitas Tak Terbatas

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh: Windra Yuniarsih

CINTA TELAH PERGI. 1 Penyempurna

Tidak Ada Ajahn Chan. Kelahiran dan Kematian

Chapter 1 A Pieces Love And Red Maroon Betta Fish

KARENA KASIH Sebuah fragmen berdasarkan perumpamaan Anak Yang Hilang

ONIMUSHA Written by REZA FAHLEVI ( )

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 7. MEMBACA SASTRALatihan Soal 7.9

"what are you doing there?" Aku berlari kecil menghampiri bocah berumur 3 tahun itu yang entah sedang apa di halaman depan.

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Who Are We?? Zul Rachmat. Diterbitkan melalui: Oleh: (Chatreen Moko) Copyright 2013 by (Chatreen Moko) Penerbit

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul.

Tanggal kelima belas bulan Juni. Purnama bersinar

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah. Rahasia Gudang Tua

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 7. MEMBACA SASTRALatihan Soal 7.6


Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat

BAB IV ANALISIS. A. Struktur Cerita. Alur merupakan tulang punggung cerita. Stanton (2012:28)

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang

Kura-kura dan Sepasang Itik

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. 5. Produser : Putut Widjanarko, Avesina Soebil, Nadjmi Zen. 6. Penulis Naskah : Oka Aurora dan Ahmad Al Habsyi

Momoa. Hans Post Kees Heij Lies van der Mijn. PT Penerbit IPB Press Kampus IPB Taman Kencana Bogor. Cetakan Pertama: November 2012

Ya sudah aku mau makan mie saja deh hari ini, kebetulan aku lagi pengen makan mie pakai telur ceplok.

Dibalik perjuangan seorang "PAPA"

Gambar 1.1 Kuda dengan anak-anaknya

Dongeng Motivasi Emas dan Ular

banyak sudah mewarnai perjalanan hidup kami. Jika sebagian anak-anak lain berada dalam lingkungan rumah adem-ayem, tidak demikian dengan kami,

Bintang Pembuka. Kepada orang-orang yang tidak pernah naik keatas atap rumahnya untuk sekedar melihat betapa indahnya bintang-bintang.

Kami sering melakukan kegiatan bersama, yaitu

Bab 6. Persahabatan. M e n u U t a m a. Peta Konsep. M e n u T a m b a h a n. Persahabatan. Memahami cerita dan teks drama. Bertelepon dan bercerita

Dongeng Jepang Cerita berasal dari Kojiki (Legenda Jepang)

[Fanfic] Sebuah gambar aneh menarik perhatianmu. Gambar itu jelek, tapi memiliki sesuatu yang membuatmu penasaran. Cast : Kalian yang membaca~

Pergi Tak Kembali. Oleh: Firmansyah

SINOPSIS. Universitas Darma Persada

Bab 1. Kehilangan mimpi

sudah rapi kembali setelah dicukur. Ruangan-ruangan didalam bangunan ini sangat

LUCKY_PP UNTUKMU. Yang Bukan Siapa-Siapa. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

Ah sial aku selingkuh!

Mahesa Bayu Suryosubroto

Pengembara yang Tersesat

Eliora. orang yang sedang menjalaninya. 1 Artinya, seberat-berat kami melihat sesuatu terjadi, lebih menyakitkan lagi bagi

Raja Langit, Raja Bumi, dan Putri Bulan Kisah dari Sulawesi Selatan

Kisahhorror. Fiksi Horror #1: A Midnight Story. Penerbit Dark Tales Inc.

