BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

dokumen-dokumen yang mirip
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA JARINGAN VOIP DENGAN PROTOKOL SRTP DAN TLS RYAN ADITYA PUTRA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER

Implementasi TLS dan SRTP pada VOIP Server

Praktikum VII Konfigurasi Server VoIP IP PBX Lokal

Bab IV. Implementasi

BAB I PENDAHULUAN I 1

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah studi

Instalasi Minimal Asterisk

Bab 4. Implementasi dan Pembahasan

PERCOBAAN 9. Pemrograman SRC(Service Restriction Class) pada VoIP Server Lokal dengan Asterisk

KINERJA DUA VOIP SERVER YANG DIHUBUNGKAN DENGAN METODE TRUNKING MENGGUNAKAN PROTOKOL IAX2 LAPORAN TUGAS AKHIR. Oleh : IQBAL SYABANA

Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP. berbasis Parallel Processing

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

IP PBX Asterisk. Asterisk Fundamental I. Penulis: Anton Raharja Juli 2006 rev1

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang I 1

PERCOBAAN 7. KONFIGURASI ANTAR VoIP SERVER

BAB IV IMPLEMENTASI JARINGAN KOMUNIKASI VOIP

PERCOBAAN 8. KONFIGURASI FITUR PADA VoIP Server PENS

PERCOBAAN 11 KONFIGURASI ANTAR IP-PBX

UJI KEAMANAN SISTEM KOMUNIKASI VOIP DENGAN PEMANFAATAN FASILITAS ENKRIPSI VPN PADA MIKROTIK PROPOSAL SKRIPSI

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Untuk pengumpulan data ini penulis menggunakan program bernama

IP PBX Asterisk. Asterisk Fundamental I. Penulis: Anton Raharja Juli 2006 rev1 Agustus 2006 rev2

BAB III PERANCANGAN. Bab ini berisi perancangan sistem audio streaming dengan server shoutcast dan icecast.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Rancang Bangun VoIP Server Berbasis Parallel Computing

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI. ABSTRAK...vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI...ix. DAFTAR TABEL... xii. DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR LAMPIRAN...

BAB IV HASIL SIMULASI DAN KINERJA SISTEM

BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM. ini sudah menggunakan kernel 2.6. Saat komputer pertama kali dinyalakan tekan delete untuk

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab I PENDAHULUAN. Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. packet-switch, jadi dalam bertelepon menggunakan jaringan IP atau Internet.

Makalah Seminar Kerja Praktek PERANCANGAN DAN INSTALASI SIP SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI AUDIO VISUAL DANGAN ASTERISK SEBAGAI IP PBX SERVER

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... iii. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR...

BAB III PERANCANGAN SISTEM. Asterisk adalah sebuah aplikasi Private Branch Exchange (PBx) yang

BAB 1 PENDAHULUAN. melewatkan suara atau video melalui jaringan IP. Semenjak keberhasilan transfer

a. Pilih Wireless Connection Setup Wizard c. Secure Wireless Network = Best d. Wireless Security Password = Ind0n3si14n e. Terakhir pilih Save

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI

PERANCANGAN DAN REALISASI APLIKASI SOFTPHONE PADA JARINGAN VOIP BERBASIS SIP UNTUK SMARTPHONE ANDROID

Yama Fresdian Dwi Saputro from-engineer.blogspot.com. Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

CARA INSTALL DAN REMOVE APLIKASI. Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman repo.slemankab.go.id

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL IMPLEMENTASI

only) : dahdi-linux-complete-current.tar.gz

BAB I PENDAHULUAN. yang cukup besar untuk kemajuan dunia telekomunikasi. Di dalam dunia

PERCOBAAN 8 KONSEP CONTEXT DAN SETTING FITUR DENGAN ASTERISK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TUGAS AKHIR. Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung

Konfigurasi Fitur padavoip Server

BAB I PENDAHULUAN. yang mengarah pada Next Generation Network (NGN) yang kemungkinan besar

PERCOBAAN 10. Integrasi VoIP server dengan Jaringan Analog

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM DAN PENGUJIAN. meliputi pembahasan mengenai proses perekaman gambar berdasarkan interval

BAB III METODE PENELITIAN

PEMBANGUNAN APLIKASI SOFTPHONE PADA JARINGAN VOIP BERBASIS SIP MENGGUNAKAN SISTEM OPERASI ANDROID

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan pada Jenjang Strata-1 Program Studi Teknik Informatika

OLEH : NUR RACHMAT.

