Prof. Dr. Irmawati, Psikolog

dokumen-dokumen yang mirip
(PSIKOLOGI SDM) MSDM

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB I. PENDAHULUAN. Terapi untuk anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu kebutuhan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan kepada 7 orang terapis dan 4

PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)

Kompetensi Sumber Daya Manusia Oleh: Indra Mulya, MSE

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran sehingga menimbulkan hasil yang sesuai dengan proses yang telah

BAB I PENDAHULUAN. Suatu perusahaan atau organisasi dituntut untuk dapat menyesuaikan diri

BAB I PENDAHULUAN. perdagangan dalam skala internasional, sehingga memudahkan barang-barang

BAB I PENDAHULUAN. pada pembangunan di sektor ekonomi. Untuk itu, Indonesia membutuhkan dunia

TABEL DIMENSI TINGKAT KOMPETENSI (Sumber : Competence at Work, Spencer & Spencer 1993)

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan di era globalisasi menuntut manusia saat ini untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. penanganan terhadap kualitas Sumberdaya Manusia, khususnya pada. tingkatan organisasi. Sumberdaya Manusia yang besar apabila dapat

Strategi & Upaya Menjadi Sekretaris yang Kompeten dan Profesional

Interpersonal Communication Skill

ASESMEN KOMPETENSI. Kementerian Agama

BAB II LANDASAN TEORI

DIMENSI KOMPETENSI DAN PRODUKTIVITAS KERJA DIKANTOR PT JAMSOSTEK CABANG GORONTALO. ZUCHRI ABDUSSAMAD Universitas Negeri Gorontalo ABSTRAK

BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Kinerja secara umum banyak digunakan sebagai variabel penelitian dan umumnya

KOMPETENSI DAN ELEMEN-ELEMENNYA. Oleh: Hasan Ali, S.Mn., M.M. Kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KRITERIA KOMPETENSI DALAM PEMILIHAN/ PENUGASAN WIDYAISWARA DI PPPPTK BIDANG BANGUNAN DAN LISTRIK TESIS. Oleh /TI

KUESIONER MODEL KOMPETENSI PADA PERAWAT PELAKSANA RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, dengan

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

Penerapan Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan

BAB II KERANGKA TEORI Pengertian Kompetensi Sumber Daya Manusia. merupakan dimensi perilaku yang berada di belakang kinerja kompeten.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA

2. Memberikan informasi untuk memperoleh pengaruh tertentu. 3. Menggunakan keterampilan kelompok dalam memimpin suatu kelompok

KATA PENGANTAR. Saya mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II KAJIAN TEORITIS. Kinerja adalah suatu konstruk multidimensional yang sangat kompleks, dengan banyak

LAMPIRAN 1. (Kuesioner Tahap 1)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

GAMBARAN UMUM KEWIRAUSAHAAN. PERTEMUAN KEDUA UNIVERSITAS IGM BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si.

MODAL DASAR KEWIRAUSAHAAN PERTEMUAN 4 KEWIRAUSAHAAN MUHAMMAD WADUD

MEMBANGUN KINERJA PEGAWAI

Abstract. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. strategis dalam memenuhi tuntutan pembangunan bangsa diberbagai bidang,

BAB II LANDASAN TEORI

ABSTRAK Program Magister Psikologi Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya yang dimiliki perusahaan, tanpa dukungan sumber daya manusia

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Fenni Agustina

BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN. akibatnya pelayanan sosial kemanusiaan, secara faktual pelayanan rumah sakit telah

BAB III SOLUSI BISNIS

Drs. H. Teguh Sarwono, M.Si. (Kepala Bagian Assessment dan Pengembangan Pegawai) Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI 2014

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. dari kata to perform yang mempunyai beberapa masukan (entries), yakni (1)

Soft Skills? Apa dan Bagaimana. Pengembangan Soft Skills untuk meningkatkan mutu lulusan:

Soft Skills dalam Berbisnis

Topik Pelatihan Manajemen In house Training Management Skills

ISSN : e-proceeding of Management : Vol.4, No.3 Desember 2017 Page 2881

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta

ANALISIS KOMPETENSI PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung. Isniar Budiarti

