PERPAJAKAN LANJUTAN. by Ely Suhayati SE MSi Ak

dokumen-dokumen yang mirip
PERTEMUAN 7 By Ely Suhayati SE MSi Ak PENGKREDITAN PPH PASAL 24 DAN ANGSURAN PPH PASAL 25

PERTEMUAN 12: PPh Pasal 24 (Umum /Perhitungan)

Pajak Penghasilan. Pasal 24

Modul ke: PERPAJAKAN I. PPh PASAL Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Program Studi Akuntansi.

Oleh : I Nyoman Darmayasa, SE., M.Ak., Ak. BKP. Politeknik Negeri Bali 2011

Landasan Hukum: Pasal 24 UU PPh, KMK No. 164/ KMK.03/ 2002

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

PPh Pasal 24. Pengertian. Andi Wijayanto, S.Sos., M.Si

Kredit Pajak Luar Negeri

PPh Pasal 26. Pengantar

KUP PELAPORAN DAN PENYETORAN PAJAK

Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Kondisi yang Melatarbelakangi Kesalahan atas Kewajiban Pemotongan PPh 23

BAB IV EVALUASI PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT TGS

BAB IV PEMBAHASAN. IV. 1 Analisis Mekanisme Pajak Penghasilan Pasal 22 di PT. KAS

Surat Ketetapan Pajak. Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com

BAB II LANDASAN TEORI / PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Pengertian bank menurut Pasal 1 Undang-undang No.10 Tahun 1998

LEMBAR ISIAN HASIL PEMERIKSAAN PROGRAM PENGKAJIAN PENGISIAN SPT WAJIB PAJAK BADAN. 6. Status Badan : (a) Pusat (b) Pusat (c) BUT

PAJAK PENGHASILAN PASAL 25

FAKTUR PAJAK. Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak : 10

BAB II LANDASAN TEORI. pajak berdasarkan Undang-Undang No.28 Tahun 2007 tentang. Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, yaitu sebagai berikut:

Pajak Penghasilan. Pasal 25

Definisi. SPT (Surat Pemberitahuan)

BAB II LANDASAN TEORI

SPT (Surat Pemberitahuan) Saiful Rahman Yuniarto

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 118/PMK.03/2016 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK

III/$ 2 0 A A KREDIT PAJAK DALAM NEGERI N P W P : NAMA WAJIB PAJAK : PERIODE PEMBUKUAN : s.d.

BAB 4 PEMBAHASAN. Bentuk usaha ini memiliki ciri dan karakter masing masing. Ada yang hanya bertujuan

Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan. Oleh Ruly Wiliandri

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Pajak Pertambahan Nilai-nya sebagai Pengusaha Kena Pajak dengan

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

SPT TAHUNAN SEBELUM MENGISI BACA DAHULU BUKU PETUNJUK PENGISIAN ISI DENGAN HURUF CETAK/DIKETIK DENGAN TINTA HITAM BERI TANDA "X" PADA

NOMOR :. TANGGAL : MULAI TAHUN PAJAK :

Kewajiban yang harus dipenuhi oleh wajib pajak badan setelah memperoleh NPWP

PAJAK PENGHASILAN PASAL 23

SPT TAHUNAN PPH WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

PERLAKUAN DAN FASILITAS PERPAJAKAN UNTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN SKEMA TERTENTU (KIK-DIRE)

Ketentuan Tentang Sumber Penghasilan (KTSP) / Source rules

PT SULUH PRIMA TARGET. Resume Peraturan Pajak

Beneficial Owner Certificate of Domicile Limitation on Benefit Article YOHANES DWIKI R. D. FIDIRA MAHARANI YUH MELIALA

DAFTAR FORMULIR SPT MASA PPh PASAL 23 DAN/ATAU PASAL 26 DAN BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 23 DAN/ATAU PASAL 26

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN tentang PEMBERIAN FASILITAS PERPAJAKAN DAN KEPABEANAN UNTUK KEGIATAN PEMANFAATAN SUMBER ENERGI TERBARUKAN

AKUNTANSI PERPAJAKAN KELOMPOK : IV APRIDA DEWI DEVI JUNIANTY ( ) TASLIM GOTAMI

Kelompok 3. Karina Elminingtias Ni Putu Ayu A.W M. Syaiful Mizan

PENUNJUKAN BENDAHARA SEBAGAI PEMOTONG/PEMUNGUT PAJAK PAJAK NEGARA BAB I

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

Penghasilan dari usaha di luar profesi dokter *) Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Tax Amnesty. Ungkap Tebus Lega - - PERSEK SALAKI & SALAKI Ph.: (021) / 49906

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang dimana pendapatan terbesar

Nama : NPWP : Alamat :

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 164/KMK.03/2002 TENTANG KREDIT PAJAK LUAR NEGERI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN 1771

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. tanpa balas jasa yang dapat ditunjuk secara langsung.