PROSEDUR INSTALASI SERVER SOFTSWITCH BERBASIS SIP

BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

SOFTSWITCH SEBAGAI PELUANG EFISIENSI JARINGAN MASA DEPAN

Modul 2. Network Analysis Tool, Application Layer Protocol, dan Transport Layer Protocol

Muhammad Alwi Hasan NRP Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Achmad Affandi, DEA. NIP

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI ETHERNET OVER IP (EoIP) TUNNEL Mikrotik RouterOS PADA LAYANAN VoIP DENGAN JARINGAN CDMA 1

BAB 1 PENDAHULUAN. teknologi pada dunia telekomunikasi juga semakin pesat, diantaranya adalah video

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan 2 router yang

Web Portal Bagi User. Gambar 4.28 Halaman Menu Utama (Home) User. Pada halaman menu utama User tersedia menu untuk CDR,

PERCOBAAN 6. KONFIGURASI SERVER VoIP - LOKAL

BAB 3. Metodologi. 3.1 Metodologi. Gambar 3.1 Kerangka Pikir Perancangan IP Telephony

PERCOBAAN 10 INTEGRASI VOIP SERVER DENGAN JARINGAN TELEPON ANALOG

Bab III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. gunung berapi, memantau kondisi rumah, dan event penting lainnya (Harmoko,

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN IMPLEMENTASI

2.2 Dasar Teori. Layer # Nama Unit. Dimana setiap layer memiliki fungsi dan contoh masing-masing.

IMPLEMENTASI SERVER VOIP TRIXBOX MENGGUNAKAN JARINGAN WIDE AREA NETWORK (WAN) YANG DILENGKAPI DENGAN SISTEM MONITORING VQMANAGER

ABSTRAK. Kata Kunci: VoIP, VPN, delay, jitter, packet loss, mos

Bab 3 Metode Perancangan

RANCANG BANGUN JARINGAN VOICE OVER INTERNET PROTOCOL UNTUK MENGURANGI BIAYA KOMUNIKASI PADA PT. ELECTRONIC CITY INDONESIA

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI VoIP PADA CALL CENTRE TESA 129

BAB III PERANCANGAN DAN SIMULASI SOFTSWITCH. suatu pemodelan softswitch ini dilakukan agar mampu memenuhi kebutuhan

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR VOICE OVER INTERNET PROTOCOL DI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH BOYOLALI MENGGUNAKAN SERVER ELASTIX

BAB 4 PERANCANGAN, TES DAN EVALUASI. PT. Buana Centra Swakarsa adalah dengan menggunakan teknologi Virtual Private

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Perancangan Sistem dan Blok Diagram Sistem. diagram seperti yang terlihat seperti Gambar 3.1.

UKDW BAB I PENDAHULUAN

Debian Network Administrator

ANALISA PERBANDINGAN QoS PADA JARINGAN VPN DAN TANPA VPN UNTUK LAYANAN VIDEO CONFERENCE MENGGUNAKAN GNS3 HENDI PRATAMA

INTEGRASI JARINGAN TELEPON ANALOG DENGAN JARINGAN KOMPUTER DI POLITEKNIK NEGERI BATAM. oleh: Prasaja Wikanta

PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec

Praktikum VIII Konfigurasi Antar VoIP Server

BAB III PEMBAHASAN Perancangan Jaringan VoIP

A. INSTALLASI SOFTWARE

PENERAPAN TEKNOLOGI VOICE OVER INTERNET PROTOCOL (VOIP) SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DI SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU

Rancang Bangun VoIP Server Berbasis Parallel Computing

Implementasi Sistem IP PBX menggunakan Briker

ANALISIS KUALITAS LAYANAN SISTEM TELEPON VoIP MEMANFAATKAN JARINGAN WiFi USU

4. Pilih direktori tempat penyimpanan lalu klik Lanjut. A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM

BAB I PENDAHULUAN. Voice Over Internet Protocol (disingkat VoIP) adalah teknologi yang