P A D A M U E M B U N

SINOPSIS FILM PREMONITION

Kupersembahkan skripsi ini untuk Ibunda, Almarhum Ayahanda dan Ani

My Love Just For You vol1

Kukatakan kepadamu, seseorang yang

9A SMPN 26 BATAM TUGAS BAHASA INDONESIA MEREVISI TEKS EKSEMPLUM CINDERELA GADIS PENYABAR D I S U S U N

Ringkasan Cerita Mezon Ikkoku. Cerita Mezon Ikkoku berawal dari keributan Yusaku Godai yang hendak

SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 1. TEKS CERITA MORAL/FABELLatihan Soal 1.6

43 LAMPIRAN LAMPIRAN

Entahlah, suamiku. Aku juga tidak pernah berbuat jahat dan bahkan selalu rajin beribadah, jawab sang isteri sambil menahan air mata.

Aku memeluk Ayah dan Ibu bergantian. Aroma keringat menusuk hidungku. Keringat yang selama ini menghiasi perjuangan mereka membesarkanku. Tanpa sadar

Level 2 Pelajaran 12

"Jika saya begitu takut maka biarlah saya mati malam ini". Saya takut, tetapi saya tertantang. Bagaimanapun juga toh akhirnya kita harus mati.

IBU - seorang ibu beranak 1 berumur 30 tahun, berkulit putih, rambut hitam pendek - berjalan menuju sebuah BUKU.

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya

Karya Kreatif Tanah Air Beta. Karya ini diciptakan untuk menuturkan isi hati Mama Tatiana di dalam buku hariannya. Karya

Hidup ini singkat bagiku! Kebahagian saat ini hanyalah sementara, tak mudah bagiku untuk menjalani hidup normal layaknya sebagai manusia biasa.

Terdengar suara ayam berkokok yang menandakan hari sudah mulai pagi, aku pun bangun untuk siap-siap berangkat sekolah. Nama ku Dinda aryani aku masih

Seorang pria menyelinap keluar dari balik pohon, dan Endra mengenalinya sebagai pemandunya, Lole.

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

Kunjungan Ke Batam. Tentang Batam Batam dihubungkan dengan pulau-pulau Repang dan Galang, luas

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku!

PERISTIWA PENTING DALAM KELUARGA

Wonderheart ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian baik. Tidak hanya itu, hampir semua dari mereka nampak cantik dan

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply

Lampiran. Ringkasan Novel KoKoro. Pertemuan seorang mahasiswa dengan seorang laki-laki separuh baya di pantai

Andri Surya. Petualangan Leon. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

Pukul setengah delapan aku mendengar bunyi pintu terbuka. Aku tahu itu pastu Crystal. Segera aku berlari ke depan dan menyambutnya.

BABAK I DI KOTA INDAH NAN MULIA

CHARLES KUMAR. Fakir Sang Pencari

Tante, please... Saya benar-benar membutuhkan bantuan. Pemuda itu tampak memohon. Tapi... Ini menyangkut hidup mati seseorang, tante!

Kisah " Telaga Warna "

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali:

Hayo melamun aja kamu Tha dari tadi aku liatin. Evan tiba tiba duduk di sebelah Retha sambil memberikan ice cream cone rasa anggur.

Cermin. Luklukul Maknun

Awalnya aku biasa saja tak begitu menghiraukannya, karena aku menganggap, dia sedang melampiaskan

CINTA 2 HATI. Haii...! Tiara terkejut, dan menatap pada pria itu. Pada saat itu, ternyata pria itu juga menatap kearah Tiara. Mereka saling menatap.

BAB II RINGKSAN CERITA. timah yang bernama Djuasin bin Djamaludin Ansori. Isi surat itu menyatakan kuli yang naik

MODUL 25 TYPE A UMUR 4 6 BULAN (3 BULAN 16 HARI 6 BULAN 15 HARI)

Jenis-jenis hewan yang ditugaskan memberi petanda, antara lain : Burung

Bab 1. Awal Perjuangan

Penerbit NulisBuku.com ILP Center Lt Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Pancoran, Jakarta Selatan, 12780

Pemilik jiwa yang sepi

ALAT UKUR. Pengantar

Kisah Dari Negeri Anggrek

SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 1. TEKS CERITA MORAL/FABELLatihan Soal 1.5

"Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer?" tanyanya saat aku

hidup damai pelajaran 6 suasana hutan damai ada kicauan burung suara hewan bersahutan suara daun bergesekan kehidupan di hutan sungguh damai

Suatu hari. Fara, kamu ibu ikutkan ke olimpiade Ipa ya! Seru Bu Guru yang membuat Fara kaget sekaligus senang.