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR WILAYAH DJP... KANTOR PELAYANAN PAJAK...

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 141/PMK.03/2016 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 187/PMK.03/2015 TENTANG

PAJAK PENGHASILAN. Tujuan Instruksional :

BAB IV PEMBAHASAN. Pengenaan Pajak atas Penghasilan PT PIBS. PT PIBS adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi.

Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa : bahwa dalam sengketa banding ini terdapat sengketa mengenai Tarif Pajak, dengan rincian sebagai berikut:

Oleh : I Nyoman Darmayasa, SE., M.Ak., Ak. BKP. Politeknik Negeri Bali 2011

BAB II. adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang

DATA IDENTITAS WAJIB PAJAK DATA IDENTITAS WAJIB PAJAK

KETENTUAN UMUM & TATA CARA PERPAJAKAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

SKEMA KEMUNGKINAN PENGEMBALIAN PAJAK

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak PJ.091/PL/S/006/

MODEL PERJANJIAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA [TAX TREATY]

I. KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN (KUP)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya dengan nama

PAJAK PENGHASILAN PASAL 26. Disusun guna memenuhi tugas : Mata Kuliah : Perpajakan Dosen Pengampu : Agus Arwani, M. Ag

KETENTUAN PENERAPAN P3B DAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN P3B PERDIRJEN SEBELUMNYA

BENTUK USAHA TETAP BUT. Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com

MINGGU KE LIMA PPH PASAL 23, 26, DAN 25 PAJAK PENGHASILAN PASAL 23

PENGANTAR PERPAJAKAN HAK WAJIB PAJAK

MANFAAT MEMBAYAR PAJAK DAN PENGISIAN SPT BAGI WAJIB PAJAK. Oleh: Amanita Novi Yushita, M.Si.

4. PPh TERUTANG (Pilih salah satu sesuai dengan kriteria Wajib Pajak. Untuk lebih jelasnya, lihat Buku Petunjuk Pengisian SPT) 10a. 10b.

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR 27/PJ/2008 TENTANG

PERPAJAKAN LANJUTAN. by Ely Suhayati SE MSi Ak

Selamat Datang dan Selamat Mengikuti Pelatihan

Landasan Hukum: Pasal 25 UU PPh PMK No. 208/ PMK.03/ 2009 Keputusan Dirjen Pajak No. KEP.537/ PJ./ 2000

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di Indonesia salah satu penerimaan negara yang sangat besar dan semakin

BAB II LANDASAN TEORI. pajak, diantaranya pengertian pajak yang dikemukakan oleh Prof. Dr. P. J. A. Adriani

PERTEMUAN 12 By Ely Suhayati SE MSi Ak. PPN DAN PPnBM

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DI INDONESIA

Amir Hidayatulloh, S.E., M.Sc Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. bisa ditarik apa yang telah dibahas dan dianalisis oleh penulis dalam skripsi ini

Bab 3 PERJANJIAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA (P3B)

Transkripsi:

PERPAJAKAN LANJUTAN by Ely Suhayati SE MSi Ak

PAJAK PENGHASILAN PASAL 24

Dalam kondisi bisnis internasional semakin meningkat, WP Dalam Negeri dan WP BUT mungkin saja memperoleh penghasilan dari luar negeri, misalnya melalui kantor cabang di luar negeri melalui anak perusahaan di luar negeri, penggunaan modal di luar negeri, dan lain-lain. Penghasilan dari luar negeri itu tentu dikenai pajak di negeri asal dari penghasilan tersebut. Hal ini sudah pasti memberatkan WP Dalam Negeri dan WP BUT, karena di Indonesia penghasilan yang sama juga dikenai PPh dengan tarif pasal 17 (terjadinya pajak berganda internasional, internasional double taxation). Untuk mengurangi beban pajak berganda tersebut, UU PPh secara sepihak (unilateral) menentukan kredit pajak luar negeri di pasal 24.

Dalam pasal 24 itu ditetapkan bahwa pajak sejenis dengan PPh yang dibayar/terutang di luar negeri bisa dikreditkan dengan PPh Tahunan Terutang di Indonesia (credit of tax against tax ordinary tax credit).

Saat pengkreditan pajak luar negeri adalah pada tahun pajak di mana penghasilan dari luar negeri digabung dengan penghasilan dari dalam negeri.

Saat penggabungan penghasilan dari luar negeri Penghasilan dari usaha yang berasal dari luar negeri digabungkan dengan penghasilan dari dalam negeri pada tahun olehnya penghasilan dari luar negeri tersebut. Penghasilan berupa dividen yang berasal dari luar negeri digabungkan dengan penghasilan dari dalarn negeri pada bulan keempat atau bulan ketujuh setelah akhir tahun pajak (rinciannya lihat Kepmenkeu Nomor 650/KMK.04/1994).