BAB I PENDAHULUAN. teknologi internet, user komputer mulai menggunakan surat elektronik atau

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Saat pengujian perbandingan unjuk kerja video call, dibutuhkan perangkat

A. INSTALLASI SOFTWARE

Transkripsi:

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Pada bab ini akan dijelaskan tahapan implementasi dengan menjelaskan proses-proses instalasi perangkat lunak penunjang voip, mulai dari instalasi asterisk server serta konfigurasinya pada OS Debian, instalalasi modul penunjang asterisk seperti library SRTP, wireshark, softphone pada client VoIP. Pada bab ini juga akan disampaikan hasil pengujian VoIP dengan metode keamanan enkripsi suara dengan SRTP dan pengamanan signaling VoIP yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya. Beberapa parameter pengujian QoS seperti Delay, Jitter, dan packet loss. 4.1 Tahapan Implementasi Server Voip Tahap yang pertama dalam pembangunan server VoIP dengan asterisk pada OS Debian membutuhkan paket penunjang lainnya yang dibutuhkan untuk melengkapi Asterisk dan SRTP. Instalasi server VoIP dilakukan dengan menggunakan perintah CLI (Command Line Interface) pada terminal Debian. Gambar 4.1 Tampilan Terminal Debian 37

38 4.1.1 Instalasi dan Konfigurasi Server VoIP dan modul SRTP Untuk memulai proses instalasi masuk menggunakan user root, setelah itu update dan upgrade OS Debian. Langkah selanjutnya install paket dasar dan penunjang asterisk dan SRTP dengan mengetikkan perintah: # sudo su # apt-get update && apt-get upgrade # apt-get install build-essential # apt-get install openssl libxml2-dev libncurses5-dev uuid-dev sqlite3 libsqlite3-dev pkg-config libjansson-dev Tahapan selanjutnya proses instalasi server VoIP Asterisk beserta modul SRTP dengan mengetikkan perintah pada terminal. # mkdir /opt/asterisk # cd /opt/asterisk # wget http://downloads.asterisk.org/pub/telephony/asterisk/asterisk- 13.6.0.tar.gz # tar zxvf./asterisk-13.6.0.tar.gz # cd./asterisk-13.6.0 # cd contrib/scripts #./install_prereq install #./install_prereq install-unpackaged Pada gambar 4.2 akan muncul kotak dialog isi dengan nomor kode telepon Indonesia yaitu 62 lalu ok.

39 Gambar 4.2 Pengisian kode telepon negara Sebelum melanjutkan proses instalasi Asterisk, penulis melakukan instalasi modul SRTP terlebih dahulu dengan menggunakan perintah. # mkdir /opt/srtp # cd /opt/srtp # wget http://srtp.sourceforge.net/srtp-1.4.2.tgz # tar zxvf srtp-1.4.2.tgz # cd srtp #./configure --with-prefix=/usr # make && make runtest && make install Modul SRTP sudah terinstall di OS Debian yang akan di jadikan server VoIP, lalu melanjutkan proses instalasi Asterisk yang sebelumnya. # cd /opt/asterisk/asterisk-13.6.0 #./configure # make menuselect

40 Gambar 4.3 Tampilan Menu pemilihan modul asterisk pada gambar 4.3 akan muncul kotak dialog kembali pada Resource Modules tekan enter pastikan res_srtp terpilih dan pilih save & exit. Kemudian dilanjutkan dengan perintah. # make # make install && make samples # make config # make install-logrotate Untuk menjalankan service asterisk dan mengecek status asterisk menggunakan perintah pada terminal berikut. # /etc/init.d/asterisk start # /etc/init.d/asterisk status

41 Proses instalasi server asterisk dan modul SRTP sudah selesai dan untuk masuk ke mode CLI asterisk menggunakan perintah asterisk -rvvv 4.1.2 Instalasi Wireshark Untuk Wireshark, tidak ada konfigurasi yang dilakukan, instalasinya pun sama dengan umumnya aplikasi lain. Wireshark ini digunakan untuk menangkap paket data yang terlintas antar client. Gambar 4.4 merupakan tampilan awal dalam menjalankan wireshark. Gambar 4.4 Tampilan awal wireshark 4.1.3 Instalasi cain&abel Sama seperti wireshark, tidak ada konfigurasi yang dilakukan. Software ini digunakan untuk merekam pembicaraan dan juga memainkan ulang suara pada VoIP. Gambar 4.5 merupakan tampilan awal cain&abel.