Kenapa Menolong Sesama dan Menjadi Relawan?*

3. Sekitar pukul 18.00, kakak korban meminta Isak untuk tidak tidur di rumahnya karena takut akan didatangi lagi oleh Anggota Yalet.

STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP1) PADA KLIEN DENGAN KEHILANGAN DAN BERDUKA. No. MR : 60xxxx RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Claresta Vania. The Things Left Unsaid

Transkripsi:

Loyalitas Tak Terbatas Agra Utari Saat orang bertanya pada saya, Hal favoritmu di dunia ini apa, Gra? Saya selalu dengan pasti menjawab, Anjing. Ya, saya sangat cinta dengan makhluk berkaki empat ini. Sejak kecil saya sudah diperkenalkan dengan segala macam binatang oleh orangtua saya dan anjing adalah binatang yang paling menarik. Saya tumbuh bersama mereka. Mereka keluarga saya. Selama hidup saya, anjing-anjing saya datang dan pergi. Semua punya kenangannya masing-masing dan tersimpan rapi di lemari hati kecil saya. Ada yang tinggal lama, ada yang hanya sebentar. Tapi mereka semua benar-benar membekas. Ada satu anjing saya, yang hidup paling lama. Seekor anjing kampung betina yang saya beri nama Beni. Badannya mungil dan cantik sekali. Berwarna kuning keemasan diseluruh tubuhnya tanpa ada warna lain. Ekornya panjang dan mengembang. Ayah saya bilang kalau Beni ada keturunan anjing hutan karena dulu, induk Beni ditinggal di kebun kopi milik kakek untuk menjaga kebun tersebut. Kebetulan kebun kopi

berdekatan dengan hutan dimana dulu banyak terdapat anjing hutan yang agak mirip serigala. Beni tumbuh bersama saya. Sejak saya kecil masih bersekolah di TK sampai SMA. Menunggu saya setiap pulang sekolah. Menjilat siku saya yang berdarah saat terjatuh. Menelusupkan kepalanya disela-sela lengan saya saat saya menangis karena takut sendirian di rumah. Dulu saya tinggal di rumah di tengah-tengah sawah. Terpencil sekali. Jadi bisa dibayangkan saya tidak punya teman. Hanya saya, kakak dan Beni. Jadi tiap hari kami bermain di sawah. Bermain layangan, mencuri telur bebek, loncat-loncat di jerami, berburu kodok dan capung, bergulat di kubangan, semuanya bertiga. Beni saat itu masih muda dan bersemangat. Sering mengalahkan saya saat lomba lari dan lomba makan. Hahahaha. Makan seadanya, dua kali sehari, dengan menu sisa makanan kami, Beni tidak pernah menolak makan. Sampai akhirnya, saat saya kelas 5 SD, Ayah memutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih ramai dan rumah sawah kami akan dijual. Tapi sayangnya, saat waktu kepindahan kami tiba pun, rumah kami belum laku terjual. Mungkin karena letaknya yang jauh di tengah sawah. Saat kami mengangkut barang-barang ke truk, Beni hilang entah 2