Transkripsi:

Prof. Dr. Irmawati, Psikolog

Underlying characteristics of individual that is causally related to criterion referenced effective and/or superior performance in a job or situation Spencer & Spencer Sifat-sifat mendasar dari seseorang yang mampu menunjukkan korelasi dengan kriteria-kriteria kinerja efektif dan prima dalam suatu p e k e r j a a n a t a u k e a d a a n

Kompetensi Kombinasi yang unik dari pengetahuan, keterampilan dan sikap/kualitas pribadi yang diperlukan seorang untuk mencapai kinerja yang baik dalam suatu pekerjaan.

Konsep Gunung Es Pengetahuan Penting untuk berhasil tetapi tidak cukup Lebih mudah dikembangkan dan diamati Citra Diri Keterampilan Nilai-nilai Sifat-sifat Motif Hard Competency Soft Competency Karakteristik mendasar yang penting untuk keberhasilan Lebih sulit dikembangkan dan diamati, namun berpengaruh besar terhadap prestasi kerja

Keterampilan (Skill) : Keahlian melakukan suatu tugas baik secara fisik maupun mental Pengetahuan (Knowledge) : Ilmu yang dimiliki individu dalam bidang tertentu Konsep Diri (Self Concept) : Persepsi individu tentang identitasnya termasuk nilai, citra diri Sifat (Traits) Motif (Motives) : Cara khas dalam berperilaku secara konsisten : Pemikiran atau niat dasar yang konstan yang mendorong individu untuk bertindak atau berperilaku. Ada 3 motif sosial menurut Mc Clelland yaitu: Achievement Motive Affiliation Motive Power Motive

Derajat Kepentingan Kompetensi Tinggi Derajat Kepentingan Pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan tugas Contoh : Pengetahuan tentang Produk-produk Perusahaan Peraturan perburuhan Keterampilan Bernegosiasi Motif, Sifat, Citra Diri Contoh : Inisiatif Sensitivitas antar pribadi Percaya Rendah Kompleksitas Pekerjaan Tinggi

dribble

CONTOH HARD COMPETENCIES 1. Computer Literacy 2. English Communication 3. Filling System 4.Sales 5. Machine Operation

CONTOH SOFT COMPETICIES 1. Self Control 2. Self Confident 3. Organizational Commitment 4. Flexibility 5. Information Seeking 6. Analytical Thinking 7. Conceptual Thinking 8. Achievement Motivation 9. Developing Other 10. Initiative 11. Interpersonal Understanding 12. Customer Service Orientation 13. Impact & Influence 14. Organizational Awareness 15. Relationship Building 16. Networking 17. Teamwork 18. Team Leadership

CONTOH MODEL KOMPETENSI Judul INISIATIF Definisi Inisiatif ditunjukkan dengan melakukan tindakan sebelum dibutuhkan, guna menciptakan kesempatan atau menghindari masalah. Aktif menampilkan usahausaha untuk mempengaruhi suatu kejadian dalam rangka mencapai tujuan/sasaran; self-starter/berusaha mengawali dari dalam diri daripada pasif menerima. Melakukan tindakan yang ekstra dari pada apa yang dibutuhkan/diperlukan untuk mencapai sasaran.

CONTOH MODEL KOMPETENSI Judul INISIATIF Indikator Perilaku Melaksanakan pekerjaan yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya demi kepentingan departemen/perusahaan Membuat upaya pengembangan diri pribadi Mengambil tindakan untuk suatu proyek tanpa menunggu instruksi atasan Mengumpulkan informasi tambahan untuk suatu pelaporan/rapat karena dianggap akan berguna Membuat usulan dalam pemecahan masalah, mengembangkan alur kerja tanpa menunggu instruksi Mencoba cara baru dalam melaksanakan suatu pekerjaan karena hal tersebut dianggap lebih baik Menyangsikan cara pelaksanaan suatu proses kerja yang telah ada serta memberikan saran perubahannya Mengusulkan program-program baru kepada perusahaan sebagai bahan pertimbangan untuk diimplementasikan Menyampaiakan permasalahan kepada atasan dan mengusulkan cara pemecahannya Mengenal cara-cara inovatif untuk meningkatkan efektifitas

