I MA Y UDHA P E R W I R A

dokumen-dokumen yang mirip
Adina Rizka Amalia. Hafizhuddin Wafi. Annisa Putri Ningsih FILLUM PORIFERA. Nurul Hasna K. Bunga Amalia. Ulya Amalia

Struktur dan Fungsi Tubuh

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

biologi SET 21 ANIMALIA 1 DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL A. FILUM PORIFERA a. Ciri Ciri Porifera

COELENTERATA Coilos = rongga Enteron = usus. By Luisa Diana Handoyo, M.Si.

PORIFERA DAN COELENTERATA

Porifera dan Coelenterata

ANIMALIA. STANDAR KOMPETENSI: Memahami manfaat keanekaragaman hayati

Filum Cnidaria dan Ctenophora

Evolusi, Sistematika, Taksonomi dan Klasifikasi Avertebrata

A. Sistem Sirkulasi pada Hewan Sistem difusi Sistem peredaran darah terbuka Sistem peredaran darah tertutup 2. Porifera

Keanekaragaman Organisme Kehidupan

CARA PERKEMBANGBIAKAN INVERTEBRATA

KINGDOM ANIMALIA. Sebelum belajar kita berdoa dulu yuuuk kawan Berdoa di mulai..

CIRI-CIRI COELENTERATA :

I. JARINGAN. A.Pengertian Jaringan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLATIHAN SOAL BAB 11

Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.

MAKALAH BIOLOGI HEWAN VERTEBRATA DAN INVERTEBRATA. Disusun Oleh : Ira Melita Kelas : XII. IPA. 1

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel

SISTEM DIGESTIVA (PENCERNAAN) FISIOLOGI PENCERNAAN


Jaringan Hewan. Compiled by Hari Prasetyo

Tujuan Instruksional Umum Tujuan Instruksional Khusus

Sistem Respirasi Pada Hewan

Karakteristik Organisme Hidup. UNSYIAH Universitas Syiah Kuala 9/28/2016. Tema-tema dalam Mempelajari Kehidupan. Organisasi Biologi

STKIP PRIMA SENGKANG

Jaringan pada Tumbuhan

Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri

TUGAS IPA PERKEMBANGBIAKAN HEWAN SECARA GENERATIF

MAKALAH SISTEM RESPIRASI PADA HEWAN VERTEBRATA DAN INVERTEBRATA. (Makalah Struktur Perkembangan Hewan) Oleh Sarah Niati

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.3

Alga (ganggang) Alga sering disebut ganggang.

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan bahan-bahan untuk berlangsungnya proses metabolisme dengan lancar. Sel-sel

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLATIHAN SOAL BAB 10

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu wilayah yang dikenal sebagai negara kepulauan

BAB I PENDAHULUAN. berjalannya waktu. Hal ini merupakan pertanda baik khususnya untuk

Sistem Pernafasan Manusia

Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ

Setelah menyelesaikan praktikum mahasiswa praktikan dapat:

N E M A T H E L M I N T H E S

mustofa Tujuan Pembelajaran :

CACING TANAH (Lumbricus terrestris)

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM AVERTEBRATA AIR

FILUM MOLLUSCA KELOMPOK 1

SISTEM ORGAN HEWAN (I)

BAB I PENDAHULUAN. memberikan beberapa kontribusi penting bagi masyarakat Indonesia. sumber daya alam dan dapat dijadikan laboratorium alam.

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.2

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal Jaringan darah. Jaringan limfa. Jaringan saraf.

PRINSIP BIOENERGETIKA PADA HEWAN

LAMPIRAN 28 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 2 MATERI KINGDOM ANIMALIA FILUM PLATHYHELMINTHES, FILUM NEMATHELMINTHES DAN FILUM ANNELIDA

Sistem pernapasan pada hewan kecoa. Sistem pernapasan pada hewan kecoa.zip

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.5

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

E C H I N O D E R M A T A

MAKALAH SISTEM RESPIRASI PADA IKAN

ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN

2. TINJAUAN PUSTAKA. Spons merupakan hewan tidak bertulang belakang yang bersifat primitif

SEL, JARINGAN, ORGAN, DAN SISTEM ORGAN

2. Perbedaan hewan dan tumbuhan dalam memperoleh makan yang tepat adalah...

Sistem Respirasi Manusia L/O/G/O

Lumut/Bryophyta. Alat perkembangbiakan lumut hati

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANLatihan Soal 1.3. igotik. Embrionik. Pasca lahir

PROTOZOA. Otot-rangka. Pencernaan. Saraf. Sirkulasi. Respirasi. Reproduksi. Ekskresi

Sub Bab Gastrulasi mengatur kembali blastula untuk membentuk sebuah embrio berlapis tiga dengan perut primitif