kemana. Dia bersembunyi. Entah kenapa. Kami mencarinya sampai dua jam lebih dan saat ditemukan, dia tidak mau pergi. Bahkan dia menggigit ayah yang mencoba mengangkatnya. Aneh. Karena truk tidak bisa menunggu lama, kami meninggalkan Beni sendiri dan ayah akan kembali lagi untuk menjemputnya dengan bemo. Ayah mencari-cari Beni. Beliau sudah menyewa bemo khusus untuk membawa Beni. Tapi dia tetap tidak mau pergi dan menggigit ayah lagi. Ayah memutuskan untuk meninggalkan Beni di sana, sekaligus menjaga rumah yang belum juga laku terjual. Seminggu, sebulan, dua bulan, tidak ada kabar tentang rumah kami. Sementara ayah, saya dan kakak selalu mengunjungi Beni untuk membawakan makanan. Setiap kami datang, walaupun masih berjarak 100 meter dari rumah, dia sudah berlari kegirangan dan menjilati kami dengan senangnya. Tiap kami datang, kami selalu membujuknya untuk pulang bersama kami tapi Beni selalu lari setiap kami mencoba mengambilnya. Karena kesibukan ayah bekerja, dan saya yang masih kecil, Beni semakin jarang kami kunjungi. Setiap hari saya merengek pada ayah untuk menjenguk Beni. Saya takut Beni kelaparan. Saya takut teman masa 3

kecil saya mati. Membayangkan saja saya sudah menangis keras. Tiga minggu berlalu, ayah akhirnya berkesempatan untuk menemani saya menjenguk Beni. Pertama saya takut melihat apa yang sudah saya bayangkan berminggu-minggu terakhir ini. Sampai di depan pagar, tidak ada tanda-tanda Beni. Tidak ada sambutannya. Saya mulai panik dan menangis. Saya berteriak-teriak memanggil namanya. Tidak ada respon darimanapun. Saya lemas. Ayah terus mencoba mencari Beni di sekeliling rumah, di sekitar semak-semak, tapi tidak ada. Ayah menaruh plastik kresek berisi nasi dan daging di tempat makan Beni dan menggendong saya yang sesenggukan pulang. Tiba-tiba, entah darimana, saya mendengar gonggongan. Beni!!!! Saya melompat dari gendongan ayah dan menghambur ke Beni yang terlihat agak kurus. Seperti di film-film. Ya. SAYA BENAR- BENAR PERNAH MERASAKAN ADEGAN ITU. Perasaannya tidak terjelaskan. Beni terlihat menggondol tikus besar di mulutnya. Itukah yang dimakannya selama kami tidak mengunjunginya? Dia berburu. Mencari makan sendiri. Saya merasa seperti majikan terjahat di dunia. Tapi Beni tidak peduli. Dengan terus menggoyangkan ekornya keras-keras, 4

dia menuntun saya menuju sebuah lubang di belakang rumah. Dia punya anak! Dua ekor anak anjing mungil. Dia menangis dan mengais-ngais anaknya. Saat saya melihat lebih dekat ternyata anaknya terjerat jaring yang dipakai ayah untuk menghalangi ular sawah masuk ke pekarangan rumah. Saya segera melepaskan jaring itu dan Beni tampak sangat berterimakasih. Dia menjilati wajah saya dengan riang dan saya, tidak peduli seberapa baunya nafas Beni, menerima jilatannya sambil tertawa. 3,5 bulan berlalu dan akhirnya, rumah kami laku terjual dengan harga yang disepakati ayah. Kami bertemu dengan pembeli di rumah itu. Kami sengaja menyewa bemo lagi karena kami tetap ingin membawa Beni ikut pulang bersama kami. Selesai transaksi, kami pulang dan memanggil Beni dengan agak pesimis. Kami ragu dia mau diajak karena sebelumnya selalu gagal. Tapi, tidak disangka, Beni naik bemo dengan sukarela. Saat itu barulah terjawab semua. Beni tidak mau pergi sebelum rumah ini berpindah tangan. Dia menjaga rumah kami. Tanpa diperintahkan, tanpa gaji, tanpa makan rutin, dan dia tetap menjaga rumah dengan baik. Kami membawa dua anaknya ikut dan saat itu saya benar-benar merasa bahagia. Salah satu momen bahagia saya selama hidup saya sampai sekarang. 5