CONTOH MODEL KOMPETENSI Judul INISIATIF Kriteria 1. Tidak Nampak. Kompetensi belum pernah ditunjukkan dalam tugas ini. 2. Bereaksi terhadap masalah atau peluang saat ini. Bertindak cepat dan mengambil keputusan pada saat-saat kritis dimana pada saat normal seharusnya masih harus menunggu dan mempelajari situasinya lebih jauh. 3. Mengatasi masalah dan menciptakan peluang. Mengantisipasi potensi masalah atau bertindak menciptakan peluang, melihat sampai 12 bulan ke depan. Menghindari masalah / menciptkan peluang melalui upaya unik & ekstra. 4. Bertindak untuk jangka panjang. Berpikir jauh ke depan satu atau beberapa tahun. Mengidentifikasi peluang-peluang yang mungkin dan masalah-masalah yang potensial dimana orang lain tidak melihatnya. Bertindak untuk mencipatkan peluang dan atau menghindari masalah.

Kompetensi Masa Depan Bagi Para Karyawan

Flexibility Melihat perubahan-perubahan lebih sebagai tantangan daripada merupakan suatu ancaman Information Seeking, Motivation and Ability to Learn Adalah antusiasme yang tulus terhadap kesempatan untuk memperlajari keterampilan-keterampilan (baik teknis maupun interpersonal) yang baru. Melihat proses belajar sebagai kesempatan pengembangan diri job enrichment, dan bukan menganggapnya sebgai tambahan pekerjaan

Achievement Motivation Keinginan untuk berprestasi dan menghasilkan unjuk kerja yang lebih baik, dibandingkan dengan apa yang telah dihasilkannya di masa lalu, maupun dibandingkan dengan hasil pekerjaan orang lain. Work Motivation Under Pressure Kombinasi dari fleksibilitas, motivasi berprestasi, daya tahan terhadap stress, dan komitmen terhadap perusahaan, yang membuat seseorang dapat bekerja pada situasi dimana tuntutan akan perbaikan selalu meningkat.

Collaborativenes Bekerjasama dengan kelompok-kelompok multi disipliner dengan rekan kerja dengan beragam latar belakang, bersikap positif terhadap orang lain, empati, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap organisai. Customer Service Orientation Dorongan yang tulus untuk membantu orang lain, mengerti kebutuhan pelanggan, berinisiatif untuk memecahkan masalah dengan organisasinya untuk mengatasi masalah yang dihadai pelanggan.

Contoh Profil Lulusan S1 yang dicari dunia kerja

Perusahaan A 1. Psikotes lulus 30% 2. Interview : Semangat untuk bekerja di bidang perusahaan yang dituju (soft competency) Percaya diri banyak yang belum bisa menjual diri mereka (soft competency) Terbatas waktu para Interviewer jadi si pelamar harus sigap jual diri (soft competency)

Siap menerima tantangan harus berani di beri target (soft competency) CV jangan kosong Kemampuan Bahasa Inggris (hard competency) - tidak peduli grammar - yang penting bisa komunikasi - presentasi diri dengan atraktif in English Integritas tidak bisa di tawar (soft competency)

Perusahaan B 1. Cari mahasiswa berprestasi Punya pengalaman berorganisasi bisa ambil keputusan + punya networking 2. Harus lihat Carier is Journey/The beauty of carier path bukan maunya langsung jadi SUPERVISOR jadi tidak instant (soft competency)

Perusahaan C 1. Integrity Jujur tidak suka titip absen (soft competency) 2. Respect for people and the environment buang sampah tidak sembarangan (soft competency) 3. Communication biasa presentasi (soft competency) 4. Walk to talk teori dan implementasi (soft competency)

Perusahaan D 1. Orang orang yang berani dengan tantangan dan mau belajar (soft competency) 2. Punya pengalaman - bantu mengajar (Private) - bantu jaga toko - berwirausaha - dll.

Bagaimana Mengembangkan Kompetensi? 1. Pemberian tugas 2. Pelatihan 3. Coaching 4. Mentoring 5. Counseling