Saat penggabungan penghasilan dari luar negeri Penghasilan dari sumber lainnya yangberasal dari luar negeri digabungkan dengan penghasilan dari dalarn negeri pada tahun diterimanya (secara kas) penghasilan dari luar negeri tersebut.

Penghitungan Besarnya Batas Kredit Pajak Luar Negeri Pajak atas penghasilan yang terutang di luar negeri adalah pajak atas penghasilan berkenaan dengan usaha atau pekerjaan di luar negeri. Sedangkan yang dimaksud dengan pajak atas penghasilan yang dibayar di luar negeri adalah pajak atas penghasilan dari modal dan penghasilan lainnya di luar negeri, misalnya dividen, bunga, dan royalti.

Penghitungan Besarnya Batas Kredit Pajak Luar Negeri Pajak atas penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri yang dapat dikreditkan terhadap pajak yang terutang di Indonesia hanyalah pajak yang langsung dikenai atas penghasilan yang diperoleh Wajib Pajak Dalam Negeri Indonesia.

Jumlah pajak yang dibayar atau terutang di luar negeri tidak otomatis dikreditkan seluruhnya dengan PPh yang terutang di dalam negeri. Batasannya adalah sebagai berikut: a) Jumlah kredit pajak luar negeri yang diperbolehkan adalah sebesar pajak atas penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri, tetapi tidak boleh lebih besar dari (pilih hasil yang paling kecil dari perhitungan berikut): i) Perbandingan penghasilan luar negeri dengan jumlah penghasilan dalam negeri dan luar negeri dikalikan dengan PPh Terutang atas jumlah penghasilan dalam negeri dan luar negeri, atau ii) PPh Terutang atas jumlah penghasilan dalam negeri dan luar negeri jika jumlah penghasilan dalam negeri dan luar negeri lebih kecil daripada penghasilan luar negeri.

Jumlah pajak yang dibayar atau terutang di luar negeri tidak otomatis dikreditkan seluruhnya dengan PPh yang terutang di dalam negeri. Batasannya adalah sebagai berikut: b) Persyaratan perhitungan besarnya kredit pajak luar negeri adalah: i) Kerugian yang diderita di luar negeri tidak boleh dikompensasikan dengan penghasilan lainnya, sepanjang WP Dalam Negeri atau WP BUT di Indonesia mempunyai kewajiban untuk melaporkan Income Tax Return Luar Negeri (wajib SPT di luar negeri karena merupakan WP di luar negeri). ii) Penghitungan kredit pajak penghasilan luar negeri yang berasal dari beberapa negara dilakukan untuk masing- masing negara. iii) Kelebihan PPh Terutang / dibayar di luar negeri tidak dapat direstitusi/dikompensasi atau dicatat sebagai kerugian pengurang penghasilan.

Dalam menghitung batas jumlah pajak yang boleh dikredit penentuan negara sumber penghasilan adalah: Penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya adalah negara tempat Badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut bertempat kedudukan; Penghasilan berupa bunga, royalti, dan sewa sehubungan dengan penggunaan harta gerak adalah negara tempat pihak membayar atau dibebani bunga, royalti, atau sewa berada.

Dalam menghitung batas jumlah pajak yang boleh dikredit penentuan negara sumber penghasilan adalah: Penghasilan berupa sewa sehubungan dengan penggunaan harta tak gerak adalah negara tempat harta tersebut terletak Penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan adalah negara tempat pihak yang mem atau dibebani imbalan tersebut berada; Penghasilan bentuk usaha tetap adalah negara tempat Bentuk Usaha Tetap tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan.

Kredit pajak LN maksimal sama dengan jumlah pajak yang dibayar di LN tapi tidak boleh lebih tinggi dari rumus : PKP PN LN X Pajak

Persyaratan Administratif Pengkreditan Pajak Luar Negeri 1. WP yang bersangk:utan menyampaikan permohonan ke Dirjen Pajak (Kepala KPP) pada saar pelaporan SPT Tahunan melalui SPTTahunan PPh (dalam formulir 1771-III atau formulir 177b-II SPT Tahunan PPh sudah tercantum permohonan I termaksud) dengan melampirkan: i) Laporan keuangan dari penghasilan yang berasal dari luar negen. ii) Fotokopi SPT (Tax Return) yang dilaporkan di luar negeri. iii) Dokumen pembayaran pajak di luar negeri. Lampiran bisa menyusul jika disetujui Dirjen Pajak atas permintaan Wajib Pajak.

Persyaratan Administratif Pengkreditan Pajak Luar Negeri 2. Jika penghasilan luar negeri berubah, maka i) SPT Tahunan PPh WP Dalam Negeri/BUT dibetulkan, dilampiri dokumen terkait ii) Kekurangan bayar akibat pembetulan tersebut tidak dikenai sanksi bunga. iii) Kelebihan bayar akibat pembetulan tersebut bisa minta restitusi.