INDIKTOR 14: Menjelaskan sifat, ciri-ciri, dan fungsi jaringan pada tumbuhan dan hewan

A. Struktur Akar dan Fungsinya

PENGANTAR STRUKTUR DAN FUNGSI HEWAN

ANNELIDA (Annulus=cincin, Oidos=bentuk)

Sistem Respirasi Pada Hewan

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

VIII BAB. Kingdom Animalia. Kata kunci: hewan, selom, simetris, invertebrata, vertebrata, metamorfosis, notokord

Protozoologi I M A Y U D H A P E R W I R A

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN BIOLOGI BAB IX STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN TUMBUHAN

ANIMALIA (DUNIA HEWAN ) LOGO

KLASIFIKASI CNIDARIA. By Luisa Diana Handoyo, M.Si.

Cairan intraseluler terdapat di dalam sel cairan sitoplasma dan nukleus; cairan interstitial atau cairan ekstraseluler cairan diantara sel-sel /

CREATIVE THINKING. MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN Panca Indra

Sistem Organ Hewan (I)

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kajian Teori. Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar

Ima Yudha Perwira, S.Pi, MP, M.Sc (Aquatic)

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 2. PERKEMBANGAN PADA MANUSiAlatihan soal 2.1

II. TINJAUAN PUSTAKA. Daphnia sp. digolongkan ke dalam Filum Arthropoda, Kelas Crustacea, Subkelas

II. TINJAUAN PUSTAKA. (Aziz, 1981). Tubuhnya berbentuk segilima, mempunyai lima pasang garis

Organ yang Berperan dalam Sistem Pernapasan Manusia. Hidung. Faring. Laring. Trakea. Bronkus. Bronkiolus. Alveolus. Paru-paru

1.Klasifikasi dan Nomenklatur a.macam-macam Klasifikasi yang dilakukan oleh para ahli taksonomi b.nomenklatur

Latar belakang Seperti layaknya makhluk hidup yang lain tumbuhan pun memiliki organ-organ penyusun tubuh seperti akar, batang, daun, dan bunga.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

DAUR HIDUP PARASIT MALARIA VCB 99

Modul III : Animalia 1 hal 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA. berpori-pori atau saluran. Spons sebagai invertebrata laut multi sel yang fungsi

DI SUSUN OLEH. KELOMPOK : II Anggota : 1. Nurhaliza ( ) 2. Nevri Isnaliza ( ) 3. Siti wardana ( )

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal Singa. Jamur kancing. Amoeba. Melinjo

Kode Mata Kuliah : BI402 Program Studi : Pendidikan Biologi Jenjang : S 1

Created by Mr. E. D, S.Pd, S.Si LOGO

MODUL MATA PELAJARAN IPA

RPP MATERI INDIKATOR Pengertian klasifikasi

Transkripsi:

PORIFERA IMA YUDHA PERWIRA

Porifera (Latin, Phorus = pori-pori, ferre = pembawa) adalah hewan invertebrata yang mempunyai tubuh berpori-pori. Bentuk tubuh hewan ini tidak hanya kotak, tapi bermacam macam. Ada yang seperti piala, terompet, dan ada yang bercabang menyerupai tumbuhan. Struktur tubuhnya radial simetris. Ciri utama memiliki lubang (Pori) yang banyak dan membentuk suatu Sistem Saluran.

Porifera mengeluarkan zat sisa metabolisme (Ekskresi dan Respirasi) secara difusi melalui permukaan tubuh. Porifera hidup di air laut dan air tawar, tapi kebanyakan hidup di laut mulai dari daerah perairan pantai yang dangkal hingga kedalaman 5,5 km. Kerangka pada porifera merupakan kerangka luar atau eksoskeleton. Kerangkanya dapat berupa kapur seperti pada Calcarea, dapat pula rangka silikat seperti yang dimiliki hexactinellida, atau kerangka lunak (spongin) pada Demospongia.

Porifera merupakan kelompok hewan yang bersifat sesil, atau berdiam di suatu tempat tertentu dan sangat tergantung pada aliran air untuk megambil makanan dan oksigen serta membuang zat sisa.. Organisme Porifera pada umumnya tidak memiliki saraf dan otot, tetapi masing masing sel dapat mengindera dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Hewan multiseluler atau bersel banyak dan masih primitif atau hewan sederhana serta tidak memiliki jaringan sehingga sering disebut Metazoa

Struktur Tubuh Epidermis (lapisan terluar), Lapisan terluar dari porifera dan tersusun oleh sel sel epitelium pipih yang disebut Pinakosit. Mesoglea, Lapisan pembatas antara epidermis dan endodermis. Mesoglea pada Porifera mengandung beberapa macam sel yaitu: Sel Ameboid, berfungsi untuk mengangkut zat makanan dan zat-zat sisa metablisme dari sel satu ke sel lain; Sel Sklerobas, lapisan berfungsi sebagai pembentuk spikula; Sel Porosit, sel yang fungsinya membuka dan menutup pori-pori; Sel Arkeosit, sel amebosit embrional yang tumpul dan dapat membentuk sel-sel reproduktif; dan Sel Spikula, sel yang pembentuk tubuh.