42 Gambar 4.5 Tampilan Cain&Abel 4.1.4 Membuat Certificate Authority (CA) Langkah-langkah dalam pembuatan CA untuk protokol menggunakan perintah pada terminal. # mkdir /etc/asterisk/keys # cd /opt/asterisk/asterisk-13.6.0/contrib/scripts #./ast_tls_cert C 192.168.1.100 O informatika d /etc/asterisk/keys

43 Gambar 4.6 Pembuatan CA untuk server di terminal Pada gambar 4.6 penjelasan dalam pembuatan CA 192.168.1.100 merupakan alamat IP server Asterisk, Informatika merupakan nama organisasi, dan /etc/asterisk/keys merupakan folder tempat menyimpan keys. Dan untuk membuat file CA untuk client menggunakan perintah. #./ast_tls_cert -m client -c /etc/asterisk/keys/ca.crt -k /etc/asterisk/keys/ca.key -C 192.168.1.101 -O "informatika" -d /etc/asterisk/keys -o 8001 Gambar 4.7 Pembuatan CA untuk client di terminal

44 Pada gambar 4.7 penjelasan pembuatan CA (Certificate Authority) untuk client adalah sebagai berikut: a. -m client menyatakan membuat sertifikat untuk klien, bukan server b. -c /etc/asterisk/keys/ca.crt menjelaskan Certifikat Authority mana yang akan di gunakan. c. -k /etc/asterisk/keys/ca.key menjelaskan kunci untuk Certificate Authority. d. 192.168.1.101 merupakan alamat IP klien. e. Informatika merupakan nama organisasi. sama kan dengan server. f. /etc/asterisk/keys merupakan tempat dimana folder kunci di simpan g. 8001 merupakan nama dari kunci yang akan dibuat. h. kemudian akan diminta password lagi untuk membuka /etc/asterisk/keys/ca.key Setelah langkah di atas selesai, maka isi folder dari tempat kunci tersebut menjadi. Gambar 4.8 menunjukan isi file CA yang sudah dibuat. Gambar 4.8 list file CA di folder Keys

45 4.2 Konfigurasi Pembuatan User dan Dialplan Server VoIP Pada bagian ini akan di jelaskan mengenai tahap-tahap membuat akun user agar masing-masing client bias berkomunikasi dengan server voip, maka softphone harus memiliki identitas yang telah terdaftar pada server VoIP. Oleh karena itu pembuatan user dan dialplan pada server VoIP sangat penting. Pertama kita harus menambahkan beberapa konfigurasi file sip.conf dan extensions.conf pada folder /etc/asterisk. Dibagian ini juga dilakukan konfigurasi untuk mengaktifkan pengamanan VoIP dengan protokol SRTP dan TLS. konfigurasi dilakukan seperti gambar dibawah ini : Gambar 4.9 konfigurasi sip.conf

46 pada gambar 4.9 untuk konfigurasi general pada sip.conf di server Asterisk seperti berikut. [general] Tcpenable=yes Tcpbinaddr=0.0.0.0:5060 Tlsenable=yes Tlsbinaddr=0.0.0.0:5061 Tlscertfile=/etc/asterisk/keys/asterisk.pem Tlscafile=/etc/asterisk/keys/ca.crt Tlschipher=ALL Tlsclientmethod=tlsv1 Udpbinaddr=0.0.0.0:5060 Untuk konfigurasi user standar pada sip.conf di server Asterisk. [8002] Type=friend Context=ryan Username=8002 Secret=8002 Host=dynamic Disallow=all Untuk konfigurasi user dengan mode enkripsi SRTP pada sip.conf di server Asterisk.