Endodermis (lapisan dalam), lapisan dalam yang terdiri dari sel-sel leher atau koanosit yang memiliki flagel dan berfungsi sebagai pencerna makanan.

Oskulum : tempat keluarnya air yang berasal dari spongosol. Mesoglea : lapisan pembatas antara lapisan dalam dan lapisan luar. Porosit : saluran penghubung antara pori-pori dan spongosol tempat masuknya air. Spongosol : rongga di bagian dalam tubuh porifera. Ameboid : sel yang berfungsi mengedarkan makanan. Epidermis : lapisan terluar. Spikula : pembentuk/penyusun tubuh. Flagel : alat gerak koanosit. Koanosit : sel pelapis spongosol seta berfungsi sebagai pencerna makanan. di bagian ujungnya terdapat flagel dan di pangkalnya terdapat vakuola.

Sistem Perkembangbiakan Perkembangbiakan Porifera dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : Pembentukan tunas. Tunas yang terbentuk memisahkan diri dari induknya kemudian terbentuk individu baru; dan Gemmulae (butir benih). Gemmulae adalah sejumlah sel mesenkim yang berkelompok dan berbentuk seperti bola yang dilapisi kitin serta diperkuat spikula. Gemmulae terbentuk jika keadaan lingkungan sedang tidak menguntungkan. Ketika keadaan lingkungan membaik, gemmulae akan terbentuk menjadi individu baru. Gemmulae hanya dimiliki oleh porifera air tawar.

Sedangkan perkembangbiakan generatif berlangsung secara anisogami, yaitu dengan peleburan gamet jantan (mikrogamet) dengan gamet betina (makrogamet). Dari peleburan ini dihasilkan zigot yang kemudian berkembang menjadi larva bersilia.

Sistem Pencernaan Pencernaan makananan pada porifera adalah intraseluler Intraseluler merupakan pencernaan makanan yang terjadi di tingkat sel / didalam sel. Proses tersebut diawali dari masuknya air melalui pori pori tubuh porifera (ostium), selanjutnya air akan masuk kedalam tubuh bersamaan dengan plankton dan bakteri yang menjadi sumber makanannya. Melalui mikrofili yang terdapat pada sel koanosit lapisan endodermis porifera, plankton dan bakteri akan tersaring.

Sel amoeboid memiliki tugas untuk mengedarkan hasil tangkapan tersebut keseluruh tubuh porifera. Air air yang masuk bersamaan dengan makanan akan kembali dibuang melalui lubang yang berada di pusta tubuhnya yaitu oskulum.

Sistem Sirkulasi Air Sistem saluran air pada porifera dibedakan menjadi tiga tipe. Ascon, merupakan tipe saluran air dimana lubanglubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran lurus yang langsung menuju ke spongosol (rongga dalam). Sycon, merupakan tipe saluran air dimana lubanglubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rangga yang berhubungan langsung dengan spongosol.

Leucon, merupakan tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubunga langsung dengan spongosol.

Sistem Pernafasan System pernafasan yang dimilikipun sangat sederhana. Oksigen diambil langsung dari air oleh sel-sel koanosit secara absorpsi. Karbondioksida hasil pernafasan dikeluarkan langsung dari dalam sel ke lingkungan.

Klasifikasi Porifera Porifera dikelompokkan menjadi 3 kelas, yaitu: Calcarea, Hexactinellida, dan Demospongia. Kelas Calcarea memiliki ciri: rangkanya berspikula kapur, koanositnya berukuran besar, dan biasanya hidup di laut dangkal. Contoh dari kelas ini adalah Scypha, Leucosolenia, Cerantia, Ceranthrina, dan Sycon gelatinosum. Kelas Hexactinellida memiliki ciri: Rangkanya berspikula kersik, dan Kebanyakan hidup di laut dalam. Contoh-contohnya : Euplectella, Hyalonema, Pheronema

Kelas Demospongia memiliki ciri: Umumnya tidak berangka, yang berangka rangkanya terdiri dari zat kersik atau spongin atau campuran keduanya, hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan industry spon, ada species yang tidak dapat bergerak, hidup di laut dangkal. Contoh-contohnya : Euspongia mollisima, Hypospongia equine, Haliclona, spongilla corteri.