47 [8001] Type=friend Context=ryan Username=8001 Secret=8001 Disallow=all Allow=g722 Dtmfmode=rfc2833 Encryption=yes Untuk konfigurasi user dengan mode enkripsi SRTP dan TLS pada server Asterisk. [8003] Type=friend Context=ryan Username=8003 Secret=8003 Disallow=all Allow=g722 Dtmfmode=rfc2833 Encryption=yes Transport=tcp,tls,udp

48 Untuk konfigurasi dialplan user pada extension.conf pada server Asterisk. Gambar 4.10 Konfigurasi Dialplan Pada gambar 4.10 Konfigurasi Dialplan pada server Asterisk sebagai beikut. [ryan] Exten => 8001,1,Dial (SIP/8001) Exten => 8002,1,Dial (SIP/8002) Exten => 8003,1,Dial (SIP/8003) Exten => 8004,1,Dial (SIP/8004) Exten => 8005,1,Dial (SIP/8005) Setelah konfigurasi pembuatan user dan dialplan pada server VoIP dilakukan, selanjutnya kita memanggil ulang file sip.con dan extensions.conf dengan perintah pada CLI Asterisk sip reload dan dialplan reload. untuk melihat user yang online atau offline bisa mengetikkan perintah sip show peers.

49 4.3 Konfigurasi softphone pada client Konfigurasi pada softphone yakni dengan mengisi nama client softphone dan pengisian alamat ip server voip. Pada nama softphone masing-masing diisi dengan nama ekstensi yang telah didaftarkan pada server voip. Berikut tahapan konfigurasi pada masing-masing softphone. 1. Konfigurasi pada blink softphone softphone blink yang sudah diinstall pada OS Windows dilakukan pengaturan konfigurasi untuk mengaktifkan fitur SRTP dan TLS. Berikut tahapan dalam konfigurasi softphone Blink. Gambar 4.11 tampilan depan softphone Blink

50 Gambar 4.12 Tampilan konfigurasi account pada Blink Gambar 4.13 Tampilan konfigurasi TLS pada account Blink

51 Gambar 4.14 Tampilan konfigurasi CA untuk server Pada gambar di atas tahapan yang dilakukan untuk mengkonfigurasi akun softphone blink adalah: a. Pada gambar 4.11 klik blink lalu pilih manage account b. Pada gambar 4.12 pada menu account pilih tab media dan ceklist encrypt audio encryption pilih SDES mandatory untuk mengaktifkan SRTP. c. Pada gambar 4.13 pada tab advanced yang masih pada menu account, masukkan file CA untuk client yang sudah dibuat sebelumnya. d. Pada gambar 4.14 pilih menu advanced pada TLS settings masukkan file CA yang dibuat untuk autentikasi antara server dan client. 2. Konfigurasi softphone CSipSimpel Softphone CSipSimple yang sudah terinstall pada smartphone Android dilakukan pengaturan dalam pendaftaran account user dan dilakukan juga

52 konfgurasi untuk mengaktifkan enkripsi SRTP dan juga TLS. Berikut tahapan dalam konfigirasi softphone CSipSimple. Gambar 4.15 Tampilan pendaftaran account CSipSimple Gambar 4.16 Tampilan Konfigurasi pada CSipSimple

53 Gambar 4.17 Tampilan konfigurasi TLS dan SRTP pada CSipSimple Pada gambar di atas penjelasan langkah-langkah untuk konfigurasi pada softphone CSipSimple adalah sebagai berikut: a. Pada gambar 4.15 Pengisian pada menu pembuatan user adalah mengisi account name, user, server, dan password user. b. Gambar 4.16 Pada menu setting pilih menu Network, di dalam menu Network pilih Secure Transport. c. Gambar 4.17 di dalam menu Secure Transport untuk mengaktifkan TLS ceklist pilihan TLS. TLS method pilih dengan TLSv1, TLS CA file isi dengan file ca.crt yang sebelumnya sudah dibuat. Dan TLS certificate isi dengan file CA untuk client. Masih di dalam menu Secure Transport, Pada pilihan SRTP mode pilih mandatory untuk mengaktifkan SRTP.

54 3. Konfigurasi xlite Pada softphone X-lite konfigurasi tidak terlalu banyak dalam mengkonfigurasi. Gambar 4.18 mengisi user id, alamat server dan password user pada menu Account. Gambar 4.18 Tampilan konfigurasi softphone X-lite 4.5 Monitoring Pada tahap ini akan dilakukan monitoring terhadap sistem VoIP yang telah dibuat yaitu akan di analisa sistem VoIP. Pengujian dilakukan dengan cara melakukan pengukuran dan analisa data mengenai kualitas VoIP baik sebelum dan sesudah menggunakan SRTP dan TLS. 4.5.1 Perancangan Skenario Pengujian Setelah semua yang diperlukan untuk membangun system VoIP selesai, maka ada beberapa skenario yang akan dilakukan untuk melakukan pengujian terhadap celah keamanan dan perfomansi dari jaringan VoIP. 1. Skenario Pertama Pada skenario pertama dibangun sebuah panggilan antar client menggunakan softphone CsIpSimple. Ketika komunikasi antar client sedang berlangsung maka pembicaraan yang terjadi akan dicapture (tapping)

55 menggunakan wireshark, dan dianalisis data yang ada di dalamnya dan dimainkan ulang untuk mengetahui apakah suara dari pembicaraan antar client dapat disadap. Setelah itu data yang ditangkap akan dianalisis perfomansinya di dalam jaringan. Untuk memperoleh hasil QoS dari system tersebut, diperlukan menganalisa delay, jitter, dan packet losss. Setelah didapatkan data tersebut, akan dianalisa bagaiman tingkat keamanan dan perfomansi dari VoIP tersebut. 2. Skenario kedua Pada skenario kedua di bangun jaringan VoIP-SRTP untuk mengamankan media seperti suara agar tidak disadap. Ketika komunikasi berlangsung antar client data yang lewat akan dilihat menggunakan wireshark dan dimainkan ulang hasil capture (tapping) pada software cain&abel. Kemudian dihitung perfomansinya yang dihasilkan dari jaringan VoIP-SRTP untuk menghasilkan QoS yang sebaik mungkin. 3. Skenario ketiga Pada skenario ketiga VoIP yang sudah menggunakan SRTP, ditambahkan lagi system keamananya dengan TLS. Dan ketika komunikasi berlangsung antar client, data yang lewat dicapture kembali dan dimainkan ulang hasil capture (tapping) pada software cain&abel. Data yang sudah dicapture dihitung untuk mengetahui perfomansinya untuk menghasilkan QoS yang baik juga. 4.5.2 Pengujian Implementasi Keamanan Server VoIP Metode pengujian yang digunakan adalah BlackBox. Pengujian dilakukan dengan software monitoring, untuk mengetahui berhasil atau tidak dalam mengimplementasikan keamanan sesuai dengan perancangan skenario yang telah dibuat sebelumnya. 1. Pengujian VoIP tanpa sistem keamanan Pengujian pertama komunikasi VoIP dilakukan antara user yang menggunakan softphone X-lite dengan softphone CSipSimple. Untuk melakukan pengujian terhadap VoIP, perlu menggunakan bantuan dari perangkat lunak network protocol analyzer seperti wireshark. Pada gambar 4.19 Hasil dari

56 tangkapan komunikasi VoIP paket yang didapat berupa RTP dan digambar 4.20 suara bisa dimainkan ulang langsung pada wireshark. Gambar 4.19 Tampilan hasil capture paket RTP Gambar 4.20 Tampilan hasil capture suara RTP

57 2. Pengujian Implementasi VoIP dengan SRTP Pada pengujian kedua komunikasi VoIP dilakukan dengan user yang menggunakan softphone Blink dan CSipSimple yang sudah diaktifkan mode enkripsi SRTP. Untuk monitoring komunikasi VoIP masih menggunakan software wireshark, dan gambar 4.21 menunjukkan hasil paket yang ditangkap pada komunikasi adalah protokol SRTP. Gambar 4.21 Tampilan hasil capture paket SRTP Gambar 4.22 Tampilan hasil hasil capture suara paket SRTP

58 Namun pada gambar 4.22 wireshark tidak dapat memutar ulang hasil rekaman penyadapan, maka dimainkan dengan bantuan software cain&abel. Dan menghasilkan suara yang kasar menutupi isi dari komunikasi VoIP yang asli, sehingga informasi yang tersimpan pada komunikasi VoIP tersebut tidak dapat disadap. 3. Pengujian Implementasi VoIP dengan SRTP dan TLS Pengujian ketiga tidak berbeda dengan sebelumnya, komunikasi dilakukan oleh user yang menggunakan softphone Blink dan CSipSimple yang sudah di aktifkan mode SRTP dan TLS. Monitoring komunikasi masih menggunakan Wireshark, Dari gamabar 4.23 hasil capture data dengan wireshark diperoleh protokol SRTP dan juga TLS. Gambar 4.23 Tampilan capture implementasi protokol SRTP dan TLS

59 Gambar 4.24 Tampilan capture suara paket SRTP dan TLS Pada gambar 4.24 wireshark tidak dapat memutar ulang hasil rekaman penyadapan dan diputar ulang menggunakan cain&abel. Suara yang terdengar masih sama dengan pengujian kedua. Tetapi pada protokol TCP yang melakukan proses enkripsi dan autentikasi antara server dengan client. 4.5.3 Analisa Perfomansi Pada VoIP Setelah dilakukan pengujian pada ketiga skenario, maka menghasilkan beberapa data yang diambil dari wireshark yaitu delay, jitter, dan packet loss. Pada tabel 4.1 hasil pengujian tersebut diperoleh data-data. 1. Skenario pertama VoIP tanpa sistem keamanan a. Delay Untuk penghitungan delay menggunakan persamaan: Rata - rata delay = = 19,67 ms

60 b. Jitter Untuk penghitungan jitter menggunkan persamaan : Rata rata jitter = c. Packet loss Untuk penghitungan packet loss menggunakan persamaan : ( ) packet loss = paket yang dikirim paket yang hilang = 1497 6 = 1491 Packet loss = ( ) = 0,40 % 2. Skenario pertama VoIP dengan SRTP a. Delay Untuk penghitungan delay menggunakan persamaan: Rata - rata delay = = 20,14 ms

61 b. Jitter Untuk penghitungan jitter menggunkan persamaan : Rata rata jitter = c. Packet loss Untuk penghitungan packet loss menggunakan persamaan : ( ) packet loss = paket yang dikirim paket yang hilang = 3873-0 = 3873 Packet loss = ( ) = 0 % 3. Skenario pertama VoIP tanpa sistem keamanan a. Delay Untuk penghitungan delay menggunakan persamaan: Rata - rata delay = = 20,33 ms

62 b. Jitter Untuk penghitungan jitter menggunakan persamaan : Rata rata jitter = c. Packet loss Untuk penghitungan packet loss menggunakan persamaan : ( ) packet loss = paket yang dikirim paket yang hilang = 2200 0 = 2200 Packet loss = ( ) = 0 % Tabel 4.1 Pengukuran hasil monitoring parameter QoS No. Skenario Pengujian Rata-rata Rata-rata Packet Delay (ms) Jitter (ms) Loss % 1. VoIP tanpa sistem keamanan 19,68 17,96 0,40 2. VoIP dengan SRTP 20,14 18,73 0 3. VoIP dengan SRTP dan TLS 20,33 19,42 0

63 Perbandingan Hasil Uji Coba 25 20 19,68 20,14 20,33 17,96 18,73 19,42 15 10 5 delay jitter packet loss 0 0,4 0 0 1 2 3 1. VoIP tanpa sistem keamanan 2. VoIP dengan SRTP 3. VoIP dengaan SRTP dan TLS Gambar 4.25 Grafik Perbandingan Hasil Pengukuran Parameter QoS Dalam grafik 4.1 memperlihatkan VoIP tanpa sistem keamanan memiliki delay 19,68 ms, jitter 17,96 ms, dan packet loss 0,4%. Sedangkan untuk VoIP dengan SRTP memiliki delay 20,14 ms jitter 18,73 ms, dan packet loss 0%. sertavoip dengan SRTP dan TLS memiliki delay 20,33 ms, jitter 19,42 ms, dan packet loss 0%.